Anda di halaman 1dari 28

TUGAS NUTRITIONAL ASSESSMENT II

DIETARY ASSESSMENT OF HOUSEHOLD LEVEL


(FOOD ACCOUNT, FOOD RECORD AND 24-HR FOOD RECALL)

KELOMPOK I :
ROZIANA HASNUM (125070309111004)
NUR SA’ADAH (125070309111012)
DIAN PERMATA SARI (125070309111013)
ARUNI ARUAN (125070309111018)
VERAWATY SITORUS (125070309111021)
ALMI DWIDYA SETIANTI (125070309111022)
MEISARA ARDHANASWARI S. (125070309111029)
WAHYU DIAN ILMI (125070309111032)
DIYARTI (125070309111036)
NENI DWI WULANDARI (125070309111044)
VYANTY HASTUTY (125070309111050)

PROGRAM STUDI ILMU GIZI


FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
NOVEMBER 2012

BAB I

PENDAHULUAN

I. Latar Belakang

Survei konsumsi makanan adalah salah satu metode penentuan status


gizi secara langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat gizi yang dikonsumsi
dan dapat memberikan gambaran tentang konsumsi berbagai zat gizi pada
masyarakat, keluarga dan individu. Survey ini dapat mengidentifikasikan
kelebihan dan kekurangan zat gizi. Pada awal tahun 40-an survey konsumsi,
terutama Recall 24 Jam banyak digunakan dalam penelitian kesehatan dan gizi.

1
Di Amerika Serikat survey konsumsi makanan digunakan sebagai salah satu cara
dalam penentuan status gizi (Willet, 1990). Di Indonesia, survey konsumsi sudah
sering digunakan dalam penelitian di bidang gizi.

Banyak pengalaman membuktikan bahwa dalam melakukan penilaian


konsumsi makanan (survey dietetic) banyak terjadi bias tentang hasil yang
diperoleh. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain: ketidaksesuaian
dalam menggunakan alat ukur, waktu pengumpulan data yang tidak tepat,
instrument tidak sesuai dengan tujuan, ketelitian alat timbang makanan,
kemampuan petugas pengumpulan data, daya ingat responden, daftar komposisi
bahan makanan (DKBM) yang digunakan tidak sesuai dengan makanan yang
dikonsumsi responden dan interpretasi hasil yang kurang tepat. Oleh karena itu
diperlukan pemahaman yang baik tentang cara-cara melakukan survey konsumsi
makanan, baik individu, kelompok maupun rumah tangga.

Ada beberapa metode pengukuran konsumsi makanan berdasarkan jenis


data yang diperoleh, yaitu bersifat kualitatif dan kuantitatif. Metode yang bersifat
kualitatif biasanya untuk mengetahui frekuensi makan, frekuensi konsumsi
menurut jenis bahan makanan dan menggali informasi tentang kebiasaan makan
(food habits) serta cara-cara memperoleh bahan makanan tersebut. Metode
yang bersifat kualitatif antara lain : food frequency method, semi-quantytative
food frequency, dietary history method, metode telepon dan food list.

Sedangkan metode yang bersifat kuantitatif dimaksudkan untuk


mengetahui jumlah makanan yang dikonsumsi sehingga dapat dihitung konsumsi
zat gizi dengan menggunakan DKBM atau daftar lain yang diperlukan seperti
Daftar Ukuran Rumah Tangga (URT). Metode untuk pengukuran konsumsi
secara kuantitatif antara lain: recall 24 jam (single and repeated), estimated food
records, food weighing, food account, inventory method, household food records.
Beberapa pengukuran juga dapat menghasilkan data yang bersifat kualitatif
maupun kuantitatif, antara lain : metode recall 24 jam dan dietary history (Gibson,
2005).

2
BAB II

PEMBAHASAN

1. Pengertian Recall 24 jam

Food recall 24 jam merupakan salah satu metode yang dapat

digunakan untuk dapat menggambarkan asupan zat gizi yang lebih optimal

3
dan memberikan variasi yang lebih besar tentang Intake harian individu

(Sanjur,1997). Wawancara recall 24 jam adalah metode penelitian kuantitatif

yang digunakan dalam pengkajian gizi (nutritional assessment), dan

menanyakan individu untuk recall makanan dan minuman yang mereka

konsumsi selama 24 jam sebelumnya dalam wawancara terstruktur.

Dalam metode recall 24 jam, seorang ahli gizi atau pewawancara

terlatih menanyakan kepada responden yang mungkin merupakan subjek,

orang tua atau pengasuh untuk mengingat secara rinci semua makanan dan

minuman yang dikonsumsi selama 24 jam yang lalu atau pada hari yang lalu,

termasuk cara memasak dan merek makanan bila dibeli dalam bentuk

kemasan. Suplemen mineral dan vitamin juga dicatat, demikian pula produk

makanan yang difortifikasi.

Jumlah makanan yang dikonsumsi biasanya diperkirakan dalam

ukuran rumah tangga dan dicatat pada lembar data atau dibantu dengan

program komputer. Anjuran untuk kuantifikasi ukuran porsi atau penggunaan

model makanan biasanya digunakan. Model makanan (food model) atau

contoh makanan dapat digunakan untuk membantu responden mengingat

makanan yang dikonsumsi dan memperkirakan jumlahnya.

