Anda di halaman 1dari 28

Bleeding Management;

Fluid Resuscitation Approach

Ali Haedar, MD, SpEM, FAHA

Clinical Lecturer & Emergency Medicine Specialist

Department of Emergency Medicine


Faculty of Medicine – University of Brawijaya
Saiful Anwar General Hospital
Indonesia
Disclosure
• Dr. Haedar is a board member of Maternal
Emergency Team, and instructor for Basic and
Advanced Maternal Emergency Course

• Materials are taken from ‘Basic Maternal


Emergency Course’ Module

2
Kasus #1
Wanita, 25 thn, 50 kg, hamil 8 minggu, datang dengan
nyeri hebat perut bawah, pucat berkeringat dingin. BP
100/80 mmHg, N 120 bpm, RR 29 tpm, SaO2 95%.
1. Apakah px mengalami shock dan apakah jenis
shock-nya?
2. Berapa % EBV pada px ini?
3. Berapa CC darah yang hilang pada px ini?
4. Apakah cairan pengganti yang diberikan?
5. Berapa banyak cairan pengganti yang diberikan?
3
Kasus #2
Wanita, 30thn, 70kg, post partum datang dengan HPP.
Px tampak pucat dan berkeringat dingin. BP 70/90
mmHg, N 130 bpm, akral dingin pucat, RR 30 tpm,
SaO2 90%.
1. Apakah px mengalami shock dan apakah jenis
shock-nya?
2. Berapa % EBV pada px ini?
3. Berapa CC darah yang hilang pada px ini?
4. Apakah cairan pengganti yang diberikan?
5. Berapa banyak cairan pengganti yang diberikan? 4
Kasus #3
Laki-laki, 29 thn, 60kg, jatuh dari pohon kelapa
ketinggian 5 meter, dan terjatuh posisi duduk.
Mengeluh nyeri pada pantat dan punggung, dan tidak
dapat merasakan kedua kakinya. BP 80/50 mmHg, N
40 bpm, akral hangat kering merah, RR 30 tpm, SaO2
90%.
1. Apakah px mengalami shock dan apakah jenis
shock-nya?
2. Mengapa nadi px lambat dan akralnya hangat?
3. Bagaimana management shock pada px ini?
5
Kasus #4
Laki-laki, 16 thn, 40kg, mengalami patah tulang tibia
saat bermain bola. Px sadar dan mengeluh nyeri pada
kakinya. Tanda-tanda vital belum dievaluasi.

1. Tindakan apakah yang dapat Anda lakukan terlebih


dahulu?
2. Bagaimana management terapi cairan pada px ini?

6
Bleeding Management; Fluid Resuscitation Approach

THE BASIC CONCEPT OF CIRCULATION 7


Sistem Cardiovacular terdiri:

• Pompa  Jantung

• Pipa  Pembuluh darah

• Isi pipa  Darah dan komponennya

8
Komponen Tekanan Darah

 BP = CO x SVR

 CO = SV x HR

 SV = EDV – ESV

 EDV (preload)

 ESV (afterload & contractility)

BP: Blood pressure, CO: Cardiac Output, SVR: Systemic Vascular Resistance, HR: Heart
rate; SV: Stroke Volume; EDV: End Diastolic Volume; ESV: End Systolic Volume
9
Faktor yang berpengaruh pada Stroke Volume

10
Preload & Afterload

• Preload = volume akhir diastolik  volume pada


pembuluh darah vena

• Afterload = tegangan dinding ventricle pd akhir


sistolik  tegangan/tahanan pembuluh darah

• Stroke volume is determined by Preload,


Afterload and Contractility

11
Komponen Stroke Volume

EDV = 120 ml of blood

ESV = 50 ml of blood

12
Kontraktilitas
• Ditingkatkan dengan inotropic agents:
Adrenaline
Nor adrenaline
Dobutamine
Dopamine

13
Pulse Pressure
• Ditentukan oleh
compliance dari aorta
juga oleh stroke
volume.

• Makin kaku aortanya,


pulse pressure makin
melebar.

