Anda di halaman 1dari 9

BENTUK-BENTUK DAN MACAM-MACAM IMPERIALISME DAN KOLONIALISME

Kolonialisme
Sebelumnya, kita telah membahas pengertian imperialisme dan kolonialisme. Seperti
apa sih bentuk-bentuk dan macam-macam imperialisme dan kolonialisme itu ? Penasaran,
kan ? Yuk simak penjelasan di bawah ini....
a. Imperialisme
Kembali kepada pengertian imperialisme, yaitu politik untuk menguasai (dengan paksaan)
seluruh dunia untuk kepentingan diri sendiri yang dibentuk sebagai imperiumnya.
"Menguasai" disini tidak perlu berarti merebut dengan kekuatan senjata, tetapi dapat
dijalankan dengan kekuatan ekonomi, kultur, agama dan ideologi, asal saja dengan paksaan.
Imperium disini tidak perlu berarti suatu gabungan dari jajahan-jajahan, tetapi dapat berupa
daerah-daerah pengaruh, asal saja untuk kepentingan diri sendiri.
Lazimnya, imperialisme dibagi menjadi dua:
Imperialisme Kuno (Ancient Imperialism). Inti dari imperialisme kuno adalah semboyan
gold, gospel, and glory (kekayaan, penyebaran agama dan kejayaan). Suatu negara merebut
negara lain untuk menyebarkan agama, mendapatkan kekayaan dan menambah kejayaannya.
Imperialisme ini berlangsung sebelum revolusi industri dan dipelopori oleh Spanyol dan
Portugal.
Imperialisme Modern (Modern Imperialism). Inti dari imperialisme modern ialah kemajuan
ekonomi. Imperialisme modern timbul sesudah revolusi industri. Industri besar-besaran
(akibat revolusi industri) membutuhkan bahan mentah yang banyak dan pasar yang luas.
Mereka mencari jajahan untuk dijadikan sumber bahan mentah dan pasar bagi hasil-hasil
industri, kemudian juga sebagai tempat penanaman modal bagi kapital surplus.
Pembagian imperialisme dalam imperialisme kuno dan imperialisme modern ini didasakan
pada soal untuk apa si imperialis merebut orang lain.
Jika mendasarkan pendangan kita pada sektor apa yang ingin direbut si imperialis, maka kita
akan mendapatkan pembagian macam imperialisme yang lain, yaitu:
Imperialisme politik. Si imperialis hendak mengusai segala-galanya dari suatu negara lain.
Negara yang direbutnya itu merupakan jajahan dalam arti yang sesungguhnya. Bentuk
imperialisme politik ini tidak umum ditemui pada zaman modern karena pada zaman modern
paham nasionalisme sudah berkembang. Imperialisme politik ini biasanya bersembunyi
dalam bentuk protectorate dan mandate.
Imperialisme Ekonomi. Si imperialis hendak menguasai hanya ekonominya saja dari suatu
negara lain. Jika sesuatu negara tidak mungkin dapat dikuasai dengan jalan imperialisme
politik, maka negara itu masih dapat dikuasai juga jika ekonomi negara itu dapat dikuasai si
imperialis. Imperialisme ekonomi inilah yang sekarang sangat disukai oleh negara-negara
imperialis untuk menggantikan imperialisme politik.
Imperialisme Kebudayaan. Si imperialis hendak menguasai jiwa (de geest, the mind) dari
suatu negara lain. Dalam kebudayaan terletak jiwa dari suatu bangsa. Jika kebudayaannya
dapat diubah, berubahlah jiwa dari bangsa itu. Si imperialis hendak melenyapkan kebudayaan
dari suatu bangsa dan menggantikannya dengan kebudayaan si imperialis, hingga jiwa bangsa
jajahan itu menjadi sama atau menjadi satu dengan jiwa si penjajah. Menguasai jiwa suatu
bangsa berarti mengusai segala-galanya dari bangsa itu. Imperialisme kebudayaan ini adalah
imperialisme yang sangat berbahaya, karena masuknya gampang, tidak terasa oleh yang akan
dijajah dan jika berhasil sukar sekali bangsa yang dijajah dapat membebaskan diri kembali,
bahkan mungkin tidak sanggup lagi membebaskan diri.
Imperialisme Militer (Military Imperialism). Si imperialis hendak menguasai kedudukan
militer dari suatu negara. Ini dijalankan untuk menjamin keselamatan si imperialis untuk
kepentingan agresif atau ekonomi. Tidak perlu seluruh negara diduduki sebagai jajahan,
cukup jika tempat-tempat yang strategis dari suatu negara berarti menguasai pula seluruh
negara dengan ancaman militer.
b. Kolonialisme
Kita sudah membahas mengenai pembagian imperialisme. Bagaimana pembagian
Kolonialisme ? Berdasarkan bentuknya, kolonialisme dibagi menjadi 6 :
Kolonia penduduk ditandai dengan menetapnya sejumlah penduduk negara asal di negara
koloni sehingga mendesak pribumi. Contohnya suku Indian.
Koloni kelebihan penduduk dilakukan untuk mengatasi kepadatan penduduk asal. Contohnya
negara Jepang pada abad ke-20.
Koloni deportasi ditandai dengan menetapnya orang buangan ( narapidana ) untuk bekerja di
luar wilayah tersebut. Contonya penjara - penjara Prancis di Kepulauan Pasifik.
Koloni Eksploitasi ditandai dengan pengeskploitasian di tanah tersebut. Contohnya bangsa
Indonesia dikuras Belanda 3,5 abad.
Koloni sekunder merupakan tanah koloni yang tidak menguntungkan Kolonialis, tapi tetap
dipertahankan karena memiliki kepentingan strategis.
Koloni penunjang meliputi kota pelabuhan atau pulau kecil untuk pembangunan pangkalan
militer.
Di luar pembagian tersebut, ada yang disebut dengan Kolonialisme Modern. Jadi,
Kolonialisme Modern ( Penjajahan Ekonomi, Budaya dan Teknologi ) awal mula
berkembang pada abad ke-16 ditandai dengan penemuan besar bangsa Eropa ( Portugis dan
Spanyol ). Abad ke-17 Inggris, Perancis, Belanda menguasai Amerika Utara, hindia Barat,
Hindia Muka ( Asia Selatan ), dan Hindia Belanda. Abad ke-19 hampir seluruh Afrika
dikuasai Eropa dan muncul Kolonialisator baru ( Jerman, Italia, Belgia). Abad ke-20 muncul
Jepang. Perkembangan itu bertujuan menguras sumber kekayaan daerah koloni demi
pengolahan industry mereka.

Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Imperialisme
http://www.bantubelajar.com/2014/10/pengertian-kolonialisme-dan-imperialisme.html

SEJARAH INDONESIA
KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT DI INDONESIA

Kolonialisme dan Imperialisme Barat di Indonesia


A. Proses Kedatangan Bangsa Barat Hingga Terbentuknya Pemerintahan Kolonial
1. Latar belakang kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
a. Adanya Perang Salib (1070-1291); Perang ini mengakibatkan kota Konstantinopel
(Byzantium) jatuh ke tangan Turki Utsmani pada tahun 1453. Sehingga penguasa Turki pada
saat itu yakni Sultan Mahmud II menutup pelabuhan Konstantinopel bagi orang-orang Eropa.
Hal ini membuat orang-orang Eropa kesulitan mendapat rempah-rempah.
b. Keinginan mencari rempah-rempah; Keadaan ini karena adanya hal-hal di atas,
sehingga rempah-rempah sulit dicari dan mahal harganya. Oleh sebab itu orang-orang Eropa
berupaya untuk mencari daerah asal rempah-rempah.
c. Penjelajahan samudra; Faktor pendorong penjelajahan samudra diantaranya keinginan
mencari kekayaan (gold), keinginan menyebarkan agama (gospel), keinginan mencari
kejayaan (glory), adanya semangat reconguesta (semangat pembalasan terhadap kekuasaan
Islam di mana pun yang dijumpainya sebagai tindak lanjut dari Perang Salib), perkembangan
ilmu pengetahuan dan teknologi, adanya buku Imago Mundi yang menceritakan perjalanan
Marco Polo (1271-1292), adanya teori Heliosentris dari ajaran Copernicus yang menyatakan
bahwa bumi itu bulat.
2. Faktor-Faktor Yang Mendorong Orang-Orang Eropa Mengadakan Penjelajahan
Samudra Pada Akhir Abad Ke-16.
a. Jatuhnya Kota Konstantinopel tahun 1453 ke tangan penguasa Turki Usmani dalam
Perang Salib yang menyebabkan tertutupnya jalur perdagangan bagi orang-orang Eropa, dan
mengakibatkan tingginya harga rempah-rempah.
b. Kisah perjalanan Marco Polo ke dunia Timur, yaitu perjalanan kembalinya Marco
Polo dari negara Cina melalui pelayaran atau lautan.
c. Penemuan Copernicus yang didukung oleh Galileo yang menyatakan bahwa bumi itu
bulat.
d. Penemuan kompas (penunjuk arah mata angin).
e. Semangat Reconquista, yaitu semangat pembalasan terhadap kekuasaan Islam di
mana pun yang dijumpainya.
Proses Perkembangan Kolonialisme Dan Imperialisme Barat Di Indonesia
A. Kedatangan Bangsa Barat Ke Indonesia sampai terbentuknya kekuasaan colonial Bangsa
Barat datang ke Indonesia karena Indonesia memiliki keanekaragaman kekayaan alam.
Bangsa Barat mencari rempah rempah ke Indonesia.

1.Proses Kedatangan Bangsa Barat


Bangsa barat yang pertama kali tiba di Indonesia adalah bangsa Portugis. Setelah itu disusul
oleh Spanyol, Inggris, dan Belanda
a. Portugis
Pada tahun 1511 Portugis dibawah kepemimpinan Alfonso d'Albuquerque berhasil
menguasai Malaka. Setelah ditaklukan Portugis, pusat pusat perdagangan baru bermunculan
seperti Aceh dan Banten. Pada tahun 1512 Alfonso mengirim ekspedisi ke Maluku, Kep. Aru,
Banda, dan Ambon. Pada tahun 1522 dibawah pimpinan Antonio de Britto mendirikan
benteng Saint John di Maluku.
b. Spanyol
Setelah Magelhaens terbunuh di Filiphina. pelayaran Spanyol dilanjutkan oleh Del Cano. Del
Cano tiba di Maluku pada tahun 1521. Spanyol memusatkan kedudukannya di Tidore.
Kedatangan Spanyol ditentang oleh pihak Portugis karena Spanyol dianggap melanggar
perjanjian Todesillas. Karena menurut Portugis, Maluku berada di garis timur Todesillas
yang menjadi wilayah Portugis.
c. Belanda
Belanda merupakan negara terlama yang menguasai Indonesia. Awal kedatangan mereka
adalah untuk mencari rempah-rempah.
d. Inggris
Pada tahun 1580 terjadi permusuhan antara Portugis-Spanyol dengan Belanda-Inggris. Pada
tahun 1600 para pelaut dagang Inggris tiba di India dan mendirikan persekutuan dagang yang
disebut dengan East Indische Compagnie ( EIC )

Tujuan Bangsa barat ke Indonesia


a. Gospel, untuk menjalankan tugas suci, yaitu menyebarkan agama kristen
b. Gold, Mencari kekayaan
c. Glory, mencari keharuman nama, kejayaan, dan kekuasaan.
Pemerintah Daendels di Indonesia (1808-1811)
Kemenangan Prancis yang dipimpin oleh Napoleon Bonaparte berimplikasi pada penguasaan
negara-negara jajahan Belanda menjadi dikuasai oleh Prancis. Pada tahun 1808, Daendels
diangkat menjadi gubernur jenderal atas wilayah Indonesia. Tujuan utamanya untuk
mempertahankan Pulau Jawa dari serangan pasukan lnggris. Selain itu Daendels juga diberi
tugas untuk mengatur pemerintahan Indonesia. Dalam rangka menjalankan tugas tersebut,
Daendels melakukan beberapa upaya berikut.
a. Membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan yang panjangnya kurang lebih 1.100 km,
tujuannya untuk melancarkan mobilitas militer di Pulau Jawa dan untuk mengangkut hasil
pertanian.
b. Membangun pabrik senjata di Surabaya dan Semarang.
c. Melaksanakan sistem kerja rodi untuk pekerjaan yang bersifat umum, termasuk
pembangunan jalan.
d. Membangun angkatan perang, misalnya armada laut di Ujung Kulori, Banten.
e. Mencampuri urusan intern kerajaan-kerajaan Indonesia dan memengaruhi raja-raja di
Indonesia.
f. Menjalankan sistem pemerintah diktator agar rakyat Indonesia tidak mengadakan
perlawanan.
g. Mencari keuntungan besar melalui perdagangan budak.

