Anda di halaman 1dari 23

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA Tn.

”B”

DENGAN DIABETES MELLITUS (DM)


DI DESA BAYEMAN

Disusun Oleh
Maria Ulfa
17145

Program Studi S-1 Ilmu Keperawatan


STIKes Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong
2017-2018
BAB I
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Diabetes Melitus

I. DATA UMUM
1. Nama kepala keluarga : Tn.B
2. Alamat kepala keluarga : 40 Thn
3. Pekerjaan kepala keluarga : perum semeru blok EA 12 A, kabupaten lumajang
4. Pendidikan kepala keluarga : Pegawai swasta
5. Komposisi keluarga :
STATUS IMUNISASI

BCG POLIO DPT HEPATITIS CAM


NO NAMA JK HUB. USIA PN KET
PAK
DK
Dgn 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3
KK

1 Ny.J P Istri 44 SMP √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ -


thn

2 An.T P Anak 17 SMA √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ -

3 An.R P Anak 15 SMP √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ -


thn
6. Genogram

G II

G II

G III

6
4 7 ?
5 141 3
0 8
75
Ket

: laki-laki

: perempuan

: meninggal
: garis keterangan tinggal serumah
: garis perkawinan
: klien
: garis keturunan
? : umur tidak diketahui.
KETERANGAN GENERASI :
Generasi I : ibu Klien masih hidup sedangkan ayah klien sudah meninggal karena penyakit DM.
Mertua meninggal karena faktor usia.

Generasi II : klien dengan usia 45 thn menderita penyakit DM. istrinya saat ini dalam keadaan sehat

Generasi III : kedua anak klien tinggal bersama dengan kedua orang tuanya.

7. Tipe keluarga
Tipe keluarga Tn.B adalah keluarga inti terdiri dari ayah, ibu, dan anak.
8. Suku bangsa
Makassar - Indonesia
9. Agama
Tn.B dan keluarganya beragama Islam.Mereka melaksanakan ibadah sesuai dengan ajaran
agama.
10. Status sosial ekonomi keluarga
Yang mencari nafkah adalah Tn.B sebagai pegawai swasta dengan penghasilan
2.500.000/bln, cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari tiap bulannya. Ny”J” sebagai
IRT.
11. Aktifitas rekreasi keluarga
Keluarga Tn.B jarang rekreasi ke tempat tertentu, kegiatan yang dilakukannya untuk
menghibur diri adalah berkumpul dan bercanda dengan keluarga juga menonton TV di
rumah.

II. RIWAYAT TAHAP PERKEMBANGAN KELUARGA


12. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini
Keluarga berada pada tahap perkembangan dengan anak usia remaja.
13. Tahap Perkembangan Keluarga yang belum terpenuhi :
Tahapan keluarga saat ini sudah ini sudah terpenuhi.
Tahap perkembangan saat ini adalah tahap perkembangan dengan anak remaja.fungsi
keluarga yaitu :
 Memberikan kebebasan yang seimbang dan bertanggung jawab mengingat
remaja adalah seorang dewasa muda dan mulai memiliki otonomi.
 Mempertahankan hubungan intim dalam keluarga.

 Mempertahankan komunikasi terbuka antara anak dan orang tua.


