Anda di halaman 1dari 2

Balok SKDN

https://giziforhealth.blogspot.com/2015/08/balok-skdn.html

Ridwan Annas Gizi Masyarakat

Balok SKDN merupakan gambaran seberapa jauh keberhasilan program UPGK (Upaya Peninjauan Gizi
Kurang) di tingkat Posyandu atau desa. Data tingkat desa merupakan rekapitulasi (kumpulan) data dari semua
Posyandu yang ada di sebuah desa.

Ada 4 kata dari balik SKDN yang dijelaskan sebagai berikut :


S : jumlah seluruh balita diwilayah posyandu
K : jumlah balita yang memiliki Kartu Menuju Sehat (KMS) pada bulan ini diwilayah kerja posyandu
D : jumlah balita yang ditimbang bulan ini diwilayah kerja posyandu
N : balita yang ditimbang 2 bulan berturut-turut dan garis pertumbuhan pada Kartu Menuju Sehat (KMS) naik

Berikut ini adalah beberapa macam data yabg di gambarkan dalam balok SKDN :
1. Jumlah S, K, D, N, yang digambarkan dalam bentuk balok
2. Tingkat liputan program (% K/S)
3. Tingkat partisipasi masyarakat (% D/S)
4. Tingkat keberhasilan penimbangan (% N/D)

Beberapa hal yang perlu diingat dalam pembuatan balok SKDN meliputi
- balok K, D , dan N tidak akan pernah lebih tinggi dari S karena tidak mungkin jumlah balita yang memiliki
KMS lebih banyak dari jumlah seluruh balita di sebuah desa dan pencapaian paling tinggi adalah balok yang
sejajar
- balok N tidak akan pernah lebih tinggi dari D karena balita yang ditimbang 2 bulan berturut-turut dan
pertumbuhan pada KMS naik tidak akan lebih dari jumlah balita yang ditimbang pada bulan ini

Jika terjadi sebuah kasus balok K, D, N lebih tinggi maka petugas kesehatan yang bersangkutan dilapangan
harus di kontrol dan di evaluasi karena kemungkinan besar terjadi kelalaian pada prosesnya pembuatan balok
SKDN.

Referensi :
Dinas kesehatan Provinsi Lampung. Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Seksi Gizi. 2013