Anda di halaman 1dari 63

0

PENDAHULUAN

a. Latar Belakang

Pendidikan Kedokteran bertujuan untuk menghasilkan lulusan dokter yang tidak hanya kompeten
dalam kognitif (knowledge) dan keterampilan klinis (skill), tetapi juga mengutamakan perilaku
profesional (attitude) yang baik. Ketiga aspek tersebut tidak hanya dibentuk pada saat masa pre
klinik (Program Studi Sarjana Kedokteran), namun dilatih dan selalu diterapkan pada masa
kepaniteraan klinik (Program Studi Profesi Dokter). Pada tahap ini mahasiswa akan belajar
berinteraksi dengan pasien secara langsung dan mempraktikkan ilmu serta ketrampilan klinik
yang dimiliki untuk mencapai level kompetensi yang ditetapkan sesuai dengan Standar
Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) tahun 2012. Untuk itu diperlukan modul kepaniteraan klinik
sebagai pedoman atau panduan kerja bagi para pembimbing klinik dan mahasiswa di RS
pendidikan utama dan RS pendidikan jejaring.

b. Tujuan Umum

Modul Kepaniteraan Klinik Ilmu Kebidanan dan Kandungan disusun sebagai pedoman praktis bagi
para pembimbing di rumah sakit pendidikan serta dokter muda yang sedang menjalani
kepaniteraan klinik. Pedoman ini digunakan untuk mendidik Sarjana Kedokteran menjadi Dokter
yang memiliki pengetahuan dan keterampilan klinik sesuai dengan kompetensi yang harus dicapai
sebagaimana yang ditetapkan dalam oleh SKDI 2012, sehingga mampu memecahkan masalah
penyakit kebidanan dan kandungan yang lazim dijumpai (level kompetensi 4) dengan pendekatan
komprehensif dan bersikap profesional.

c. Tujuan Khusus
- Mampu membuat diagnosis dan diagnosis banding
- Mampu membuat rencana penatalaksanaan penyakit mata, baik secara mandiri, tindakan
pertama atau merujuk (sesuai dengan SKDI 2012).
- Mampu melakukan atau merencanakan pemeriksaan laboratorium penunjang untuk
menegakkan diagnosis serta mampu menjelaskan indikasi, prosedur dan kemungkinan
hasil pada pemeriksaan penunjang yang sering dilakukan.
1

- Mampu menjelaskan prognosis dan memberikan edukasi pada pasien dan atau keluarga
pasien.

SASARAN PEMBELAJARAN

Kurikulum KBK FK UPN Veteran Jakarta mengacu pada Standar Pendidikan Profesi Dokter
Indonesia (SPPDI) dan Standar Kompetensi Dokter Indonesia (SKDI) 2012 yang menetapkan
7 area kompetensi utama:
1. Profesionalitas yang luhur
2. Mawas diri dan pengembangan diri
3. Komunikasi efektif
4. Pengelolaan informasi
5. Landasan ilmiah Ilmu Kedokteran
6. Keterampilan klinis
7. Pengelolaan masalah kesehatan
Modul kepaniteraan klinik Kesehatan Obstetri dan Ginekologi FK UPNVJ ditekankan pada
pencapaian kompetensi utama tersebut di atas.

Profesionalitas yang Luhur :


Lulusan FK UPNVJ mampu melakukan inform consent pada pasien dan keluarganya sebelum
melakukan suatu prosedur tindakan medis, menghargai dan menghormati setiap orang,
berperan aktif dalam kegiatan yang memerlukan kerjasama dengan petugas kesehatan lainnya,
mengutamakan kejujuran dalam praktek kedokteran, dan melakukan tindakan medik dengan
menerapkan profesiolisme yang ideal.

Pada akhir stase kepaniteraan klinik Obstetri dan Ginekologi, maka Dokter Muda (mahasiswa)
FK UPNVJ:

a. Mampu menjelaskan tujuan dilakukan tindakan medis degan jelas, sesuai dengan
keilmuannya dengan tutur bahasa yang sopan dan dapat dipahami pasien serta
keluarganya.
b. Mampu menjelaskan efek samping dari tindakan yang akan dilakukan kepada pasien
dengan jelas dan sesuai dengan keilmuannnya.
c. Mampu menjadi pendengar yang baik bagi permasalahan kesehatan pasien.
2

d. Meminta persetujuan pasien dan keluarganya terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan/
pemeriksaan medik.
e. Mampu membuat surat untuk persetujuan atau penolakan tindakan medis, dan menjelaskan
fungsi surat itu dengan bahasa yang sopan dan dipahami pasien.
f. Membina sambung rasa dan menunjukkan empati terhadap pasien secara profesional.
g. Menyadari dan menghargai perbedaan setiap karakter individu dan budaya pasien dan
teman sejawat.
h. Mampu menerapkan praktek kedokteran dengan budipekerti yang luhur.
i. Mampu menerapkan praktek kedokteran dengan memahami dasar hukum yang berlaku.

Mawas Diri dan Pengembangan Diri:

Lulusan FK UPNVJ mampu menerima feedback dalam kegiatan belajar, menerapkan evidence
based medicine dalam penanganan kasus dan justifikasi alasan keputusan yang diambil.

Pada akhir stase kepaniteraan klinik Obstetri dan Ginekologi, maka Dokter Muda (mahasiswa)
FK UPNVJ mampu:

a. Mendengarkan setiap kritik dan masukan, baik dari pembimbing, kolega dan rekan sejawat
secara akurat dan bereaksi sewajarnya atas kritik yang membangun.
b. Melakukan refleksi diri, dengan mengetahui kekurangan dan kelebihannya, serta
mengembangkan diri.
c. Melakukan penelusuran bukti ilmiah yang sesuai dengan kasus dengan melakukan refleksi
kasus.
d. Mengambil keputusan apakah berdasarkan manfaat dari evidence untuk penanganan kasus
dan justifikasi alasan keputusan yang diambil

Komunikasi Efektif

Lulusan FK UPNVJ mampu berkomunikasi baik verbal dan non verbal dan membina sambung
rasa dengan pasien dan keluarganya dan menjalin komunikasi yang efektif dengan teman
sejawat dan mitra kerja dan masyarakat.
Pada akhir stase kepaniteraan klinik Obstetri dan Ginekologi, maka Dokter Muda (mahasiswa)
FK UPNVJ mampu:
3

a. Menerapkan One minute preseptor menjadi bagian dalam metode pembelajaran kounikasi
efektif dengan melakukan komunikasi yang baik kepada pasien dan atau keluarganya dan
kepada dosen pembimbing.
b. Membangun hubungan melalui komunikasi verbal dan nonverbal
c. Berempati secara verbal dan nonverbal terhadap permasalahan klinis pasien.
d. Berkomunikasi menggunakan bahasa yang santun dan dapat dimengerti oleh pasien.
e. Mendengarkan keluhan dan pertanyaan pasien dengan aktif untuk menggali permasalahan
kesehatansecara holistik dan komprehensif.
f. Menyampaikan informasi yang terkait kesehatan (termasuk berita buruk, informed consent)
dan melakukan konseling dengan cara yang santun, baik dan benar, sesuai dengan
keilmuan yang berlaku.
g. Menunjukkan kepekaan terhadap aspek biopsikososiokultural dan spiritual pasien serta
keluarganya.
h. Berkomunikasi dengan mitra kerja (sejawat dan profesi lain) dengan profesional.
i. Melakukan tatalaksana konsultasi dan rujukan yang baik dan benar, dengan menyadari
kompetensinya.
j. Membangun komunikasi interprofesional dalam pelayanan kesehatan, dan menjadi bagian di
dalamnya secara konsisten.
k. Mempresentasikan informasi ilmiah secara efektif dengan mempertahankan prinsip etika
dan kerahasiaan pasien.
l. Melakukan komunikasi dengan masyarakat dalam rangka mengidentifikasimasalah
kesehatan dan memecahkannya bersama-sama sebagai bagian dari kesehatan masyarakat.

Pengelolaan Informasi

Lulusan FK UPNVJ mampu memanfaatkan teknologi informasi komunikasi untuk mengakses dan
menilai informasi kesehatan untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan belajar
sepanjang hayat, mengetahui peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan praktik
kedokteran yang berlaku, dan mampu mendiseminasikan informasi secara efektif kepada
profesional kesehatan, pasien, masyarakat dan pihak terkait untuk peningkatan mutu pelayanan
kesehatan.
4

Pada akhir stase kepaniteraan klinik Obstetri dan Ginekologi, maka Dokter Muda (mahasiswa)
FK UPNVJ mampu:
a. membuat tulisan ilmiah

b. melakukan presentasi ilmiah

c. melakukan penyuluhan kesehatan/edukasi kepada pasien dan masyarakat untuk


meningkatkan mutu kesehatan

d. mengisi rekam medis dengan benar dan lengkap sehingga dapat dimanfaatkan untuk
kepentingan penelitian dalam usaha meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

Landasan Ilmiah Ilmu kedokteran

Lulusan FK UPNVJ mampu menjelaskan Ilmu Medik dan Ilmu Biomedik yang mendasari
diagnosis suatu penyakit serta penatalaksanaannya.

Pada akhir stase kepaniteraan klinik Obstetri dan Ginekologi, maka Dokter Muda (mahasiswa)
FK UPNVJ mampu:
a. Mampu menjelaskan fisiologi organ genitalia wanita, histologi dan anatomi genitalia wanita,
patofisiologi, tanda klinis, mikrobiologi, pencegahan, penatalaksanaan terhadap penyakit
infeksi sistem reproduksi:

(1) Diakibatkan infeksi menular seksual


(2) Diakibatkan penyakit radang panggul

b. Mampu menjelaskan fisiologi wanita yang dihubungkan dengan siklus menstruasi, kehamilan
perubahan fisiologi, histologi dan anatomi wanita hamil, tanda klinis wanita hamil
penatalaksanaan dan komplikasi serta kelainan yang didapat selama kehamilan dengan
menjelaskan patofisiologi dengan mengetahui landasan ilmiah dari:

(1) Kehamilan normal.


(2) Infeksi intra terin: korioaminionitis
(3) infeksi pada kehamilan: TORCH, hepatitis B, malaria,
(4) Abortus:
abotus mengancam, abortus spontan, abortus komplit.
5

(5) Permasalahan yang dapa terjadi pada kehamilan: hiperemesis gravidarum, preeklamsia,
eklamsia, janin tumbuh lambat, anemia defisiensi besi pada kehamilan,

c. Mampu menjelaskan fisiologi wanita bersalin (kala 1-4), histologi dan anatomi wanita hamil,
tanda klinis (kala 1-4), penatalaksanaan atas komplikasi yang didapat selama persalinan
dengan mengetahui landasan ilmiah dari:

(1) Persalinan normal


(2) Permasalahan dalam persalinan:
Persalinan preterm, bayi post matur, ketuban pecah dini, partus lama, distosia, prolaps
tali pusat,
(3) Pertolongan bayi baru lahir:
hipoksia janin (anak)
(4) perdarahan antepatum dan perdarahan post partum yang diakibatkan:
ruptur serviks, ruptur perineun, retensi plasenta, inversio uterus,endometritis,
subinvolusio uterus, penyebab lain perdarahan post partum
d. Mampu menjelaskan fisiologi organ genitalia wanita, histologi dan anatomi genitalia wanita,
patofisiologi, tanda klinis, mikrobiologi, pencegahan, penatalaksanaan terhadap kelainan
pada organ genital wanita, serta keganasan:
(1) Kista dan abses kelenjar bartolini, abses folikel rambut dan kelenjar sebasea, corpus
alienum vagina, kista gartner, prolaps uterus, sistokel, rektokel.

(2) Kelainan payudara yang berhubungan dengan masa nifas: Mastitis, cracked nipple,
inverted nipple.

(3) Tumor dan keganasan pada organ genital: Torsi dan ruptur kista, karsinoma serviks,
kista dan keganasan ovarium.

e. Menggunakan data klinik dan pemeriksaan penunjang yang rasional untuk menegakkan
diagnosis:

(1) Pemeriksaan swab vagina, pemeriksaan duh genital; bau, pH, pewarnaan gram, salin
dan KOH, pap’s smear, pemeriksaan IVA, USG perabdominal untuk kehamilan, kuretase

(2) Penilaian hasil pemeriksaan semen, kurva temperatur basal termasuk instruksi dan
penilaian, uji paskakoitus (perolehan bahan uji, penyiapan dan penilaian slide)
6

(3) Mengukur denyut jantung janin, pemeriksaan pelvimetri klinis, CTG:melakukan dan
menginterpretasikan, USG Obgyn
f. Menggunakan alasan ilmiah dalam menentukan penatalaksanaan masalah kesehatan
berdasarkan etiologi, patogenesis, dan patofisiologi serta prognosis penyakit:

(1) Menjelaskan indikasi & kontraindikasi pengobatan

(2) Menjelaskan parameter & indikator keberhasilan pengobatan

(3) Menjelaskan perlunya evaluasi lanjutan

g. Menerapkan prinsip-prinsip ilmu Biomedik, ilmu Humaniora, ilmu Kedokteran Klinik, dan ilmu
Kesehatan Masyarakat/Kedokteran Pencegahan/Kedokteran Komunitas yang berhubungan
dengan promosi dan prevensi masalah kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat,
terjadinya masalah kesehatan individu, keluarga, dan masyarakat dan menentukan prioritas
masalah kesehatan tersebut:
(1) menjelaskan terjadinya masalah kesehatan pada individu, keluarga & masyarakat

(2) mampu menentukan prioritas masalah kesehatan

(3) mampu melakukan promosi kesehatan

(4) mampu melakukan prevensi kesehatan

h. Menerapkan prinsip-prinsip ilmu Biomedik, ilmu Humaniora, ilmu Kedokteran Klinik, dan ilmu
Kesehatan Masyarakat/Kedokteran Pencegahan/Kedokteran Komunitas yang berhubungan
dengan rehabilitasi medik dan sosial pada individu, keluarga dan masyarakat serta
kepentingan hukum dan peradilan:
(1) menjelaskan rehabilitasi medis dan sosial terkait penatalaksanan penyakit pasien
(2) menjelaskan peran/tugas dokter terkait kepentingan hukum dan peradilan
g. Mempertimbangkan kemampuan dan kemauan pasien, bukti ilmiah kedokteran, dan
keterbatasan sumber daya dalam pelayanan kesehatan untuk mengambil keputusan
(1) mampu berempati pada pasien
(2) menjelaskan aspek yang lebih luas terkait penyakit pasien mencakup sosial budaya,
ekonomi, keyakinan/agama, etik dan medikolegal

Keterampilan Klinis
7

Lulusan FK UPNVJ mampu melakukan prosedur diagnosis dengan melakukan dan


menginterpretasi hasil anamnesis, pemeriksaan fisik umum dan khusus di bidang obstetrik dan
ginekologi sesuai dengan level kompetensi ketrampilan klinis 3 dan 4A (SKDI 2012).

