Anda di halaman 1dari 28

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan petunjuknyalah sehingga
makalah ini dapat selesai sesuai waktu yang telah ditentukan.
Makalah ini menyajikan proses dan prosedur pelaksanaan praktikum pemeriksaan
kualitas air bersih di air sungai desa biak.
Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca
tentang proses atau prosedur dalam pemeriksaan kualitas air bersih.

Luwuk, 2 juli 2018

Penyusun :
Kelompok VI

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK ii


LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS LINGKUNGAN
Semester genap. TA. 2017/2018

Disusun oleh:
1. Siprianus Seajima (2016 71 057)
2. Roison Palapis (2016 71 051)
3. Selvi Maila (2016 71 055)
4. Purnama (2016 71 046)
5. Serlianti Mammak (2016 71 056)

Menyetujui,
Luwuk, 2 juli 2018
Pembimbing

SANDY N SAKATI, SKM, M.Kes


NIDN : 0903118802

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK iii
Daftar isi
HALAMAN JUDUL.................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR................................................................................................................. ii
LEMBAR PENGESAHAN........................................................................................................ iii
Daftar isi ..................................................................................................................................... iv
BAB I .......................................................................................................................................... 1
PENDAHULUAN ....................................................................................................................... 1
A. LATAR BELAKANG.................................................................................................... 1
B. TUJUAN ........................................................................................................................ 2
BAB II ......................................................................................................................................... 3
LANDASAN TEORI .................................................................................................................. 3
Kualitas Air ................................................................................................................................. 3
1. Pengertian ........................................................................................................................ 3
2. Standar Kualitas Air ........................................................................................................ 3
3. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kualitas Air .............................................. 3
BAB III........................................................................................................................................ 5
METODE PRATIKUM .............................................................................................................. 5
A. Waktu dan lokasi pratikum ............................................................................................ 5
B. Alat dan Bahan ............................................................................................................... 5
C. Prosedur kerja ................................................................................................................. 6
BAB IV ..................................................................................................................................... 13
HASIL DAN PEMBAHASAN ................................................................................................. 13
A. Hasil ............................................................................................................................. 13
B. Pembahasan .................................................................................................................. 13
BAB V ....................................................................................................................................... 15
PENUTUP ................................................................................................................................. 15
A. Kesimpulan .................................................................................................................. 15
B. Saran ............................................................................................................................. 15
DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................................... 15
LAMPIRAN – LAMPIRAN ..................................................................................................... 17

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK iv


BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan
penyakit. Air bersih adalah air yang jernih, tidak berwarna, tawar dan tidak
berbau.Sumber daya alam yaitu air, dapat diperoleh dari air permukaan meliputi air
sungai, danau, waduk, rawa dan genangan air lainya.
Air merupakan kebutuhan yang paling dibutuhkan di dalam kehidupan manusia.
Air yang ada di alam bukanlah didapat sebagai air murni, melainkan sebagai air yang
mengandung bermacam-macam zat, baik yang terlarut ataupun tersuspensi. Jenis dan
jumlah zat tersebut tergantung dari kondisi lingkungan sekitar sumbernya.
Air merupakan materi esensial bagi kehidupan makhluk hidup, karena makhluk
hidup memerlukan air untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya. Secara umum
fungsi air dalam tubuh setiap organisme adalah untuk melarutkan senyawa organik,
menstabilkan suhu tubuh, dan melangsungkan berbagai reaksi kimia tingkat seluler.
Air merupakan suatu sarana utama untuk meningkatkan derajat kesehatan
masyarakat karena air merupakan salah satu media dari berbagai macam penularan
penyakit.
Pemeriksaan air secara mikrobiologi sangat penting dilakukan karena air
merupakan substansi yang sangat penting dalam menunjang kehidupan makhluk hidup
baik secara kuantitatif maupun kualitatif dapat dipakai sebagai pengukuran derajat
pencemaran.
Analisis kuantitatif mikrobiologi pada air bersih penting dilakukan untuk
mengetahui mutu air tersebut. Salah satu cara yang digunakan untuk menghitung atau
mengukur jumlah jasad renik dalam air adalah pemeriksaan adanya bakteri coliform pada
air dengan metode MPN (Most Probable Number).

