Anda di halaman 1dari 5

Analisis Jurnal Internasional : A Decision Support System for The Technical

Sustainability Assessment of Water Distribution Systems

Tugas Mata Kuliah Analisis Sistem dan Pengambilan Keputusan

Oleh :
Zaina Khoerunnisa Nurul Fath
NIM : 95018020

PROGRAM STUDI PENGELOLAAN SUMBERDAYA AIR


FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN LINGKUNGAN
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2019
Dalam analisis jurnal ini, terdapat beberapa poin yang harus diketahui dari jurnal yang
dianalisis, yaitu :

1. Tujuan Sistem Pendukung Keputusan pada kajian yang dilakukan (jurnal).


2. Isi atau komponen dari jurnal yang dianalisis. Isi yang perlu dianalisis dari jurnal tersebut
adalah sebagai berikut :
 Data base Sistem Pendukung Keputusan yang digunakan.
 Model Sistem Pendukung Keputusan yang digunakan.
 User interfaces
3. Keefektifitasan Sistem Pendukung Keputusan yang digunakan terhadap kajian yang
dilakukan.

HASIL ANALISIS

1. Tujuan Sistem Pendukung Keputusan pada kajian yang dilakukan (jurnal)

Dari analisis yang dilakukan, latar belakang masalah kajian pada jurnal tersebut adalah
mengenai pembangunan sumber daya air berkelanjutan. Tidak dapat dipungkiri bahwa
pengelolaan air adalah elemen penting dari keberlanjutan di daerah perkotaan di mana air
disalurkan melalui sistem infrastruktur. Infrastruktur air perkotaan membutuhkan investasi
modal yang besar. Perencanaan dan pembentukan sistem ini adalah proses jangka panjang.
Generasi mendatang akan menggunakan sistem ini atau akan terpengaruh oleh hasil dari
rencana investasi ini. Maka, diperlukan keputusan yang tepat di masa sekarang untuk
memastikan pembangunan berkelanjutan berjalan sesuai rencana. Selanjutnya diuraikan
beberapa tujuan dari kajian ini adalah sebagai berikut :

 Tujuan pertama dari penelitian ini adalah untuk menilai keberlanjutan teknis dari WDS
(Water Distribution Systems).
 Tujuan kedua dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi lokasi kritis menggunakan
hasil dari keberlanjutan teknis dan untuk mengusulkan skenario untuk masalah yang
diidentifikasi. Tujuan utamanya bukan untuk menciptakan solusi yang “sempurna” secara
teknis, melainkan menciptakan sistem alternatif untuk menguji dan memverifikasi metode
yang diperkenalkan di sini.
 Tujuan ketiga adalah membuat DSS (Decision Suport Systems) menggunakan teknik
visualisasi untuk meningkatkan keterbacaan data untuk WDS (Water Distribution
Systems).

Dari uraian tujuan diatas, inti tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan sistem
pendukung keputusan (Decision Suport Systems) untuk penilaian keberlanjutan teknis dari
sistem distribusi air (Water Distribution Systems).

2. Komponen yang digunakan dalam penelitian (jurnal) :


 Data base :
a. Peta jaringan
b. Node/junction/titik dari komponen distribusi
c. Elevasi
d. Panjang pipa distribusi
e. Diameter dalam pipa
f. Jenis pipa yang digunakan
g. Umur pipa
h. Jenis sumber (mata air, sumur bor, IPAM, dan lain lain)
i. Spesifikasi pompa (bila menggunakan pompa)
j. Bentuk dan ukuran reservoir
k. Beban masing-masing node (besarnya tapping)
l. Faktor fluktuasi pemakaian air
m. Konsentrasi khlor di sumber

 Model
Untuk mencapai tujuan dari kajian ini dilakukan permodelan atau mensimulasikan data –
data yang ada dengan membuat skenario penelitian agar tercapai keluaran yang diharapkan.
Keluaran yang diharapkan adalah :
a. Tekanan nodal mewakili efisiensi hidrolik.
b. Usia air mewakili kualitas air.