Pengelolaan Masalah Kesehatan

Lulusan FK UPNVJ mampu melakukan pencegahan dan deteksi dini, membuat diagnosis,
memberikan terapi (kasus level kompetensi 4)/ terapi pendahuluan (kasus level kompetensi
3A)/terapi emergensi (kasus level kompetensi 3B) dan mengkonsultasikan dan/atau merujuk
pasien yang dicurigai mengalami kasus dengan level kompetensi 1 dan 2 (SKDI 2012).

Pada akhir stase kepaniteraan klinik Obstetri dan Ginekologi, maka Dokter Muda (mahasiswa)
FK UPNVJ:
(1) Mampu melakukan pencegahan untuk memperlambat progresi dan timbulnya komplikasi
dan atau kecacatan pasien dalam obstetri dan ginekologi.

(2) Mampu menginterpretasi data klinis dari pemeriksaan yang dilakukan dan merumuskan
menjadi diagnosis.

(3) Mampu membuat rencana penatalaksanaan pasien obstetri dan ginekologi.

(4) Mampu memberikan terapi pada pasien obstetri dan ginekologi sesuai daengan indikasi
(untuk 4)

(5) Mampu memberikan terapi pendahuluan pada pasien obstetri dan ginekologi (untuk 3A)

(6) Mampu menentukan adanya suatu kegawatan pasien obstetri dan ginekologi dan mampu
melakukan tindakan emergensi pada pasien tersebut. (untuk 3B)

(7) Mampu mengkonsultasikan dan/atau merujuk pasien pasien obstetri dan ginekologi (untuk
3A& 3B).

(8) Mampu menulis resep obat secara bijak dan rasional (tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis,
tepat frekwensi dan cara pemberian, serta sesuai kondisi pasien), jelas, lengkap, dan dapat
dibaca untuk pasisen pasien obstetri dan ginekologi .
8

(9) Mampu mengidentifikasi berbagai indikator keberhasilan pengobatan, memonitor


perkembangan penatalaksanaan, memperbaiki, dan mengubah terapi dengan tepat pada
pasien pasien obstetri dan ginekologi

(10) Mampu menentukan prognosis pasien pasien obstetri dan ginekologi berdasarkan
keilmuannya.

Daftar penyakit dan tingkat kemampuan yang harus dicapai oleh Dokter
Umum pada Ilmu Kebidanan dan Kandungan sesuai SKDI 2012
No. Daftar Penyakit Tingkat
Kemampuan
9

Penyakit Infeksi
1 Siflis 3A
2 Toksoplasmosis 2
3 Sindrom duh (discharge) genital (gonore dan 4A
nongonore)
4 Infeksi virus Herpes tipe 2 2
5 Infeksi saluran kemih bagian bawah 4A
6 Vulvitis 4A
7 Kondiloma akuminatum 3A
8 Vaginitis 4A
9 Vaginosis bakterialis 4A
10 Servisitis 3A
11 Salpingitis 4A
12 Absestubo-ovarium 3B
13 Penyakit radang panggul 3A
Kehamilan
14 Kehamilan normal 4A
Gangguan pada Kehamilan
15 Infeksi intra-uterin :Korioamnionitis 3A
16 Infeksi pada kehamilan : TORCH, hepatitis B, malaria 3B
17 Aborsi mengancam 3B
18 Aborsi spontan inkomplit 3B
19 Aborsi spontan komplit 4A
20 Hiperemisis grafidarum 3B
21 Inkompatibilitas darah 2
22 Mola hidatidosa 2
23 Hipertensi pada kehamilan 2
24 Preeklampsia 3B
25 Eklampsia 3B
26 Diabetes gestasional 2
27 Kehamilan posterm 2
10

28 Insufisiensi plasenta 2
29 Plasenta previa 2
30 Vasa previa 2
31 Abrubsio plasenta 2
32 Inkompeten serviks 2
33 Polihidramnion 2
34 Kelainan Letak janin setelah 36 minggu 2
35 Kehamilan ganda 2
36 Janin tumbuh lambat 3A
37 Kelainan janin 2
38 Diproporsi kepala panggul 2
39 Anemia defisiensi besi pada kehamilan 4A
Persalinan dan Nifas
40 Intra-Uterine Fetal Death (IUFD) 2
41 Persalinan preterm 3A
42 Ruptur uteri 2
43 Bayi post matur 3A
44 Ketuban pecah dini (KPD) 3A
45 Distosia 3B
46 Malpresentasi 2
47 Partus lama 3B
48 Prolaps tali pusat 3B
49 Hipoksia janin 3B
50 Ruptur serviks 3B
51 Ruptur perineum tingkat 1-2 4A
52 Ruptur perineum tingkat 3-4 3B
53 Retensi plasenta 3B
54 Infersio uterus 3B
55 Pendarahan post partum 3B
56 Tromboemboli 2
57 Endometritis 3B
11

58 Inkontinensia urine 2
59 Inkontinensia fases 2
60 Trombosis vena dalam 2
61 Tromboflebitis 2
62 Subinvolusio uterus 3B
Kelainan organ genital
Kista dan abses kelenjar bartolini 3A
Abses folikel rambut atau kelenjar sebasea 4A
Malformasi kongenital 1
Kistokel 1
Rektokel 1
Corpus alineum vaginae 3A
Kista gartner 3A
Fistula 3A
Kista nabotian 3A
Polip serviks 3A
Malformasi kongenital uterus 1
Prolaps uterus. Sistokel, rektokel 3A
Hematokolpos 2
Endometriosis 2
Hiperplasia endometrium 1
Menopause, perimenopausal sindrom. 2
Polikistik ovarioum 1
Kehamilan ektopik 2
Tumor dan keganasan pada organ gental
Karsinoma serviks 2
Karsinoma endometrium 1
Karsinoma ovarium 1
Teratoma ovarium (kista demoid) 2
Kista ovarium 2
Torsi dan ruptur kista 3B
12

Koriokarsinoma Adenomiosis, mioma 1


Malpresentasi 2
Payudara
Inflamasi abses 2
Mastitis 4A
Cracked nipple 4A
Inverted nipple 4A
Fibrokista 2
Fibroadenoma mmae (FAM) 2
Tumor filoides 1
Karsinoma payudara 2
Penyakit Paget 1
Ginekomastia 2

Tingkat kemampuan yang harus dicapai :


Tingkat kemampuan 1 : Mengenali dan menjelaskan
Lulusan dokter mampu mengenali dan menjelaskan gambaran klinik penyakit, dan
m,engetahui cara yang paling tepat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai
penyakit tersebut, selanjutnya menentukan rujukan yang paling tepat bagi pasien.
Lulusan dokter juga mampu menindak lanjuti sesudah kembali dan rujukan.

Tingkat Kemampuan 2 : mendiagnosis dan merujuk


Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik terhadap penyakit tersebut dan
menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya. Lulusan
dokter juga mampu menindak lanjuti susudah kembali dari rujukan.
Tingkat kemampuan 3 : mendiagnosis, melakukan penetalaksanaan awal, dan
merujuk

3A Bukan Gawat darurat


Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi
pendahuluan pada keadaan yang bukan gawat darurat. Lulusan dokter mampu
13

menentukan rujukan yang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya.


Lulusan dokter juga mampu menindak lanjuti sesudah kembali daru rujukan

3B. Gawat darurat


Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan memberikan terapi
pendahuluan pada keadaan gawat darurat demi menyelamatkan nyawa atau
mencegah keparahan dan atau kecacatan pada pasien. Lulusan dokter mampu
menentukan rujukanyang paling tepat bagi penanganan pasien selanjutnya.
Lulusan dokter juga mampu menindaklanjuti sesuadah kembali dari rujukan

Tingkat Kemampuan 4 : mendiagnosis, malakukan penatalaksanaan secara


mandiri dan tuntas
Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan
penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas.
4A. Kompetensi yang dicapai pada saat lulusan dokter
4B. Profisiensi (Kemahiran) yang dicapai setelah selesai interenship dan atau
Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB)
Dengan demikian didalam daftar penyakit ini level kompetensi tertinggi adalah 4A

Daftar keterampilan yang harus dikuasai

OBSTETRI
Kehamilan
No. Keterampilan Tingkat
1 Identifikasi kehamilan risiko tinggi 4A
2 Konseling prakonsepsi 4A
3 Pelayanan perawatan antenatal 4A
4 Inspeksi abdomen wanita hamil 4A
5 Palpasi : tinggi fundus, manufer Leopold, penilaian posisi dari luar 4A
6 Mengukur denyut jantung janin 4A
7 Pemeriksaan dalam pada kehamilan muda 4A
14

8 Pemeriksaan pelvimetri klinis 4A


9 Tes kehamilan 4A
10 CTG : melakukan dan menginterpretasikan 3
11 Permintaan pemeriksaan USG obsgin 4A
12 Pemeriksaan USG obsgin (skrining obstetri) 4A
13 Amnio sentesis 2
14 Chorionic villus sampling 2
Proses Melahirkan Normal
15 Pemeriksaan obstetri (penilaian serviks, dilatasi, membran, 4A
presentasi janin dan penurunan)
16 Menolong persalinan fisiologis sesuai Asuhan persalinan normal 4A
(APN)
17 Pemecahan membran ketuban sesaat sebelum melairkan 4A
18 Insersi kateter untuk tekanan intrauterus 2
19 Anestesis lokal diperinium 4A
20 Anestesi pudendal 2
21 Anestesi epidural 2
22 Episiotomi 4A
23 Resusitasi bayi baru lahir 4A
24 Menilai skor Apgar 4A
25 Pemeriksaan fisik bayi baru lahir 4A
26 Postpartum : pemeriksaan tinggi fundus, plasenta : lepas/tersisa 4A
27 Memperkirakan/mengukur kehilangan darah sesudah melahirkan 4A
28 Menjahit luka episiotomi serta laserasi derajat 1 dan 2 4A
29 Menjahit luka episiotomi derajat 3 3
30 Menjahit luka episiotomi derajat 4 2
31 Insiasi menyusui dini (IMD) 4A
32 Induksi kimiawi persalinan 3
33 Menolong persalinan dengan presentasi bokong (breech 3
presentation)
34 Pengambilan darah fetus 2
15

35 Operasi Caesar (Caesarean section) 2


36 Pengambilan plasenta secara manual 3
37 Ekstraksi vakum rendah 3
38 Pertolongan distosia bahu 3
39 Kompresi bimanual (eksterna, interna, aorta) 4A
Perawatan Masa Nifas
40 Menilai lochia 4A
41 Palpasi posisi fundus 4A
42 Payudara : inspeksi, manajemen laktasi, masase 4A
43 Mengajarkan hygiene 4A
44 Konseling kontrasepsi/KB pasca salin 4A
45 Perawatan luka episiotomi 4A
46 Perawatan luka operasi Caesar 4A

Kolom tingkat kemampuan di atas mengacu pada tingkat kemampuan yang diharapkan dicapai
pada akhir pendidikan dokter, yaitu :

Tingkat Kemampuan 1 (Know) : Mengetahui dan menjelaskan


Lulusan dokter mampu menguasai pengetahuan teoritis termasuk aspek biomedik
dan psokososial keterampilan tersebut sehingga dapat menjelaskan kepada
pasien/klien dan keluarganya,teman sejawat, serta profesi lainnya tentang prinsip,
indikasi, dan komplikasi yang mungkin timbul. Keterampilan ini dapat dicapai
dokter muda melalui perkuliahan, , diskusi penugasan, dan belajar mandiri,
sedangkan penilaiannya dapat menggunakan ujian tulis.
Tingkat kemampuan 2 (Know How) : Pernah melihat atau didemonstrasikan
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teoritis dari keterampilan ini dengan
penekanan pada clinical reasoning dan problem solving serta berkesempatan
untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demontrasi
atau pelaksanaan langsung pada pasien/masyarakat. Pengujian keterampilan
tingkat kemampuan 2 dengan menggunakan ujian tulis pilihan berganda atau
penyelesaian kasus secara tertulis dan atau lisan (Oral Test)
16

Tingkat kemampuan 3 (Show) : Pernah melakukan atau pernah menerapkan


dibawah supervise
Lulusan dokter menguasai pengetahuan teori keterampilan ini termasuk latar
belakang biomedik dan dampak psikososial keterampilan tersebut, berkesempatan
untuk melihat dan mengamati keterampilan tersebut dalam bentuk demonstrasi
atau pelaksanaan langsung pada pasien/masyarakat, serta berlatih keterampilan
tersebut pada alat peraga dan atau standardized patient. Pengujian keterampilan
tingkat kemampuan 3 dengan menggunakan Objective Structured Clinical
Examination (OSCE) atau Objective Structured Assessment of Technical Skills
(OSATS).

Tingkat kemampuan 4 (Does) : Mampu melakukan secara mandiri


Lulusan dokter dapat memperlihatkan keterampilannya tersebut dengan
mengauasai seluruh teori, prinsip, indikasi, langkah-langkah cara melakukan,
komplikasi. Selain pernah melakukannya di bawah supervise, pengajuan
keterampilan tingkat kemampuan 4 dengan menggunakan workbased assessment
missal mini-CEX, portofolio, Logbook, dsb.
4A. Keterampilan yang dicapai pada saat lulus dokter
4B. Profisiensi (kemahiran) yang dicapai setelah selesai internsip dan atau
Pendidikan Kedokteran Berkelanjutan (PKB)

Dengan demikian di dalam Daftar Keterampilan Klinis ini tingkat kompetensi tertinggi
adalah 4A.
17

METODE PEMBELAJARAN KEPANITERAAN DEPARTEMEN


OBSTETRI GINEKOLOGI

Berikut ini adalah metoda belajar mengajar yang digunakan dalam kegiatan kepaniteraan obstetri
dan ginekologi. Seluruh kegiatan ini wajib didokumentasikan di dalam buku log, dan digunakan
sebagai sarana penilaian; sumatif (mennentukan kelulusan) dan formatif (progress mahasiswa).