2. Awal Perkembangan Pengaruh Barat dan Terbentuknya Kekuasaan Kolonial


a. Portugis
Portugis menggunakan cara licik untuk mencapai tujuannya. Contohnya Portugis menandai
setiap tempat tempat yang disinggahi dengan Batu Padrao. untuk mengakui tempat itu
sebagai wilayah kekuasaan Portugis, Portugis juga memonopoli perdagangan di Maluku

b. Spanyol
Kedatanggan Spanyol di Maluku merupakan kesempatan mereka untuk mengadu domba
kerajaan Ternate dan Tidore. Portugis mendukung Ternate dan Spanyol mendukung Tidore.
c. Belanda
Pada tanggal 20 Maret 1602, Belanda mendirikan organisasi yang disebut dengan VOC (
Vereenigde Oost Indische Compagnie ) Pimpinan VOC terdiri atas 17 orang sehingga disebut
dengan Heren Zeventien.

3. Tujuan VOC adalah :


a. Menghindari persaingan yang tidak sehat diantara sesama pedagang Belanda
b. Memperkuat kedudukan Belanda dalam menghadapi persaingan perdagangan barat
c. Membantu pemerintah Belanda menghadapi Spanyol

4. Hak kekuasaan VOC yaitu :


a. Memonopoli perdagangan
b. Mengadakan perjanjian dengan raja setempat
c. Membentuk angkatan perang sendiri
d. Membuat mata uang sendiri
e. Mengangkat pegawai yang dibutuhkan
f. Berhak mengumumkan perang

5. Tindakan VOC :
Pieter Both ( 1610-1614 ) diangkat sebagai gubernur jendral pertama VOC. Ia berkuasa di
Jayakarta. Saat itu Jayakarta di perintah oleh seorang adipati, Pangeran WIjayakrama.
Awalnya hubungan VOC dengan kerajaan kerajaan di Indonesia berjalan baik. Namun semua
memburuk ketika masa pemerintahan J.P Coen ( Jan Pieterzoon Coen ). Pada tahun 1619
Jayakarta jatuh ke tangan VOC. Tepatnya tanggal 30 mei 1619 Jayakarta berubah nama
menjadi Batavia. Nama Batavia digunakan untuk mengabdikan nama nenek moyang bangsa
Belanda, yaitu bangsa Bataaf.
Dalam monopoli perdagangan rempah-rempah di Indonesia, VOC memberlakukan hal-hal
berikut.
a. Hak Eksteerpasi, yaitu hak untuk mengurangi hasil rempah-rempan dengan cara menebang
atau memusnahkannya bila perlu. Tujuannya agar penawaran rempah-rempah terkendali
dengan harga yang tetap menguntungkan VOC.
b. Pelayaran Hongi (Hongi Tochtan), yaitu pengawasan terhadap pelaksanaan monopoli
perdagangan Indonesia. Jika petani menjual rempah-rempahnya kepada pihak selain VOC,
maka petani tersebut ditangkap dan rempah-rempahnya dibakar.
Namun, kejayaan VOC tidak berlangsung lama. VOC mengalami kemunduran pada akhir
abad XVIII. Sebab-sebab kemunduran VOC sebagai berikut.
a. Banyak pegawai VOC melakukan penyelewengan untuk memperkaya diri sendiri
(korupsi).
b. Wilayah Indonesia yang luas memerlukan biaya besar untuk mengelolanya.
c. Biaya perang untuk menumpas perlawanan sporadic suku-suku di Indonesia sangat besar.
d. Persaingan dengan kongsi dagang negara lain, misalnya EIC milik pemerintah Inggris,
semakin tajam.
. Perkembangan Kebijakan dan Tindakann Pemerintah Kolonial

