Anda di halaman 1dari 28

PROPOSAL TUGAS AKHIR

Rancang Bangun Pesawat Pengintai Tanpa Awak (Fixed Wing)


Menggunakan Ardupilot
Diajukan untuk memenuhi salah satu persyaratan
dalam menyelesaikan Sarjana (S-1) pada Teknik Elektro

oleh :
Muhamad Fachry Sentosa
1157070051

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI

BANDUNG

2019

1
LEMBAR PENGESAHAN PROPOSAL PENELITIAN

Rancang Bangun Pesawat Pengintai Tanpa Awak (Fixed Wing)


Menggunakan Ardupilot
Oleh:
MUHAMAD FACHRY SENTOSA
1157070051

Telah disetujui sebagai Proposal Penelitian


Jurusan Teknik Elektro
Di Bandung, pada tanggal januari 2019

Menyetujui,
Calon Pembimbing II

Calon Pembimbing I

Mengetahui,
Ketua Jurusan Teknik Elektro
Fakultas Sains Dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

1
Edi Mulyana,MT
NIP. 197001062008011025

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Dengan menyebut nama Allah SWT. yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.
Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Sholawat serta salam semoga
tercurah kepada Nabi Muhammad SAW., beserta kepada KeluargaNya, para
sahabatNya hingga kepada umat-umatNya di akhir zaman.

Proposal penelitian ini membahas mengenai “Rancang Bangun Pesawat


Pengintai Tanpa Awak (Fixed Wing) Menggunakan Ardupilot”.
Dalam pelaksanaan penelitian ini beberapa kendala terjadi tetapi Alhamdulillah
bisa teratasi, karena bantuan dari beberapa pihak yang sudah membantu dan
membimbing sehingga terlaksananya kerja praktek ini, dan selesainya laporan ini.
Penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1. Bapak Edi Mulyana, M.T., selaku Ketua Jurusan Teknik Elektro Fakultas
Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung.
2. Bapak Nanang Ismail, M.T., selaku Pembimbing I dalam
penelitian.
3. Ibu Innel Lindra, M.T., selaku Pembimbing II dalam
Penelitian.
4. Bapak Eki Ahmad Zaki Hamidi, MT., selaku Dosen
Pembimbing Akademik yang selalu memberikan
bimbingan, arahan serta motivasi selama perkuliahan.
5. Kedua orang tua tercinta yang telah meberikan dukungan moril serta
materil, sehingga Penulis mampu menyelesaikan semua tugas dan
kewajiban sampai tuntas.

2
6. Sahabat-sahabat dan teman seperjuangan. Terima kasih telah rela berbagi
waktu untuk berdsikusi, dan memecahkan masalah bersama.
7. Serta semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.
8. Penulis menyadari dengan segala kerendahan hati bahwa penyusunan
laporan ini masih terdapat kekurangan. Kritik dan saran sebagai langkah
perbaikan merupakan bentuk penghargaan terhadap karya yang harus terus
ditingkatkan. Meskipun demikian, mudah-mudahan karya ini bermanfaat
bagi pembaca.

Semoga dari penulisan proposal penelitian ini dapat memberi tambahan


pengetahuan bagi pembaca, penulis menerima kritik dan saran jika terdapat
kekurangan.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bandung, Januari 2019

Penulis

3
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.............................................................................................ii
DAFTAR ISI..........................................................................................................iv
DAFTAR GAMBAR..............................................................................................v
DAFTAR TABEL..................................................................................................vi
BAB I PENDAHULUAN.....................................................................................1
1.1 Latar Belakang..........................................................................................1
1.2 Rumusan Masalah.....................................................................................2
1.3 Tujuan Penelitian.......................................................................................2
1.4 Manfaat Penelitian.....................................................................................3
1.5 Batasan masalah........................................................................................3
1.6 State Of The Art.........................................................................................3
1.7 Kerangka Pemikiran..................................................................................5
1.8 Sistematika Penulisan................................................................................6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA...........................................................................8
2.1 UAV...........................................................................................................8
2.2 Konsep Aerodinamika Pesawat.................................................................8
2.3 ArduPilot...................................................................................................8
2.4 Kamera Fvp...............................................................................................9
2.5 Transmiter dan Receiver..........................................................................10
2.6 Servo........................................................................................................11
2.7 Brushless DC Motor (BLDC)..................................................................11
2.8 Lipo Batrai...............................................................................................12
2.9 ESC (Electronic Speed Control)..............................................................13
2.10 Radio Telemetri....................................................................................14
BAB III METODELOGI DAN PENELITIAN................................................15
3.1 Metodologi penelitian..............................................................................15