1. Kuliah interaktif
Merupakan sarana untuk berdiskusi dengan pakar di dalam suatu ruangan besar, dimana
komunikasi berjalan dua arah. Diharapkan pada kesempatan ini mahasiswa yang menjadi
center, dengan melakukan presentasi dari kasus yang menjadi topik pembahasan, sementara
pakar yang memberikan masukan atau koreksi berdasarkan kepustakaan atau pengalaman
dalam pelayanan pasien.

2. Case Report Session (CRS)/Laporan Kasus


Merupakan diskusi ilmiah mahasiswa berupa laporan kasus pasien pada saat stase bangsal.
Manajemen kasus merupakan kegiatan pembelajaran mahsiswa kepaniteraan, dimana
dilakukan pengelolaan pasien secara lengkap yang mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik
dan penunjang, menentukan diagnosis banding, merencanakan terapi dan follow up dengan
supervisi penangung jawab (dokter pemegang pasien).
Kasus yang digunakan adalah kasus yang menarik dan cukup komplek, dan terdapa dalam
daftar peyakit SKDI 2012 dalam kompetensi 3 dan 4, atau kasus kompetensi 1 dan 2 yang
cukup banyak ditemui di rumah sakit pendidikan.
Mahasiswa memilih kasus, kemudian meminta persetujuan dari Dokter Pembimbing
Klinik (DPK). Bila disetujui barulah mahasiswa melakukan pengelolaan pasien secara
lengkap. Hasil kegiatan tersebut disusun dalam lembar status pasien dan dipresentasikan
serta didiskusikan di forum dengan pembimbingan dokter pembimbing klinik.
Manajemen kasus dilakukan minimal 2 kali selama 1 stase.
18

3. Resource Person Session (RPS) / Mini lecture


Merupakan forum diskusi ilmiah dalam kelompok kecil dipimpin oleh DPK masing-masing
bagian (sub divisi). Pertemuan ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk
mendiskusikan hal-hal yang masih belum jelas, dan menjadi bahan penggalian pengalaman
para expert dalam praktek di onetetri ginekologi serta sarana mencari masukan referensi
terbaik yang akan digunakan dalam pengembangan ilmu pengetahuan.

4. Meet the expert (MTE)/Konferensi


Merupakan forum diskusi ilmiah kelompok besar dengan seluruh DPK masing-masing bagian.
Selain para pembimbing dan mahasiswa juga akan dihadiri dokter PPDS dan dokter asisten.
Dalam kesempatan in mahasiswa diharapkan memperlajari bukan hanya kognitif, tetapi juga
profesionalisme yang dilaksanakan dalam kegiatan presnetasi dan tanya jawab serta diskusi
ilmiah.
Dilaksanakan satu kali dalam satu minggu sesuai jadwal rumah sakit pendidikan.

5. Journal Reading
Journal reading merupakan kegiatan pembelajaran dimana mahasiswa kepaniteraan obgyn
mencari, membaca dan melalukan telaah kritis terhadap suatu laporan penelitian (journal)
baik dari aspek etiologi / faktor risiko, diagnosis penatalaksanaan ataupun prognosis yang
sesuai dengan kasus yang terdapat dalam daftar penyakit dengan level kompetensi 3 atau 4
yang ditemukan di bangsal atau poli untuk masalah kebidanan dan penyakit kandungan.
Tujuan dilakukannya Journal reading di departemen obgyn adalah agar mahasiswa
kepaniteraan obgyn dapat mengakses informasi terkini terkait penyakit dalam dan melakukan
penanganan pasien berdasarkan evidence yang sesuai.
Kegiatan belajar ini dapat dilaksanakan 1-2 kali selama kepaniteraan; merupakan sebagai
bagian dari proses kegiatan belajar dalam tutorial klinik; dan Pelaksanaannya dapat
digabungkan dengan kegiatan tutorial klinik.

6. Referat
Merupakan kegiatan dimana mahasiswa kepaniteraan menulis karya ilmiah berdasarkan satu
materi yang terdapat dalam buku teks yang telah dibacanya. Penulisan karya tulis harus
19

sesuai dengan kaidah tulisan ilmiah, menggunakan metoda hardvard atau vancouver sesuai
yang disepakati, serta penulisan sitasi yang benar.
Mahasiswa harus mempresentasikan karya tulis ini dihadapan DPK dan seluruh mahasiswa
kepaniteraan obgyn dengan mempersiapkan media presentasi powerpoint.
Kegiatan ini harus dilakukan 1 x oleh setiap mahasiswa kepaniteraan, dan merupakan
prasyarat untuk mengikuti ujian akhir bagian/departemen.

7. Bedside Teaching (BST)


Merupakan proses pembelajaran dengan menggunakan pasien yang dilakukan di poliklinik,
ruang rawat inap, UGD, atau ruang operasi untuk pemeriksaan pasien dan melakukan
prosedur keterampilan klinik sesuai dengan kompetensi dokter umum (KKI,2006).
Bedside teaching (BST) merupakan kegiatan pembelajaran dokter muda dengan bimbingan
DPK dalam mengelola pasien yang mencakup kegiatan anamnesis, pemeriksaan fisik,
pemeriksaan penunjang, interpretasi klinis, penegakan diagnosis dan membuat rencana
penatalaksanaan yang dilakukan langsung pada pasien yang ada. Dalam kegiataan BST, DPK
menyiapkan dokter muda tentang syarat pengetahuan yang harus dimiliki sebelum BST dan
juga menyiapkan pasien untuk BST.
Kegiatan BST ini dapat dilaksanakan di bangsal maupun poliklinik atau unit rawat jalan.
Kegiatan BST ini ditujukan sebagia sarana pembelajaran ilmu keteramplikan klinis dan
keterampilan komunikasi. Pada BST ini dosen pembimbing menjadi role modelling dalam
pengelolaan pasien.

Pelaksanaan BST dilakukan 3 tahap:


 Pre rounds (tahap sebelum visit atau berinteraksi langsung dengan pasien): pada tahap
ini Pembimbing menjelaskan tujuan pembelajaran BST saat itu, perencanaan, dan
orientasi kasus pada dokter muda.
 Rounds (tahap berinteraksi langsung dengan pasien): Pada tahap ini dokter pembimbing
klinik melakukan pengelolaan pasien dari anamnesis, pemeriksaan fisik ataupun
penunjang, interpretasi klinis, penegakan diagnosis sampai manajemen ataupun proses
kegiatan lain yang dibutuhkan sesuai kasus. BST pada minggu awal, mahasiswa masih
mengamati DPK dalam mengelola pasien. BST pada minggu selanjutnya. DPK dapat
20

meminta dokter muda yang melakukan pengelolaan terhadap pasien (dapat pasien poli
maupun bangsal) dengan supervisi DPK.
 Post rounds (tahap setelah visit atau berinteraksi langsung dengan pasien): Pada tahap
ini dilakukan diskusi tentang kasus, feedback, dan refleksi.
Kegiatan BST dapat dilakukan minimal 1 kali dalam seminggu pada minggu pertama
hingga minggu terakhir dan dapat pada saat DPK melakukan visite bangsal ataupun
pengelolaan pasien di poliklinik.

Kegiatan belajar lain yang juga wajib didokumentasikan ke dalam buku log:
1. Laporan Jaga
Merupakan kegiatan yang dilakukan setiap pagi, dengan dihadiri minimal seorang Dokter
Pembimbing Klinik (DPK)/konsulen jaga malam, dan seluruh mahasiswa kepaniteraan
obstetri dan ginekologi. Kegiatan yang dilakukan dicatat dan ditandatangani oleh dokter
pembimbing/ konsulen yang bertanggung jawab pada jadwal tersebut.

2. Follow up pasien
Follow up pasien adalah kegiatan pembelajaran dokter muda, dimana dokter muda mengikuti
perkembangan pasien tiap hari dengan melakukan anamnesis dan pemeriksaan untuk
mengetahui perjalanan penyakit ataun perkembangan pasien yang sedang dirawat.
Dokter muda mempunyai catatan medis tentang perkembangan pasien, dan didiskusikan ke
dokter pembimbing klinik. Kegiatan ini dapat membantu dokter muda memahami aspek klinis
perjalan penyakit. Kegiatan ini dilakukan dokter muda di bangsal.
Follow up dilakukan setiap hari pada pasien bangsal yang menjadi tanggung jawabnya.
21

LOKASI KEGIATAN KEPANITERAAN DAN TATA KERJA

A. POLIKLINIK FETOMATERNAL
Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal,
pengetahuan, keterampilan dan sikap profesional dalam penanganan pasien-pasien
obstetri di Poliklinik Fetomaternal, dibawah bimbingan Konsulen poliklinik (DPJP).
Tata kerja poliklinik fetomaternal (obstetri) :
1. Berdoa sebelum, selama dan setelah bekerja.
2. Setiap hari melaporkan kehadirannya kepada Konsulen (Dokter Pembimbing Klinik
(DPK)) dan Kaur (Kepala Urusan) Poliklinik Fetomaternal ( Senin s/d Jumat ).
3. Jadwal kegiatan pendidikan praktek penanganan pasien di Poliklinik Fetomaternal
berlangsung selama jam pelayanan rumahsakit.
4. Memeriksa semua pasien Poliklinik Fetomaternal di bawah supervisi DPK dengan cara
yang komunikatif, sopan, ramah dan penuh rasa tanggung jawab dan menunjukkan sopan
sanun dengan respek kepada pasien (respect to the patients), bila ada keraguan segera
konsultasi (konsultasi berjenjang) terhadap penanggung jawab kegiatan.

Catatan:
Status:
 Status dibuat bersama DPJP.
 Pengisian status memakai metoda CMBM yang telah diperbaharui sehingga sesuai
dengan standar JCI; dan sebelumnya dilakukan pemeriksaan kelengkapan data
yang diperlukan.
 Status poliklinik terdari dari dua bagian, yaitu status induk dan status terintegrasi
untuk pengamatan lanjutan berkesinambungan (lihat status asuhan antenatal).

5. Berikan informasi yang jelas dan benar kepada setiap pasien sesuai dengan
kompetensinya, dan bila dirasakan ada keraguan dikonsultasikan terhadap DPK.
6. Peserta kepaniteraan di polikilinik fetomaternal menentukan nilai risiko kehamilan
pada setiap pasien dan menentukan tanggal kontrol sesuai jadwal.
22

7. Pasien konsultasi antar departemen harus diperiksa bersama Konsulen


poliklinik. Lembar jawaban konsultasi ditanda tangani oleh Konsulen (DPJP) yang
bersangkutan.
8. Permintaan pemeriksaan laboratorium khusus, USG atau pemeriksaan penunjang
lainnya harus mendapat persetujuan tertulis dari konsulen poliklinik (DPJP).
Formulir pengajuan pemeriksaan dapat dibuat oleh Koasisten dibawah supervisi
DPJP, dan harus ditandatangani / diketahui oleh Konsulen Poliklinik
(DPJP).
9. Melakukan pemeriksaan USG dibawah supervisi DPJP. Pemeriksaan USG rutin
dilakukan pada pasien yang baru pertamakali datang, tes hamil positif, dan
skrining kehamilan (10 -12 minggu; 20 – 22 minggu; dan 30 – 32 minggu).
Pemeriksaan USG lainnya harus atas indikasi medis, misalnya perdarahan
pada kehamilan, memantau pertumbuhan janin yang dicurigai PJT, kelainan letak
setelah kehamilan 36 minggu, dll.
10. Mengusulkan kasus-kasus khusus yang akan dibicarakan bersama PPDS
Obgyn dalam konferensi klinik atau pembahasan ilmiah lainnya (pasien - pasien
risiko tinggi atau berpotensi bermasalah), kemudian dibahas bersama DPJP.
11. Memperoleh bimbingan praktek pemeriksaan dan penatalaksanaan pasien dari
DPJP.
12. Mampu menjalin hubungan kerja yang baik dan bertanggung jawab dengan semua
mitra kerja (bekerja sebagai satu tim yang solid).
13. Mengikuti Ronde Besar Pelayanan, Ronde Besar, konferensi Ilmiah,
Laporan Jaga, dan kegiatan ilmiah lainnya yang diadakan di Departemen OBGIN
RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad (Sinopsis PPDS, Laporan Kasus PPDS, Laporan
Jaga PPDS, Audit SC PPDS).

Penilaian poliklinik fetomaternal (obstetri) :


1. Penilaian etika, pengetahuan, sikap dan keterampilan dilakukan oleh DPK/
DPJP (konsulen yang bertugas) yang bertugas di poliklinik dan dibahas dalam rapat
23

Divisi Fetomaternal, untuk selanjutnya disampaikan kepada Sesdik S1 dengan


tembusan kepada Kodik Departemen Obstetri dan Rumahsakit pendidikan.
2. Menggunakan format penilaian 360 derajat oleh DPK Poliklinik Fetomaternal
(bobot nilai : 50%).
3. Semua kegiatan bimbingan Koasisten dicatat dalam buku log Obstetri
Ginekologi dan ditandatangani oleh DPK/ DPJP.
4. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali
teguran lisan), namun bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan
teguran tertulis.
Pelanggaran berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek,
berbohong, pelecehan seksual, dll) akan dikenakan teguran tertulis.
Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi Fetomaternal, dibahas dalam rapat Divisi
Fetomaternal, kemudian diajukan kepada Sesdik S1 dan Kodik Departemen
Obstetri dan Ginekologi Rumahsakit pendidikan untuk ditindak lanjut.
5. Penilaian akhir prestasi akademik Koasisten akan dibahas dalam rapat
pendidikan Departemen Obstetri Ginekologi Rumah sakit pendidikan.
6. Sarana penilaian untuk kognitif dan psikomotor koasisten obstetri dan ginekologi
dapat berbentuk one minute perceptor, bed side teaching, OSCE, Mini Cex, DOPS,
dan OSLER (long case), sesuai Panduan Kegiatan Koasisten di Departemen OBGIN
Rumah sakit pendidikan.

