Anda di halaman 1dari 4

MAKALAH KEPERAWATAN

MASALAH PSIKOSOSIAL BUDAYA

CURIGA

OLEH:

MARIA ULFA
NIM.14201.09.17145

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN


STIKES HAFSHAWATI ZAINUL HASAN GENGGONG
PROBOLINGGO
2018
Kata Pengantar

Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin, rahmat
dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah dengan judul
“Gangguan Konsep Diri (curiga)” ini disusun dengan tujuan untuk melengkapi tugas pertama
semester pertama untuk mata kuliah Psikosial Budaya. Melalui makalah ini, saya berharap agar
saya dan pembaca mampu mengenal lebih jauh mengenai Gangguan Konsep Diri (Curiga).

Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu saya dalam
proses penyusunan makalah ini khususnya kepada Bapak DR. H. Suhari, A.Per.Pen.MM Suhari
selaku dosen pembimbing, yang bersedia membimbing dan mengarahkan saya dalam
penyusunan makalah ini.

Saya berharap agar makalah yang telah saya susun ini dapat memberikan inspirasi bagi
pembaca dan penulis yang lain. Saya juga berharap agar makalah ini menjadi acuan yang baik
dan berkualitas.

Lumajang, 31 Maret 2018

Penulis
CURIGA/PARANOID

A. Latar Belakang

Kepribadian adalah gaya perilaku yang menetap dan secara khas dapat di kenali
pada setiap individu . Gangguan kepribadian suatu cirri kepribadian yang menetap ,kronis , dapat
terjadi pada semua keadaan, menyimpang secara jelas dari norma2 budaya , dan mal adaptif serta
menyebabkan fungsi kehidupan yang buruk.

Gangguan-gangguan kepribadian atau watak pada hakekatnya harus di bedakan dari


gangguan-gangguan mental lain karena gangguan ini di sebabkan oleh kekurangan pada struktur
kepribadian dan bukan pada fungsinya. Pada umumnya cacat srtuktural itu adalah pola tingkah
laku tidak mampu menyesuaikan diri yang berlangsung lama dan cirinya ialah memperlihatkan
gangguan perilaku itu sendiri daqn bukan pengalaman kecemasan subyektif atau perkembangan
simtom-simtom mental atau emosional seperti yang terdapat pada gangguan- gangguan lainya.

Terdapat banyak jenis gangguan kepribadian disini kita akan membahas tentang
gangguan kepribadian curiga. Curiga adalah penyakit mental dimana seseorang meyakini bahwa
orang lain ingin membahayakan dirinya.

B. Masalah/fenomena
1. Kecurigaan yang sangat berlebihan
2. Meyakini akan adanya motif-motif tersembunyi dari orang lain
3. Merasa akan di manfaatkan atau di khianati oleh orang lain
4. Ketidakmampuan dalam melakukan kerjasama dengan orang lain
5. Isolasi social
6. Gambaran yang buruk mengenai dirinya
7. Rasa permusuhan
8. Merasa serangan terhadap karakter atau reputasinya yang tidak tampak bagi orang
lain dan dengan cepat bereaksi secara marah dan balas menyerang
9. Kurang memiliki rasa humor
C. Analilsis/ mengapa terjadi
Penelitian yang panjang telah dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan
kepribadian yang satu ini ada juga peneliti menyebutkan bahwa curiga merupakan
genetic atau keturunan ada juga pendapat lain
1. Pola didik orang tua
Pola didik orang tua yang terlalu keras ,dalam masa pertumbuhan seorang anakyang
dibesarkan dalam tekanandidikan yang terlalu keras akan cenderung menderita
curiga,para penderita paranoid akan selalu merasa terancam ,takut dan bahkan tidak
mampu bersosialisasi dengan baik
2. Perlakuan tidak patut
Paranoid juga bias berpotensi berkembang pada diri seseorang yang dalam
kehidupanya selalu mendapat perlakuan tidak patut dari orang2 nyang berada di
lingkunganya seperti selalu direndahkan selalu pendapat perlakuan kasar dan selalu
dilecehkan.
3. Pengaruh lainya
Konsumsi alcohol dan obat2an yang berlebihan, infeksis virus dan stress dan juga
kekerasan yang menyebabkan trauma pada seseorang
D. Dampak negative yang terjadi
Bisa menyebabkan kecenderungan bunuh diri atau lebih buruk lagi dapat menyebabkan
mereka untuk bertindak kekerasan dan tindakan tersebut dapat mengakibatkan
pembunuhan beralasan dan tidak masuk akal.
E. Langkah-langkah Solusi untuk menyikapi masalah curiga/paranoid
1. Terapi keluarga
Pendampingan dari keluaraga bisa menjadi langkah awal penanganan terhadap
penderita paranoid. Disini peran keluarga memberikan dukungan dan motivasi
2. Psiko terapi individu
Tujuan dari terapi ini adalah untuk membantu penderita untuk mengenali kondisi
dirinya dan penyebab dari paranoidnya. Melalu terapi ini di harapkan penderita akan
mampu memgendalikan pikiran-pikiran yang tidak seharusnya.
3. Terapi kognitif atau perilaku
Terapi ini dilakukan untuk mengubah pola pikir dan perilaku serta mengendalikan
dirinya sendiri sehingga perasaan tersebut dapat berangsur-angsur menghilang
4. Obat – obatan
Beberapa obat dapat menjadi cara mengatasi paranoid dan tentunya harus dengan
resep dokter contohnya seperti obat antipsikosis.