Anda di halaman 1dari 4

SERUMEN PROP Disahkan oleh Kepala

No. Kode : Puskesmas Ngkeran


Terbitan :
No. Revisi :
UPTD SOP Tgl. Mulai :
Ahmadi Bahri, S. Kep
PUSKESMAS Berlaku
NIP.
NGKERAN Halaman :
198008162010031001

1. Tujuan Agar dokter dapat menegakkan diagnosa serumen prop dan melakukan
pengobatan dan edukasi kepada pasien tentang serumen prop.
2. Kebijakan Sebagai pedoman bagi dokter untuk mendiagnosa dan mengobati pasien.
3. Ruang Lingkup Poli umum Puskesmas Ngkeran
4. Definisi Serumen adalah sekret kelenjar sebasea, keleenjar seruminosa, epithel
kulit yang terrlepas dan partikel debu yang terdapat pada bagian
kartilaginosa liang te;linga. Bila serumen ini berlebihan maka dapat
membentuk gumpalan yang menumpuk di liang telinga yang dikenal
dengan serumen prop
5. Prosedur a. Pasien mendaftar ke loket pendaftaran pasien.
b. Pasien antri dan duduk di ruang tunggu.
c. Perawat memanggil pasien sesuai nomor urut.
d. Perawat menulis identitas pasien di buku register.
e. Dokter melakukan anamnesa pada pasien apakah pasien
mengeluhkan pendengaran berkurang, merasakan rasa penuh pada
telinga dan memberat setelah mandi, dan terasa nyeri.
f. Dokter menanyakan apakah pasien memiliki riwayat keluhan yang
sama sebelumnya, apakah ada penyakit infeksi sebelumnya.
g. Perawat melakukan pemeriksaan tekanan darah
h. Perawat melakukan pemeriksaan nadi
i. Dokter menegakan diagnosa berdasarkan hasil anamnesis dan
pemeriksaan fisik, yaitu:
- Otoskopi: dapat terlihat adanya obstruksi liang telinga oleh
material berwarna kuning kecoklatan atau kehitaman. Konsistensi
dari serumen dapat bervariasi.
- Pada pemeriksaan penala dapat ditemukan tuli konduktif akibat
sumbatan serumen.
j. Dokter menulis resep dan edukasi .
- Serumen yang lembek, dibersihkan dengan kapas yang dililitkan
pada pelilit kapas.
- Serumen yang keras dikeluarkan dengan pengait atau kuret.
Apabila dengan cara ini serumen tidak dapat dikeluarkan, maka
serumen harus dilunakkan lebih dahulu dengan tetes
karbogliserin 10% selama 3 hari.
- Serumen yang sudah terlalu jauh terdorong kedalam liang telinga
sehingga dikuatirkan menimbulkan trauma pada membran
timpani sewaktu mengeluarkannya, dikeluarkan dengan
mengalirkan (irigasi) air hangat yang suhunya disesuaikan
dengan suhu tubuh.
Edukasi
- Menghindari membersihkan telinga secara berlebihan
- Menghindari memasukkan air atau apapun ke dalam telinga
k. Perawat mempersilahkan pasien mengambil obat di apotik
l. Dokter menulis hasil anamnesa, pemeriksaan , diagnosa dan terapi di
rekam medis pasien
m. Perawat menulis hasil diagnosa, terapi di buku register
6. Kriteria Rujukan Bila terjadi komplikasi akibat tindakan pengeluaran serumen.

7. Diagram alir
memanggil melakukan anamnesa melakukan pemeriksaan
pasien sesuai , dan riwayat penyakit fisik meliput TD, nadi,
nomor urut sebelumnya,

Petugas menulis resep Petugas menegakan Petugas menegakan


diagnosa diagnosa berdasarkan
pemeriksaan fisik, dan
anamnesa

Petugas Petugas menulis hasil menulis hasil


memeprsilahkan pasien pemeriksaan dan terapi pemeriksaan
mengambil obat di di CM dalam buku
apotik register.

8. Referensi  Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan


Kesehatan Primer Hal 181-183,
 Adam, GL. Boies LR. Higler,.Boies. Buku Ajar Penyakit THT. Ed.
ke-6. Jakarta: EGC. 1997.
 Hafil, F., Sosialisman, Helmi. Kelainan Telinga Luar dalam Buku
Ajar Ilmu Kesehatan Telinga, Hidung, Tenggorok, Kepala & Leher.
Ed. ke-6. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta. 2007.
9. Dokumen  Catatan Medik,
Terkait
 Buku Register,
 Blanko Resep
10. Distribusi  Rawat Inap
 Laboratorium

11. Rekaman historis perubahan


No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai
diberlakukan
SERUMEN PROP
No. Kode :
Terbitan :
DAFTAR No. Revisi :
UPTD TILIK Tgl. Mulai Berlaku :
PUSKESMAS Halaman :½
NGKERAN

Tidak
No Langkah Kegiatan Ya Tidak Berlaku
1 Apakah Perawat memanggil pasies sesuai nomor urut?
2 Apakah Perawat menulis identitas pasien di buku register?
3 Apakah Dokter melakukan anamnesa pada pasien apakah
pasien mengeluhkan pendengaran berkurang,
merasakan rasa penuh pada telinga dan memberat
setelah mandi, dan terasa nyeri?
4 Apakah Dokter menanyakan apakah pasien memiliki riwayat
keluhan yang sama sebelumnya, apakah ada penyakit
infeksi sebelumnya ?
5 Apakah Perawat melakukan pemeriksaan tekanan darah?
6 Apakah Perawat melakukan pemeriksaan nadi?
7 Apakah Dokter menegakan diagnosa berdasarkan hasil
anamnesis dan pemeriksaan fisik, yaitu:
- Otoskopi: dapat terlihat adanya obstruksi liang
telinga oleh material berwarna kuning
kecoklatan atau kehitaman. Konsistensi dari
serumen dapat bervariasi.
- Pada pemeriksaan penala dapat ditemukan tuli
konduktif akibat sumbatan serumen.
8 Apakah Dokter menulis resep?
- Serumen yang lembek, dibersihkan dengan
kapas yang dililitkan pada pelilit kapas.
- Serumen yang keras dikeluarkan dengan
pengait atau kuret. Apabila dengan cara ini
serumen tidak dapat dikeluarkan, maka
serumen harus dilunakkan lebih dahulu dengan
tetes karbogliserin 10% selama 3 hari.
- Serumen yang sudah terlalu jauh terdorong
kedalam liang telinga sehingga dikuatirkan
menimbulkan trauma pada membran timpani
sewaktu mengeluarkannya, dikeluarkan
dengan mengalirkan (irigasi) air hangat yang
suhunya disesuaikan dengan suhu tubuh.
Edukasi
- Menghindari membersihkan telinga secara
berlebihan
- Menghindari memasukkan air atau apapun ke
dalam telinga

9 Apakah Perawat mempersilahkan pasien mengambil obat di


apotik?
10 Apakah Perawat menulis hasil anamnesa, pemeriksaan ,
diagnosa dan terapi direkam medik pasien?
11 Apakah Perawat menulis diagnosa di rekam medik?
12 Apakah Perawat menulis hasil diagnosa, terapi di buku
register?

CR :………………%.

Ngkeran,……………………
Pelaksana/ Auditor

(………………………………)