Anda di halaman 1dari 3

Berikut contoh-contoh soal translasi dari suatu titik, garis, dan kurva.

1. Tentukan bayangan titik-titik koordinat berikut apabila ditranlasi T(3, -6).


a) A(8, 2)
b) B(-3, 5)
c) C(-4, -9)
d) D(12, -7)
Jawaban:
Jika P(x, y) ditranslasikan dengan T(a, b), bayangannya adalah P’(x + a, y + b).
a) A(8, 2) ditranslasi oleh T(3, -6), bayangannya adalah A’(8 + 3, 2 + (-6)) = A’(11,
-4).
b) B(-3, 5) ditranslasi oleh T(3, -6), bayangannya adalah B’(-3 + 3, 5 + (-6)) = B’(0,
-1).
c) C(-4, -9) ditranslasi oleh T(3, -6), bayangannya adalah C’(-4 + 3, -9 + (-6)) =
C’(-1, -15).
d) D(12, -7) ditranslasi oleh T(3, -6), bayangannya adalah D’(12 + 3, -7 + (-6)) =
D’(15, -13).

2. Tentukan translasi T yang memetakan titik-titik koordinat berikut.


a) a. K(2, 5) yang memiliki bayangan K’(7, 3)
b) b. L(-3, 9) yang memiliki bayangan L’(2, -5)
c) c. M(4, -8) yang memiliki bayangan M’(9, -11)
d) d. N(-1, -4) yang memiliki bayangan N’(-6, 3)
Jawaban:
Jika P(x, y) ditranslasikan dengan T(a, b), maka bayangannya adalah P’(x + a, y
+ b).
Sehingga x’ = x + a dan y’= y + b.
Untuk menentukan translasinya, maka kita balik persamaan di atas menjadi
berikut.
a = x’ – x dan b = y’ – y.
Mari menentukan Translasi dari soal-soal di atas.
a. K(2, 5) yang memiliki bayangan K’(7, 3)
Translasinya = T(7 – 2, 3 – 5) = (5, -2)
Jadi, matriks translasinya adalah T(5, -2)

b. L(-3, 9) yang memiliki bayangan L’(2, -5)


Translasinya = T(2 – (-3), -5 – 9) = (5, -14)
Jadi, matriks translasinya adalah T(5, -14)

c. M(4, -8) yang memiliki bayangan M’(2, -11)


Translasinya = T(2 – 4, -11 – (-8) = (-2, -3)
Jadi, matriks translasinya adalah T(-2, -3)

d. N(-1, -4) yang memiliki bayangan N’(-6, 3)


Translasinya = T(-6 – (–1), 3 – (-4) = (-5, 1)
Jadi, matriks translasinya adalah T(-5, 1)

3. Tentukan titik-titik mula-mula apabila titik bayangan dan Translasinya diketahui.


a) X’(-2, 9) karena translasi T(4, 7)
b) Y’(5, -11) karena translasi T(-3, 6)
c) Z’(4, -5) karena translasi T(5, -2)
Jawaban:
Jika P(x, y) ditranslasikan dengan T(a, b), maka bayangannya adalah P’(x + a, y
+ b).
Sehingga x’ = x + a dan y’= y + b.
Untuk menentukan titik mula-mula, maka kita balik persamaan di atas menjadi
berikut.
x = x’ – a dan y = y’ – b.
Mari menentukan titik mula-mula dari soal-soal di atas.
a. X’(-2, 9) karena tranlasi T(4, 7), maka titik mula-mula adalah:
X(-2 – 4, 9 – 7) atau X(-6, 2)
Jadi, titik mula-mula adalah X(-6, 2).
b. Y’(5, -11) karena tranlasi T(-3, 6), maka titik mula-mula adalah:
Y(-3 – 5, 6 – (-11)) atau Y(-8, 17)
Jadi, titik mula-mula adalah Y(-8, 17).
c. Z’(4, -5) karena tranlasi T(5, -2), maka titik mula-mula adalah:
Z(4 – 5, -5 – (-2)) atau Z(-1, -3)
Jadi, titik mula-mula adalah Z(-1, -3).

4. Diketahui garis y = 3x + 5 ditranslasi oleh T(2, 4). Tentukan persamaan bayangan.


Jawaban:
Misalkan (x’ , y’) adalah bayangan dari (x, y) yang terletak pada garis y = 3x + 5.
Maka (x’, y’) = (x + 2,y + 4). Dengan demikian diperoleh:
x’ = x + 2 atau x = x’- 2
y’ = y + 4 atau y = y’ – 4
Untuk menentukan bayangan hasil translasi, substitusikan x dan y tersebut ke
dalam persamaan garis.
y = 3x + 5
y’ – 4 = 3(x’- 2) + 5
y’ – 4 = 3x’- 6 + 5
y’ – 4 = 3x’- 1
y’ = 3x’+ 3
Jadi, bayangannya adalah y = 3x + 3.

5. Diketahui garis y = x2 + 1 ditranslasi oleh T(-3, 1). Tentukan persamaan bayangan.


Jawaban:
Misalkan (x’ , y’) adalah bayangan dari (x, y) yang terletak pada garis y = x 2 + 1.
Maka (x’, y’) = (x - 3, y + 1). Dengan demikian diperoleh:
x’ = x - 3 atau x = x’+ 3
y’ = y + 1 atau y = y’ – 1
Untuk menentukan bayangan hasil translasi, substitusikan x dan y tersebut ke
dalam persamaan garis.
y = x2 + 1
y’ – 1 = (x’+ 3)2 + 1
y’ – 1 = (x’)2 - 6x’ + 9 + 1
y’ – 1 = (x’)2 - 6x’ + 10
y’ = (x’)2 - 6x’ + 11
Jadi, bayangannya adalah y = x2 – 6x + 11.

Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh berikut ini


Tentukan bayangan dari titik-titik A(2, 7), B(-3, 6), C(-5, -6), dan D(8, -1) apabila
dicerminkan terhadap:
a. Sumbu X
b. Sumbu Y
c. Garis y = x
d. Garis y = -x
e. Titik (0, 0)
f. Garis x = 5
g. Garis y = -2
Jawaban: