Anda di halaman 1dari 18

PAPER

MAPPING DAN TRANSEK

Oleh :

Kelompok 3

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT

UNIVERSITAS JEMBER

2018
A. Konsep PRA (Paticipatory Rural Appraisal)
1. Definisi PRA
Menurut Robert Chambers merupakan sekumpulan pendekatan dan
metode yang mendorong masyarakat pedesaan dan atau pesisir untuk turut
serta meningkatkan dan mengkaji pengetahuan mereka mengenai hidup dan
keadaan mereka sendiri agar meraka dapat menyusun rencana dan tindakan
pelaksanaannya. Secara harfiah metode ini dapat diartikan sebagai
ìpengkajian pedesaan dan atau pesisir secara partisipatif. (Departemen
Kelautan dan Perikanan, 2006: 3).
Berdasarkan definisi diatas pemahaman dalam istilah PRA adalah :
a. Metode ini bukan sekedar pengkajian, melainkan melibatkan masyarakat
dalam keseluruhan proses kegiatan sejak mulai mengenal kebutuhan,
perencanaan, pelaksanaan, pemantauan sampai mengevaluasi kegiatan,
b. Metode ini juga bukan saja untuk masyarakat pedesaan, melainkan juga
untuk perkotaan dan termasuk juga masyarakat pantai atau masyarakat
pesisir
c. Metode ini bukan hanya masyarakat yang ikut-serta terhadap kegiatan
orang luar, melainkan sebaliknya.
(Departemen Kelautan dan Perikanan, 2006: 4)

2. Alasan Dikembangkan Metode PRA


1) Adanya kelemahan pendekatan
Dimana terdapat ketidakselarasan antara Peneliti dan Perencana
dengan pelaksanaan kegiatan. Dari kenyataan selama ini bahwa
Masyarakat hanya sekedar sebagai Pelaksana, tidak merasa sebagai
pemilik program kegiatan, dan tidak melanjutkannya apabila program itu
selesai. Dengan kata lain bahwa dengan pendekatan (Top Down Planning)
yaitu Ketidakselarasan Peneliti dan Perencana dengan Pelaksana,
Masyarakat sekedar Pelaksana, bukan pemilik.

2) Munculnya pemikiran tentang pendekatan pembangunan dari bawah


Pendekatan ini benar-benar melibatkan masyarakat dalam keseluruhan
proses; bukan hanya dalam pelaksanaan. Lebih sesuai dengan kebutuhan
masyarakat dan masyarakat merasa memiliki program kegiatan yang
diberikan. (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2006: 4)
3. Tujuan PRA
1) Tujuan Jangka Pendek yaitu melaksanakan kegiatan bersama masyarakat
untuk memenuhi kebutuhan praktis dan meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
2) Tujuan Jangka Panjang adalah untuk mencapai pemberdayaan
masyarakat dan perubahan sosial dengan pengembangan masyarakat
melalui proses pembelajaran. (Departemen Kelautan dan Perikanan,
2006: 5)

4. Prinsip Utama Metode PRA


1) Partisipatif , masyarakat setempat diperlakukan sebagai mitra dalam
pengumpulan dan analisis data;
2) Luwes, bukan sebagai metode baku, tergantung pada tujuan,
sumberdaya, keterampilan, keahlian dan waktu;
3) Bekerjasama, antara pihak luar dan masyarakat, laki-laki maupun
perempuan, dan gabungan berbagai bidang disiplin ilmu
4) Hemat, menghemat biaya dan waktu, tetapi memadai untuk analisis dan
perencanaan.
5) Sistematis, pengambilan sampel terstrata agar memperbesar tingkat
keabsahan dan kepercayaan untuk memeriksa ulang hasil survei desa.

