Anda di halaman 1dari 12

♥ Anira Forever ♥

 Home
 Posts RSS
 Comments RSS
 Edit

Search...

Makalah Hepes Zoster
0 comments
Posted in Labels: Materi Kuliah

undefined
undefined

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Herpes zoster adalah penyakit setempat yang terjadi terutama pada orang tua yang khas
ditandai oleh adanya nyeri radikuler yang unilateral serta adanya erupsi vesikuler yang
terbatas pada dermatom yang diinervasi oleh serabut saraf spinal maupun ganglion serabut
saraf sensoris dari nervus cranialis.
Hesper zoster rupanya menggambarkan reaktifitas dari refleksi endogen yang telah
menetap dalam bentuk laten mengikuti infeksi varisela yang telah ada sebelumnya. Hubungan
varisela dan Hesper zoster pertama kali di temukan oleh Von Gokay pada tahun 1888. Ia
menemukan penderita anak-anak yang dapat terkena varisela setelah mengalami kontak
dengan individu yang mengalami infeksi herpes zoster.
Implikasi neurologic dari distribusi lesi segmental herpes zoster diperkenalkan oleh
Richard Bright tahun 1931 dan adanya peradangan gonglion sensoris pada saraf spinal
pertama kali di uraikan oleh Von Bareusprung pada tahun 1862. Herpes zoster dapat
mengenai kedua jenis kelamin dan semua ras dengan prekuensi yang sama. Zoster adalah
penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varisela zoster yang menyerang kulit dan
mukosa. Infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi setelah infeksi primer.
B. Rumusan Masalah
1. Pengertian herpes zoster
2. Etiologi herpes zoster
3. Patofisiologi herpes zoster
4. Tanda dan gejala herpes zoster
5. Pemeriksaan penunjang herpes zoster
6. Komplikasi herpes zoster

dan hanya varion yang terselubung yang bersifat infeksius. Evaluasi herpes zoster 11. Dikalangan awam popular atau lebih dikenal dengan sebutan “dampa” atau “cacar air”. C. Agar mahasiswa dapat memahami dan mengetahui tentang untuk melaksanakan asuhan keperawatan pada klien herpes zoster. Penatalaksanaan herpes zoster 9. Pemeriksaan diagnostic herpes zoster 8. Kadang virus ini juga menyerang ganglion anterion. Kapsid tersusun atas 162 sub unit protein-varion yang lengkap dengan diameternya 150- 200nm. Agar mahasiswa mampu menjelaskan manifestasi herpes zoster c. Agar mahasiswa mampu menjelaskan pengertian herpes zoster b. Herpes zoster disebut juga shingles. Virus akan menjalar melalui serabut saraf sensorik ke gonglion saraf dan berdiam secara permanen dan bersifat laten. Infeksi hasil reaktivasi virus varicella yang menetap di gonglion sensori setelah infeksi chickenpox pada masa anak-anak sekitar 20% orang yang menderita cacar akan menderita shingles selama hidupnya dan biasanya hanya terjadi sekali. Pada episode infeksi primer. Infeksiositas virus ini dengan cepat dihancurkan oleh bahan organic. Disebabkan oleh virus varicella zoster (virus yang juga menyebabkan penyakit varicella atau cacar chickenpox. Implementasi herpes zoster 10. Tujuan 1. Selanjutnya. virus dari luar masuk ketubuh hospes (penerima virus). Asuhan Keperawatan herpes zoster C. Virus varicella zoster terdiri dari kapsid berbentuk ikosahedral dengan diameter 100nm. panas dan suasana Ph yang tinggi. bagian motorik kranalis sehingga memberikan gejala-gejala gangguan motorik. deterjen. Pengertian Herpes Zoster adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus varisela zoster yang menyerang kulit dan mukosa. Agar mahasiswa mampu menjelaskan diagnose pada klien herpes zoster. Herpes zoster merupakan infeksi virus yang akut pada bagian dermatome (terutama dada dan leher) dan saraf. BAB II TINJAUAN TEORI A. Etiologi Reaktivasi virus varisela zoster. 7. Masa inkubasisnya 14-21 hari. enzim proteolitik. Invasi Virus Varicella . Agar mahasiswa mampu menjelaskan pengkajian klien herpes zoster d. Tujuan umum a. terjadilah penggabungan virus dengan DNA hospes. Ketika reaktivasi virus berjalan dari gonglion ke kulit area dermatom. 2. mengadakan multiplikasi atau replekasi sehingga menimbulkan kelainan pada kulit. Infeksi ini merupakan reaktivasi virus yang terjadi setelah infeksi primer. Herpes zoster disebabkan oleh virus varicella zoster. B. Tujuan khusus a. Patofisiologi Virus ini berdiam di gonglion susunan saraf tepi dan ganglion kranalis kelainan kulit yang timbul memberikan lokasi yang setingkat dengan daerah persyarafan gonglion tersebut.