4
3.2 Studi Literatur..........................................................................................15
3.3 Identifikasi Masalah................................................................................16
3.4 Perancangan.............................................................................................16
3.5 Analisis kebutuhan..................................................................................17
DAFTAR PUSTAKA.............................................................................................1

DAFTAR GAMBA
Gambar 2.1 Kerangka Pemikiran........................................................................5Y
Gambar 2. 1 Ardupilot............................................................................................9
Gambar 2. 2 Fvp camera......................................................................................10
Gambar 2. 3 Transmiter dan Receiver..................................................................10
Gambar 2. 4 Servo................................................................................................11
Gambar 2. 5 brushless DC Motor.........................................................................12
Gambar 2. 6 Lipo batrai........................................................................................13
Gambar 2. 7 ESC..................................................................................................13
Gambar 2. 8 Radio Telemetri................................................................................14
Gambar 3. 1 Bagian tahap penelitian...................................................................15
Gambar 3. 2 Skema sistem yang akan dibuat.......................................................16

5
DAFTAR TABE
Tabel 1.1 Referensi...............................................................................................3Y
Tabel 3. 1 Kebutuhan Hardware dan Software......................................................17

6
7
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pesawat tanpa awak UAV (Unmanned Aerial Vehicle) merupakan jenis


pesawat terbang yang dikendalikan alat sistem kendali jarak jauh lewat
gelombang radio. UAV merupakan sistem tanpa awak (Unmanned System) yaitu
sistem berbasis elektro mekanik yang dapat melakukan misimisi terprogram
dengan karakteristik sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak
jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri, menggunakan hukum
aerodinamika untuk mengangkat dirinya sendiri, bisa digunakan kembali dan
mampu membawa muatan baik senjata maupun muatan lainnya. Penggunaan
terbesar dari pesawat tanpa awak ini adalah dibidang militer. Rudal walaupun
mempunyai kesamaan tapi tetap dianggap berbeda dengan pesawat tanpa awak
UAV (Unmanned Aerial Vehicle) karena rudal tidak bisa digunakan kembali dan
rudal adalah senjata itu sendiri. Pesawat tanpa awak UAV (Unmanned Aerial
Vehicle) memiliki bentuk, ukuran, konfigurasi dan karakter yang bervariasi. [1]

UAV (unmaned aerial vehicle) secara umum dapat diartikan sebuah wahana
udara jenis fixed-wing, rotary-wing, ataupun pesawat yang mampu mengudara
pada jalur yang ditentukan tanpa kendali langsung oleh pilot. Berbagai macam
penggunaan UAV yang sudah dilakukan oleh masyarakat. Aerial photography
untuk pengambilan gambar melalui udara baik foto maupun video menggunakan
UAV.[2]

Pesawat udara adalah sebuah alat yang dibuat yang menggunakan media
udara. Terdiri dari pesawat udara aerodinamis yaitu pesawat udara yang lebih
berat dari udara (HEAVIER THAN AIR) dan pesawat udara aerostatis yaitu
pesawat udara yang lebih ringan dari udara (LIGHTER THAN AIR). pesawat udara
aerodinamis terdiri dari 2 kelompok yaitu pesawat bermotor dan tidak bermotor.
yang bermotor terdiri dari bersayap tetap (FIXED WING) dan sayap putar
(ROTARY WING). Pesawat udara aerodinamis bermotor bersayap tetap terdiri

1
dari pesawat terbang, kapal terbang dan amphibians. Yang bersayap putar terdiri
dari Helicopter dan Gyrocopter. Pesawat udara aerodinamis tidak bermotor hanya
meluncur disebut pesawat jenis (GLIDER), pesawat laying disebut (SAILPLANE)
dan layang-layang. Ada juga pesawat udara aerostatis terdiri dari kapal udara atau
balon udara[3].

