Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Lingkungan tumbuhan merupakan sistem kompleks yang berinteraksi berbagai
faktor yang saling mempengaruhi. Vegetasi adalah suatu sistem dinamik yang
selalu mengalami pergantian dan dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan,
sehingga kondisi ekstrim suatu habitat yang tidak menguntungkan dapat berubah
menjadi habitat optimum bagi pertumbuhan. Biomassa hutan berperan penting
dalam siklus biogeokimia terutama dalam siklus karbon (Sutaryo, 2009 dikutip
Windusari., dkk 2012). Siklus biogeokimia karbon mencakup pertukaran atau
perpindahan karbon diantara biosfer, pedosfer, geosfer, hidrosfer, dan atmosfer
bumi sedangkan respirasi organisme akan mengembalikan CO2 ke atmosfer
(Campbell, 2004).
Meningkatnya kandungan CO2 di udara menyebabkan panas yang dilepaskan
akan diserap oleh CO2 dan dipancarkan kembali ke permukaan bumi, sehingga
proses tersebut akan memanaskan bumi (Indriyanto, 2006 dikutip Windusari,
2012). Aliran karbon dari atmosfir ke vegetasi merupakan aliran yang bersifat dua
arah, yaitu pengikatan CO2 ke dalam biomassa melalui fotosintesis dan pelepasan
CO2 ke atmosfer melalui proses dekomposisi dan pembakaran. Melalui
fotosintesis, CO2 diserap dan diubah oleh tumbuhan menjadi karbon organik dalam
bentuk biomassa.
Materi yang menyusun tubuh organisme berasal dari bumi. Materi yang berupa
unsur-unsur terdapat dalam senyawa kimia yang merupakan materi dasar makhluk
hidup dan tak hidup. Siklus biogeokimia atau siklus organikanorganik adalah siklus
unsur atau senyawa kimia yang mengalir dari komponen abiotik ke biotik dan
kembali lagi ke komponen abiotik. Siklus unsur-unsur tersebut tidak hanya melalui
organisme, tetapi juga melibatkan reaksi-reaksi kimia dalam lingkungan abiotik.
Mahluk hidup, terutama tumbuhan ikut mendapat pengaruh yang cukup
signifikan dari suplai hara dan energi. Di alam, semua elemen-elemen kimiawi
dapat masuk dan keluar dari sistem untuk menjadi mata rantai siklus yang lebih luas
dan bersifat global. Namun demikian ada suatu kecenderungan sejumlah elemen
beredar secara terus menerus dalam ekosistem dan menciptakan suatu siklus
internal. Siklus ini dikenal sebagai siklus biogeokimia karena prosesnya
menyangkut perpindahan komponen bukan jasad (geo), ke komponen jasad (bio)
dan kebalikannya. Siklus biogeokimia pada akhirnya cenderung mempunyai
mekanisme umpan-balik yang dapat mengatur sendiri (self regulating) yang
menjaga siklus itu dalam keseimbangan.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada makalah ini adalah
1. Apa itu siklus biogeokimia ?
2. Bagaimana siklus biogeokimia pada lahan basah ?
3. Apa saja jenis-jenis siklus biogeokimia pada lahan basah ?
1.3 Tujuan Makalah
Tujuan dari ditulisnya makalah tentang siklus biogeokimia pada lahan basah
ini adalah :
1. Untuk mengetahui siklus biogekimia
2. Mengetahui siklus biogeokimia yang terjadi pada lahan basah
3. Mengetahui apa saja jenis-jenis dari siklus biogeokimia pada lahan basah.
1.4 Manfaat Penulisan
Manfaat dari makalah ini adalah dapat memberikan informasi kepada
masyarakat ataupun pembaca mengenai pentingnya siklus atau daur
biogeokimia bagi lingkungan. Serta dapat memberikan referensi bagi pembaca
yang ingin meneliti lebih lanjut mengenai siklus biogeokimia yang terjadi
dialam.