B. GINEKOLOGI DAN GINEKOLOGI ONKOLOGI


Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,
keterampilan dan sikap profesional dalam penanganan pasien-pasien obstetri di Ginekologi dan
ginekologi onkologi, dibawah bimbingan Konsulen poliklinik (DPJP).
Tata kerja ginekologi dan ginekologi onkologi (obstetri) :
1. Berdoa sebelum, selama dan setelah bekerja.
2. Setiap hari melaporkan kehadirannya kepada Konsulen (Dokter Pembimbing Klinik
(DPK)) dan Kaur (Kepala Urusan) Ginekologi dan ginekologi onkologi ( Senin s/d Jumat ).
24

3. Jadwal kegiatan pendidikan praktek penanganan pasien di Poliklinik Fetomaternal


berlangsung selama jam pelayanan rumahsakit.
4. Memeriksa semua pasien Ginekologi dan ginekologi onkologi di bawah supervisi DPK
dengan cara yang komunikatif, sopan, ramah dan penuh rasa tanggung jawab dan
menunjukkan sopan sanun dengan respek kepada pasien (respect to the patients), bila
ada keraguan segera konsultasi (konsultasi berjenjang) terhadap penanggung jawab
kegiatan.

Catatan:
Status:
 Status dibuat bersama DPJP.
 Pengisian status memakai metoda CMBM yang telah diperbaharui sehingga
sesuai dengan standar JCI; dan sebelumnya dilakukan pemeriksaan kelengkapan
data yang diperlukan.
 Status poliklinik terdari dari dua bagian, yaitu status induk dan status terintegrasi
untuk pengamatan lanjutan berkesinambungan (lihat status asuhan antenatal).

5. Berikan informasi yang jelas dan benar kepada setiap pasien sesuai dengan
kompetensinya, dan bila dirasakan ada keraguan dikonsultasikan terhadap DPK.
6. Pasien konsultasi antar departemen harus diperiksa bersama Konsulen poliklinik.
Lembar jawaban konsultasi ditanda tangani oleh Konsulen (DPJP) yang bersangkutan.
7. Permintaan pemeriksaan laboratorium khusus, USG atau pemeriksaan penunjang lainnya
harus mendapat persetujuan tertulis dari konsulen poliklinik (DPJP). Formulir pengajuan
pemeriksaan dapat dibuat oleh Koasisten dibawah supervisi DPJP, dan harus
ditandatangani / diketahui oleh DPJP.
8. Melakukan pemeriksaan USG ginekologi dan ginekologi onkologi dilakukan atas indikasi
medis dan pengajuannya harus mendapat persetujuan tetulis dari kosulen (DPJP).
9. Mengusulkan kasus-kasus khusus yang akan dibicarakan bersama PPDS Obgyn
dalam konferensi klinik atau pembahasan ilmiah lainnya (pasien - pasien risiko tinggi atau
berpotensi bermasalah), kemudian dibahas bersama DPJP.
10. Memperoleh bimbingan praktek pemeriksaan dan penatalaksanaan pasien dari DPJP.
25

11. Mampu menjalin hubungan kerja yang baik dan bertanggung jawab dengan semua mitra
kerja (bekerja sebagai satu tim yang solid).
12. Mengikuti Ronde Besar Pelayanan, Ronde Besar, konferensi Ilmiah, Laporan
Jaga, dan kegiatan ilmiah lainnya yang diadakan di Departemen OBGIN RSPAD Gatot
Soebroto Ditkesad (Sinopsis PPDS, Laporan Kasus PPDS, Laporan Jaga PPDS).

Penilaian ginekologi dan ginekologi onkologi (obstetri) :


1. Penilaian etika, pengetahuan, sikap dan keterampilan dilakukan oleh DPK/ DPJP
(konsulen yang bertugas) yang bertugas di poliklinik dan dibahas dalam rapat Divisi
ginekologi dan ginekologi onkologil, untuk selanjutnya disampaikan kepada Sesdik S1
dengan tembusan kepada Kodik Departemen Obstetri dan Rumahsakit pendidikan.
2. Menggunakan format penilaian 360 derajat oleh DPK Ginekologi dan ginekologi onkologi
(bobot nilai : 50%).
3. Semua kegiatan bimbingan Koasisten dicatat dalam buku log Obstetri Ginekologi dan
ditandatangani oleh DPK/ DPJP.
4. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali teguran
lisan), namun bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan teguran
tertulis.
a. Pelanggaran berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek,
berbohong, pelecehan seksual, dll) akan dikenakan teguran tertulis.
b. Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi Fetomaternal, dibahas dalam rapat Divisi
ginekologi dan ginekologi onkologi, kemudian diajukan kepada Sesdik S1 dan
Kodik Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumahsakit pendidikan untuk ditindak
lanjut.
5. Penilaian akhir prestasi akademik Koasisten akan dibahas dalam rapat pendidikan
Departemen Obstetri Ginekologi Rumah sakit pendidikan.
6. Sarana penilaian untuk kognitif dan psikomotor koasisten obstetri dan ginekologi dapat
berbentuk one minute perceptor, bed side teaching, OSCE, Mini Cex, DOPS, dan OSLER
(long case), sesuai Panduan Kegiatan Koasisten di Departemen OBGIN Rumah sakit
pendidikan.

C. Poliklinik Endokrin Reproduksi dan Keluarga Berencana


26

Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,


keterampilan dan sikap profesional dalam penanganan pasien-pasien di Poliklinik Endokrin
Reproduksi (ER) dan Keluarga Berencana (KB), dibawah bimbingan Konsulen poliklinik ER-KB
(DPJP).
Tata kerja poliklinik endokrin reproduksi dan keluarga berencana (obstetri) :
1. Berdoa sebelum, selama dan setelah bekerja.
2. Setiap hari melaporkan kehadirannya kepada Konsulen (Dokter Pembimbing Klinik
(DPK)) dan Kaur (Kepala Urusan) Poliklinik endokrin reproduksi dan keluarga berencana
(ER-KB) ( Senin s/d Jumat ).
3. Jadwal kegiatan pendidikan praktek penanganan pasien di Poliklinik ER-KB berlangsung
selama jam pelayanan rumahsakit.
4. Memeriksa semua pasien Poliklinik ER-KB di bawah supervisi DPK dengan cara yang
komunikatif, sopan, ramah dan penuh rasa tanggung jawab dan menunjukkan sopan
sanun dengan respek kepada pasien (respect to the patients), bila ada keraguan segera
konsultasi (konsultasi berjenjang) terhadap penanggung jawab kegiatan.

Catatan:
Status:
 Status dibuat bersama DPJP.
 Pengisian status memakai metoda CMBM yang telah diperbaharui sehingga
sesuai dengan standar JCI; dan sebelumnya dilakukan pemeriksaan kelengkapan
data yang diperlukan.
 Status poliklinik terdari dari dua bagian, yaitu status induk dan status terintegrasi
untuk pengamatan lanjutan berkesinambungan (lihat status asuhan antenatal).

5. Berikan informasi yang jelas dan benar kepada setiap pasien sesuai dengan
kompetensinya, dan bila dirasakan ada keraguan dikonsultasikan terhadap DPK.
6. Pasien konsultasi antar departemen harus diperiksa bersama Konsulen poliklinik.
Lembar jawaban konsultasi ditanda tangani oleh Konsulen (DPJP) yang bersangkutan.
7. Permintaan pemeriksaan laboratorium khusus, USG atau pemeriksaan penunjang lainnya
harus mendapat persetujuan tertulis dari konsulen poliklinik (DPJP). Formulir pengajuan
27

pemeriksaan dapat dibuat oleh Koasisten dibawah supervisi DPJP, dan harus
ditandatangani / diketahui oleh DPJP.
8. Melakukan pemeriksaan USG poliklinik endokrin reproduksi dan keluarga berencana
dilakukan atas indikasi medis dan pengajuannya harus mendapat persetujuan tetulis dari
kosulen (DPJP).
9. Mengusulkan kasus-kasus khusus yang akan dibicarakan bersama PPDS Obgyn
dalam konferensi klinik atau pembahasan ilmiah lainnya (pasien - pasien risiko tinggi atau
berpotensi bermasalah), kemudian dibahas bersama DPJP.
10. Memperoleh bimbingan praktek pemeriksaan dan penatalaksanaan pasien dari DPJP.
11. Mampu menjalin hubungan kerja yang baik dan bertanggung jawab dengan semua mitra
kerja (bekerja sebagai satu tim yang solid).
12. Mengikuti Ronde Besar Pelayanan, Ronde Besar, konferensi Ilmiah, Laporan
Jaga, dan kegiatan ilmiah lainnya yang diadakan di Departemen OBGIN RSPAD Gatot
Soebroto Ditkesad (Sinopsis PPDS, Laporan Kasus PPDS, Laporan Jaga PPDS, Audit SC
PPDS).

Penilaian poliklinik endokrin reproduksi dan keluarga berencana (obstetri) :


1. Penilaian etika, pengetahuan, sikap dan keterampilan dilakukan oleh DPK/ DPJP
(konsulen yang bertugas) yang bertugas di poliklinik dan dibahas dalam rapat Divisi ER-
KB, untuk selanjutnya disampaikan kepada Sesdik S1 dengan tembusan kepada Kodik
Departemen Obstetri dan Rumahsakit pendidikan.
2. Menggunakan format penilaian 360 derajat oleh DPK Poliklinik endokrin reproduksi dan
keluarga berencana (bobot nilai : 50%).
3. Semua kegiatan bimbingan Koasisten dicatat dalam buku log Obstetri Ginekologi dan
ditandatangani oleh DPK/ DPJP.
4. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali teguran
lisan), namun bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan teguran
tertulis.
a. Pelanggaran berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek,
berbohong, pelecehan seksual, dll) akan dikenakan teguran tertulis.
28

b. Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi ER-KB, dibahas dalam rapat Divisi ER-KB,
kemudian diajukan kepada Sesdik S1 dan Kodik Departemen Obstetri dan
Ginekologi Rumahsakit pendidikan untuk ditindak lanjut.
5. Penilaian akhir prestasi akademik Koasisten akan dibahas dalam rapat pendidikan
Departemen Obstetri Ginekologi Rumah sakit pendidikan.
6. Sarana penilaian untuk kognitif dan psikomotor koasisten obstetri dan ginekologi dapat
berbentuk one minute perceptor, bed side teaching, OSCE, Mini Cex, DOPS, dan OSLER
(long case), sesuai Panduan Kegiatan Koasisten di Departemen OBGIN Rumah sakit
pendidikan.

D. Poliklinik USG Obstetri Ginekologi


Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,
keterampilan dan sikap profesional dalam penanganan pasien-pasien yang dikonsultasikan ke
Poliklinik USG OBGIN, dibawah bimbingan Konsulen poliklinik USG OBGIN.
Tatacara bekerja di poliklinik USG Obstetri Ginekologi :
1. Berdoa sebelum, selama dan setelah bekerja.
2. Setiap hari melaporkan kehadirannya kepada Konsulen dan Kaur Poliklinik USG OBGIN
(Senin s/d Jumat).
3. Koasisten hanya melakukan pemeriksaan USG obstetric sesuai panduan SKDI-2012 dan
diharapkan mampu mencapai tingkat kompetensi 4A. Pemeriksaan USG Obstetri rutin
dilakukan pada pasien yang : pertamakali diketahui tes hamil positif, skrining kehamilan
(10 -12 minggu; 20 – 22 minggu; dan 30 – 32 minggu). Pemeriksaan USG lainnya harus
atas indikasi medis.
4. Memeriksa semua formulir pengajuan pemeriksaan USG bersama DPK dan atau DPJP.
Melakukan pelayanan pasien dengan cara yang komunikatif, sopan, ramah dan penuh
rasa tanggung jawab (respect to the patients)
5. Berikan informasi yang jelas dan benar kepada setiap pasien sesuai dengan
kompetensinya, dan bila dirasakan ada keraguan dikonsultasikan terhadap DPK.
6. Laporan USG mengikuti standar Kolegium OBGIN dan Pokja USG PB POGI. Laporan dibuat
bersama PPDS OBGIN dan DPJP memakai format laporan USG yang sudah tersedia yaitu
Laporan USG Trimester 1, Laporan USG Trimester 2, Laporan USG Trimester 3, dan
Laporan USG Ginekologi (periksa kelengkapan data yang diperlukan). Laporan dibuat
29

rangkap dua, untuk pasien dan arsip, disimpan dalam rekam medik psien. Berikan
informasi yang jelas dan benar kepada setiap pasien bersama PPDS OBGIN dan atau DPJP.
7. Pasien konsultasi antar departemen harus diperiksa bersama konsulen DPK
poliklinik USG OBGIN. Lembar jawaban konsultasi USG ditanda tangani oleh Konsulen
(DPJP atau DPK) yang bersangkutan.
8. Permintaan pemeriksaan laboratorium khusus atau pemeriksaan penunjang lainnya harus
mendapat persetujuan tertulis dari konsulen (DPJP) poliklinik USG OBGIN. Formulir
pengajuan pemeriksaan harus ditandatangani / diketahui oleh Konsulen
(DPJP).
9. Pemeriksaan USG OBGIN dilakukan atas indikasi medis dan pengajuannya harus
mendapat persetujuan tertulis dari DPJP.
10. Mengusulkan kasus-kasus khusus yang akan dibicarakan dalam konferensi klinik
atau pembahasan ilmiah lainnya (pasien - pasien yang jarang terjadi atau berpotensi
bermasalah), kemudian dibahas bersama DPJP.
11. Memperoleh bimbingan praktek pemeriksaan USG dan penatalaksanaan pasien dari
DPJP.
14. Mampu menjalin hubungan kerja yang baik dan bertanggung jawab dengan mitra kerja
(bekerja sebagai satu tim yang solid)
15. Mengikuti Ronde Besar Pelayanan, Ronde Besar, konferensi Ilmiah, Laporan
Jaga, dan kegiatan ilmiah lainnya yang diadakan di Departemen OBGIN RSPAD Gatot
Soebroto Ditkesad (Sinopsis PPDS, Laporan Kasus PPDS, Laporan Jaga PPDS, Audit SC
PPDS).

