Anda di halaman 1dari 4

ANALISA DATA

DATA ETIOLOGI MASALAH


S: Klien menyatakan nafsu makannya Kuman salmonella Gangguan
menurun dan perutnya terasa mual pemenuhan
O: Endotoxin kebutuhan nutrisi
- Makan habis ½ porsi kurang dari
- Lidah kotor Anorexia, mual kebutuhan tubuh
- Nyeri epigastrium
- Lemak subkutan tipis Intake nutrisi tak adekuat
- BB: 31 kg (TB 157 cm)
- Kekuatan otot Gangguan nutrisi

S: Klien menyatakan badanya terasa Kuman salmonella Peningkatan suhu


panas tubuh
O: Zat pyrogen
- Muka klien tampak
kemerahan Hypothalamus
- Tampak berkeringat
- Bibir kering Suhu meningkat
- S: 39 C, N: 100 x/mnt
- Titer H: 1/320
- S. Parathypi AH: 1/80
S: Klien menyatakan badanya terasa Panas tinggi Resiko tinggi
panas sejak 8 hari yang lalu dan gangguan
dirumah klien minum 1600 cc/24 Meningkat metabolisme keseimbangan
jam tubuh cairan
O:
- Bibir kering Meningkat penguapan
- Kencing warna kuning pekat (IWL & NWL)
- Turgor cukup
- Suhu; 39 C Gangguan keseimbangan
cairan
S: Klien menyatakan badanya terasa Metabolisme meningkat Sindroma defisit
lemah perawatan diri
O: Menurun cadangan
- Klien bedrest energi
- Klien tidur terlentang dan
terpasang infus Kelemahan fisik
- Keadaan umum lemah
- Makan dan minum dibantu Ggn pemenuhan
- BAK/BAB dibantu kebutuhan sehari-hari
- Kekuatan otot

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses penyakitnya
2. Resiko tinggi gangguan pemenuhan kebutuhan cairan berhubungan dengan
evaporasi yang meningkat.
3. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan anorexia, mual.
4. Sindroma defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik
C. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN
1. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan proses penyakitnya
Tujuan: Dalam waktu 3x24 am suhu tubuh turun atau kembali normal
Kriteria: - S: 36-37 C
- Tidak berkeringat
- Muka tidak kemerahan
Intervensi:
a) Bina hubungan baik dengan klien dan keluarga
b) Berikan kompres dingin dan ajarkan cara untuk memakai es atau handuk
pada tubuh, khususnya pada aksila atau lipatan paha.
c) Beri banyak minuman (2000-3000 cc/24 jam)
d) Anjurkan memakai baju tipis yang menyerap keringat.
e) Observasi tanda-tanda vital terutama suhu dan denyut nadi
f) Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian obat-obatan terutama
antibiotik dan anti piretik.
Rasional
a) Dengan hubungan yang baik dapat meningkatkan kerjasama dengan klien
sehingga pengobatan dan perawatan mudah dilaksanakan.
b) Pemberian kompres dingin merangsang penurunan suhu tubuh.
c) Air merupakan pangatur suhu tubuh. Setiap ada kenaikan suhu melebihi
normal, kebutuhan metabolisme air juga meningkat dari kebutuhan setiap
ada kenaikan suhu tubuh.
d) Baju yang tipis akan mudah untuk menyerap keringat yang keluar.
e) Observasi tanda-tanda vital merupakan deteksi dini untuk mengetahui
komplikasi yang terjadi sehingga cepat mengambil tindakan
f) Pemberian obat-obatan terutama antibiotik akan membunuh kuman
Salmonella typhi sehingga mempercepat proses penyembuhan sedangkan
antipiretik untuk menurunkan suhu tubuh.

