Anda di halaman 1dari 13

LAPORAN PRAKTIKUM MIKROBIOLOGI DAN VIROLOGI

PRAKTIKUM IV:
UJI POTENSI SENYAWA ANTIMIKROBA SECARA DIFUSI SUMURAN
DAN DIFUSI PAPER DISK

Oleh :
Ni Kadek Mahess Sri Swardani (171200178)
Ni Kadek Puspa Yuningsih (171200179)
Ni Komang Pande Pusparini (171200180)
Ni Luh Gede Fiska Aristianti (171200181)
Ni Luh Gede Indra Dewi Sanjayanti (171200182)
Ni Luh Manik Hertalani Wahyuni (171200183)
Ni Made Duwik Cahyani (171200184)
Ni Made Jayantini Laksani (171200185)
Ni Made Sintya Dewi (171200186)

PROGRAM STUDI FARMASI KLINIS


INSTITUT ILMU KESEHATAN MEDIKA PERSADA BALI
DENPASAR
2019
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Tujuan
Mengetahui ada tidaknya potensi antibakteri dari suatu senyawa antimikroba, misalnya
antibiotik, secara difusi sumuran dan difusi paper disk.

1.2 Dasar Teori


Antimikorba adalah zat-zat kimia yang dihasilkan oleh fungi dan bakteri, zat tersebut
memiliki khasiat atau kemampuan untuk mematikan/menghambat pertumbuhan kuman
sedangkan toksisitas terhadap manusia relative kecil. Pernyataan tentang definisi antimikroba
menurut Waluyo (2004), antimikroba merupakan suatu zat-zat kimia yang diperoleh/dibentuk
dan dihasilkan oleh mikroorganisme, zat tersebut mempunyai daya penghambat aktifitas
mikororganisme lain meskipun dalam jumlah sedikit. Pengertian antimikroba menurut Entjang
(2003), antimikroba adalah zat kimia yang dihasilkan oleh suatu mikroba yang mempunyai
khasiat antimikroba.
Uji potensi antimikroba dapat dilakukan dengan 2 macam metode, yaitu metode difusi
dan metode dilusi. Cara pengujian potensi (daya atau kekuatan) senyawa antimikroba ada
bermacam-macam, tergantung pada sifat dan bentuk sediaan senyawa antimikroba. Pada
umumnya digunakan cara pengenceran, cylinder diffusion plate method, paper disk diffusion
method dan agar dillution plate method (Lay, 1994)
Prinsip kerja metode difusi adalah terdifusinya senyawa antimikroba (misalnya
antibiotik) ke dalam media padat di mana mikroba uji (misalnya bakteri patogen) telah
diinokulasikan. Metode difusi dapat dilakukan secara paper disk. Pada metode difusi secara
paper disk, kertas disk yang mengandung antibiotik diletakkan di atas permukaan media agar
yang telah ditanam mikroba uji, setelah itu hasilnya dibaca. Penghambatan pertumbuhan
mikroba oleh antibiotik terlihat sebagai zona jernih di sekitar pertumbuhan mikroba. Luasnya
zona jernih merupakan petunjuk kepekaan mikroba terhadap antibiotik. Selain itu, luasnya zona
jernih juga berkaitan dengan kecepatan berdifusi antibiotik dalam media (Jawetz. dkk, 1996).
Syarat jumlah bakteri untuk uji kepekaan/sensitivitas yaitu 105-108 CFU/mL (Hermawan dkk.,
2007 dalam Dewi, 2010). Uji aktivitas antibakteri dapat dilakukan dengan metode difusi dan
metode pengenceran. Disc diffusion test atau uji difusi disk dilakukan dengan mengukur
diameter zona bening (clear zone) yang merupakan petunjuk adanya respon penghambatan
pertumbuhan bakteri oleh suatu senyawa antibakteri dalam ekstrak. Syarat jumlah bakteri untuk
uji kepekaan/sensitivitas yaitu 105-108 CFU/mL (Hermawan dkk., 2007 dalam Dewi, 2010).
Metode difusi merupakan salah satu metode yang sering digunakan. Metode difusi
dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu metode silinder, metode lubang/sumuran dan metode
cakram kertas. Metode lubang/sumuran yaitu membuat lubang pada agar padat yang
telah diinokulasi dengan bakteri. Jumlah dan letak lubang disesuaikan dengan tujuan
penelitian, kemudian lubang diinjeksikan dengan ekstrak yang akan diuji. Setelah
dilakukan inkubasi, pertumbuhan bakteri diamati untuk melihat ada tidaknya daerah
hambatan di sekeliling lubang (Kusmayati dan Agustini, 2007).
Metode difusi paper disk merupakan cara yang dipakai untuk menentukan kepekaan
banteri terhadap berbagai macam antibiotika. Pada metode difusi disk antibiotic digunakan
cakram kertas saring yang mengandung suatu obat (antibakteri) dengan konsentrasi tertentu yang
ditempelkan pada lempeng agar yang telah ditanami bakteri uji. Interpretasi hasil pengujian
difusi disk dapat dilihat dari dua alternative. Pertama adalah apabila di sekitar paper disk terdapat
zona ( daerah) bening tanpa pertumbuhan bakteri. Hal ini dinyatakan positif berarti obat yang
diuji mempunyai daya antimikroba. Alternative kedua adalah apabila di sekitar paper disk tidak
terdapat zona bening yang bebas dari pertumbuhan bakteri dinyatakan negative yang artinya
desinfektan yang diuji tersebut tidak mampunyai daya antimikroba (Pudjarwoto, 1992).

