Anda di halaman 1dari 38

7 Ilmuwan Muslim Bidang Matematika & Fisika

Mungkin anda benci matematika dan fisika di sekolah, tapi jangan pernah membenci
ilmuwan - ilmuwan di bidang itu, kerena mereka telah mengubah dunia dengan penemua -
penemuannya. inilah 7 (Tujuh) ilmuwan muslim dibidang Matematika dan Fisika. selamat
membaca

1. Al-Khuwarizmi (al-Jabar)

Abu Abdullah Muḥammad bin Musa al-Khawarizmi adalah seorang Ahli matematika,
astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. Beliau Lahir sekitar tahun 780 di
Khwarizm (sekarang Khiva, Uzbekistan) dan wafat sekitar tahun 850 di Baghdad. Hampir
sepanjang hidup beliau bekerja sebagai dosen di Sekolah Kehormatan di Baghdad.

Buku pertamanya, al-Jabar, adalah buku pertama yang membahas solusi sistematik dari
linear dan notasi kuadrat. Sehingga beliau disebut sebagai Bapak Aljabar.

Kontribusi beliau tak hanya berdampak besar pada matematika, tapi juga dalam
kebahasaan. Kata Aljabara berasal dari kata al-Jabr, satu dari dua operasi dalam matematika
untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang tercantum dalam buku beliau.

Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. Nama
beliau juga di serap dalam bahasa Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo
yang berarti digit.

2. Ibn al-Haitham (Bapak Optik)

Salah satu peletak dasar fisika optik adalah seorang ilmuwan muslim yang bernama lengkap
Abu Muhammad al-Hassan Ibnu al-Haitham atau dikenal dibarat dengan nama Alhazen,
Avennathan, Avenethan. Belaiu mengecap pendidikannya di Basrah dan Baghdad.

Setelah selesai di kedua kota tersebut, Ibnu Haitham meneruskan pendidikannya ke Mesir
dan bekerja di bawah Khilafah al-Hakim, dari daulah Khilafah Fatimiyyah. Belajar yang
dilakukannya secara oktodidak yang justru membuatnya tidak hanya mahir atau menguasai
fisika optik saja, tapi juga beberapa bidang ilmu pengetahuan seperti ilmu falak, matematika,
geometri, pengobatan, filsafat dan farmakologi. Beliau pernah mengunjungi Spanyol untuk
melengkapi karya ilmiahnya.

Tidak kurang dari 200 karya ilmiah di bebagai bidang telah beliau tulis sepanjang hidup
beliau. Tulisan mengenai mata sudah menjadi rujukan penting dalam penelitian sains di
Barat. Penelitian pada cahaya telah mengilhami ahli sains Barat seperti Boger, Becon, dan
Kepler dalam menciptakan taleskop dan mikroskop. Beliau lah orang pertama yang menulis
dan menemukan berbagai data penting mengenai cahaya.

Karya utama mengenai tentang optik naskah aslinya dalam bahasa Arab hilang, tapi yang
diterjemahkan dalam bahasa Latin masih ditemukan.

3. Umar Khayyam (Metode Geometri)

Umar Khayyam dilahirkan di Naisaphur, Ibukota Khurasan. Nama Asli beliua ialah
Ghiyatsuddin Abul fatah 'Umar bin Ibrahim al-Khayyam. Khayyam berarti "pembuat tenda"
dalam bahasa Persia. Beliau lahir sekitar tahun 429 H/1038 M.

Beliau terkenal sebagai seorang matematikawan dan astronom yang memperhitungkan


bagaimana mengoreksi kalender Persia. Pada 15 Maret 1079, Sulthan Jalaluddin Malik Syah
Saljuqi memberlakukan kalender yang telah diperbaiki Umar.

Beliau Juga terkenal karena menemukan metode memecahkan persamaan kubik dengan
memotong sebuah parabola dengan sebuah lingkaran.

Keahlian beliau dibidang astronomi terbukti Pada tahun 1073. Saat itu, Malik-Syah,
mengundang Khayyam untuk membangun dan bekerja pada sebuah observatorium,
bersama-sama dengan sejumlah ilmuwan terkemuka lainnya. Akhirnya, Khayyam dengan
sangat akurat (mengoreksi hingga enam desimal di belakang koma) mengukur panjang satu
tahun sebagai 365,24219858156 hari.

Namun sangat disayangkan, Filsafat atau kepercayaan Umar Khayyam agak berbeda dengan
dogma-dogma umum Islam. Tidak jelas apakah beliau percaya akan kehadiran Allah atau
tidak, namun beliau menolak pemahaman bahwa setiap kejadian dan fenomena adalah
akibat dari qudrah ilahi. Beliau pun tidak percaya akan Hari Kiamat atau ganjaran serta
hukuman setelah kematian.
Jika benar beliau berakidah seperti demikian, berarti beliau telah menjadi kafir, tapi beliau
tetap dikenal sebagai Ilmuwan muslim.

4. Ibnu Firnas (Konsep pesawat terbang)

Berbicara soal dunia penerbangan tentu saja tidak pernah terlepas dari tokoh – tokoh
seperti Sir George Cayley, Otto Lilienthal dan lain-lain. Tapi apakah kita tahu bahwa peletak
dasar konsep pesawat terbang pertama adalah seorang ilmuwan muslim dari spanyol yang
bernama Abbas Ibnu Firnas. Beliau layak disebut sebagai manusia pertama yang terbang,
ribuan tahun sebelum Wright bersaudara berhasil melakukannya.

Abbas Qasim Ibnu Firnas yang dikenal dibarat dengan nama Armen firman lahir pada tahun
810 M. Di izn-rand Onda, Andalus (sekarang Ronda, spanyol). Selain bidang kimia, beliau juga
menguasai berbagai bidang ilmu, antara lain Ilmu alam dan teknologi.Pria kelahiran Maroko
ini hidup pada saat pemerintahan Khalifah Umayyah di Andalusia (Spanyol).

Pada Tahun 852, ibnu Farnas memutuskan untuk melakukan uji coba terbang dari menara
mesjid Mezquita di Cordoba dengan menggunakan semacam saya dari jubah yang disangga
kayu. Saya buatan itu ternyata membuat beliau melayang sebentar di udara. Beliau pun
berhasil mendarat walaupun dengan cedera ringan. Alat yang digunakan Ibnu Farnas inilah
yang kemudian dikenal sebagai parasut pertama di dunia.

Pada tahun 875, Ibnu Firnas merancang dan membuat sebuah mesin terbang yang mampu
membawa manusia. Setelah versi final berhasil dibuat, beliau sengaja mengundang orang-
orang untuk turut menyaksikan penerbangan bersejarahnya di jabal al-‘Arus di kawasan
Rusafa, dekat Cardoba.

5. Al-Jazari (penemu Jam)

Abu al-'Iz Ibn Ismail ibn al-Razaz al-Jazari (1136-1206) adalah seorang Ilmuwan dari Al-Jazira,
Mesopotamia, yang hidup pada abad pertengahan. beliau adalah penulis Kitáb fí ma'rifat al-
hiyal al-handasiyya (Buku Pengetahuan Ilmu Mekanik) tahun 1206, dimana beliau
menjelaskan lima puluh peralatan mekanik berikut instruksi tentang bagaimana cara
merakitnya.

Hanya sedikit yang diketahui tentang Al-Jazari, dan kebanyakan berasal dari perkenalannya
dari buku "Pengetahuan Ilmu Mekanik". Nama Al-Jazari berasal dari tempat kelahirannya, Al-
Jazira, Mesopotamia — nama tradisional Arab untuk wilayah di batian utara Mesopotamia
dan sekarang dikenal sebagai wilayah tenggara Turki.
Seperti ayahnya, beliau mengabdi sebagai kepala insinyur di Istana Artuklu, kediaman dari
Dinasti Artuqid cabang Mardin yang memerintah wilayah timur Anatolia sebagai wilayah
pengikut dari Dinasti Zangid dan selanjutnya Dinasti Ayyubiyyah

6. Al-Kashi (Penemu Pecahan Desimal)

Jamshid al-kashi merupakan salah seorang matematikawan masyhur di dunia islam. Beliau
adalah seorang saintis yang mengembangkan matematika dan astronomi pada jaman
kejayaan dinasti timurid, di samarkand abad ke 14 M. Beliau berjasa mengembangkan ilmu
matematika dan astronomi dengan sederet penemuannya.

Al-Kashi lahir pada 1380 di kashan, sebuah padang pasir disebelah utara wilayah iran tengah.
Beliau hidup peda era kekuasaan timur lenk, pendiri dinsti Timrid yang memenangkan
sederetan pertempuran.

Al-Kashi berhasil melakukan observasi terhadap gerhana bulan di kashan yang terjadi pada 2
juni 1406. Selain itu, pecahan desimal yang digunakan oleh orang-orang cina pada jaman
kuno selama berabad – abad merupakan pecahan yang diciptakan oleh al-kashi. Pecahan
desimal ini merupakan salah satu penemuan besarnya.

Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangang yang menggunakan 10 macam angka dari
0,1, sampai 9. Setelah angka 9, angka berikutnya adalah 1 0, 1 1, dan seterusnya. Sistem
bilangan desimal yang ditemukan oleh Al-Kashi sering dikenal sebagai sistem bilangan
berbasis 10, karena tiap angka desimal menggunakan basis (radix) 10

7. Ibnu Nasr (teori sinus)

Saat masih di bangku sekolah menengah, tentu kita pernah mempelajari istilah sinus dalam
pelajaran matematika. Sinus adalah perbandingan sisi segitiga yang ada didepan sudut
dengan sisi miring. Hukum sinus ternyata dicetuskan oleh seorang matematikawan muslim
pada awal abad ke 11 M.