Recall 24 jam adalah jenis penilaian gizi yang sering bertriangulasi

dengan metode lain dalam penelitian gizi. Hal ini dapat dimanfaatkan oleh

berbagai jenis profesional, termasuk profesional medis, spesialis gizi dan

ilmuwan sosial. Tujuan dari metode ini adalah untuk mendokumentasikan

konsumsi makanan dan minuman dan asupan gizi pada sampel yang

diberikan. Metode recall 24 jam didasarkan pada wawancara mendalam

yang dilakukan oleh pewawancara terlatih. Metode ini telah dijelaskan

4
secara rinci oleh banyak orang (Pekkarinen, 1971; Burk dan Pao, 1976;

Bingham, 1987; Gibson, 1990).

Dalam kebanyakan situasi, yang diwawancarai adalah subyek itu

sendiri, namun, dalam kasus anak-anak atau orang dewasa lumpuh secara

mental, yang diwawancarai mungkin orang tua atau pengasuh lainnya.

Pewawancara diet solicits informasi rinci tentang segala sesuatu subjek

harus makan dan minum dari tengah malam hingga tengah malam hari

sebelumnya atau selama periode 24-jam terakhir. Dengan demikian,

keakuratan data asupan makanan tergantung pada memori jangka pendek

subjek.

Metode ini mencatat, setiap hari dilaporkan sendiri konsumsi individu

dan paling akurat bila diberikan lebih dari sekali untuk setiap peserta.

Beberapa peneliti berpendapat bahwa metode wawancara adalah yang

paling akurat bila diberikan antara 3 dan 7 kali, meskipun ada beberapa yang

menyatakan pencatatan yang setidaknya dua kali dapat diterima. Recall 24

jam berguna untuk penelitian yang bertujuan untuk mengumpulkan informasi

gizi dari individu, tetapi juga memungkinkan peneliti untuk menilai apa jenis

makanan yang dikonsumsi oleh individu dalam suatu komunitas tertentu.

Gaya wawancara recall memungkinkan peserta dan peneliti untuk

berinteraksi dan mendiskusikan jenis makanan dan makanan selama

wawancara. Hal ini sering dapat memberikan data, peneliti kontekstual dan

etnografis yang kaya untuk menemani penilaian gizi kuantitatif. Kemampuan

untuk merekam perilaku konsumsi dan kemudian menganalisis kandungan

gizi untuk makanan adalah alat yang berharga bagi para peneliti yang

melakukan pekerjaan dengan penilaian gizi.

5
Metode ini telah dikritik karena variasi yang dihasilkan (misalnya

administrator dan variasi peserta), namun intraindividual dapat diatasi

dengan penarikan berulang, yang kemudian dirata-ratakan untuk asupan

nutrisi. Variasi ini juga dapat dikurangi dengan triangulasi dengan metode

lain, seperti kuesioner frekuensi makanan. Variasi peneliti / wawancara juga

menjadi perhatian tetapi dapat dikurangi dengan pelatihan khusus, sehingga

peneliti dapat menstandarisasikan cara melakukan wawancara. Setiap

protokol wawancara recall 24 jam harus distandarisasi dan dilakukan pretest

sebelum digunakan.

Standardisasi sangat penting dalam survei nasional berskala besar

dan untuk perbandingan antar negara. Pretesting harus dilakukan di daerah

dekat lokasi penelitian, dengan menggunakan responden yang mirip dengan

mereka yang akan berpartisipasi dalam studi yang sebenarnya. Kadang-

kadang, pra-test dapat dilakukan pada staf lapangan jika mereka sebanding

dengan peserta. Kepatuhan terhadap protokol wawancara dan akurasi

coding makanan oleh pewawancara harus diperiksa secara berkala selama

survei, dan pewawancara harus dilatih ulang jika diperlukan untuk

meminimalkan bias pewawancara. Pendekatan tidak langsung

menggunakan pertanyaan terbuka dianjurkan. Hal ini memungkinkan

responden untuk bebas mengekspresikan perasaan mereka sehingga

jawaban tidak bias.

Secara umum, wawancara recall dapat dilakukan pada anak usia ≥ 8

tahun dan orang dewasa kebanyakan. Kecuali bagi orang-orang dengan

ingatan buruk (misalnya, beberapa lansia). Anak-anak usia dari 4-8 tahun

harus diwawancarai bersama dengan pengasuh utama mereka, biasanya

6
ibu. Mungkin perlu untuk mewawancarai beberapa orang jika anak-anak di

sekolah atau bermain di rumah teman-teman, untuk memastikan bahwa

makanan yang dimakan jauh dari rumah dilaporkan. Untuk kelompok usia

yang lebih muda, pertanyaan harus selalu diarahkan ke anak.

Sangat sering ketika melakukan recall, terutama pada anak-anak, hasil

wawancara sebagai recall konsensus, dengan anggota keluarga membantu

responden untuk mengingat jumlah yang dikonsumsi. Pendekatan

konsensus ditunjukkan untuk meningkatkan akurasi penarikan kembali

makanan anak-anak. Ketika recall 24 jam yang digunakan untuk

mengkarakterisasi rata-rata kebiasaan asupan dari kelompok populasi,

subyek harus mewakili populasi yang diteliti. Selain itu, survei harus

dilakukan sedemikian rupa sehingga semua hari dalam seminggu sama-

sama diwakili. Dengan cara ini, setiap hari minggu efek pada makanan atau

asupan gizi akan diperhitungkan. Sebuah wawancara recall biasanya

membutuhkan 20 sampai 30 menit untuk diselesaikan, tetapi mungkin jauh

lebih lama jika makanan yang berbeda atau hidangan dicampur dengan

bahan-bahan banyak dikonsumsi.

2. Prinsip dan kegunaan


Prinsip dari metode recall 24 jam, dilakukan dengan mencatat jenis

dan jumlah bahan makanan yang dikonsumsi pada periode 24 jam yang lalu.

Keberhasilan metode recall 24 jam ini sangat ditentukan oleh daya ingat

responden dan kesungguhan serta kesabaran dari pewawancara, maka

untuk dapat meningkatkan mutu data recall 24 jam dilakukan selama

beberapa kali pada hari yang berbeda (tidak berturut-turut), tergantung dari

7
variasi menu keluarga dari hari ke hari (Supariasa, 2001). Dalam Fahmida

(2007), ada 4 prinsip dari metode recall 24 jam, yaitu:


a. Metode yang digunakan untuk menilai asupan makanan individu yang

sebenarnya selama periode 24 jam sebelumnya atau sehari

sebelumnya.
b. Jumlah recall 24 jam diperlukan untuk memperkirakan asupan nutrisi

individu yang biasanya (misalnya, dengan subyek yang bervariasi).

Jika diperlukan lebih dari satu hari recall, maka harus dipilih hari yang

tidak berturut-turut.
c. Data asupan gizi dapat berasal dari dasar program pendidikan gizi

berikutnya.
d. Recall 24 jam dapat diulang selama musim yang berbeda dalam

setahun untuk memperkirakan asupan makanan rata-rata individu

selama periode waktu yang lebih lama (misalnya, asupan makanan

biasanya).

3. Jenis Recall
3.1 Recall 24 jam tunggal (Single 24-hr Recall)
Metode recall 24 jam yang dilakukan dengan satu kali

pengambilan data, yaitu dalam sekali pengambilan data akan untuk

mewakili semua hari dalam satu minggu. Metode ini dilakukan secara

skala besar dalam studi lapangan untuk mengetahui rata-rata

asupan/konsumsi zat gizi dalam satu kelompok populasi sehingga

metode ini kurang representative untuk menggambarkan kebiasaan

makanan individu atau melihat proporsi populasi yang memiliki asupan

cukup/kurang karena hanya dilakukan 1 x dapat dipengaruhi daya ingat

responden (Gibson RS, 2005).


Recall 24 jam tunggal (atau, sebaliknya, food record tunggal)

dapat digunakan untuk studi lapangan skala besar untuk

mengkarakterisasi konsumsi rata-rata kelompok populasi ketika subyek

8
representatif untuk populasi dan penilaian harus dilakukan sedemikian

rupa sehingga semua hari dalam seminggu dapat terwakili. Hal ini tidak

cukup untuk menggambarkan asupan makanan dan gizi yang biasanya

pada individu, recall 24-jam berulang pada individu yang sama selama

beberapa hari diperlukan untuk mencapai tujuan ini (Gibson, 2005).

Sedangkan untuk mendapatkan rata-rata konsumsi pada kelompok

anak-anak, recall 24 jam tunggal sudah cukup.


Sebuah recall 24 jam tunggal tidak dianggap mewakili kebiasaan

makan pada tingkat individu tetapi cukup untuk survei asupan dalam

kelompok besar dan memperkirakan intake berarti pada kelompok.

Dalam sebuah studi awal untuk menentukan metode untuk Diet

Penghasilan Rendah Inggris dan Gizi Survey (LIDNS), recall 24 jam

berulang selama 4 hari direkomendasikan sebagai metode yang paling

tepat dari penilaian makanan dalam kelompok ini (Holmes et al, 2008).

Recall 24 jam berulang dapat digunakan untuk menilai diet yang khas

pada tingkat individu. Dalam sebuah penelitian di Australia baru-baru ini

pada orang dewasa, recall 24 jam berulang selama 8 hari

direkomendasikan untuk menangkap variasi dalam asupan makronutrien

(Jackson et al, 2008); Minggu adalah hari variasi terbesar dalam diet.

3.2 Recall 24 jam berulang (Repeated 24-hr Recall)


Metode recall ini dilakukan secara berulang baik 2, 3, atau 4 kali

dalam satu minggu secara tidak berurutan sehingga dapat mewakili

semua hari dalam satu minggu termasuk hari kerja dan hari libur

(weekend). Salah satu contoh: pengambilan data 3 kali ( hari Senin,

Rabu, dan Sabtu). Metode ini lebih representative untuk melihat

proporsi/persen populasi yang memiliki asupan cukup/kurang, dan dapat

menggambarkan kebiasaan makanan pada individu (Fahmida dkk,

2007).

9
Recall 24 jam dapat dilakukan secara berulang dalam musim yang

berbeda dalam setahun untuk memperkirakan rata-rata konsumsi

makanan individu untuk jangka waktu yang lebih panjang. Jumlah

pengulangan yang dibutuhkan untuk menggambarkan kebiasaan asupan

gizi bergantung pada derajat presisi yang diinginkan, serta zat-zat gizi

dan kelompok populasi yang diteliti. Komite Amerika Serikat tentang Food

and Nutrition Patterns merekomendasikan empat kali recall 24 jam pada

individu yang sama yang dilakukan dalam periode satu tahun untuk

memperkirakan distribusi asupan zat-zat gizi di antara individu. Pada

umumnya, bila prosedur penentuan sampel dilakukan dengan baik

dengan memperhitungkan pengaruh akhir pekan, musim, dan hari libur

terhadap pola makan, hasilnya dapat memberikan perkiraan konsumsi

makanan secara nasional.