2. Resiko tinggi gangguan pemenuhan kebutuhan cairan berhubungan dengan


evaporasi yang meningkat.
Tujuan: Selama dilakukan perawatan selama 4 hari tidak terjadi gangguan
pemenuhan kebutuhan cairan
Kriteria: - Mukosa mulut dan bibir basah
- Turgor kulit baik
- Kencing berwarna kuning jernih
- Akral angat
- Vital sign (S: 36-37 C, N: 80-100 x/mnt)
Intervensi:
a) Monitor intake atau output tiap 6 jam
b) Kaji keadaan mukosa mulut dan bibir
c) Observasi vital sign tiap 5 jam
d) Beri cairan (minum banyak 2 – 3 liter perhari).
e) Masukan cairan diregulasi pertama kali karena adanya rasa haus.
f) Timbang berat badan secara efektif.
g) Kolaborasi dengan tim medis dalam pemberian cairan secara intravena.
Rasional:
a. Pemenuhan cairan (input) dan koreksi terhadap kekurangan cairan yang
keluar serta deteksi dini terhadap keseimbangan cairan.
b. Mukosa yang kering indikasi adanya kekurangan cairan
c. Peningkatan suhu rubuh merupakan faktor predisposisi terjadinya
kekurangan cairan
d. Cairan yang terpenuhi dapat membantu metabolisme dalam keseimbangan
suhu tubuh.
e. Haluaran cairan di regulasi oleh kemampuan ginjal untuk memekatkan
urine.
f. Kehilangan berat badan 2-5 % menunjukkan dehidrasi ringan, 5-9 %
menunjukkan dehidrasi sedang.
g. Sebagai perawat melakukan fungsinya (independen) sebaik-baiknya.

3. Gangguan pemenuhan kebutuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh


berhubungan dengan anorexia, mual.
Tujuan: Dalam waktu 4 hari kebutuhan nutrisi terpenuhi
Kriteria:
- Tonus otot baik
- Menunjukkan berat badan seimbang
- Melakukan perilaku/perubahan pola hidup untuk meningkatkan dan /atau
mempertahankan berat yang tepat.
Intervensi:
a) Catat status nutrisi pada penerimaan, berat badan dan derajat kekurangan
berat badan, adanya tonus usus, riwayat mual/muntah.
b) Pastikan pola diet biasa yang disukai/tidak disukai klien
c) Awasi masukan/pengeluaran dan berat badan secara periodik.
d) Selidiki anoreksia, mual. Awasi frekuensi, volume, konsistensi feses
e) Dorong dan berikan periode istirahat sering.
f) Dorong makan sedikit dan sering dengan makanan tinggi protein dan
karbohidrat
g) Dorang orang terdekat untuk membawa makanan dari rumah dan membagi
dengan klien kecuali ada kontraindikasi
h) Rujuk ke ahli diet untuk menentukan komposisi diet
Rasional:
a) Berguna dalam mendefinisikan derajat/luasnya masalah dan pilihan
intervensi yang tepat.
b) Membantu dalam mengidentifikasi kebutuhan/kekuatan khusus.
Pertimbangan keinginan individu dapat memperbaiki masukan diet.
c) Berguna dalam mengukur keefektifan nutrisi dan dukungan cairan.
d) Dapat mempengaruhi pilihan diet dan mengidentifikasi area pemecahan
masalah untuk meningkatkan pemasukan/penggunaan nutrien.
e) Membantu menghemat energi khususnya bila kebutuhan metabolik
meningkat saat demam.
f) Memaksimalkan masukan nutrisi tanpa kelemahan yang tidak
perlu/kebutuhan energi dari makan makanan banyak dan menurunkan
iritasi gaster.
g) Membuat lingkungan sosial lebih normal selama makan dan membantu
memenuhi kebutuhan personal dan kultur.
h) Memberikan bantuan dalam perencanaan diet dengan nutrisi adekuat
untuk kebutuhan metabolik dan diet.

4. Sindroma defisit perawatan diri berhubungan dengan kelemahan fisik


Tujuan: dalam waktu 3 hari defisit perawatan diri teratasi
Kriteria: - Menyatakan kemampuan untuk melakukan perawatan diri
- Mampu makan dan minum sendiri
- Mampu meningkatkan hygiene personal dengan bantuan minimal
(gosok gigi, Mandi)
Intervensi:
a) Evaluasi respon klien terhadap aktivitas
b) Berikan lingkungan yang tenang. Dorong penggunaan managemen stress
dan pengalihan yang tepat
c) Jelaskan pentingnya istirahat dalam rencana pengobatan.
d) Bantu klien untuk memilih posisi yang nyaman untuk istirahat dan atau
tidur
e) Dekatkan barang-barang keperluan klien, anjurkan untuk makan dan
minum sendiri
f) Bantu aktivitas perawatan diri yang diperlukan. Berikan kemajuan
peningkatan aktivitas selama fase penyembuhan.
Rasional:
a) Menetapkan kemampuan/kebutuhan klien dan memudahkan pilihan
intervensi
b) Menurunkan stress dan rangsangan berlebihan, meningkatkan istirahat
c) Tirah baring dipertahankan selama fase akut untuk menurunkan
kebuituhan metabolik, menghemat energi untuk penyembuhan
d) Posisi yang nyaman dapat meningkatkan periode istirahat
e) Meningkatkan kemandirian klien
f) Meningkatkan pemenuhan aktivitas diri dengan melibatkan klien secara
optimal.