Penemu teori sinus itu bernama Abu Nasr Mansur Ibnu Ali Ibnu Iraq yang akrab disapa Ibnu
Nashr Mansur. Beliau hidup tahun 960 M. Sampai 1036 M.
Bill Scheppler dalam karyanya berjudul “Al-Biruni: Master Astronomer and Muslim Scholar of
the eleventh century” mengungkapkan bahwa Abu Nasr merupakan seorang ahli
matematika muslim dari persia. Beliau dikenal sebagai penemu hukum sinus, kata Scheppler.

Abu Nasr terlahir di kawasan gilan, persia. Hal itu tercatat dalam “The Regions Of The
World” sebuah buku geografi persia 982 M.

Inilah 101 Ilmuwan dan Tokoh Sains


Muslim Yang Dilupakan Dunia

Allah SWT menurunkan wahyu kepada nabi Muhammad melalui malaikat Jibril
dengan berkata “Iqra!”, pada ayat pertama di dalam Al-Qur’an. Iqra bukan hanya
berarti “bacalah”, namun juga berarti “belajarlah”.

Begitu Maha Segalanya Allah SWT, hingga menurunkan satu kalimat pertama dalam
wahyu-Nya yang ternyata mempunyai arti dan makna yang sangat berguna sekali
bagi kelangsungan kehidupan manusia Bumi dikemudian hari.

*****

Bagaimana mungkin seorang Muhammad membaca? Beliau adalah seorang buta huruf.
Beliau bukan seorang ilmuwan. Beliau bukanlah seorang pengarang. Dan, Al-Qur’an
tidak diwahyukan secara berurutan. Namun sesuai kejadian-kejadian yang dialami oleh
beliau.
Selama diwahyukan, Al-Qur’an tidak diturunkan
berdasarkan ayat demi ayat yang berurutan, selalu acak, beda surah, beda ayat, beda
kota, beda keadaan.

Kemudian dihafalkannya beserta semua sahabatnya agar tidak saling lupa. Namun
ketika tiap ayat di Al-Qur’an yang telah diwahyukan tersebut disusun, ternyata menjadi
beraturan.

Itulah salah satu kitab Ilahi yang sempurna, mukzizat yang tiada duanya karena tidak
hanya dapat dinikmati oleh Rasul dan kaum di zamannya, namun oleh segenap umatnya
hingga akhir zaman (for all mankind).

*****

Di dalam Islam, ada tiga pilar yang harus dikerjakan untuk menjadi manusia yang selalu
bertaqwa dan berbudaya dengan baik. Yaitu, percaya kepada Allah, menggali ilmu
(ilm), dan mencintai sesama manusia.
SCIENCE IS FUN..!

Islam sering kali diberikan gambaran oleh orang-orang dan golongan yang tidak pernah
mengenalnya sebagai agama yang mundur dan memundurkan.

Islam juga dikatakan tidak pernah menggalakkan umatnya untuk menuntut dan
menguasai pelbagai lapangan ilmu pengetahhuan.

Kenyataan dan gambaran yang diberikan itu bukan saja tidak benar tetapi justru
bertentangan dengan hakikat sejarah yang sebenarnya.

Sejarah adalah fakta, dan fakta adalah sejarah. Sejarah telah membuktikan betapa dunia
Islam telah melahirkan banyak golongan sarjana dan ilmuwan yang cukup hebat dalam
berbagai bidang keilmuwan.

Pada masa lalu dan memang sudah ajaran Islam, bahwa jika seseorang menemukan alat
atau apapun yang belum ada manusia yang menciptakannya, maka wajiblah baginya
untuk menyebarkan hasil temuannya itu. Menyebarkannya kepada umat manusia agar
mereka semakin dapat mempermudah pekerjaannya dan menjadikan mereka semakin
bersyukur kepada Allah.

Mereka tidak menuntut satu apapun,


termasuk “hak paten” atau “upeti” lainnya akibat temuannya tersebut.

Dan dari orang-orang baratlah ilmu-ilmu itu kemudian dicuri, lalu dipatenkan atas nama
mereka masing-masing untuk mencari keuntungan. Banyak sekali penemuan-
penemuan dari kebudayaan Islam yang tak tercatat sejarah.

Misalkan, diantaranya adalah keilmuwan dalam bidang falsafah, sains, politik,


kesusasteraan, kemasyarakatan, agama, pengobatan, astronomi dan sebagainya.

Salah satu ciri yang dapat diperhatikan pada para tokoh ilmuwan Islam ialah mereka
tidak sekedar dapat menguasai ilmu tersebut pada usia yang muda, tetapi mereka juga
menguasai keilmuwan tersebut dalam masa yang singkat dan dapat menguasai beberapa
bidang ilmu secara bersamaan.

Inilah 101 Ilmuwan dan Tokoh Sains Muslim Yang Dilupakan Dunia
Abu Bakar Muhammad bin Zakaria ar-Razi / Ar-Razi (Tehran, 864-930)

Meneliti: demam, penyakit cacar, alergi


asma, dan ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi.

Atau dikenali sebagai Rhazes di dunia barat merupakan salah seorang pakar sains Iran
yang hidup antara tahun 864 – 930.

Ar-Razi juga diketahui sebagai ilmuwan serba bisa dan dianggap sebagai salah satu
ilmuwan terbesar dalam Islam.

Ia lahir di Rayy, Teheran pada tahun 251 H./865 dan wafat pada tahun 313 H/925. Ar-
Razi sejak muda telah mempelajari filsafat, kimia, matematika dan kesastraan. Dalam
bidang kedokteran, ia berguru kepada Hunayn bin Ishaq di Baghdad.

Sekembalinya ke Teheran, ia dipercaya untuk memimpin sebuah rumah sakit di Rayy.


Selanjutnya ia juga memimpin Rumah Sakit Muqtadari di Baghdad. Sebagai seorang
dokter utama di rumah sakit di Baghdad, ar-Razi merupakan orang pertama yang
membuat penjelasan seputar penyakit cacar.

Razi diketahui sebagai seorang ilmuwan yang menemukan penyakit “alergi asma”, dan
ilmuwan pertama yang menulis tentang alergi dan imunologi. Pada salah satu
tulisannya, dia menjelaskan timbulnya penyakit Rhintis setelah mencium bunga mawar
pada musim panas.

Razi juga merupakan ilmuwan pertama yang menjelaskan demam sebagai mekanisme
tubuh untuk melindungi diri. Pada bidang farmasi, ar-Razi juga berkontribusi membuat
peralatan seperti tabung, spatula dan mortar. Ar-Razi juga mengembangkan obat-
obatan yang berasal dari merkuri.

Abu Ali Muhammad al-Hassan ibnu al-Haitham atau Ibnu Haitham / Alhazen
(Basra, 965 – Kairo 1039)

Meneliti: sifat cahaya.

Dikenal dalam kalangan cerdik pandai di Barat, dengan nama Alhazen, adalah seorang
ilmuwan Islam yang ahli dalam bidang sains, falak, matematika, geometri, pengobatan,
dan filsafat.

Ia banyak pula melakukan penyelidikan mengenai cahaya dan yang berkaitan


dengannya.

Ia telah memberikan ilham kepada ahli sains dari dunia barat seperti Boger, Bacon, dan
Kepler dalam menciptakan mikroskop serta teleskop. Bidang lain: Physics, Optics,
Mathematics.

Abu Musa Jabir bin Hayyan / Jabir Ibnu Hayyan / Gebert (721-815)

Meneliti: penemu ilmu kimia


Orang-orang Eropa menamakannya Gebert, ia hidup antara tahun 721-815 M.

Dia adalah seorang tokoh Islam yang mempelajari dan mengembangkan dunia Islam
yang pertama. Ilmu tersebut kemudian berkembang dan kita mengenal sebagai ilmu
kimia.

Bidang keahliannya, (dimana dia mengadakan peneltian) adalah bidang : Logika,


Filosofi, Kedokteran, Fisika, Mekanika, dan sebagainya.

Abu Yusuf Yacub Ibnu Ishak Al-Kindi / Al Kindus

Meneliti: Filosofi, Matematika, Logika, Musik,


Ilmu Kedokteran, ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika, fisika, musik,
kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno,

Dalam dunia barat dia dikenal dengan nama Al-Kindus. Memang sudah menjadi
semacam adat kebiasaan orang barat pada masa lalu dengan melatinkan nama-nama
orang terkemuka, sehingga kadang-kadang orang tidak mengetahui apakah orang
tersebut muslim atau bukan.

Tetapi para sejarawan kita sendiri maupun barat mengetahui dari buku-buku yang
ditinggalkan bahwa mereka adalah orang Islam, karena karya orisinil mereka dapat
diketahui dalam bentuk tulisan ilmiah mereka sendiri.

Al Khindi ahli adalah ilmuwan ensiklopedi, pengarang 270 buku, ahli matematika,
fisika, musik, kedokteran, farmasi, geografi, ahli filsafat Arab dan Yunani kuno. Al-
Kindi adalah seorang filosof muslim dan ilmuwan sedang bidang disiplin ilmunya
adalah: Filosofi, Matematika, Logika, Musik, Ilmu Kedokteran.

Abul Hakam Umar bin Abdurrahman bin Ahmad bin Ali Al-Kirmani / Al-
Kirmani (Kordoba, Al-Andalus / abad 12)
Meneliti: geometri, logika dan kedokteran (bedah,
amputansi, kauterisasi).

Adalah cendekiawan besar abad ke-12 dari Kordoba, Al-Andalus. Ia adalah murid dari
Maslamah Al-Majriti.

Ia mempelajari dan berkarya di bidang bidang geometri dan logika. Menurut muridnya
Al-Husain bin Muhammad Al-Husain bin Hayy Al-Tajibi, “tak ada yang sepandai Al-
Kirmani dalam memahami geometri atau jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya yang
tersulit, dan dalam mempertunjukkan seluruh bagian dan bentuknya.”