Recall 24 jam berulang (atau, sebaliknya, Food Record berulang)

pada kelompok sub-populasi dapat digunakan untuk menilai prevalensi

asupan gizi yang tidak memadai dalam setiap sub-kelompok. Untuk

memperkirakan distribusi intake individu dalam suatu kelompok atau

individu untuk memperoleh kebiasaan asupan recall 24 jam berulang

perlu dikumpulkan. Jumlah hari yang dibutuhkan tergantung pada variasi

sehari-hari asupan gizi dari akurasi dan tingkat presisi yang diinginkan

untuk studi penelitian. Untuk energi dan macronutrients (protein,

karbohidrat dan lemak), 3-10 hari telah disarankan. Untuk nutrisi lain

seperti mikronutrien (kalsium, zat besi, folat) sampai dengan 50 hari

mungkin diperlukan. Empat sampai 5 hari sering dipilih sebagai pilihan

yang masuk akal untuk menilai energi & macronutrients. Jika perkiraan

10
jangka panjang asupan diperlukan, 3-4 hari di setiap empat musim

tahun ideal (mis. 12-16 hari total).

Recall 24 jam interaktif adalah modifikasi dari 24 jam recall untuk

mengumpulkan informasi tentang penduduk pedesaan di negara-negara

berkembang. Hal ini memungkinkan penyidik untuk:


a. melatih responden untuk memperkirakan ukuran porsi sebelum

recall sebenarnya.
b. mengumpulkan grafik gambar pada hari sebelum recall untuk

menggunakan checklist pada hari makanan sebenarnya

dikonsumsi dan untuk perbandingan dengan recall untuk

mengurangi penyimpangan memori.


c. memberikan mangkuk dan piring untuk digunakan pada hari-hari

recall untuk membantu responden membayangkan jumlah

makanan yang dikonsumsi


d. perlu juga untuk meminta mangkuk responden, piring, sendok,

gelas atau alat makan lainnya. Ukuran porsi spesifik dari peralatan

responden menunjukkan makanan yang sebenarnya dikonsumsi

oleh responden kemudian diubah menjadi setara berat (Ferguson

et al., 1995)

4. Prosedur
Secara tradisional recall 24 jam dilakukan dalam urutan kronologis

konsumsi. Perkembangan yang lebih baru telah menjadi recall lulus ganda

dan protokol ini digunakan semakin dalam survei nasional dan studi

penelitian. Multi-Pass Recall (MPR) adalah pendekatan yang dipentaskan

untuk recall makanan. Meskipun tahapan yang tepat atau melewati dapat

bervariasi antara protokol mereka semua mengikuti pola recall bebas dan

tanpa gangguan asupan, diikuti oleh pertanyaan rinci dan menyelidik tentang

asupan (termasuk jumlah yang dikonsumsi), dan menyimpulkan dengan

tinjauan dari segala sesuatu yang sebelumnya diingat, memungkinkan untuk

11
penambahan setiap item tidak ingat sampai saat ini, dan sering juga lokasi

konsumsi.

Tahapan diikuti dalam studi LIDNS Inggris secara rinci di bawah ini

(Nelson et al, individual consumption, 2008):


1. Sebuah daftar singkat makanan yang dimakan atau diminum

Responden diminta untuk melaporkan segala sesuatu yang mereka

harus makan atau minum (misalnya pada hari sebelumnya antara

tengah malam dan tengah malam) dalam daftar mengalir terganggu

gratis.
2. Pengumpulan informasi rinci
Untuk setiap item makanan atau minuman dalam daftar cepat,

responden diminta untuk memberikan detail tambahan, termasuk:


 Waktu di mana makanan atau minuman yang dikonsumsi
 Penjelasan lengkap dari makanan atau minuman, termasuk

nama merek di mana tersedia


 Setiap makanan mungkin dimakan dalam susu kombinasi

misalnya dalam kopi


 Resep dan kombinasi lain dari makanan misalnya sandwich
 Kuantitas yang dikonsumsi, berdasarkan ukuran rumah tangga,

foto-foto ukuran porsi yang berbeda dari makanan, atau beban

yang sebenarnya dari label atau paket


 Setiap sisa makanan atau orang kedua yang membantu
3. Mereview kembali recall
Pewawancara mengulangi kembali semua makanan yang dimakan

dan diminum dalam urutan kronologis, meminta tambahan untuk setiap

makan atau minum pada setiap kesempatan dan makanan atau

minuman yang dikonsumsi, dan mengklarifikasi setiap ambiguitas

mengenai jenis makanan atau minuman yang dikonsumsi dan ukuran

porsi. Akhirnya pewawancara meminta responden untuk memilih nama

untuk masing-masing tempat makan dan minum pada kesempatan

tersebut. Diperkirakan bahwa metode ini lebih disesuaikan dengan

12
kognisi individu daripada pendekatan kronologis. Di AS, seorang

pewawancara diberikan otomatis MPR (AMPR) adalah metode

penilaian yang digunakan dalam diet survei nasional (Raper et al,

2004; Blanton et al, 2006; Subar et al, 2007). Recall 24 jam sangat

menantang pada anak-anak dan orang tua.


Proses kognitif yang terlibat dalam penarikan kembali makanan

telah dijelaskan pada anak-anak (Baranowski & Domel, 1994):


a. Perhatian
b. Persepsi
c. Organisasi
d. Retensi
e. Retrieval
f. Respon formulasi
Kemampuan seorang anak untuk memberikan recall diet meningkat

tajam setelah usia 8 tahun (Livingstone & Robson, 2003). Telah

terbukti bahwa kemampuan anak-anak muda (usia 5-7 tahun) untuk

mengingat makan siang waktu singkat setelah konsumsi bervariasi dan

preferensi dan keakraban meningkatkan recall, sisa makanan tidak

dilaporkan (Warren et al, 2003). Seorang peneliti khususnya telah

melihat penggunaan petunjuknya dalam jumlah kecil anak-anak

berusia 10 tahun. Khusus meminta ditemukan menghambat mengingat

dibandingkan dengan recall gratis (Baxter et al, 2000), sebuah format

wawancara terbuka adalah lebih baik daripada format wawancara

makan (Baxter et al, 2003). Hal ini tidak jelas apa urutan urutan terbalik

yaitu recall terhadap urutan maju, adalah lebih baik untuk digunakan

pada anak-anak (Baxter et al, 2003). Kekinian ditemukan memiliki efek

positif pada daya ingat anak-anak, yang mungkin berarti itu adalah

lebih baik untuk menanyakan tentang asupan selama 24-jam

sebelumnya daripada hari sebelumnya (Baxter et al, 2004). Hal ini juga

berarti dapat meningkatkan akurasi data recall 24 jam yang

dibutuhkan.