 Mempersiapkan perubahan system peran dan peraturan ( anggota) keluarga mempersiapkan
perubahan system peran dan peraturan ( anggota ) keluarg
14. Riwayat kesehatan keluarga inti
o Riwayat penyakit keturunan
Ada riwayat penyakit keturunan yaitu penyakit DM. Nenek klien meninggal karena
penyakit DM.
o Riwayat status kesehatan masing-masing anggota keluarga
1. Tn.B : saat ini menderita DM.
2. Ny J : istri Tn.B, saat ini dalam keadaan sehat.
3. An T : Anak Tn.B, saat ini dalam keadaan sehat.
4. An R : Ibu Tn.B, saat ini dalam keadan Sehat
15. Riwayat keluarga sebelumnya :
1. Tn.B : sejak 6 bln yang lalu di diagnosa oleh dokter menderita DM sampai
sekarang dengan keluhan kurang nafsu makan, sering lapar,mual.
2. Ny J : istri Tn.B, pernah menderita Hpertensi. saat ini dalam keadaan sehat.
3. An T : Anak Tn.B, setahun yang lalu pernah mengalami penyakit dengan gejala demam
thypoid, saat ini dalam keadaan sehat.
4. An R : Anak Tn.B, seminggu yang lalu mengalami demam dan telah diberikan
pengobatan di puskesmas. saat ini dalam keadan Sehat.
III. LINGKUNGAN
5. Karakteristik rumah :
- Luas Rumah :
150 m2 memiliki 3 kamar tidur, 1 ruang tamu, 1 dapur, 1 kamar mandi dan ruang
tengah.
- Tipe Rumah :
Jenis rumah adalah rumah permanent.
- Jumlah Ruangan :
Terdapat 7 ruangan.
- Peralatan Perabotan Rumah Tangga :
Perabot rumah tangga memadai dan tertata rapi.
- Jarak Septik Tank Dengan Sumber Air (sumur) yang digunakan : 10 meter

- Sumber Air Minum yang digunakan : Air


sumur yang telah dimasak.
- Pembuangan sampah :
Pembuangan sampah keluarga Tn.B dilakukan dengan cara ditampung lalu
dibakar.
Denah Rumah
KET :
A : ruang tamu E : ruang makan
B : Ruang tengah F : dapur
C : Kamar 1 G : Kamar mandi
D : Kamar 2

G F
D E
C B
A
6. Karakteristik tetangga dan komunitas RW :
Interaksi antar warga lebih sering dilakukan sore dan malam hari. Antar tetangga
berinteraksi dengan baik.
7. Mobilitas Geografis Keluarga :
Keluarga Tn.B sudah menempati rumah yang ditempatinya sejak 1980-an hingga
sekarang.tempat tinggalnya berdampingan dengan beberapa keluarganya sehingga klien
jarang melakukan mobilitas keluar daerah dari tempat tinggal klien.
8. Perkumpulan Keluarga Dan Interaksi Dengan Masyarakat :
Keluarga termasuk anggota masyarakat yang aktif dalam mengikuti kegiatan masyarakat,
dengan tetangga dilingkungannya tampakberinteraksi dengan baik.dan keluarga ikut
akti jika dilakukan kegiatan di masyarakat seperti kegiatan gotong royong.
9. Sistem Pendukung Keluarga :
Sistem pendukung berupa lingkungan rumah yg bersih, perabot rumah yg lengkap,
mempunyai alat transportasi yaitu sepeda motor.
IV. STRUKTUR KELUARGA
10. Pola Komunikasi Keluarga :
Dalam anggota keluarga terbina hubungan yang harmonis,komunikasi dilakukan dengan
terbuka.komunikasi sehari-hari menggunakan bahasa daerah dan bhs indonesia.
11. Struktur Kekuatan Keluarga :
Kekuatan keluarga terletak pada semua anggota keluarga. Selalu menyelesaikan
masalah dengan didiskusikan, KK tidak otoriter dan tidak egois.
12. Struktur Peran (formal dan informal) :
1. Tn.B :
o Formal : seorang pegawai di salah satu perusahaan swasta
o Informal : sebagai kepala rumah tangga dan berperan untuk mengambil
keputusan & anggota masyarakat dilingkungannya.
2. Ny J :
o Formal : -
o Informal : berperan sebagai ibu rumah tangga yang mengurus suami, dan
anaknya
3. An T :
o Formal : siswa SMA
o Informal : berperan sebagai anak.
4. An R :
o formal : siswi SMP
o informal : berperan sebagai anak .

13. Nilai Dan Norma Keluarga :


Nilai dan norma yang berlaku dalam keluarga menyesuaikan dengan nilai agama islam
yang mereka anut serta nilai dan norma masyarakat di sekitarnya.

