Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PENCEGAHAN DAN PENGOBATAN UNTUK
MENGHENTIKAN TB PARU

Kelompok III
Program Studi S1 Keperawatan
1 Agus Supriatna AK.1.15.001 7 Regi Trizadhifa G. AK.1.15.085
2 Ai Nova Hartati AK.1.15.116 8 Rianita Efrianti AK.1.15.086
3 Bobi Akbar AK.1.15.009 9 Rosipa Wati AK.1.15.090
4 Intan Junike W. AK.1.15.023 10 Siti Komala AK.1.15.044
5 Laella Syarifatun N. AK.1.15.072 11 Vilma Alodia D. B. AK.1.15.119
6 Keken Purnama AK.1.15.026 12 Yulianingsih AK.1.15.109

YAYASAN ADHI GUNA KENCANA


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BHAKTI KENCANA
BANDUNG
Jl. Soekarno – Hatta No. 754 Telp. (022)7830768 Cibiru – Bandung
2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Tema : Tuberculosis Paru


Judul : Pencegahan dan Pengobatan Untuk Menghentikan TB Paru
Sasaran : Pasien Poli Paru
Hari/tanggal : 24 Januari 2019
Waktu : 45 Menit
Tempat : Poli Paru Rumah Sakit Bayangkara Tingkat II Sartika Asih Bandung

A. Tujuan
1. Tujuan Umum
Setelah kegiatan penyuluhan, pasien dapat memahami pengertian, tanda-
tanda, penyebab, cara penularan, pengobatan pada TB paru serta etika batuk
dan cuci tangan tujuh langkah dan pengobatan TB Paru.
2. Tujuan Khusus
Setelah kegiatan penyuluhan pasien mampu:
a. Menjelaskan tentang pengertian TB paru
b. Mengetahui tanda – tanda penderita TB paru
c. Mengetahui penyebab TB paru
d. Mengetahui cara penularan TB paru
e. Etika Batuk
f. Cuci Tangan Enam Langkah
g. Mengetahui bagaimana pengobatan pada pasien TB paru

B. Materi
1. Pengertian TB paru
2. Tanda – tanda penderita TB paru
3. Penyebab TB paru
4. Bagaimana penularan TB paru
5. Etika Batuk
6. Cuci Tangan Enam Langkah
7. Bagaimana pengobatan TB paru

C. Metode
1. Metode diktatik: Ceramah dan leaflet
2. Metode sokratik: Diskusi dan tanya jawab

D. Media
1. Leaflet
2. Pamflet

E. Pelaksanaan
No Kegiatan Penyuluh Peserta Waktu
1. PEMBUKAAN 1. Memberi salam 1. menjawab salam 10 menit
dan perkenalan 2. Mendengarkan dan
2. Menjelaskan memperhatikan
tujuan, manfaat
dan cakupan
materi
2 KEGIATAN 1. Pengertian TB 1. Mendengarkan dan 20 menit
INTI paru memperhatikan
2. Tanda – tanda 2. Memperhatikan dan
penderita TB paru menyimak.
3. Penyebab TB paru 3. Bertanya jika ada yang
4. Bagaimana tidak jelas.
penularan TB paru
5. Bagaimana etika
batuk yang benar
6. Bagaimana cara
cuci tangan enam
langkah
7. Bagaimana
pengobatan pada
TB paru
3. PENUTUP 1. Berdiskusi 1. Bertanya atau 15 menit
mengenai materi menjawab pertanyaan
yang disampaikan 2. Mendengarkan dan
2. Mengevaluasi memperhatikan
pengetahuan 3. menjawab salam
audience tentang
materi yang
disampaikan
dengan memberi
sesi tanya jawab
3. Menyimpulkan
materi yang telah
disam paikan
4. Memberi salam
Lampiran SAP

MATERI PENYULUHAN

A. Pengertian Tuberculosis (TBC)


Tuberculosis (TBC) adalah penyakit yang disebabkan infeksi kuman
Mycobacterium tuberculosis. TBC dapat merusak paru-paru manusia atau bagian
tubuh lain dan mengakibatkan sakit parah.

B. Tanda – tanda TBC Paru


a. Batuk berdahak atau kering lebih dari 3 minggu
b. Batuk darah
c. Nyeri dada
d. Sesak napas
e. Nafsu makan berkurang dan berat badan menurun
f. Demam tinggi yang hilang timbul
g. Berkeringat di malam hari meski tidak kegerahan
h. Kelelahan
i. Nyeri otot