Penilaian poliklinik USG obstetri ginekologi (obstetri) :


1. Penilaian etika, pengetahuan, sikap dan keterampilan dilakukan oleh DPK/ DPJP
(konsulen yang bertugas) yang bertugas di poliklinik dan dibahas dalam rapat Divisi USG
OBGIN, untuk selanjutnya disampaikan kepada Sesdik S1 dengan tembusan kepada Kodik
Departemen Obstetri dan Rumahsakit pendidikan.
2. Menggunakan format penilaian 360 derajat oleh DPK Poliklinik USG OBGIN (bobot nilai
: 50%).
3. Semua kegiatan bimbingan Koasisten dicatat dalam buku log Obstetri Ginekologi dan
ditandatangani oleh DPK/ DPJP.
30

4. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali teguran
lisan), namun bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan teguran
tertulis.
Pelanggaran berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek,
berbohong, pelecehan seksual, dll) akan dikenakan teguran tertulis.
Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi ER-KB, dibahas dalam rapat Divisi USG OBGIN,
kemudian diajukan kepada Sesdik S1 dan Kodik Departemen Obstetri dan Ginekologi
Rumahsakit pendidikan untuk ditindak lanjut.
5. Penilaian akhir prestasi akademik Koasisten akan dibahas dalam rapat pendidikan
Departemen Obstetri Ginekologi Rumah sakit pendidikan.
6. Sarana penilaian untuk kognitif dan psikomotor koasisten obstetri dan ginekologi dapat
berbentuk one minute perceptor, bed side teaching, OSCE, Mini Cex, DOPS, dan OSLER
(long case), sesuai Panduan Kegiatan Koasisten di Departemen OBGIN Rumah sakit
pendidikan.

E. Ruang Tindakan Obstetri Ginekologi (Ruang Tindakan PONEK)


Tujuan : memberi pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang profesional dalam menangani pasien-pasien di kamar bersalin
(Ruang Tindakan PONEK), dibawah bimbingan konsulen kamar bersalin (DPJP).

Tatacara Bekerja di Ruang Tindakan Obstetri Ginekologi (Ruang Tindakan


PONEK).
1. Berdoa sebelum, selam, dan setelah bekerja
2. Setiap hari melaporkan kehadirannya kepada Kaur dan Konsulen (DPJP) Kamar Bersalin
(Senin s/d Jum’at).
3. Lihat rekam medik pasien, apakah termasuk risiko tinggi atau risiko rendah.
Penanganan kasus sesuai jenjang kompetensi Koasisten dan telah memperoleh
persetujuan Konsulen Kamar Bersalin (DPJP).
4. Memeriksa semua pasien dengan cara yang komunikatif, sopan, ramah dan penuh rasa
tanggung jawab (respect to patients) ,
5. Bila ada keraguan segera konsultasi (konsultasi berjenjang).
31

6. Melakukan pembahasan bersama Konsulen Kamar Bersalin (DPJP) semua kasus yang ada.
Pembahasan harian terutama dilakukan pada saat ronde Konsulen (DPJP) Ruang
Tindakan Obstetri dan Ginekologi (Ruang Tindakan PONEK). Waktu kerja jam 09.00 -
14.00 WIB (ISOMA jam 12.00 – 13.00).
7. Mempersiapkan diri dengan baik untuk acara visite harian pasien dengan Konsulen
Ruang Tindakan Obstetri dan Ginekologi (Ruang Tindakan PONEK) dan ronde besar.
8. Membuat status pasien

Catatan:
Status:
 Status dibuat bersama DPJP.
 Pengisian status memakai metoda CMBM yang telah diperbaharui sehingga sesuai
dengan standar JCI; dan sebelumnya dilakukan pemeriksaan kelengkapan data
yang diperlukan.
 Status Ruangan PONEK terdari dari dua bagian, yaitu status induk dan
status terintegrasi untuk pengamatan lanjutan berkesinambungan (lihat
status terintegrasi memakai metoda SOAP : buat daftar masalah,
identifikasi risiko kehamilan dan atau persalinan, buat partograf menurut
WHO terbaru, tulis tanggal dan jam pemeriksaan, tulis nama pemeriksa
dengan jelas, dll).

9. Melakukan pengisian status pasien secara lengkap bersama PPDS OBGIN dan atau
DPJP, status diisi berdasarkan metoda CMBM. Bila keadaan pasien sudah memungkinkan
untuk dirawat di ruangan, maka pasien dapat dialihrawatkan ke keruang perawatan
dengan persetujuan Konsulen.
Menuliskan secara lengkap keadaan ibu dan atau janin serta instruksi selanjutnya.
Konsulen Ruang Tindakan Obstetri dan Ginekologi (Ruang Tindak PONEK)
menandatangani rekam medim yang berkaitan (misalnya pada lembar SOAP).
10. Konsultasi dengan Divisi lainnya atau antar Departemen harus sepengetahuan dan
mendapat persetujuan konsulen atau DPJP (tertulis atau lisan).
32

11. Pengajuan pemeriksaan USG, laboratorium khusus, atau pemeriksaan penunjang


lainnya dapat dibuat oleh Koasisten bersama PPDS OBGIN dan harus mendapat
persetujuan Konsulen Kamar Bersalin (DPJP). Formulir pemeriksaan harus
ditandatangani / diketahui oleh Konsulen Kamar Bersalin (DPJP).6
12. Memperoleh bimbingan dari DPJP Konsulen Kamar Bersalin.
13. Mampu menjalin hubungan kerja yang baik dan bertanggung jawab dengan semua
mitra kerja (bekerja secara tim dan solid).
14. Mengikuti Ronde Besar Pelayanan, Ronde Besar, konferensi Ilmiah, Laporan
Jaga, dan kegiatan ilmiah lainnya yang diadakan di Departemen OBGIN RSPAD Gatot
Soebroto Ditkesad (Sinopsis PPDS, Laporan Kasus PPDS, Laporan Jaga PPDS, Audit SC
PPDS).

Penilaian
1. Penilaian etika, pengetahuan, sikap dan ketrampilan dilakukan oleh konsulen Kamar
Bersalin (Ruang Tindakan PONEK) dan dibahas dalam rapat Divisi Fetomaternal, untuk
selanjutnya disampaikan kepada Sesdik S1 dengan tembusan kepada Kodik Departemen
Obstetri dan Rumahsakit pendidikan.
2. Penilaian 360 derajat oleh Kaur Ruang Tindakan Obstetri dan Ginekologi (Ruang Tindakan
PONEK), bobot nilai : 50%.
3. Semua kegiatan bimbingan Koasisten dicatat dalam buku log dan Portofolio dan
ditandatangani oleh konsulen.
4. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali teguran
lisan), namun bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan teguran
tertulis.
a. Pelanggaran berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek,
berbohong, pelecehan seksual, dll) akan dikenakan teguran tertulis.
b. Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi Fetomaternal, dibahas dalam rapat Divisi
Fetomaternal, kemudian diajukan kepada Sesdik S1 dan Kodik Departemen
Obstetri dan RS pendidikan untuk tindak lanjut.
5. Sarana penilaian untuk kognitif dan psikomotor koasisten obstetri dan ginekologi dapat
berbentuk one minute perceptor, bed side teaching, OSCE, Mini Cex, DOPS, dan OSLER
33

(long case), sesuai Panduan Kegiatan Koasisten di Departemen OBGIN Rumah sakit
pendidikan

F. Kamar Operasi Obstetri Ginekologi (Ruang Tindakan PONEK)


Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang profesional dalam menangani pasien-pasien yang akan menjalani
pembedahan obstetri ginekologi dibawah bimbingan konsulen (DPJP).
Tatacara Bekerja di KOOG / Ruang Tindakan PONEK.
1. Berdoa sebelum, selama, dan setelah bekerja.
2. mampu melakukan persiapan pra bedah pasien - pasien yang akan menjalani tindakan
pembedahan.
3. mampu melakukan tindakan perawatan luka, pengawasan pasien di ruang pulih, dan
tindak bedah obstetri sesuai dengan kompetensi berdasarkan jenjang pendidikan yang
telah dicapai (sesuai Buku Panduan Koasisten) baik secara mandiri dengan persetujuan
konsulen ataupun dengan bimbingan langsung oleh PPDS OBGIN dan atau Konsulen
(DPJP).
4. Membuat laporan bedah secara tertulis (diketik) bersama operator DPJP (rangkap tiga
: lembar pertama disimpan dalam status pasien, lembar kedua disimpan dalam arsip
KOOG, dan lembar ketiga sebagai bagian dari Buku Log/Portofolio Koasisten. Laporan
operasi harus ditanda tangani oleh operator dan konsulen pembimbing
operasi. Laporan operasi harus sudah ditandatangani oleh konsulen dalam waktu 24 jam
(sesuai standar JCI)
5. Mampu melakukan pengawasan dan perawatan harian bersama DPJP semua pasien
pasca bedah di ruang pulih KOOG (Ruang Tindakan PONEK) atau di ICU (buat instruksi
pasca bedah, balans cairan, obat, konsultasi, dll ) secara jelas dan benar.
6. Melakukan pengisian status pasien secara lengka. Status dibuat memakai metoda
CMBM yang telah diperbaharui sehingga sesuai dengan standar JCI (periksa
kelengkapan data yang diperlukan). Status Ruang PONEK terdari dari dua bagian, yaitu
status induk dan status terintegrasi untuk pengamatan lanjutan berkesinambungan (lihat
status terintegrasi memakai metoda SOAP). Bila keadaan pasien sudah memungkinkan
untuk dirawat di ruangan, maka pasien dapat dialihrawatkan ke keruang perawatan
dengan persetujuan Konsulen (DPJP). Cantumkan data lengkap pasien (ibu dan atau
34

neonatus), buat SOAP pindah rawat ruangan yang ditandatangani oleh PPDS OBGIN dan
DPJP.
7. mempersiapkan kasus-kasus khusus yang akan dibicarakan dalam konferensi klinik
atau pembahasan ilmiah lainnya (pasien - pasien risiko tinggi, kasus jarang atau
berpotensi bermasalah).
8. Mengikuti Ronde Besar Pelayanan, Ronde Besar Pendidikan, konferensi, Sinopsis
PPDS OBGIN (Selasa, minggu pertama dan kedua, jam 13 – 15), Laporan Kasus PPDS
OBGIN (hari Selasa, minggu ketiga, jam 13.00 – 15.00), Laporan Jaga Koasisten
(Rabu, jam 07.00 – 09.00), Laporan Jaga PPDS OBGIN (Jum’at, jam 07.30 – 09.00), Audit
SC PPDS OBGIN (hari terakhir stase PPDS, jam 13 – 15), dan kegiatan ilmiah lainnya yang
diadakan di Departemen OBGIN RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.
9. Penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan dilakukan oleh konsulen pembimbing
operasi dan dibahas dalam rapat Divisi terkait, untuk selanjutnya disampaikan kepada
Sesdik S1 dan tembusan kepada Kodik Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot
Soebroto Ditkesad.
10. Penilaian 360 derajat oleh Kaur Ruangan Tindakan Obstetri dan Ginekologi (Ruang
Tindakan PONEK), bobot nilai : 50%.
11. Semua kegiatan bimbingan dicatat dalam buku log dan Portofolio Koasisten dan
ditanda tangani oleh konsulen (DPJP).
12. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali teguran),
bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan teguran tertulis. Pelanggaran
berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek, berbohong, pelecehan
seksual, dll) akan dikenakan teguran tertulis. Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi terkait,
dibahas dalam rapat Divisi terkait, kemudian diajukan kepada Sesdik S1 dan Kodik
Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad untuk ditindak
lanjuti.
13. Penilaian akhir prestasi akademik Koasisten dilakukan pada rapat pendidikan
Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad. Ujian Koasisten
dapat berbentuk CBD, OSCE, MCQ, dll sesuai Panduan Pendidikan Koasisten di
Departemen OBGIN RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad
35

G. Instalasi Bedah Sentral


Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang profesional dalam menangani pasien-pasien yang akan menjalani
pembedahan di ruang operasi Instalasi Bedah Sentral (IBS) dibawah bimbingan konsulen (DPJP).

Tatacara Bekerja di Ruang Operasi Instalasi Bedah Sentral (IBS).


1. Berdoa sebelum, selama, dan setelah bekerja
2. Bersama PPDS OBGIN melakukan pemeriksaan dan persiapan lainnya pada pasien yang
akan dilakukan operasi berencana atau operasi cito bersama konsulen (DPJP) serta
mendiskusikan semua aspek yang berkaitan dengan rencana operasi berencana tersebut.
3. Bersama PPDS OBGIN lakukan penjelasan dengan baik, ramah, dan komunikatif kepada
pasien dan suami (keluarga) kenapa perlu dilakukan tindakan pembedahan. Setelah itu,
mintakan persetujuan tertulis yang ditandatangani oleh pasien, suami/keluarga, dan
dokter operator (DPJP) dan atau PPDS OBGIN.
4. Bila terdapat keraguan, segera laporkan kepada PPDS OBGIN dan konsulen (DPJP) yang
akan menjadi pembimbing operasi dan konsulen Poliklinik, Rawat Inap lantai I , Rawat Inap
Lantai II atau Kamar Bersalin (Ruang Tindakan PONEK).
5. Menjadi asisten operasi berencana ( elektif ) dan atau operasi cito bersama PPDS OBGIN
dan atau konsulen (DPJP).
6. Bersama PPDS OBGIN membuat laporan bedah secara tertulis (rangkap tiga, untuk
disimpan dalam status pasien, bedah sentral, dan KOOG) dan ditanda tangani oleh operator
dan konsulen pembimbing operasi. Laporan harus selesai diketik dan ditandatangani dalam
waktu 24 jam oleh PPDS dan Konsulen (DPJP). Koasisten dan PPDS OBGIN menyimpan
laporan operasi sebagai bagian dari Buku Log dan Portofolionya.
7. Bersama PPDS OBGIN mampu melakukan pengawasan dan perawatan semua pasien pasca
bedah secara baik.
8. Bersama PPDS OBGIN mempersiapkan kasus-kasus khusus yang akan dibicarakan
dalam konferensi klinik atau pembahasan ilmiah lainnya (pasien - pasien risiko tinggi, kasus
jarang atau berpotensi bermasalah).
9. Mengikuti Ronde Besar Pelayanan (hari Senin, jam 09.00 – 11.00), Ronde Besar
Pendidikan (hari Kamis, jam 09.00 – 11.00), konferensi Ilmiah (Rabu, minggu keempat,
jam 12.30 – 15.00), Sinopsis PPDS OBGIN (Selasa, minggu pertama dan kedua, jam 13 –
36

15), Laporan Kasus PPDS OBGIN (hari Selasa, minggu ketiga, jam 13.00 – 15.00), Laporan
Jaga Koasisten (Rabu, jam 07.00 – 09.00), Laporan Jaga PPDS OBGIN (Jum’at, jam 07.30
– 09.00), Audit SC PPDS OBGIN (hari terakhir stase PPDS, jam 13 – 15), dan kegiatan ilmiah
lainnya yang diadakan di Departemen OBGIN RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.
10. Penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan dilakukan oleh konsulen pembimbing
operasi dan dibahas dalam rapat Divisi terkait, untuk selanjutnya disampaikan kepada Sesdik
S1 dan ditembuskan kepada Kodik Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot
Soebroto Ditkesad.
11. Penilaian 360 derajat oleh Kaur KOOG / Ruang tindakan PONEK, bobot nilai : 50%.
12. Semua kegiatan bimbingan Koasisten dicatat dalam buku log dan Portofolio dan
ditandatangani oleh konsulen (DPJP).
13. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali teguran),
bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan teguran tertulis. Pelanggaran
berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek, berbohong, pelecehan
seksual, dll) akan dikenakan teguran tertulis. Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi terkait,
dibahas dalam rapat Divisi terkait, kemudian diajukan kepada Sesdik S1 dan Kodik
Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad untuk ditindak lanjuti.
14. Penilaian akhir prestasi akademik Koasisten dilakukan pada rapat pendidikan Departemen
Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto. Ujian Koasisten dapat berbentuk CBD, OSCE,
MCQ, dll sesuai Panduan Pendidikan Koasisten di Departemen OBGIN RSPAD Gatot Soebroto
Ditkesad.