1.3 ALAT DAN BAHAN


1. Alat gelas : petridish steril, tabung reaksi, erlenmeyer, pipet ukur, pipet tetes, gelas
ukur
2. Mikropipet, pelobang gabus no. 4, jangka sorong/penggaris, jarum ose, spidol, kertas
label, vortex mixer, spreader
3. Senyawa uji berupa antibiotik (misalnya Amoxycilllin sirup kering) dengan variasi
konsentrasi : 25; 12,5; 6,25 dan 3,125 mg/ml
4. Kultur murni bakteri uji dalam media NB umur 24 jam
5. Media nutrien agar (NA)
6. Deret larutan standar Mac Farland
7. Nutrient Broth (NB) untuk pembuatan suspensi bakteri uji
8. Aquadest steril sebagai pelarut senyawa uji
9. Alkohol 70 %
10. Disk antibiotik (paper disk yang mengandung antibiotik penisilin/ampisilin) sebagai
kontrol positif.
11. Disk blank
12. Buffered Pepton Water (BPW) untuk pembuatan suspensi bakteri uji

1.4 PROSEDUR KERJA


1.4.1 Uji Potensi Senyawa Antibiotik Secara Difusi Sumuran
a. Preparasi Senyawa Uji

Preparasi senyawa uji dilakukan sesuai petunjuk dalam kemasan

Dibuat berbagai variasi konsentrasi senyawa uji

Dibuat 4 variasi konsentrasi senyawa uji (konsentrasi 25; 12,5; 6,25 dan 3,125
mg/ml

b. Preparasi Mikroba Uji

Disiapkan kultur murni bakteri uji

Disiapkan deret larutan standard Mac Farland


Buat sebanyak 2 tabung @10 ml suspensi bakteri uji menggunakan media
BPW

Disetarakan kekeruhannya dengan larutan standar Mac Farland II


(konsentrasi mikroba 6. 108 CFU/ml).

c. Pengujian potensi antibiotik secara difusi sumuran

Disiapkan beberapa petri berisi 20 ml media nutrient agar (NA), 15 ml NA steril


dan 5 ml NA steril

Pembuatan kontrol kontaminasi media


Buka petri berisi 20 Ml media NA, secara aseptis buatlah sumuran pada petri
dengan pelobang gabus no. 4

Ambil bulatan NA pada sumur yang dibuat dengan jarum ose secara hati-hati
sehingga NA di sekelilingnya tidak tergores/rusak

Masukkan bulatan NA tersebut dalam beker glass berisi alkohol

Pembuatan kontrol pertumbuhan bakteri uji secara double layer


Tuang 5 ml NA steril ke dalam cawan petri steril, biarkan memadat sebagai base
layer agar

Ambil 1 ml suspensi bakteri uji, inokulasikan ke dalam 15 ml media NA


secara pour plate
Tuangkan secara merata sebagai seed layer agar di atas base layer agar, biarkan
memadat

Buat 1 sumuran dengan menggunakan pelubang gabus No. 4

Pembuatan sumuran dilakukan sampai dasar seed layer agar dan tidak
menembus base layer agar yang berfungsi sebagai dasar sumuran.

