Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN KULIAH LAPANGAN ENDAPAN MINERAL BIJIH

DAN HIDROTERMAL

DEKSRIPSI CORE DAN UNDERGROUND MINING


PT ANTAM PONGKOR, BOGOR

Oleh :

Nama : Nuraiman Febiansyah


NPM : 1506729071

PROGRAM STUDI GEOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS INDONESIA
DEPOK
2018
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Overview PT Antam

ANTAM merupakan perusahaan pertambangan yang terdiversifikasi dan terintegrasi secara


vertikal yang berorientasi ekspor. Melalui wilayah operasi yang tersebar di seluruh Indonesia yang
kaya akan bahan mineral, kegiatan ANTAM mencakup eksplorasi, penambangan, pengolahan serta
pemasaran dari komoditas bijih nikel, feronikel, emas, perak, bauksit dan batubara. ANTAM
memiliki konsumen jangka panjang yang loyal di Eropa dan Asia. Mengingat luasnya lahan konsesi
pertambangan dan besarnya jumlah cadangan dan sumber daya yang dimiliki, ANTAM membentuk
beberapa usaha patungan dengan mitra internasional untuk dapat memanfaatkan cadangan yang ada
menjadi tambang yang menghasilkan keuntungan.

ANTAM memiliki arus kas yang solid dan manajemen keuangan yang berhati-hati. ANTAM
didirikan sebagai Badan Usaha Milik Negara pada tahun 1968 melalui merjer beberapa perusahaan
pertambangan nasional yang memproduksi komoditas tunggal. Untuk mendukung pendanaan proyek
ekspansi feronikel, pada tahun 1997 ANTAM menawarkan 35% sahamnya ke publik dan
mencatatkannya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 1999, ANTAM mencatatkan sahamnya di
Australia dengan status foreign exempt entity dan pada tahun 2002 status ini ditingkatkan menjadi
ASX Listing yang memiliki ketentuan lebih ketat.

Tujuan perusahaan saat ini berfokus pada peningkatan nilai pemegang saham. Hal ini dilakukan
melalui penurunan biaya seiring usaha bertumbuh guna menciptakan keuntungan yang berkelanjutan.
Strategi perusahaan adalah berfokus pada komoditas inti nikel, emas, dan bauksit melalui peningkatan
output produksi untuk meningkatkan pendapatan serta menurunkan biaya per unit. ANTAM
berencana untuk mempertahankan pertumbuhan melalui proyek ekspansi terpercaya, aliansi strategis,
peningkatan kualitas cadangan, serta peningkatan nilai melalui pengembangan bisnis hilir. ANTAM
juga akan mempertahankan kekuatan finansial perusahaan. Melalui perolehan kas sebanyak-
banyaknya, perusahaan memastikan akan memiliki dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban,
mendanai pertumbuhan, dan membayar dividen. Untuk menurunkan biaya, perusahaan harus
beroperasi lebih efisien dan produktif serta meningkatkan kapasitas untuk memanfaatkan adanya
skala ekonomis.
1.2 Penambangan PT Antam Pongkor, Bogor

Produksi utama emas dan perak ANTAM berasal dari tambang bawah tanah Pongkor, Jawa Barat
dan Cibaliung, Banten. Indikasi adanya deposit emas di Pongkor ditemukan oleh Unit Geomin pada
tahun 1981 dan produksi dimulai pada tahun 1994 setelah ijin diperoleh pada tahun 1992. Tambang
Cibaliung diakuisisi dari perusahaan Australia, Arc Exploration pada tahun 2009 dan mulai
beroperasi pada tahun 2010. Tambang Cibaliung dioperasikan oleh entitas anak ANTAM, PT
Cibaliung Sumberdaya. ANTAM juga memiliki 25% PT Nusa Halmahera Minerals yang
mengoperasikan tambang emas Gosowong di Maluku Utara. Pada awal bulan Juni 2013, ANTAM
telah memperoleh perpanjangan ijin pinjam pakai kawasan hutan untuk tambang emas Pongkor
sampai dengan tahun 2021.

Tambang emas Pongkor memiliki tiga urat emas utama yakni Ciguha, Kubang Cicau dan Ciurug.
Metode penambangan menggunakan conventional cut and fill stoping pada urat emas Ciguha dan
Kubang Cicau. Pada urat emas Ciurug ANTAM menggunakan metode penambangan mechanised cut
and fill dengan peralatan hydraulic jumbo drill dan load haul dump (LHD) sejak tahun 2000.
Penggunaan metode mechanised cut and fill tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi
namun juga menurunkan biaya produksi untuk meningkatkan efisiensi. Tambang emas Cibaliung
dioperasikan dengan metode penambangan mekanis cut and fill dan undercut and fill. Setelah bijih
emas di Pongkor dan Cibaliung di tambang, bijih emas kemudian diolah melalui beberapa proses
seperti crushing, milling, cyanidation, carbon leaching dan stripping , electro winning dan casting
untuk memproduksi bullion/dore. Limbah dari pabrik di olah di pabrik detoksifikasi untuk
menurunkan kandungan sianida di tailing menjadi di bawah batas 0,5 ppm. Setelah
diolah, tailing kembali dimasukkan ke tambang di dalam sistem total tailing backfill system dengan
kombinasi semen.