Dalam tugas akhir ini desain di pakai adalah desain bentuk Glider. Pesawat
Glider adalah salah satu jenis pesawat terbang yang di desain untuk keperluan
latihan dan olahraga udara. Pesawat ini biasanya tidak dilengkapi dengan mesin
pendorong, sehingga untuk dapat terbang dia harus ditarik dengan kendaraan atau
pesawat terbang bermesin. Namun ada beberapa jenis pesawat glider yang
dilengkapi motor penggerak dalam rangka meningkatkan jangkauan atau bahkan
untuk take-off dan landing. Bahan dari struktur pesawat glider terbuat dari
komponen yang ringan namun memiliki kekuatan serta kekakuan yang tinggi.
Pesawat glider juga dilengkapi dengan alat pendarat serta flight control devices
seperti Rudder, Aileron dan Elevator untuk bermanuver.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan Masalah dalam penelitian Tugas Akhir ini adalah:

1. Bagaimana merancang pesawat tampa awak


2. Bagaimana kinerja sistem sistem auto pilot pada pesawat tampa awak
3. Bagaimana karakteristik aerodinamika dari rancangan pesawat

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian Tugas Akhir ini adalah:

1. Merancang dan membuat pesawat tanpa awak (Fixed Wing) yang dilengkapi
dengan Automatic Navigation GPS Control dan Camera sebagai Alat Bantu
Monitoring melalui udara dengan Live Streaming System
2. Mengetahui kinerja pesawat tanpa awak (Fixed Wing) yang dilengkapi
dengan Automatic Navigation GPS Control dan camera sebagai alat bantu
monitoring melalui udara dengan Live Streaming System.

2
1.4 Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini yang diharapkan adalah:
1. Mendapatkan gambaran terkait proses perancangan awal dari pesawat,
khususnya pesawat terbang tanpa awak.
2. Mendapatkan gambaran terkait beberapa aspek yang mendukung untuk
dapat memperoleh hasil rancangan yang baik.
3. Mengetahui salah satu pemanfaatan teknologi penerbangan yang dapat
dihubungkan dengan cabang ilmu lain tentang pengawasan
lalulintas,bencana alam,dan keamanan.

1.5 Batasan masalah

Batasan masalah dalam penelitian Tugas Akhir ini adalah sebagai berikut:

1. Hanya dapat terbang pada saat cuaca cerah,pesawat ini tidak di rancang
untuk terbang pada saat cuaca sedang hujan atau angin yang terlalu kencang.
2. Jarak terbang tidak terlalu lauh.
3. Tidak dapat terbang di kawasan yang banyak gedung gedung tinggi.

1.6 State Of The Art

State of the art adalah pernyataan yang menunjukkan bahwa penyelesaian


masalah yang diajukan merupakan hal yang berbeda dengan penelitian yang telah
dilakukan oleh peniliti lain. Dalam bagian ini akan diuraikan secara singkat
penelitian sebelumnya yang dapat memperkuat alasan mengapa penelitian ini akan
dilakukan. Adapun state of the art penelitian lainnya dan dijabarkan pada Tabel
1.1.