Setelah timbul eritema yang dalam waktu singkat menjadi vesikel yang berkelompok dengan dasar kulit yang eritema dan edema. . 2. Haid 9. Adanya lesi pada ODHA merupakan manifestasi pertama dan immunocompromised. Obat-obatan 7. Kelelahan 3. 4. Setres D. Usia lebih dari 50 tahun. Sedangkan mengenai umur lebih sering pada orang dewasa. Alkohol 5. Tanda dan Gejala Daerah yang paling sering terkena adalah daerah thorakal. Susunan saraf tepi Menyerang gonglion anterion Sehingga terjadi gangguan motorik Masuk kesirkulasi darah Menjalar melalui serabut saraf sensorik ke gonglion saraf (permanen atau laten) Menetap di gonglion sensori Rektivasi virus dari gonglion ke kulit area dermatom Faktor resiko Herpes zoster 1. Kadang vesikel mengandung darah yang disebut herpeszoster haemoragik dapat pula timbul infeksi sekunder sehingga menimbulkan ulkusdengan penyembuhan berupa sikatriks. Vesikel ini berisi cairan jernih kemudian menjadi keruh (berwarna abu-abu)dapat menjadi pastala dan krusta. Sinar ultraviolet 8. Orang dengan transplanasi organ mayor seperti tranplantasi sumsum tulang. Gangguan pencernaan 6. malaise maupun lokal seperti nyeri otot-tulang. Massa tunasnya 7-12 hari. Makin tua usia penderita herpes zoster makin tinggi pula resiko terserang nyeri. Massa aktif penyakitini berupa lesi-lesi baru yang tetap timbul berlangsung kurang lebih 1-2 minggu. pegal dan sebagainya. gatal. Frekuensi penyakit inipada pria dan wanita sama. Orang dengan terapi radiasi dan kometerapi. infeksi ini sering terjadi pada usia ini akibat daya tahan tubuhnya lemah.Sebelum timbul gejala kulit terhadap gejala prodromal baik sistemik seperti demam. Orang yang mengalami penurunan kekebalan (immunocompromised) seperti HIV dan leukemia.pusing. Demam 4.Disamping gejala kulit dapat juga dijumpai pembesaran kelenjar geth bening regional. 3. Trauma/luka 2. Faktor pencetus kambuhnya Herpes zoster 1.