13
Ada empat tahap, multiple-pass recall (MPR) teknik wawancara

yang sering digunakan, dengan menggunakan prosedur berikut:


1. First pass: memperoleh daftar lengkap dari semua makanan

dan minuman yang dikonsumsi selama hari sebelumnya.


2. Second pass: deskripsi rinci dari setiap makanan dan minuman

yang dikonsumsi, termasuk metode memasak dan nama merek

(jika memungkinkan).
3. Third pass: memperoleh perkiraan jumlah setiap makanan dan

minuman yang dikonsumsi, umumnya dalam ukuran rumah

tangga dan dimasukkan pada lembar data atau komputer

berbasis bentuk entri data. Informasi tentang bahan-bahan

hidangan campuran juga harus dikumpulkan pada tahap ini.


4. Fourth pass: mengulas kembali recall untuk memastikan bahwa

semua item, termasuk penggunaan suplemen vitamin dan

mineral, telah dicatat dengan benar.

Dalam Fahimda (2007) dan Supariasa (2001), terdapat beberapa

prosedur pelaksanaan Recall 24 jam yang biasa digunakan, yaitu:


a. Responden mengingat semua makanan dan minuman yang

dimakan dalam 24 jam terakhir.


b. Responden menjelaskan secara rinci setiap item makanan yang

dikonsumsi, misalnya mentah/dimasak, metode memasak dan

lain-lain, mulai dari hal pertama di pagi hari dan bergerak secara

berurutan hingga hari berakhir dengan item makanan terakhir

dimakan pada akhir hari.


c. Responden memperkirakan ukuran porsi konsumsi dalam ukuran

rumah tangga yang biasa digunakan, seperti:


1. Model makanan (food model) atau foto yang terstandarisasi
2. Contoh nyata makanan pokok siap saji
3. Kalibrasi peralatan dari responden
d. Pewawancara memeriksa recall dengan responden
e. Pewawancara mengkonversi ukuran porsi yang dikonsumsi ke

dalam ukuran gram

14
f. Setelah selesai pengambilan data recall 24 jam, pewawancara

menganalisis bahan makanan ke dalam zat gizi dengan

menggunakan Daftar Komposisi Bahan Makanan (DKBM) atau

software analisis zat gizi.


g. Membandingkan dengan Daftar Kecukupan Gizi yang Dianjurkan

(DKGA) atau Angka Kecukupan Gizi untuk Indonesia.

Recall 24 jam mudah digunakan, tetapi memerlukan penggunaan alat

peraga konteks khusus untuk akurasi. Penggunaan alat peraga sangat

penting untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai jumlah makanan

dan minuman yang dikonsumsi. Di Amerika Serikat, ahli gizi sering

menggunakan alat peraga seperti pak kartu untuk mewakili jumlah berat

makanan. Profesional dapat menunjukkan item ini kepada peserta mereka

untuk mengukur jumlah makanan yang dikonsumsi. Dalam pengaturan

lintas-budaya, alat peraga ini mungkin tidak tepat. Peneliti harus

menggunakan item bahwa individu merasa nyaman dengan dan memastikan

bahwa mereka mencerminkan jumlah akurat. Jika alat peraga budaya

spesifik belum memiliki jumlah berat makanan, adalah mungkin bagi peneliti

untuk menimbang item pada skala standar untuk memastikan bahwa

pengukuran yang diperoleh sudah benar. Terdapat 4 langkah yang

memudahkan dalam me-Recall, yaitu:

1. Bahan yang dibutuhkan: pensil, form recall 24 jam, food model recall

24 jam, atau alat peraga yang sesuai.

2. Peneliti harus menjelaskan kepada para peserta bahwa tujuan dari

wawancara ini adalah untuk mencatat segala sesuatu yang peserta

makan dalam 24 jam terakhir. Jelaskan bahwa Anda akan bertanya

tentang jenis makanan dan jumlah dari awal hari mereka, dari saat

15
mereka bangun di pagi hari, sampai akhir hari mereka, dengan waktu

mereka pergi tidur di malam hari.

3. Ketika meminta peserta apa yang mereka makan kemarin, pastikan

untuk menyertakan hal-hal berikut:

o Rekam kronologis konsumsi mereka

o Rekam apa waktu yang mereka konsumsi makanan

o Catat jumlah makanan yang dikonsumsi. Gunakan alat peraga

pengukuran yang anda bawa untuk memastikan akurasi

intraindividual dan interindividual.

o Catat persiapan setiap item yang terdaftar. Pastikan untuk mencatat

bagaimana makanan disiapkan (yaitu panggang, goreng, dll), apa

yang digunakan untuk menyiapkan makanan (misalnya minyak

zaitun, minyak kedelai, garam, dll), dan informasi relevan lainnya

yang peserta ingin berbagi.

4. Ulangi wawancara setidaknya sekali lagi dengan masing-masing

peserta. Untuk hasil terbaik, mewawancarai orang setidaknya sekali

pada hari kerja dan setidaknya sekali pada akhir pekan.