Tabel 1.1 Referensi

JUDUL PENELITI TAHUN


Rancang Bangun Wahana Hardy Samuel 2015
Pesawat Tanpa Awak (Fixed Saroinsong
Wing) berbasis ardupilot

3
Rancang bangun Quad Copter M. Yusuf Tamtomi 2016
Dilengkapi Dengan
Automatic Navigation GPS
Control Dan Camera Stabilizer
Sebagai Alat Bantu Monitoring
Lalu lintas Dengan Live
Streaming System
Single Propeller Drone Mohammad Giffari Anta 2016
(Singrone): Inovasi Rancang Pradana
Bangun Drone Single Propeller
Sebagai Wahana
Pemetaan Lahan Berbasis
Unmaned Aerial Vehicle (Uav)
Perancangan awal UAV Flying Dede Satria Maulana 2018
wingS774-M
Untuk Misi Pemantauan
Aktivitas Gunung Merapi

Penelitian dengan judul “Rancang Bangun Wahana Pesawat Tanpa Awak


(Fixed Wing)”, peneliti melakukan suatu perancangan pesawat tanpa awak
dengan model fixedwing dan modul GPS untuk mendapatkan lokasi dan letak
koordinat. Yang kurang dari penelitian ini adalah drone tersebut tidak memiliki
kamera untuk memantau keadaan sekitar [1].

Literatur kedua dengan judul “Rancang bangun Quad Copter Dilengkapi


Dengan Automatic Navigation GPS Control Dan Camera Stabilizer Sebagai Alat
Bantu Monitoring Lalu lintas Dengan Live Streaming System”. Peneliti melakukan
perancangan pesawat dengan sistem vertical takeoff and landing (VTOL) berbasis
video sender untuk memantau kondisi di udara secara realtime. Dalam penelitian
ini, peneliti menggunakan drone quadcopter untuk tujuan khusus sebagai alat

4
bantu monitoring lalu lintas dengan live streaming system dan Camera Stabilizer
[2].
Literatur ke tiga dengan judul “Single Propeller Drone (Singrone): Inovasi
Rancang Bangun Drone Single Propeller Sebagai Wahana Pemetaan Lahan
Berbasis Unmaned Aerial Vehicle (Uav)” Penelitian ini mencoba untuk membuat
drone hanya dengan menggunakan satu buah propeller. Kebanyakan drone yang
beredar di pasaran adalah drone dengan tipe tricopter, quad copter, heksa copter,
okta copter dan sebagainya. Namun penggunaan drone atau pesawat tanpa awak
dengan menggunakan banyak propeller merupakan salah satu masalah
penggunaan drone. Semakin banyak propeller yang digunakan, maka durasi
terbang drone di udara juga akan semakin berkurang. Karena baterai yang
digunakan oleh wahana tersebut banyak digunakan untuk mensupali propeller
agar dapat berputar [4].

Literatur keempat yang berjudul “Perancangan awal UAV Flying wingS774-


M Untuk Misi Pemantauan Aktivitas Gunung Merapi”, di sini peneliti melakukan
perancangan Pesawat terbang tanpa awak dengan jenis Flying wing yang
memiliki misi terbang khusus untuk pemantauan mulut kawah Gunung Merapi
demi menghasilkan data yang lebih lengkap dan akurat tentang aktifitas Gunung
Merapi. Perancangan Pesawat Terbang Tanpa Awak yang memiliki misi khusus ini
akan mempertimbangkan beberapa hal khusus juga contohnya jarak dan posisi
muluh kawah Gunung Merapi, Tinggi Puncak Gunung Merapi, arah dan
kecepatan angin lokal yang ada disekitar Gunung Merapi, keadaan pemukiman
sekitar area operasi, dan yang lainnya [5].

Bedasarkan studi literatur penelitian – penelitian sebelumnya, penulis


mencoba melakukan penelitian yang “Rancang Bangun Pesawat Pengintai Tanpa
Awak (Fixed Wing) Menggunakan Ardupilot” penulis akan membuat wahana
pesawat tanpa awak fixed wing yang hanya memerlukan satu buah propeller dan
menggunakan ardupilot sebagai komponen utama yang di lengkapi degan GPS,
FVP camera dan auto pilot untuk memantau keadaan melaluli udara.