E. Timbul erupsi kulit a. Kadang terjadi limfadenopati regional Erupsi kulit hampir selalu unilateraldan biasanya terbatas pada daerah yangdipersarafioleh satu ganglion sensorik. sensitive. Tanda dan gejala Herpes zoster 1. yang tersering di daerah ganglion torakalis. fatige. kelainan kulit yang sesuai dengantingkat persyarafan. neuritis optika dan paresis otot penggerak bolamata. Gejala yang mempengaruhi mata : Berupa kemerahan. gatal dan kesemutan. tinnitus vertigo. Herpes zoster menghilang. Gejala yang mempengaruhi tubuh : demam.Nyeri juga bisa terjadi selama erupsi kulit. Erupsi dapat terjadi di seluruh bagiantubuh. . Hal ini cenderung dijumpai padausia lebih dari 40 tahun. d.Nyeri menetap di dermatom yang terkena setelah erupsi. Pada Herpes Zoster generalisata kelainan kulitnya unilateral dan segmentalditambah kelainan kulit yang menyebar secara generalisa berupa vesikel yang solitar danada umbilikasi. Pada susunan saraf tepi jarang timbul kelainan motorik tetapi padasusunan saraf pusat kelainan ini lebih sering karena struktur ganglion kranialismemungkinan hal tersebut. Lesi dimulai dengan macula eritroskuamosa. kemudian terbentuk papul – papul dan dalam waktu 12–24 jam lesi berkembang menjadi vesikel. sakit kepala. dangangguan pengecapan. Keluhan biasanya diawali dengan gejala prodomal yang berlangsung selama 1– 4hari b. sore skin ( penekanan kulit). mengakibatkanhambatan penyembuhan dan pembentukan jaringan parut. Nauralgia pasca laterpetik adalah rasa nyeri yang timbul pada daerahbekas penyembuhan. Sehingga menimbulkan kelainan pada mata. pandangan kabur.rash. 2. nistagmus. glaucomasekunder. 2. 4.pembengkakan kelopak mata. Lesi baru dapat terus muncul sampai hari ke 4 dan kadang– kadang sampai hari ke7 5. antara lain : keratitis akut.Krusta dapat bertahan sampai 2– 3 minggu kemudian mengelupas. Neuralgia Pasca Herpes zoster (NPH) merupakan nyeri yang tajam danspasmodic (singkat dan tidak terus– menerus) sepanjang nervus yang terlibat. Pada hari ketigaberubah menjadi pastul yang akan mengering menjadi krusta dalam 7– 10 hari. Pemeriksaan Penunjang Pada pemeriksaan percobaan Tzanck dapat ditemukan sel datia berinti banyak F. Gangren superfisialis. c. Nyeri ini dapat berlangsung sampai beberapa bulan bahkanbertahun-tahun dengan gradasi nyeri yang bervariasi. nausea. korioretinitis. sensitive terhadap cahaya. ptosis. Erupsi kulit yang berat dapat meninggalkan macula hiperpigmentasi dan jaringanparut (pitted scar) 6. Herpes zoster abortif artinya penyakit ini berlangsnug dalamwaktu yang singkat dan kelainan kulit hanya berupa vesikel dan eritema. gangguan pendengaran. neri. uveitis. Pada lansia biasanya mengalami lesi yang lebih parah dan mereka lebih sensitiveterhadap nyeri yang dialami. 3. penurunansensasi penglihatan dan lain – lain. Komplikasi Komplikasi Herpes zoster 1. disamping itu juga cabang keduadan ketiga menyebabkan kelainan kulit pada daerah persyarafannya. Komplikasi mata. Sindrom RamsayHunt diakibatkan oleh gangguan nervus fasalis dan otikus sehingga menyebabkanpengelihatan ganda paralisis otot muka (Paralisis Bell). malaise. menunjukan Herpes zoster yang berat. Kebanyakan nyeri akan berkurang dan menghilang spontan setelah 1– 6 bulan 3. Hiperestesi pada daerah yang terkena memberi gejala yangkhas. nusea. (rasa terbakar atautertusuk). Herpes zoster oftalmikus disebabkan oleh infeksi cabang-cabang pertana nervustrigeminus. skleritis. kemerahan. Gejala prodomal a. kekeringan mata. Nyeri bersifat segmental dan dapat berlangsung terus menerus atau hilang timbul. batasan waktunya adalah nyeri yang masih timbulsatu bulan setelah timbulnya erupsi kulit. Pada saat ininyeri segmental juga menghilang 4. Kelainan pada muka sering disebabkan oleh karena gangguan pada nervustrigeminus atas nervus fasialis dan otikus. Lokalisasi penyakit ini adalah unilateral dan bersifat dermatomal sesuai dengantempat persyarafan.

