Anda di halaman 1dari 5

GASTROESOPHAGEAL REFLUKS Disahkan oleh Kepala

DISEASE Puskesmas Ngkeran


No. Kode :
Terbitan :
UPTD No. Revisi :
SOP Ahmadi Bahri, S. Kep
PUSKESMAS Tgl. Mulai :
Berlaku NIP.
NGKERAN
Halaman : 198008162010031001

1. Tujuan Agar dokter dapat menegakkan diagnosa Gastroesophageal Reflux


Disease dan melakukan pengobatan dan edukasi kepada pasien tentang
Gastroesophageal Reflux Disease.
2. Kebijakan Sebagai pedoman bagi dokter untuk mendiagnosa dan mengobati pasien.
3. Ruang Lingkup Poli umum Puskesmas Ngkeran
4. Definisi Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) adalah mekanisme refluks
melalui inkompeten sfingter esofagus.
5. Prosedur a. Pasien mendaftar ke loket pendaftaran pasien.
b. Pasien antri dan duduk di ruang tunggu.
c. Perawat memanggil pasien sesuai nomor urut.
d. Perawat menulis identitas pasien di buku register.
e. Dokter melakukan anamnesa pada pasien apakah pasien
mengeluhkan ada rasa panas dan terbakar di didada atau perut atas
dan dapat menjalar ke leher. Hal ini terjadi terutama setelah makan
dengan volume besar dan berlemak. Keluhan ini diperberat dengan
posisi berbaring terlentang. Keluhan sering muncul pada malam hari
dan kadang tiba-tiba ada rasa cairan asam di mulut, cegukan, mual
dan muntah.
f. Dokter menanyakan apakah pasien memiliki riwayat keluhan yang
sama sebelumnya, apakah ada penyakit infeksi sebelumnya.
g. Perawat melakukan pemeriksaan tekanan darah
h. Perawat melakukan pemeriksaan nadi
i. Dokter menegakan diagnosa berdasarkan hasil anamnesis dan
pemeriksaan fisik, yaitu:
- Tidak terdapat tanda spesifik untuk GERD. Tindakan untuk
pemeriksaan adalah dengan pengisian kuesioner GERD. Bila
hasilnya positif, maka dilakukan tes dengan pengobatan PPI
(Proton Pump Inhibitor).
j. Dokter menulis resep dan edukasi .
- Terapi dengan medikamentosa dengan cara memberikan Proton
Pump Inhibitor (PPI) dosis tinggi selama 7-14 hari. Bila terdapat
perbaikan gejala yang signifikan (50-75%) maka diagnosis dapat
ditegakkan sebagai GERD. PPI dosis tinggi berupa Omeprazole
2x20 mg/hari dan lansoprazole 2x 30 mg/hari.
- Setelah ditegakkan diagnosis GERD, obat dapat diteruskan
sampai 4 minggu dan boleh ditambah dengan prokinetik seperti
domperidon 3x10 mg.
- Pada kondisi tidak tersedianya PPI , maka penggunaan H2
Blocker 2x/hari: simetidin 400-800 mg atau Ranitidin 150 mg
atau Famotidin 20 mg.
Edukasi
- Mengurangi makanan yang berlemak dan dapat mengiritasi
lambung (asam, pedas).
- Modifikasi gaya hidup: Mengurangi berat badan, berhenti
merokok, tidak mengkonsumsi zat yang mengiritasi lambung
seperti kafein, aspirin, dan alkohol. Posisi tidur sebaiknya
dengan kepala yang lebih tinggi. Tidur minimal setelah 2 sampai
4 jam setelah makan, makan dengan porsi kecil dan kurangi
makanan yang berlemak.
k. Perawat mempersilahkan pasien mengambil obat di apotik
l. Dokter menulis hasil anamnesa, pemeriksaan , diagnosa dan terapi di
rekam medis pasien
m. Perawat menulis hasil diagnosa, terapi di buku register

6. Kriteria Rujukan a. Pengobatan empirik tidak menunjukkan hasil


b. Pengobatan empirik menunjukkan hasil namun kambuh kembali
c. Adanya alarm symptom:
Berat badan menurun
Hematemesis melena
Disfagia (sulit menelan)
Odinofagia (sakit menelan)
Anemia

7. Diagram alir
memanggil melakukan anamnesa melakukan pemeriksaan
pasien sesuai , dan riwayat penyakit fisik meliput TD, nadi,
nomor urut sebelumnya,

Petugas menulis resep Petugas menegakan Petugas menegakan


diagnosa diagnosa berdasarkan
pemeriksaan fisik, dan
anamnesa

Petugas Petugas menulis hasil menulis hasil


memeprsilahkan pasien pemeriksaan dan terapi pemeriksaan
mengambil obat di di CM dalam buku
apotik register.

