Anda di halaman 1dari 3

Rumah Sakit Umum

Kambang ICD 10 : K 29
GASTRITIS TINGKAT KEMAMPUAN : 4a

NO DOKUMEN REVISI HALAMAN


006/KOMDIK/2016 A 1/3
Jl. Kol Amir Hamzah No.53
Sungai Kambang
Ditetapkan oleh Direktur
TANGGAL TERBIT RSU Kambang
PANDUAN
PRAKTEK KLINIS
2 FEBRUARI 2016
dr. Yulhasmida,M.Kes

Gastritis adalah proses inflamasi pada lapisan mukosa dan submukosa


lambung sebagai mekanisme proteksi mukosa apabila terdapat
DEFENISI akumulasi bakteri atau bahan iritan lain. Proses inflamasi dapat bersifat
akut, kronis, difus, atau lokal.
Keluhan
Pasien datang ke dokter karena rasa nyeri dan panas seperti terbakar
pada perut bagian atas. Keluhan mereda atau memburuk bila diikuti
dengan makan, mual, muntah dan kembung.
Faktor Risiko
1. Pola makan yang tidak baik: waktu makan terlambat, jenis makanan
pedas, porsi makan yang besar
2. Sering minum kopi, merokok, dan teh
ANAMNESIS
3. Infeksi bakteri atau parasit
4. Pengunaan obat analgetik (NSAID) dan steroid
5. Usia lanjut
6. Alkoholisme
7. Stress
8. Penyakit lainnya, seperti: penyakit refluks empedu, penyakit
autoimun, HIV/AIDS, Chron disease

Pemeriksaan Fisik Patognomonis


1. Nyeri tekan epigastrium dan bising usus meningkat.
2. Bila terjadi proses inflamasi berat, dapat ditemukan pendarahan
PEMERIKSAAN saluran cerna berupa hematemesis
FISIK 1. dan melena.
2. Biasanya pada pasien dengan gastritis kronis, konjungtiva tampak
anemis.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.


KRITERIA
Untuk diagnosis definitif dilakukan pemeriksaan penunjang.
DIAGNOSIS
Kriteria rawat :
Rumah Sakit Umum
Kambang ICD 10 : K 29
GASTRITIS TINGKAT KEMAMPUAN : 4a

NO DOKUMEN REVISI HALAMAN


006/KOMDIK/2016 A 2/3
Jl. Kol Amir Hamzah No.53
Sungai Kambang

1. Bila 5 hari pengobatan belum ada perbaikan.


2. Terjadi komplikasi.
3. terdapat alarm symptoms
1. Kolesistitis
2. Kolelitiasis
3. Chron disease
DIAGNOSIS 4. Kanker lambung
BANDING 5. Gastroenteritis
6. Limfoma
7. Ulkus peptikum
8. Sarkoidosis dan GERD
Tidak diperlukan, kecuali pada gastritis kronis dengan melakukan
pemeriksaan:
1. Darah rutin.
PEMERIKSAAN 2. Untuk mengetahui infeksi Helicobacter pylori: pemeriksaan
PENUNJANG Urea breath test dan feses.
3. Rontgen dengan barium enema.
4. Endoskopi
1. Usg abdomen bila terdapat diagnosis banding
Terapi diberikan per oral dengan obat, antara lain:
1. H2 Bloker 2x/hari (Ranitidin 150 mg/kali,
2. Famotidin 20 mg/kali,
3. Simetidin 400-800 mg/kali),
TERAPI
4. PPI 2x/hari (Omeprazol 20 mg/kali, Lansoprazol 30 mg/kali),
5. serta Antasida dosis 3 x 500-1000 mg/hari,
6. Bila pemberian PO tidak adequate obat dapat diberikan secara
PE
Menginformasikan kepada pasien untuk menghindari pemicu terjadinya
keluhan, antara lain dengan makan tepat waktu, makan sering dengan
EDUKASI
porsi kecil dan hindari dari makanan yang meningkatkan asam lambung
atau perut kembung seperti kopi, teh, makanan pedas dan kol
Prognosis sangat tergantung pada kondisi pasien saat datang,
PROGNOSIS komplikasi, dan pengobatannya. Umumnya prognosis gastritis adalah
bonam, namun dapat terjadi berulang bila pola hidup tidak berubah.
Rumah Sakit Umum GASTRITIS ICD 10 : K 29
Kambang TINGKAT KEMAMPUAN : 4a
NO DOKUMEN REVISI HALAMAN
006/KOMDIK/2016 A 3/3
Jl. Kol Amir Hamzah No.53
Sungai Kambang

1. Sudoyo, A.W. Setiyohadi, B. Alwi, I. Simadibrata, M. Setiati, S. eds. Buku


KEPUSTAKAAN ajar ilmu penyakit dalam. 4 ed. Vol. III. Jakarta: Pusat Penerbitan
Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI. 2006. (Sudoyo, et al., 2006)