Cadangan dan sumber daya emas ANTAM per 31 Desember 2012 berjumlah 9 juta dmt dengan
kandungan logam emas 1,6 juta ounces emas, sementara PT Nusa Halmahera Minerals memiliki
cadangan dan sumber daya emas sebesar 9,3 juta dmt dengan kandungan logam emas 3,6 juta ounces.
BAB II

ISI

2.1 Kegiatan Kuliah Lapangan Endapan Mineral Bijih di PT Antam Pongkor, Bogor

Kegiatan ini dimulai dari keberangkatan di UI pada pukul 06.00 menuju PT Antam Pongkor,
Bogor. Perjalanan ini tidak sesuai dengan rundown yang telah dibuat dikarenakan ada beberapa factor
yang memperlambat perjalanan menuju ke titik lokasi, diantaranya ada beberapa dari kita yang telat
kumpul di titik kumpul keberangkatan dan yang paling krusial yaitu penjemputan oleh bus nya telat
sehingga menyebabkan perjalanan dimulai dari pukul 06.00. Perjalanan ini memakan waktu kurang
lebih 4-5 jam. Tiba di lokasi sekitar pukul 10.30, dimana sesampainya disana kita disambut oleh GM
dari PT Antam Pongkor. Serta selain diberi sambutan juga diberi pengarahan mengenai prosedur
keselamatan kerja di PT Antam Pongkor. Diberi pengarahan mengenai perlengkapan keselamatan
yang harus dipatuhi apabila memasuki wilayah kerja. Dimana prosedur keselamatan kerjanya antara
lain : Baju safety. Sepatu safety, helm, headlamp, kacamata safety, pelindung pendengaran, dan
masker. Setelah diberi pengarahan mengenai prosedur keselamatan, kita di harusnya menandatangani
surat perjanjian yang berisikan, apabila terjadi sesuai akan keselamatan kita dikarenakan baju
perlengkapan kita kurang lengkap atau karena sikap yang tidak senonoh di lapangan merupakan
bukan tanggung jawab perusahaan.

2.2 Penyampaian Materi tentang Geologi Antam Pongkor

Setelah diberi pengarahan mengenai K3L, kita berlanjut ke lokasi Core Logging yang jarak nya
cukup jauh dari aula PT Antam Pongkor sehingga mengharuskan kita untuk mobilisasi nya
menggunakan kendaraan. Tetapi tidak sampai ke tempat tujuan melainkan kita di drop di satu lokasi,
dan dilanjutkan dengan berjalan kaki menuju lokasi penyimpanan Core Logging. Sesampainya di
lokasi kita diberi waktu untuk ishoma selama 40 menit. Setelah makan dan sholat, kita diharuskan
untuk kumpul diruangan yang tidak jauh dari tempat ishoma, untuk melihat presentasi mengenai
Tambang Emas di PT Antam, Pongkor mengenai lokasi penambangan emas di pongkor, salah satunya
yaitu Cibaliung. Serta penjelasan mengenai geologi regional Antam Pongkor.

Geomorfologi daerah Antam Pongkor, Bogor pada umumnya berupa perbukitan – perbukitan
tinggi yang memiliki tinggi rata-rata 300m sampai 900m diatas permukaan laut. Memiliki relief dari
landau hingga agak curam. Hal ini bias dilihat dari kerapatan kontur yang ada pada gambar 2.1
Daerah pongkor memiliki pola pengairan sungai berupa pola parallel. Pola pengairan ini
menunjukkan daerah dikontrol oleh perlipatan dan struktur. Sungai yang memiliki pola
pengairan seperti ini adalah Sungai Cikaniki dan Sungai Cisarua.

Daerah Penambangan Emas di PT Antam Pongkor, bogor salah satunya masuk kedalam
formasi Cimapag, dimana pada formasi ini disusun oleh breksi , konglomerat polimik, lava,
dan batuan terkersikan memiliki satu anggota ( Sudjamiko dan Santosa, 1992 ) yang terdiri
dari satuan batu pasir dan batu lempung. Umurnya diperkirakan Miosen Awal ( Sudjatmiko
dan Santosa, 1992 ). Dan untuk kontrol struktur memiliki arah NW-SE .

