Anda di halaman 1dari 9

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Penanggulangan kebakaran merupakan langkah yang wajib dilakukan oleh setiap
orang. Kebakaran termasuk masalah yang tidak dikehendaki kedatangannya, baik itu
dirumah maupun ditempat kerja. Penyebabnya beragam dari yang sepele sampai ke
masalah yang berat. Dalam kamus, kebakaran itu dinyatakan dengan keterangan,
kemusnahan oleh api dan menyebabkan kerugian. Api dinyatakan dengan keterangan:
gas bercahaya yang di akibatkan oleh terjadinya reaksi kimia pembentukan atau
penguraian persenyawaan. Secara sederhana dapat dikatakan kebakaran adalah
pembakaran atau suatu reaksi antara bahan yang dapat terbakar dengan oksigen, dalam
keadaan sedemikian rupa sehingga timbul panas dan api dan menyebabkan kerugian.
Oleh karena itu perlu adanya pengetahuan tentang cara menanggulangi kebakaran.
Dengan tugas ini semoga bisa menambah wawasan tentang penanggulangan
kebakaran secara umum.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa itu kebakaran ?
2. Faktor apa saja yang menjadi penyebab kebakaran ?
3. Apa saja pengenalan kelas- kelas penanggulangan kebakaran ?
4. Apa saja alat yang digunakan untuk menanggulangi kebakaran ?
5. Bagaimana cara mencegah kebakaran ?

1.3 Tujuan
Untuk mengetahui tentang kebakaran, factor penyebab kebakaran, kelas- kelas
penanggulangan kebakaran, alat yang dipakai untuk menanggulangi kebakaran, serta
cara untuk mencegah kebakaran.

1.4 Manfaat
Makalah ini berguna untuk bahan referensi dan dapat memberikan wawasan
tentang kebakaran di lingkungan kerja.

1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Kebakaran


Dalam kamus, kebakaran itu dinyatakan dengan keterangan, kemusnahan oleh api
dan menyebabkan kerugian. Api dinyatakan dengan keterangan: gas bercahaya yang
di akibatkan oleh terjadinya reaksi kimia pembentukan atau penguraian persenyawaan.
Secara sederhana dapat dikatakan kebakaran adalah pembakaran atau suatu reaksi
antara bahan yang dapat terbakar dengan oksigen, dalam keadaan sedemikian rupa
sehingga timbul panasdan api dan enyebabkan kerugian. Jadi untuk menyebab atau
memungkinkan kebakaran diperlukan 3 unsur, yaitu :
1. Bahan yang mudah terbakar
2. Oksigen
3. Suhu
Sehingga perlu untuk penanggulangan kebakaran, karena bahaya kebakaran harus
dipahami oleh setiap orang karena kebakaran biasa terjadi dimana- mana.
Penanggulangan kebakaran adalah usaha menyadari atau mewaspadai akan faktor-
faktor yang menjadi sebab munculnya atau terjadinya kebakaran dan mengambil
langkah-langkah untuk mencegah kemungkinan tersebut menjadi kenyataan.
Penanggulangan kebakaran membutuhkan suatu program pendidikan dan
pengawasan beserta pengawasan karyawan, suatu rencana pemeliharaan yang cermat
dan teratur atas bangunan dan kelengkapannya, inspeksi/pemeriksaan, penyediaan dan
penempatan yang baik dari peralatan pemadam kebakaran termasuk memeliharanya
baik segi siap-pakainya maupun dari segi mudah dicapainya.