5. Kelebihan dan kekurangan


5.1 Kelebihan
5.1.1 Sederhana, mudah dan cepat
5.1.2 Memberikan gambaran kualitatif dari pola diet serta asupan

giziBerguna untuk menilai asupan rata-rata yang biasanya pada

populasi yang besar, dan karena itu sering digunakan untuk

survey dietary besar


5.1.3 Dapat digunakan sama baiknya, baik pada peserta yang melek

huruf maupun buta huruf


5.1.4 Subyek tidak memerlukan pelatihan
5.1.5 Beban responden rendah sehingga tingkat respon biasanya

tinggi
5.1.6 Tidak mengancam

16
5.1.7 Unsur kejutan sehingga mengurangi perubahan pola makan
5.1.8 Memungkinkan cakupan sampling yang luas (berlaku untuk

populasi yang luas dari etnis yang berbeda)


5.1.9 Relatif murah
5.1.10 Lebih objektif daripada dietary history
5.1.11 Berguna dalam pengaturan klinis
5.1.12 Dapat dilakukan dengan baik, baik lewat tatap muka atau melalui

telepon
5.1.13 Dapat menilai diet saat ini atau masa lalu, dapat diulang untuk

mendapatkan ukuran variasi harian dan meningkatkan presisi.


5.2 Kekurangan
5.2.1 Mengandalkan memori (subjek mungkin gagal untuk

mengingat semua makanan yang dimakan atau mungkin

menambahkan makanan tidak dikonsumsi).


5.2.2 Karena sifatnya retrospektif, recall 24 jam kurang cocok

untuk digunakan pada anak-anak dan orang tua.


5.2.3 Rawan kesalahan dalam memperkirakan ukuran porsi

yang dikonsumsi (jumlah estimasi subjek mungkin di

bawah atau diatas).


5.2.4 The Flat Slope Syndrome, yaitu kecenderungan bagi

responden yang kurus untuk melaporkan konsumsinya

secara berlebihan (over estimate) dan responden yang

gemuk untuk melaporkan lebih sedikit (under estimate).


5.2.5 Mungkin tidak mencerminkan kebiasaan asupan pada

kelompok jika recall tidak mewakili semua hari dalam

seminggu (tidak bisa memperhitungkan hari ke hari dalam

variasi konsumsi makanan seorang individu).


5.2.6 Pewawancara harus terlatih.
5.2.7 Terus-menerus mempertanyakan dan menjawab

melelahkan untuk kedua responden dan pewawancara dan

dapat mengakibatkan kesalahan.


5.2.8 Rentan terhadap kesalahan ketika perkiraan ukuran porsi

dikonversi setara gram.

17
5.2.9 Rawan kesalahan dalam pengkodean makanan jika

terbatas jumlah makanan dalam database.


5.2.10 Kelalaian dari dressing, saus, dan minuman dapat

menyebabkan perkiraan konsumsi energi rendah.


5.2.11 Data entry bisa bervariasi
5.2.12 Metode Recall membutuhkan penggunaan atau akses ke

program analisis gizi dalam rangka untuk memeriksa dan

mengevaluasi data yang dikumpulkan. Hal ini kemudian

menimbulkan masalah bagaimana up-to-date tabel

komposisi nutrisi yang tepat dan bagaimana tabel adalah

untuk komposisi makanan yang sebenarnya dari makanan

yang tersedia di daerah di mana data dikumpulkan.


5.2.13 Bias yang disebabkan oleh kesalahan dalam memori,

persepsi, konseptualisasi ukuran porsi makanan,

kehadiran pengamat.

6. Sumber kesalahan (error)


Kesalahan atau error dalam pengumpulan data recall 24 jam dapat

acak (kehandalan dikurangi) atau sistematis (bias). Kesalahan acak

menghasilkan jumlah varians yang lebih besar, mengurangi kekuatan

statistik untuk mendeteksi hubungan antara asupan dan penyakit, dan

mungkin menipiskan atau mungkin meningkatkan perkiraan asosiasi

(Tarasuk dan Beaton, 1992). Salah satu konsekuensi yang mungkin dari

kesalahan acak adalah prevalensi terlalu tinggi karena asupan yang

memadai lebih rendah atau lebih besar dari distribusi. Kesalahan sistematis

merupakan tantangan yang lebih serius dan bahaya yang lebih besar dari

kesalahan acak, karena dapat mengubah hasil, dan sangat sedikit yang bisa

dilakukan untuk mengoreksi efeknya. Struktur dari kesalahan berbeda sesuai

dengan jenis metode survey yang mengandalkan pada ingatan atau

kemampuan untuk memberikan perkiraan yang dapat diandalkan mengenai

18
kebiasaan makan yang biasa cenderung lebih rentan terhadap kesalahan

sistematis, sementara metode lain yang bergantung pada pengukuran

langsung yang lebih sering dikaitkan dengan kesalahan acak. Sebuah

tinjauan singkat tentang kesalahan survei makanan disajikan dalam

beberapa bagian berikutnya. Ulasan ini adalah sebagian besar didasarkan

pada pekerjaan yang dilakukan oleh Beaton, Burema dan Ritenbaugh (1997)

dan Bingham (1987).

