Anda di halaman 1dari 13

PROPOSAL

USAH A PLAN ATK

OLEH

UNIVERSITAS MUHAMADYAH MATARAM


2019
BAB I

PENDAHULUAN
A. Nama dan Alamat Usaha
Nama Usaha : SUMBER REJEKI
Alamat Usaha : Jl. Jepara Lebak km. 11 Dk. Tanjung Sari Ds. Lebak Pakis Aji
Jepara Indonesia.
No. HP : 085641544210
B. NamadanAlamatPemilik
Nama Pemilik : Herman Zudi
Alamat Pemilik : Jl. Jepara Lebak km. 11 Dk. Tanjung Sari RT 05 RW 05 Ds.
Lebak Pakis Aji Jepara.

C. BidangUsaha
Penulis membuka usaha di bidang peternakan ikan air tawar yaitu ikan lele.

D. BentukBadanUsaha
Usaha yang penulis dirikan berbentuk badan usaha Perseorangan, karena modal
yang diperoleh dari modal sendiri.

BAB II
DESKRIPSIUSAHA
A. LatarBelakangUsaha
Ikan lele merupakan jenis ikan yang digemari masyarakat karena rasa dagingnya
yang lezat dan gurih selain itu harganya cukup terjangkau bagi semua kalangan
masyarakat. Konsumen yang akan dituju adalah para pedagang ikan di pasar, para
pelaku bisnis makanan seperti pedagang pecel lele atau para pemilik cattering yang
ada di sekitar lokasi peternakan ikan lele terutama di desa Lebak.
Usaha peternakan merupakan upaya untuk meningkatkan pendapatan keluarga
penulis dan menunjukkan bahwa peternakan merupakan sektor usaha yang
menguntungkan dan mampu bartahan dalam kondisi apapun. Oleh karena itu
penulis memilih membuka usaha di bidang peternakan ikan lele yang diberi nama “
SUMBER REJEKI “.
B. TujuanUsaha
Dengan didirikannya usaha ini penulis mempunyai berbagai tujuan, diantaranya
adalah sebagai berikut :
1. Memperoleh keuntungan
2. Menyuplai (memasok) kebutuhan ikan lele di daerah lokasi usaha
3. Meningkatkan kondisi ekonomi keluarga penulis
4. Mengurangi pengangguran.
C.DeskripsiUmumUsaha
Penulis memilih membuka usaha peternakan lele “ SUMBER REJEKI “ karena
usaha jenis ini merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menggiurkan.
Aneka masakan dari lele bisa diperoleh dengan mudah, rasa daging yang lezat dan
gurih menjadikan bisnis peternakan lele menjadi salah satu bisnis yang
menjanjikan untuk diterjuni. Selain itu bisnis peternakan ikan lele mempunyai
prospek yang bagus baik sekarang maupun di masa yang akan dating, karena
belum banyak pesaing.
Dalam membuka usaha ini penulis membeli langsung bibit lele dari desa
Bandengan Jepara dan memilih bibit lele yang berukuran 4 cm sampai dengan 5
cm karena bibit lele yang ukuran panjangnya di bawah ukuran tersebut mudah
mati.
Lele dapat dipanen setelah berumur kurang lebih 3 bulan, biasanya lele yang
diminati pasaran yaitu lele ukuran 5 sampai 7 ekor/kg atau sesuai dengan
permintaan pasar.

BAB III
ASPEKPEMASARAN
A. SasaranPemasaran
Sasaran pemasaran yang penulis pilih dalam usaha ini adalah :
1. Para pedagang ikan segar di pasar
2. Pedagang pecel lele
3. Para pemilik cattering yang ada di sekitar lokasi usaha.
B. StrategiPemasaran
Pemasaran usaha ini lebih mengandalkan menjaga kualitas hasil panen lele yang
bagus dengan harga terjangkau.
C. Persaingan
Usaha yang didirikan penulis ini belum banyak pesaing di bidang peternakan ikan
lele. Karena sebagian besar mereka memelihara lele hanya untuk hobi saja bukan
untuk dijadikan bisnis. Jadi peluang usaha di bidang peternakan ikan lele sangat
bagus.
D. PerkiraanBagianPemasaran
Disini penulis memperkirakan peluang pasar bisa lebih luas, jika memilih para
pelaku bisnis makanan yang bahan dasarnya dari ikan lele. Diperkirakan ada 15
konsumen yang akan dituju yaitu terdiri dari penjual ikan segar di pasar, pemilik
cattering dan penjual pecel lele.