2.3 Core Logging

Setelah penyampaian materi mengenai kondisi geologi Antam Pongkor, kegiatan selanjutnya yaitu ke
lokasi penyimpanan core logging. Dimana pada bagian ini kita 40 orang bagi menjadi 10 kelompok
sehingga masing-masing kelompok memiliki anggota 4 tetapi pengerjaannya individu. Setiap
mahasiswa diharuskan mengidentifikasi core logging sepanjang 1m. Saya diberi tugas
mengidentifikasi core logging dengan drill interval 163,2m hingga 164,2m. Dimana sepanjang 1m
tersebut measured recovery nya sepanjang 1m. Karena sepanjang 1m bagian core masih terlihat jelas.
Sehingga % recovery nya sebanyak 100%.
a) Deskripisi Core Logging
Warna batuan abu-abu, terlihat pelapukan yang rendah/ Slightly Weathered, batuan protolith
breksi vulkanik, dengan bentuk butir nya sub-angular dan ukurannya >2mm menurut skala
wentworth. Terdapat vein dan veinlet sepanjang core ini. Vein tersebut diisi oleh mineral kuarsa
yang warna nya bening seperti kaca dan mineral silica yang berwarna putih susu. Mineral pengisi
di veinlet juga sama seperti di vein. Tipe alterasi pada core ini adalah propilitik dikarena terdapat
mineral klorit yang berwarna hijau pada sampel ini. Tingkat alterasi pada core ini sedang dengan
sifat alterasinya pervasive. Ukuran vein yang tebal nya sekitar 1-2 cm dan untuk ukuran veinlet
sekitar 1mm-2mm. jumlah vein dan veinlet yang terlihat adalah 5. Mineralisasi pada sampel ini
terlihat adanya pirit yang bersifat diseminasi dengan konsentrasi yang sedikit. Nilai angle with
core axis sebesar 300.
2.3 Underground Mining

Kegiatan selanjutnya setelah deskripsi core logging yaitu underground mining, dimana kita
berkesempatan mengunjungi tempat tambang emas Antam Pongkor. Pada kegiatan ini kita diharuskan
menggunakan perlengkapan keselamatan yang sudah di beri tau di Aula. Sehingga kita meminjam alat
APD ke PT Antam Pongkor yang sudah menyediakan alat APD nya. Setelah semua APD siap dan
lengkap, kita dibagi menjadi 2 kloter dimana kloter 1 adalah yang memiliki APD yang lengkap ,
sedangkan kloter 2 merupakan kloter yang APD nya kurang lengkap sehingga bergantian. Saya masuk
kedalam kloter 2. Selama proses kegiatan berlangsung kita mengunjungi underground mining dengan
berjalan kaki sejauh kurang lebih 500m tidak terlalu jauh seperti kloter 1, dikarenakan pada saat kloter 2
memasuki underground mining kita tidak bias melanjutkan ke bawah lagi karena sedang dilakukan
blasting.

Blasting merupakan teknik yang digunakan untuk membuka jalan sampai ke titik yang terdapat
konsentrasi emas nya. Pengukuran telah dilakukan secara matang sebelum proses blasting terjadi. Ke arah
mana, dan sejauh mana blasting dilakukan sudah dikalkulasi sebelumnya. Radius yang aman ketika
terjadi blasting sekitar 200-300m dari lokasi blasting. Dan membutuhkan waktu sekitar 1 jam agar debu
dan gas akibat blasting keluar. Karena gas dan debu bias sangat berbahaya bagi pekerja walaupun sudah
memakai masker. Setelah di ledakan terdapt lorong baru dimana atap/ bagian atas lorong tersebut ada
yang diberi penahan besi adapun yang tidak, tergantung dari kekuatan dari batuan tersebut.

Di underground mining ada yang atap nya diberi penahan besi ada juga yang tidak, semua
tersebut sudah dikalkulasi oleh ahli geo mekanik tambang. Setelah diberi penjelasan dari titik dimana kita
tidak boleh lanjut ke bawah lagi. Maka kita semua bergegas keluar area underground mining tersebut.
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dari kegiatan kuliah lapangan Endapan Mineral Bijih dan Hidrotermal yang dilakukan di PT
Antam Pongkor, Bogor memberikan pengalaman baru mengenai core logging dan underground mining
dan pemahaman yang lebih mengenai core didaerah tambang emas, melihat langsung core yang diambil 1
run. Dengan kuliah lapangan ini saya menjadi mengetahui mengenai geologi regional Antam Pongkor,
Bogor serta prosedur kerja maupun keselamatan disana. Mereka juga menyebutkan bahwa cadangan bijih
emas yang ada disana sudah tinggal sedikit, jika dikalkulasi dengan waktu sekitar 2020 cadangan emas di
Antam Pongkor sudah habis. Dengan begitu akan membuka kesempatan bagi calon geologist baru untuk
berpartisipasi dalam ekplorasi bijih sehingga dapat ditambang dikemudian hari. Tetapi daerah bekas
tambang jika sudah ditinggalkan seharusnya dilakukan rehabilitasi lahan bekas tambang sehingga dapat di
manfaatkan untuk hal-hal lainnya yang lebih bermanfaat ketimbang di tinggal begitu saja.