Tabel 1. Sumber Error Dalam Makanan Individual

Sumber Kesalahan Recall 24 Jam

Makanan tabel / buku resep +

Makanan coding +

Salah berat makanan +

Pelaporan kesalahan +

Variasi diet dengan waktu +

Salah frekuensi -

Modifikasi pola makan -

Respon Bias ±

Sampling Bias +
Sumber : Bingham (1997)
Sumber bias dalam pengukuran konsumsi makanan berasal dari beberapa

faktor, antara lain (Supariasa, 2002):


1. Kesalahan atau bias dari pengumpul data
a. Pengaruh sikap dalam bertanya, dalam mengarahkan jawaban,

mencatat hasil wawancara, atau sengaja membuat sendiri data

tersebut.

19
b. Pengaruh situasi, misalnya perbedaan sikap pewawacara di rumah

responden, karena ada orang lain yang ikut mendengarkan, dan

keinginan untuk merahasikan data responden.


c. Pengaruh hubungan timbal balik antara pewawancara dengan

responden; misalnya perbedaan status dan penerimaan masyarakat

kurang baik terhadap pewawancara.


d. Kesalahan dalam melakukan konversi makanan masak ke mentah

dan dari ukuran rumah tangga ke ukuran berat (gram).


2. Kesalahan/bias dari responden
a. Gangguan atau terbatasnya daya ingat.
b. Perkiraan yang tidak tepat dalam menentukan jumlah makanan yang

dikonsumsi.
c. Kecenderungan untuk mengurangi makanan yang banyak

dikonsumsi dan menambah makanan yang sedikit dikonsumsi (The

Flat Slope Syndrome).


d. Membesar-besarkan konsumsi makanan yang bernilai sosial tinggi.
e. Keinginan untuk menyenangkan pewawancara.
f. Keinginan melaporkan konsumsi vitamin dan mineral tambahan.
g. Kesalahan dalam mencatat (food record).
h. Kurang kerjasama, sehingga menjawab asal saja atau tidak tahu dan

lupa.
3. Kesalahan/bias karena alat.
a. Penggunaan alat timbang yang tidak akurat karena belum

distandarkan sebelum digunakan.


b. Ketidaktepatan memilih Ukuran Rumah Tangga (URT).
4. Kesalahan/bias dari daftar komposisi bahan makanan (DKBM).
a. Kesalahan penentuan nama bahan makanan/jenis bahan

makanan yang digunakan.


b. Perbedaan kandungan zat gizi dari makanan yang sama, karena

tingkat kematangan, tanah dan pupuk yang dipakai tidak sama.


c. Tidak adanya informasi mengenai komposisi makanan jadi atau

jajanan.
5. Kesalahan/bias karena kehilangan zat gizi dalam proses pemasakan,

perbedaan penyerapan, dan penggunaan zat gizi tertentu berdasarkan

perbedaan fisiologis tubuh.

20
7. Mengurangi Kesalahan atau Error dalam pengambilan data Recall 24

jam
Sebuah sumber utama dari kesalahan dalam mengumpulkan data

diet dengan menggunakan metode recall 24 jam diet adalah ketergantungan

pada memori subjek. Krall et.al., (1988) menemukan bahwa kemampuan

seseorang untuk mengingat asupan makanan dikaitkan dengan sejumlah

faktor termasuk usia, jenis kelamin, kecerdasan, suasana hati, perhatian,

dan konsistensi pola makan. Studi yang telah dibandingkan berarti asupan

energi recall 24 jam dengan catatan makanan yang dikumpulkan dalam

populasi yang sama dan umum jangka waktu yang sama intake energi

laporan berkisar antara 0% sampai 16% lebih rendah untuk recall.

Keterbatasan memori dapat diminimalkan dengan menggunakan

pewawancara terlatih yang terampil dalam seni mengajukan pertanyaan

yang membantu subjek mengingat apa yang mereka makan. Menyediakan

suasana yang santai dan tidak tergesa-gesa memberikan subjek

kesempatan untuk hati-hati merenungkan nya atau perilaku makannya.

Bertanya tentang kegiatan hari sebelumnya dan terkait kegiatan ini untuk

asupan makanan juga dapat membantu subjek mengingat asupan makanan

mereka. Menyediakan daftar makanan umum yang sering terlupakan dapat

membantu ingatan subyek item sengaja dihilangkan, seperti item makanan

ringan, minuman, dan makanan penutup. Campbell dan Dodds (1967)

menemukan bahwa perkiraan luas secara substansial meningkat menyelidiki

asupan energi yang diperoleh oleh 24-jam recall di kedua responden tua dan

muda.
Pewawancara terlatih sangat penting dalam mengelola recall 24 jam

karena banyak informasi diet yang dikumpulkan dengan mengajukan

pertanyaan menyelidik. Idealnya, pewawancara adalah dietitians dengan

pendidikan dalam makanan dan gizi, namun, non-gizi yang telah dilatih

21
dalam penggunaan instrumen standar bisa efektif. Semua pewawancara

harus berpengetahuan tentang makanan yang tersedia di pasar dan tentang

persiapan praktek, termasuk makanan daerah atau etnis lazim.


Wawancara sering terstruktur, biasanya dengan spesifik

probe, untuk membantu responden mengingat semua makanan yang

dikonsumsi sepanjang hari. Sebuah studi awal menemukan bahwa

responden dengan pewawancara menyelidik dilaporkan 25% lebih tinggi

asupan makanan daripada responden tanpa pewawancara

menyelidik. Probing ini sangat berguna dalam mengumpulkan diperlukan

rincian, seperti bagaimana makanan disiapkan. sekarang

juga berguna dalam memulihkan banyak item awalnya tidak

dilaporkan, seperti tambahan umum untuk makanan (misalnya, mentega

pada roti panggang), dan kesempatan makan awalnya tidak dilaporkan

(misalnya, makanan ringan dan minuman istirahat). Namun, pewawancara

harus diberikan dengan standar pertanyaan menyelidik netral sehingga

untuk menghindari memimpin responden untuk jawaban spesifik ketika

responden benar-benar tidak tahu atau ingat.