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 1


Uji kualitatif coliform secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji pendugaan,
uji penegasan, dan uji penguat. Pada praktikum yang akan dilaksanakan ini hanya
menggunakan uji pendugaan dan uji penegasan.
Kualitas air secara umum menunjukkan mutu atau kondisi air yang dikaitkan
dengan suatu kegiatan atau keperluan tertentu. Dengan demikian kualitas air akan
berbeda dari suatu kegiatan ke kegiatan lain, sebagai contoh kualitas air untuk keperluan
irigasi berbeda dengan kualitas air untuk keperluan air minum. Begitu pula dengan air
bersih, air minum dan air hujan, tentunya memiliki kesamaan, namun sangat jauh berbeda
diantara ketiganya. Mulai dari kandungan yang terdapat dalam air tersebut hingga sumber
dari air itu sendiri.Dan tentunya penggunaan dari ketiganya juga berbeda dalam
kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan Permenkes permenkes no 82 tahun 2001 yang membedakan antara
kualitas air bersih dan air minum adalah standar kualitas setiap parameter fisik, kimia,
biologis dan radiologis maksimum yang diperbolehkan.

B. TUJUAN
1. Tujuan umum
Adapun tujuan umum dari pratikum ini yaitu untuk menguji kualitas air sungai desa
biak.
2. Tujuan khusus
Tujuan khusus dari pratikun ini yaitu untuk memeriksa adanya kandungan
E.Coli dan Total coliforom yang terdapat di air sungai desa biak.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 2


BAB II

LANDASAN TEORI

Kualitas Air

1. Pengertian
Kualitas adalah karakteristik mutu yang diperlukan untuk pemanfaatan tertentu
dari berbagai sumber air. Kriteria mutu air merupakan suatu dasar baku mengenai
sayarat kualitas air yang dapat dimanfaatkan. Baku mutu air adalah suatu peraturan
yang disiapkan oleh suatu negara atau suatu daerah yang bersangkutan.
Menurut Acehpedia (2010), kualitas air dapat diketahui dengan melakukan
pengujian tertentu terhadap air tersebut. Pengujian yang dilakukan adalah uji kimia,
fisik, biologi, atau uji kenampakan (bau dan warna). Pengelolaan kualitas air adalah
upaya pemeliharaan air sehingga tercapai kualitas air yang diinginkan sesuai
peruntukannya untuk menjamin agar kondisi air tetap dalam kondisi alamiahnya.

2. Standar Kualitas Air


Standart Kualitas Air adalah Karakteristik mutu yang dibutuhkan untuk
pemanfaatan tertentu dari sumber – sumber air. Dengan adanya standar kualitas air,
orang dapat mengukur kualitas dari berbagai macam air. Setiap jenis air dapat diukur
konsentrasi kandungan unsur yang tercantum didalam standar kualitas, dengan
demikian dapat diketahui syarat kualitasnya, dengan kata lain standar kualitas dapat
digunakan sebagai tolak ukur. Standar kualitas air bersih dapat diartikan sebagai
ketentuan-ketentuan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan standar kualitas air
minum No.82 tahun 2001 yang biasanya dituangkan dalam bentuk pernyataan atau
angka yang menunjukkan persyaratan– persyaratan yang harus dipenuhi agar air
tersebut tidak menimbulkan gangguan kesehatan, penyakit, gangguan teknis, serta
gangguan dalam segi estetika.

3. Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Terhadap Kualitas Air


Faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas air dibagi menjadi 3 yaitu antara lain
faktor fisik, faktor kimia, dan faktor biologi. Dibawah ini akan di jelaskan faktor-
faktornya yaitu :

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 3


a. Faktor fisik
Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 tahun 2001 tentang persyaratan
kualitas air minum menyatakan bahwa air yang layak dikonsumsi dan digunakan
dalam kehidupan sehari-hari adalah air yang mempunyai kualitas yang baik
sebagai sumber air minum maupun air baku (air bersih), antara lain harus
memenuhi persyaratan secara fisik, tidak berbau, tidak berasa, tidak keruh, serta
tidak berwarna.
b. Faktor kimia
Air bersih yang baik adalah air yang tidak tercemar secara berlebihan oleh
zat-zat kimia yang berbahaya bagi kesehatan antara lain Besi (Fe), Flourida (F),
Mangan ( Mn ), Derajat keasaman (pH), Nitrit (NO2), Nitrat (NO3) dan zat-zat
kimia lainnya. Kandungan zat kimia dalam air bersih yang digunakan sehari-hari
hendaknya tidak melebihi kadar maksimum yang diperbolehkan untuk standar
baku mutu air minum dan air bersih.
c. Faktor biologi
Dalam parameter bakteriologi digunakan bakteri indikator polusi atau
bakteri indikator sanitasi. Bakteri indikator sanitasi adalah bakteri yang dapat
digunakan sebagai petunjuk adanya polusi feses dari manusia maupun dari hewan,
karena organisme tersebut merupakan organisme yang terdapat di dalam saluran
pencernaan manusia maupun hewan. Air yang tercemar oleh kotoran manusia
maupun hewan tidak dapat digunakan untuk keperluan minum, mencuci makanan
atau memasak karena dianggap mengandung mikroorganisme patogen yang
berbahaya bagi kesehatan, terutama patogen penyebab infeksi saluran pencernaan.