H. Ruang Rawat Lantai 1 (Obstetri)


Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang profesional dalam menangani pasien-pasien yang dirawat di Lantai
Satu Obstetri dibawah bimbingan konsulen.

Tatacara Bekerja di Ruang Rawat Lantai I Obstetri.


1. Berdoa sebelum, selama, dan setelah bekerja.
2. Melaporkan kehadirannya setiap hari kepada Kaur dan konsulen (DPJP) Ruang Rawat Lantai
1 Obstetri (Senin s/d Jum’at ), waktu kerja jam 07.00 - 15.00 WIB.
37

3. Bersama PPDS OBGIN memeriksa kelengkapan seluruh status pasien (laporan partus,
laporan operasi, partograf, CTG, USG, SOAP dll ).
4. Bersama PPDS OBGIN memeriksa seluruh pasien lantai I Obstetri, ICU, dan pasien
obstetri yang dirawat di fasilitas perawatan RSPAD lainnya, bila perlu bersama konsulen
(DPJP) dan mengadakan diskusi kasus-kasus yang khusus atau berpotensi bermasalah.
5. Bersama PPDS OBGIN dan atau DPJP mengisi rekam medik pasien. Status dibuat bersama
PPDS OBGIN dan DPJP, memakai metoda CMBM yang telah diperbaharui sehingga sesuai
dengan standar JCI (periksa kelengkapan data yang diperlukan). Status rawat inap terdari
dari dua bagian, yaitu status induk dan status terintegrasi untuk pengamatan lanjutan
berkesinambungan (lihat status terintegrasi memakai metoda SOAP), tulis tanggal, nama
(Koasisten, PPDS dan DPJP), jam pemeriksaan, dan instruksi secara jelas (tulisan dapat
dibaca). Pada akhir pengisian SOAP, PPDS OBGIN dan DPJP membubuhkan stempel dan
tanda tangan.
6. Mempersiapkan diri dengan baik untuk ronde harian dan ronde besar.
7. Bersama PPDS OBGIN dan DPJP mempersiapkan dengan baik kasus - kasus yang akan
dikonsultasikan, dibicarakan dalam konferensi klinik, konferensi ilmiah, konferensi kematian,
ataupun kegiatan ilmiah lainnya.
8. Mengikuti Ronde Besar Pelayanan (hari Senin, jam 09.00 – 11.00), Ronde Besar
Pendidikan (hari Kamis, jam 09.00 – 11.00), konferensi Ilmiah (Rabu, minggu keempat,
jam 12.30 – 15.00), Sinopsis PPDS OBGIN (Selasa, minggu pertama dan kedua, jam 13 –
15), Laporan Kasus PPDS OBGIN (hari Selasa, minggu ketiga, jam 13.00 – 15.00), Laporan
Jaga Koasisten (Rabu, jam 07.00 – 09.00), Laporan Jaga PPDS OBGIN (Jum’at, jam 07.30
– 09.00), Audit SC PPDS OBGIN (hari terakhir stase PPDS, jam 13 – 15), dan kegiatan ilmiah
lainnya yang diadakan di Departemen OBGIN RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.
9. Bersama PPDS OBGIN membuat resume pasien pulang secara singkat, jelas, mudah
dibaca, dan bertanggung jawab (tulis diagnosis masuk, diagnosis pada waktu pulang,
tindakan yang dilakukan, termasuk keadaan bayi (jenis, BB, PB, nilai APGAR, kelainan yang
ada), pemeriksaan penunjang yang dilakukan, hasil konsultasi antar departemen (bila ada),
obat-obat yang diberikan, anjuran pemberian ASI eksklusif (untuk ibu postpartum), dan
kapan harus kembali kontrol ke RSPAD (lihat panduan JCI).
10. Memperoleh bimbingan dari PPDS OBGIN dan DPJP.
38

11. Mampu menjalin hubungan kerja yang baik dan bertanggung jawab dengan semua mitra
kerja (bekerja secara tim dan solid).
12. Bersama PPDS mempersiapkan kasus-kasus khusus yang akan dibicarakan dalam
konferensi klinik atau pembahasan ilmiah lainnya (pasien - pasien risiko tinggi atau
berpotensi bermasalah ).
13. Penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan dilakukan oleh konsulen ruangan dan
dibahas dalam rapat Divisi Fetomaternal, untuk selanjutnya disampaikan kepada Sesdik S1
dan ditembuskan kepada Kodik Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto
Ditkesad.
14. Penilaian 360 derajat oleh Kaur Lantai 1 Obstetri, bobot nilai : 50%.
15. Pada hari libur dan pada hari jaga, melaporkan kepada tim jaga kasus - kasus bermasalah /
berisiko yang ada di ruang perawatan obstetri (laporan ditulis pada white board yang
disediakan di kamar bersalin).
16. Semua kegiatan bimbingan Koasisten dicatat dalam buku log dan Portofolio dan
ditandatangani oleh konsulen (DPJP).
17. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali teguran),
bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan teguran tertulis. Pelanggaran
berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek, berbohong, pelecehan
seksual, dll) akan dikenakan teguran tertulis. Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi
Fetomaternal, dibahas dalam rapat Divisi Fetomaternal, kemudian diajukan kepada Sesdik
S1 dan Kodik Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad untuk
ditindak lanjuti.
18. Penilaian akhir prestasi akademik Koasisten dilakukan pada rapat pendidikan Departemen
Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad. Ujian Koasisten dapat berbentuk
CBD, OSCE, MCQ, dll sesuai Panduan Pendidikan Koasisten di Departemen OBGIN RSPAD
Gatot Soebroto Ditkesad.

I. Ruang Rawat Lantai 2 Ginekologi

Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,


keterampilan dan sikap yang profesional dalam menangani pasien-pasien yang dirawat di Lantai
2 ginekologi dibawah bimbingan konsulen (DPJP).
39

Tatacara Bekerja di Ruang Rawat Lantai 2 Ginekologi


1. Berdoa sebelum, selama, dan setelah bekerja.
2. Melaporkan kehadirannya setiap hari kepada Kaur dan konsulen (DPJP) Ruang Rawat Lantai
2 Ginekologi (Senin s/d Jum’at ), waktu kerja jam 07.00 - 15.00 WIB.
3. Bersama PPDS OBGIN memeriksa kelengkapan seluruh status pasien (laporan operasi,
laboratorium terkait, laporan USG, SOAP dll).
4. Bersama PPDS OBGIN memeriksa seluruh pasien Ruang Rawat Lantai 2 Ginekologi,
ICU, dan pasien yang dirawat di fasilitas perawatan RSPAD lainnya, bila perlu bersama
konsulen (DPJP) dan mengadakan diskusi kasus - kasus yang khusus atau berpotensi
bermasalah.
5. Bersama PPDS OBGIN dan atau DPJP mengisi rekam medik pasien. Status dibuat bersama
PPDS OBGIN dan DPJP, memakai metoda CMBM yang telah diperbaharui sehingga sesuai
dengan standar JCI (periksa kelengkapan data yang diperlukan). Status rawat inap terdari
dari dua bagian, yaitu status induk dan status terintegrasi untuk pengamatan lanjutan
berkesinambungan (lihat status terintegrasi memakai metoda SOAP), tulis tanggal, nama
(Koasisten, PPDS dan DPJP), jam pemeriksaan, dan instruksi secara jelas (tulisan dapat
dibaca). Pada akhir pengisian SOAP, PPDS OBGIN dan DPJP membubuhkan stempel dan
tanda tangan.
6. Mempersiapkan diri dengan baik untuk ronde harian dan ronde besar.
7. Bersama PPDS OBGIN dan DPJP mempersiapkan dengan baik kasus - kasus yang akan
dikonsultasikan, dibicarakan dalam konferensi klinik, konferensi ilmiah, konferensi kematian,
ataupun kegiatan ilmiah lainnya.
8. Mengikuti Ronde Besar Pelayanan (hari Senin, jam 09.00 – 11.00), Ronde Besar
Pendidikan (hari Kamis, jam 09.00 – 11.00), konferensi Ilmiah (Rabu, minggu keempat,
jam 12.30 – 15.00), Sinopsis PPDS OBGIN (Selasa, minggu pertama dan kedua, jam 13 –
15), Laporan Kasus PPDS OBGIN (hari Selasa, minggu ketiga, jam 13.00 – 15.00), Laporan
Jaga Koasisten (Rabu, jam 07.00 – 09.00), Laporan Jaga PPDS OBGIN (Jum’at, jam 07.30
– 09.00), Audit SC PPDS OBGIN (hari terakhir stase PPDS, jam 13 – 15), dan kegiatan ilmiah
lainnya yang diadakan di Departemen OBGIN RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.
9. Bersama PPDS OBGIN membuat resume pasien pulang secara singkat, jelas, mudah
dibaca, dan bertanggung jawab (tulis diagnosis masuk, diagnosis pada waktu pulang,
tindakan yang dilakukan, pemeriksaan penunjang yang dilakukan, hasil konsultasi antar
40

departemen (bila ada), obat-obat yang diberikan, dan kapan harus kembali kontrol ke
RSPAD (lihat panduan JCI.
10. Memperoleh bimbingan dari PPDS OBGIN dan DPJP.
11. Mampu menjalin hubungan kerja yang baik dan bertanggung jawab dengan semua mitra
kerja (bekerja secara tim dan solid).
12. Bersama PPDS mempersiapkan kasus-kasus khusus yang akan dibicarakan dalam
konferensi klinik atau pembahasan ilmiah lainnya (pasien - pasien risiko tinggi atau
berpotensi bermasalah).
13. Penilaian pengetahuan, sikap dan keterampilan dilakukan oleh konsulen ruangan (DPJP)
dan dibahas dalam rapat Divisi terkait, untuk selanjutnya disampaikan kepada Sesdik S1 dan
ditembuskan kepada Kodik Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto
Ditkesad.
14. Penilaian 360 derajat oleh Kaur Ruang Rawat Lantai 2 Ginekologi, bobot nilai : 50%.
15. Pada hari libur dan pada hari jaga, melaporkan kepada tim jaga kasus - kasus bermasalah /
berisiko yang ada di ruang perawatan obstetri (laporan ditulis pada white board yang
disediakan di kamar bersalin).
16. Semua kegiatan bimbingan Koasisten dicatat dalam buku log dan Portofolio dan
ditandatangani oleh konsulen (DPJP).
17. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali teguran),
bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan teguran tertulis. Pelanggaran
berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek, berbohong, pelecehan
seksual, dll) akan dikenakan teguran tertulis. Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi terkait,
dibahas dalam rapat Divisi terkait, kemudian diajukan kepada Sesdik S1 dan Kodik
Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad untuk ditindak lanjuti.
18. Penilaian akhir prestasi akademik Koasisten OBGIN dilakukan pada rapat pendidikan
Departemen OBGIN RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad. Ujian Koasisten dapat berbentuk CBD,
OSCE, MCQ, dll sesuai Panduan Pendidikan Koasisten di Departemen OBGIN RSPAD Gatot
Soebroto Ditkesad.