2.2 Penyebab Kebakaran


Berbagai sebab kebakaran dapat diklasifikasikan sebagai :
1. Kelalaian
Kelalaian merupakan penyebab terbanyak peristiwa kebakaran. Contoh dari
kelalaian ini misalnya: lupa mematikan kompor, merokok di tempat yang tidak
semestinya, menempatkan bahan bakar tidak pada tempatnya, mengganti alat
pengaman dengan spesifikasi yang tidak tepat dan lain sebagainya.
2. Kurangnya Pengetahuan

2
Kurang pengetahuan tentang pencegahan kebakaran merupakan salah satu
penyebab kebakaran yang tidak boleh diabaikan. Contoh dari kekurang
pengetahuan ini misalnya tidak mengerti akan jenis bahan bakar yang mudah
menyala, tidak mengerti tanda-tanda bahaya kebakaran, tidak mengerti proses
terjadinya api dan lain sebagainya.
3. Peristiwa Alam
Peristiwa alam dapat menjadi penyebab kebakaran. Contoh: gunung meletus,
gempa bumi, petir, panas matahari dan lain sebagainya.
4. Penyalaan Sendiri
Api bisa terbentuk bila tiga unsur api yaitu bahan bakar, oksigen (biasanya dari
udara) dan panas bertemu dan menyebabkan reaksi rantai pembakaran. Contoh:
kebakaran di hutan yang disebabkan oleh panas matahari yang menimpa bahan
bakar kering di hutan.
5. Kesengajaan
Kebakaran bisa juga disebabkan oleh kesengajaan misalnya karena unsur
sabotase, penghilangan jejak, mengharap pengganti dari asuransi dan lain
sebagainya.
Kebakaran adalah suatu nyala api, baik kecil atau besar pada tempat yang tidak kita
hendaki, merugikan dan pada umumnya sukar dikendalikan. Api terjadi karena
persenyawaan dari:
1. Sumber panas, seperti energi elektron (listrik statis atau dinamis), sinar matahari,
reaksi kimia dan perubahan kimia.
2. Benda mudah terbakar, seperti bahan-bahan kimia, bahan bakar, kayu, plastik
dan sebagainya.
3. Oksigen (tersedia di udara).

2.3 Pengenalan Kelas- Kelas Kebakaran


1. Kelas A
Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda padat, misalnya kertas, kayu,
plastik, karet, busa dan lain-lainnya. Media pemadaman kebakaran untuk kelas ini
berupa: air, pasir, karung goni yang dibasahi, dan Alat Pemadam Kebakaran
(APAR) atau racun api tepung kimia kering.

3
2. Kelas B
Kebakaran yang disebabkan oleh benda-benda mudah terbakar berupa cairan,
misalnya bensin, solar, minyak tanah, spirtus, alkohol dan lain-lainnya. Media
pemadaman kebakaran untuk kelas ini berupa: pasir dan Alat Pemadam Kebakaran
(APAR) atau racun api tepung kimia kering. Dilarang memakai air untuk jenis ini
karena berat jenis air lebih berat dari pada berat jenis bahan di atas sehingga bila
kita menggunakan air maka kebakaran akan melebar kemana-mana.
3. Kelas C
Kebakaran yang disebabkan oleh listrik. Media pemadaman kebakaran untuk
kelas ini berupa: Alat Pemadam Kebakaran (APAR) atau racun api tepung kimia
kering. Matikan dulu sumber listrik agar kita aman dalam memadamkan
kebakaran.
4. Kelas D
Kelas kebakaran ini adalah kebakaran yang disebabkan oleh benda padat
logam. Contohnya : Alumunium, natrium, magnesium, kalium, dll.
5. Kelas K
Kebakaran kelas K merupakan kebakaran yang dikarenakan oleh minyak
masak ( minyak sayur, minyak hewan) ataupun lemak yang biasanya digunakan
dalam dapur masak.