5
1.7 Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran adalah narasi (uraian) atau pernyataan (proposisi)


tentang kerangka konsep pemecahan masalah yang telah diidentifikasi atau
dirumuskan. Kerangka berpikir atau kerangka pemikiran dalam sebuah penelitian
kuantitatif, sangat menentukan kejelasan dan validitas proses penelitian secara
keseluruhan. Melalui uraian dalam kerangka berpikir, peneliti dapat menjelaskan
secara komprehensif variabel-variabel apa saja yang diteliti dan dari teori apa
variabel-variabel itu diturunkan, serta mengapa variabel-variabel itu saja yang
diteliti. Adapun kerangka pemikiran dari penelitian ini yang dijabarkan pada
Gambar 1.1.

Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran

6
1.8 Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan Proposal Tugas Akhir ini memiliki sistematika


penulisan dengan jumlah 6 bab dimana setiap bab mempunyai isi masing-masing.
Berikut ini adalah penjabaran isi dari setiap bab:

BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah,
tujuan penelitian, manfaat penelitian, posisi penelitian, kerangka pemikiran serta
sistematika tugas akhir.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


Bab ini membahas mengenai berbagai macam landasan teori yang berkaitan
dengan sistem yang dibuat penulis. Seperti instalasi pengolahan air, sistem
SCADA, dan PLC.

BAB III METODE PENELITIAN


Bab ini berisi tahapan-tahapan dalam penelitian yang coba untuk digunakan
sehingga dapat mempermudah dalam proses penelitian tersebut.

7
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 UAV
Pesawat tanpa awak UAV (Unmanned Aerial Vehicle) merupakan jenis
pesawat terbang yang dikendalikan alat sistem kendali jarak jauh lewat
gelombang radio. UAV merupakan sistem tanpa awak (Unmanned System) yaitu
sistem berbasis elektro mekanik yang dapat melakukan misimisi terprogram
dengan karakteristik sebuah mesin terbang yang berfungsi dengan kendali jarak
jauh oleh pilot atau mampu mengendalikan dirinya sendiri, UAV dapat
dikendalikan manual melalui radio kontrol atau secara otomatis dengan mengolah
data pada sensor[6].

2.2 Konsep Aerodinamika Pesawat


Pada prinsipnya, pada saat pesawat mengudara, terdapat 4 gaya utama yang
bekerja pada pesawat, yakni gaya dorong (thrust T), hambat (drag D), angkat (lift
L), dan berat pesawat (weight W). Pada saat pesawat sedang menjelajah (cruise)
pada kecepatan danketinggian konstan, ke-4 gaya tersebut berada dalam
kesetimbangan: T = D dan L = W.Sedangkan pada saat pesawat take off dan
landing, terjadi akselerasi dan deselerasi yang dapat dijelaskan menggunakan
Hukum II Newton (total gaya adalah sama dengan massadikalikan dengan
percepatan). Pada saat take off, pesawat mengalami akselerasi dalam arah
horizontal dan vertical [1].

2.3 Wing/Sayap
Kajian mengenai konfigurasi sayap pada pesawat Fixed Flying bias
dibilang menjadi kajian yang membahas seluruh pesawat itu sendiri, karena bagia
terbesar dari jenis pesawat ini adalah sayapnya. Pembahasan mengenai sayap
terbagi dalam 2 bagian, yakni bentuk dan posisi. Bentuk sayap yang menjadi
pilihan memiliki bermacam-macam bentuk dan mempunyai kekurangan serta

8
kelebihan masing masing. Gambar beberapa bentuk sayap dapat di lihat pada
gambar 2.1.

Gambar 2. 1
2.4 ArduPilot
ArduPilot adalah perangkat kontroler robotika Open Source yang cukup
banyak dikenal. APM 2.8 banyak digunakan untuk robotika permukaan (mobil,
tank dll), juga pesawat dan helikopter (quadcopter, hexacopter dll).Inti dari
ArduPilot adalah APM Board. Dengan Processor, Memori dan Port IO, APM
Board dapat diset secara khusus untuk mengontrol robot darat, pesawat atau
copters menggunakan firmware tertentu yang diupload ke APM Board.
Dilengkapi dengan GPS Module (eksternal) dan modul kompas onboard,
sebenarnya APM Board telah memiliki semua parameter yang diperlukan / sensor
untuk mengetahui status dari pesawat yaitu lokasi (koordinat), X, Y, Z sumbu
tatus s dan kecepatan pesawat, maka ArduPilot dapat mengirimkan perintah ke
servo. Dengan demikian kita dapat memanfaatkan keunggulan AutoPilot APM 2.8
yaitu terbang dengan Stabilized Mode dan Preprogrammed WayPoint [7].Gambar
ardupilot dapat di lihat pada gambar 2.2