Untuk dapat mengurangi kesalahan yang bersifat sistemik dapat dilakukan

dengan cara sebagai berikut (Suprariasa, 2002):


1. Gunakan sampel dalam jumlah besar (semakin besar sampel

semakin kecil variasinya)


2. Ulangi pengukuran intake konsumsi terhadap subjek atau responden

yang sama dalam beberapa waktu


3. Usahakan selalu melakukan kalibrasi terhadapa alat ukur.
4. Untuk mengurangi bias yang berhubungan dengan pengetahuan

responden mengenai ukuran porsi, gunakan alat-alat bantu seperti

gambar-gambar, model atau contoh bahan makanan dan alat

makanan yang biasa digunakan.

22
Secara umum, untuk dapat mengurangi kesalahan adalah sebagai berikut:
1. Menjelaskan TUJUAN RECALL adalah tidak untuk menilai

responden agar tidak terjadi “The flat slope syndrome”.


2. Membangun RAPOR yang baik, menyediakan suasana santai dan

tidak tergesa-gesa.
3. Keterbatasan memori responden: pewawancara terlatih yang

TERAMPIL dalam SENI mengajukan pertanyaan sehingga

membantu subyek mengingat apa yang dimakan.


4. Melakukan PROBING terutama pada makanan/minuman yang

belum jelas.
5. Menghindari pertanyaan yang mengarahkan jawaban, memimpin

atau menyalahkan responden (hindari LEADING). Gunakan

pertanyaan terbuka.
6. Menggunakan instrumen standar dan URT yang tepat.
7. KALIBRASI alat bantu.
8. Lakukan KOREKSI kesalahan dan PELATIHAN/penyegaran

kembali bagi pewawancara.

8. Contoh Form Food Recall 24 jam

23
Contoh form food recall 24 hour (Gibson,2005)

24
Nama : Tanggal :

Alamat : Hari :

Kota :

HANYA DIGUNAKAN LAB


Keterangan Makanan atau Kode hari/
Tempat
Waktu Minuman. Beri nama merk jika Jumlah
makan Kode Kode
berlaku
makanan makanan jumlah

Tambahan pertanyaan:
Apakah asupan yang tidak biasa dengan cara apapun? Ya (...) Tidak ada (...)
Jika ya, dalam hal apa?

Apakah Anda mengkonsumsi vitamin atau suplemen mineral? Ya (...) Tidak ada (...)
Jika ya, berapa per hari? (...) Per minggu? (...)
Jika ya, apa? (memberikan merek jika mungkin)
Multivitamin Zat Besi Asam askorbat
Lainnya (daftar)

25
Contoh form food recall 24 hour (Supariasa, 2002)

Bahan Makanan

Waktu Makan Nama Masakan Banyaknya


Jenis
URT gram
Pagi/jam

Selingan pagi

Siang/jam

Selingan siang

Malam/jam

Selingan
malam

26
DAFTAR PUSTAKA

Almatsier, Sunita, dkk. 2011. Gizi Seimbang Dalam Daur Kehidupan. PT.
Gramedia Pustaka: Jakarta.

Allison,David.B.1995.Handbook of Assessment Methods for Eating Behaviors


and Weight-Related Problems.USA:SAGE Publications.

Fahmida, Umi dan Dillon, Drupadi HS. 2007. Handbook Nutritional Assessment.
SEAMEO University of Indonesia: Jakarta.

FSAU.2005.Nutrition a guide to Data Collection, Analisys, Interpretation and


Use.Nairobi,Kenya:FSAU.

Gibson, Rosalind S. 2005. Principles of Nutritional Assessment. Oxford University


Press: NewYork, USA.

Supariasa, IDN; Bakri, Bachyar, dan Fajar, Ibnu. 2002. Penilaian Status Gizi.
EGC: Jakarta.

Australasian Child and Adolescent Obesity Obesity Research Network. Dietary


Intake Assessment 24 hr Recall, (Online),
(http://www.acaorn.org.au/streams/nutrition/assessment-methods/24hr-
recall.php, diakses tanggal 07 November 2012).

FAO Corporate Document Repository. Preparation and Use of Food Based


Dietary Guidelines: Methods of Monitoring Food and Nutrient Intake,
(Online), (http://www.fao.org/docrep/x0243e/x0243e05.htm), diakses
tanggal 09 November 2012).

27
Phipps, P.A., and Vernon, M.K. Chapter 7: Twenty Four Hours. An Overview of
The Recall Diary Method and Data Quality In The American Time Use
Survey, 2009.

The UK Medical Research Council. Dietary Assessment-Recall, (Online),


(http://dapa-toolkit.mrc.ac.uk/dietary-
assessment/methods/recalls/index.html, diakses tanggal 08 November
2012).

Thompson, F.E., and Subar, A.F. Chapter I: Dietary Assessment Methodology,.


Nutrition In The Prevention and Treatment of Disease, 2nd ed. (Online),
(http://riskfactor.cancer.gov/diet/adi/thompson_subar_dietary_assessment_
methodology.pdf, diakses tanggal 08 November 2012).

Willet, W. 24 Hour Dietary Recall and Food Record Methods. Nutritional


Epidemiology, Sept 2009; (4): p.50.

Wrieden, W., Peace, H., Armstrong, J., Barton, K. A Short Review of Dietary
Assessment Methods Used In National and Scottish Research Studies.
Briefing Paper Prepared For: Working Group On Monitoring Scottish
Dietary Targets Workshop, September 2003.

28