B. Mapping
a. Pengertian mapping
Kata “mapping” secara bahasa adalah bentuk gerund dari kata map yang
berarti “peta”. Dalam bahasa Indonesia, mapping berarti “pemetaan” yang
mengandung arti proses melakukan pembuatan peta pada suatu kelompok
atau unitanalisis tertentu. Menurut Martin (dalam Trianto, 2009 ) mapping
adalah ilustrasi grafis konkret yang mengindikasikan bagaimana sebuah
konsep tunggal dihubungkan ke konsep-konsep lain pada kategori yang sama.
Dalam istilah penelitian ilmu-ilmu sosial, mapping (pemetaan) berarti metode
visual yang dilakukan pada suatu kelompok tertentu untuk memperoleh
gambaran berbagai topik, seperti peta desa, peta lokasi, peta kawasan industri,
dansebagainya.
Seorang atau kelompok tertentu yang ingin melakukan penelitian tertentu
dengan menggunakan pemetaan, akan memperoleh informasi atau data secara
lebihcepat dan ringkas. Di bidang pendidikan misalnya, bisa dibuat pemetaan
tentang gambaran suatu topik tertentu, seperti: peta pendidikan masyarakat
pedesaan, petakota-kota yang terkenal dengan lokasi pendidikan unggulan,
peta gedung perguruantinggi, dan sebagainya. Seorang peneliti akan
memperoleh gambaran data lebih sederhana (Alkah, 2012).
Menurut Swadarma (2013) mapping adalah metode efektif untuk
menuangkan semua gagasan yang ada dalam pikiran. Lebih lanjut Swadarma
(2013) menyatakan bahwa mapping adalah:
1) Cara mencatat yang efektif, efisien, kreatif, menari, mudah, dan berdaya
guna kerena dilaukan dengan cara memetakan pikiran-pikiran kita.
2) Sistem berpikir yang terpancar (radiant thinking) sehingga dapat
mengembangkan ide dan pemikiran ke segala arah, divergen, dan
melihatnya secara utuh dalam berbagai sudut pandang.
3) Alat organisasional informasi yang bekerja sesuai dengan mekanisme
kerja otak sehingga dapat memasukkan dan mengeluarkan informasi dari
dan ke dalam otak dengan mudah.
4) Metode penulisan yang bekerja dengan menggunakan prinsip manajemen
otak sehingga dapat membuka seluruh potensi dan kapasitas otak yang
masih tersembunyi.

b. Fungsi dan manfaat


Fungsi dan manfaat pemetaan antara lain:
1) Mempermudah mengidentifikasi permasalahan penelitian.
2) Memperjelas gambaran penelitian yang ada di lapangan.
3) Membantu dalam menetapkan kebijakan dan agenda aksi yangakan
dilakukan oleh si peneliti.

c. Kelebihan Mapping
Menurut Swadarma (2013: 9) keunggulan-keunggulan mapping, yaitu:

1) Meningkatkan kinerja manajemen pengetahuan.


2) Memaksimalkan sistem kerja otak.
3) Saling berhubungan satu sama lain sehingga makin banyak ide dan
informasi yang dapat disajikan.
4) Memacu kreativitas, sederhana dan mudah dikerjakan.
5) Sewaktu-waktu dapat me-recall data yang ada dengan mudah.
6) Menarik dan mudah tertangkap mata.
7) Dapat melihat sejumlah besar data dengan mudah.

d. Kekurangan Mapping
Selain memiliki kelebihan, mapping juga memiliki beberapa
kekurangan antara lain adalah:

1) pemahaman mapping dapat dicapai dengan syarat peneliti sudah


memahami pokok bahasan.
2) peneliti sulit menentukan konsep-konsep yang terdapat dalam materi
yang dipelajari.
3) peneliti sulit menentukan kata penghubung untuk menghubungkan
konsep yang satu dengan konsep yang lain.

e. Langkah – langakah
Trianto (2009) mengemukakan langkah-langkah dalam membuat
mapping sebagai berikut:

1) Memilih suatu bahan bacaan


2) Menentukan konsep-konsep yang relevan
3) Mengurutkan konsep-konsep dari yang inklusif ke yang kurang
inklusif
4) Menyusun konsep-konsep tersebut dalam suatu bagan, konsep yang
inklusif diletakkan dibagian atas atau puncak peta lalu dihubungkan
dengan kata penghubung misalnya “terdiri atas”, “menggunakan” dan
lain-lain.

f. Unsur Pembentuk Mapping


Menurut Swadarma (2013: 9) dalam pembuatan mapping
diperlukan beberapa unsur pembentuk, yaitu:

1) Tema besar
Topik atau subyek yang akan dijadikan sebagai pokok pembahasan,
terletak di tengah-tengah.