1. Kerja Rodi Masa Pemerintahan Daendels


pada tahun 1808 Louis Napoleon mengirim Marsekal Herman Williem Daendels untuk
menjadi gubernur jendral di Indonesia. Tugas Daendels yaitu :
a. Memperkuat pertahanan Jawa dari serangan Inggris
b. Mengumpulkan dana sebanyak banyaknya untuk biaya perang melawan Inggris
c. Memperbaiki kondisi keuangan pemerintah karena kas yang kosong

Kebijakan Deandels yang paling banyak memakan korban adalah Jalan Raya Anyer sampai
Panarukan. Pada masa itu Deansels dipanggil dengan nama Tuan Guntur karena bersifat kaku
dan kejam. Cara lainnya yaitu Deandels mencetak uang kertas dalam jumlah besar dan
menyita uang di bank dan pegadaian serta menjual tanah pada pihak swasta
2. Sistem sewa tanah pada masa Raffles
Pengganti Deandels adalah Yanssens. Namun pada tahun 1811 Batavia berhasil direbut oleh
Inggris. Yanssens menyerah dengan ditandatanganinya Kapitulasi Tuntang / Perjanjian
Tuntang. Untuk mengatur pemerintahannya. Lord Minto mengangkat Thomas Stamford
Raffles

3. Sistem sewa tanah pada masa Pemerintahan Van Den Bosch


Pada masa pemerintahannya, ia menerapkan sistem culturstelsel pada tahun 1830. Dalam
pelaksanaannya sistem tanam paksa banyak terjadi penyelewengan contohnya : Petani masih
harus membayar pajak, tanah yang digunakan untuk sistem tanam paksa adalah tanah yang
subur, waktu petani banyak tersita karena sistem tanam paksa sehingga waktu bertani
terbengkalai.

Namun ada sisi positif dari sistem tanam paksa yaitu :


a. Masyarakat mengenal jenis tanaman baru seperti indigo dan kopi
b. Dikembangkannya saluran irigasi
c. Daerah mengalami peningkatan produksi padi

C. Munculnya Berbagai Perlawanan


1. Perlawanan terhadap Portugis
a. Malaka dan Demak angkat senjata
pada tahun 1512 timbul perlawanan di Malaka. Perlawanan dipimpin oleh Pate Kadir. lalu
Demak pun menyerang Portugis dibawah kepemimpinan Pati Unus ( Pengeran Sabrang Lor )
b. Perlawanan rakyat Aceh
Aceh dan Demak pada tahun 1513 melancarkan serangan ke Malaka. Untuk menghadapi
Portugis langkah langkah yang diambil oleh Aceh antara lain:
1. Kapal Aceh yang berlayar ke Timur Tengah dilengkapi dengan Meriam dan sejumlah
prajurit
2. Aceh meminta bantuan persenjataan, militer, dan Ahli perang dari Turki dipenuhi pada
tahun 1567.
3. Aceh juga mendatangkan bantuang dari Kalikut dan Jepara

c. Maluku Bergolak
Pada tahun 1529 terjadilah perang antara Portugis dengan Kerajaan Tidore. Portugis dibantu
oleh Kerajaan Ternate dan Bacan sedangkan Kerajaan Tidore di bantu oleh Spanyol. Sultan
Hairun dikhianati dan lalu dihukum mati. Itulah yang menyebabkan rakyat Tidore marah dan
menyerang Portugis habis habisan