2.4 Peralatan Pencegahan Kebakaran


Media pemadam api yang biasa digunakan adalah (1) air, (2) busa, (3) karbon
dioksida, (4) gas halon serta pasca halon dan (5) serbuk kimia kering. Cara kerja dari
ke lima media pemadam api tersebut dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Air
Air merupakan media pemadam api yang paling umum digunakan, karena
air dipandang memiliki berbagai sifat yang baik untuk memadamkan api dan
relatif mudah dan murah didapatkan dalam jumlah yang banyak. Pada kondisi
normal air mempunyai panas laten penguapan 2250 kJ/kg. Dengan sifat ini
maka air sangat mudah untuk mendinginkan api (memisahkan panas dari unsur
api).
2. Busa (foam)
Busa atau foam terbentuk bila udara atau gas terjebak di dalam media
cairan. Busa mempunyai efek menyelimuti dan mendinginkan api. Sebagai
4
media pemadaman api busa dibuat dari campuran antara air, udara dan
campuran busa.
3. Karbon dioksida
Karbon dioksida dipakai sebagai media memadamkan api karena sifatnya
yang dapat mengganggu proses oksidasi pada bahan yang terbakar. Bila
oksigen berkurang sampai kurang dari 15 % maka proses kebakaran akan
berhenti. Karbon dioksida mempunyai sifat yang tidak konduktif maka bisa
dipakai untuk kebakaran jenis C (listrik bertegangan), namun demikian tidak
cocok untuk pemakaian kebakaran yang sudah meluas atau di tempat terbuka.
4. Gas halon
Halon merupakan keluarga dari senyawa halogenated hydrocarbon yang
semua atau sebagian atom hidrogennya diganti dengan fluorine, chlorine atau
bromine. Senyawa hidrocarbon yang paling sering digunakan adalah metane
atau ethane. Material ini memadamkan api dengan cara menekan terjadinya
reaksi rantai kebakaran. Sayang bahwa halon merusak atmosfer sehingga tidak
dipergunakan lagi sebagai media pemadam kebakaran. Sebagai penggantinya
dipakai gas pasca halon.
5. Bubuk kimia kering (dry chemical powder)
Bubuk kering dari zat kimia tertentu dapat memadamkan api. Zat kimia
yang biasanya digunakan untuk ini adalah sodium, potasium atau urea
bikarbonat. Namun dapat juga dipergunakan potassium chloride atau mono-
ammonium phospat. Cara memadamkan api media ini adalah dengan isolasi,
pendinginan, dan mengganggu proses reaksi rantai.
6. Alat Pemadam Api
Alat pemadam api telah berkembang seiring dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Secara garis besar alat pemadam api ini dapat
dibedakan menjadi (1) alat pemadam api gerak yaitu alat pemadam api yang
dapat dipindahkan dari satu tempat ke tempat yang lain dengan mudah
misalnya: alat pemadam api ringan (APAR), mobil pemadam api dan lain
sebagainya. (2) pemadam api instalasi tetap misalnya springkle, hydrant dan
lain sebagainya.
a. APAR Jenis Air
Pada jenis ini media pemadamnya berupa air yang terletak pada
tabung. Dibuat dalam dua konstruksi yaitu SPT dan GCT. Jarak jangkau
5
pancaran sekitar 10 ft sampai 20 ft. Dan waktu pancaran sekitar satu menit
untuk kapasitas 2,5 galon. Hanya direkomendasikan untuk kebakaran jenis
A, dengan luas bidang jangkauan sekitar 2500 ft persegi, jarak penempatan
setiap 50 ft. APAR ini cocok untuk kebakaran kelas A.
b. APAR Jenis Busa
Tabung utama berisi larutan sodium bikarbonat (ditambah dengan
penstabil busa). Tabung sebelah dalam berisi larutan aluminium sulfat.
Campuran dari kedua larutan tersebut akan menghasilkan busa dengan
volume 10 kali lipat. Busa ini kemudian didorong oleh gas pendorong
(biasanya CO2 ). APAR ini cocok untuk kebakaran kelas A, B, dan K.
c. APAR Jenis Karbon Dioksida
APAR jenis ini memadamkan dengan cara isolasi (smothering) di
mana oksigen diupayakan terpisah dari apinya. Di samping itu CO2 juga
mempunyai peranan dalam pendinginan. Material yang diselimuti oleh
CO2 akan cenderung lebih dingin. APAR ini cocok untuk kebakaran kelas
B, C,dan K.
d. APAR Jenis Serbuk Kimia Kering (dry chemical powder)
APAR jenis ini berisi tepung kering sodium bikarbonat dan tabung
gas karbon dioksida atau gas nitrogen (di dalam cartridge) sebagai
pendorongnya. Gas pendorong bisa ditempatkan dalam tabung atau di luar
tabung. Tepung kimia kering bersifat cepat menutup material yang
terbakar, dan mempunyai daya jangkau menutup permukaan yang cukup
luas. APAR jenis ini efektif untuk memadamkan kebakaran kelas A, B, dan
C.
e. APAR Jenis Gas Halon dan Pasca Halon.
APAR jenis ini biasanya berisi gas halon yang terdiri dari unsur-
unsur karbon, fluorine, bromide dan chlorine. Namun sejak diketemukan
lubang pada lapisan ozon yang diduga disebabkan oleh salah satu unsur gas
halon maka menurut perjanjian Montreal gas halon tidak boleh
dipergunakan lagi, dan mulai 1 Januari 1994 gas halon tidak boleh
diproduksi. Sangat efektif untuk kebakaran kelas A, B, dan C.

