Anda di halaman 1dari 8

See discussions, stats, and author profiles for this publication at: https://www.researchgate.

net/publication/316451605

PENGARUH KOMPOSISI MATERIAL UHPC TERHADAP PERILAKU KUAT TEKAN


MORTAR BETON

Conference Paper · February 2014

CITATIONS READS

0 630

3 authors, including:

Krisnamurti Krisnamurti Ketut Aswatama Wiswamitra


Universitas Jember Universitas Jember
19 PUBLICATIONS   3 CITATIONS    8 PUBLICATIONS   0 CITATIONS   

SEE PROFILE SEE PROFILE

Some of the authors of this publication are also working on these related projects:

mortar, beton UHPC, kuat tekan View project

All content following this page was uploaded by Krisnamurti Krisnamurti on 25 April 2017.

The user has requested enhancement of the downloaded file.


Seminar Nasional X 2014 Teknik Sipil ITS Surabaya
Inovasi Struktur dalam Menunjang Konektivitas Pulau di Indonesia

PENGARUH KOMPOSISI MATERIAL UHPC TERHADAP


PERILAKU KUAT TEKAN MORTAR BETON

Krisnamurti1, Ketut Aswatama W.2, dan Wiwik Yunarni W.3


1
Jurusan Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember, email:krisnamurti@ymail.com
2
Jurusan Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember, email: ketut.teknik@unej.ac.id
3
Jurusan Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember, email: wiwikferi@yahoo.com

ABSTRAK
Kurangnya pemenuhan prasarana transportasi telah menimbulkan permasalahan dalam pengembangan
komoditas pertanian di Indonesia. Dalam artikel ini dibahas tentang penelitian pengembangan teknologi beton
mutu tinggi Ultra High Performance Concrete (UHPC) yang bermanfaat untuk kebutuhan teknologi pracetak
sesuai dengan kondisi alam di Indonesia. Teknologi bahan beton UHPC ini dapat berguna untuk bahan
infrastruktur jalan maupun jembatan, dengan kualitas kekuatan tinggi dan durabilitas yang baik. Permasalahan
yang dibahas dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah komposisi bahan penyusun beton UHPC yang
optimal untuk mendapatkan kinerja kekuatan dan durabilitas tinggi. 2) Bagaimana pengaruh variasi komposisi
material terhadap kinerja kekuatan tekan mortar beton UHPC. Penelitian yang dilakukan bertujuan: 1)
Mendapatkan komposisi campuran beton UHPC dengan kuat tekan yang tinggi. 2) Mengetahui pengaruh variasi
komposisi material terhadap kinerja kekuatan tekan mortar beton UHPC. Bahan-bahan yang dipergunakan
dalam penelitian ini antara lain adalah: Semen Portland Pozollan Cement (PPC); Pasir, Pasir silika, silika fume,
silica powder, Superplasticizer, Air, dan Cetakan mortar beton. Kegiatan penelitian meliputi pembuatan 18 buah
benda uji mortar, pengujian kuat tekan pada usia 7, 14, dan 28 hari, analisis data, pembahasan dan pengambilan
kesimpulan. Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan kuat tekan tertinggi dari benda uji mortar sebesar
969,39 kg/cm2 tercapai pada saat komposisi kadar water/binder ratio sebesar 0,22, selanjutnya dengan kadar
silika fume dan silika powder pada komposisi 10% dari berat semen dapat mencapai kekuatan tekan hingga
1050,27 kg/cm2, serta pengujian komposisi pasir dengan berat 1,2 kali berat semen dapat menghasilkan kuat
tekan sebesar 974,26 kg/cm2. Untuk pengembangan penelitian lebih lanjut perlu dilaksanakan pengujian
dengan menambahkan berbagai macam serat fiber seperti steel wool, bendrat, fiber glass ke dalam rencana
campuran UHPC tersebut sehingga kuat tekan yang diperoleh dapat lebih ditingkatkan lagi.