J. Kegiatan Jaga Akut


41

Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,


keterampilan dan sikap yang professional dalam menangani pasien-pasien pada waktu jaga akut
dibawah bimbingan PPDS OBGIN dan konsulen (DPJP).
Tatacara bekerja pada waktu tugas jaga.
1. Berdoa sebelum, selama, dan setelah bekerja.
2. Waktu jaga Koasisten pada bukan hari libur adalah jam 16.00 s/d jam 06.00 WIB; laporan
kepada konsulen jaga pada jam 16.00 WIB (laporan buka jaga) dan jam 06.00 WIB (laporan
selesai jaga). Pada hari libur waktu jaga dibagi dalam dua shift (kelompok). Kelompok pertama
tugas jaga jam 07.00 s/d jam 19.00 WIB; laporan kepada konsulen jaga pada jam 08.00 WIB
(laporan buka jaga) dan pada jam 19.00 (laporan selesai jaga). Kelompok kedua tugas jaga
jam 19.00 s/d jam 06.00 WIB; laporan kepada konsulen jaga pada jam 20.00 WIB (laporan
buka jaga) dan pada jam 06.00 WIB (laporan selesai jaga). Laporan jaga Koasisten mengacu
kepada laporan jaga PPDS OBGIN.
3. PPDS OBGIN melaporkan semua kasus obstetri yang ada di lantai I, KOOG (ruang pulih),
Kamar bersalin, dan kasus yang dirawat di Departemen lainnya di RSPAD Gatot Soebroto
(misalnya di ICU, Penyakit Dalam dll). Kasus yang dilaporkan/didiskusikan dengan konsulen
(DPJP) terutama kasus bermasalah dan kasus yang akan dilakukan tindakan bedah darurat.
Koasisten melaporkan jaga buka dan tutup kepada Sesdik S1 melalui sms setelah berkoordinasi
dengan PPDS OBGIN.
4. Koasisten mendampingi PPDS OBGIN dan atau konsulen (DPJP) saat berlangsung operasi
OBGIN.
5. Koasisten boleh melakukan tindakan OBGIN sesuai dengan kompetensi yang harus dicapainya
dibawah bimbingan PPDS OBGIN dan atau konsulen (DPJP).
6. Seluruh kegiatan penatalaksanaan pasien (anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan
laboratorium penunjang, persalinan, konsultasi, laporan partus, laporan operasi, pembuatan
partograf, dll) dikerjakan oleh Koasisten bersama PPDS OBGIN sesuai dengan tahapan
kompetensinya. Paramedis hanya membantu dalam kelancaran penanganan pasien.
7. Bersama PPDS OBGIN mempersiapkan kasus-kasus khusus yang akan dibicarakan
dalam konferensi klinik atau pembahasan ilmiah lainnya (pasien - pasien risiko tinggi atau
berpotensi bermasalah).
8. Pasien swasta (pribadi) di tatalaksana oleh Konsulen yang bersangkutan, Koasisten dan
PPDS OBGIN dapat membantu bila diminta oleh konsulen yang bersangkutan.
42

9. Memperoleh bimbingan dari PPDS OBGIN dan atau konsulen (DPJP).


10. Mampu bekerja sama secara baik dengan seluruh personil (mitra kerja) yang terlibat dalam
kegiatan jaga (sebagai satu tim yang solid).
11. Penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dilakukan oleh konsulen jaga (DPJP) dan
bila dianggap perlu dibahas dalam rapat pendidikan Departemen Obstetri dan Ginekologi;
untuk selanjutnya dilaporkan kepada Sesdik S1 dan ditembuskan kepada Kodik Departemen
Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.

Penilaian
12. Penilaian 360 derajat oleh Kepala Bidan jaga, bobot nilai : 50%.
13. Semua kegiatan bimbingan Koasisten dicatat dalam Buku Log dan Portofolio dan
ditandatangani oleh konsulen (DPJP).
14. Semua pelanggaran dari ketentuan ini akan mendapat teguran lisan (dua kali teguran),
bila masih juga tidak ada perbaikan, maka akan diberikan teguran tertulis. Pelanggaran
berat (misalnya melanggar SOP, bertindak tidak etis, malpraktek, berbohong, dll) akan
dikenakan teguran tertulis. Teguran akan dibuat oleh Staf Divisi terkait, dibahas dalam rapat
Divisi terkait, kemudian diajukan kepada Sesdik S1 dan ditembuskan kepada Kodik
Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad untuk ditindak lanjuti.
15. Penilaian akhir prestasi akademik Koasisten OBGIN dilakukan pada rapat pendidikan
Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad. Ujian Koasisten dapat
berbentuk CBD, OSCE, MCQ, dll sesuai Panduan Pendidikan Koasisten di Departemen OBGIN
RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.

Tabel 1. Matriks sirkulasi Koasisten di Dep. OBGIN RSPAD Tahun 2013


WAKTU / I II III IV V VI VII VIII IX X
KEGIATAN
Poliklinik 1 3 5 7 9 11 13 15 17 19
Feto 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20
Maternal
Poliklinik 3 5 7 9 11 13 15 17 19 1
Ginekologi 4 6 8 10 12 14 16 18 20 2
43

Poliklinik 5 7 9 11 13 15 17 19 1 3
Endokrin 6 8 10 12 14 16 18 20 2 4
Reproduksi

Poliklinik 7 9 11 13 15 17 19 1 3 5
Keluarga 8 10 12 14 16 18 20 2 4 6
Berencana

Poliklinik 9 11 13 15 17 19 1 3 5 7
USG 10 12 14 16 18 20 2 4 6 8
Obstetri

Instalasi 11 13 15 17 19 1 3 5 7 9
Bedah 12 14 16 18 20 2 4 6 8 10
Sentral

Ruang 13 15 17 19 1 3 5 7 9 11
Tindakan 14 16 18 20 2 4 6 8 10 12
PONEK

Rawat 15 17 19 1 3 5 7 9 11 13
Lantai 1 16 18 20 2 4 6 8 10 12 14
Rawat 17 19 1 3 5 7 9 11 13 15
Lantai 2 18 20 2 4 6 8 10 12 14 16
Ruang Bayi 19 1 3 5 7 9 11 13 15 17
Baru Lahir 20 2 4 6 8 10 12 14 16 18
(PERISTI)

Persiapan + + + + - - - - -- -
Penelitian

Penelitian - - - - + + + + -

Presentasi + -
Penelitian
44

KEGIATAN UJIAN KOASISTEN


Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,
keterampilan dan sikap dalam melakukan atau mengikiti kegiatan ujian di Departemen OBGIN
RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad). Kegiatan ini wajib dilakukan oleh setiap Koasisten.

1. Berdoa sebelum, selama, dan setelah selesai ujian.


2. Setiap Koasisten harus mempersiapkan diri dengan sebaik mungkin sebelum ujian.
Perhatikan Jadwal Kepaniteraan dan pencapaian kompetensi apa yang harus diperoleh
sebagai syarat menjadi dokter umum.
3. Kriteria mampu/ syarat ujian:
3.1. Minimal menolong 5 pertolongan partus normal. Jika tidak, maka tidak dapat
mengikuti ujian, sampai memenuhi syarat minimal, maksimal 3 bulan. Jika dalam 3
bulan tidak mencapai maka harus mengikuti her kepanitraan.
3.2. Nilai untuk attitude, minimal B, sesuai dengan format penilaian 360’. Jika tidak
mendapatkan nilai tersebut maka tidak dapat mengikuti ujian.
3.3. OSLER (long case) dilakukan 1x selama kepaniteraan.
3.4. DOPS dilakukan 1x untuk 4 kasus, dan merupakan syarat mengikuti OSCE pada
minggu terakhir kepaniteraan obgyn.
3.5. Mini Cex dilakukan minimal 3 kali untuk kasus yang sama.
4. Nilai ujian akan diberi bobot tertentu, dikalikan dengan nilai yang dicapat pada mata ujian
yang bersangkutan.
4.1. OSLER :15%
4.2. DOPS : 25%
4.3. Mini Cex : 25%
4.4. OSCE : 30%
4.5. Bed side teaching : formatif; syarat berhak mengikuti OSCE
4.6. One minute perceptor : formatif; syarat berhak mengikuti OSCE
4.7. Ujian tulis (essay/ MCQ) : 5%
5. Nilai akhir adalah penjumlahan semua nilai mata ujian yang telah dikalikan pada bobot
penilaiannya. Nilai batas lulus (NBL) adalah 70.
6. Nilai akhir bersifat tetap dan tidak dapat diganggu gugat.
45

7. Bila gagal dalam ujian, maka dapat dilakukan uji ulang. Uji ulang dipengaruhi oleh nilai yang
gagal dan apa faktor penyebabnya.
8. Ujian OSCE terdiri dari 12 stasion, waktu ujian per stasion 8 menit.
9. Sebelum dilakukan judisium akan dilakukan rapat pendidikan pada hari Jum’at minggu
terakhir kepaniteraan. Hasil rapat pendidikan akan disampaikan pada hari Senin berikutnya
pada rapat staf Departemen OBGIN RSPAD Gatot Soebroto Ditkesad.
10. Bentuk Uji Ulang
10.1. Mengulang Uji Pilihan Ganda (MCQ) : dalam 1 minggu
10.2. Mengulang Laporan Kasus : dalam 1 minggu
10.3. Mengulang CBD : dalam 1 minggu
10.4. Gagal Uji OSCE : mengulang dua minggu pasca ujian
10.5. Gagal uji setelah dua minggu mengulang: mengulang kepaniteraan selama 5 minggu
dan mengikuti ujian lagi
10.6. Tidak hadir lebih dari 3 hari : mengulangi kepaniteraan (10 minggu).
10.7. Bila semua nilai ujian tidak lulus, maka Koasisten mengulangi kepaniteraan selama
10 minggu.
11. Seluruh hard-copy nilai ujian dan berkas-berkas yang berkaitan dengan kegiatan
kepaniteraan (koasistensi) disimpan selama 5 tahun. Bentuk soft-copy akan disimpan selama
10 tahun. Setelah melewati masa penyimpanan, bentuk hard-copy akan dimusnahkan,
sedangkan bentuk soft-copy akan disimpan dalam hard-disc tertentu.

KEGIATAN ILMIAH
Tujuan : memberikan pembekalan etika, tatacara berkomunikasi, medikolegal, pengetahuan,
keterampilan dan sikap dalam melakukan atau mengikiti kegiatan ilmiah dibawah bimbingan
konsulen (DPJP). Kegiatan ini wajib dilakukan oleh setiap Koasisten.

Jenis Kegiatan Ilmiah di Departemen Obstetri dan Ginekologi Rumah sakit


pendidikan
1. Konferensi Klinik: sesuai jadwal
2. Konferensi Ilmiah.
46

3. Konferensi Kematian.
4. Laporan Jaga Koasisten.
5. Laporan Jaga Terpadu dihadiri oleh konsulen (DPJP)
6. Sinopsis PPDS OBGIN (bila ada)
7. Laporan Kasus PPDS OBGIN (bila ada)
8. Audit SC oleh PPDS OBGIN (bila ada)
9. Penelitian Departemen OBGIN Rumah sakit pedndidikan.
10. Kegiatan Ilmiah lainnya (PIT, KOGI dll).

METODE EVALUASI

Sistem penilaian tahap pendidikan klinik FK UPN menggunakan beberapa metode


penilaian, dan dengan formulasi nilai akhir yang telah ditentukan. Dengan sistem
penilaian ini diharapkan nilai yang diperoleh oleh dokter muda obyektif dan meminimalisir
unsur subyektif. Beberapa metode asesmen yang digunakan sudah diakui validitas dan
reliabilitasnya.
Metode Penilaian tersebut adalah:
a. Mini CEX
Mini CEX (Mini Clinical Examination) adalah metode penilaian yang didesain untuk
mengukur performa dokter muda, dan dapat memberikan umpan balik secara
langsung dalam kegiatan proses pembelajaran. Penilaian dilakukan oleh seorang
observer (DPK) dengan mengamati performa dokter muda yang berinteraksi dengan
pasien. Hasil penilaian tersebut dituliskan dalam lembar penilaian terlampir yang
terdiri atas 7 komponen penilaian yaitu anamnesis, pemeriksaan fisik,
profesionalisme, clinical judgement, keterampilan komunikasi, organisasi, atau
efisiensi dan performa dokter muda. Setiap sesi dinilai dalam durasi waktu rata-rata
10 menit.
Daftar penyakit yang dapat dilakukan penilaian dengan mini CEX adalah daftar
penyakit yang kompetensi 3A, 3B, 4 dan sering dijumpai. Mini CEX dilakukan 2 kali.
47

Jadwal Mini CEX dilakukan pada minggu yang telah ditentukan. Dokter muda
mengajukan diri untuk dinilai pada dokter pembimbing klinik, kemudian Dokter
pembimbing klinik menilai di lembar penilaian Mini CEX. Lembar penilaian dan cara
penilaian Mini CEX di terlampir
Penilaian Mini Cex meliputi 3 jenis kegiatan yaitu:
 Ketrampilan anamnesis (point yang dinilai meliputi point 1,3,6,7)
 Ketrampilan pemeriksaan fisik (2,3,6,7)
 Ketrampilan terkait diagnosis dan konseling (3,4,5,6,7)
b. Direct Observation of Procedural Skill (DOPS)
Dokter muda akan melakukan prosedur tindakan terkait yang harus dikuasai oleh
dokter umum dan dinilai oleh dosen pembimbing klinik (DPK) dengan mengisi formulir
penilaian yang telah disediakan (terlampir). Kegiatan ini dilakukan minimal 2 kali
dalam 1 stase Obstetri dan Ginekologi.
Daftar prosedur ketrampilan klinik yang dapat dilakukan untuk penilaian DOPS adalah
sesuai dengan kompetensi 4A untuk dokter umum (SKDI 2012).
c. Presentasi Kasus/Laporan Kasus
d. Laporan jaga
e. Journal reading
f. Referat
g. Ujian Tulis
Ujian tulis merupakan ujian di setiap akhir stase dengan menggunakan MCQ (Multiple
Choice Questions) yang dibuat sesuai format UKDI (Uji Kompetensi Dokter Indonesia).
Soal disiapkan oleh tim MEU. Jumlah soal untuk setiap 1 sks adalah 20 soal. Ujian
dilakukan di RS pendidikan.
h. Ujian Kasus/OSLER (modifikasi)
OSLER (Objective Structured Long Examination Record ) modifikasi merupakan
metode penilaian yang menilai kemampuan dokter muda dalam menangani kasus
secara komprehensif, dinilai dari 3 bagian yaitu: anamnesis, pemeriksaan fisik dan
manajemen komprehensif. Pemilihan kasus untuk ujian OSLER ini ditentukan oleh DPK
berdasarkan kasus yang level kompetensinya 4 atau 3A atau 3B. Penilaian dilakukan
48

oleh dosen pembimbing klinik RS dan dosen pembimbing klinik fakultas. Penilaian
kemampuan anmnesis dan pemeriksaan fisik dokter muda dinilai oleh dokter
pembimbing klinik (DPK) RS , untuk penilaian manajemen komprehensif dilaksanakan
dalam bentuk ujian lisan yang dilaksanakan oleh dokter pembimbing. Pertanyaan lisan
dibatasi yang terkait dengan kasus.
Penilaian dituliskan dalam lembar penilaian untuk OSLER.
i. Logbook

Persyaratan untuk mengikuti ujian akhir

Dokter muda kepaniteraan klinik Ilmu Penyakit Obstetri dan Ginekologi dapat mengikuti
ujian akhir apabila memenuhi persyaratan jumlah kehadiran selama kepaniteraan minimal
90% dari lama kepaniteraan.
49

