Anda di halaman 1dari 7

Skip to content

 HOME
 GRAMMAR
 TEXT
 SKILLS
 VOCABULARY
 CONVERSATION
 TIPS
 OTHER
7 Contoh Teks Storytelling Pendek Bahasa
Inggris Berikut Artinya
By Mr MinPosted on June 23, 2015
Salam selalu semangat buat kita yang selalu bersahabat dalam indahnya berbagi manfaat. Pada kesempatan yang
bersemangat ini, saya akan melanjutkan pembahasan kita tentang teks – teks Storytelling pendek yang umumnya
berbentuk cerita rakyat atau legenda yang dalam bahasa Inggris sering kita golongkan ke dalam Narrative text.
Nah, gak usah pake lama langsung dicek aja contoh – contohnya.

The Ant and The Grasshopper


Once upon a time, in one summer’s day there was a grasshopper that was hopping about,
cheeping and singing to its heart’s content In a field. An ant passed by, bearing along with huge
toil an ear of corn he was saving to the nest.

“Why do not you come and enjoy the day with me?” said the grasshopper, “instead of toiling
all the times?”

“I am going to lay up food for the next winter,” said the ant, “and recommend you to do the
same with me.”

“Why should we care about winter?” said the grasshopper; “We have had a lot of foods now.”
Yet the ant kept walking on its way and continued its toil.

When the winter came the grasshopper didn’t have any food and found itself dying of hunger
– while it saw the ant delivering every day, corn and grain from the stores they had collected
before. Then the grasshopper recognized: It is best to prepare well for days of something we need
in the future.
Semut dan Belalang

Pada suatu masa, di hari pertama musim panas ada belalang yang melompat-lompat dan
bernyanyi sesuka hati-nya Di lapangan. Seekor Semut lewat, membawa bersamanya jagung
yang akan ia tabung untuk sarang.

“Kenapa kau tidak datang dan menikmati hari dengan saya?” kata Belalang, “bukannya
bekerja keras semua kali?”

“Aku akan berbaring makanan untuk musim dingin berikutnya,” kata Semut, “dan
merekomendasikan Anda untuk melakukan hal yang sama dengan saya.”

“Mengapa kita harus peduli musim dingin?” mengatakan Belalang; “Kami telah memiliki
banyak makanan sekarang.” Namun Semut terus berjalan di jalan dan terus kerja keras nya.

Ketika musim dingin datang belalang tidak memiliki makanan apapun dan menemukan
dirinya mati kelaparan – sementara itu melihat semut memberikan setiap hari, jagung dan
gandum dari toko mereka telah dikumpulkan sebelum. Kemudian Belalang diakui: Cara terbaik
adalah untuk mempersiapkan diri dengan baik untuk hari sesuatu yang kita butuhkan di masa
depan.

The Miser
A miser sold all things that he had to buy a lump made of gold, which he buried in a hole in the
ground by the side of an old wall and went to look at daily. One of his workmen noted his
frequent visits to the spot and determined to watch his movements. He soon uncovered the secret
of the hidden treasure, and digging down, came to the lump of gold hidden by a miser, and stole
it. On his next visit, the Miser, found nothing inside the hole and started to tear his hair and to
make loud lamentations. A neighbor, looking at him overcome with grief and learning the cause,
said, “Pray, do not grieve so; but go and put a stone in the hole, and imagine that the gold is still
lying there. It will do to you quite the same act; for once the gold was there, you left it nothing, as
you did not make the slightest use of it.”

Si Pelit

Seorang yang kikir menjual seluruh benda yang ia miliki untuk membeli seongkah emas, yang
dia timbun di sebuah lubang bawah tanah di sisi dinding tua dan selalu dia lihat setiap hari.
Salah satu pekerja nya kemudian bertanya – tanya tentang kebiasaan si Pelit yang sering
berkunjung ke tempat itu dan bertekad untuk mengawasi gerak – geriknya. Tak lama setelah itu
dia menemukan rahasia harta karun yang disimpan si Pelit, dan menggali hingga sampai ke
bongkahan emas yang disembunyikan oleh si Pelit, dan mencurinya. Pada kunjungan berikutnya,
si Pelit, tidak menemukan apa-apa di dalam lubang dan mulai menangis dan meratap dengan
keras. Seorang tetangga, kemudian menatapnya dan mencoba mengatasi kesedihannya dan
mempelajari penyebabnya, kemudian dia berkata, “Berdoalah, jangan bersedih begitu; Tapi
pergi dan letakkan batu di dalam lubang, dan membayangkan bahwa emasmu masih ada di sana.
Batu ini akan melakukan ke pada anda tindakan yang sama, karena pada waktu emas ada di
sana, anda meninggalkannya begitu saja, karena anda tidak memanfaatkannya barang
sedikitpun”.
The Boy Who Cried Wolf
A shepherd-boy, who watched a group of sheep near a village, shocked out the villagers three or
four times by screaming out, “Wolf! Wolf!” and when his neighbors were there to help him,he
laughed at them for their pains.