Kata kunci: mortar, beton UHPC, kuat tekan

1. PENDAHULUAN
Kurangnya pemenuhan prasarana transportasi telah menimbulkan permasalahan dalam
pengembangan komoditas pertanian di Indonesia. Sebagai contoh, para petani kopi di
beberapa sentra produksi di Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu selama ini mengeluhkan
biji
kopi, biaya angkut menggunakan sepeda motor mencapai Rp75ribu, sedangkan harga jual
kepada pedagang pengumpul rata-
Kecamatan Maje Kabupaten Kaur, Hanafi, Sabtu 23 April 2011. Jarak desa ke pasar pekan
mingguan di Nasal sekitar 15 kilometer, namun jalannya mendaki dan berlumpur, sehingga
sulit menggunakan kendaraan roda empat. Akibat tingginya biaya angkut tersebut petani
mengalami kerugian karena pedagang biji kopi tidak membeli dengan harga tinggi akibat biji
kopinya penuh lumpur dan basah. [4]. Dalam penelitian ini dicoba mengembangkan
teknologi beton mutu tinggi Ultra High Performance Concrete (UHPC) sebagai bagian dari
beton UHPFRC (Ultra High Performance Fiber Reinforced Concrete)untuk kebutuhan
teknologi pracetak sesuai dengan kondisi alam di Indonesia, yang dapat digunakan sebagai
bahan infrastruktur jalan maupun jembatan, dengan kualitas kekuatan tinggi dan durabilitas
yang baik. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimanakah rancangan komposisi

ISBN 978-979-99327-9-2 877


Seminar Nasional X 2014 Teknik Sipil ITS Surabaya
Inovasi Struktur dalam Menunjang Konektivitas Pulau di Indonesia

bahan penyusun beton UHPC yang tepat untuk mendapatkan kinerja kekuatan dan durabilitas
yang tinggi. 2) Bagaimana pengaruh penggunaan variasi komposisi material terhadap kinerja
kekuatan tekan mortar beton UHPC. Penelitian ini bertujuan: 1) Mendapatkan komposisi
teknologi campuran beton UHPC yang memenuhi kategori kuat tekan yang dipersyaratkan. 2)
Mengetahui pengaruh penggunaan variasi komposisi material terhadap kinerja kekuatan
tekan mortar beton UHPC.

2. DASAR TEORI
Sejak ditemukan pada tahun 1991, penggunaan teknologi beton UHPC dengan serat fiber
telah berkembang, baik untuk jembatan, untuk pelat atap stasiun kereta api, dan
sebagainya.Dalam pembangunan stasion kereta api di kanada pada tahun 2005, teknologi
beton UHPC dengan dilengkapi serat fiber ini telah digunakan untuk pertama kalinya sebagai
sistem atap pracetak dengan menggunakan lembaran pelat beton tipis [1]. Beberapa penelitian
untuk mengembangkan teknologi beton UHPC dengan serat fiber telah dilakukan,diantaranya
adalah P. Pimienta dan G. Chanvillard [3] yang meneliti Durabilitas specimen UHPFRC
dengan dua jenis bahan fiber, yaitu fiber baja dan fiber organik yang diletakkan pada
berbagai variasi lingkungan agresif berupa air panas, larutan sodium chloride dan siklus
basah kering. Beton UHPFRC yang diteliti oleh Pimienta dan Chanvillard menggunakan
komposisi 1,43 Pasir : 1 Semen : 0,3 filler : 0,325 Silica Fume : Baja Fiber : 2% Fiberglass
dan perbandingan air:semen = 0,20. Yen Lei Voo, et.al, [6], dalam artikel ilmiahnya
menyatakan bahwa penggunaan UHPC dengan serat fiber memiliki beberapa keuntungan,
diantaranya adalah reduksi konsumsi material mentah yang tidak terbarukan, meningkatkan
penggunaan material daur ulang (seperti silica fume), memiliki kualitas dan finishing produk
yang lebih baik, mempunyai usia guna dan masa layan yang lebih panjang, meminimalkan
perawatan karena sifat durabilitasnya, serta mendukung visi ekonomi hijau (green economy).
Beton UHPFRC sendiri dapat diklasifikasikan sebagaimana terlihat pada gambar 1,
sedangkan komposisi mix designnya menurut Yen Lei Voo, tersusun dari UHPC Premix
2100 2200 kg/m3, Superplastisizer 30 40 kg/m3, Baja Fiber 157 kg/m3, Air 144 kg/m3,
3% Moisture 30 kg/m3, Target W/B Ratio 0.15, dan Total Air Void< 4%.