4. Gambaran umum lokasi


Adapun lokasi pengambilan sampel kami adalah sungai desa biak, kec.
Luwuk utara.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 4


BAB III

METODE PRATIKUM

A. Waktu dan lokasi pratikum


Adapun waktu dan tempat pelaksanaan pratikum uji kualitas air adalah :
Hari/Tanggal : Rabu, 30 mei 2018
sampai dengan Jumat, 1 juni 2018
Waktu : 09:10 WITA – selesai
Lokasi pengambilan sampel : Sungai Desa Biak (Hilir)
Koordinat : S 0o54’27.2016”
E 122o52’15.1644”
Lokasi pemeriksaan : Laboratorium Kampus Fakultas Kesehatan
Masyarakat

B. Alat dan Bahan


Adapun alat dan bahan yang digunakan dalam pratikum uji kualitas air baik
pengambilan dan pemeriksaan air adalah :
a. Alat
1. Thermohygrometer
2. pH meter
3. Thermometer air
4. Autoclave
5. Incubator
6. Botol sampel
7. Box sampel
8. Tabung reaksi

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 5


9. Tabung durham
10. Gelas ukur
11. Erlenmeyer
12. Rak tabung
13. Pipet volume
14. Balep
15. Timbangan analitik
16. Lampu Bunsen
17. Alumunium foil
18. Masker
19. Handskun
20. Jarum ose
b. Bahan
1. Alkohol 70%
2. EC. Broth
3. LTB
4. BGLB
5. Aquades steril
6. Spritus
7. Kertas label
8. Korek api
9. Kapas
10. Karet gelang

C. Prosedur kerja
a. Proses sterilisasi dan pembuatan media LTB
1) Sterilisasi
Adapun alat – alat yang harus disterilisasikan sebelum pratikum uji
kualitas air yaitu botol sampel dan pipet volume. Semua alat – alat ini telah
dibungkusi dengan alumunium foil. Berikut adalah prosesnya:
a) Hidupkan terlebih dahulu autoclave agar airnya mendidih.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 6


b) Setelah airnya sudah mendidih, alat – alat yang sudah tersedia ini dimasukan
kedalam autoclave.
c) Setelah alat – alat telah dimasukan ke dalam autoclave, tutup rapat – rapat
autoclave. Suhu yang digunakan yaitu 121oC.
d) Tunggu hingga suhu naik 121oC, barulah mulai menghitung waktu proses
sterilisasi selama 15 menit.
e) jika sudah 15 menit, matikan autoclave dan biarkan suhu turun terlebih
dahulu.
f) Jika suhu telah turun, tarik benang godam yang ada pada autoclave untuk
mengeluarkan uap.
g) Jika proses sterilisasi telah selesai, alat – alat yang telah disterilisasikan
disimpan kedalam lemari pendingin.
2) Pembuatan media LTB
Adapun alat dan bahan yang akan digunakan dalam pembuatan media,
yaitu aquades, gelas ukur, LTB, sendok pengambilan bubuk, timbangan analitik,
alumuniom foil, erlenmeyer, pipet volume, balep, rak tabung, tabung ganda
(tabung reaksi dan tabung durham).
Pembuatan media LTB dilakukan oleh tiap – tiap ketua kelompok dan
dibuat untuk 7 kelompok sebanyak 315 ml, dilebihkan menjadi 320 ml. Setiap
kelompok membutuhkan 45 ml media LTB. Bubuk LTB yang dibutuhkan untuk
dilarutkan dengan cairan aquades sebanyak 320 ml yaitu 11,39 gram, penggunaan
LTB = 35,6 gram/1 liter. Berikut adalah prosesnya:
a) Ukur bubuk LTB sebanyak 11,39 gram dengan menggunakan timbangan
analitik, diatas timbangan analitik dibuatkan wadah dari alumunium foil
sebagai tempat untuk menampung bubuk LTB tadi.
b) Tuangkan bubuk LTB tersebut ke erlenmeyer dan tuangkan cairan aquades
sebanyak 320 ml, kemudian aduk sesuai dengan putaran arah jarum jam
sampai larutan sudah tercampur dengan sempurna.
c) Pindahkan larutan media LTB tadi ketabung ganda yang sudah disiapkan
masing – masing kelompok dengan menggunakan pipet volume yang telah
dilengkapi dengan balep.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 7