2. Perlawanan terhadap VOC


a. Maluku kembali angkat senjata
Perlawanann terjadi di beberapa daerah seperti : daerah rakyat hiu, Ambon, Ternate, Jailolo
dan sebagainya
b. Perlawanan Makassar ( Gowa )
VOC ingin menguasai perdagangan di Makassar untuk itu VOC mengusulkan hal berikut
kepada Kerajaan Gowa :
1. Sultan Gowa bersama VOC menyerang Banda
2. Kerajaan Gowa hendaknya tidak menjual rempah rempah ke Portugis
3. Gowa dilarang membeli rampah rempah dari Portugis
karena tidak disetujui terjadilah perang antara VOC dengan Kerajaan Gowa yang dipimpin
oleh Sultan Hasanudin
c. Perlawanan Trunajaya
Kerajaan Mataram mengadakan perjanjian perdamaian dengana VOC. Isi perjanjian tersebut
yaitu :
1. Mataram mengakui kekuasaan VOC di Batavia
2. Mataram boleh berdagang di seluruh Indonesia kecuali Maluku
3. VOC mengirim duta setiap tahun ke Kerajaan Mataram
4. Diadakan tukar menukar tawanan perang
karena Raja Amangkurat bertindak sewenang wenang terhapat rakyat terjadilah
pemberontakan Trunajaya yang dipimpin oleh Pangeran Adipati Anom yang mendapat
bantuan dari Makassar yang dipimpin oleh Karaeng Galesung.

3. Perlawanan terhadap Kolonial Belanda


a. Perlawanan di Maluku
Perlawanan terjadi karena Belanda memaksa masyarakat menyerahkan berbagai macam hasil
bumi. Pada malam hari tanggal 15 Mei 1817 para pemuda Saparua di bawah pimpinan
Pattimura mereka mambakar kapal kapal di pelabuhan Belanda. Namun pada tanggal 16
Desember 1817 Pattimura dihukum gantung oleh Belanda
b. Perang Padri ( 1815-1837 )
perang ini tidak lepas dari pertentangan kaum adat dan kaum padri. Pertempuran terjadi
karena Belanda menyuruh kaum adat dan padri untuk kerja rodi. Peperangan ini dipimpin
oleh Tuanku Imam Bonjol dan mendapat bantuan dari Sentot Alibasah. Namun Tuanku Imam
Bonjol diasingkan ke Cianjur
c. Perang Diponegoro ( 1825 - 1830 )
Pangeran Diponegoro menggunakan taktik gerilya untuk menghadapi Belanda. Namun
Belanda menggunakan siasat Benteng Stelsel sehingga Pangeran Diponegoro diasingkan ke
Manado. Setelah itu Dipindahkan ke Makassar.
d. Perang Jagaraga ( 1849 )
Kapal belanda terjebak di buleleng. sesuai hukum tawab karang, kapal itu menjadi milik
kerajaan buleleng. lalu terjadilah peperangan dengan Belanda dibawah kepemimpinan Gusti
Ketut Jelantik. Perang ini sering disebut dengan Perang puputan ( perang habis habisan )
namun Belanda memenangkan peperangan sehingga seluruh Bali dikuasai Belanda

.Dampak Dampak kolonialisme dan impetialisme di Indonesia

bidang politik

Disadari atau tidak, bentuk pemerintahan kita sekarang juga merupakan “warisan” dari
pemerintahan kolonial Belanda. Zaman dahulu, sistem kepemimpinan kita bersifat pamong
praja. Jabatan yang sifatnya turun-temurun dan upetinya didapat dari rakyat. Artinya, kalau
kamu baru bisa menjadi "penguasa" kalau kamu keturunan raja. Kalau tidak, ya tidak.

Daendels dan Raffles kemudian mengubahnya menjadi pemerintahan modern. Bupati


dijadikan pegawai negeri dan digaji. Bagi mereka, bupati adalah alat kekuasaan. Ya, baik
Belanda maupun Inggris melakukan intervensi terhadap kerajaan. Alhasil, elit kerajaan
kurang leluasa dalam pergerakan politik.

Imperialisme dan kolonialisme yang pernah mendera Indonesia juga mengakibatkan hal lain:
aktivitas pemerintahan berpusat di jawa. Hal ini akhirnya terbawa sampai sekarang.
Meskipun saat ini kita sudah melakukan desentralisasi, tapi tetap terasa bahwa wilayah Jawa
seakan adalah pusat pemerintahan.

Tentu, saat pemerintah kolonial Belanda menguasai Indonesia, tidak sedikit perlawanan yang
menghadang. Salah satunya adalah perlawanan ciamik lewat dunia politik. Kebanyakan
rakyat bergerak melalui organisasi dalam maupun luar negeri.

bidang sosial budaya

Sayangnya, kedatangan kolonial memperburuk sosial budaya kita. Adanya Belanda membuat
kita terbiasa hidup dalam kotak-kotak masyarakat. Mereka, dengan sengaja membuat kasta
antargolongan. Buat mereka, bangsa eropa adalah yang tertinggi. Disusul Asia, Timur Jauh,
dan, kasta terendah adalah kaum pribumi.