Gambar 1: Klasifikasi beton fiber


Sumber: Yen Lei Voo, et.al [6]

Xiang-Guo Wu and Sang-Mook Han [5] juga meneliti mengenai analisis perilaku alat
penghubung pada sambungan geser girder komposit antara UHPFRCC (Ultra High
Performance Fiber Reinforced Composite Concrete) dengan beton normal. Selanjutnya C.H.
Lee et al. [2] membandingkan kekuatan geser sambungan jembatan pracetak UHPC dengan
serat fiber dengan fokus penelitian pada respons tipe sambungan terhadap kekuatan geser
dalam keadaan batas layan dan batas ultimit.

ISBN 978-979-99327-9-2 878


Seminar Nasional X 2014 Teknik Sipil ITS Surabaya
Inovasi Struktur dalam Menunjang Konektivitas Pulau di Indonesia

3. METODOLOGI
Variabel independent dalam penelitian ini adalah: 1. Variasi komposisi material penyusun
pelat beton mutu tinggi, 2. Dimensi dan bentuk model benda uji. Sedangkan variabel
dependent yang diharapkan diperoleh melalui pengujian adalah: 1. Pola kerusakan akibat uji
tekan pada model benda uji. 2. Besaran beban terpusat maksimum yang bekerja pada benda
uji yang berasosiasi dengan kapasitas maksimum model benda uji mortar terhadap beban
tekan
Benda uji yang digunakan adalah benda uji kubus mortar beton dengan pada gambar 2.
5 cm

5 cm

5 cm

Gambar 2: Model Benda Uji Mortar

Tahapan pelaksanaan penelitian yang telah dilaksanakan adalah: 1. Pengadaan bahan


pengujian berupa semen, pasir, pasir silika, silica fume, silica powder, bonding agent,
superplastisizer, bendrat. 2. Penyiapan alat cetak mortar. 3. Pengujian mutu bahan penyusun
beton, yang meliputi:a. Analisis saringan pasir dan pasir silika. b. Pemeriksaan berat jenis dan
berat volume semen, pasir, pasir silika, silika fume dan silika powder. c. Uji kadar air (uji
kelembaban) pasir, pasir silika. d. Uji daya serap pasir dan pasir silica. 4. Pengujian pengaruh
perubahan komposisi pasir, perubahan komposisi silica fume silika powder, perubahan
komposisi pasir silika, dan perubahan rasio W/B (kadar air terhadap kadar bahan pengikat)
terhadap kuat tekan mortar beton.

4. HASIL DAN DISKUSI


Dari hasil pengujian properti atau sifat-sifat bahan penyusun beton didapatkan data-data pada
tabel 1.
Tabel 1: Hasil pengujian properti bahan penyusun beton UHPC
No. Semen Pasir Pasir Silika
Berat Jenis 2,985 2,773 2,604
Berat Volume 1302 kg/m3 1427 kg/m3 1592 kg/m3
Kadar Air 3.178% 0,040%
Daya Serap 2.508% 0,570%

Sedangkan rangkaian kegiatan pembuatan benda uji mortar beton UHPC dan proses
perawatan serta pengujian kuat tekan mortar beton dapat dilihat pada gambar 3 .