JADWAL KEGIATAN
Minggu
Jenis Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Melapor ke SMF
Orientasi dan bimbingan
Kegiatan di bangsal/poliklinik
Follow up
BST
Manajemen kasus
Tugas Jaga UGD
Pengambilan kasus untuk tutorial klinik
Tutorial klinik
Pemilihan jurnal
Journal reading
DOPS
Mini CEX
Pemilihan kasus untuk refleksi kasus
Refleksi kasus
OSLER
Ujian Tulis
OSCE
50

FORMULASI NILAI AKHIR


Komponen Nilai:

Kontribusi
No Metode Penilaian terhadap Frekuensi
nilai akhir
Komponen nilai proses
1 Mini CEX 20 % 2x
2 DOPS 10 % 2x
3 Laporan Kasus/presentasi kasus 10 % 2x
Journal Reading
4 (pelaksanaan bisa digabung : tutorial klinik + 5% Minimal 1 x
Journal reading)
5 Referat 5% 1x
6 Laporan Jaga 5%
7 Bedsite teaching Syarat ujian Minimal 5 kali
8 Profesionalisme dan sikap Syarat ujian
9 Logbook Syarat ujian

Komponen nilai ujian akhir


1 Ujian Kasus/OSLER (modifikasi) 35 %
2 Ujian Tulis 10%
TOTAL 100 %

A = Mini CEX
B = Tutorial Klinik
C = Journal Reading
D = Refleksi Kasus
E = OSLER
F = Ujian Tulis

Standar kelulusan nilai akhir:


A 80 -100
A- 78-79,99
B+ 75-77,99
B 70-74,99
B- 65-69,99 (lulus)
C+ 60-64,99(mengulang ujian)
C 56-59,99 (STENCO)
D < 56 (HERCO)

Lampiran 1. Formulir MINI-CEX


51

FORMULIR MINI-CEX (MINI CLINICAL EVALUATION EXERCISE)


Penilai Tanggal
Dokter muda NIM
Problem pasien / Mini-
diagnosis CEX ke
Situasi Ruangan Rawat jalan Rawat inap UGD Lain-lain
Pasien Umur : Jenis kelamin: Baru Follow up
Tingkat Kesulitan Rendah Sedang Tinggi
Pemeriksaan
Fokus Pengumpulan Konseling
psikiatri Diagnosis
data
Mohon penilai memberikan nilai berupa angka.

Tidak
B B+/A- A
lulus
NILAI
70 – 75 –
<70 ≥ 80
74,9 79,9

1. Kemampuan Wawancara
Medis
( tidak diobservasi)

2. Kemampuan Pemeriksaan
Psikiatri
( tidak diobservasi)

3. Kualitas Humanistik /
Profesionalisme
( tidak diobservasi)

4. Keputusan Klinis / Diagnosis


( tidak diobservasi)

5. Kemampuan Konseling
( tidak diobservasi)

6. Organisasi / Efisiensi
( tidak diobservasi)

7. Kompetensi Klinis
Keseluruhan
( tidak diobservasi)
52

Jumlah :

Keterangan :
Nilai Batas Lulus : 70
Rata-rata :

UMPAN BALIK TERHADAP KOMPETENSI KLINIK

Sudah Bagus Perlu perbaikan

Action plan yang disetujui bersama

CATATAN :

1. Waktu Mini-Cex
a. Observasi : _______ menit b. Memberikan umpan : _______ menit
balik
2. Keputusan Penilai terhadap Mini-Cex
a. Kurang sekali b. Kurang c. Cukup d. Baik e. Baik sekali

3. Kepuasan Dokter Muda terhadap Mini-Cex


a. Kurang sekali b. Kurang c. Cukup d. Baik e. Baik sekali

Tanda tangan Dokter Muda Tanda tangan Penguji

( ) ( )
53

PEDOMAN PENGGUNAAN MINI-CEX (MINI CLINICAL EVALUATION


EXERCISE)

Kesulitan Kasus
Rendah : jika hanya menampilkan satu masalah
Sedang : jika hanya menampilkan dua atau tiga masalah
Tinggi : jika hanya menampilkan lebih dari tiga masalah

Keterangan Kompetensi yang ada di dalam Mini-CEX:


1. Kemampuan wawancara medis (Medical Interviewing Skills)
Memberi salam, memperkenalkan diri, memfasilitasi pasien/ orang tua pasien agar dapat
bercerita, bertanya efektif agar memperoleh informasi yang akurat dan adekuat, bicara jelas,
mendengar aktif mencatat, bereaksi secara tepat terhadap sikap dan tanda-tanda non verbal
lainnya.
2. Kemampuan Pemeriksaan Psikiatri (Psychiatric Asesmens)
Mengikuti urutan logik, efisien, memeriksa sesuai dengan masalah, menyeimbangkan langkah
skrining dan diagnostik, memberitahu pasien saat pemeriksaan, peka terhadap kenyamanan
pasien dan bersikap sopan.
3. Kualitas Humanistik/ Profesionalisme (Humanistic Qualities/ Professionalism)
Menghargai pasien, menunjukkan empati, belas kasih, menciptakan kepercayaan, membantu
agar pasien nyaman, bisa menjaga rahasia, memberi informasi, memperhatikan aspek legal,
menyadari keterbatasan.
4. Keputusan Klinis/ Diagnosis (Clinical Judgement/ Diagnosis)
Membuat diagnosis/ diagnosis banding yang layak, selektif memilih pemeriksaan penunjang
diagnosis yang sesuai, mempertimbangkan resiko/ manfaat.
5. Kemampuan Konseling (Counseling Skill)
Menjelaskan alasan/ dasar pemeriksaan dan terapi kepada pasien/ oarang tua pasien,
memperoleh persetujuan tindakan medik kalau diperlukan kepada pasien/ orang tua pasien
(informed consent), memberi edukasi tentang penatalaksanaan, pencegahan dan konseling lain
yang terkait dengan penyakitnya.
6. Organisasi/ Efisiensi (Organization/ efficiency)
Menentukan prioritas, menyesuaikan dengan waktu yang tersedia.
54

7. Kompetensi Klinis Keseluruhan ( Overall Clinical Competence)


Menunjukkan bagaimana mencapai keputusan klinik, sintesis, peduli (caring), dengan efektif dan
efisien dalam menggunakan sumber yang ada, menyeimbangkan risiko dan manfaat, menyadari
keterbatasan kita.

FORMULIR OSLER (OBJECTIVE STUCTURED LONG


EXAMINATION RECORD)

Penilai Tanggal
Dokter muda NIM
Tingkat kesulitan Rendah Sedang Tinggi

Penilai memberikan nilai berupa angka, dan memberikan nilai total.

Nilai Nilai angka


A :>=80
A/B :75-79,9
B :70-74,9
Tidak : <70
Lulus

Nilai batas lulus : 70

Aspek yang dinilai Nilai


Anamnesis
Kejelasan
Proses komunikasi
Sistematika

Pemeriksaan Fiisk
Teknik (termasuk sikap pada pasien)
55

Fakta yang penting dimunculkan


Sistematis

Manajemen Klinik
Identifikasi masalah
Kemampuan menyelesaikan masalah

Penalaran Klinik
Patofisiologi
Penjelasan

Nilai akhir

Kesimpulan

Catatan :

Tanda tangan Dokter Muda Tanda tangan Penguji FK UPN

( ) ( )

Keterangan :

Kesulitan Kasus
Rendah : jika hanya menampilkan satu masalah
Sedang : jika hanya menampilkan dua atau tiga masalah
56

Tinggi : jika hanya menampilkan lebih dari tiga masalah

Anamnesis
Kejelasan
Penggalian jelas meliputi onset, durasi, faktor dan etiologi yang mempengaruhi, gejala-gejala
yang berhubungan, dan
Proses Komunikasi
Jelas, percaya diri, menggunakan bahasa yang dipahami pasien, menggunakan pertanyaan
terbuka, mendengar aktif,
Sistematis
Penggalian riwayat secara sistematis, relevan, ringkas, logis dan tidak ada hal utama yang terlupa

Pemeriksaan Fisik
Teknik
Melakukan teknik pemeriksaan dengan benar dan tidak menyakiti
Fakta
Mencatat penemuan abnormal
Sistematia
Melakukan pemeriksaan dengan sistematis , logis dan urut

Manajemen klinik
Identifikasi masalah
Mampu menganalisis data anamneis dan pemeriksaan dengan tepat dan menyimpulkan masalah
dengan tepat dan logis
Kemampuan menyelesaikan
Menyampaikan terapi dan obat tepat, mampu membuat rencana jangka pendek dan panjang
secara komprehensif, termasuk rencana follow up sesuai dengan kondisi pasien

Penalaran klinik
Patofisiologi : Mampu menjelaskan patofisiologi kasus
Penjelasan : Mampu menjelasan alasan anamnesis, pemeriksaan, diagnosis,
dan terapi yang dipilih
57

FORMULIR JOURNAL READING

Penilai : _____________________________________ Tanggal :____________


Dokter : _____________________________________ NIM :____________
muda
Judul : ______________________________________________________________
artikel
Jurnal : ______________________________________________________________

No. Aspek Penilaian Maksimal Skor

1. Kesesuaian pemilihan jurnal dengan kasus dan 0–2


kompetensi dokter umum
2. Penguasaan terhadap isi jurnal 0–6
3. Telaah kritis
a. Validity 0–4
b. Importance 0–4
c. Applicability 0–4

Total 20

Tanda tangan Dokter Muda Tanda tangan Penilai

( _________________________________) ( ________________________________)
58

LEMBAR PENILAIAN TUTORIAL KLINIK

Sikap informasi
Peran aktif
dan Berpikir

Kehadiran #
dan Sumber Penguasaan
tanggung kritis

TOTAL
No. NIM Nama komunikasi informasi informasi
jawab

1 2 3a 3b 4

0-1-2 0-1-2 0-1-2 0-1-2 0-1-2

Keterangan: secara umum penjelasan skor 0-1-2 adalah:


2 : Baik
1: Cukup
0: Kurang atau tidak sama sekali

Rincian untuk masing-masing poin sbb:


No. Kriteria Nilai

1. Sikap dan tanggung jawab


 Kehadiran tidak terlambat (maksimal 15 menit), 2
 Penampilan sesuai ketentuan aturan disiplin UPN
 Memperhatikan jalannya diskusi
 Menjalankan tugas sesuai peran dalam diskusi (ketua, sekretaris,
anggota)
 Tidak mendominasi dan menghargai pendapat orang lain
59

No. Kriteria Nilai

 Tidak interupsi hal yang tidak relevan


 Memenuhi 3-5 kriteria di atas 1
 Memenuhi < 3 kriteria di atas ATAU kehadiran terlambat ATAU 0
tidak menghArgai pendapat orang lain
2. Peran aktif dan Komunikasi
 Berpartisipasi aktif secara konsisten dalam diskusi (termasuk 2
bertanya)
 Berkomunikasi dengan baik dan jelas (baik verbal maupun non
verbal)
 Menyampaikan informasi atau bertanya tidak konsisten ATAU 1
berkomunikasi tidak jelas atau tidak baik.
 Tidak memenuhi kedua kriteria di atas 0
3. Informasi
a. Jenis sumber informasi yang digunakan 2
 Sumber informasi yang disampaikan VALID dan BENAR dan ada
rujukannya (bisa berupa buku teks atau jurnal terbaru, kuliah pakar,
buku praktikum, atau buku ketrampilan medik)
 Sumber informasi benar namun tidak jelas rujukannya 1
 Sumber informasi SALAH atau tidak jelas atau tidak ada sumber 0
(termasuk catatan kakak kelas)
b. Menguasai informasi yang disampaikan
 Menguasai informasi yang disampaikan 2
 Kurang menguasai informasi yang disampaikan 1
 Tidak menguasai informasi yang disampaikan 0
4. Penalaran Klinis
 Mampu menganalisis informasi 2
 Mampu menjawab pertanyaan
 Mampu menambahkan atau mengkoreksi informasi teman
 Memenuhi 1-2 kriteria di atas 1
 Tidak memenuhi kriteria di atas 0
60

No. Kriteria Nilai

TOTAL 10

Penilai :___________________________________ Tanggal : ___________

Dokter muda :___________________________________ NIM : ___________

Judul Kasus : __________________________________________________________

No. Aspek Penilaian ≤ 64,99 65-69,99 70-74,99 75-77,99 78-79,99 ≥ 80

Penulisan/pembuatan
1.
makalah/rekam medik
2. Penilaian klinis
3. Investigasi/rujukan
4. Tata laksana
Pemantauan dan
5.
rencana selanjutnya
Penilaian klinik secara
6.
keseluruhan
Nilai
Nilai rata-rata

A : >= 80
A- : 78-79,99
B+ : 75-77,99
B : 70-74,99
B- : 65-69,99
C+ : 60-64,99
C : 56-59,99
NBL : 65

UMPAN BALIK TERHADAP LAPORAN KASUS

Sudah Bagus Perlu perbaikan


61

Action plan yang disetujui bersama

CATATAN :

1. Waktu penilaian sajian kasus:


Observasi : _______ menit Memberikan umpan balik : _______ menit

2. Keputusan Penilai terhadap sajian kasus:


a. Kurang sekali b. Kurang c. Cukup d. Baik e. Baik sekali

3. Kepuasan Dokter Muda terhadap sajian kasus


a. Kurang sekali a. Kurang b. Cukup c. Baik d. Baik sekali

Tanda tangan Penilai Tanda tangan yang dinilai

( _______________________________) ( _______________________________)
62

Lampiran. Lembar Penilaian Referat

Judul :
Nilai
Tanggal : Nilai Nilai
Max Dokter muda
Ketepatan menyerahkan makalah kepada
10
pembimbing
Pendahuluan 3
Epidemiologi 3
Patofisiologi 7
Patogenesis
Materi
Gejala Klinis 5
penulisan
Penulisan Pemeriksaan Fisik 7
Pemeriksaan penunjang 5
Diasnosis 7
Penatalaksanaan 7
Prognosis 3
Referensi (cara Vancouver) 3
Suara 5
Penyajian Audiovisual Tampilan slide 5
Penampilan 10
Diskusi Penguasaan Materi 20
Jumlah
Nilai
Referat 100

Nama dan Paraf Dosen Pembimbing :