d) Setiap kelompok mengisi 5 ml media LTB kedalam tabung ganda. Setiap
kelompok mengisi sebanyak 9 tabung.
e) Setelah selesai memindahkan media LTB ke tabung ganda, tutup mulut
tabung dengan penutup tabung yang sudah disiapkan, kemudian bungkus
dengan alumunium foil untuk disterilkan di autoclave.
f) Jika sudah selesai proses sterilisasi, tabung yang sudah terisi dengan larutan
LTB tadi dipindahkan dan disimpan dilemari pendingin.
g) Untuk pembuatan media BGLB dan media EC. Broth cara pembuatannya
sama dengan pembuatan media LTB. Penggunaan BGLB = 40 gram/1 liter
aquades, penggunaan EC. Broth = 37 gram/1 liter aquades.
b. Pemeriksaan dan pengambilan sampel air.
1) Pemeriksaan suhu air, suhu lingkungan dan kelembapan pada pukul 09:52 WITA
a) Menyiapkan termohygrometer
b) Celupkan ujung kabel dari alat termohygrometer tersebut kedalam air
kemudian biarkan alat ini bekerja selama 15 menit, setelah dibiarkan selama
15 menit, maka didapatkan hasil suhu lingkungan sungai desa biak 30,8oC,
kelembapan 68%, dan suhu air 25,8oC
c) Hasil tersebut dicatat ke buku pencatatan dan alat termohygrometer
dirapihkan kembali.
2) Pemeriksaan asam basah air pada pukul 09:52 WITA
a) Siapkan pH meter
b) Bagian alat yang akan dicelupkan ke air di bilas terlebih dahulu dengan air
yang akan di ukur. Setelah itu celupkan ujung pH meter kedalam air hingga
batas yang ditentukan kemudian tunggu selama 15 menit.
c) Setelah menunggu selama 15 menit, maka didapatkan hasil asam basa air
sungai desa biak yaitu 7,9oC. Hasil tersebut dicatat di buku pencatatan.
Setelah itu alat – alat dirapihkan kembali.
3) Pengambilan sampel air pada pukul 09:52 WITA
a) Menyiapkan alat – alat seperti botol sampel steril, box sampel yang berisi
dengan cool pack, lampu bunsen yang sudah terisi dengan spritus, korek api,
handskun, alkohol 70% dan masker.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 8


b) Pengambil sampel air menggunakan masker dan handskun. Sebelum
menggunakan handskun, bersihkan terlebih dahulu tangan dengan alkohol
70% kemudian gunakan handskun dan bersihkan lagi handskun yang
digunakan dengan alkohol.
c) Siapkan box sampel, botol sampel dan lampu bunsen yang sudah menyala
d) Ambil dan buka penutup botol kemudian sterilkan penutup dan mulut botol
diatas lampu bunsen, setelah itu mengambil air dengan memegang bagian
bawah botol dan celupkan botol ± 15 cm kedalam air dengan arah yang
berlawanan dengan aliran air sungai.
e) Isi botol sampai pada leher botol, sterilkan kembali mulut dan tutup botol
diatas lampu bunsen.
f) Tutup rapat – rapat botol sampel kemudian masukan botol sampel kedalam
box sampel.
c. Tahap uji pendugaan/perkiraan
Alat – alat yang digunakan pada uji pendugaan ini ialah media LTB yang telah
disterilkan dan telah diletakan di rak tabung, air sampel, lampu bunsen, masker,
handskun, pipet volume steril, balep, alkohol dan inkubator. Pada uji pendugaan
menggunakan 9 tabung reaksi yang telah diberi label A1, A2, A3, B1, B2, B3, C1, C2, C3
yang tiap tabungnya telah berisi 5ml media LTB.
1) Sebelum melakukan uji pendugaan, terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan
alkohol 70% serta menggunakan masker dan handskun untuk mencegah
kontaminasi terhadap sampel yang hendak diuji.
2) Memfiksasi mulut tabung media LTB pada api bunsen kemudian memasukan
sampel air sebanyak 10 ml kedalam tabung reaksi yang berlabel A1, A2, A3 dengan
menggunakan pipet volume, kemudian fiksasi kembali mulut tabung dan penutup
tabung kemudian tutup dan letakan ke rak tabung.
3) Memfiksasi mulut tabung media LTB pada api bunsen kemudian memasukan
sampel air sebanyak 1 ml kedalam tabung reaksi yang berlabel B1, B2, B3 dengan
menggunakan pipet volume, kemudian fiksasi kembali mulut tabung dan penutup
tabung kemudian tutup dan letakan ke rak tabung.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 9