2) Sub tema
Cabang dari tema besar yang telah dikelompokkan secara sistematis
berdasarkan kategori tertentu. Subtema dpat dikembangkan lagi
menjadi sub-subtema yang lebih spesifik.

3) Urutan
Hubungan antartema besar, subtema, sub-subtema yang terjalin
berdasarkan analisis yang dilakukan.

4) Garis Hirarki
Garis yang menandakan adanya hubungan sebab-akibat, waktu,
tempat atau pelaksanaan.

C. Transek
a. Pengertian Transek
Suatu cara untuk mengumpulkan informasi tentang perubahan-perubahan
mendasar yang terjadi di masyarakat seperti keadaan lingkungan, demografi
dan kejadian lain yang mempengaruhi masyarakat. Cara ini
mendokumentasikan perubahan yang ada dengan menggunakan simbol, kata-
kata atau keduanya. Peserta kegiatan ini seharusnya adalah orang tua dan
anak muda (Departemen Kelautan dan Perikanan, 2006: 26).
Transek merupakan kegiatan dalam pemetaan yang membantu
pengamatan dalam rangka memperoleh informasi yang mempenyuai
distribusi geografik. Bedanya, transek tidak hanya dikerjakan di atas peta,
proses kegiataannya dengan cara menelusuri tempat-tempat berdasarkan
daerah yang sedang diamati. selain itu untuk melihat kondisi alam dan
melihat permasalahan yang berkaitan dengan alam khususnya yang ada di
wilayah atau desa (Rahardjo T, el al. 2010;191).
Transek adalah peta suatu wilayah secara horizontal, gambar irisan bumi
untuk mengenali dan mengamati lingkungan yang dibuat bersama masyarakat
setempat yang lebih paham akan keadaan wilayahnya. Mengkaji potensi
wilayah dan meneliti perubahan – perubahan yang telah terjadi. Cara
membuat transek wilayah adalah dengan cara berjalan menelusuri wilayah
desa mengikuti suatu lintasan yang telah disepakati bersama tokoh
masyarakat, yang kemudian hasilnya didiskusikan lebih lanjut.
Teknik Penelusuran Lokasi (Transek) adalah teknik PRA untuk melakukan
pengamatan langsung lingkungan dan sumber daya masyarakat, dengan cara
berjalan menelusuri wilayah desa mengikuti suatu lintasan tertentu yang
disepakati. Hasil pengamatan dan lintasan tersebut, kemudian dituangkan ke
dalam bagan atau gambar irisan muka bumi untuk didiskusikan lebih lanjut.

b. Tujuan Transek
Penelusuran lokasi (Transek) dilakukan untuk memfasilitasi masyarakat
agar mendiskusikan keadaan sumber-sumber daya dengan cara mengamati
langsung hal yang didiskusikan di lokasinya.
Hal-hal yang biasanya didiskusikan adalah :
 Masalah-masalah pemeliharaan sumber daya pertanian : seperti erosi,
kurangnya kesuburan tanah, hama dan penyakita tanaman, pembagian air,
penggundulan hutan dan sebagainya
 Potensi-potensi yang tersedia
 Pandangan dan harapan-harapan para petani mengenai keadaan-keadaan
tersebut
 Hal lain disesuaikan dengan jenis transek dan topik bahasan yang dipilih
untuk diamati.