Ia lalu pindah ke Harran, Al-Jazirah (sekarang terletak di Turki). Disana ia mempelajari


geometri dan kedokteran. Ia lalu kembali ke Al-Andalus dan tinggal di Sarqasta
(Zaragoza). Ia diketahui menjalankan praktik bedah seperti amputasi dan kauterisasi.

Abul Qasim Khalaf ibn al-Abbas az-Zahrawi / El-Zahwari / Az Zahra /


Abulcasis (Zahra, Kordoba, Spanyol / 936-1013)

Meneliti: Al-Tasrif, kedokteran, gigi,


kelahiran anak, bedah, obat-obatan.
Adalah salah satu pakar di bidang kedokteran pada masa Islam abad Pertengahan.

Dia lahir di Madinatuz Zahra’, 936 – 1013 yang dikenal di Barat sebagai Abulcasis.
Karya terkenalnya adalah Al-Tasrif, kumpulan praktik kedokteran yang terdiri atas 30
jilid.

Abul Qasim lahir di Zahra, yang terletak di sekitar Kordoba, kini Spanyol. Di kalangan
bangsa Moor Andalusia, dia dikenal dengan nama “El Zahrawi”.

Ia juga membuat alat bedah/pembedahan , teknik dan jenis pengoperasian,


pengembangan ilmu kedokteran gigi dan operasi gigi serta peralatan bedah gigi.

Al-Qasim adalah dokter kerajaan pada masa Khalifah Al-Hakam II dari kekhalifahan
Umayyah. Al-Tasrif berisi berbagai topik mengenai kedokteran, termasuk di antaranya
tentang gigi dan kelahiran anak.

Buku ini diterjemahkan ke bahasa Latin oleh Gerardo dari Cremona pada abad ke-12,
dan selama lima abad Eropa Pertengahan, buku ini menjadi sumber utama dalam
pengetahuan bidang kedokteran di Eropa. Bidang lain: Surgery, Medicine.

Muhammad ibn Muhammad ibn Mahmud Abu Mansur al-Samarqandi al-


Maturidi al-Hanafi / Abu Mansyur Almaturiddi (Maturidi, Samarqand)

Meneliti: ilmu kalam

Adalah seorang cendekiawan muslim dan ahli di bidang ilmu kalam. Maturidi
dilahirkan di Maturid, dekat Samarqand.

Di bidang ilmu agama, beliau berguru pada Abu Nasr al-`Ayadi and Abu Bakr Ahmad
al-Jawzajani. Ia banyak menulis tentang Mu’tazilah, Qarmati, dan Syiah.

Abu Raihan Al-Biruni (Khawarazmi, Turkmenistan, Persia, 15 September 973 –


13 Desember 1048)
Meneliti: matematika, astronomi (determined
Earth’s circumference), fisika, ensiklopedia, filsafat, sejarah, obat-obatan, farmasi.

Merupakan matematikawan Persia, astronom, fisikawan, sarjana, penulis ensiklopedia,


filsuf, pengembara, sejarawan, ahli farmasi dan guru, yang banyak menyumbang
kepada bidang matematika, filsafat, obat-obatan.

Abu Raihan Al-Biruni dilahirkan di Khawarazmi, Turkmenistan atau Khiva di kawasan


Danau Aral di Asia Tengah yang pada masa itu terletak dalam kekaisaran Persia. Dia
belajar matematika dan pengkajian bintang dari Abu Nashr Mansur.

Abu Raihan Al-Biruni merupakan teman filsuf dan ahli obat-obatan Abu Ali Al-
Hussain Ibn Abdallah Ibn Sina/Ibnu Sina, sejarawan, filsuf, dan pakar etik Ibnu
Miskawaih, di universitas dan pusat sains yang didirikan oleh putera Abu Al Abbas
Ma’mun Khawarazmshah. Dia lahir 15 September 973 dan meninggal 13 Desember
1048. Bidang lain: Astronomy, Mathematics, determined Earth’s circumference.

Muhammad Ibnu Musa Al-Khawarizmi (Iran, 780 – 850)


Meneliti: matematika (Algebra / Algoritma
/ Aritmatika / Aljabar), astronomi dan geografi.

Adalah seorang pakar dalam bidang matematik, astronomi dan geografi dari Iran.

Al-Khawarizmi juga dikenali sebagai bapa Algebra. Orang Eropa menyebutnya dengan
AlGorisma. Nama itu kemudian dipakai orang-orang barat dalam arti kata Aritmatika
atau ilmu hitung.

Mengapa ? Karena dia adalah seorang muslim yang pertama-tama dan ternama dalam
ilmu Matematika dan ilmu hitung.

Bukunya yang terkenal berjudul Al-jabar Wal Muqobalah, kemudian buku tersebut
disalin oleh orang-orang barat dan sampai sekarang ilmu itu kita kenal dengan nama
Al-Jabar.

Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi / Razes (864-930)


Meneliti: Ilmu Kimia (Distilasi, Kalsinasi dan
sebagainya), Medicine, Ophthalmology, Smallpox , Chemistry, Astronomy.

Hidup antara tahun 864-930 dan namanya dilatinkan menjadi Razes. Seorang dokter
klinis yang terbesar pada masa itu dan pernah mengadakan satu penelitian Al-Kimi atau
sekarang lebih terkenal disebut ilmu Kimia.

Di dalam penelitiannya pada waktu itu Muhammad Ibnu Zakaria Al-Razi sudah
menggunakan peralatan khusus dan secara sistimatis hasil karyanya dibukukan,
sehingga orang sekarang tidak sulit mempelajarinya.

Disamping itu Al-Razi telah mengerjakan pula proses kimiawi seperti: Distilasi,
Kalsinasi dan sebagainya dan bukunya tersebut merupakan suatu buku pegangan
Lboratorium Kimia yang pertama di dunia. Bidang lain: Medicine, Ophthalmology,
Smallpox , Chemistry, Astronomy.

Abu Nasir Al-Farabi / Al-Farabius (870-900)

Meneliti: bidang logika, matematika, etika, filosofi, politik, sosiologi, music, sains.

Orang barat menyebutnya dengan ALFARABIUS. Ia hidup tahun antara tahun 870-900
Masehi dan merupakan tokoh Islam yang pertama dalam bidang Logika.
Al Farabi juga mengembangkan dan mempelajari ilmu Fisika, Matematika, Etika,
Filosofi, Politik, dan sebagainya. Bidang lain: Sociology, Logic, Philosophy, Political
Science, Music.

Abul Wafa Muhammad Ibn Muhammad Ibn Yahya Ibn Ismail Buzjani / Abul
Wafa (Buzhgan, Nishapur, Iran / Persia 940 – 997 / 998)

Meneliti: astronomi (pergerakan Bulan),


matematika (trigonometri).

Adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Persia. Pada tahun 959, Abul
Wafa pindah ke Irak, dan mempelajari matematika khususnya trigonometri di sana.

Dia juga mempelajari pergerakan bulan; salah satu kawah di bulan dinamai Abul Wáfa
sesuai dengan namanya.

Salah satu kontribusinya dalam trigonometri adalah mengembangkan fungsi tangen dan
mengembangkan metode untuk menghitung tabel trigonometri.

Abu Ali Al-Husein Ibnu Sina / Ibnu Sina / Syeh Al-Rais / Avicenna (986-1037)
Meneliti: kedokteran, pengobatan (medicine),
fisika, geologi, mineralogi, matematika, astronomi, filsafat, ilmuwan ensiklopedi,
psikologi, penulis kaidah kedokteran modern (dipakai sebagai referensi ilmu
kedokteran barat), menulis buku tentang fungsi organ tubuh, meneliti penyakit TBC,
diabetes dan penyakit yang ditimbulkan oleh efek fikiran.

Atau dikenal dengan nama Avicenna, hidup antara tahun 986-1037 M. Ia adalah
seorang ilmuwan muslim dan Filosof besar pada waktu itu, hingga kepadanya diberikan
julukan Syeh Al-Rais.

Keistimewaannya antara lain pada masa umur 10 tahun sudah hafal Al-Qur`an,
kemudian pada usia 18 tahun sudah mampu menguasai semua ilmu yang ada pada
waktu itu. Bidang keahliannya adalah ilmu Kedokteran, ilmu Fisika, Geologi,
Mineralogi. Juga dibidang Medicine, Philosophy, Mathematics, Astronomy.

Abu Abdullah Muhammad Al-Idrisi / Al-Idrisi (Sicily, Masihi, Ceuta, Spanyol,


1099 – 1166)

Meneliti: geografi.
Merupakan salah seorang pakar sains Islam yang hidup di Sicily. Sumbangan utama
tokoh ini ialah menghasilkan peta bebola perak seberat 400 paun untuk Raja Roger II,
lengkap dengan membagikan dunia kepada 7 iklim, laluan perdagangan, teluk, tasik,
sungai, bandar-bandar besar, bukit dan lembah serta gunung-ganang. Al Idrisi lahir
1099 Masihi di Ceuta, Spanyol dan meninggal pada 1166 Masihi.

Beliau juga mencatatkan jarak dan ketinggian sesuatu tempat dengan tepat. Tokoh
Geografi kurun ke-12 ini kemudiannya menghasilkan buku Nuzhah al Musytaq fi
Ishtiraq al Afaq (Kenikmatan pada Keinginan Untuk Menjelajah Negeri-negeri) atau
Roger’s Book yaitu sebuah ensiklopedia geografi yang mengandungi peta dan informasi
tentang negara Eropa, Afrika dan Asia.

