Anda di halaman 1dari 9

Case Report

ERUPSI OBAT FIKSTUM

Oleh :
NELA SILVIA
13310275

Pembimbing :

dr. Arif effendi Sp.KK

KEPANITERAAN KLINIK KULIT KELAMIN


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS MALAHAYATI
RUMAH SAKIT PERTAMINA-BINTANG AMIN
TAHUN 2018
BAB I

PENDAHULUAN

STATUS PASIEN

1. IDENTITAS PASIEN
Nama : Tn.R
Usia : 35 Tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : rajabasa
Pendidikan : SMA
Agama : Islam
Suku : Lampung
Status : Menikah
2. ANAMNESA

autoanamnesis pada hari Jum’at 14 september 2018 dengan pasien

Keluhan Utama

Kemerahan di daerah kemaluan yang berkembang menjadi lepuh berisi cairan


jernih sejak 5 hari yang lalu, 2 hari kemudian lepuhan pecah.

Keluhan Tambahan

Keluhan disertai rasa gatal

3. RIWAYAT PENYAKIT

Pasien datang ke Klinik pada tanggal 14 september mengeluh kemerahan di


daerah kemaluan yang berkembang menjadi lepuh berisi cairan jernih sejak 5 hari
yang lalu, 2 hari kemudian lepuhan pecah. Keluhan disertai rasa gatal. Demam,
mual muntah, nyeri disangkal. Riwayat konsumsi obat herbal dan suplemen tidak
disangkal. Os mengatakan baru pertama kali mengalami hal seperti ini, dan belum
pernah berobat sebelumnya.
4. Riwayat Pengobatan

- Tidak ada

5. Riwayat Penyakit Yang Diderita

- Tidak ada

6. Riwayat Penyakit Keluarga

Tidak ada

STATUS GENERALIS

Keadaan Umum : Tampak sakit ringan

Kesadaran : CM

Status gizi : Baik

Tanda Vital :

• Tekanan darah : 120/70 mmHg

• Nadi : 78x/menit

• RR : 18x/menit

• Suhu : 36.8 ⁰ C

• Thoraks : DBN

• Abdomen : DBN

• KGB : DBN

STATUS DERMATOLOGIS

Lokasi

Gland penis
Inspeksi

Tampak makula eritem berbentuk plakat, batas tegas, dan tanpak eksudat ringan.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

-Tidak dilakukan pemeriksaan

RESUME

Pasien datang ke Klinik mengeluh kemerahan di daerah kemaluan yang

berkembang menjadi lepuh berisi cairan jernih sejak 5 hari yang lalu,lepuh pecah

2 hari kemudian. Keluhan disertai rasa gatal. Riwayat konsumsi obat herbal dan

suplemen tidak disangkal. Os mengatakan baru pertama kali mengalami hal

seperti ini, dan belum pernah berobat sebelumnya.

Pada Gland penis tampak makula eritem berbatas tegas bentuk bulat

dengan bagian tengah tampak kecoklatan

DIAGNOSIS BANDING

 Erupsi obat fikstum


 Sifilis

 NET

PENATALAKSANAAN

1. NON MEDIKAMENTOSA
- Hentikan konsumsi obat herbal dan suplemen yang dicurigai
- Jangan menggaruk luka
2. MEDIKAMENTOSA
Topikal : desonide s2dd1

PEMERIKSAAN ANJURAN

• Biopsi kulit

• Laboratorium

• Uji provokasi

PROGNOSIS

 Quo ad vitam : ad bonam

 Quo ad fungsionam : ad bonam

 Quo ad sanationam : ad bonam

FOLLOW UP

 Tidak dilakukan karena pasien rawat jalan.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

1. DEFINISI

Erupsi obat alergik (EOA) ialah reaksi alergik pada kulit atau

daerah mukokutan yang terjadi akibat pemberian obat yang biasanya

sistemik.

Erupsi obat fikstum atau fixed drug eruption (FDE) merupakan

salah satu erupsi kulit yang sering dijumpai. Kelainan ini umumnya berupa

eritema dan vesikel berbentuk bulat atau lonjong dan biasanya numular.

2. EPIDEMIOLOGI

Diperkirakan kejadian alergi obat adalah 2% dari total pemakaian obat-

obatan atau sebesar 15-20% dari keseluruhan efek samping pemakaian

obat-obatan.

3. ETIOLOGI

Erupsi obat dapat terjadi akibat pemakaian obat, yaitu

• Obat yang diberikan oleh dokter dalam resep

• Obat yang dijual bebas

• Campuran jamu-jamuan

Obat ialah zat yang dipakai untuk menegakkan diagnosis, profilaksis, dan

pengobatan

4. MANIFESTASI KLINIK

- Erupsi makulapapular atau morbiliformis

- Urtikaria dan angioedema


- Fixed drug eruption

- Eritroderma ( dermatitis eksfoliativa)

- Purpura

- Vaskulitis

- Reaksi fotoalergik

- Pustulosis eksantematosa generalisata akut

- Eritema multiforme

- Sindrom Stevens-Johnson

- Nekrolisis epidermal toksik

Fixed Drug Eruption

• Lesi berupa eritem dan vesikel berbentuk bulat atau lonjong dan biasanya

numular yang kemudian meninggalkan bercak hiperpigmentasi yang lama

baru hilang, bahkan sering menetap.

• Lesi dapat disertai rasa panas maupun gatal

• Kelainan biasanya timbul berkali-kali pada tempat yang sama

• Tempat predileksinya disekitar mulut, daerah bibir dan daerah penis pada

laki-laki

5. PEMERIKSAAN PENUNJANG

Biopsi Kulit

Pemeriksaan histopatologi dan immunofloresensi direct : ditemukan

eosinofil dan edem jaringan

Pemeriksaan laboratorium
jika eosinofil > 1000 sel/mm menunjukkan erupsi alergi obat yang serius

Uji profokasi (exposure test)

melakukan paparan kembali obat yang dicurigai

6. PENATALAKSANAAN

7. Sistemik

- Kortikosteroid

prednison 3x10 mg per hari selama 7 hari

- Antihistamin

8. Topikal

- Jika keadaan kulit kering, seperti pada eritema atau urtikaria, dapat

diberikan bedak, contohnya bedak salisilat 2% ditambah dengan

antipruritus , misalnya menthol 0.5-1% untuk mengurangi rasa gatal

- Pada eksantema fikstum jika kelainan membasah dapat diberikan

kompres dan jika kering dapat diberikan krim kortikosteroid, misalnya

krim hidrokortison 1% atau 2.5%

9. PENGOBATAN

- Jika kulit kering  pelembab atau emolien

- Jika infeksi bakterial  Antibiotik sistemik

- Bila lesi eksudatif : dikompres dengan Solusio permanganas

kalikus

- Pruritus: antihistamin oral

- Topikal : Kortikosteroid topikal potensi menengah hingga kuat

- Sistemik : kortikosteroid pada kasus berat dan refrakter, dalam

jangka pendek
10. PROGNOSIS

Pada dasarnya erupsi kulit karena obat akan menyembuh bila obat

penyebabnya dapat diketahui dan segera disingkirkan