Anda di halaman 1dari 2

Satu-satunya alasan kita untuk hadir di dunia ini

adalah untuk menjadi saksi atas keesaan Allah.


(hamka)

Tuan boleh kata muslim itu fanatik, tapi tuan juga


harus denga kata hati tuan bahwa itu adalah modal
besar bagi kemerdekaan Indonesia. Untuk tuan tahu,
itu bukanlah fanatik, itu adalah gairah. (hamka)

Yang amat ajaib ialah peperangan di antara otak dan


hati. Beberapa saat dia dapat dilupakan dan hati
mengikut dengan patuh apa kehendak otak. Tapi bila
kelihatan rumah tangganya, atau kelihatan rupanya
sendiri, dan kadang-kadang bila namanya disebut
orang, hati lupa akan perintah otak, ia kembali
berdebar ia surut kepada kenang-kenangannya yang
lama. Ini yang kerap kali mengalahkan anakanda.
(hamka)

Kalau nyata harta benda tak dapat menangkis sakit,


tidak dapat menolak demam, tidak dapat
menghindarkan maut, nyatalah bahwa kesusahan yang
menimpa orang kaya serupa dengan kesusahan yang
menimpa orang miskin. (hamka)

Tuhan menilai apa yang kita beri dengan melihat apa


yang kita simpan. (hamka)

Hujung akal itu fikir, pangkal agama itu zikir. (hamka)

Saya belajar bahwa keberanian tidak akan pernah


absen dari ketakutan. Tetapi mereka berhasil menang
atas itu. Orang berani bukan mereka yang tidak
pernah merasa takut, tapi mereka yang bisa
menaklukkan rasa takut itu. (hamka)

Jadikan deritaku ini sebagai kesaksian bahwa


kekuasaan seorang Presiden sekalipun ada batasnya.
Karena kekuasaan yang langgeng hanya kekuasaan
rakyat. Dan diatas segalanya adalah Kekuasaan Tuhan
Yang Maha Esa. (soekarno)