4) Memfiksasi mulut tabung media LTB pada api bunsen kemudian memasukan
sampel air sebanyak 0,1 ml atau tiga tetes air sampel kedalam tabung reaksi yang
berlabel C1, C2, C3 dengan menggunakan pipet volume, kemudian fiksasi kembali
mulut tabung dan penutup tabung kemudian tutup dan letakan ke rak tabung.
5) Setelah itu, tabung – tabung yang telah berisi air sampel dicampurkan dengan cara
menghomogenkan tabung reaksi hingga air sampel dan media LTB bercampur.
6) Seluruh tabung yang telah berisi air sampel kemudian diinkubasi menggunakan
inkubator selama 1 x 24 jam dengan suhu 35oC – 37oC.
7) Mengamati adanya gelembung udara didalam tabung durham dan mencatat kode
tabung yang positif mengeluarkan gas.
d. Tahap uji penegasan (1)
Setelah didapatkan hasil pada uji pendugaan dengan hasil seluruh tabung adalah
positif. Untuk melanjutkan ke tahap uji penegasan karena hasil yang didapatkan yaitu
ke 9 tabung positif, maka diperlukan 9 buah tabung reaksi berisi media BGLB untuk
digunakan pada uji penegasan. Alat dan bahan yang dibutuhkan ialah tabung reaksi
yang telah berisi media BGLB yang telah disterilkan, rak tabung, alkohol 70%, jarum
ose, lampu bunsen, masker dan handskun. Setiap tabung diberi label A1, A2, A3, B1, B2,
B3, C1, C2, C3. Uji penegasan ini ialah proses untuk lebih memperkuat hasil yang
didapatkan dan untuk melihat total coliform
1) Sebelum melakukan uji pendugaan, terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan
alkohol 70% serta menggunakan masker dan handskun untuk mencegah
kontaminasi terhadap sampel yang hendak diuji.
2) Memfiksasi mulut tabung dan jarum ose pada api bunsen kemudian celupkan
ujung jarum ose yang telah difiksasi kedalam media LTB berlabel A1, A2, A3 yang
telah diinkubasi kemudian celupkan lagi ujung jarum ose kedalam media BGLB
dan jarum ose tersebut di aduk agar sampel tercampur dengan media BGLB
kemudian fiksasi kembali mulut tabung dan penutup tabung kemudian letakan
pada rak tabung.
3) Memfiksasi mulut tabung dan jarum ose pada api bunsen kemudian celupkan
ujung jarum ose yang telah difiksasi kedalam media LTB berlabel B1, B2, B3 yang
telah diinkubasi kemudian celupkan lagi ujung jarum ose kedalam media BGLB

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 10


dan jarum ose tersebut di aduk agar sampel tercampur dengan media BGLB
kemudian fiksasi kembali mulut tabung dan penutup tabung kemudian letakan
pada rak tabung.
4) Memfiksasi mulut tabung dan jarum ose pada api bunsen kemudian celupkan
ujung jarum ose yang telah difiksasi kedalam media LTB berlabel C1, C2, C3 yang
telah diinkubasi kemudian celupkan lagi ujung jarum ose kedalam media BGLB
dan jarum ose tersebut di aduk agar sampel tercampur dengan media BGLB
kemudian fiksasi kembali mulut tabung dan penutup tabung kemudian letakan
pada rak tabung.
5) Setelah selesai memindahkan larutan LTB ke larutan BGLB dengan
menggunakan jarum ose, lanjut ke proses inkubasi selama 1 x 24 jam dengan suhu
37oC
6) Mengamati adanya gelembung udara didalam tabung durham dan mencatat kode
tabung yang positif mengeluarkan gas.
e. Tahap uji penegasan (2)
Untuk melanjutkan ke tahap uji penegasan (2) karena hasil yang didapatkan yaitu
ke 9 tabung positif, maka diperlukan 9 buah tabung reaksi berisi media EC.Broth
untuk digunakan pada uji penegasan (2). Alat dan bahan yang dibutuhkan ialah
tabung reaksi yang telah berisi media EC.Broth yang telah disterilkan, rak tabung,
alkohol 70%, jarum ose, lampu bunsen, masker dan handskun. Setiap tabung diberi
label A1, A2, A3, B1, B2, B3, C1, C2, C3. Uji penegasan ini ialah proses untuk lebih
memperkuat hasil yang didapatkan dan untuk melihat total e.coli.
1) Sebelum melakukan uji pendugaan, terlebih dahulu mensterilkan tangan dengan
alkohol 70% serta menggunakan masker dan handskun untuk mencegah
kontaminasi terhadap sampel yang hendak diuji.
2) Memfiksasi mulut tabung dan jarum ose pada api bunsen kemudian celupkan
ujung jarum ose yang telah difiksasi kedalam media BGLB berlabel A1, A2, A3
yang telah diinkubasi kemudian celupkan lagi ujung jarum ose kedalam media
EC.Broth dan jarum ose tersebut di aduk agar sampel tercampur dengan media
EC.Broth kemudian fiksasi kembali mulut tabung dan penutup tabung kemudian
letakan pada rak tabung.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 11