c. Kegunaan Transek
1) Mengetahui perubahan-perubahan mendasar yang terjadi, baik perubahan
yang baik atau buruk.
2) Menjelajahi kemungkinan penyebab masalah yang dihadapi masyarakat
pada saat ini.
3) Membagi pengetahuan kepada kaum muda.
4) Mengetahui kondisi lahan dan permasalahannya;
5) Mengamati secara langsung perilaku masyarakat dalam pemanfaatan
SDA;
6) Sebagai acuan dalam penentuan materi yang tepat dalam melaksanakan
penyuluhan;
7) Memberikan kesadaran akan adanya peluang untuk meningkatkan
penaatan lahan.
(Departemen Kelautan dan Perikanan, 2006: 26).

d. Jenis-jenis Transek
1) Transek Berdasarkan jenis informasi (topik kajian)
a) Transek Sumber Daya Desa ( Umum ).
Penelusuran desa adalah pengamatan sambil berjalan melalui
daerah pemukiman desa yang bersangkutan guna mengamati dan
mendiskusikan berbagai keadaan. Keadaan-keadaan yang diamati
yaitu pengaturan letak perumahan dan kondisinya, pengaturan
halaman rumah, pengaturan air bersih untuk keluarga, keadaan sarana
MCK, dll. Kajian transek ini terarah terutama pada aspek-aspek
umum pemukiman desa tersebut, terutama sarana-sarana yang
dimiliki desa, sedangkan keadaan sumber daya alam dan bukan alam
dibahas secara garis besarnya saja. Kajian ini akan sangat membantu
dalam mengenal desa secara umum dan beberapa sapek lainnya dari
wilayah pemukiman yang kurang diperharikan.
b) Transek Sumber Daya Alam.
Transek ini dilakukan untuk mengenal dan mengamati secara
lebih tajam mengenai potensi sumberdaya alam serta permasalahan-
permasalahannya, terutama sumber daya pertanian. Seringkali, lokasi
kebun dan lahan pertanian lainnya milik masyarakat berada di batas
dan luar desa, sehingga transek sumber daya alam ini bisa sampai
keluar desa. Informasi yang sering muncul adalah Bentuk dan
keadaan permukaan alam (topografi), Pemanfaatan sumber daya
tanah (tataguna lahan), Pola usaha tani, Teknologi setempat dan cara
pengelolaan sumber daya alam, Pemilikan sumber daya alam.
c) Transek Topik Lain.
Transek juga bisa dilakukan untuk mengamati dan membahas
topik-topik khusus. Misalnya: transek yang dilakukan khusus untuk
mengamati sarana kesehatan dan kondisi kesehatan lingkungan desa,
transek wilayah persebaran hama, atau transek khusus untuk
mengamati sumber air dan system pengelolaan aliran air serta irigasi,
pendidikan dasar, dan sebagainya.
2) Transek Berdasarkan Lintasan
a) Transek Lintasan Garis lurus.
Ditempat tim dan masyarakat berkumpul untuk melakukan
penelusuran lokasi, dibahas dan ditetapkan lintasan yang akan
dilakukan. Kegiatan penelusuran lokasi ini bisa dilakukan dengan
cara sebagai berikut :
 Berjalan mengikuti garis atau mengikuti jalan utama dan jalan-
jalan di permukiman, di wilayah yang ingin diamati keadaanya
(dengan demikian, lintasan yang sebenarnya tentu saja tidak
benar-benar berupa ‘garis’ lurus)
 Berjalan mulai dari titik terendah sampai titik tertinggi atau
sebaliknya dari titik tertinggi ke titik terendah (biasanya
dilakukan untuk membandingkan kondisi lahan dan jenis usaha
pertanian yang dilakukan pada tingkat ketinggian yang berbeda di
wilayah dataran tinggi).
b) Transek Lintasan Bukan Garis Lurus.
Kegiatan ini dilakukan dengan perjalanan yang mengabaikan
lintasan jalan yang ada. Yang menentukan adalah letak-letak atau
lokasi pengamatan yang telah direncanakan sebelumnya. Dengan
demikian, perjalanan dimulai dengan lokasi yang paling dekat,
kemudian paling jauh. Arah perjalanan untuk mencapai lokasi-lokasi
yang akan diamati tersebut bisa dilakukan dengan beberapa
kemungkinan yaitu :
 Berkelok-kelok (zig-zag)
 Bisa pulang pergi atau juga berputar
 Menyapu (semua arah)
Berdasar pengalaman, cara ini memberikan suatu hasil yang
lebih menyeluruh daripada melintas lokai mengikuti garis lurus.
c) Transek Lintasan Saluran Air (Sumber Air)
Penelusuran ini dilakukan dengan berjalan mengikuti aliran air
secara sistematis untuk menyusuri aliran air atau tepian sungai.
Pengamatan dilakukan terhadap daerah di sepanjang saluran air atau
tepian sungai untuk mengkaji penataan sumber air bagi pertanian dan
memperoleh informasi tentang pengelolaan Daerah Aliran Sungai
(DAS) yang dilakukan oleh para petani.

