Anda di halaman 1dari 3

Gambaran Ikhtisar

Tinitus adalah persepsi suara yang bukan dihasilkan di lingkungan eksternal. Ini merupakan hal umum
dan banyak orang yang akan mengalaminya pada suatu ketika dalam kehidupan mereka.

Orang yang mengidap tinitus sering menggambarkan suara tersebut seperti deringan, dengungan,
desisan, atau bunyi klik. Meskipun hal itu dapat mengganggu orang yang mengidapnya, banyak orang
yang mengidap tinitus menganggap hal itu bukan masalah yang serius. Walaupun begitu, sebagian lagi
mungkin memerlukan perawatan medis atau bedah.

Jenis Tinitus

1. Tinitus Subjektif: Ini adalah jenis tinitus yang paling umum. Hanya Anda yang dapat
mendengar suara tersebut, seperti suara-suara jangkrik, auman, dengungan, desisan, siulan
dan deringan yang melengking.
2. Tinitus Objektif: Suara ini dapat didengar oleh Anda maupun dokter. Tinitus Objektif kurang
umum dan jumlah kasusnya kurang dari 5%.

Prevalensi

Tinitus merupakan hal sangat umum dan banyak orang yang akan mengalaminya pada suatu ketika
dalam kehidupan mereka. Penelitian menunjukkan bahwa hanya 10–15% populasi menderita tinitus
cukup parah sehingga memerlukan perhatian medis. Kejadiannya meningkat seiring usia. Lebih banyak
kaum pria yang terkena daripada kaum wanita.

Penyebab

Tinitus itu sendiri bukan suatu penyakit, tetapi dapat merupakan tanda kerusakan dalam sistem
pendengaran atau otak.

Gangguan pendengaran adalah penyebab tinitus yang paling umum. Gangguan pendengaran bisa
diakibatkan oleh bertambahnya umur atau trauma pada koklea (organ pendengaran – rumah siput)
yang disebabkan oleh suara keras, obat, atau bahan kimia. Diduga bahwa karena koklea tidak lagi
mengirimkan sinyal normal ke otak, otak menciptakan suara-suara sendiri untuk mengimbangi
kekurangan sinyal suara normal. Ini ditafsirkan sebagai suara/bunyi – tinitus.
Paparan terhadap suara yang keras merusak pendengaran dan merupakan penyebab tinitus yang umum.
Banyak orang yang tidak menyadari dan tidak mempedulikan tentang efek merugikan dari hingar bingar
yang terlalu keras di disko atau dari penggunaan earphone.
Apa pun yang mempengaruhi pendengaran kita, seperti infreksi telinga atau serumin (kotoran telinga) yang
berlebihan dapat membuat tinitus memburuk.
Tinitus Subjektif
Penyakit Meniere adalah penyebab umum tinitus subjektif. Penderita biasanya mengeluh tentang telinga
yang terasa penuh atau gangguan pendengaran, suara mengaum dan kepala pusing yang bisa berlangsung
selama berjam-jam.
Neuroma akustik adalah penyebab tinitus subjektif yang langka. Ini adalah tumor yang tumbuh pada saraf
yang bermula dari otak menuju ke telinga bagian dalam. Orang yang menderita ini biasanya mengalami
tinitus (bising dalam telinga) dan gangguan pendengaran pada satu telinga, tidak seperti jenis yang lebih
umum yang disebabkan oleh gangguan pendengaran yang biasanya terasa di kedua telinga.
Obat seperti aspirin (jika terlalu banyak digunakan) dan sebagian antibiotik, juga dapat menyebabkan tinitus.
Tinitus Objektif
Aliran darah baik melalui pembuluh darah normal atau abnormal dekat telinga, biasanya merupakan
penyebab tinitus objektif. Penyebab tinitus debaran (tinitus yang berkaitan dengan debar jantung) termasuk
kehamilan, anemia, kelenjar tiroid yang terlalu aktif, atau tumor yang melibatkan pembuluh darah dekat
telinga (tumor glomus dan malformasi arteriovenous [hubungan abnormal antara arteri dan vena/pembuluh
darah balik]).
Penyempitan arteri karotid (pembuluh darah utama ke otak) dapat juga menyebabkan tinitus debaran.
Hipertensi intrakranial jinak, keadaan di mana peningkatan tekanan cairan di sekeliling otak menyebabkan
tinitus debaran.
Masalah ketidaksejajaran sendi rahang atau otot telinga atau tenggorokan yang ‘berkedut’ dapat
menyebabkan jenis tinitus bunyi klik.