Parameter tekanan nodal dan umur air digunakan untuk merepresentasikan efisiensi
hidraulik dan kualitas air WDS (Water Distribution Systems) perkotaan. Sementara
parameter tekanan nodal memberikan wawasan tentang ketersediaan air di setiap node, usia
air adalah indikator kualitas air secara keseluruhan di WDS (Water Distribution Systems).
Hasil dari efisiensi hidrolik (parameter tekanan nodal) dan simulasi kualitas air (parameter
umur air) untuk WDS (Water Distribution Systems) saat ini digunakan dalam skenario
baseline untuk mengidentifikasi lokasi kritis dalam jaringan air saat ini. Dalam studi ini,
lokasi kritis diwakili dengan membagi WDS (Water Distribution Systems) menjadi zona
geografis. Selanjutnya, skenario dibangun untuk meningkatkan keberlanjutan teknis WDS
(Water Distribution Systems). Dua skenario alternatif diusulkan untuk tujuan ini adalah
skenario yang disebut dengan skenario pompa baru dan skenario air reklamasi.

Dua skenario ini juga dikolaborasikan dengan metode indeks keberlanjutan untuk menilai
keberlanjutan teknis dari WDS (Water Distribution Systems).

 User interfaces :
Untuk memahami efisiensi hidraulik dan kualitas air dalam sistem distribusi air (WDS)
sepenuhnya, parameter tekanan nodal atau umur air harus diamati selama 24 jam. Perangkat
lunak EPANET dari Badan Perlindungan Lingkungan AS memberikan simulasi hidraulik
dan kualitas air dengan memodelkan WDS perkotaan sebagai fungsi dari waktu operasi.

Perangkat lunak EPANET adalah perangkat lunak sumber terbuka dan banyak digunakan
oleh para peneliti untuk simulasi kualitas hidrolik dan air. Perangkat lunak EPANET
digunakan bersama dengan Excel untuk mengevaluasi algoritma optimisasi multi-tujuan
evolusioner. Dalam studi lain, metodologi diusulkan untuk mempercepat simulasi hidrolik
WDS. Simulasi hidrolik juga diterapkan menggunakan perangkat lunak EPANET untuk
memvalidasi hasil metodologi yang diusulkan.

Meskipun perangkat lunak EPANET adalah alat yang berguna untuk melakukan analisis
kualitas air dan hidrolik, kemampuan visualisasi perangkat lunak EPANET agak terbatas
untuk pengambilan keputusan. Sebagai contoh, setelah simulasi hidrolik diselesaikan untuk
periode waktu yang panjang (yaitu, simulasi periode yang diperpanjang), hasil dari
parameter yang bervariasi waktu (yaitu, tekanan nodal atau umur air) dapat ditampilkan
menggunakan teknik animasi. Masalah dengan animasi adalah perubahan simultan dan
temporal dapat menyebabkan kebutaan perubahan. Namun, visualisasi jaringan air yang
sukses akan membantu pengambil keputusan untuk mengidentifikasi daerah yang
bermasalah dan untuk memberikan solusi alternatif bagi sumber daya air yang
berkelanjutan. Alat visualisasi dan DSS dapat meningkatkan efektivitas seluruh proses
pengambilan keputusan dengan memasukkan pengetahuan ke dalam data dan pada
akhirnya akan membantu dalam menyediakan layanan air yang berkelanjutan.

Gambar 1. Contoh penggunaan EPANET untuk WDS (Water Distribution Systems)

4. Efektivitas Sistem Pendukung Keputusan yang digunakan terhadap kajian yang dilakukan

Hasil menunjukkan bahwa DSS efektif untuk menggambarkan variabel tergantung waktu
dalam WDS (Water Distribution Systems) dan bahwa metodologi indeks keberlanjutan adalah
pendekatan yang kredibel untuk membandingkan skenario dan untuk mengidentifikasi lokasi
yang bermasalah.