3) Memfiksasi mulut tabung dan jarum ose pada api bunsen kemudian celupkan
ujung jarum ose yang telah difiksasi kedalam media BGLB berlabel B1, B2, B3
yang telah diinkubasi kemudian celupkan lagi ujung jarum ose kedalam media
EC.Broth dan jarum ose tersebut di aduk agar sampel tercampur dengan media
EC.Broth kemudian fiksasi kembali mulut tabung dan penutup tabung kemudian
letakan pada rak tabung.
4) Memfiksasi mulut tabung dan jarum ose pada api bunsen kemudian celupkan
ujung jarum ose yang telah difiksasi kedalam media BGLB berlabel C1, C2, C3
yang telah diinkubasi kemudian celupkan lagi ujung jarum ose kedalam media
EC.Broth dan jarum ose tersebut di aduk agar sampel tercampur dengan media
EC.Broth kemudian fiksasi kembali mulut tabung dan penutup tabung kemudian
letakan pada rak tabung.
5) Setelah selesai memindahkan larutan BGLB ke larutan EC.Broth dengan
menggunakan jarum ose, lanjut ke proses inkubasi selama 1 x 24 jam dengan suhu
44oC
6) Mengamati adanya gelembung udara didalam tabung durham dan mencatat kode
tabung yang positif mengeluarkan gas.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 12


BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil

Pemeriksaan bakteriologis
Uji penegasan Uji penegasan
Jenis air dan Tanggal dan
terhadap total terhadap total
No lokasi jam diambil /
Coliform E.Coli Indeks MPN
sampling diperiksa
10 1 0,1 10 1 0,1 / 100 ml
ml ml ml ml ml ml
30/05/2018
Sungai Desa >2400
1. 09:10 3 3 3 3 3 3
Biak
09:52

B. Hasil Uji Lapangan


Dari hasil pemeriksaan lapangan diketahui suhu lingkungan,kelembapan dan suhu
air yaitu 30,8oC,kelembapan 68 o/o dan suhu air 25,8oC hasil pemeriksaan ini didapatkan
dengan menggunakan satu alat.

C. Pembahasan
Berdasarkan hasil inkubasi yang dilakukan pada uji perkiraan dan penegasan,
menunjukan hasil yang positif. Tanda positif yaitu dengan adanya bakteri e.coli didalam
air sampel yang diuji. Indikator yang dilihat yaitu dengan melihat adanya gelembung
didalam tabung durham. Dari hasil inkubasi selama 1 x 24 jam, didapatkan nilai
kombinasi yaitu 3,3,3 yang mana pada tabel MPN menunjukan >2400 sel jumlah E.coli
pada sampel.
Menurut permenkes Nomor 82 tahun 2001 tentang peryaratan kualitas air bersih,
untuk parameter mikrobiologi kadar maksimum total coliforom yang diperbolehkan
untuk bukan air perpipaan adalah 100 ml. Hasil ini berarti menunjukan bahwa air yang
diuji sudah tidak memenuhi syarat air bersih, dikarenakan air tersebut mengandung
>2400 sel E.coli pada sampel <100 ml.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 13


Keberadaan E.coli dalam air sampel yang di uji dapat menjadi indikator adanya
pencemaran air oleh tinja karena secara normal E.coli hanya ditemukan di saluran
pencernaan manusia (sebagai flora normal) dan hewan mamalia atau bahan yang telah
terkontaminasi dengan tinja manusia atau hewan. Bila dalam air ditemukan E.coli maka
air tersebut dianggap berbahaya bagi penggunaan domestik karena E.coli bersifat patogen
dan dapat menyebabkan diare.
Sampel air yang telah terkontaminasi E.coli ini, kemungkinan disebabkan karena
telah tercemar tinja manusia atau hewan di bagian hulu atau sepanjang mata air sehingga
air yang tercemar ikut mengalir di tempat pengambilan sampel. Dari hasil survey yang
dilakukan terdapat peternakan hewan yang tidak terlalu jauh dari tempat lokasi
pengambilan sampel air.
Pemeriksaan asam basah air sungai merupakan salah satu indikator pemeriksaan
kualitas air. Nilai pH air sungai Desa Biak yaitu 7,9oC berdasarkan PP nomor 82 tahun
2001 tentang Syarat Air Bersih, pH air sungai Desa Biak memenuhi syarat kualitas air
bersih karena berdasarkan Permenkes batas minimum dan maksimum pH yang
diperbolehkan yaitu 6,5 – 9,0.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 14


BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan dengan hasil yang telah didapatkan, bahwa hasil dari uji perkiraan
positif mengandung coliform dan uji penegasan menunjukan positif terkandung E.coli
pada tabung durham. Dengan hasil tersebut dapat diketahui nilai kombinasinya adalah
3,3,3 yang mana pada tabel MPN menunjukan >2400 sel bakteri E.coli yang
terkandung pada sampel air.
Berdasarkan Permenkes Nomor 82 tahun 2001 tentang syarat & pengawasan
kualitas air, sampel air tidak memenuhi syarat kesehatan dikarenakan sampel air
mengandung bakteri E.coli. dengan terdapatnya bakteri E.coli pada air, sudah dapat
dipastikan bahwa air tersebut telah tercemar dengan tinja hewan atau tinja manusia.

B. Saran
Saran dari kelompok kami, demi mejaga kualitas air sungai desa biak diharapkan
kepada semua pihak agar tidak mencemari air dari sungai ini. Kualitas air sungai desa
biak ini adalah kurang baik dibuktikan dengan hasil uji kualitas air kelompok kami
dengan hasil bahwa sungai desa biak positif mengandung E.Coli.
Dengan adanya laporan ini kiranya mungkin bisa dipublikasikan atau disampaikan
kepada pemerintah kesehatan di Kabupaten Banggai agar pemerintah bisa datang ke
lokasi untuk menyampaikan keadaan kesehatan lingkungan masyarakat desa biak
khususnya untuk air sungai mereka,agar mereka bisa memperhatikan kebersihan air
sungai dan diharapkan bisa merubah perilaku dengan tidak lagi BAB di sungai yang
dapat mengkontaminasi sungai desa biak dengan bakteri E.Coli

DAFTAR PUSTAKA

http://digilib.unila.ac.id/4296/16/BAB%20II.pdf
http://pppl.depkes.go.id/_asset/_regulasi/55_permenkes%20416.pdf
http://web.ipb.ac.id/~tml_atsp/
http://www.google.co.id/search?q=related:eprints.polsri.ac.id/110/3/BAB%25 20II%2520fix.pdf
+ LANDASAN TEORI AIR BERSIH (menurut acehpedia tahun 2010)

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 15


LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 16
LAMPIRAN – LAMPIRAN

1. Dokumentasi
Pembuatan media LTB.

Pengukuran suhu lingkungan,


kelembaban, dan suhu air dengan
menggunakan alat ukur
termohygrometer.

Pengukuran asam basa air dengan


menggunakan alat pH meter.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 17


Persiapan alat – alat untuk
pengambilan sampel air.

Proses pengambilan sampel air oleh


PPS (Panitia Pengambil Sampel)

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 18


Sterilisasi mulut botol dan penutup
botol sampel untuk setelah itu
disimpan di box sampel.

Proses pemindahan sampel air ke


media LTB yang sudah disterilkan.

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 19


2. Tabel MPN (Most Probable Number)
Kombinasi/jumlah tabung yang
positif dari masing-masing 3 APM/MPN
tabung per 100 ml
10 ml 1 ml 0,1 ml
0 0 0 <3
0 0 1 3
0 1 0 3
1 0 0 4
1 0 1 7
1 1 0 7
1 1 1 11
1 2 0 11
2 0 0 9
2 0 1 14
2 1 0 15
2 1 1 20
2 2 0 21
2 2 1 28
3 0 0 23
3 0 1 39
3 0 2 64
3 1 0 43
3 1 1 75
3 1 2 120
3 2 0 93
3 2 1 150
3 2 2 210
3 3 0 240
3 3 1 460
3 3 2 1100
3 3 3 >2400

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 20


3. Peraturan menteri kesehatan
PERATURAN MENTERI KESEHATAN
Nomor : 416 / MEN.KES / PER / IX / 1990
Tentang
Syarat – Syarat Dan Pengawasan Kualitas Air
MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA
Menimbang:
a. bahwa dalam rangka meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,
perlu dilaksanakan pengawasan kualitas air secara intensif dan terus
menerus;
b. bahwa kualitas air yang digunakan masyarakat harus memenuhi syarat
kesehatan agar terhindar dari gangguan kesehatan;
c. bahwa syarat – syarat kualitas air yang berhubungan dengan kesehatan
yang telah ada perlu disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan
upaya kesehatan semua kebutuhan masyarakat dewasa ini;
d. bahwa sehubungan dengan huruf a, b dan c perlu ditetapkan kembali
syarat – syarat dan pengawasan kualitas air dengan Peraturan Menteri
Kesehatan.
Mengingat :
1. undang – undang nomor 9 tahun 1960 tentang pokok – pokok
kesehatan (Lembaran Negara Tahun 1960 Nomor 131, Tambahan
Lembaran Negara Nomor 2068)
2. undang – undang nomor 11 tahun 1962 tentang hygieni untuk usaha –
usaha bagi umum (Lembaran Negara Tahun 1962 Nomor 48,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 2475);

