Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN PROGRAM (KAP

)
PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM)
POSBINDU

A. Pendahuluan
Posbindu PTM merupakan kegiatan detaksi dini dan pemantauan terhadap faktor
resiko PTM yang dapat dilakukan di masyarakat, disertai dengan tindak lanjutnya dalam
bentuk konseling dan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar. Akhir-akhir ini upaya
memperkenalkan Posbindu PTM sedang gencar dilakukan, dan kedepannya Posbindu PTM
dapat dijadikan “ kendaraan Program” pengendalian penyakit di tengah-tengah masyarakat.
Tentunya, agar upaya ini dapat berjalan dengan baik, benar dan tepat sasaran perlu
disusun satu acuan atau pedoman untuk menjalankanya. Sehingga implementasi dari
Posbindu PTM mempunyai daya ungkit dalam pencegahan dan penanggulangan faktor resiko
PTM, khususnya kelompok PTM utama seperti penyakit Jantung dan pembuluh darah, Kanker,
Diabetes Melitus dan penyakit metabolik dan degeneratif lainnya, serta gangguan Akibat
Kecelakaan dan Tindak Kekerasan.
Upaya pengendalian PTM yang efektif, perlu dilakukan untuk menurunkan kesakitan
dan kematian. Upaya tersebut akan efektif jika dilakukan pada fase awal. Namun, hampir
semua PTM dan faktor resikonya, pada fase awalnya kurang memberikan gejala pada yang
mengalaminya. Posbindu PTM merupakan kegiatan monitoring, deteksi dini faktor resiko PTM
dan tindak lanjutnya yang dilakukan secara terintegrasi berbasis peran serta masyarakat.
B. Latar belakang
Penyakit tidak menular ( PTM ) terutama penyakit jantung, kanker, penyakit
pernafasan kronis dan Diabetes melitus adalah pembunuh terbesar didunia dengan 35 juta
kematian setiap tahun merupakan penyebab dari sekitar 60 % kematian global. Di wilayah
Asia Tenggara saat ini, ancaman PTM setiap tahunnya diperkirakan sebesar 8 juta kematian
atau 22 % dari seluruh kematian. Selama 2006-2015, akan terjadi peningkatan 21 % kematian
karena PTM, sedangkan kematian akibat penyakit menular cenderungturun 16 % selama
periode yang sama.
Di Indonesia, kematian akibat PTM meningkat sangat pesat, dari 41 % tahun 1995
menjadi 59,5 % tahun 2007. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas ).
Berdasarkan laporan badan kesehatan dunia ( WHO, 2008 ), di indonesia proporsi
penderita penyakit jantung dan pembuluh darah besar 48 % dari total kematian akibat PTM
( sekitar 17 Juta jiwa), penyakit pernafasan kronik dan penyakit kronik lainyasebesar 4,2 juta
jiwa, kanker sebesar 7,6 juta jiwa atau 21 % dari total kematian akibat penyakit tidak menular,
dan diabetes melitus 1,3 juta jiwa sekitar 5,8 juta jiwa orang pertahun orang meninggal dunia
akibat cidera.
Hasil riset kesehatan dasar ( Riskesdas ) tahun 2007 menunjukkan bahwa dari sepuluh
( 10 ) penyebab kematian tertinggi di indonesia, enam ( 6 ) diantaranya disebabkan oleh PTM.
Stroke merupakan penyebab kematian tertinggi ( 15,4 % ), disusul TB ( 7,5 % ), hipertensi ( 6,8
% ), cidera ( 6,5 % ), perinatal ( 6,0 % ), Diabetes Melitus ( 5,7 % ), Tumor
( 5,7 % ), penyakit hati ( 5,2 % ), penyakit jantung ischemik ( 5,1 % ), dan penyakit saluran
nafads bawah ( 5,1 % ).
Bila dilihat dari karakteristik subjek penelitiannya ( Riskesdas, 2007 ) prevalensi
hipertensi pada subjek umur > 18 tahun sebesar 311,7 %, dimana proporsi kasus hipertensi
yang didiagnosis/minum obat sebesar 23,9 % dan yang tidak terdiagnosis sebesar 76,1%.
Kasus DM diindikasikan sebanyak 5,7 % dari total populasi, dimana 1,5 % diantaranya sudah
terdiagnosis dan 4,2% belum terdiagnosis.
Kementrian kesehatan Republik Indonesia telah mengembangkan berbagai inovasi
strategi guna meningkatkan pelayanan kesehatanyang lebih efaktif, efisien, dan terpadu.
Puskesmas sebagai unit pelayanan kesehatan terdepan sangat berperan terhadap upaya
pembangunan kesehatan serta mempunyai kewenangan yang besar dalam meciptakan