Pengobatan topical a. Pada pelaksanaan keperawatan diprioritaskan pada uppaya untuk mempertahankan jalan napas. Kultur dari cairan vesikel dan tes antibody : digunakan untuk membedakandiagnosis herpes virus 4. Deteksi antibody terhadap infeksi virus H. progressive multi focal leukoenche phatopathy dan angitis serebralgranulomatosa disertai hemiplegi (2 terkahir ini merupakan komplikasi herpeszoster optalmik). Immunofluororescent : mengidentifikasi varicella di sel kulit 5. topical atau parenteral. G. Pemeriksaan diagnostic pada Herpes zoster Tes diagnostik untuk membedakan dari impetigo. antara lain : endokarditis. Meski tidak menyembuhkan infeksi herpes namun dapat menurunkankeparahan penyakit dan nyeri. mencegah komplikasi.Pemberian lebih efektif pada hari pertama dan kedua pasca kemunculan vesikel. menigosefalitis. memperlambat memperburuknya kondisi. Pemeriksaan histopatologik 6. paralysis saraf motorik. Pemerikasaan mikroskop electron 7. 3. anti virus dapat diberikan b) Neuralgia Pasca Herpes zoster c) Bila nyeri masih terasa meskipun sudah diberikan acyclovir pada fase akut. kontak dermatitis dan herps simplex : 1. Dapat diobati dengan salaep mata steroid topical dan mydriatik. dan herpes simplex. Komplikasi sitemik. Antiviral lain yang dianjurkan adalah vidarabine (Ara – A. a) Penderita dengan keluhan mata Keterlibatan seluruh mata atau ujung hidung yang menunjukan hubungan dengancabang nasosiliaris nervus optalmikus. Dapat diberikan secara oral. Implementasi Pada tahap ini untuk melaksanakan intervensi dan aktivitas yang telah dicatat dalam rencana perawatan pasien.nya adalah acyclovir yang dapat mengintervensi sintesis virusdan replikasinya. memberikan informasi tentan proses penyakit (Doenges Marilynn E. I. Vira– A) dapatdiberikan lewat infus intravena atau salep mata. Kultur virus 8. Kortikosteroid dapat digunakan untuk menurunkan respon inflamasi dan efektif namun penggunaannya masih kontroversikarena dapat menurunkan penyembuhan dan menekan respon immune. meningkatkan masukan nutrisi. Tzanck Smear : mengidentifikasi virus herpes tetapi tidak dapat membedakan herpes zoster 2.5. Identifikasi anti gen / asam nukleat VVZ 9. diberikan kompres terbuka dengan larutan antiseptik atau kompres dingin dengan larutan burrow 3 x sehari selama 20 menit c. makadapat diberikan anti depresan trisiklik ( misalnya : amitriptilin 10– 75 mg/hari) d) Tindak lanjut ketat bagi penanganan nyeri dan dukungan emosional merupakanbagian terpenting perawatan e) Intervensi bedah atau rujukan ke klinik nyeri diperlukan pada neuralgi berat yangtidak teratasi. 2000. Rencana Asuhan Keperawatan) . Pada stadium vesicular diberi bedak salicyl 2% atau bedak kocok kalamin untuk mencegah vesikel pecah b. Pengobatan sistemik Drug of choice. Apabila lesi berkrusta dan agak basah dapat diberikan salep antibiotik (basitrasin / polysporin ) untuk mencegah infeksi sekunder selama 3 x sehari 2. Penatalaksanaan 1. Agar implementasi/pelaksanaan perencanaan ini dapat tepat waktu dan efektif maka perlu mengidentifikasi prioritasperawat memantau dan mencatat respon pasien terhadap setiap intervensi yang dilaksanakan serta mendokumentasikan pelaksaan perawatan. mempermudah pertukarangas. harus ditangani dengan konsultasi opthamologis. Analgesik nonnarkotik dan narkotik diresepkan untuk manajemen nyeri dan antihistamin diberikanuntuk menyembuhkan priritus. Herpes zoster diseminata / generalisata 6. Namunhanya memiliki efek yang kecil terhadap postherpetic neuralgia. Bila vesikel pecah dan basah.