ISBN 978-979-99327-9-2 879


Seminar Nasional X 2014 Teknik Sipil ITS Surabaya
Inovasi Struktur dalam Menunjang Konektivitas Pulau di Indonesia

Gambar 3: Rangkaian kegiatan pembuatan dan pengujian mortar beton UHPC

Hasil Pengujian Pengaruh Rasio Kadar Air/Binder Terhadap Kuat Tekan Mortar
Hasil pengujian pengaruh rasio kadar air terhadap bahan pengikat (binder) yang terdiri dari
semen, silika fume, dan silika powder, melalui pengujian kuat tekan mortar beton dapat
dilihat pada gambar 4. Gambaran rasio kadar air/binder tersebut telah disesuaikan dengan
kondisi kadar air sebenarnya pada saat pengujian.

Gam
bar 4: Hasil pengujian pengaruh W/Binder ratio terhadap kuat tekan beton
Dari gambaran pada grafik tersebut terlihat bahwa pada kondisi water/binder ratio sebesar
0,22 akan didapatkan kuat tekan mortar yang terbesar yaitu sebesar 969,39 kg/cm2 pada saat
beton mencapai usia 28 hari. Penambahan kadar air akan menurunkan kuat tekan mortar
beton. Sehingga untuk mendapatkan kuat tekan yang terbaik harus diupayakan menurunkan

ISBN 978-979-99327-9-2 880


Seminar Nasional X 2014 Teknik Sipil ITS Surabaya
Inovasi Struktur dalam Menunjang Konektivitas Pulau di Indonesia

kadar air campuran. Untuk itu digunakan bantuan superplastisizer yang dapat meningkatkan
tingkat kelecakan campuran beton, sehingga mudah untuk dicetak.

Gambar 5: Pengaruh komposisi kadar pasir terhadap kuat tekan mortar beton

Hasil Pengujian Pengaruh Kadar Pasir Terhadap Kuat Tekan Mortar


Hasil pengujian kadar pasir dengan proporsi kadar pasir 1,00 hingga 1,6 kali berat semen
dapat dilihat pada gambar 5. Dari pengujian ini terlihat bahwa kuat tekan mortar terbesar
terjadi pada saat kadar pasir mencapai 1,2 kali berat semen, yaitu dengan nilai kuat tekan
pada usia 28 hari sebesar 974,11 kg/cm2. Terdapat peningkatan kekuatan yang cukup besar
dari pengujian kekuatan tekan pada usia 7 hari sebesar 738,85 kg/cm2, kemudian pada usia
14 hari sebesar 913,00 kg/cm2 hingga pada pengujian di usia 28 hari dengan kuat tekan
sebesar 974,11 kg/cm2.

Pengaruh Komposisi Pasir Silika Dan Pasir Halus Terhadap Kuat Tekan Mortar
Dalam rangka mempelajari kuat tekan dengan mortar akibat pengaruh perubahan komposisi
kadar pasir silika terhadap berat pasir, maka hasil pengujian benda uji mortar dengan
perubahan kadar pasir silika menghasilkan kekuatan tekan mortar beton sebagaimana terlihat
pada gambar 6.

Gambar 6: Hubungan kadar pasir silika dengan kuat tekan mortar

Hasil pengujian menunjukkan bahwa kuat tekan tertinggi terjadi pada posisi 60% kadar pasir
silika terhadap berat pasir dengan nilai kuat tekan sebesar 949,13 kg/cm2.

Hasil Pengujian Pengaruh Komposisi Silika Fume Dan Silika Powder Terhadap Kuat
Tekan Mortar

ISBN 978-979-99327-9-2 881


Seminar Nasional X 2014 Teknik Sipil ITS Surabaya
Inovasi Struktur dalam Menunjang Konektivitas Pulau di Indonesia