Gejala
Orang yang menderita tinitus sering mengeluhkan tentang suara dengingan, auman, dengungan atau bunyi
jangkrik yang terdengar oleh satu atau kedua telinga. Juga ada keluhan tinitus debaran dengan gejala
terkait seperti gangguan pendengaran dan pusing kepala.

Diagnosis
Dokter bedah THT akan mencari tahu riwayat lengkap penyakit dan melakukan pemeriksaan fisik pada
kepala dan leher, termasuk berbagai saraf di bagian itu.

Tes pendengaran (audiogram) akan dilakukan. Tergantung pada gejala, pemeriksaan serta jenis tinitus,
pemeriksaan tambahan mungkin diperlukan. Pemeriksaan tambahan dapat mencakup audiogram khusus
yang dikenal sebagai auditory brainstem response (ABR), pemindaian otak, seperti pemindaian
computerised tomography (CT), atau pemindaian magnetic resonance imaging (MRI).

Pengobatan
Pengobatan tinitus tergantung pada penyebab yang mendasarinya. Pada kebanyakan kasus, tinitus
disebabkan oleh kerusakan pada koklea. Biasanya tidak perlu pengobatan pada kasus tersebut selain
meyakinkan dan menenangkan pasien. Jika pasien merasa sangat terganggu oleh tinitusnya, terdapat
sejumlah pilihan pengobatan.
Latihan relaksasi membantu untuk mengendalikan otot dan sirkulasi ke seluruh tubuh dan dapat
mengurangi intensitas tinitus pada sebagian orang.

Menyamarkan bunyi tinitus dengan bunyi lain pada tingkat rendah konstan, seperti bunyi detik jam, suara
statik radio (white noise) atau bunyi yang menenteramkan (hujan, air mengalir) dapat mengurangi
kebisingan, karena tinitus biasanya lebih mengganggu di lingkungan yang tenang. Sewaktu dipakai, alat
bantu dengar dapat mengurangi tinitus.

Pengobatan yang dapat diresepkan, termasuk tricyclic antidepressant dan betahistine. Tricyclic
antidepressant dapat membantu terutama pada pasien yang mengalami depresi yang menyertainya
(concomitant depression). Betahistine adalah vasodilator (menyebabkan pelebaran pembuluh darah) yang
dapat memperbaiki sirkulasi darah dalam koklea/rumah siput. Pengobatan herbal dan vitamin yang sudah
dianjurkan adalah gingko biloba dan Vitamin B.

Tinnitus Retraining Therapy (TRT)adalah terapi multi-modalitas yang menggabungkan konseling,


pendidikan pasien dan penggunaan masker tinitus white noise tingkat rendah. Terapi ini telah menunjukkan
hasil yang sangat menjanjikan dalam penelitian tertentu. Bilamana tinitus disebabkan oleh masalah langka
yang lain (seperti tumor atau aneurisma), pengobatan tinitus melibatkan perbaikan masalah utama.

Dimana Terdapat Pengobatan

Institusi medis di SingHealth yang menyediakan konsultasi dan pengobatan untuk kondisi ini termasuk:

1. Singapore General Hospital


Dept of Otolaryngology (ENT)
Outram Road, Singapore 169608

Online Rujukan di luar negeri


Email: ims@singhealth.com.sg
Tel: +65 6326 5656