revisi. infeksi tidak terjadi. 2 Ds : Gangguan integritas Proses peradangan . ASUHAN KEPERAWATAN DATA FOKUS Data Subjektif : .Terdapat bintik merah dan vesikel serta individu mengalami bulat atau beresiko terhadap kerusakan jaringan epidermis dan dermis Rencana Keperawatan DATA SUBJEKTIF DAN DATA NO NOC NIC OBJEKTIF 1 Nyeri b/d proses peradangan yang di Setelah di lakukan Meringankan atau tandai dengan : tindakan mengurangi nyeri . Pada tahap evaluasi mengacu pada tujuan yang telah ditetapkan yaitu : jalan nafas efektif.J.Terdapat bintik merah dan vesikel serta bulat Analisis Data DATA SUBJEKTIF DAN DATA NO MASALAH ETIOLOGI OBJEKTIF 1 Ds : Nyeri Proses peradangan .Klien mengeluh pada dada dan kulit punggunya Definisi : keadaan .Klien mengeluh pada dada dan punggungnya Data Objektif : . Evaluasi merupakan proses yang interaktif dan kontinyu. kecemasan berkurang/hilang klien memahami kondisi penyakitnya. respon pasien dicatat dan dievaluasi alam hubungannya dengan hasil yang diharapkan kemudian berdasarkan respon pasien. pertukaran gas adekuat. masukan nutrisi adekuat. intoleransi aktivitas meningkat. pola nafas efektif.Klien mengatakan terasa nyeri yang Definisi : keadaan sangat sehingga mengganggu istirahat dimana individu tidurnya mengalami dan Do : melaporkan adanya . karena setiap tindakan keperawatan.Do : dimana seorang .Klien mengatakan terasa nyeri yang sangat sehingga mengganggu istirahat tidurnya . intervensi keperawatan/hasil pasien yang mungkin diperlukan. rasa ketidaknyamanan yang hebat atau sensasi yang tidak menyenangkan. Evaluasi Pada tahap akhir proses keperawatan adalah mengevaluasi respon pasien terhadap perawatan yang diberikan untuk memastikan bahwa hasil yang di harapkan telah dicapai.

dan Ds : keperawatan selama peningkatan proses . dengan hasil yang di harapkan : Tingkat kenyamanan perasaan senang secara fisik dan psikologis.diharapkan luka yang ditutup . Ds : keperawatan selama sampai pada tingkat . Terdapat bintik merah dan vesikel berkurang bahkan atau staples. serta bulat hilang dengan hasil yang di harapkan : Keutuhan struktual dan fungsi fsiologis dari kulit dan membran mukosa. Klien mengeluh pada dada dan 2X 24 penyembuhan pada punggunya jam. Intervensi dan Rasional INTERVENSI Rasional Lindungi kulit yang sehat terhadap Maserasi pada kulit yang sehat dapat kemungkinan maserasi ( hidrasi stratum menyebabkan pecahgnya kulit-kulit korneum yang berlebihan ) pada saat dan terjadi perluasan kelainan memasang / balutan basah primer.terganggunya tidur 2 Gangguan integritas kulit b/d proses Setelah di lakukan Pembersihan . Hilangkan kelembaban dari kulit untuk Friksi dan maserasi mempunyai mencegah / menghindari friksi dan maserasi peranan penting dalam proses terjadinya inveksi kulit Hati hati dalam melakukan kompres hangat Pasien dengan dermatosis dapat dengan suhu yang terlalu tinggi ( cidera mengalamipenurunan sensivitas dermal ) terhadap panas Dalam perawatan kulit harus berdasarkan Dengan menggunakan prinsip septic prinsip septik aseptik aseptic mencegah microorganisme dan perluasan infeksi Implementasi . Kegelisahan atau ketegangan otot. peradangan yang di tandai dengan : tindakan pemantauan . .diharapkan nyeri dapat di terima oleh tidurnya akan berkurang pasien Do : bahkan hilang . klip . Klien mengatakan terasa nyeri yang 2X 24 kenyamanan yang sangat sehingga mengganggu istirahat jam. Do : integritas kulit dengan jahitan . dengan skala 10 – 0.