Komposisi silika fume dan silika powder diuji untuk mendapatkan kadar kedua bahan
tersebut yang paling optimal. Kedua bahan ini bersifat sangat lembut dan dapat ikut
membantu perekatan semen dengan pasir. Dalam perhitungan kadar air, kedua bahan ini
dikategorikan sebagai bagian dari binder, yaitu bahan yang memiliki kemampuan pengikatan
walaupun tidak seperti semen. Di samping itu dengan ukuran butirnya yang sangat halus,
maka kedua bahan ini juga bisa berfungsi sebagai filler (bahan pengisi) pada agregat yang
digunakan. Dengan kemampuan kedua bahan ini mengisi pori-pori campuran beton, maka
kuat tekan beton yang diperoleh dapat ditingkatkan. Hasil pengujian kuat tekan mortar
dengan perubahan komposisi silika fume dan silika powder dapat dilihat pada gambar 7.
Dari grafik tersebut terlihat bahwa kadar silika fume dan silika powder yang memberikan
kuat tekan paling optimal adalah pada komposisi 10% dari berat semen. Nilai kuat tekan yang
diperoleh dari hasil pengujian kuat tekan mortar ini adalah sebesar 1050,27 kg/cm2 pada usia
28 hari.

Gambar 7: Hubungan proporsi silika fume dan silika powder terhadap kuat tekan

5. KESIMPULAN
Hasil penelitian ini menunjukkan kuat tekan tertinggi dari benda uji mortar sebesar 969,39
kg/cm2 tercapai pada saat komposisi kadar water/binder ratio sebesar 0,22, selanjutnya
dengan kadar silika fume dan silika powder pada komposisi 10% dari berat semen dapat
mencapai kekuatan tekan hingga 1050,27 kg/cm2, serta pengujian komposisi pasir dengan
berat 1,2 kali berat semen dapat menghasilkan kuat tekan sebesar 974,26 kg/cm2. Untuk
pengembangan penelitian lebih lanjut perlu dilaksanakan pengujian dengan menambahkan
berbagai macam serat fiber seperti steel wool, fiber glass maupun serat organik lainnya ke
dalam rencana campuran UHPFRC tersebut sehingga kuat tekan yang diperoleh dapat lebih
ditingkatkan lagi.

6. DAFTAR PUSTAKA
1. Chow, T.S., 2005, First Use of UHPFRC in Thin Precast Concrete Roof Shell for Canadian LRT
Station, PCI Journal, http://www.sustainableprecast.ca/downloads/ USE_OF_UHPFRC.pdf
2. Lee, C.H., et al., 2012, Shear Strength of Ultra High Performance Fiber Reinforced Concrete
(UHPFRC) Precast Bridge Joint, HPFRCC 6RILEM State of the Art Reports, Volume 2, pp 413-
420

ISBN 978-979-99327-9-2 882


Seminar Nasional X 2014 Teknik Sipil ITS Surabaya
Inovasi Struktur dalam Menunjang Konektivitas Pulau di Indonesia

3. Pimienta, P. ,& Chanvillard, G., 2005 , TT3-246, Durability of UHPFRC specimens kept in
various aggressive environments, 10DBMC International Conference On Durability of Building
Materials and Components, LYON [France].
4. Sihotang, M., 2011, Petani Kopi Keluhkan Besarnya Biaya Transportasi, Harian Bisnis
Indonesia, http://www.bisnis-sumatra.com/index.php/2011/04/petani-kopi-keluhkan-besarnya-
biaya-transportasi
5. Xiang-Guo Wu and Sang-Mook Han, 2010, Interface Shear Connection Analysis of Ultrahigh-
Performance Fiber-Reinforced Concrete Composite Girders, Journal Of Bridge Engineering ©
Asce / September/October 2010, Downloaded 25 Jan 2011 to 118.97.186.66. Redistribution
subject to ASCE license or copyright. Visithttp://www.ascelibrary.org
6. Yen Lei Voo, et.al, 2012, Application Of Ultra High Performance Fiber Reinforced Concrete
The Malaysia Perspective, International Journal Of Sustainable Construction Engineering &
Technology (Issn: 2180-3242), Vol 3, Issue 1, Published by:Universiti Tun Hussein Onn Malaysia
(UTHM) and Concrete Society of Malaysia (CSM) 26
http://penerbit.uthm.edu.my/ojs/index.php/IJSCET

ISBN 978-979-99327-9-2 883

View publication stats