Anda di halaman 1dari 11

EKOSISTEM

SATUAN MAKHLUK HIDUP DALAM EKOSISTEM

Tujuan
Untuk lebih memahami satuan-satuan yang terdapat dalam ekosistem

Dasar teori
Ekosistem tersusun atas makhluk hidup (biotik) dan benda mati
(abiotik). Makhluk hidup anggota ekosistem dibedakan menjadi satuan-
satuan, yaitu individu, populasi, dan komunitas. Individu adalah satuan
makhluk hidup tunggal, populasi adalah kumpulan individu sejenis yang
hidup menetap disuatu daerah tertentu, dan komunitas adalah kumpulan
populasi makhluk hidup yang hidup pada suatu daerah tertentu. Berdasarkan
uraian di atas pengertian dari masing-masing satuan ekositem dapat
diikhtisarkan sebagai berikut.
Individu Individu Individu

Populasi Populasi Populasi

Komunitas

+ lingkungan abiotik

Ekosistem Ekosistem Ekosistem

Biosfer

1
Alat
Bilah bambu atau kayu

Prosedur kerja
1. Siapkan sebuah alat persegi empat dari sebilah bambu atau kayu
yang berukuran panjang x lebar = 1 m x 1 m. Alat ini disebut kuadrat.
2. Letakkan kuadrat tersebut 3 kali secara sembarang di tempat yang
teduh (di bawah pohon) (Gambar 1).

Gambar 1. Peletakan kuadrat di bawah pohon.

3. Catat semua makhluk hidup (tumbuhan dan hewan) yang ada dalam
kuadrat tersebut.
4. Letaklah lagi kuadrat di halaman terbuka (taman berumput) (Gambar
2) secara sembarang sebanyak 3 kali.

Gambar 3. Peletakan petak kuadrat pada areal berumput.

2
5. Kemudian amati dan catat semua makhluk hidup (tumbuhan dan
hewan) yang ada dalam kuadrat tersebut.

Analisis
1. Ada berapa macam populasi yang kamu jumpai ?
2. Populasi dari kelompok makhluk hidup apakah yang memiliki
anggota terbanyak?
3. Diskusikanlah jawaban bersama teman kelompokmu dan
tuliskan hasil diskusi pada lembar LKS yang tersedia.
4. Apa yang dapat anda simpulkan?

3
KESEIMBANGAN EKOSISTEM

HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA KOMPONEN-KOMPONEN DALAM


EKOSISTEM

Tujuan
Untuk memahami adanya saling ketergantungan antara komponen penyusun
suatu ekosistem.

Dasar teori
Ekosistem merupakan kesatuan antara komponen biotik dan abiotik.
Jadi, antara produsen, konsumen, pengurai, dan benda dalam ekosistem
tersebut ada hubungan timbal balik. Ekosistem dikatakan seimbang apabila
komposisi di antara komponen-komponen tersebut dalam keadaan
seimbang. Ekosistem yang seimbang dapat bertahan lama atau
kesinambungannya dapat terpelihara.
Kehidupan dalam sebuah kolam adalah contoh suatu ekosistem.
Komponen biotiknya adalah tumbuhan air, ikan, siput, dan bakteri pengurai.
Komponen abiotiknya adalah air, batu, pasir, tanah, dan udara. Bila
komposisi komponen tersebut sudah mencapai keseimbangan, komunitas
dalam akuarium tersebut dapat bertahan lama. Hal ini dapat terjadi karena
adanya hubungan timbal balik yang saling menunjang di antara komponen
penyusunnya.

Alat dan bahan


Alat
Dua buah stoples atau gelas besar.

Bahan
Dua ekor ikan hias kecil, Hydrilla, dan air.