9
Gambar 2. 2 Ardupilot

(sumber : ardupilot.co.uk)
2.5 Kamera Fvp
Kamera FVP dipasang pada drone untuk mengirim video real-time
menggunakan pemancar video. Kamera FPV memungkinkan untuk melihat di
mana drone terbang dan apa yang dilihatnya seolah-olah itu memiliki matanya
sendiri. Bergantung pada drone, pemancar FPV akan mengirimkan sinyal video
langsung ke layar Remote Control, monitor, smartphone, tablet atau kacamata
FPV. Kamera FPV memungkinkan untuk terbang lebih tinggi dan lebih jauh
dengan jarak terbang hingga 5 kilometer jauhnya menggunakan teknologi FPV.
Drone militer atau drone high-end besar dapat terbang hingga ratusan kilometer
menggunakan teknologi FPV[8]. Kamera fvp dapat dilihat pada gambar 2.2

10
Gambar 2. 3 Fvp camera

(Sumber : electronicsforu.com)

2.6 Transmiter dan Receiver


Transmitter (pemancar). Tersambung dengan frekuensi yang sama kepada
unit yang kecil dan biasa disebut sebagai receiver yang nantinya di pasang pada
pesawat model itu sendiri. Receiver tersebut nantinya tersambung dengan servo-
servo penggerak sistem kendali pesawat model. Transmitter radio kontrol paling
dasar adalah yang memiliki 2-3 channel Pesawat model 3-channel adalah yang
terbaik untuk pemula, yaitu yang memiliki 3 fungsi yang dapat dikendalikan oleh
radio, yaitu kecepatan (throttle), elevasi (elevator), dan "yaw" (rudder)[1].
Gambar Transmiter dan Receiver dapat dilihat pada gambar 2.3

Gambar 2. 4 Transmiter dan Receiver

11
(Sumber : RcMoment.com)

2.7 Servo
Servo adalah sebuah perangkat atau aktuator putar (motor) yang dirancang
dengan sistem kontrol umpan balik loop tertutup (servo), sehingga dapat di set-up
atau di atur untuk menentukan dan memastikan posisi sudut dari poros output
motor. motor servo merupakan perangkat yang terdiri dari motor DC, serangkaian
gear, rangkaian kontrol dan potensiometer. Serangkaian gear yang melekat pada
poros motor DC akan memperlambat putaran poros dan meningkatkan torsi motor
servo, sedangkan potensiometer dengan perubahan resistansinya saat motor
berputar berfungsi sebagai penentu batas posisi putaran poros motor servo[9].

Gambar 2. 5 Servo

(Sumber : PotentialLabs.com)

2.8 Brushless DC Motor (BLDC)


BLDC motor atau dapat disebut juga dengan BLAC motor merupakan motor
listrik synchronous AC 3 fasa. Seperti terlihat pada Didandingkan dengan motor
DC, BLDC memiliki biaya perawatan yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih
tinggi akibat tidak digunakannya brush. Dibandingkan dengan motor induksi,
BLDC memiliki efisiensi yang lebih tinggi karena rotor dan torsi awal yang lebih
tinggi karena rotor terbuat dari magnet permanen. Walaupun memiliki kelebihan
dibandingkan dengan motor DC dan induksi, pengendalian BLDC jauh lebih
rumit untuk kecepatan dan torsi yang konstan karena tidak adanya brush yang
menunjang proses komutasi. Walaupun merupakan motor listrik synchronous AC
3 fasa, motor ini tetap disebut dengan BLDC karena pada implementasinya BLDC
menggunakan sumber DC sebagai sumber energi utama yang kemudian diubah

