Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN

KEGIATAN SURVEI MAWAS DIRI

I. PENDAHULUAN
Pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua
komponen bangsa Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan
masyarakat yang setinggi-tingginya. Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat
ditentukan oleh kesinambungan antar-upaya program dan sektor, serta kesinambungan
dengan upaya-upaya yang telah dilaksanakan dalam periode sebelumnya.

Sasaran pembangunan kesehatan yang akan dicapai pada tahun 2025 adalah
meningkatnya derajat kesehatan masyarakat, dengan indikator meningkatnya umur
harapan hidup, menurunnya angka kematian bayi, menurunnya angka kematian ibu, dan
menurunnya prevalensi gizi kurang pada balita. Agar Tujuan dan sasaran pembangunan
kesehatan ini dapat dicapai perlu adanya strategi pembangunan, yang salah satunya
adalah pemberdayaan masyarakat melalui peran aktif masyarakat dalam berbagai
program upaya kesehatan.

II. LATAR BELAKANG


Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan
Masyarakat dinyatakan bahwa Puskesmas berfungsi menyelenggarakan Upaya
Kesehatan Masyarakat (UKM) dan Upaya Kesehatan Perseorangan (UKP) tingkat
pertama. Puskesmas merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dinas
kesehatan kabupaten/kota, sehingga dalam melaksanakan tugas dan fungsinya, akan
mengacu pada kebijakan pembangunan kesehatan Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota
bersangkutan, yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Daerah (RPJMD) dan Rencana Lima Tahunan dinas kesehatan kabupaten/kota.
Agar Puskesmas dapat mengelola upaya kesehatan dengan baik dan
berkesinambungan dalam mencapai tujuannya, maka Puskesmas harus menyusun
rencana kegiatan untuk periode 5 (lima) tahunan yang selanjutnya akan dirinci ke
dalam rencana tahunan Puskesmas sesuai siklus perencanaan anggaran daerah.
Semua rencana kegiatan baik 5 (lima) tahunan maupun rencana tahunan, selain
mengacu pada kebijakan pembangunan kesehatan kabupaten/kota harus juga disusun
berdasarkan pada hasil analisis situasi saat itu (evidence based) dan prediksi
kedepan yang mungkin terjadi.
Dalam penyusunan rencana kegiatan upaya kesehatan harus memperhatikan
kepentingan, kebutuhan dan harapan masyarakat sebagai konsumen atau pengguna
layanan kesehatan serta kepentingan dan kepuasan dari seluruh staf Puskesmas
sebagai konsumen internal. Untuk menjawab kepentingan, kebutuhan dan harapan
masyarakat perlu suatu kajian yang sangat mendalam melalui suatu pendekatan khusus.
Pendekatan yang sering dilakukan puskesmas adalah melalui survei mawas diri.
Survey Mawas Diri merupakan kegiatan pengumpulan data untuk mengenali keadaan dan
masalah yang dihadapi, serta potensi yang dimiliki untuk mengatasi suatu masalah yang dihadapi.

III. TUJUAN

A. Tujuan umum
Untuk mengidentifikasi kebutuhan dan harapan masyarakat/sasaran dalam
meningkatkan upaya pelayanan kesehatan di wilayah kerja puskesmas Waiwadan.

B. Tujuan khusus

a. Untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan masyarakat.


b. Untuk menggali potensi-potensi yang dimiliki masyarakat untuk memecahkan
permasalahan kesehatan masyarakat.
c. Untuk mengetahui berbagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk
mendukung pelaksanaan program.
d. Sebagai bahan masukan dalam menyusun rencana program atau rencana kegiatan
puskesmas.

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

No Tahapan Kegiatan
1 Persiapan 1. Menyusun kuesioner :
 Pertanyaan dibuat untuk semua Program
Kesehatan
 Pertanyaan harus jelas, singkat, padat dan
tidak mempengaruhi responden
 Kombinasi pertanyaan terbuka dan tertutup.
2. Menyusun lembar observasi untuk mengobservasi
rumah, halaman dan lingkungan.
3. Menentuhkan kriteria responden, termasuk
cakupan wilayah dan Jumlah KK.
4. Pengenalan instrumen kepada surveyor

2 Pelaksanaan Surveyor atau petugas yang telah dilatih/dibekali tentang


instrumen melakukan wawancara secara langsung ke
responden dan melakukan pengamatan terhadap rumah
dan lingkungan sesuai dengan jadwal yang telah
ditentukan.
3 Pengolahan/analisis data. 1. Data hasil survey dikumpulkan
2. Tim yang ditentukan mengolah dan menganalisis
data hasil survey dengan menentukan skala
prioritas masalah untuk dilakukan pemecahan
atau tindak lanjut.
3. Menyajikan data hasil SMD dalam bentuk tabuler
Menggunakan tabel).
4. Menyusun laporan SMD sebagai bahan untuk
MMD..

V. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN


Wawancara atau interview dengan sasaran dan pengisian kuesioner

VI. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN


Survey Mawas Diri dilakukan selama 2 (dua) bulan, yang direncanakan akan dilaksanakan
pada bulan September sampai dengan bulan Oktober 2018.

VII. SASARAN DAN PELAKSANA KEGIATAN


a. Sasaran Kegiatan :
Sebagai sasaran dalam kegiatan survey mawas diri adalah masyarakat/keluarga dalam
wilayah kerja puskesmas yang telah ditentukan.
b. Pelaksana Kegiatan :
- Kader Kesehatan
- Pengelola Program
- Penanggung Jawab Program UKM.

VIII. BIAYA/ PENDANAAN


Kegiatan ini dibeban pada sumber anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Non-Fisik /dana
BOK Tahun Anggaran 2018

IX. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN


a. Penanggung Jawab Program meminta pelaksana kegiatan melaporkan hasil kegiatan
survey mawas diri.
b. Laporan evaluasi dibuat setelah dilakukan survey mawas diri.

X. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI


a. Hasil survey direkap sesuai dengan jawaban sasaran terhadap kuesioner setelah itu
dianalisa.
b. Rekapan survey dan analisanya dilaporkan ke kepala puskesmas
c. Evaluasi dilakukan setelah kegiatan dilaksanakan oleh penanggung jawab UKM
dan pelaksana program.
d. Penanggung Jawab Program UKM menyampaikan laporan survey mawas diri dan
dilakukan evaluasi bersama pada saat Minilok bulanan Puskesmas Waiwadan.

Waiwadan, Januari 2018


Mengetahui,
Penanggung jawab Kegiatan
PLT. Kepala Puskesmas Waiwadan
PJ. UKM Puskesmas Waiwadan

Nikolaus Narek Kopong


..........................................
NIP.
NIP: ..................................