Anda di halaman 1dari 3

BIOPSI KULIT PADA PASIEN FILARIASIS

No. Dokumen :
No. Revisi :
STANDAR Tanggal Terbit :
OPRASIONAL Halaman :
PROSEDUR Kementrian
Kesehatan Republik
Indonesia

I. PENGERTIAN
Biopsi adalah pembedahan untuk mendapatkan jaringan bagi pemeriksaan
mikroskopik yang dilakukan oleh dokter ahli patologi. Hasilnya memastikan
diagnosa dan menjadi dasar bagi pengobatan.
Filariasis (Penyakit Kaki Gajah) adalah penyakit menular yang disebabkan
oleh cacing Filaria yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. Penyakit ini
bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat
menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki,lengan dan alat kelamin
baik perempuan maupun laki-laki.

II. TUJUAN
a. Pelaksanaan biopsi dapat berjalan lancar sesuai dengan prosedur
b. untuk menentukan apakah lesi tersebut ganas atau jinak, dan membedakan
jenis histologisnya.

III. INDIKASI
a. Lesi yang menetap lebih dari 2 minggu tanpa diketahui penyebabnya
b. Ulserasi yang menetap tidak menunjukkan tanda tanda kesembuhan sampai 3
minggu
c. Setiap penonjolan yang dicurigai sebagai suatu neoplasma
d. Lesi tulang yang tidak diidentifikasi setelah pemeriksaan klinis dan radiologis
e. Lesi hiperkeratotik yang menetap

IV. KONTRA INDIKASI


a. Infeksi pada lokasi yang akan dibiopsi (relatif)
b. Gangguan faal hemostasis berat (relatif)
c. Biopsi diluar daerah yang direncanakan akan dieksisi saat operasi
BIOPSI KULIT PADA PASIEN FILARIASIS
No. Dokumen :
No. Revisi :
STANDAR Tanggal Terbit :
OPRASIONAL Halaman :
PROSEDUR Kementrian
Kesehatan Republik
Indonesia

V. PEMILIHAN LESI
1. Hindari daerah trauma, jaringan parut, infeksi sekunder dan daerah yang
telah berubah akibat pengobatan.
2. Lesi yang dipilih merupakan lesi yang telah berkembang sempurna.
3. Pengambilan beberapa bahan pemeriksaan dengan bermacam stadium
perkembangan akan lebih membantu menafsirkan diagnosis.
4. Jaringan patologis diambil bersama jaringan normal yang berbatasan.
5. Bila lesi berupa vesikel atau bula maka lesi tersebut diangkat seluruhnya.

VI. PROSEDUR
1. Persiapan
a. Alat/bahan :
1) Bak instrumen steril berisi :
2) Kapas savlon
3) Deppers
4) Doek steril
5) Tang biopsi
6) Sarung tangan
7) Betadin
8) Pinset
9) Larutan klorin 0,5 %
10) Formalin cairan 10%
11) Obat Anastesi
b. Pasien
1) Jelaskan tujuan dan prosedur tindakan yang akan dilakukan
2) Berikan informed consent
3) Jelaskan posisi pasien
BIOPSI KULIT PADA PASIEN FILARIASIS
No. Dokumen :
No. Revisi :
STANDAR Tanggal Terbit :
OPRASIONAL Halaman :
PROSEDUR Kementrian
Kesehatan Republik
Indonesia

c. Lingkungan
Persiapkan lingkungna yang aman dan nyaman.

2. Pelaksanaan
a. Dekatkan alat-alat kepasien
b. Atur posisi pasien
c. Lakukan cuci tangan dan pakai sarung tangan
d. Lakukan Perawatan luka pada daerah yang akan dilakukan biopsy kulit
e. Melakukan anastesi kepada pasien oleh dokter anastesi
f. Tindakan biopsi dilakukan oleh dokter
g. Ambil dan masukkan jaringan hasil biopsi ke dalam botol kecil yang berisi
cairan formalin 10%
h. Bersihkan bagian luar daerah yang dilakukan biopsi
i. Rapikan pasien
j. Alat-alat dibereskan lalu direndam dalam larutan klorin 0,5% selama 10
menit
k. Lakukan cuci tangan
l. Jelaskan pada pasien tindakan sudah selesai
m. Dokumentasikan

Perhatian :
Botol hasil biopsy diberi label sesuai dengan pasien