Buku ini mencatatkan perihal masyarakat, budaya, kerajaan dan cuaca negara-negara
yang terdapat di dalam petanya. Beliau penemu garisan lintang dan garisan bujur yang
diperkenalkannya dalam peta yang dihasilkan. Beberapa abad lamanya, Eropa
menggunakan peta Al-Idrisi, dan turut menggunakan hasil kerja ilmuwan ini ialah
Christopher Columbus.

Piri Reis

Meneliti: geografi, peta dunia.

Pencipta peta dunia terlengkap dibuat pada tahun 1513. Para ahli satelit sendiri pun
merasa terkejut dengan model pemetaan yang dibuat oleh tokoh Muslimin ini.

Peta yang dibuat diatas sepotong kulit rusa berukuran 90×65 centimeter itu benar-benar
digambarkan lengkap dan cukup detail.

Bahkan hasil perbandingan dengan pemotretan dari angkasa yang dilakukan


menggunakan satelit saat ini, memiliki bentuk yang sangat mirip.
Mulanya para sejarawan tidak percaya akan bukti keberadaan peta tersebut. Di peta
yang terlihat jelas hanyalah kawasan Laut Timur Tengah. Sementara kawasan lainnya
seperti benua Afrika dan Amerika sama sekali tergambar sangat berbeda.

Barulah setelah gambar hasil pemotretan dari satelit pada zaman modern ini dipadukan
dengan peta kuno karya muslimin bangsa Turki tersebut, ternyata sangat nyata
kebenarannya bahwa gambar yang ditorehkan dalam kulit itu memang sangat detail dan
terperinci!. (klik disini unuk membaca artikel: Ilmuwan Muslim Pencipta Peta Dunia
Pertama)

Ghiyatuddin Abu al-Fatah Omar ibni Ibrahim Al-Nisaburi Khayami / Omar Al-
Khayyám (Nishapur, Iran / Persia, 18 Mei 1048 – 4 Desember 1131)

Meneliti: sastra, matematika, astronomi.

Adalah seorang sastrawan, pemuisi (pembuat puisi), ahli matematik, dan ahli
astronomi. Khayam yang lahir pada 18 Mei 1048 di Nishapur, Iran (Parsi) dan
meninggal 4 Desember 1131 itu mempunyai nama asli Ghiyatuddin Abu al-Fatah
Omar ibni Ibrahim Al-Nisaburi Khayami.

Khayam adalah perkataan pinjaman bahasa Arab yang bermakna “pembuat khemah.”
Beliau paling dikenali kerena himpunan puisinya, Rubaiyat Omar Khayyam. Ia juga
memecahkan persamaan pangkat tiga dan empat melalui kerucut-kerucut yang
merupakan ilmu aljabar tertinggi dalam matematika modern, penyair.

Ibn Al-Nafis Damishqui / Ibnu Nafis (Damaskus, Suriah 1210 – Kairo, Mesir 17
Desember 1288)
Meneliti: kedokteran (peredaran darah, paru-
paru)

Merupakan orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam
tubuh manusia (pada 1242). Penggambaran kontemporer proses ini telah bertahan
hingga kini. Namun, Harvey (1628) dianggap pertama yang menemukannya.

Khususnya, ia merupakan orang pertama yang diketahui telah mendokumentasikan


sirkuit paru-paru.

Secara besar-besaran karyanya tak tercatat sampai ditemukan di Berlin pada 1924. Dia
lahir di Damaskus (kini wilayah Suriah) tahun 1210 dan meninggal di Kairo (kini
wilayah Mesir), 17 Desember 1288 pada umur 77/78 tahun).

Ibnu Khaldun (Tunisia, 27 Mei 1332/732H – 19


Maret 1406/808H)

Meneliti: filsafat, sejarah, sosiologi, ekonomi.

Ibnu Khaldun, lahir 27 Mei 1332/732H, wafat 19 Maret 1406/808H adalah sejarahwan,
pendidik ulung, pendiri filsafat sejarah dan sosiologi.
Ia adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak
pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah
Muqaddimah (Pendahuluan).

Nasir al-Din Tusi / Al Tusi (17 February 1201 –


25 Juni 1274)

Meneliti: Astronomi, filsafat, teologi, Ilm al-Kalam, Islamic Philosophy, Astronomy,


Mathematics, Chemistry, Biology and Medicine, Physics, Non-Euclidean Geometry,
Science.

Al Tusi lahir di Tus, wilayah Khorasan, Iran utara, adalah seorang astronom dan
ilmuwan kawakan yang melakukan penelitian tentang gerakan planet-planet, membuat
model planet (planetarium) jauh sebelum Copernicus.

Ia lahir pada tanggal 17 February 1201 (11 Jamadi al-Ula 597) dan meninggal dunia
pada tanggal 25 Juni 1274, pada umur 73 tahun (18 Dhu’l-Hijjah 672).

Badi Al-Zaman Abullezz Ibn Alrazz Al-Jazari / Ibnu Ismail Al Jazari / Al Jazari

Meneliti: robotika, mekanika, fluida


Ilmuwan Muslim Penemu Konsep Robotika
Modern. Al Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang
kemudian hari dikenal sebagai mesin robot.

Ia dipanggil Al-Jazari karena lahir di Al-Jazira, sebuah wilayah yang terletak di antara
Tigris dan Efrat, Irak. Seperti ayahnya ia mengabdi pada raja-raja Urtuq atau Artuqid
di Diyar Bakir dari 1174 sampai 1200 sebagai ahli teknik.

”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya,
ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah
mesin” (Donald Hill).

Kalimat di atas merupakan komentar Donald Hill, seorang ahli teknik asal Inggris yang
tertarik dengan sejarah teknologi, atas buku karya ahli teknik Muslim yang ternama,
Al-Jazar. Al Jazari merupakan seorang tokoh besar di bidang mekanik dan industri.
Lahir di Al Jazira, yang terletak diantara sisi utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya
antara Sungai tigris dan Efrat. Al-Jazari merupakan ahli teknik yang luar biasa pada
masanya. (baca: Al-Jazari, bapak robotika modern)

Abu Al Zahrawi / ALBUCASIS

Meneliti: medis, kedokteran, ahli tulang, ahli bedah.

Sang Penemu Gips Era Islam. Abu Al


Zahrawi merupakan seorang dokter, ahli bedah, maupun ilmuan yang berasal dari
Andalusia.
Dia merupakan penemu asli dari teknik pengobatan patah tulang dengan menggunakan
gips sebagaimana yang dilakukan pada era modern ini. Sebagai seorang dokter era
kekalifahan, dia sangat berjasa dalam mewariskan ilmu kedokteran yang penting bagi
era modern ini.

Al Zahrawi lahir pada tahun 936 di kota Al Zahra yaitu sebuah kota yang terletak di
dekat Kordoba di Andalusia yang sekarang dikenal dengan negara modern Spanyol di
Eropa.

Kota Al Zahra sendiri dibangun pada tahun 936 Masehi oleh Khalifah Abd Al rahman
Al Nasir III yang berkuasa antara tahun 912 hingga 961 Masehi. Ayah Al Zahrawi
merupakan seorang penguasa kedelapan dari Bani Umayyah di Andalusia yang
bernama Abbas.

Menurut catatan sejarah keluarga ayah Al Zahrawi aslinya dari Madinah yang pindah
ke Andalusia. Al Zahrawi selain termasyhur sebagai dokter yang hebat juga termasyhur
karena sebagai seorang Muslim yang taat.

Dalam buku Historigrafi Islam Kontemporer, seorang penulis dari perpustakaan


Viliyuddin Istanbul Turki menyatakan Al Zahrawi hidup bagaikan seorang sufi.

Kebanyakan dia melakukan pengobatan kepada para pasiennya secara cuma-cuma. Dia
sering kali tidak meminta bayaran kepada para pasiennya. Sebab dia menganggap
melakukan pengobatan kepada para pasiennya merupakan bagian dari amal atau
sedekah. Dia merupakan orang yang begitu pemurah serta baik budi pekertinya.

Selain membuka praktek pribadi, Al Zahrawi juga bekerja sebagai dokter pribadi
Khalifah Al Hakam II yang memerintah Kordoba di Andalusia yang merupakan putra
dari Kalifah Abdurrahman III (An-Nasir). Khalifah Al Hakam II sendiri berkuasa dari
tahun 961 sampai tahun 976.

Dia melakukan perjanjian damai dengan kerajaan Kristen di Iberia utara dan
menggunakan kondisi yang stabil untuk mengembangkan agrikultur melalui
pembangunan irigasi. Selain itu dia juga meningkatkan perkembangan ekonomi dengan
memperluas jalan dan pembangunan pasar. Kehebatan Al Zahrawi sebagai seorang
dokter tak dapat diragukan lagi.

Salah satu sumbangan pemikiran Al Zahrawi yang begitu besar bagi kemajuan
perkembangan ilmu kedokteran modern adalah penggunaan gips bagi penderita patah
tulang maupun geser tulang agar tulang yang patah bisa tersambung kembali.
Sedangkan tulang yang geser, bisa kembali ke tempatnya semula. Tulang yang patah
tersebut digips atau dibalut semacam semen.

Dalam sebuah risalahnya, dia menuliskan, jika terdapat tulang yang bergeser maka
tulang tersebut harus ditarik supaya kembali tempatnya semula. Sedangkan untuk kasus
masalah tulang yang lebih gawat, seperti patah maka harus digips. Untuk menarik
tulang lengan yang bergeser, Al Zahrawi menganjurkan seorang dokter meminta
bantuan dari dua orang asisten. Kedua asisten tersebut bertugas memegangi pasien dari
tarikan.
Kemudian lengan harus diputar ke segala arah setelah lengan yang koyak dibalut
dengan balutan kain panjang atau pembalut yang lebih besar. Sebelum dokter memutar
tulang sendi sang pasian, dokter tersebut harus mengoleskan salep berminyak ke
tangannya. Hal ini juga harus dilakukan oleh para asisten yang ikut membantunya
dalam proses penarikan.