• Makin “compliant “
aortanya, makin
menyempit pulse
Pulse Pressure = pressurenya 14
Systolic Pressure ─ Diastolic Pressure
Mean Arterial Pressure
• Ditentukan oleh cardiac output (CO), systemic vascular resistance
(SVR), dan central venous pressure (CVP)

• Didasarkan pada hubungan flow, pressure and resistance

15
Tata Laksana Gagal Sirkulasi.

• Fluids
• Inotropes
• Vasoconstrictors
• Vasodilators

16
Therapeutic Goal

17
Bleeding Management; Fluid Resuscitation Approach

SHOCK MANAGEMENT 18
Definisi
• Syok adalah suatu kondisi patologi dengan perfusi organ
dan jaringan yang tidak adekuat yang mengarah pada
hipoperfusi dan hipoksia seluler, diakhiri dengan sequele

• Seorang pasien dengan tekanan darah yang normal


mungkin masih dalam keadaan syok. Ini khususnya pada
pasien dengan latar belakang hipertensi.

• Di sisi lain, tidak semua pasien dengan hipotensi adalah


syok.
19
Gambaran Umum
• suatu tekanan darah sistolik kurang dari normal sesuai dengan
usia dengan ..
• tanda – tanda klasik hipoperfusi seperti pucat, kulit dingin,
takikardi, diaphoresis atau penurunan kesadaran

20
Hubungan Komponen Tekanan Darah

BP = CO x SVR
CO = SV x HR
BP = (SV × HR) x SVR

BP: Blood pressure, CO: Cardiac Output, SVR: Systemic Vascular


Resistance, HR: Heart rate; SV: Stroke Volume

21
Jenis-Jenis Syok
Jenis Syok Penyebab
Hipovolemik Perdarahan akibat dari trauma multiple
Perdarahan gastrointestinal
Luka bakar
Ruptur aneurisma aorta
Kehamilan ektopik terganggu
Kehilangan cairan dari gastroenteritis berat
atau pankreatitis akut
Mechanical Tension Pneumothorax
Tamponade jantung
Emboli Paru
Neurogenik Trauma spinal

Septik Infeksi
22
Mengenali Berbagai macam jenis
dari syok

Informasi Hipovolemik shock Mechanical shock Neurogenik shock Septik


Diagnostik shock

Gejala dan Pucat; kulit dingin, Kulit basah, dingin; Kulit hangat, denyut Demam, kulit teraba
tanda Basah; takikardi; taki- dan jantung hangat, takikardi,
Oliguri, hipotensi; bradiaritmia; normal/rendah, oliguri, hipotensi,
peningkatan oliguri; hipotensi; normo/oliguri, penurunan
resistensi perifer peningkatan hipotensi, resistensi perifer.
resistensi perifer penurunan resistensi
perifer

23
Penatalaksanaa Shock Umum
• Semua pasien dengan syok harus dirawat di area critical
care.
• Pasien ditempatkan pada monitor jantung, tekanan darah,
nadi, dan pulse oximetri. Periksa adanya hipotensi
orthostatic.
• Kontrol jalan napas dan berikan oksigen 100% dengan
masker non rebreathing Pertimbangkan intubasi pada
setiap pasien dengan syok berat dengan oksigenasi dan
ventilasi yang tidak adekuat.
• Pasang 2 jalur intravena dengan jarum besar (14G/16G)
pada fossa antecubiti.
24
• Berikan 1 L cairan atau 20 cc/kgBB elektrolit
Penatalaksanaan Shock Khusus
• Panduan terapi cairan berdasarkan kehilangan darah/cairan
tubuh:
• Parameter hemodinamik sulit dihitung:
• Terkontrol:
20 cc/kgBB per jam I
20 cc/kgBB per jam II
10 cc/kgBB per jam III
• Tidak terkontrol
20 cc/kgBB bolus sampai dengan systole >90 mmHg
• Parameter hemodinamik dapat dihitung:
• Menggunakan Estimated Blood Volume (70cc/kgBB) dan % blood
loss
• 1 cc darah diganti 4 cc cairan isotonis 25
Tanda-tanda klinis shock berdasarkan EBV

% Blood loss Clinical Signs

< 15 Slightly increased heart rate, local swelling,


bleeding

15-30 Increased heart rate, increased diastolic blood


pressure, prolonged capillary refill

30-40 Above findings plus: hypotension, confusion,


acidosis, decreased urine output

> 40 Refractory hypotension, refractory acidosis, death

26
Disposisi
• Semua pasien dengan syok seharusnya dirawat pada ruang
perawatan intensif atau ICU disiplin ilmu yang tepat setelah
konsultasi yang tepat sebelumnya.

• Jika ada trauma multisistem, Tim Trauma harus dilibatkan.

27
haedaryahya@yahoo.com

TERIMA KASIH 28