8 mei 2012 D : Ds : .Terdapat bintik merah dan vesikel serta bulat P : pada saat cacarnya mengeluarkan air Q : bagian kulit R: S : rasanya gatal-gatal T : saat cairannya akan pecah A : Mengkaji tingkat integritas kulit yang dialami pasien R : Bintik merah dan vesikel serta bulat berkurang bahkan hilang Evaluasi No Hari/tanggal/jam Evaluasi (SOAP) 1 Rabu. Herpes zoster merupakan infeksi virus yang akut pada .9 mei 2012 S : Klien mengatakan terasa nyeri yang sangat sehingga mengganggu istirahat tidurnya O : Terdapat bintik merah dan vesikel serta bulat A : Masalah keperawatan teratasi sebagian P : : Rencana keperawatan dilanjutkan 2 Rabu. Dkalangan awam popular atau lebih dikenal dengan sebutan “dampa” atau “cacar air”. No Hari/tanggal/jam Implementasi (DAR) 1 Selasa.9 mei 2012 D : Klien mengeluh pada dada dan punggungnya O : Terdapat bintik merah dan vesikel serta bulat A : Masalah keperawatan teratasi sebagian P : : Rencana keperawatan dilanjutkan BAB III PENUTUP A.Klien mengeluh pada dada dan punggungnya Do : . Kesimpulan Herpes zoster adalah penyakit yang disbabkan oleh infeksi virus varisela zoster yang menyerang kulit dan mukosa.Klien mengatakan terasa nyeri yang sangat sehingga mengganggu istirahat tidurnya Do : P : saat bergerak Q : di seluruh badan R: S : istirahat tidurnya terganggu T : di saat istirahat dan tidur A : mengkaji tingkat nyeri yang di alami pasien R : Ds : Nyeri berkurang atau hilang Selasa.8 mei 2012 D : Ds : . Herpes zoster disebut juga shingles. infeksi ini merupakan virus yang terjadi setelah infeksi primer.

Loraine M (2006).Lambang ( 1 )  Lirik Lagu ( 47 )  Materi Kuliah ( 202 )  Muhammadiyah ( 3 )  Puisi Cinta ( 5 )  Realisme of Aditia Ananda ( 5 )  Sekilas Info ( 25 ) Blog Archive  ► 2016 ( 25 )  ► 2013 ( 96 )  ▼ 2012 ( 354 ) . Jakarta: EGC 0 comments : Post a Comment Links to this post Create a Link Newer Post Older Post Home ♥ Anira Forever ♥ @Aan_Celluler Category  ♥ ANIRA (20-01-12) ♥ ( 150 )  Aan_Celluler ( 14 )  Animasi Lucu ( 1 )  Artikel ( 16 )  Danbo ( 1 )  Gambar Kartun Sehat ( 1 )  Karya Tulis Ilmiah ( 3 )  Kata Mutiara ( 4 )  Lambang . Jakarta: EGC Brunner dan sussarth. Sylvia A dan Willson.(2006). Disebabkan oleh virus varicella zoster (virus yang juga menyebabkan penyakit varicella ataucacar/chickenpox. Patofisiologi kosep klinis proses proses penyakit.bagian dermatome (terutama dada dan leher) dan saraf. Buku ajar keperawatan medical bedah volume 3. DAFTAR PUSTAKA Price.

o ► December ( 12 ) o ► November ( 24 ) o ▼ October ( 318 )  Mekanisme Peredaran Darah Manusia  Asuhan Keperawatan Coronary Syndrom  ♥ Ira Widyastuti ♥  Gambar Jantung  Materi Anatomi dan Fisiologi Sistem Endokrin  ♥ Idul Adha Anira (01) ♥  ♥ Idul Adha Anira (02) ♥  ♥ Idul Adha Anira (03) ♥  ♥ Idul Adha Anira (04) ♥  ♥ Idul Adha Anira (05) ♥  ♥ Lovely With Friends (02) ♥  ♥ Lovely With Friends (01) ♥  Gambar Siswa . Ngabang  Proposal Program Kreativitas Mahasiswa  Lovely Imoet  Makalah Hepatik Ensefalopati  Artikel Manfaat Daun Sirih Untuk Kaum Hawa  Makalah Intoksifikasi Organofosfat  Makalah Hepatitis Akut  Aku Sayang Kamu  Makalah Obstruksi Usus Halus dan Usus Besar  Materi Colitis Ulseratif  Makalah Thalasemia  Makalah Erupsi Obat  Makalah Hakekat Manusia Menurut Islam  Makalah Caring.Adit' .Siswi SDN 18 Mungguk. Holisme dan Humanisme  Makalah Hak Asasi Manusia (HAM)  Makalah Doa  KTI materi IKD 1  Materi Spermatogenesis dan Oogenesis  Makalah Skizofrenia dan Gangguan Psikotik Lainnya  Materi Minat dan Perhatian  Materi Senam Kegel  Materi Cairan dan Elektrolit  Materi Konsep Anatomi dan Fisiologi  Materi Oksigenisasi  Materi Cara Pemasangan kateter  Materi Cara Pemasangan NGT  Makalah Pengkaderan Muhammadiyah  Materi Penyesuaian Diri dan Frustasi  Materi ROM  SAP Hipertensi Pada Lansia  Materi Konsep Negara dan Identitas Nasional  Makalah Homeopati  Materi Ilmu Sosial Dasar  KTI materi IKD 3  Dialogue English Language 'Aan .