Setelah itu dokter menggerakan tulang sendi pasien dan mendorong tulang tersebut
hingga tulang tersebut kembali ke tempatnya semula. Setelah tulang lengan yang
bergeser tersebut kembali ke tempat semula, dokter harus melekatkan gips pada bagian
tubuh yang tulangnya tadi sudah dikembalikan. Gips tersebut mengandung obat
penahan darah dan memiliki kemampuan menyerap.

Kemudian gips tersebut diolesi dengan putih telur dan dibalut dengan perban secara
ketat. Setelah itu, dengan menggunakan perban yang diikatkan ke lengan, lengan pasien
digantungkan ke leher selama beberapa hari. Sebab jika lengan tidak digantungkan,
maka lengan terasa sakit karena masih lemah kondisinya.

Sesudah kondisi lengan semakin kuat dan membaik, maka gantungan lengan ke leher
dilepaskan. Jika tulang yang bergeser itu sudah benar-benar kembali dalam posisi
semula dengan baik dan sudah tidak terasa begitu sakit lagi, maka buka semua balutan
termasuk gips yang membalut tangan pasien.

Tetapi jika tulang yang bergeser tersebut belum sepenuhnya pulih atau kembali ke
tempat semula secara tepat, maka perban maupun gips yang membalut lengan pasien
harus dibuka. Lalu lengan pasien dibalut lagi dengan gips dan perban yang baru setelah
itu dibiarkan selama beberapa hari hingga lengan pasien benar-benar sembuh total.

Salah satu karya fenomenal Al Zahrawi merupakan Kitab Al-Tasrif. Kitab tersebut
berisi penyiapan aneka obat-obatan yang diperlukan untuk penyembuhan setelah
dilakukannya proses operasi. Dalam penyiapan obat-obatan itu, dia mengenalkan
tehnik sublimasi.

Kitab Al Tasrif sendiri begitu populer dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa
bahasa oleh para penulis. Terjemahan Kitab Al Tasrif pernah diterbitkan pada tahun
1519 dengan judul Liber Theoricae nec non Practicae Alsaharavii.

Salah satu risalah buku tersebut juga diterjemahkan dalam bahasa Ibrani dan Latin oleh
Simone di Genova dan Abraham Indaeus pada abad ke-13. Salinan Kitab Al Tasrif juga
juga diterbitkan di Venice pada tahun 1471 dengan judul Liber Servitoris. Risalah lain
dalam Kitab Al Tasrif juga diterjemahkan dalam bahasa Latin oleh Gerardo van
Cremona di Toledo pada abad ke-12 dengan judul Liber Alsaharavi di Cirurgia.

Dengan demikian kitab karya Al Zahrawi semakin termasyhur di seluruh Eropa. Hal
ini menunjukkan betapa pentingnya karya Al Zahrawi tersebut bagi dunia. Kitabnya
yang mengandung sejumlah diagram dan ilustrasi alat bedah yang digunakan Al
Zahrawi ini menjadi buku wajib mahasiswa kedokteran di berbagai kampus-kampus.

Al Zahrawi menjadi pakar kedokteran yang termasyhur pada zamannya. Bahkan hingga
lima abad setelah dia meninggal, bukunya tetap menjadi buku wajib bagi para dokter
di berbagai belahan dunia. Prinsip-prinsip ilmu pengetahuan kedokterannya masuk
dalam kurikulum jurusan kedokteran di seluruh Eropa.

Abu Uthman Amr ibn Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri / Al Jahiz (Irak, Basra,
781 – Baghdad 869)

Meneliti: biologi, zoologi, evolusi, kuman,


teori evolusi, adaptasi, psikologi binatang.

Ia menulis penelitian tentang ilmu hewan (zoology) pertama kali. Ahli zoologi
terkemuka dari Basra, Irak ini merupakan ilmuwan Muslim pertama yang mencetuskan
teori evolusi. Al-Jahiz lahir di Basra, Irak pada 781 M. Nama aslinya adalah Abu
Uthman Amr ibn Bahr al-Kinani al-Fuqaimi al-Basri.

Pengaruhnya begitu luas di kalangan ahli zoologi Muslim dan Barat. Jhon William
Draper, ahli biologi Barat yang sezaman dengan Charles Darwin pernah berujar, ”Teori
evolusi yang dikembangkan umat Islam lebih jauh dari yang seharusnya kita lakukan.
Para ahli biologi Muslim sampai meneliti berbagai hal tentang an-organik serta
mineral.”

Al-Jahiz lah ahli biologi Muslim yang pertama kali mengembangkan sebuah teori
evolusi. Ilmuwan dari abad ke-9 itu mengungkapkan dampak lingkungan terhadap
kemungkinan seekor binatang untuk tetap bertahan hidup.

Sejarah peradaban Islam mencatat, Al-Jahiz sebagai ahli biologi pertama yang
mengungkapkan teori berjuang untuk tetap hidup (struggle for existence). Untuk dapat
bertahan hidup, papar dia, makhluk hidup harus berjuang, seperti yang pernah
dialaminya semasa hidup.

Beliau dilahirkan dan dibesarkan di keluarga miskin. Meskipun harus berjuang


membantu perekonomian keluarga yang morat-marit dengan menjual ikan, ia tidak
putus sekolah dan rajin berdiskusi di masjid tentang sains. Beliau bersekolah hingga
usia 25 tahun. Di sekolah, Al-Jahiz mempelajari banyak hal, seperti puisi Arab, filsafat
Arab, sejarah Arab dan Persia sebelum Islam, serta Al-Qur’an dan hadist.

Al-Jahiz juga merupakan penganut awal determinisme lingkungan. Menurutnya,


lingkungan dapat menentukan karakteristik fisik penghuni sebuah komunitas tertentu.
Asal muasal beragamnya warna kulit manusia terjadi akibat hasil dari lingkungan
tempat mereka tinggal.

Berkat teori-teori yang begitu cemerlang, Al-Jahiz pun dikenal sebagai ahli biologi
terbesar yang pernah lahir di dunia Islam. Ilmuwan yang amat tersohor di kota Basra,
Irak itu berhasil menuliskan kitab Ritab Al-Haywan (Buku tentang Binatang).

Dalam kitab itu dia menulis tentang kuman, teori evolusi, adaptasi, dan psikologi
binatang. Al-Jahiz pun tercatat sebagai ahli biologi pertama yang mencatat perubahan
hidup burung melalui migrasi.

Tak cuma itu, pada abad ke-9 M. Al-Jahiz sudah mampu menjelaskan metode
memperoleh ammonia dari kotoran binatang melalui penyulingan. Sosok dan pemikiran
Al-Jahiz pun begitu berpengaruh terhadap ilmuwan Persia, Al-Qazwini, dan ilmuwan
Mesir, Al-Damiri.

Karirnya sebagai penulis ia awali dengan menulis artikel. Ketika itu Al-Jahiz masih di
Basra. Sejak itu, ia terus menulis hingga menulis dua ratus buku semasa hidupnya. Pada
abad ke-11, Khatib al-Baghdadi menuduh Al-Jahiz memplagiat sebagian pekerjaannya
dari Kitab al-Hayawan of Aristotle.

Selain al-Hayawan, beliau juga menulis kitab al-Bukhala (Book of Misers or Avarice &
the Avaricious), Kitab al-Bayan wa al-Tabyin (The Book of eloquence and
demonstration), Kitab Moufakharat al Jawari wal Ghilman (The book of dithyramb of
concubines and ephebes), dan Risalat mufakharat al-sudan ‘ala al-bidan (Superiority
Of The Blacks To The Whites). Suatu ketika, pada tahun 816 M ia pindah ke Baghdad.
Al-Jahiz meninggal setelah lima puluh tahun menetap di Baghdad pada tahun 869,
ketika ia berusia 93 tahun.

Ali Ibn Rabban Al-Tabari

Ali Ibn Rabban Al-Tabari (838-870)

Merupakan salah seorang pakar sains Islam yang hidup antara tahun 838 – 870.
Al Ibadi (873)

Seorang pengarang buku tentang anatomi mata, otak dan syaraf optik, permasalahan
pada mata.

Ibnu Fadlan (abad 10)

Membuat daftar koordinat daerah Volga-Caspian (daerah Rusia) dan sosiologi daerah
tersebut.

Ibnu Majid (abad 15)

Pemandu Vasco de Gamma dan menerbitkan buku panduan navigasi bagi pilot dan
pelaut.

Ibnu Batutah

Ibnu Batutah (1369)

Membuat daftar koordinat dan sosiologi wilayah China, Srilangka, India, Byzantium,
Rusia Selatan.

Ibnu Khuradadhbih (abad 9)

Karya geografi tentang kerajaan-kerajaan dan rute perjalanannya dari negeri-negeri


China, Korea dan Jepang.

Imam Hanafi / An Nukman bin Tsabit (700)

Lahir tahun 700 M di Kufah, Irak. Ajarannya dalam ilmu fiqih adalah selalu berpegang
pada Al-Qur’an dan hadis. Beliau tidak menghendaki adanya taklid dan bid’ah yang
tidak ada dasarnya dalam Al Qur’an dan hadis. Dalam menetapkan hukum fiqih beliau
bersumber pada Al Qur’an, hadis, qiyas dan ihtisan.
Imam Maliki / Abu Abdillah Malik bin Annas (716)

Beliau lahir di Madinah tahun 716 M. Beliau merupakan ulama besar di kawasan Arab.
Dalam menetapkan ilmu fiqih, beliau berpedoman pada Al Qur’an, hadis, ijma sahabat,
dan kemaslahatan urf (adat) penduduk Madinah. Buku karangannya diantaranya adalah
Al Muwaththa. Imam Maliki ini adalah guru Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i / Muhammad Ibnu Idris bin Abbas bin Usman Asy Syafi’i (767)

Beliau dilahirkan di Palestina tahun 767 M. Menurut riwayat, beliau telah mahir
membaca dan menulis Arab pada usia 5 tahun. Pada usia 9 tahun, beliau telah hafal Al
Quran 30 juz. Pada usia 10 tahun, beliau sudah menghafal hadist yang terdapat dalam
kitab Al Muwaththa karya Imam Malik.