4
Prosedur kerja
1. Siapkan dua buah stoples atau gelas besar. Tiap-tiap stoples diberi
tanda, misalnya stoples A dan stoples B.
2. Isilah kedua stoples tersebut dengan air secukupnya dan dua ekor
ikan hias kecil.
3. Masukkan tumbuhan air (Hydrilla) pada stoples A, sedangkan stoples
B dibiarkan tanpa tumbuhan air (Gambar 5). Tutuplah kedua stoples
dengan rapat dan simpanlah pada tempat yang terang. Usahakan
jangan terkena cahaya matahari langsung.

A B

Gambar 5. Stoples A berisi tumbuhan air dan ikan serta stoples B hanya
berisi ikan.

4. Amatilah kedua perangkat percobaan tersebut selama beberapa hari.

Analisis

1. Ikan dalam stoples manakah yang terlebih dahulu mati? Mengapa?


2. Apa fungsi tumbuhan air pada Stoples A?
3. Apa yang akan terjadi bila kedua stoples di letakkan di tempat yang
gelap?
4. Apa yang dapat anda simpulkan?

5
SALING KETERGANTUNGAN

SALING KETERGANTUNGAN ANTARA KOMPONEN BIOTIK DAN


KOMPONEN ABIOTIK

Tujuan
Mengetahui bahwa makhluk hidup (biotik) tergantung pada komponen
abiotik.

Dasar teori
Di dalam ekosistem terdapat hubungan saling ketergantungan di
antara komponen penyusunnya. Saling ketergantungan terjadi baik di antara
komponen biotik dan abiotik maupun di antara sesama komponen biotik
(Gambar 6).

Gambar 6. Skema saling ketergantungan antara makhluk hidup dengan


lingkungan abiotiknya.

6
Hewan memerlukan udara untuk bernapas. Tumbuhan selain
membutuhkan udara udara untuk bernapas juga membutuhkan cahaya untuk
berfotosintesis. Pada proses fotosintesis tumbuhan mengeluarkan oksigen.
Oksigen yang dikeluarkan oleh tumbuhan diperlukan oleh manusia, hewan,
dan tumbuhan untuk bernapas. Saat bernapas, makhluk hidup mengeluarkan
karbondioksida dan uap air. Karbon dioksida merupakan salah satu zat yang
dibutuhkan oleh tumbuhan hijau untuk berfotosintesis. Demikian seterusnya,
proses saling ketergantungan terus berlangsung.

Alat dan bahan


Alat
Dua buah pot
Bahan
Dua batang tanaman sejenis

Prosedur kerja
1. Tanamlah tanaman yang sejenis pada pot A dan B yang telah berisi
tanah.
2. Kemudian simpanlah tanaman dalam pot A di dalam ruangan yang
gelap (tidak terkena sinar matahari) dan tidak disiram, sedangkan
tanaman pada pot B diletakkan pada tempat yang terkena sinar
matahari dan disiram secara rutin.
3. Amati kedua tanaman tersebut selama beberapa hari!
4. Catat perbedaan yang terjadi di antara kedua tanaman dalam pot
tersebut dan diskusikan bersama teman kelompokmu!

Analisis
1. Apa yang terjadi pada tanaman pada pot A dan B setelah beberapa
hari ?
2. Mengapa terjadi perbedaan pertumbuhan pada kedua tanaman
tersebut?
3. Apa yang dapat anda simpulkan?

7
KEPADATAN POPULASI

KEPADATAN POPULASI DAN PERMASALAHANNYA

Tujuan
Memahami akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kepadatan penduduk.