e. Langkah Langkah Penerapan Transek


1) Persiapan
Persiapan pelaksanaan kegiatan transek yang sebaiknya secara khusus
diperhatikan adalah mempersiapkan tim dan masyarakat yang akan ikut,
termasuk menetukan kapan dan dimana akan berkumpul. Juga
dipersiapkan alat-alat tulis, kertas lebar (palano), karton warna-warni,
kertas berwarna, lem, spidol warna-warni. Juga akan menyenangkan
apabila membawa perbekalan (makanan ).
Peserta terdiri dari tim PRA dan masyarakat, biasanya terdapat
anggota masyarakat yang menjadi penunjuk jalan. Tim PRA sebaiknya
memiliki anggota atau narasumber yang memahami hal-hal yang sudah
diperkirakan akan dikaji dalam kegiatan transek ini, terutama masalah-
masalah teknis pertanian.
2) Pelaksanaan
 Sebelum berangkat, bahas kemabali maksud dantjuan kegiatan
penelusuran lokasi serta proses kegiatan yang akan dilakukan.
 Sepakati bersama peserta, lokasi-lokasi penting yang akan dikunjungi
serta topik-topik kajian yang akan dilakukan.
 Sepakati bersama peserta, lokasi-lokasi penting yang akan dikunjungi
serta topik-topik kajian yang akan dilakukan. Setelah itu, sepakati
lintasan penelusuran.
 Sepakati titik awal perjalanan (lokasi pertama ), biasanya diambil dari
titik terdekat dengan kita berada pada saat itu.
 Lakukan perjalanan dan amati keadaan disepanjang perjalanan.
Biarkan petani (masyarakat) menunjukkan hal-hal yang dianggap
penting untuk diperlihatkan dan dibahas keadaannya. Didiskusikan
keadaan sumber daya tersebut dan amati dengan seksama.
 Buatlah catatan-catatan hasil diskusi di setiap ( tugas anggota tim pra
yang menjadi pencatat )
3) Setelah Perjalanan
Bisa selama berhenti dilokasi tertentu, gambar bagan transek
dibuat untuk setiap bagian lintasan yang sudah ditelusuri. Tetapi, yang
sering terjadi adalah pembuatan bagan setelah seluruh lintasan
ditelusuri.langkah-langkah kegiatannya adalah sebagai berikut :
 Jelaskan cara dan proses membuat bagan.
 Sepakati lambing atau symbol-simbol yang dipergunakan untuk
menggambar bagan transek. Catat simbol-simbol tersebut beserta
artinya disudut kertas. Pergunakan spidol berwarna agar jelas dan
menarik.
 Mintalah masyarakat untuk menggambarkan bagan transek
berdasarkan hasil lintasan yang telah dilakukan. Buatlah dengan
bahan atau cara yang mudah diperbaiki atau dihapus karena akan
banyak koleksi terjadi.
 Selama penggambaran, tim PRA mendampingi karena pembuatan
irisan ini cukup sulit terutama mengenai :
 Pikiran ketinggian (naik-turun permukaan bumi)
 Perkiraan jarak antara satu lokasi drngan lokasi lain.
 Pergunakan hasil gambar transek tersebut untuk mendiskusikan
kebih lanjut permasalahan, potensi, serta harapan-harapan
masyarakat mengenai semua informasi bahasan.
 Buatlah catatan-catatan hasil diskusi tersebut ( tugas anggota Tim
PRA yang menjadi pencatat ).
 Cantumkan nama-nama atau jumlah peserta, pemandu, tanggal dan
tempat pelaksanaan diskusi.

