Anda di halaman 1dari 7

Tujuan : skl

Bahan : isi = Kurikulum 2013


Cara : proses
Penilaian : penilaian

Standar pertama soal HOTS: ada stimulusnya

Mengapa harus HOTS?


Hots itu bukan definisi.
Contoh: guru sosiologi memberi tugas kelompok 1 ke kelurahan A, kelompok 2 ke kelurahan B
Pada saat itu dilatih PPK (tata krama), 4C (komunikasi, kolaboratif/ bareng2, kreatif/datengin
langsung ke rumah, kritis), dan literasi (menulis laporan)
Soal HOTS itu tidak dilepas, tapi dibatasi.
Ketika anak sudah membuat laporan, usahakan presentasi.
Angka Cuma sebagai proses.

Soal HOTS harus riil.


Contoh:
data hasil percobaan kelompok 1 pada mata pelajaran Kimia … (Benar)
data hasil percobaan kelompok X pada mata pelajaran Kimia … (Salah)

Semua boleh disebut, kecuali yang berunsur iklan.

Asumsi orang awam: semua soal yang sulit itu soal HOTS.

Utk mencapai KD pake IPK. Hampir semua KD sudah C4


Menganalisis minimal ada 2 informasi yg didapat, stimulus dan informasi.
Contoh:
Fisika
Seorang anak naik sepeda dg kecepatan … (pemahaman)
Anak kedua … (informasi ke2)
Kapan mereka berdua bertemu? (Soal HOTS, krn bandingkan informasi lalu ambil keputusan)

Ekonomi
Bunga yg diberikan Bank DKI (info 1)
Bunga yg diberikan Bank BJB (info 2)
Bunga yg diberikan Bank Mandiri (info 3)
Bank mana yang akan kamu pilih?
1. Hitung bank DKI (c2)
2. Hitung Bank BJB (c2)
3. Hitung Bank Mandiri
4. bandingkan informasi lalu ambil keputusan  menganalisis

Dulu kita dibatasi: c1 c2 SD, c1 c2 c3 SMP, c1 c2 c3 c4c 5c 6 SMA


K13, mau c1 c2 s/d c6 dari SD s/d SMA. Krn anak2 sudah kreatif

Kalo mau buat soal HOTS, kisi2nya juga HOTS

Mempersiapkan anak2 utk hidup di abad 21


1. Perkembangan IPTEK
2. Gaya hidup dan cara berinteraksi
3. Kompetensi di dunia kerja
4. Keterampilan berpikir kritis, kreatif, HOTS
KOMPETENSI APA YG HARUS DIMILIKI SETIAP LULUSAN SMA?
1. Sikap
2. Pengetahuan
3. Keterampilan
Mereka bertiga posisinya sama

Ketika dibawa ke rapot, pasti ada pengaruh sikap. Jadi kelulusan siswa tdk hanya ditentukan
oleh angka.

Dlm kurtilas, penilaian merupakan satu kesatuan dgn kegiatan pembelajaran


Arti: idealnya, pembelajaran tdk boleh dipotong. Cth fisika 4 jam ya tatap muka 4 jam.
Ketika kita mengajar, pada saat itulah kita menilai.
K13, jangan terpaku pada bab. Tapi terpaku pada materi.

Ketika kita menulis materi pokok, lihat KD dengan menghilangkan KKO.

Ketika melakukan kegiatan pembelajaran, kita menilai. Kita harus bawa buku.

UH tdk boleh ada c1 c2, krn c1 c2 sudah ada di KBM.

Ketika siswa jawab bener, boleh kasi poin. Nilainya boleh dikasitau siswa, supaya memotivasi
siswa.

Ketika guru nanya trus siswa gak jawab, ada 2 kemungkinan:


1. Dia gatau samsek
2. Tau tapi males jawab, krn tau ga dinilai.

Semua kejadian yg ada di kelas itu catat.


Kita tidak boleh mengajukan pertanyaan secara klasikal (scr umum terus menerus). Kr nada
anak yg pinter tp pendiam, super aktif dan menjawab terus. Kita harus tau nama masing2
mereka.

Jangan dilepas pertanyaan itu, kalo dilepas anak itu2 doang yg nanya.

C1 c2 sbg jembatan ke c3. Utk mengetahui dia ingat atau gak, boleh melakukan pertanyaan
lisan saat KBM

Ga masalah kalo blm semua yg nanya, kan masi ada besok.