Dasar teori
Jumlah penduduk dunia semakin meningkat dari tahun ke tahun.
Peningkatan jumlah penduduk tentu saja diiringi dengan peningkatan
kebutuhan di berbagai bidang, baik material maupun spiritual. Pertumbuhan
penduduk yang tidak terkendali dapat menimbulkan berbagai masalah
karena keterbatasan sarana yang dibutuhkan oleh penduduk.
Usaha peningkatan kualitas hidup akan lebih mudah dilaksanakan di
daerah yang tidak terlalu padat populasinya. Di Indonesia, masalah yang
dapat timbul sehubungan dengan kepadatan penduduk meliputi bidang
kesejahteraan, keamanan, sosial-ekonomi, ketersediaan lahan, kebutuhan
pangan, air bersih, udara bersih, dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu
perlu dilakukan upaya untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk agar
berbagai masalah yang ditimbulkan dapat diminimalisir.
Kepadatan populasi dapat mempengaruhi kualitas hidup yang
berkaitan dengan kualitas lingkungannya. Terlebih lagi jika lingkungan
tersebut tidak mampu lagi memberikan daya dukung yang baik bagi
penghuninya.
Semakin besar jumlah anggota dalam suatu populasi, maka semakin
banyak kebutuhan makanan yang dibutuhkan. Antar individu dalam populasi
tersebut akan terjadi kompetisi (perebutan) untuk memperoleh oksigen, air,
makanan, ruangan, dan cahaya matahari. Interaksi antar populasi dapat
menghasilkan berbagai bentuk hubungan:
a. Mutualisme (hubungan saling menguntungkan).
b. Parasitisme (hubungan yang merugikan salah satu organisme).

8
c. Komensalisme (salah satu diuntungkan, yang lain tidak dirugikan).
d. Predasi (hewan yang satu memakan jenis hewan yang lain).
e. Herbivori (hewan memakan tumbuhan).
f. Kompetisi (berebut untuk mendapatkan makanan, air, udara, cahaya,
ruangan, dan pasangan untuk kawin).

Alat dan bahan


Alat
Dua buah baki plastik persegi

Bahan
Tanah, biji kacang hijau 60 butir, dan air.

Prosedur kerja
1. Masukkalah tanah ke dalam dua buah baki plastik dengan ukuran yang
sama, dan berilah label A dan B.
2. Tanamlah 10 biji kacang hijau pada baki plastik A dalam posisi yang
jarang dan 50 biji kacang hijau pada baki B pada posisi yang rapat.
Kemudian siramlah dengan air secukupnya (Gambar 7).
3. Siramlah secukupnya setiap pagi sampai biji-biji kacang hijau itu
tumbuh.

A B

Gambar 7. Jarak tanam yang berbeda, A secara jarang dan B secara rapat.

9
4. Amatilah pertumbuhan kacang hijau setelah 2 minggu pada baki A
dan B, kemudian bandingkanlah hasilnya.

Analisis
1. Berapakah kepadatan populasi tanaman kacang hijau pada baki A
dan B?
2. Dari kedua baki tersebut, manakah kacang hijau yang tumbuh lebih
baik dan manakah yang pertumbuhannya kurang baik?
3. Adakah kompetisi tanaman pada masing-masing baki dalam hal
mendapatkan cahaya matahari, air dan nutrisi?
4. Apakah yang dapat anda simpulkan?

10
DAFTAR PUSTAKA

Begon, M., Harper, J. L., and Townsend, C. R. 1990. Ecology: Individuals,


Populations and Communities. Blackwell Scientific Publications,
Australia.

Campbell, N.A, Reece J. B., Mitchell L.G. 2003. Biologi. Manalu W,


penerjemah; Jakarta: Erlangga. Terjemahan dari: Biology

Connell, D. W. & Miller, G. J. 1995. Kimia dan Ekotoksikologi Pencemaran.


Penerjamah Yanti Koestoer. Penerbit Universitas Indonesia. Jakarta.

Sumarwan, Sumartini, dan Kusmayadi. 2004. Biologi untuk SMP Kelas VII
Semester 2. Penerbit Erlangga, Jakarta.

Syamsuri, I., dkk. 2004. Biologi untuk SMA Kelas X Semester 2. Penerbit
Erlangga, Jakarta.

Tobinb & Dusheck. 1999. Asking About Life. Harcourt College Publishers,
Philadelphia.

11