Tidak hanya itu, penindasan dan pemerasan secara kejam juga terjadi. Upacara adat di istana-
istana kerajaan dihilangkan. Merka menggantinya dengan tradisi pemerintahan Belanda.

pengaruh belanda terhadap karya sastra di indonesia

Kebiasaan pemerintah Kolonial menggunakan bahasa Belanda, di sisi lain, membawa


pengaruh tersendiri. Sedikit banyak kita punya bahasa serapan yang berasal dari bahasa
Belanda. Kantor yang berasal dari kata “Kantoor”. Dan koran yang berasal dari kata “krant”.

Baca juga: Perkembangan Imperialisme dan Kolonialisme di Indonesia


Pengaruh lain dari Belanda ada pada karya sastra kita. Belanda yang memperkenalkan surat
kabar pada tahun 1659 tentu membantu dalam penyebaran informasi. Bahkan, penyebaran
Katolik dan Protestan juga dapat ditemui dari koran.

bidang ekonomi
Karena tujuan Belanda di Indonesia untuk mencari rempah-rempah, mereka harus membuat
infrastruktur untuk mengangkut pasokan bahan makanan. Makanya, mereka punya andil
dalam pembuatan pembangunan rel kereta dan jalan raya. Bahkan mereka juga membangun
waduk dan saluran irigasi. Selain itu. Mereka juga membangun industri pertambahan dengan
membuka kilang minyak bumi di Tarakan, Kalimantan Timur.

perlawanan rakyat indonesia akibat bidang ekonomi

Oke, mungkin paragraf di atas membuat kamu merasa kalau “Belanda itu baik” karena
membangun infrastruktur dan perekonomian kita. Tapi, satu hal yang perlu diingat adalah,
cara mereka memperlakukan rakyat kita. Kebijakan tanam paksa dan ekonomi liberal yang
mereka bentuk membuat rakyat Indonesia dipaksa menjadi penghasil bahan mentah aja.
Alhasil, kita tidak punya jiwa “Entrepreneur”. Lha, wong disuruh menanam pala terus.

Yah, monopoli dagang yang dibuat VOC juga membuat perdagangan Nusantara di kancah
internasional jadi mundur. Karena kita cuman tahu bikin bahan mentah, tapi tidak tahu cara
mengolah lebih lanjut.

bidang pendidikan
Di bidang pendidikan, Pemerintah Kolonial berhasil memanfaatkan rakyat kita untuk
dijadikan pegawai administrasi yang terdidik, terampil, tapi dihargai murah. Secara
pendidikan formal, Belanda menyusun kurikulum pengajarannya sendiri sampai abad ke-19.
Makanya, ada kecenderungan politik dan kebudayaan yang dimasukkan melalui pendidikan.

Masalahnya, akses untuk pendidikan ini dibatasi oleh mereka. Belanda lagi-lagi membuat
sekat dan kasta. Karena mereka takut kalau rakyat kita terlalu pintar, kita bisa bersatu untuk
menggulingkan kekuasaan mereka. Makanya, hanya orang-orang "berada" yang bisa masuk.
Seperti keturunan raja, bangsawan, dan pengusaha kaya.

sekolah zaman belanda


Lama-kelamaan, hal ini membuat sebagian kalangan menjadi geram. Alhasil, mulai
bermunculan akademisi yang mementingkan pendidikan di Indonesia. Mulai dari bedirinya
Budi Utomo. Masuknya pendiidikan berbasis agama seperti Muhammadiyah. Dan, tentu saja,
lewat bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara.

Gimana, Squad, ternyata cukup banyak ya dampak imperialisme dan kolonialisme terhadap
bangsa indonesia. Baik di bidang politik, sosial budaya, ekonomi, dan pendidikan. Meskipun
terkesan banyak yang negatif, tetapi keberadaan mereka memicu semangat kita untuk tetap
maju di bidang-bidang tadi.