 Asuhan Keperawatan Bibir Sumbing  Asuhan Keperawatan Gastroesofagus  Asuhan Keperawatan Hisprung  Materi Penerapan Nilai – Nilai Pancasila  Materi Mind And Body  Makalah Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah  Makalah MKCH (Matan Keyakinan dan Cita ..Cita Hidu. Protein dan Lemak  Asuhan Keperawatan Ulkus Peptikum  Makalah Dakwah  Makalah Matan keyakinan dan Cita Hidup Muhammadiya..  SAP Hepatitis  Health Pictures  Gambar Gerakan Rom  Gambar Sistem Pencernaan (01)  Gambar Sistem Pencernaan (02)  Gambar Sistem Pencernaan (03)  Materi Paragraf  Makalah Saluran Perkemihan  Makalah Aborsi Terapeutik  SAP Terapi Bermain  Materi Penyakit Asma  Materi Laringitis  Gambar Pathway Tuberculosis Paru  Gambar Sistem Respirasi  Gambar Organ ..Organ  Materi Anatomi Fisiologi Sistem Pencernaan  Gambar Sistem Pencernaan  Asuhan Keperawatan CA Lambung  Makalah Gerakan Pembaharuan  Materi Proses Makan  Materi Metabolisme Zat Makanan  Materi Metabolisme Karbohidrat. Makalah E-Business  Makalah Business Plan  Makalah Marketing  Proposal Usaha 'Three Collection'  Materi Infeksi Nasokomial dan Sterelisasi  Materi Keperawatan Anak  Materi Keperawatan Maternitas  Materi Keperawatan Komunitas  Makalah Konsep Maping  Materi Terapi Komplemeneter  Asuhan Keperawatan TBC  Asuhan Keperawatan Thipoid  Makalah Leukimia Limfoblastik Akut (LLA)  Makalah Pengaruh Gizi Terhadap Sistem Imun  Makalah Hepes Zoster  Potensi Daun Kemangi (Ocimum basilicum forma citra.  Materi Paham Isme dan Muhammadiyah  Makalah Robo ..Robo ...

Sanggau. West Borneo.  Makalah Tahlilan  Makalah Yasinan  Materi Perdarahan Varises Esophagus Popular Posts  Materi Spermatogenesis dan Oogenesis  Cara Daftar Paket Jagoan Serbu 1000 SMS TELKOMSEL  Cara Daftar Paket Jagoan Serbu TELKOMSEL  Makalah MPKP (Model Praktik Keperawatan Profesional)  Makalah MKCH (Matan Keyakinan dan Cita . Aan Aji Prayogi My name is Aan Aji Prayogi. I came from Meliau. View my complete profile 1462848 ♥ Anira Forever ♥ Designed by: wordpress-solutions | Blogger Templates by Blogger Template Place | Blogger Tutorial . My favorite food is fried rice and my favorite drink is milk ekstra joss. My moto 'life is try more good than yesterday'. you can call me Aan.Cita Hidup Muhammadiyah)  KTI materi IKD 1  Makalah Rheumatoid Arthritis  Materi Fisioterapi Dada dan Batuk Efektif  Gambar Pathway Tuberculosis Paru  Makalah Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah Widget Animasi Powered by Blogger.