D. Aplikasi Mapping dan Transek di Desa Sebanen Kecamatan kalisat


Kabupaten Jember
Gambar 1 Mapping Kesehatan
Gambar 2 Mapping Sarana Prasarana

Gambar 3 Mapping UMKM


Gambar 4 Mapping Pendidikan

Gambar 5 Mapping Lingkungan


Tabel Transek Desa Sebanen Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember

Desa Sebanen Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember

Penggunaan Pemukiman Pertanian Perkebunan industri Peternakan Sarana dan prasarana


lahan
Masalah 
Tidak memenuhi  Limbah tembakau  Banyak lalat  Kondisi jalan
indikator rumah  Pencemaran bau sebagian ada yang
sehat  Limbah ternak beraspal tetapi ada
 Sanitasi mencemari juga yang tanah,
lingkungan buruk sungai berbatu dan
 Buang sampah berdebu
sebarangan
Penggunaan Milik sendiri Milik sendiri Milik BUMN dan Milik sendiri Milik umum
lahan milik Instansi

Jenis  Padi
Tanaman  Jagung
dan vegetasi  Kedelai
edamame
 Cabai
Potensi Tanah landai, cocok Tanah subur, cocokTanah Cocok untuk industri, Produksi daging
untuk daerah untuk segala jenissubur, karena desa sebanen ayam untuk
terbangun pertanian cocok untukberada disepanjang meningkatkan
tanaman jalan raya perekonomian warga
perkebunan,
misalnya
kopi dan
kelapa

Keadaan subur subur Subur subur


Tanah
Sumber Air Sumber mata air Sungai Sumur bor Sumur gali
Sumur bor Sumur gali Sumur gali
Sumur gali
Tindakan Bedah kamar Renovasi jalan
yang (pafing)
pernah
dilakukan Renovasi SPAL

Harapan  Menjadi  Pengelolaan  Menjaga  Pemerataan


pemukiman limbah kebersihan jalan aspal
yang tembakau yang lingkungan
memenuhi baik dari  Mengelola
kriteria rumah pengelola limbah hewan
sehat ataupun ternak dengan
 Sanitasi pemilik kebun baik dan
lingkungan benar
baik
 Timbulnya
kesadaran
masyarakat
untuk
berperilaku
bersih dan
sehat
DAFTAR PUSTAKA

Alkah, Halid. 2012. Mapping, Transect, Dan Field Notes. [Serial Online].
https://www.scribd.com/doc/101762567/Mapping-Transect-Dan-Field-
Notes [diakses tanggal 28 Mei 2018].

Departemen Kelautan dan Perikanan. Direktorat Jenderal Kelautan, Pesisir dan


Pulau-pulau Keci. 2006. Panduan Pengambilan Data Dengan Metode
Rapid Rural Appraisal (Rra) Dan Participatory Rural Appraisal (Pra).
Jakarta : PT. BINA MARINA NUSANTARA (Konsultan Kelautan dan
Perikanan).

KMP P2PK-II, Sosialisai. Booklet Teknik Penelurusan Desa Atau Lokasi


(Transek). Edisi Online.
www.p2kp.org/pustaka/files/bookletpenelusurandesa.doc. [Diakses 29 Mei
2018].

Rahardjo T. 2010. Pendidikan Populer Membangun Kesadaran Kritis.


Yogyakarta: INSIST Press.

Swadarma,Doni. 2013. Penerapan Mind Mapping dalam Pembelajan. Jakarta: PT


Elex Madia Kompotindo.

Trianto, 2009 Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta


Kencana Prenada Group.