V. FUNGSI KELUARGA
14. Fungsi Afektif Keluarga :
Keluarga cukup rukun.Tn.B dan Ny J tampak sangat memperhatikan anggota
keluarganya. Tn.B mengajarkan anaknya untuk berdiskusi jika ada masalah.
15. Fungsi social :
Fungsi sosialisasi dalam keluarga Tn.B berjalan dengan baik dan keluarga Tn.B juga
merupakan orang yang sangat ramah terhadap tetangganya.Tn.B Mengajarkan
keluarganya bagaimana berinteraksi dengan tetangga.
16. Fungsi Peran Kesehatan :
o Mengenal masalah kesehatan keluarga

o Keluarga hanya tahu penyakit DM sama dengan kelebihan gula. Tapi tidak tahu manifetasi
komplikasi, pola hidup yang baik untuk mencegah penyakit DM
o Memutuskan tindakan kesehatan yang tepat bagi keluarga
Keluarga tidak mampu/bingung mengambil keputusan yang tepat mengenai
tindakan kesehatan pada Tn.B. karena walaupun pernah diberi obat dari PKM,
namun sekarang masih bermasalah dengan rasa lapar & nafsu makan yg berubah
sejak mnderita DM.
o Merawat keluarga yang mengalami gangguan kesehatan
Keluarga kurang mampu mengatur pola hidup/makan Tn.B. klg juga tdk paham
merawat luka pada kaki Tn.B karena sudah diobati 1 minggu belum sembuh-
sembuh.
o Memodifikasi lingkungan untuk menjamin kesehatan keluarga
Keluarga belum mampu memodifikasi lingkungan yang dapat mendukung
penyembuhan Tn.B misalnya bagaimana mengatur perabotan rumah tangga
seperti pisau dan benda tajam lainnya pada tempatnya agar tidak melukai Tn.B.
o Memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan disekitarnya
Tn.B sudah pernah mendapatkan pengobatan.namun malas untuk kontrol.
Keluarga belum mampu memodifikasi lingkungan yang dapat mendukung
penyembuhan Tn.B misalnya bagaimana mengatur perabotan rumah tangga
seperti pisau dan benda tajam lainnya pada tempatnya agar tidak melukai Tn.B.
o Memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan disekitarnya
Tn.B sudah pernah mendapatkan pengobatan.namun malas untuk kontrol.
17. Fungsi Reproduksi :
keluarga Tn.B memiliki anak 2 orang usia remaja. Keluarga tidak mrencanakan untuk
memiliki anak lagi dengan cara mengikuti program KB suntikan 3 bulan.
18. Fungsi Ekonomi :
Penghasilan dari Tn.B cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya setiap
bulannya. Namun karena Tn.B mengalami penurunan kesehatan maka tdk bekerja
maksimal. tetapi penghasilan masih cukup

VI. STRESS DAN KOPING KELUARGA


19. Stressor Jangka Panjang Dan Pendek :
o stressor jangka pendek : adalah jika ada keluarga yang tiba-tiba sakit.
o Stressor jangka panjang : penyakit yang diderita oleh Tn.B adalah stressor jangka
panjang karena sudah lebih dari 6 bulan Tn.B menderita penyakit ini.
20. Kemampuan Keluarga Berespon terhadap situasi/stressor :
Keluarga saat ini berusaha sendiri walaupun masih bingung bagaimana merawat
keluarga dengan penyakit DM.
21. Strategi koping yang digunakan :
Keluarga lebih memilih berdiskusi dalam memecahkan masalah, dan sudah
menjadi pola koping dalam keluarga tersebut.
22. Strategi adaptasi difungsional yang digunakan :
Tidak ada Strategi adaptasi difungsional yang digunakan dalam memecahkan
masalah.
VII. PEMERIKSAAN FISIK