Bagaimana pembelajaran mempersiapkan abad 21?


Dulu: tulis judul, definisi, contoh soal, pertanyaan, selesai.
Skrng: kalo belajar alat ukur (fisika), alat ukurnya bawa ke kelas.
Bawa yg factual - media pembelajaran (video)  muncul dialog

Anak2, mari amati (sudah scientific)


1. Mengamati
2. Menanya
3.
Pembelajaran dg pendekatan ilmiah dan penilaian autentik (tugas, portofolio)
UH itu non autentik (penilaian harian, akhir smt, akhir tahun).

Harapan: siswa berbicara scr factual.


Bgmn cara memilih presiden (procedural)

Metakognitif: jika sdh paham proses 1 2 3 lalu ambil kesimpulan. Ketahui kelemahan dan
kelebihan dirinya utk ambil kesimpulan. Kalo di taksonomi bloom dia c6 (kreatif)
Cth: membagi peran sampai dg mencipta
RPP hanya syarat. Yg wajib itu: IPK dan KKO. Lihat foto

Yg pertama kita kerjakan:


1. Analisis KD
Bagus tidaknya kita mengajar dan memberi penilaian tergantung IPK. Buat ipk lebih baik
berkelompok.

Boleh gak IPK ‘menyebutkan’?


Kalo anak udh bisa c3, pasti dia bisa c1.
Gausa c1 muncul di IPK. Boleh ditulis, tapi gak mjd IPK.

Boleh dr c2 (pemahaman), tp tdk mjd kriteria ketuntasan.

Yg penting itu C4 (analisis).

Pemerintah membuat soal berdasarkan KD.

Kalo di KD c3, kita boleh ke c4. Yg penting ada menganalisis muncul. Yg gaboleh itu c nya
turun.

K13 tdk cocok utk guru baper.

Ukuran keberhasilan k13 itu kalo kita duduk di meja banyak yg nany, berarti mereka
ingin tahu.

Ketika pertanyaan itu jawabannya ada di teks, berarti gak HOTS.


Kalo pingin hasil yg actual dr siswa, harus di hari itu. Krn resikonya siswa nyontek.
Kalo ditanya makna yg tersirat, baru HOTS.

Tulislah aoa yang ada di pikiran kita, nanti direvisi (latihan menulis).

Jawaban yg terstruktur dia ga masalah. Tp kalo pertanyaan terbuka, guru pasti punya
kata kuncinya (cth: makna yg tersirat).

Kasi jeda 10 menit sebelum pembelajaran berakhir untuk refleksi.

C1 : apa yg kita kasitau di kelas keluar di soal


HOTS: apa yg gapernah dikasi tau dikelas keluar
IPK
Kalo liat RPP orang, pertama kali lihat IPKnya.

Kalo IPK 5, soal minimal 5 uraian, bukan PG. krn disitu kita akan mengidentifikasi
indicator mana yg tuntas dan tdk.

IPK 5, soal 7 boleh.

KITA MENILAI BERDASAR IPK DAN KKO, BUKAN BANK SOALNYA.

L3 belum tentu HOTS. Soal UN mtk emang menganalisis, tapi belum tentu HOTS, karena
bisa aja gak kontekstual.

SYARAT HOTS: memahami dapet, kontekstual dapet, menganalisis dapet


1. Ada stimulus
2. Min ada 2 informasi
3. Kontekstual (kekinian)
4. C4 c5 c6

Pembelajaran HOTS
1. Dg pendekatan ilmiah
2. Pake model apapun bebas
3. Bebas dr sumber mana aja
4. Yg terakhir ada pembelajaran remedial
5. Level pertanyaan harus L3 (c4 c5 c6)

Hardskill: pengetahuan
Softskill: keterampilan berbicara

PPK berbasis sekolah (SMA 12 punya tata karma)


PPK berbasis kelas (wali kelas punya aturan main)
PPK berbasis mapel (guru mapel punya aturan)

PPK = Penguatan Pendidikan Karakter


Soal HOTS tidak boleh 2 kali. Misal udah dicoba di kelas A, maka gaboleh di kelas B. harus
direvisi kalo mau.
Literasi berbasis sekolah (membaca)
Literasi berbasis kelas
Literasi berbasis mapel (soal uraian)

Sadari setiap anak karakteristiknya beda-beda dan harus kita layani.