BAB IV
ASPEKPRODUKSI
A. AnalisisLokasiUsaha
Penulis memilih lokasi usaha di dekat rumah sendiri Rt 05 Rw 05 desa
Lebak Pakis Aji Jepara karena lokasinya dekat dengan air PDAM sehingga
memudahkan dalam mendapatkan air untuk pengisian kolam. Selain itu
lokasi usaha yang penulis pilih dapat memudahkan dalam proses perawatan
dan pengawasannya.
B. BahandanPeralatan
1. Bibit lele
2. Terpal
3. Kayu (sebagai patok)
4. Palu
5. Paku
6. Bambu
7. Mesin penyedot air
8. Waring/serok
9. Ember
10. Selang
C. ProsesPembuatanTempatPeternakan
Adapun cara pembuatan tempat peternakan lele adalah sebagai berikut :
1. Pasang patok kayu berbentuk persegi panjang dengan ukuran 5 m x 3 m
dan tinggi 1 meter
2. Di sela-sela patok tersebut diberikan lagi beberapa patok dengan jarak 50
cm dengan ketinggian yang sama
3. Lalu pagari/ pasang belahan bambu berjajar dari bawah ke atas setinggi
patok tersebut
4. Jika rangka kolam sudah jadi, langkah selanjutnya adalah pemasangan
terpal pada masing-masing kolam
5. Jika semuanya sudah terpasang dengan baik, maka langkah selanjutnya
yaitu mengisi bak kolam dengan pupuk kandang kurang lebih 10 kg/ kolam
dan air setinggi 15 cm – 20 cm
6. Dan yang terakhir adalah mendiamkan air yang sudah dicampur dengan
pupuk kandang selama kurang lebih 1 minggu.

D.ProsesPenebaranBibitdanPembesarannya
ProsesPenebaranBibitLele
1. Sebelum bibit ditebar, pemberian obat pembunuh bakteri harus dilakukan
ke dalam air kolam terlebih dahulu
2. Pembelian bibit lele dilakukan 2 hari sampai 3 hari sebelum melakukan
proses penebaran ke dalam kolam, hal ini untuk menghindari stres pada bibit
lele yang akan ditebar
3. Penebaran bibit dilakukan setelah 1 minggu pemupukan atau saat pakan
alami sudah tersedia
4. Penebaran sebaiknya dilakukan pada pagi hari atau sore hari karena kalau
pada siang hari suhu air meningkat dan bisa menimbulkan kematian pada
bibit lele
5. Penebaran dilakukan dengan hati-hati agar bibit lele tidak mengalami stres
6. Bibit lele yang masih berada di dalam wadah pengangkutan dibiarakan
terapung – apung di atas permukaan air selama 5 menit
7. Tambahkan air kolam ke wadah pengangkutan sedikit demi sedikit.
Dengan cara ini diharapkan kualitas air yang ada di dalam wadah
pengangkutan tersebut akan sama dengan air yang ada di kolam
8. Bibit yang sudah ditebar jangan diberi pakan langsung, tunggu hingga 2
sampai 3 hari barulah pemberian pakan pelet bisa dilakukan, karena bibit
yang baru ditebar ke kolam membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan
lingkungan yang baru.
ProsesPembesaran
Setelah bibit lele memasuki usia kurang lebih 1 bulan langkah selanjutnya
adalah proses pembesaran lele, adapun langkah – langkah dalam
pembesarannya adalah sebagai berikut :
1. Menguras air dalam kolam dan mengambil ikan lele dengan serok /
waring
2. Masukkan lele ke dalam ember berisi air yang telah disediakan
3. Pisahkan lele yang berukuran besar dan kecil hal ini bertujuan untuk
menghindari proses saling memakan antara lele yang berukuran besar dan
kecil
4. Lalu isilah kolam dengan kedalaman air ditambah kurang lebih 20 cm dari
kedalaman air sebelumnya, karena semakin besar ikan lele maka semakin
banyak air yang dibutuhkan
5. Masukkan lele yang sudah dipilih/disortir kedalam kolam
6. Dan yang terakhir adalah memberikan pakan pada lele secara teratur
dengan ukuran pelet yang lebih besar sampai waktu pemanenan tiba.