Memberikan Pelayanan Kesehatan Sesuai Standar. terjangkau dan memenuhi kebutuhan masyarakat diwilayah kerjanya.yang sebenarnya masyarakat sangat membutuhkan pelayanan penyakit tidak menular untuk dapat dilaksanakan di tingkat pelayanan primer. sehingga rumah sakit sering disebut sebagai puskesmas raksasa. pembentukan standar pelayanan kesehatan minimum untuk kinerja sistem kesehatan yang komperhensif. Pada saat ini sebagian besar pelayanan PTM masih kearah pengobatan ( kuratif ) yang mayoritas dilaksanakan di rumah sakit. 2. Fungsi dan peran puskesmas sebagai lembaga kesehatan yang menjangkau masyarakat di wilayah terkecil membutuhkan strategi dalam mengorganisasi masyarakat agar terlibat dalam penyelenggaraan kesehatan secara mandiri. pusat pemberdayaan masyarakat dan keluarga dalam pembangunan kesehatan. Menggalang Kemitraan Dengan Lintas Sektoral Untuk Memperoleh Dukungan Dalam Pembangunan Berwawasan Kesehatan. Puskesmas mempunyai tiga fungsi utama yaitu : sebagai pusat penggerak pembangunan berwawasan kesehatan. Dibutuhkan komitmen dan kemauan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan dengan melakukan revitalisasi sistem kesehatan dasar dengan memperluas jarinagan yang efektif dan efisien di puskesmas. Secara umum tujuan penyelenggaraan PTM di puskesmas adalah untuk mewujudkan puskesmas yang mampu melaksanakan pengendalian PTM dan mampu menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang efisien. Mendorong Kemandirian Masyarakat Untuk ber-PHBS. . serta meningkatnya umur harapan hidup ( UHH ). Membina Kerjasama Tim dan Menerapkan Manajemen Yang Akuntabel. Memperhatikan fungsi puskesmas ini tampak bahwa peran puskesmas bukan saja menangani persoalan teknis medis tetapi juga menyiapkan bagai mana ketrampilan sumber daya manusia yang ada mampu mengorganisasi modal sosial yang ada di masyarakat. Revitalisasi puskesmas untuk pengendalian PTM dilakukan dengan : 1. Saat ini keberhasilanya dapat diukur dengan menurunya angka kesakitan dan kematian ibu dan bayi. memungkinkan kebanyakan kasus PTM utama dapat ditangani dan dikelola di fasilitas pelayanan kesehatan dasar seperti Puskesmas. serta pusat pelayanan kesehatan tingkat pertama. Sesuai dengan Visi Puskesmas “Terwujudnya Puskesmas Kereng Bangkirai Dengan Pelayanan Bermutu Dalam Rangka Mendukung Kecamatan Sabangau” serta Misi Puskesmas yaitu : 1. bermutu. Meningkatkan manajemen pelayanan pengendali PTM secara komprehensif ( terutama promotif dan Prepentif ) dan holistik. Meningkatkan ketersediaan sarana dan prasarana promotif dan prefentif. Sehat Kombinasi antara teknologi yang ada untuk mengelola PTM dengan personel terlatih dan sistem rujukan yang terorganisir. 4. Meningkatkan sumberdaya tenaga kesehatan yang propesional dan kompeten dalam upaya pengendalian PTM khususnya tatalaksana PTM di fasilitas peklayanan kesehatan dasar. 2. maupaun sarana prasarana diagnostik dan pengobatan. Peningkatan kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan. merata.inovasi model pelayanan pengendalian penyakit tidak menulardi tingkat dasar. serta memperbaiki sistem informasi pada semua tingkatan. Pelayanan yang dilaksanakan oleh puskesmas dapat memberikan hasil kesehatan yang lebih baik dengan kebutuhan biaya lebih rendah. 3. 3. efektif.

atau masyarakat yang datang ke Posbindu. Kegiatan Posbindu PTM yang dilakukan setiap 1 bulan sekali secara mobile 3. Pengukuran Berat Badan dan Tinggi Badan 3. Deteksi dini di Unit Pemeriksaan Kesehatan umum ( Dalam Gedung ) 2. Terlaksannya deteksi dini faktor resiko PTM b. Kegiatan pokok dan Rincian kegiatan Kegiatan Pokok meliputi : 1.C. Pelaporan pelaksanaan Deteksi dini di puskesmas dilaksanakan setiap hari dan dilaporkan secara online ke Web PTM pusat. Di Puskesmas Setiap hari pada jam pelayanan 2. Jadwal pelaksana kegiatan 1. Terlaksannya monitoring faktor resiko PTM c. Kunjungan Rumah PTM 4. Pelaksanaan Posbindu setiap tanggal 08 di Posbindu NUSA INDAH 3. . Pengukuran Lingkar Perut 4. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Tujuan Umum Terlaksananya pencegahan dan pengendalian faktor resiko PTM terintegrasi dan berbasis peran serta masyarakat. Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan 1. Sasaran Masyarakat yang datang ke Puskesmas baik laki-laki maupun perempuan yang berusia ≥ 15 tahun. dan dilaksanakan Evaluasi pada akhir tahun. Pemeriksaan Gula Darah. Pelaporan pelaksanaan Posbindu PTM dilaksanakan setiap bulan dan dilaporkan setiap habis kegiatan secara online ke Web PTM pusat dan Dinas Kesehatan Kota. Cholesterol dan Asam Urat Rincian Kegiatan meliputi : 1. Pelaksanaan IVA E. 2. Terlaksanya tindak lanjut dini faktor resiko PTM D. Pemeriksaan IVA di Puskesmas dilaksanakan setiap hari pada jam pelayanan G. Tujuan Khusus a. F. Pemeriksaan tekanan darah 2.