8. Referensi  Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan


Kesehatan Primer Hal 466-470,
9. Dokumen  Catatan Medik,
Terkait
 Buku Register,
 Blanko Resep
10. Distribusi  Rawat Inap
 Laboratorium

11. Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
diberlakukan
GASTROESOPHAGEAL REFLUKS DISEASE
No. Kode :
Terbitan :
DAFTAR No. Revisi :
UPTD TILIK Tgl. Mulai Berlaku :
PUSKESMAS Halaman :½
NGKERAN

Tidak
No Langkah Kegiatan Ya Tidak Berlaku
1 Apakah Perawat memanggil pasies sesuai nomor urut?
2 Apakah Perawat menulis identitas pasien di buku register?
3 Apakah Dokter melakukan anamnesa pada pasien apakah
pasien mengeluhkan ada rasa panas dan terbakar di
didada atau perut atas dan dapat menjalar ke leher.
Hal ini terjadi terutama setelah makan dengan volume
besar dan berlemak. Keluhan ini diperberat dengan
posisi berbaring terlentang. Keluhan sering muncul
pada malam hari dan kadang tiba-tiba ada rasa cairan
asam di mulut, cegukan, mual dan muntah.?
4 Apakah Dokter menanyakan apakah pasien memiliki riwayat
keluhan yang sama sebelumnya, apakah ada penyakit
infeksi sebelumnya ?
5 Apakah Perawat melakukan pemeriksaan tekanan darah?
6 Apakah Perawat melakukan pemeriksaan nadi?
7 Apakah Dokter menegakan diagnosa berdasarkan hasil
anamnesis dan pemeriksaan fisik, yaitu:
- Tidak terdapat tanda spesifik untuk GERD.
Tindakan untuk pemeriksaan adalah dengan
pengisian kuesioner GERD. Bila hasilnya positif,
maka dilakukan tes dengan pengobatan PPI
(Proton Pump Inhibitor).
8 Apakah Dokter menulis resep dan edukasi?
- Terapi dengan medikamentosa dengan cara
memberikan Proton Pump Inhibitor (PPI) dosis
tinggi selama 7-14 hari. Bila terdapat perbaikan
gejala yang signifikan (50-75%) maka diagnosis
dapat ditegakkan sebagai GERD. PPI dosis tinggi
berupa Omeprazole 2x20 mg/hari dan
lansoprazole 2x 30 mg/hari.
- Setelah ditegakkan diagnosis GERD, obat dapat
diteruskan sampai 4 minggu dan boleh ditambah
dengan prokinetik seperti domperidon 3x10 mg.
- Pada kondisi tidak tersedianya PPI , maka
penggunaan H2 Blocker 2x/hari: simetidin 400-
800 mg atau Ranitidin 150 mg atau Famotidin 20
mg.
Edukasi :
- Mengurangi makanan yang berlemak dan dapat
mengiritasi lambung (asam, pedas).
- Modifikasi gaya hidup: Mengurangi berat badan,
berhenti merokok, tidak mengkonsumsi zat yang
mengiritasi lambung seperti kafein, aspirin, dan
alkohol. Posisi tidur sebaiknya dengan kepala
yang lebih tinggi. Tidur minimal setelah 2 sampai
4 jam setelah makan, makan dengan porsi kecil
dan kurangi makanan yang berlemak.

9 Apakah Perawat mempersilahkan pasien mengambil obat di


apotik?
10 Apakah Perawat menulis hasil anamnesa, pemeriksaan ,
diagnosa dan terapi direkam medik pasien?
11 Apakah Perawat menulis diagnosa di rekam medik?
12 Apakah Perawat menulis hasil diagnosa, terapi di buku
register?

CR :………………%.

Ngkeran,……………………
Pelaksana/ Auditor

(………………………………)