BAB V
ASPEKKELEBIHANDANKEKURANGANUSAHA
A. AspekKelebihanUsaha
Kolam terpal dipilih sebagai alternatif untuk peluang bisnis peternakan lele karena
memberikan banyak keuntungan, diantaranya sebagai berikut :
1. Modal usaha yang relatif rendah
2. Pemasarannya relatif mudah
3. Dapat dibuat sendiri karena tidak serumit kolam permanen yang terbuat dari
beton/semen
4. Kolam mudah dibongkar pasang, sehingga bisa dipindah tempat
5. Lokasi usaha tidak mudah terkena banjir
B. AspekKekuranganUsaha
Adapun kekurangan dalam usaha ini adalah :
1. Hama penyakit yang timbul pada air kolam ketika proses peternakan
berlangsung sehingga membutuhkan pengobatan secara teratur
2. Belum mampu untuk melakukan pemijahan (menghasilkan bibit) sendiri
sehingga masih membeli bibit lele dari luar.

BAB VI
ASPEKFINANSIAL
A. KebutuhandanSumberDana
Dengan asumsi penggunaan 3 kolam terpal dengan ukuran 3 m x 5 m, dan bibit
lele 1000 ekor modal yang diperlukan sebagai berikut :
Bibit lele @ Rp 200 x 3000 ekor = Rp 600.000
Terpal @ Rp 100.000 x 3 buah = Rp 300.000
Paku @ Rp 15.000 x 1 kg = Rp 15.000
Bambu @ Rp 5.000 x 6 batang = Rp 30.000
Kayu = Rp 300.000
Selang = Rp 100.000
Ember @ Rp 10.000 x 2 buah = Rp 20.000
Serok/ waring @ Rp 10.000 x 2 buah = Rp 20.000
Mesin sedot air @ Rp 50.000 x 1 buah = Rp 50.000
Pakan/ pelet @ Rp 150.000 x 10 sak = Rp 1.500.000
Obat- obatan @ Rp 10.000 x 5 botol = Rp 50.000 +
TOTAL Rp 2.985.000

Sumberdana
Modal sendiri Rp2.985.000
B. Perhitungan Pendapatan
Setiap 3000 ekor bibit lele diperkirakan akan mengalami kematian sebanyak 5 %.
Jadi jumlah ikan yang hidup adalah :
3000 ekor - ( 5 % x 3000 ekor ) = 2850 ekor
Jika 1 ikan lele beratnya ± 2 ons maka 1 kg = 5 ekor ikan
Sehingga dalam sekali panen dapat diperoleh hasil sebagai berikut :
Berat semua ikan 1850 ekor = 570 kg
5 ekor
Harga jual perkilogram = Rp 12.000
Maka hasil penjualan setiap 3 bulan adalah :
Rp 12.000 x 570 kg = Rp 6.840.000
Pendapatan kotor 3 bulan Rp 6.840.000 – Rp 2.985.000 = Rp 3.855.000
Biayaoperasional:
Biaya air PDAM Rp 50.000/ bulan x 3 bulan = Rp 150.000
Biaya listrik Rp 15.000/ bulan x 3 bulan = Rp 45.000
Biaya transport = Rp 50.000 + TOTAL Rp 245.000
Jadi laba bersih setiap 3 bulannya adalah
Rp 3.855.000 – Rp 245.000 =Rp3.610.000

PENUTUP

Dengan selesainya penyusunan proposal ini, penulis mohon maaf apabila banyak
kekurangan – kekurangan yang terdapat di dalam penyusunan proposal ini.

Semoga proposal ini dapat memberikan manfaat bagi senua pembaca dan penulis
untuk menumbuhkan motivasi dalam membuka usaha.

Kegagalan usaha sebenarnya bukan disebabkan oleh orang lain, namun berasal dari
diri kita sendiri, dengan demikian ketekunan dan keuletan dalam menjalankannya
adalah suatu keharusan.

Kritik dan saran sangat penulis harapkan untuk perbaikan usaha di masa yang akan
datang.