Anda di halaman 1dari 9

CASE SCIENCE SESSION (CSS)

Rotator Cuff Disease

Diajukan untuk memenuhi tugas Program Pendidikan Profesi Dokter (P3D)


SMF Rehabilitasi Medis

Presentan :

Fakhrul Arifin 12100116185


Ferry Akbar Somala 12100116200
Serra Velly Metrika Rani 12100116166

Preseptor:

dr. Ami Rachmi, Sp.KFR

SMF REHABILITASI MEDIS


PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI DOKTER (P3D)
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG
RUMAH SAKIT RSUD AL IHSAN BANDUNG
2017
ANATOMI

Rotator Cuff terdiri dari 4 otot yang memiliki fungsi untuk untuk menjaga ball of shoulder
ROTATOR CUFF DISEASE
Definisi
 Salah satu injury yang mengenai Rotator Cuff bagian dari Shoulder
 Rotator Cuff Syndrome biasanya adalah overuse injury (pada atlet yang sering
menggunakan tangan = pitcher, atlet renang, basket, volleyball, dll)
Insidensi
 Merupakan gangguan muskuloskeletal yang sering terjadi
 Estimasi jumlah penderita 10 per 1.000 population
 Biasanya pada usia 42-46 tahun
Etiologi
Dasar patologi cedera terdiri dari 3 yaitu :
1. Degeneratif (usia) : robekan kecil, jar parut, kalsifikasi, metaplasia fibrokartilago.
2. Trauma : mengangkat beban berat, menahan ketika jatuh.
3. Reaksi vaskular : pembentukan pembuluh darah baru, deposit kalsium diserap.

a. Rotator Cuff Tendonitis


• Disebabkan adanya inflamasi pada rotator cuff.
• Terjadi akibat overuse shoulder.
• Pada atlet yang sering menggunakan tangan = pitcher, atlet renang, basket, volleyball, dll
• Non-atlet yang sering mengangkat beban berat atau melakukan pergerakan berulang pada bahu.
b. Rotator Cuff Impingement Syndrome
• Terjadi ketika rotator cuff trapped kedalam subacromial space.
• Disebabkan karena tendon lemah dan mudah terobek, berhubungan dengan arthritis dan bony
spur.

c. Rotator Cuff Tear


• Biasa terjadi pada usia > 40 tahun. Terjadi pada usia muda bila terjadi trauma (injury)
• Keadaan dimana rotator cuff mengalami robek.
Manifestasi Klinis
- Nyeri saat pergerakan bahu atau saat istirahat (biasanya ada radiasi ke lengan)
- Memburuk saat melakukan gerakan lengan diatas bahu (menyisir, menggunakan pakaian,
renang)
- Kaku, local swelling dan tenderness
- Lose Strenght and Motion  Frozen Shoulder
Terapi dan Pencegahan
• Rest
hentikan aktivitas yang memperparah gejala.
• Ice
• Antiinflammatories
(NSAIDs)
o Injeksi cortisone pada space diatas rotator cuff tendon
(subacromial corticosteroid injection)
o Biasanya membantu menghilangkan bengkak dan inflamasi
• Strengthening Exercise

They can be initiated with axial loading on a stable surface such as a table or an unstable surface
such as a ball. They should be started with the arm in a pain-free position, typically slightly
flexed with the trunk leaning on the arm (Fig. 35-6). This can then be advanced to loading the
arm in an upright position on a wall with the arm either flexed or abducted. Strengthening of the
rotator cuff may follow scapular stabilization and may focus on particular deficits noted within
the cuff (Figs. 35-7 and 35-8).
Pencegahan
• Hindari membawa tas/ barang dengan satu bahu
• Hindari bekerja dengan lengan di atas level bahu untuk jangka waktu lama. Jika perlu,
gunakan penyangga kaki/ tangga
• Angkat dan bawalah beban sedekat mungkin dengan batang tubuh. Jangan mengangkat
barang yang berat jauh dari batang tubuh
• Istirahat untuk suatu kegiatan yang dilakukan terus menerus
• Ketika meraih sesuatu dengan tangan, ibu jari harus selalu mengahadap ke atas
• Buatlah perubahan di sekitar rumah yang memudahkan ketika mencapai sesuatu. Simpan
peralatan sehari-hari pada tempat yang mudah dijangkau
DAFTAR PUSTAKA

Braddom RL. Handbook of Physical Medicine and Rehabilitation. Philadelphia: Saunders 2007.

DeLisa JA. Rehabilitation medicine, principles and practices. Second ed. Philadelphia:
Lippincott Co.