12
menjadi tegangan AC dengan menggunakan inverter 3 fasa. Tujuan dari
pemberian tegangan AC 3 fasa pada stator BLDC adalah menciptakan medan
magnet putar stator untuk menarik magnet rotor[9]. Untuk gambar Brushless DC
Motor dapat dilihat pada gambar 2.5

Gambar 2. 6 brushless DC Motor

(Sumber : kdedirect.com)

2.9 Lipo Batrai


Baterai Lithium Polimer atau biasa disebut dengan Lipo merupakan salah
satu jenis baterai yang sering digunakan dalam dunia Robotika. Baterai LiPo tidak
menggunakan cairan sebagai elektrolit melainkan menggunakan elektrolit polimer
kering yang berbentuk seperti lapisan plastik film tipis. Lapisan film ini disusun
berlapis-lapis diantara anoda dan katoda yang mengakibatkan pertukaran ion.
Dengan metode ini baterai LiPo dapat dibuat dalam berbagai bentuk dan ukuran.
Boleh dibilang hampir semua baterai jenis LiPo yang beredar diluar sekarang ini
sebenarnya adalah jenis Hybrid Lithium Polymer. Nama yang biasa digunakan
untuk baterai ini adalah Lithium-ion Polymer, namun dunia lebih sering
menyebutnya dengan Lithium Polymer saja [9]. Gambar lipo batrai dapat di lihat
pada gambar 2.6

13
Gambar 2. 7 Lipo batrai

(Sumber : Hobbyking.com)

2.10 ESC (Electronic Speed Control)


ESC atau disebut juga Electronic Speed Control adalah driver penggerak
untuk jenis motor brushless, biasanya digunakan pada bidang aeronautical atau
RC. Untuk melakukan interface dengan ESC, caranya cukup mudah, yaitu dengan
memberikan pulsa pada pin input ESC yang akan berpengaruh pada kecepatan
motor brushless[9]. Gambar ESC dapat dilihat pada gambar 2.7

Gambar 2. 8 ESC

(Sumber : Robotistan.com)

14
2.11 Radio Telemetri
Radio telemetri adalah sebuah alat yang berfungsi sebagai pengiriman dan
penerima data jarak jauh secara realtime untuk menunjukan keadaan pesawat
ketika terbang. Radio telemetri terdiri dari 2 power module yaitu air module yang
berada pada pesawat dan ground module yang terletak pada ground station
(laptop). Telemetri sendiri akan dapat bekerja pada laptop ketika di laptop tersebut
sudah memiliki driver untuk telemetri tersebut [10]. Radio telemetri dapat dilihat
pada Gambar 2.7

Gambar 2. 9 Radio Telemetri


(Sumber : dhgate.com)

15
BAB III
METODELOGI DAN PENELITIAN
3.1 Metodologi penelitian
Metodologi Penelitian yang digunakan pada penelitian ini dapat di lihat pada
Gambar 3.1

tahapan, tahapan-tahapan penelitian yang dapat dilihat pada Gambar 3.1

Gambar 3. 1 Bagian tahap penelitian

3.2 Studi Literatur


Studi literatur adalah kegiatan yang berkaitan dengan penelitian yang akan
dilakukan. Literatur dan jurnal-jurnal ilmiah diambil dari penelitian-penelitian
sebelumnya. Literatur yang diambil dari penelitian sebelumnya mengenai
Rancang Bangun wahana pesawat tanpa awak (Fixed Wing) menggunakan
Ardupilot.

16
3.3 Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah adalah sejumlah persoalan yang muncul kemudian
rencana menyelesaikan permasalahan tersebut. Pada penelitian ini masalah yang
timbul adalah bagaimana menerapkan Sistem pengintaian melalui udara. Adapun
penjabaran lengkap mengenai identifikasi masalah dalam penelitian ini terdapat
pada bagian perumusan masalah.

3.4 Perancangan
Perancangan komponen pesawat tanpa awak Untuk mempermudah
perancangan perangkat lunak pengontrolan pesawat terlebih dahulu dibuat
perancangan komponen sistem auto untuk menjabarkan alur kerja sistem pada
pesawat uav. Berdasarkan gambar 3.2 menunjukkan dimana sistem alur pesawat
saat menerima perintah dari remote kontrol, dibaca pengontrol dan diteruskan ke
aktuator.

Gambar 3. 2 Skema sistem yang akan dibuat

17
3.5 Analisis kebutuhan
Dalam penelitian ini pada tahap awal, terlebih dahulu akan menganalisis
kebutuhan apa saja yang diperlukan untuk membuat Pesawat Pengintai Tanpa
Awak (Fixed Wing) Kebutuhan tersebut bisa berupa studi literatur dan lain-lain.
Dalam penelitian ini tentunya dibutuhkan komponen penyusun serta perangkat
yang diperlukan untuk menunjang penelitian ini, seperti pada Tabel 3.1.

Kebutuhan
Hardware Software
Ardupilot module Ardupilot
Kamera FVP Firmwares
Transmiter dan receiver
Servo
Smartphone
ESC
Radio telementri
Brushless DC motor
Propeller
Lipo Batrai
Laptop
PVC Foam

Tabel 3. 1 Kebutuhan Hardware dan Software

18
DAFTAR PUSTAKA

[1] H. S. Saroinsong et al., “Rancang Bangun Wahana Pesawat Tanpa Awak


(Fixed Wing) Berbasis Ardupilot,” J. Tek. Elektro dan Komput., vol. 7, no.
1, pp. 73–84, 2018.

[2] “Fakultas teknik universitas negeri yogyakarta praktek,” Rancang Bangun


Quadcopter Dilengkapi Dengan Autom. Navig. Gps Control Dan Camera
Stab. Sebagai Alat Bantu Monit. Lalu Lintas Dengan Live Streaming Syst.,
pp. 0–4, 2015.

[3] “Fixed-wing aircraft - Wikiversity.” [Online]. Available:


https://en.wikiversity.org/wiki/Fixed-wing_aircraft. [Accessed: 14-Jan-
2019].

[4] M. G. A. Pradana, R. Prasakti, S. B. Worsito, and N. Fajaryati, “Single


Propeller Drone (Singrone): Inovasi Rancang Bangun Drone Single
Propeller Sebagai Wahana Pemetaan Lahan Berbasis Unmaned Aerial
Vehicle (UAV),” J. Electron. Informatics, Vocat. Educ., vol. 1, no.
November, pp. 1–6, 2016.

[5] Dede Satria Maulana, “Perancangan Awal Uav Flying Wing S774-M Untuk
Misi Pemantauan Aktivitas Gunung Merapi,” 2018.

[6] “Unmanned Aerial Vehicle (UAV), Pengertian UAV dan Jenis UAV.”
[Online]. Available: http://zonaelektro.net/unmanned-aerial-vehicle-uav/.
[Accessed: 27-Dec-2018].

[7] “Plane Home — Plane documentation.” [Online]. Available:


http://ardupilot.org/plane/index.html. [Accessed: 25-Dec-2018].

[8] “What Is FPV Camera Technology In Drones And Best Uses | DroneZon.”
[Online]. Available: https://www.dronezon.com/learn-about-drones-
quadcopters/what-is-fpv-camera-fov-tvl-cmos-ccd-technology-in-drones/.

1
[9] M. Y. Tamtomi, S. R. Sulistiyanti, and M. Komarudin, “Rancang Bangun
Wahana Udara Tanpa Awak VTOL-UAV Sebagai Wahana Identifikasi Dini
Kondisi Udara Berbasis Video Sender,” Electr. – J. Rekayasa dan Teknol.
Elektro Ranc., vol. 10, no. 3, p. 201, 2016.

[10] Quest UAV, “Fixed Wing UAV,” Surv. Pro., 2016.