Pemeriksaan Tn.B Ny.J An.T An.R


KEPALA :
Rambut -Rambut hitam -Rambut hitam -Rambut hitam - Rambut hitam
Mata tidak terdapat tidak terdapat tidak terdapat tidak terdapat
lesi. lesi. lesi. lesi.
Hidung -Konjungtiva tidak -Konjungtiva tidak -Konjungtiva tidak -Konjungtiva tidak
Telinga anemis,penglihat anemis,penglihat anemis,penglihat anemis,penglihat
an kadang kabur. an baik. an baik. an baik.
Gigi-mulut penciuman -penciuman -penciuman -penciuman
baik,tidak terdapat baik,tidak baik,tidak baik,tidak
polip. terdapat polip. terdapat polip. terdapat polip.
-Pendengaran -Pendengaran -Pendengaran -Pendengaran
baik, baik, baik, baik,
Tidak ada Tidak ada Tidak ada Tidak ada
serumen. serumen. serumen. serumen.
LEHER : -tidak ada -tidak ada -tidak ada -tidak ada keluhan
tonsil -tidak ada -tidak ada -tidak ada -tidak ada
kelenjar pembengkakan. pembengkakan. pembengkakan. pembengkakan.
-Tidak ada -Tidak ada -Tidak ada -Tidak ada
pembengkakan pembengkakan pembengkakan pembengkakan
DADA : pd kelenjar pd kelenjar pd kelenjar pd kelenjar
Jantung -BJ normal. -BJ normal. -BJ normal. -BJ normal.
Paru Vesikuler Vesikuler Vesikuler Vesikuler
Bentuk dada -Normochest -Normochest -Normochest -Normochest
gerakan -gerakan dada -gerakan dada -gerakan dada -gerakan dada
nafas. nafas. nafas. nafas.
PERUT :
Bising usus -menurun - - -
Nyeri Tekan
-Tidak terdapat -Tidak terdapat -Tidak terdapat -Tidak terdapat
KULIT : nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan nyeri tekan
Turgor -Kulit kering, -elastisitas kulit -elastisitas kulit - elastisitas kulit
terdapat ulkus baik, tidak ada baik,tidak ada baik,tidak ada
pada ekstremitas edema(-) lesi. edema(-) lesi. edema(-)
EXTREMITA S: bawah kiri, edema
Gerakan -tangan & kaki -tangan & kaki -tangan & kaki -tangan & kaki
kelainan dapat digerakkan dapat digerakkan dapat digerakkan dapat digerakkan
dengan baik. dengan dengan baik. dengan baik.
-terdapat luka
kecil pd ibu jari -tak -tak -tak
LAIN – LAIN
: -140/80 Mmhg -120/80 Mmhg -110/70 Mmhg -130/80 Mmhg
tekanan darah
nadi -86 x/ mnt -90 x/ mnt -85 x/ mnt -95 x/ mnt
respirasi
berat badan -18 x/ mnt -20 x/ mnt -20 x/ mnt -18 x/ mnt

-penurunan tiba- -58 kg -45 kg -40 kg


tiba dari 68 kg
menjadi 65 kg.

VIII. HARAPAN KELUARGA


Keluarga Tn.B berharap penyakit Tn.B bisa sembuh dan keluarga yang lain tidak
mendapatkan masalah kesehatan yang sama.
IX. PROSES KEPERAWATAN
A. ANALISA DATA
NO DATA MASALAH MASALAH
KESEHATAN KEPERAWATAN
1 Faktor resiko : Resiko tinggi ●Ketidakmampuan keluarga
DS : (tambahkan data perubahan nutrisi mengenal gejala yang timbul
ini di riw. Kes klg) kurang dari pd penyakit DM
- Klien kebutuhan.
mengeluh
lemah
- Nafsu makan
kurang
- Mual
- penurunan tiba-
tiba BB dari
68 kg
menjadi 65
kg.
- TB : 170 cm
DO :
- Tonus otot
jelek
- Klien nampak
lemah.
- Turgor kulit
kurang
- Bibir kering
- mulut agak
bau.
2 Faktor resiko : Kerusakan integritas ●ketidakmampuan keluarga
DS : kulit mengenal luka pada
-klg tdk paham penderita DM.
merawat luka pada
kaki Tn.B karena
sudah diobati 1
minggu belum
sembuh-sembuh.
ibu jari kaki sebelah
kiri.
TTV :
-140/80 Mmhg