6
2.5 Pencegahan Kebakaran
Kebakaran merupakan salah satu bencana yang sangat ditakuti oleh sebagian besar
masyarakat, karena bencana ini memiliki dampak yang sangat besar. Walapun
kebakaran terjadi tanpa diduga, namun kita bisa melakukan beberapa langkah untuk
menegah terjadinya kebakaran.
1. Jauhkan benda yang mudah terbakar dari jangkauan sumber api, karena bisa
memicu terjadinya kebakaran.
2. Menghindari penggunaan kabel yang tidak standard dan steker yang bertumpuk
3. Siapkan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) yang siap pakai untuk
memadamkan api.
4. Mematuhi tata tertib yang berlaku ketika bekerja.

7
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Penanggulangan kebakaran adalah langkah pencegahan supaya tidak terjadi
kebakaran. Penanggulangan kebakaran merupakan langkah yang wajib dilakukan
oleh setiap orang. Kebakaran termasuk masalah yang tidak dikehendaki
kedatangannya, baik itu dirumah maupun ditempat kerja. Oleh karena itu perlu
adanya pengetahuan tentang cara menanggulangi kebakaran. Dengan tugas ini
semoga bisa menambah wawasan tentang penanggulangan kebakaran secara
umum.

3.2 SARAN
Beberapa saran yang bisa diberikan untuk penyempurnaan tugas ini adalah:
1. Jangan lupa menyediakan peralatan pencegah kebakaran dirumah dan ditempat
kerja.
2. Jangan lupa untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran.
3. Copotlah colokan listrik bila sesudah digunakan.
4. Bila terjadi kebocoran gas, langsung copot selang dengan tabung gasnya dan
letakkan ditempat terbuka. Dan jangan menyalakan api.
5. Bersifatlah teliti, hati-hati untuk keselamatan Anda.

8
DAFTAR PUSTAKA

Suryani,Yuni. 2013.K3 Kebakaran, ( Online ), (yunisuryani11.blogspot.com/2013/06/k3-


kebakaran.html?m=1), diakses 07 Januari 2019

Kustono,Djoko.2014.Materi K3 Mencegah dan Menanggulangi Kebakaran, ( Online ),


(https://kazethelight-wordpress-
com.cdn.ampproject.org/v/s/kazethelight.wordpress.com/2013/10/03/materi-k3-mencegah-
dan-menanggulangi-kebakaran-oleh-djoko-
kustono/amp/?amp_js_v=a2&amp_gsa=1&usqp=mq331AQECAFYAQ%3D%3D#referrer
=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3
A%2F%2Fkazethelight.wordpress.com%2F2013%2F10%2F03%2Fmateri-k3-mencegah-
dan-menanggulangi-kebakaran-oleh-djoko-kustono%2F), diakses 07 Januari 2019

(http://p2k.pemkomedan.go.id/artikel-9-bagaimana-cara-mencegah-dan-mengatasi-bahaya-
kebakaran--di-lingkungan-kerja-atau-tempat-tinggal.html), diakses 07 Januari 2019