Anda di halaman 1dari 2

BLOOD WARMER

Alat ini biasanya digunakan untuk menghangatkat atau menjaga kestabilan suhu darah
pada saat transfusi darah. Pada alat ini temperatur menjadi indikator yang terpenting dalam
menjaga suhu darah. Suhu darah harus disesuaikan dengan suhu tubah normal manusia yaitu
35-37° C saat transfusi darah berlangsung. Tujuannya agar transfusi darah dapat dilakukan
secara cepat, biasanya dilakukan saat operasi. Darah merupakan bagian penting dari sistem
transportasi didalam tubuh manusia.

Darah adalah jaringan yang cair, beredar dalam tubuh melalui jantung,
pembuluhpembuluh darah, kapiler dan pembuluh darah vena. Didalamnya terdapat benda benda
padat yang melayang, dinamakan sel-sel darah.

Transfusi Darah adalah upaya kesehatan yang bertujuan agar penggunaan darah berguna
bagi keperluan pengobatan dan pemulihan kesehatan. Kegiatan ini mencakup antara lain
:pengerahan donor, penyumbangan darah, pengambilan, pengamanan, pengolahan,
penyimpanan, dan penyampaian darah kepada pasien. Kegiatan tersebut harus dilakukan
dengan sebaik-baiknya sesuai standar yang telah ditetapkan, sehingga darah yang dihasilkan
adalah darah yang keamanannya terjamin.
GAMBAR PERENCANAAN
BLOK DIAGRAM BLOOD WARMER

Cara kerja blok diagram diatas adalah sebagai berikut. Pada saat pesawat mendapatkan
suplay dari tegangan jala-jala dan main switch di ON kan, maka yang mendapatkan suplay
adalah rangkaian power suplay. Rangkaian power suplay ini akan mendistribusikan tegangan
DC sesuai dengan kebutuhan kemasing-masing blok rangkaian. Pada saat yang bersamaan
rangkaian heater mendapatkan suplay, sehingga proses pemanasan langsung terjadi.

Agar panas yang dihasilkan sesuai dengan yang diinginkan maka tegangan yang masuk
ke rangkaian heater ini diatur oleh rangkaian kontrol suhu. Pada rangkaian kontrol suhu ini
terdapat dua buah komparator yang kerjanya saling bergantian. Komparator yang pertama
berfungsi sebagai kontrol heater dan komparator yang kedua berfungsi sebagai kontrol kipas.
Komparator bekerja dengan membandingkan dua sinyal masukan yang berbeda, yaitu sinyal
dari setting suhu dan sinyal masukan dari sensor suhu. Kedua sinyal masukan ini akan
dibandingkan sehingga keluarannya didapat suatu keadaan saturasi positif atau saturasi negatif.

Keluaran dari rangkaian komparator yang saturasi positif dimanfaatkan untuk


menggerjakan relay. Dengan bekerjanya relay maka rangkaian heater akan mendaptkan suplay.,
sehingga proses pemanasan berlangsung.

Kenaikan suhu pada rangkaian heater akan dideteksi oleh rangkaian sensor suhu. Jika
suhu telah tercapai maka komparator akan menjadi keadaan saturasi negatif, dan relay tidak
dapat bekerja. Dengan tidak bekerjanya relay maka suplay heater akan terputus dan kipas akan
bekerja. Bekerjanya kipas berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu pada rangkaian heater,
supaya tidak terjadi kelebihan suhu.