However the Wolf, truly come at last. The Shepherd-boy, now really in danger, cried in an agony
of terror: “Pray, please come and help me; the Wolf is approaching to kill the sheep”; but no one
paid any attention to his cries, nor rendered any help. The Wolf, having no cause of scary, at his
leisure lacerated or destroyed the whole sheep in group.

There is no believing liars, even when they speak the truth.

Anak Laki – Laki Yang Berteriak Serigala

Seorang anak gembala, yang melihat sekelompok domba di dekat sebuah desa,
mengejutkanorang – orang di desadengan berteriak tiga atau empat kali, “Serigala! Serigala!”
dan ketika tetangganya berada datang ke sana untuk membantunya, dia menertawai mereka
yang dengan susah payah datang.

Akan tetapi, serigala benar-benar datang pada akhirnya. Anakg embala itu sekarang benar-
benar dalam bahaya, menangis dalam penderitaankarena terancam: ” Ya Tuhan, datanglah
dan bantu saya; Serigal semakin mendekat untuk membunuh domba”; tapi tidak ada perhatian
apapun atau bantuan yang datang untuk tangisannya; Serigala kemudian tanpa takut menyerang
seluruh domba milik pemuda yang ada dalam kelompok itu.

Tidak adayang percaya dengan pembohong, bahkan ketika mereka berbicara kebenaran.

The Tortoise and the Hare


One day, there was the Hare which was once boasting of his speed before the other animals. “I
have never been beaten,” he said arrogantly, “if i run with my full speed. I challenge everyone
here to against me in a racing.”

The Tortoise replied quietly, “I will accept your challenge.”

“is that a joke?” said the Hare again; “I could dance round you all the way from the start to
the finish spot.”

“Keep your boasting till you win,” the Tortoise answered. “Shall we start?”

So a course was agreed and a starting point was made. at once The Hare darted almost out of
sight, but soon he stopped and to show his contempt for the Tortoise, he lay down to have a nap
soundly. The Tortoise plodded on and plodded on as the time going, and when the Hare awoke
from his nap, he was shocked to see the Tortoise just near the winning-post and could not run up
in time to save the race.

Then the Tortoise said: “Slow but steady process will win the race.”
Kelinci dan kura-kura

Suatu hari, ada seekor kelinci yang sedang membualtentang kecepatannya berlari dibandingkan
hewan – hewan lain. “Saya tidak pernah terkalahkan,” katanya angkuh, “jika saya berjalan
dengan kecepatan penuh saya.” Saya menantang semua orang di sini untuk melawan saya di
arena balap.”

Kura-kura menjawab dengan tenang, “Aku akan menerima tantanganmu.”

“Apakah ini lelucon?” kata Kelinci lagi; “Aku bisa menari mengelilingimu sepanjang jalan
dari awal sampai titik finish.”

“Teruslah membual sampai kamu menang,” jawab kura-kura. “Bagaimana kalau kita
mulai?”

Kemudian peerjanjian disepakati dan titik awal dibuat. Seketika si kelinci melesat hampir
tidak terlihat, tapi ia kemudian berhenti dan menunjukkan penghinaan untuk kura – kura, ia
berbaring untuk tidur siang dengan nyenyak. Seiring waktu berlalu, kura-kura terus berusaha
dengan susah payah, dan ketika Kelinci terbangun dari tidur, ia terkejut melihat kura-kura telah
mendekati titik kemenangan dan ia tidak bisa berlari dalam waktusesingkat itu memenangkan
balapan.

Kemudian Kura-kura berkata: “Proses yang lambat tapi stabil akan memenangkan
perlombaan.”

The Wolf in Sheep’s Clothing


and his loyal dogs. But in the morning it found the skin of a sheep that had been flayed and
thrown aside, so it put it on over its own pelt and walked down among the sheep.

The Lamb that owned the sheep whose skin wore by the Wolf began to follow the Wolf in the
Sheep’s clothing. So, leading the Lamb a apart, he soon made a meal off her – and not long after
this he succeeded in deceiving the sheep, and eating hearty meals.

Our appearances are deceptive.