C. Penyebab TB Paru
Bakteri Tuberculosis adalah penyebab tunggal penyakit TBC. Ada dua kondisi
TBC yang perlu dipahami yaitu :
a. TBC laten, yaitu ketika bakteri ada didalam tubuh tetapi bakteri tersebut tidak
aktif. Kondisi ini tidak menimbulkan gejala dan tidak mmenular tetapi bisa
aktif sewaktu-waktu.
b. TBC aktif, yaitu bakteri yang ada didalam tubuh aktif dan dapat menimbulkan
gejala dan dapat ditularkan kepada orang lain.
D. Penularan TB Paru
Sumber penularan adalah pasien TB BTA (Bakteri Tahan Asam) positif.
1. Pada waktu batuk atau bersin, pasien menyebarkan kuman ke udara dalam
bentuk percikan dahak (droplet nuclei). Sekali batuk dapat menghasilkan
sekitar 3000 percikan dahak.
2. Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak berada
dalam waktu yang lama. Ventilasi dapat mengurangi jumlah percikan,
sementara sinar matahari langsung dapat membunuh kuman. Percikan dapat
bertahan selama beberapa jam dalam keadaan yang gelap dan lembab.
3. Daya penularan seorang pasien ditentukan oleh banyaknya kuman yang
dikeluarkan dari parunya. Makin tinggi derajat kepositifan hasil pemeriksaan
dahak, makin menular pasien tersebut.
4. Faktor yang memungkinkan seseorang terpajan kuman TB ditentukan oleh
konsentrasi percikan dalam udara dan lamanya menghirup udara tersebut.

E. Etika Batuk
1. Langkah 1 : Tutup hidung dan mulut dengan tisu atau sapu tangan saat bersin
atau batuk.
2. Langkah 2 : Segera buang tisu ke tempat sampah.
3. Langkah 3 : Jika tidak ada tisu, gunakan lengan baju untuk menutupi mulut
saat bersin atau batuk.
4. Langkah 4 : Jika terpaksa menggunakan telapak tangan saat menutupi mulut,
segera cuci tangan atau gunakan hand sanitizer.
5. Langkah 5 : Untuk lebih amannya, gunakan masker saat sedang sakit atau saat
berada di sekitar orang sakit

.
F. Cuci Tangan Tujuh langkah
1. Prinsip dari 6 langkah cuci tangan antara lain :
a. Dilakukan dengan menggosokkan tangan menggunakan cairan antiseptik (handrub) atau
dengan air mengalir dan sabun antiseptik (handwash). Rumah sakit akan menyediakan
kedua ini di sekitar ruangan pelayanan pasien secara merata.
b. Handrub dilakukan selama 20-30 detik sedangkan handwash 40-60 detik.
c. 5 kali melakukan handrub sebaiknya diselingi 1 kali handwash
2. 6 langkah cuci tangan yang benar menurut WHO yaitu :
a. Tuang cairan handrub pada telapak tangan kemudian usap dan gosok kedua telapak
tangan secara lembut dengan arah memutar.\

b. Usap dan gosok juga kedua punggung tangan secara bergantian

c. Gosok sela-sela jari tangan hingga bersih


d. Bersihkan ujung jari secara bergantian dengan posisi saling mengunci

e. Gosok dan putar kedua ibu jari secara bergantian

f. Letakkan ujung jari ke telapak tangan kemudian gosok perlahan

3. 5 momment cuci tangan tujuh langkah


a. Sebelum kontak dengan pasien
b. Sebelum tindakan aseptik
c. Setelah terkena cairan tubuh pasien
d. Setelah kontak dengan pasien
e. Setelah menyentuh lingkungan sekitar pasien
G. Pengobatan TB Paru
Pengobatan TB paru terbagi atas 2 fase :
a. fase intensif (2-3 bulan)
b. fase lanjutan (4-7 bulan)
Obat yang dipakai :
a. lini 1 (obat utama)
b. lini 2 (obat tambahan)

Program DOTS (Directly Observed Treatment Shortcourse)


Sebelum adanya satu bentuk obat yang merupakan kombinasi dari beberapa
kandungan zat untuk tuberkulosis, pasien harus mengonsumsi sebanyak lebih
kurang 6 jenis obat setiap hari dalam satu kali minum. Tapi sekarang obat untuk
TB sudah tersedia salah satunya dalam satu bentuk tablet dengan kandungan
rifampin, isoniazid, pyrazinamide, dan ethambutol di dalamnya.
Pengobatan TB yang dijalani terdiri dari 2 fase. Fase pertama adalah tablet
besar berwarna merah dengan kandungan seperti yang sudah disebutkan tadi.
Obat ini wajib di minum sehari satu kali selama 2 bulan pertama. Tidak boleh
terlewat satu hari pun. Karena apabila tidak rutin atau tidak disiplin, maka
pengobatan harus diulang dari awal dan kuman tuberkulosis dikhawatirkan akan
kebal terhadap antibiotik yang terkandung dalam obat. Selama masa pengobatan
2 bulan ini harus rutin berkunjung ke rumah sakit tempat melakukan terapi obat
TB, hal tersebut dilakukan agar kondisi tubuh tetap terkontrol dan untuk
mengambil obat baru.
Setelah mengalami perkembangan yang positif, pengobatan akan berlanjut
pada fase kedua, yaitu dengan obat tablet berwarna kuning yang lebih kecil dan
bentuknya bulat. Kandungan di dalamnya masih sama. Dosis obat ini lebih
ringan dari yang pertama.
Lampiran Gambar