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 21


3. undang – undang nomor 3 tahun 1974 tentang pokok – pokok
pemerintah di daerah ( Lembaran Negara Tahun 1974 Nomor 38,
Tambahan Lembaran Negara Nomor 3037);
4. undang – undang nomor 4 tahun 1982 tentang ketentuan – ketentuan
pokok Pengelolaan Lingkungan Hidup ( Lembaran Negara Tahun
1982 Nomor 12, Tambahan Lembaran Negara 3215) ;
5. peraturan pemerintah nomor 7 tahun 1987 tentang penyerahan
sebagian urusan pemerintah dalam bidang kesehatan kepada daerah (
Lembaran Negara Tahun 1987 Nomor 9, Tambahan Lembaran Negara
Nomor 3347) ;
6. keputusan Menteri Negara Kependudukan Dan Lingkungan Hidup
nomor 02/Men.KLH/I/1988 tentang Pedoman Penetapan Baku Mutu
Lingkungan
Memutuskan :
Menetapkan :
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Syarat –
Syarat Dan Pengawasan Kualitas Air.

Peraturan Menteri Kesehatan R.I No : 416/MENKES/PER/IX/1990


Tanggal : 3 September 1990

DAFTAR PERSYARATAN KUALITAS AIR BERSIH


Kadar Maksimum
No. PARAMETER Satuan Keterangan
yang diperbolehkan
1 2 3 4 5
A FISIKA
1. Bau - - Tidak berbau
2. Jumlah zat padat
3. terlarut (TDS) mg/L 1.500 -
4. Kekeruhan Skala NTU 25 -
5. Rasa - - Tidak berasa

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 22


6. Suhu oC Suhu udara ± 3oC -
Warna Skala TCU 50
B. KIMIA
1. Air raksa mg/L 0,001
2. Arsen mg/L 0,05
3. Besi mg/L 1,0
4. Fluorida mg/L 1,5
5. Kadnium mg/L 0,005
6. Kesadahan mg/L 500 Merupakan
(CaCO3) batas
7. Klorida mg/L 600 minimum
8. Kromium, Valensi mg/L 0,05 dan
9. 6 mg/L 0,5 maksimum,
10. Mangan mg/L 10 khusus air
11. Nitrat, sebagai N mg/L 1,0 hujan pH
12. Nitrit, sebagai N - 6,5 – 9,0 minimum 5,5
13. pH mg/L 0,01
14. Selenium mg/L 15
15. Seng mg/L 0,1
16. Sianida mg/L 400
17. Sulfat mg/L 0,05
Timbal

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 23


Kimia Organik
1. Aldrin dan Dieldrin mg/L 0,0007
2. Benzena mg/L 0,01
3. Benzo (a) pyrene mg/L 0,00001
4. Chlordane (total
isomer) mg/L 0,007
5. Coloroform mg/L 0,03
6. 2,4 D mg/L 0,10
7. DDT mg/L 0,03
8. Detergen mg/L 0,5
9. 1,2 Discloroethane mg/L 0,01
10. 1,1 Discloroethene mg/L 0,0003
11. Heptaclor dan
heptaclor epoxide mg/L 0,003
12. Hexachlorobenzene mg/L 0,00001
13. Gamma-HCH
(Lindane) mg/L 0,004
14. Methoxychlor mg/L 0,10
15. Pentachlorophanol mg/L 0,01
16. Pestisida Total mg/L 0,10
17. 2,4,6
urichlorophenol mg/L 0,01
18. Zat organik
(KMnO4) mg/L 10
C. Mikro biologik
Jumlah per 50 Bukan air
Total koliform 100 perpipaan
(MPN) ml
Jumlah per 10 Air perpipaan
100
ml

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 24


D. Radio Aktivitas
1. Aktivitas Alpha Bq/L 0,1
(Gross Alpha
Activity)
2. Aktivitas Beta Bq/L 1,0
(Gross Beta
Activity)

Ditetapkan di : Jakarta
Pada tanggal : 13 September 1990
Menteri Kesehatan Republik Indonesia,

LAPORAN PRAKTIKUM ANALISIS KUALITAS AIR BERSIH DI SUNGAI DESA BIAK 25