Beri label pada dasar petri: kel. prakt/tgl/perlakuan/nama bakteri uji

Uji dengan metode difusi sumuran

Tuang 5 ml NA steril ke dalam cawan petri steril, biarkan memadat sebagai base
layer agar

Ambil 1 ml suspensi bakteri uji, inokulasikan ke dalam 15 ml media NA


secara pour plate

Dituangkan secara merata sebagai seed layer agar di atas base layer agar,
biarkan memadat

Buat 1 sumuran dengan menggunakan pelubang gabus No. 4


Pembuatan sumuran dilakukan sampai dasar seed layer agar dan tidak
menembus base layer agar yang berfungsi sebagai dasar sumuran

Tuangkan dengan mikropipet larutan antibiotic dengan konsentrasi yang


berbeda ke dalam sumuran

Beri label pada dasar petri: kel. prakt/tgl/perlakuan/nama bakteri uji

1.4.2 Uji Potensi Senyawa Antibiotik Secara Difusi Paper Disk


a. Preparasi Mikroba Uji

Disiapkan kultur murni bakteri uji

Disiapkan deret larutan standard Mac Farland

Buat 10 ml suspensi bakteri uji menggunakan media BPW

Disetarakan kekeruhannya dengan larutan standar Mac Farland II (konsentrasi


mikroba 6. 108 CFU/ml).

b. Pengujian Potensi Antibiotik Secara Difusi Paper Disk


Pembuatan kontrol kontaminasi media

Siapkan 20 ml media NA dan tuang secara aseptis ke dalam petri steril, biarkan
memadat
Beri label pada dasar petri: kel. prakt/tgl/perlakuan/nama bakteri uji

Pembuatan kontrol pertumbuhan bakteri uji

Ambil 0,2 ml suspensi bakteri uji, inokulasikan ke dalam petri berisi media NA
secara spread plate (harus merata di seluruh permukaan media)

Biarkan permukaan agar mengering.

Beri label pada dasar petri: kel. prakt/tgl/perlakuan/nama bakteri uji

Pengujian potensi antibiotik secara difusi paper disk

Disiapkan petri berisi 20 ml media nutrien agar (NA)

Ambil 0,2 ml suspensi bakteri uji, inokulasikan ke media NA secara merata


dengan cara spread plate

Biarkan permukaan agar mengering.

Secara aseptik, letakkan 1 disk antibiotik (disk yang mengandung


penisilin/ampisilin) dan 1 disk blank (yang mengandung berbagai konsentrasi
senyawa uji antibiotik sebanyak 20 µL), serta 1 disk blank kontrol negatif
(disk yang mengandung pelarut) pada permukaan media NA
Setiap paper disk diinokulasikan dengan jarak tertentu secara teratur, agar tidak
terjadi overlapping zona hambat yang terbentuk.

Beri label pada dasar petri secara benar

Diinkubasikan selama 24 jam. Amati zona keruh dan jernih di setiap petri

Amati, gambar pertumbuhannya dan ukur diameter zona jernih yang terbentuk
di sekitar paper disk dengan jangka sorong
1.5 LEMBAR PENGAMATAN

PERCOBAAN HASIL PENGAMATAN KETERANGAN


DIFUSI SUMURAN
1. Kontrol
kontaminasi media

2. Kontrol
Pertumbuhan
Bakteri

3. Uji Difusi
Sumuran
PERCOBAAN HASIL PENGAMATAN KETERANGAN
DIFUSI PAPER
DISK
1. Kontrol
Kontaminasi
Media

2. Kontrol
Pertumbuhan
Bakteri

3. Uji Difusi Paper


Disk
DAFTAR PUSTAKA

Dewi F. K., 2010. Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Buah Mengkudu(Morinda Citrifolia,
Linnaeus)terhadap Bakteri Pembusuk Daging Segar. Universitas Sebelas Maret. Skripsi.
Surakarta. Diakses pada tanggal 10 Januari 2018 jam 23.00 WITA

Entjang, Indah. 2003. Mikrobiologi dan Parasitologi Untuk Akademi Keperawatan dan Sekolah
Tenaga Kesehatan. 182.Bandung : Citra Aditya Putra.

Jawetz, and Melnick, 1996, Mikrobiologi Kedokteran, Jakarta : EGC

Kusmayati, Agustini, N.W.R., 2007. Uji Aktivitas Senyawa Antibakteri dari mikroalga
(Porphyridium cruentum). Biodiversitas 8 : 48-53

Lay, B., 1994, Analisis Mikroba di Laboratorium, Jakarta : PT Raja Grafindo Persada

Pudjarwoto, T., 1992, Daya Antimikroba Obat Tradisional Diare terhadap Beberapa Jenis
Bakteri Enteropatogen, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen
Kesehatan RI. Jakarta.

Waluyo, Lud. 2004. Mikrobiologi Umum. UMM PRESS, Malang.

Anda mungkin juga menyukai