-86 x/ mnt

-18 x/ mnt

B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko tinggi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan Ketidakmampuan keluarga mengenal gejala yang timbul pada penyakit DM.
2. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal
luka pada penderita DM.
C. PERENCANAAN INTERVENSI KEPERAWATAN
1. Prioritas Masalah
2. Resiko tinggi Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
Ketidakmampuan keluarga mengenal gejala yang timbul pada penyakit DM.
NO KRITERIA PERHITUNGAN SKOR
1 Sifat Masalah :
Ancaman
2/3
kesehatan 2/3 x 1

2 Kemungkinan
masalah dapat
2
diubah : 2/2 x 2
Mudah
3 Potensial masalah
untuk di cegah 3/3 x 1 1
tinggi

4 Menonjolnya 1/2 x 1 1
masalah
Ada masalah tapi
belum ditangani

JUMLAH 4 2/3

3. Kerusakan integritas kulit berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga


mengenal luka pada penderita DM.
NO KRITERIA PERHITUNGAN SKOR
1 Sifat Masalah :
Ancaman
Kesehatan 2/3 x 1
2/3
2 Kemungkinan
masalah dapat
2
diubah : 2/2 x 2
mudah

3 Potensial masalah
untuk di cegah
1
tinggi 3/3 x 1

4 Menonjolnya
masalah
0
Masalah tidak 0/2 x 1
dirasakan

JUMLAH
3 2/3
D. RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
No Data Masalah Masalah Tujuan Kriteria Standar Intervensi
Kesehatan Keperawat Kepetrawa tan
an
1 Faktor Resiko ●Ketidakm TUM verbal 1.pengertian ●Beri
resiko : tinggi ampuan ●keluarga penyakit penyul.ttg DM.
DS : perubahan mengenal mampu DM. ●Beri motivasi
●Klien nutrisi penyakit memaha 2. penyeba kpd klg yg sakit
mengel kurang dari DM. mi b penyakit agr berobt ke
uh kebutuhan ● tentang DM. unit pelyn kes.
lemah . Ketidakma penyaki t 3. gejal ●lakukn
●Nafsu mpuan DM. a pemeriksa an
makan keluarga penyakit fisik.
kurang mengambil TUK : DM. ●timbang berat
●Mual keputusan ●klg 4. badan setiap
DO yang tepat mampu motori komplikasi hari sesuai
●penuru mengenai melkuk k penyakit indikasi
nan tiba- tindakan an DM. ●anjurkan
tiba dari pada tindaka 5. pemberian diet
68 kg anggota n yang penatalaksa seimbang
menjadi keluarga tepat naan rendah lemak.
65 kg. dengan pada penyakit ●tentukan
●Tonus penyakit anggota DM( diet yg program diet
otot DM. klg yg sesuai) dan pola
jelek sakit. makanan yang
Klien ●ketidakm ●klg sesuai.
●nampa ampuan mampu
k lemah. keluarga melaku
merawat kan
melakukan tindaka
perawatan n untuk
luka pada memper
penderita tahanka
DM. n BB
ideal
anggota
klg.
2 Faktor Resiko .●ketidakm TUM : Verbal 1.tanda- ●beri
resiko : infeksi ampuan ●klg tanda luka
peny ttg
DS : keluarga mampu pada
pentingny a
- mengenal mengen penyakit
menjaga
Keluarga luka pada luka DM.
kebersihan luka
kurang penderita pada
mampu DM. penderit 2.
merawat a DM. Melakukan
luka teknik
pada TUK : aseptik dan ●Observas
kaki ●klg antiseptik. i tanda-
Tn.B dapat tanda
karena mengeta 3.melakuka infeksi dan
tidak hui n peradanga
mengeta tekhnik perawatan n, seperti
hui perawat luka DM. demam,
bagaima an luka kemeraha
na cara DM. n,
members ●klg ●ajarkan
ihkan luka mampu upaya
DM. mengap pencega
likasika han
DO : n teknik dengan
-terdapat perawat melakuk
luka kecil an luka motorik an cuci
pd ibu yg benar tangan
jari kaki pd yang baik
sebelah anggta pada
kiri. klg yg semua
TTV : DM. orang
-140/80 ●klg yang
Mmhg mampu berhubu
-86 x/ melkuk ngan
mnt an dengan
-18 x/ pencega pasien
mnt han termasuk
terhdp pasienny
terjadin a sendiri.
ya
infeksi.