Di usianya yang 15 tahun, beliau lulus dalam spesialisasi hadist dari gurunya Imam
Sufyan bin Uyaina, sehingga beliau diberi kepercayaan untuk mengajar dan memberi
fatwa kepada masyarakat dan menjadi guru besar di Masjidil Haram, Mekah.

Dalam menetapkan ilmu fiqih, Imam Syafi’i berpedoman pada Al Qur’an, hadis, ijma’
dan qiyas. Buku karangan Imam Syafi’i adalah Ar Risalah dan Al ‘Um. Ajaran Imam
Syafi’i terkenal dengan Mazhab Syafi’i yang banyak dianut oleh umat Islam di
Indonesia, Asia Tenggara, Mesir, Baghdad, dan negara lainnya.

Imam Hambali / Ahmad bin Hambal Asy Syaibani (855)

Beliau lahir di Baghdad tahun 855 M. Ajarannya terkenal dengan nama Mazhab
Hambali. Dalam menetapkan hukum fiqih, Imam Hambali berpedoman pada Al
Qur’an, hadis, dan fatwa para sahabat.

Imam Ghazali / Abu Hamid Muhammad bin Muhammad Al Ghazali (1058)

Beliau lahir di Iran tahun 1058 M. Beliau tokoh yang terkenal dalam bidang ilmu tafsir,
ilmu fiqih, ilmu filsafat, dan ilmu akhlak. Karena keluasan ilmunya, beliau mendapat
gelar Hujjatul Islam. Karya beliau diantaranya adalah Tahafut Al Falasifah, Huluqul
Muslim, dan yang terkenal adalah Ihya’ Ulumuddin.

Al Farazi (790)

Pperintis alat astrolab planisferis yaitu mesin hitung analog pertama, sebagai alat Bantu
astronomi menghitung waktu terbit dan tenggelam serta titik kulminasi matahari dan
bintang serta benda langit lainnya pada waktu tertentu.

Taqiuddin (1565)

Merintis jam mekanis pertama dan alarmnya yang digerakkan dengan pegas.

Abu Muhammad Abdullah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi / Ibn
al-Baitar (Malaga, Spanyol)
Merupakan salah seorang pakar sains Islam yang hidup antara tahun 1200-an, ia
meninggal pada tahun 1248. Lebih dikenali sebagai Ibn al-Baitar, beliau dilahirkan di
Malaga, Spanyol.

Al Ghazali (1111)

Pelopor pembuat klasifikasi fungsi sosial pengetahuan yang dalam perkembangannya


mengarah timbulnya berbagai jenis referensi dan karya bibliografi, ahli ilmu kalam,
ahli tasawuf.

Al Mas’udi

Menerbitkan ensiklopedi geografi yang membahas gempa bumi, formasi geologis, sifat
dasar laut mati, evolusi geologi (jauh sebelum Maghelan dan Weber).

Al Idris (1154)

Ahli peta Bumi, membuat peta bumi dan globe dengan dilengkapi penjelasan
penggunaan kompas.

Yaqut Hawami (1229)

Membuat kamus geografi pertama berdasarkan abjad berisikan nama kota dan tempat
yang dikenal dan berisi informasi akurat mengenai ukuran bumi, zona iklim dan
sifatnya, geografi matematika dan politik.

Abu Al-Nasr Al-Farabi / Al-Pharabius (870 – 950)

Dikenali sebagai Al-Pharabius di dunia barat, ia merupakan salah seorang pakar sains
dan ahli falsafah Islam yang hebat dalam dunia Islam pada kala itu, beliau hidup antara
tahun 870 – 950. Dia berasal dari Farab, Kazakhstan.

Ibnu Abdus Salam (abad 13)

Merumuskan pertama kali tentang hak-hak perlindungan binatang atau konservasi


hewani.

Safiuddin (1294)

Memperkenalkan teori musik.

Al Mawsili (850)

Ahli musik klasik, pengembangan notasi mensural, konsep gloss atau hiasan melodi,
pengembangan rumpun alat musik gesek, kecapi, kelompok gitar, busur gesek pada alat
musik gesek, musik keroncong dan morisko. Oleh muridnya yang menjadi musisi ulung
bernama Ziryab memperkenalkan ke Spanyol pada tahun 822.

Abu Hasan Al Asy’ari (837)


Adalah tokoh ilmuwan muslim dibidang ilmu tauhid. Beliau lahir di Baghdad tahun
873 M. Ajaran Abu Hasan Al Asy’ari dikenal dengan paham Asy’ariah. Adapun ajaran
Asy’ariah yang berkembang sampai saat ini adalah sifat wajib Allah SWT. ada 13
(wujud, qidam, baqa, mukhalafatul lilhawadis, qiyamuhu binafsihi, wahdaniyat, qudrat,
iradat, ilmu, hayat. sama’, bashar dan kalam) ditambah dengan 7 sifat maknawiyah
(qadiran, muridan, ‘aliman, hayyan, sami’an, basiran, mutakalliman), sehingga menjadi
20 sifat wajib bagi Allah SWT.

Nur Al-Din Ibn Ishaq Al-Bitruji / Alpetragius (1204)

Di dunia barat dikenali sebagai Alpetragius, merupakan salah seorang ahli sains Islam.

Muhammad Abduh (Delta Nil, 1849 – Alexandria, 11 Juli 1905 )

Adalah seorang pemikir muslim dari Mesir, dan salah satu penggagas gerakan
modernisme Islam. Beliau belajar tentang filsafat dan logika di Universitas Al-Azhar,
Kairo, dan juga murid dari Jamal al-Din al-Afghani, seorang filsuf dan pembaharu yang
mengusung gerakan Pan-Islamisme untuk menentang penjajahan Eropa di negara-
negara Asia dan Afrika. Muhammad Abduh diasingkan dari Mesir selama enam tahun
pada 1882, karena keterlibatannya dalam Pemberontakan Urabi. Di Libanon, Abduh
sempat giat dalam mengembangkan sistem pendidikan Islam. Pada tahun 1884, ia
pindah ke Paris, dan bersalam al-Afghani menerbitkan jurnal Islam The Firmest Bond.
Salah satu karya Abduh yang terkenal adalah buku berjudul Risalah at-Tawhid yang
diterbitkan pada tahun 1897.

al-Allamah al-Muhaddits al-Faqih az-Zahid al-Wara’ asy-Syaikh Abdul Muhsin


bin Hammad al-’Abbad al-Badr (1937)

Lahir di Zulfa (300 km dari utara Riyadh) pada 3 Ramadan tahun 1353H (10 Desember
1934. Ia adalah salah seorang pengajar di Masjid Nabawi yang mengajarkan kitab-kitab
hadits seperti Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud dan saat ini beliau
masih memberikan pelajaran Sunan Turmudzi. Ia adalah seorang ‘Alim Robbaniy dan
pernah menjabat sebagai wakil mudir (rektor) Universitas Islam Madinah yang waktu
itu rektornya adalah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

Ahmad ibnu Yusuf al-Misri (835 – 912)

Adalah seorang matematikawan, putra dari Yusuf ibnu Ibrahim yang juga seorang
matematikawan. Ahmad ibnu Yusuf lahir di Baghdad, Irak dan kemudian pindah
bersama bapaknya ke Damaskus pada tahun 839. Kemudian ia pindah lagi ke Kairo,
dan dari sini lah namanya mendapat tambahan al-Misri (dari Mesir).

Abu-L ‘Abbas Ahmad ibn Khallikan (1211 – 1282)

Adalah sarjana Muslim Kurdi pada abad ke-13. Karyanya yang paling terkenal adalah
Wafayat al-Ayan (Berita Kematian Laki-laki Ulung) atau lebih dikenal sebagai Kamus
Biografis. Dia lahir Irbil, 22 September 1211 -Damaskus, Suriah dan meninggal 30
Oktober 1282. Menurut Encyclopedia Britannica, ibn Khallikan memilih “bahan
faktual untuk biografinya dengan sangat baik dari sisi pengetahuan akademis” dan buku
ini juga menyebutkan “… ia adalah seorang yang menyumbangkan sumber berharga
untuk karya kontemporer dan berisi petikan dari biografi yang lebih awal yang sudah
tidak lagi ada.” Ia mulai mengerjakan karya ini dari tahun 1256 sampai dengan tahun
1274.

Said Al-Andalusí (Almería, 1029 – Toledo, 1070) “Al-Tulaytuli” (dari Toledo)

Adalah seorang qadi, ilmuwan dan sejarawan Al-Andalus. Karyanya yang terkenal
adalah Tabaqat Al-Umam (Klasifikasi Bangsa-Bangsa), yang banyak dipelajari oleh
para sejarawan. Karyanya yang lain adalah Kumpulan Sejarah Bangsa Arab dan Non-
Arab, dan Koreksi Pergerakan Bintang-Bintang.

Jafar Muhammad bin Musa bin Shakir Banu Musa, (800 – 873)

Adalah seorang astronom dan matematikawan dari Baghdad. Ia bersama kedua


saudaranya (Ahmad Banu Musa dan Hasan Banu Musa) sangat aktif menerjemahkan
berbagai buku sains dari manuskrip Yunani dan Pahlavi ke dalam bahasa Arab pada
masa kekhalifahan Al-Ma’mun.

Mālik ibn Anas bin Malik bin ‘Āmr al-Asbahi atau Malik bin Anas (714 – 800)

Ia lahir di Madinah pada tahun 714 (93 H), dan meninggal pada tahun 800 (179 H). Ia
adalah pakar ilmu fikih dan hadits, serta pendiri Mazhab Maliki.

Yusuf al-Qaradawi (1926 – 2010)

Adalah seorang cendekiawan Muslim yang berasal dari Mesir. Ia dikenal sebagai
seorang Mujtahid pada era modern ini. Selain sebagai seorang Mujtahid ia juga
dipercaya sebagai seorang ketua majelis fatwa. Banyak dari fatwa yang telah
dikeluarkan digunakan sebagai bahan rujukan atas permasalahan yang terjadi. Namun
banyak pula yang mengkritik fatwa-fatwanya. Qaradawi lahir di Shafth Turaab, Kairo,
Mesir, 9 September 1926, umur 84 tahun.

Jalaluddin as-Suyuthi (1445- 1505)

Beliau lahir 1445 (849H) – wafat 1505 (911H), adalah ulama dan cendekiawan muslim
yang hidup pada abad ke-15 di Kairo, Mesir. Beliau pernah berguru pada al Bulqini
sampai wafatnya Al Bulqini, Beliau juga belajar hadits pada Syaikhul Islam Taqiyyudin
al Manaawi. Dalam Kitab beliau yang berjudul Khusnul Muhadlarah beliau
menyebutkan bahwa dari setiap guru yang aku datangi aku mendapatkan lisensi dan
aku menghitungnya sampai sejumlah 150 ijazah dari 150 guru.

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah (1292 – 1350)

Dilahirkan di Damaskus, Suriah pada tanggal 4 Februari 1292, dan meninggal pada 23
September 1350) adalah seorang Imam Sunni, cendekiawan, dan ahli fiqh yang hidup
pada abad ke-13. Ia adalah ahli fiqih bermazhab Hambali. Disamping itu juga seorang
ahli Tafsir, ahli hadits, penghafal Al-Quran, ahli ilmu nahwu, ahli ushul, ahli ilmu
kalam, sekaligus seorang mujtahid.

Muhammad Marmaduke William Pickthall (1875-1936)


Adalah seorang intelektual Muslim Barat, yang terkenal dengan terjemahan Al Qur’an
yang puitis dan akurat dalam bahasa Inggris. Ia merupakan pemeluk agama Kristen
yang kemudian berpindah agama memeluk Islam. Pickthall adalah juga seorang
novelis, yang diakui oleh D.H Lawrence, H.G Wells dan E.M Forster, juga seorang
jurnalis, kepala sekolah serta pemimpin politik dan agama.

Dididik di Harrow, ia terlahir pada keluarga Inggris kelas menengah, yang akar
keluarganya mencapai ksatria terkenal William sang penakluk. Pickthall berkelana ke
banyak negara-negara Timur, mendapat reputasi sebagai ahli masalah Timur Tengah.
Ia menerbitkan terjemahannya atas Al Qur’an (The meaning of the Holy Qur’an), ketika
menjadi pejabat di bawah pemerintahan Nizam dari Hyderabad.

Terjemahannya ini menjadi terjemahan dalam bahasa Inggris pertama yang dilakukan
oleh seorang Muslim dan diakui oleh Universitas Al Azhar (Mesir); terjemahan ini oleh
Times Literary Supplement disebut sebagai sebuah pencapaian penulisan yang besar.
Pickthall dimakamkan di pemakaman Muslim di Brookwood.

Ahmad bin Muhammad Miskawaih, Ibnu Miskawaih (932-1030)

Merupakan filsuf Iran yang menonjol dari Ray, Iran. Ia merupakan tokoh politik yang
aktif selama masa Al-Booye. Pengaruhnya pada filsafat Islam terutama berkaitan
dengan isu etik.

Al-Jāḥiẓ (781 – Desember 868/Januari 869)

Adalah seorang cendekiawan Afrika-Arab yang berasal dari Afrika Timur, (781 –
Desember 868/Januari 869). Ia merupakan sastrawan Arab dan memiliki karya-karya
dalam bidang literatur Arab, biologi, zoologi, sejarah, filsafat, psikologi, Teologi
Mu’taziliyah, dan polemik-polemik politik religi.

Abu Walid Muhammad Ibnu Ahmad / Ibnu Rushd / Ibnu Rushdi / Ibnu Rusyid
/ Ibnu Rusyd / Averroes (Spanyol, 1126 – Maghribi, 1198)

Meneliti: falsafah, perubatan, matematik, teologi, ahli fikah mazhab Maliki, astronomi,
geografi dan sains.

Dia lahir tahun 1126 – Marrakesh, Maroko, dan meninggal di Maghribi 10 Desember
1198, beliau adalah ahli falsafah dari Spanyol (Andalusia) yang paling agung pernah
dilahirkan dalam sejarah Islam.

Adalah ahli falsafah, perubatan, matematik, teologi, ahli fikah mazhab Maliki,
astronomi, geografi dan sains. Pengaruhnya bukan sahaja berkembang luas didunia
Islam, tetapi juga di kalangan masyarakat di Eropah. Di Barat, beliau dikenal sebagai
Averroes dan bapa kepada fahaman sekularisme.

Karya-karya Ibnu Rusyd meliputi bidang filsafat, kedokteran dan fikih dalam bentuk
karangan, ulasan, essai dan resume. Hampir semua karya-karya Ibnu Rusyd
diterjemahkan ke dalam bahasa Latin dan Ibrani (Yahudi) sehingga kemungkinan besar
karya-karya aslinya sudah tidak ada.
Filsafat Ibnu Rusyd ada dua, yaitu filsafat Ibnu Rusyd seperti yang dipahami oleh orang
Eropa pada abad pertengahan; dan filsafat Ibnu Rusyd tentang akidah dan sikap
keberagamaannya. Ibnu Rusyd adalah seorang jenius yang berasal dari Andalusia
dengan pengetahuan ensiklopedik.

Masa hidupnya sebagian besar diberikan untuk mengabdi sebagai “Kadi” (hakim) dan
fisikawan. Di dunia barat, Ibnu Rusyd dikenal sebagai Averroes dan komentator
terbesar atas filsafat Aristoteles yang memengaruhi filsafat Kristen di abad
pertengahan, termasuk pemikir semacam St. Thomas Aquinas. Banyak orang
mendatangi Ibnu Rusyd untuk mengkonsultasikan masalah kedokteran dan masalah
hukum.

Abul Qasim Maslamah bin Ahmad Al-Majriti (Al-Andalus, Madrid, Spanyol,


1008 )

Meneliti: astronomi (kalender Hijriyah, triangulasi, geodesi), kimia, matematika.

Adalah seorang astronom, alkimiawan, matematikawan, dan ulama Arab Islam dari Al-
Andalus (Spanyol yang dikuasai Islam). Abdul Qasim lahir di Madrid dan meninggal
1008 atau 1007 M).

Ia juga ikut serta dalam penerjemahan Planispherium karya Ptolemeus, memperbaiki


terjemahan Almagest, memperbaiki tabel astronomi dari Al-Khwarizmi, menyusun
tabel konversi kalender Persia ke kalender Hijriah, serta mempelopori teknik-teknik
geodesi dan triangulasi. Ia juga ditulis sebagai salah satu penulis Ensiklopedia Ikhwan
As-Shafa, tapi kecil kemungkinan bahwa ia benar-benar salah satu penulisnya.

Abu Nashr Mansur bin Ali (Khwarazm, 970 – 1036)

Meneliti: matematika (hukum sinus).

Ia merupakan matematikawan dari Khwarazm. Ia banyak dikenal untuk penemuannya


tentang hukum sinus.

Abu Nashr Mansur (Khwarazm, Afghanistan)

Meneliti: matematika, astronomi, politik.

Dilahirkan di Khwarazm dari keluarga yang menguasai daerah itu. Ia kemudian


menjadi pangeran dalam iklim politik. Ia merupakan guru Al-Biruni dan juga kolega
penting para matematikawan. Bersama mereka menorehkan karya penemuan besar
dalam matematika dan mendedikasikan karyanya pada orang lain.

Kebanyakan karya Abu Nashr berfokus pada matematika, namun beberapa karyanya
pada astronomi. Dalam matematika, ia memiliki banyak tulisan penting pada
trigonometri, yang dikembangkan dari tulisan Ptolomeus. Ia juga memelihara karya
Menelaus dari Alexandria dan mengerjakan kembali banyak teorema Yunani. Ia
meninggal di daerah yang kini Afganistan dekat kota Ghazna.
Muhammad Asad / Leopold Weissa (Lemberg, Austria-Hongaria, 1900 – Spanyol
1992)

Meneliti: Tafsir ilmu Islam

Adalah seorang cendekiawan muslim, mantan Duta Besar Pakistan untuk Perserikatan
Bangsa Bangsa, dan penulis beberapa buku tentang Islam termasuk salah satu tafsir Al
Qur’an modern yakni The Message of the Qur’an.

Muhammad Asad terlahir sebagai Leopold Weiss pada tahun 1900 di kota Lemberg,
saat itu bagian dari Kekaisaran Austria-Hongaria (sekarang bernama Lviv dan terletak
di Ukraina) dalam lingkungan keluarga Yahudi.

Dia lahir di Lemberg, Austria-Hongaria pada tahun 1900 dan meninggal di Spanyol
pada tahun 1992. Pendidikan agama yang ia enyam selama masa kecil hingga mudanya
menjadikan ia familiar dengan bahasa Aram, Kitab Perjanjian Lama serta teks-teks
maupun tafsir dari Talmud, Mishna, Gemara dan Targum.

Abu Bakar Muhammad bin Yahya bin ash-Shayigh / Ibnu Bajjah / Avempace
(Saragossa, Spanyol, Fes, 1138)

Meneliti: kedokteran, matematika, astronomi, filsafat Islam

Ia merupakan filsuf dan dokter Muslim Andalusia yang dikenal di Barat dengan nama
Latinnya, Avempace. Ia lahir di Saragossa di tempat yang kini bernama Spanyol dan
meninggal di Fez pada 1138.

Pemikirannya memiliki pengaruh yang jelas pada Ibnu Rushdi dan Yang Besar Albert.
Kebanyakan buku dan tulisannya tidak lengkap (atau teratur baik) karena kematiannya
yang cepat. Ia memiliki pengetahuan yang luas pada kedokteran, matematika, dan
astronomi. Sumbangan utamanya pada filsafat Islam ialah gagasannya pada
Fenomenologi Jiwa, namun sayangnya tak lengkap. Ekspresi yang dicintainya ialah
Gharib dan Motivahhed, ekspresi yang diakui dan terkenal dari Gnostik Islam.

Kamaluddin Ad Damiri (1450)

Mengembangkan system taksonomi/ klasifikasi khusus ilmu hewan dan buku tentang
kehidupan hewan.

Abu Bakar Al Baytar (1340)

Pembuat buku tentang kedokteran hewan yang pertama di dunia.

Al Khazini (1121)

Ahli kontruksi, pengarang buku tentang teknik pengukuran (geodesi) dan kontruksi
keseimbangan, kaidah mekanis, hidrostatika, fisika, teori zat padat, sifat-sifat
pengungkit/tuas, teori gaya gravitasi (jauh 900 thn dari Newton)

Al Farghani (870)
pengarang buku tentang pergerakkan benda-benda langit dan ilmu astronomi dan
dipakai oleh Dante jauh kemudian.

Al Razi (abad ke8)

Pengarang kitab Sirr Al Asrar (rahasianya rahasia) tentang penyulingan minyak


mentah, pembuatan ekstrak parfum/minyak wangi (sekarang Perancis yang
terkenal), ekstrak tanaman untuk keperluan obat, pembuatan sabun, kaca warna-warni,
keramik, tinta, bahan celup kain, ekstrak minyak dan lemak, zat warna, bahan-bahan
dari kulit, Mengembangkan penelitian tentang penyakit wanita dan kebidanan, penyakit
keturunan, penyakit mata, penyakit campak dan cacar.

Banu Musa bersaudara (abad ke 9)

Pengarang buku Al Hiyal (buku alat-alat pintar) yang berisikan 100 macam mesin
seperti pengisi tangki air otomatis, kincir air dan system kanal bawah tanah (sekarang
yang terkenal Belanda), teknik pengolahan logam, tambang, lampu tambang, teknik
survei dan pembuatan tambang bawah tanah.

Abul Hasan Ali Al-Masu’di

Merupakan salah seorang pakar sains Islam yang meninggal pada tahun 957. Dilahirkan
di Baghdad, dia juga merupakan seorang ahli sejarah, geografi dan falsafah. Dia pernah
mengembara ke Sepanyol, Rusia, India, Sri Lanka dan China serta menghabiskan
umurnya di Syiria dan Mesir. Dia berasal dari keturunan sahabat Nabi Muhammad,
Abdullah bin Mas’ud. Bukunya Muruj adh-Dhahab wa Ma’adin al-Jawahir (Padang
Emas dan Lombong Manikam) yang ditulis pada 943, merupakan himpunan kisah
perjalanan dan pembelajarannya. Ia menyentuh aspek sosial dan kesusasteraan sejarah,
perbincangan mengenai agama dan penerangan geografi. Dia juga menulis buku Al-
Tanbih wa al-Ashraf, yang merupakan buku terakhirnya

Jabir Ibnu Hayyan (813)

Ahli kimia dengan berbagai eksperimennya, penemu sejumlah perlengkapan alat


laboraturium modern, system penyulingan air, identifikasi alkali, asam, garam,
mengolah asam sulfur, soda api, asam nitrihidrokhlorik pelarut logam dan air raksa
(jauh sebelum Mary Mercurie), pembuat campuran komplek untuk cat. Kontribusi
terbesar Jabir adalah dalam bidang kimia. Keahliannya ini didapatnya dengan ia
berguru pada Barmaki Vizier, di masa pemerintahan Harun Ar-Rasyid di Baghdad. Ia
mengembangkan teknik eksperimentasi sistematis di dalam penelitian kimia, sehingga
setiap eksperimen dapat direproduksi kembali. Jabir menekankan bahwa kuantitas zat
berhubungan dengan reaksi kimia yang terjadi, sehingga dapat dianggap Jabir telah
merintis ditemukannya hukum perbandingan tetap. Kontribusi lainnya antara lain
dalam penyempurnaan proses kristalisasi, distilasi, kalsinasi, sublimasi dan penguapan
serta pengembangan instrumen untuk melakukan proses-proses tersebut.

Abu Bakar Ar Razi (935)


Membagi zat kimia ke dalam kategori mineral, nabati dan hewani (klasifikasi zat kimia)
jauh sebelum Dalton, pembagian fungsi tubuh manusia berdasarkan reaksi kimia
komplek.

Al Majriti (1007)

Membuktikan hukum ketetapan massa (900 tahun sebelum Lavoisier)

Ibnu Thufail (1185)

Dokter, filosof, penulis novel filsafat paling awal Risalah Hayy Ibn Yaqzan kemudian
dijiplak habis-habisan oleh Defoe dengan judul barunya Robinson Crusoe

Ibnu Al Muqaffa (757)

Pengarang kitab Al Hayawan atau kitab tentang Binatang/ Ensiklopedia tentang


Hewan.

Ikhwan Ash Shafa (983)

Pembuat serial pertama dan ensiklopedi pertama (bukanlah Marshall Cavendish seperti
yang diakui sekarang).

Al Khwarizmi (850)

Menemukan logaritma (berasal dari nama Al Khwarizmi) dan aljabar (Al Jabr), ilmu
bumi dengan menyatakan bumi itu bulat sebelum Galileo dengan bukunya Kitab Surah
al Ardh.

Abu Wafa’ (997)

Pengembangan ilmu Trigonometri dan Geometri bola serta penemu table Sinus dan
Tangen, juga penemu variasi dalam gerakan bulan.

Abu’l Hasan Tsabit bin Qurra’ bin Marwan al-Sabi al-Harrani, (826 – 18 Februari
901)

Adalah seorang astronom dan matematikawan dari Arab, dan dikenal pula sebagai
Thebit dalam bahasa Latin. Tsabit lahir di kota Harran, Turki. Tsabit menempuh
pendidikan di Baitul Hikmah di Baghdad atas ajakan Muhammad ibn Musa ibn Shakir.
Tsabit menerjemahkan buku Euclid yang berjudul Elements dan buku Ptolemy yang
berjudul Geograpia.

Al Battani (929)

Ahli astronom terbesar Islam, mengetahui jarak Bumi – Matahari, alat ukur gata
gravitasi, alat ukur garis lintang dan busur bumi pada globe dengan ketelitian sampai 3
desimal, menerangkan bahwa Bumi berputar pada porosnya, dan mengukur keliling
Bumi (jauh sebelum Galileo), ia juga membuat table astronomi dan orbit planet-planet.
Ibnu Al Haytsam (1039)

Pelopor di bidang optik dengan kamus optiknya (Kitab Al Manazhir) jauh sebelum
Roger Bacon, Leonardo da Vinci, Keppler, dan Newton, penemu hukum pemantulan
dan pembiasan cahaya (jauh sebelum Snellius), penemu alat ukur ketinggian bintang
kutub, menerangkan pertambahan ukuran bintang-bintang dekat zenit.

Salman Al Farisi

Pembuat strategi perang kanal, meriam pelontar/tank.

Miqdad bin Amru

Pelopor pembuat pasukan kalveleri/berkuda modern pertama.

Al Nadim (990)

Pada abad ke 10 adalah pelopor pembuat katalog/ensiklopedi kebudayaan pertama.

Ma’mun Ar Rasyid

Yang hidup tahun 815, abad 9 adalah pelopor pendiri perpustakaan umum pertama di
dunia yang dikenal dengan Darul Hikmah di Baghdad.

Nizam Al Mulk (1067)

Plopor pendiri universitas modern pertama di dunia yang dikenal dengan Nizamiyyah
saat itu ditiru sistemnya oleh Oxford University. Inggris.

Al Farabi (950)

Ahli musik dan filsafat Yunani, salah satu karya besarnya dijiplak bebas oleh Thomas
Aquinas.

Ibnu RusydI / Averusy (1198)

Dikenal oleh barat dengan nama Averusy; ahli fisika, ahli bahasa, ahli filsafat Yunani
kuno.

Tsabit bin Qurrah (901)

Penemu pertama teori tentang getaran/trepidasi.

Fakhruddin Razi (1290)

Ahli matematika, ahli fisika, tabib/dokter, filosof, penulis ensiklopedia ilmu


pengetahuan modern.

Al Battani (sekitar 850 – 923)


Adalah seorang ahli astronomi dan matematikawan dari Arab. Al Battani lahir di
Harran dekat Urfa. Salah satu pencapaiannya yang terkenal adalah tentang penentuan
tahun matahari sebagai 365 hari, 5 jam, 46 menit dan 24 detik. Al Battani juga
menemukan sejumlah persamaan trigonometri.

Demikianlah ringkasan artikel yang insyaAllah bermanfaat ini. Semua artikel di dalam
blog ini dengan senang hati bolah disiar-ulangkan ke website atau blog Anda. Kami
hanya berharap Anda dapat mencantumkan sumbernya. Syukron.