d
e
m
o
n
s
t
r

a
s
i
k
a
n

t
e
k
h
n
i
k

p
e
r
a
w
a
t
a

l
u
k
a

y
g

b
e
a
r

p
a
d
E. a IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
NO HARI/TGL JAM IMPLEMENTASI EVALUASI
a
1 n 08
Senin 12.00 1. memberi penyul.ttg DM Pukul 13.00
g
okt 2018 pd anggota klg. S:
g Hasil :
o klg antusias terhadap ●klg klien mengatakan
t penyuluhan yg diberikan. akan memberikan
a makanan dengan diet
2.menimbang berat badan setiap rendah lemak kepada
y hari sesuai indikasi. klien.
g Hasil :
BB : 65 kg O:
d 3. menentukan program diet dan
e pola makanan yang sesuai. ● BB klien : 65 kg
n Hasil : ●klg antusias terhadap
g Diet yang seuai adalh diet penyuluhan yg diberikan.
a rendah lemak.
n A : masalah teratasi
4. memberi kesempatan kepada
l klg untuk menjelskan ulang P : pertahankan intervensi
u tentang Penyakit DM dan
k gejalanya.
a Hasil :
klg mampu memhami dan
D menyebutkan ttg
M pengertian,gejala,penyebab &
. perwatn DM.

1 Selasa 12.30 1.memberi peny ttg pentingnya Pukul 13.00
b
09eokt 2018 menjaga kebersihan luka. S:
r
Hasil : ●Klg mampu melakukan
i
tekhnik perawatan luka yg
k klg antusias terhadap
e diajarkan dgn baik.
penyuluhan yg diberikan.
s
e
2.mengobservasi TTV & tanda-
m
p tanda infeksi dan peradangan,
O:
a
seperti demam, kemerahan.
● TTV :
t
a
n

k
p
d

a
n
g
o
t
a

k
l
g Hasil : -18 x/ mnt
TTV : ●terdapat luka kecil pd ibu
u
-140/80 Mmhg jari kaki sebelah kiri.
n
●klg antusias terhadap
t
-86 x/ mnt terhadap tekhnik
u
perawatan luka yg diajarkan
k
-18 x/ mnt dan
m memperhatiknx dgn
-terdapat luka kecil pd ibu jari
seksama.
e kaki sebelah kiri.
l ●Klg memperhatikan
a upaya pencegahan yg
3.mengajarakn klg upaya diajarkan dengan
k
pencegahan dengan melakukan seksama.
u
cuci tangan yang baik pada semua
k
orang yang berhubungan dengan
pasien termasuk pasiennya A : masalah teratasi.
a
sendiri.
n P : pertahankan intervensi
Hasil :
p Klg memperhatikan upaya
e pencegahan yg diajarkan dengan
t seksama.
r
a
4.mendemonstrasikan tekhnik
w
perawatan luka yg benar pada
a
anggota yg dengan luka DM.
t
Hasil :
a klg antusias terhadap terhadap
n tekhnik perawatan luka yg
diajarkan dan memperhatiknx
l dgn seksama.
u
k
5.memberikn kesempatan kpd
a
anggota klg untuk melakukan
perawatan luka DM secara
D
mandiri.
M
Hasil :
s
Keluarga mampu melakukan tehnik
e
perawatan luka yang di ajarkan
c
dengan baik
a
r
a

m
a
n
d
i
r
.

DAFTAR PUSTAKA

Price, A. Sylvia, Lorraine Mc. Carty Wilson, 2006, Patofisiologi : Konsep Klinis
Proses-proses Penyakit, Edisi 6, (terjemahan), Peter Anugrah, EGC, Jakarta.
Mansjoer, Arif. 2007. Kapita Selekta Kedokteran. Jakarta: Media Aesculapius
Mansjoer, Arif dkk. 2005. Kapita Selekta Kedokteran Edisi ketiga Jilid 1 Cetakan
keenam. Jakarta: Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI