Anda di halaman 1dari 67

Standar Nasional Indonesia

SNI 01- 3554-2006
Cara uji air minum dalam kemasan
ICS 67.160.20
Badan Standardisasi Nasional

SNI 01-3554-2006
i
Daftar isi
Daftar
isi ......................................................................................................................
.. i
Prakata .............................................................................................................
............. ii
1 Ruang
lingkup ......................................................................................................... 1
2 Cara
uji ....................................................................................................................
1
2.1 Persiapan
contoh .................................................................................................. 1
2.2
Keadaan ...........................................................................................................
.... 1
2.3 pH (metode
elektrometri) ...................................................................................... 2
2.4 Kekeruhan (metode
nephelometri) ........................................................................ 3
2.5 Zat yang terlarut (metode
gravimetri) .................................................................... 4
2.6 Zat organik (angka
KMnO4) .................................................................................. 5
2.7 Total organik
karbon ............................................................................................. 8
2.8 Nitrat (metode
spektrofotometri) ........................................................................... 10
2.9 Nitrit (metode
spektrofotometri) ............................................................................ 11
2.10 Amonium (metode
spektrofotometri) .................................................................... 13
2.11 Sulfat (metode
spektrofotometri) ......................................................................... 14
2.12 Klorida (metode
titrasi) ........................................................................................ 15
2.13 Fluorida (metode
spektrofotometri) ..................................................................... 16

2.14 Sianida (metode
spektrofotometri) ...................................................................... 17
2.15 Besi
(Fe) ............................................................................................................. 20
2.16
Mangan .............................................................................................................
.. 22
2.17 Klor bebas (metode
spektrofotometri) ................................................................. 24
2.18 Kromium
(Cr) ...................................................................................................... 25
2.19 Barium
(Ba) ........................................................................................................ 27
2.20 Boron
(B) ............................................................................................................ 29
2.21 Selenium
(Se) ..................................................................................................... 31
2.22 Cemaran
logam .................................................................................................. 33
2.23 Cemaran Arsen
(As) ........................................................................................... 42
2.24 Cemaran
mikroba ............................................................................................... 44
Bibliografi..........................................................................................................
.............. 51
SNI 01-3554-2006
ii
Prakata
Standar Nasional Indonesia (SNI) Cara uji air minum dalam kemasan (AMDK)
ini merupakan
revisi SNI 01-3554-1998, Cara uji air minum dalam kemasan. Maksud dan
tujuan
penyusunan standar ini adalah sebagai acuan dalam menguji air minum
dalam kemasan.
Standar ini disusun oleh Panitia Teknis Makanan dan Minuman telah
dibahas dalam rapat
konsensus di Jakarta pada tanggal 9 Desember 2004. Hadir dalam rapat
tersebut wakil-wakil
dari produsen, konsumen, lembaga ilmu pengetahuan & teknologi
laboratorium penguji dan
instansi terkait.
SNI 01-3554-2006
1 dari 51
Cara uji air minum dalam kemasan
1 Ruang lingkup
Standar ini menetapkan cara uji untuk air minum dalam kemasan.
2 Cara uji
2.1 Persiapan contoh

Homogenkan contoh dengan cara mengocok, membolak-balikkan kemasan
ke atas dan ke
bawah
2.2 Keadaan
2.2.1 Bau dan rasa
2.2.1.1 Prinsip
Tidak menunjukkan bau dan rasa yang tidak normal.
2.2.1.2 Cara kerja
Diuji secara organoleptik
2.2.2 Warna
2.2.2.1 Prinsip
Pemeriksaan warna ditentukan dengan membandingkan warna contoh
dengan larutan
standar warna yang dilakukan dalam metode ini dengan larutan platina
kobalt (Pt-Co).
2.2.2.2 Peralatan
- tabung nesler 50 ml;
- gelas ukur 100 ml;
- buret 10 ml, terkalibrasi;
- labu ukur 50 ml, terkalibrasi;
- labu erlenmeyer 100 ml.
2.2.2.3 Pereaksi
Larutan standar
Larutkan 1,246 g kalium kloroplatinat, K2PtC16 (ekuivalen dengan 500 mg
logam platina) dan
1,00 g kobalt klorida, COCl2.6H20 (ekuivalen dengan 250 mg kobalt) dalam
air suling dan
100 ml HCl pekat, encerkan menjadi 1000 ml dengan air suling. Larutan
standar tersebut
mempunyai skala warna 500 unit.
2.2.2.4 Persiapan contoh
a. Contoh uji disaring dengan kertas saring berpori 0,45 μm, dan
dimasukkan ke dalam
Erlenmeyer.
SNI 01-3554-2006
2 dari 51
b. Contoh siap diuji.
2.2.2.5 Cara kerja
Bandingkan warna contoh dengan warna standar dalam tabung Nesler 50
ml dengan melihat
vertikal lurus tabung yang diberi alas warna putih. Jika warna contoh lebih
dari 70 unit,
encerkan contoh dengan air suling dalam bagian yang diketahui sehingga
volumenya 50 ml
dan warna masuk ke dalam deret standar.
2.2.2.6 Perhitungan
a) Perhitungan warna
Unit kerja =
B

3.pengaduk magnetik. .3.3 Pereaksi . (ml). Catat dan baca nilai pH. 2. Larutan bufer 4 Larutan bufer 7 SNI 01-3554-2006 3 dari 51 Larutan bufer 9 .gelas piala 250 ml.3.4. 2.pH meter. 2. B adalah volume contoh yang diencerkan.4.A 50 dengan keterangan: A adalah perkiraan warna yang diencerkan. Pelaporan hasil warna dalam setiap bilangan pembacaan dan catatan mengikuti tabel berikut: Tabel 1 Pencatatan hasil warna Nomor Unit warna Hasil yang dicatat 1 1 – 50 1 2 51 – 100 5 3 101 – 250 10 4 251 – 500 20 2.4 Kekeruhan (metode nephelometri) 2.2 Peralatan .Air suling.4 Cara kerja a) Kalibrasikan alat dengan larutan bufer setiap kali akan melakukan pengukuran.turbidimeter (nephelometer). . .Larutan standar pH. 2. b) Pengukuran contoh: celupkan elektroda yang telah dibersihkan dengan air suling ke dalam contoh yang akan diukur pH-nya.elektroda pembanding. . 2.1 Prinsip Membandingkan intensitas cahaya dari contoh dengan intensitas cahaya dari suspensi standar pada kondisi tertentu.1 Prinsip Metode pengukuran pH secara elektrometri berdasarkan pengukuran aktivitas ion hidrogen dengan menggunakan metode pengukuran secara potentiometri dengan elektrode gelas hidrogen sebagai standar primer dan elektrode kalomel atom perak klorida sebagai pembanding.elektroda gelas.3.2 Peralatan .3 pH (metode elektrometri) 2. .

Air suling yang sudah mengalami 2 kali penyulingan dan penyaringan melalui kertas berpori 0. Suspensi ini pada waktu dipakai dalam keadaan segar dan buang setelah dipakai. kemudian encerkan sampai 100 ml dalam labu ukur. .Encerkan suspensi standar encer kekeruhan primer 4000 NTU dengan air bebas kekeruhan. SNI 01-3554-2006 4 dari 51 c) Baca nilai kekeruhan pada skala alat tersebut. . terkalibrasi. 2. Larutkan 1. ..4 Cara kerja a) Kalibrasi alat.4. b) Kocok contoh dengan sempurna.0 g hidrazin sulfat (NH2)2 H2SO4 dalam air. Hasil larutan ini adalah suspensi 4000 NTU.neraca analitik. maka cuplikan diencerkan dengan air bebas kekeruhan sampai mencapai kekeruhan 30 NTU .0 ml larutan II kedalam Erlenmeyer.Campurkan 5. 2. .0 g heksametilen tetramin (CH2)6O4 di dalam air suling. . .pipet 5 ml dan 10 ml terkalibrasi. .Standar sekunder adalah standar buatan manufaktur atau organisasi pengujian independen yang telah bersertifikat yang akan memberikan hasil kalibrasi instrumen yang sama dengan hasil kalibrasi instrumen yang dikalibrasi dengan standar primer seperti formazin yang disiapkan oleh analis (definisi).45 m.4. . .labu ukur 100 ml.Larutan II. Kalibrasi alat nephelometer dengan beberapa standar kekeruhan.Larutan standar primer 4000 NTU.0 ml larutan I dengan 5. kemudian encerkan sampai 100 ml dalam labu ukur.Larutan baku kekeruhan (larutan I). . Biarkan selama 24 jam pada suhu (25± 3)0C.Larutkan 10.tabung nephelometer. .Air bebas kekeruhan. . terkalibrasi.3 Pereaksi .Suspensi kekeruhan. kemudian tuangkan contoh ke dalam tabung nephelometer. Untuk contoh yang derajat kekeruhan > 40 NTU. diamkan sampai gelembung udara hilang.40 NTU. .

5 Pelaporan hasil Tabel 2 Pelaporan hasil pembacaan No.4.pengaduk magnetik. . Pengerjaan duplo tidak lebih dari 5%. 40 .40 1 4.5 Zat yang terlarut (metode gravimetri) 2. diuapkan.1 mg terkalibrasi.5.1.pipet 50 ml terkalibrasi.neraca analitik dengan ketelitian 0.105°C selama 1 jam pada oven. .5. 0 .5. .pinggan penguap dengan kapasitas 100 ml yang terbuat dari porselin.10 0. Penambahan bobot dalam pinggan menunjukkan jumlah zat yang terlarut. 1000 100 2. .1 Prinsip Contoh yang sudah diaduk sempurna. . Jarak kekeruhan NTU Pelaporan paling mendekati NTU 1. pindahkan ke dalam pinggan yang telah ditimbang terlebih dahulu dan uapkan sampai kering di atas penangas atau di dalam oven pengering. dinginkan dalam desikator. 10 . dinginkan pinggan dalam desikator dan selanjutnya ditimbang.oven.1 3.3 Cara kerja a) Panaskan pinggan penguap bersih pada suhu 103oC . Ulangi pengerjaan tersebut sampai diperoleh bobot tetap atau perubahan berat tidak lebih dari 4% berat sebelumnya atau 0.2.penangas air. terkalibrasi.5 mg. 1 . terkalibrasi. terkalibrasi. kemudian ditimbang sampai bobot tetap. terkalibrasi.desikator yang berisi silika gel.0 0. . b) Pipet sebanyak 50 ml contoh yang telah diaduk dan disaring dengan kertas saring berpori 0.05 2. 2. Masukkan contoh yang telah dikeringkan ke dalam oven pada suhu 103oC - 105oC selama 1 jam. ditimbang dan dikeringkan sampai bobot tetap dalam oven pada suhu 103oC-105oC.400 10 5 400 .45 m.2 Peralatan . . Bila menggunakan oven pengering turunkan suhu 2°C di bawah titik didih untuk menghindari pemercikan.1000 50 6. 2.

SNI 01-3554-2006
5 dari 51
2.5 4 Perhitungan
Zat terlarut mg/l =

V
A - B 1000
dengan keterangan:
A adalah berat sisa kering + pinggan (mg);
B adalah berat pinggan kosong (mg);
V adalah volume contoh (ml).
2.6 Zat organik (angka KMnO4)
2.6.1 Metode titrimetri
2.6.1.1 Prinsip
Zat organik di dalam air dioksidasikan dengan KMnO4 direduksi oleh asam
oksalat.
Kelebihan asam oksalat dititrasi kembali dengan KMnO4.
2.6.1.2 Peralatan
- pemanas listrik yang dilengkapi dengan pengatur suhu;
- pengatur waktu;
- buret dengan ketelitian 0,01 ml atau buret 25 ml dengan ketelitian 0,05
ml terkalibrasi;
- labu erlenmeyer 300 ml;
- labu ukur 100 ml dan 1000 ml, terkalibrasi;
- gelas ukur 100 ml;
- pipet volume 10 ml, terkalibrasi;
- gelas piala 1000 ml.
2.6.1.3 Pereaksi
- Larutan asam sulfat H2SO4 8N bebas zat organik ;
Ukur 222 ml H2SO4 pekat dan masukkan ke dalam 500 ml air suling dalam
gelas piala
1000 ml, tambahkan air suling sampai tepat pada tanda garis. Tambahkan
beberapa
tetes larutan KMnO4 0,01N sampai terjadi warna merah muda. Panaskan
800C selama
10 menit, pertahankan warna larutan dengan cara menambahkan larutan
(KMnO4)
0,01 N tetes demi tetes selama pemanasan.
- Larutan baku asam oksalat (COOH)2 0,01N;
Larutkan 6,3020 g asam oksalat (COOH)2 2H2O dengan 200 ml air suling di
dalam labu
ukur 1000 ml, tambahkan air suling sampai tepat tanda garis. Pipet 10 ml
larutan asam
oksalat tersebut diatas yang mempunyai normalitas 0,1 N ke dalam labu
ukur 100 ml,
tambahkan air suling sampai tepat pada tanda garis.
- Larutan induk kalium permanganat, (KMnO4 ) 0,1 N;

Larutkan 3,1600 g KMnO4 dengan 500 ml air suling dalam labu ukur 1000
ml tambahkan
air suling sampai tepat tanda garis.
- Larutan baku kalium permanganat (KMnO4) 0,01 N;
Pipet 10 ml larutan baku kalium permanganat 0,1N dan masukan ke dalam
labu ukur
100 ml. tambahkan air suling sampai tepat tanda garis.
- Penetapan normalitas larutan baku kalium permanganat (KMnO4) 0,01N;
- Tetapkan normalisasi larutan baku kalium permanganat dengan tahapan
sebagai berikut:
Ukur 100 ml air suling secara duplo dan masukan ke dalam labu
Erlenmeyer 300 ml.,
panaskan hingga 700C
SNI 01-3554-2006
6 dari 51
Tambahkan 5 ml larutan sulfat 8 N bebas zat organik
Tambahkan 10 ml larutan baku asam oksalat 0,01 N. Titrasi dengan
larutan baku
kalium permanganat sampai warna merah muda dan catat ml
pemakaianya.
Apabila perbedaan pemakaian larutan baku kalium permanganat secara
duplo lebih
dari 0,1 ml, ulangi penetapan.
Apabila kurang atau sama dengan 0,1 ml rata-ratakan hasilnya untuk
perhitungan
normalitas larutan baku kalium permanganat. Hitung normalitas larutan
baku kalium
permanganat menggunakan rumus:
V1 x N1 V2 x V2
dengan keterangan:
V1 adalah volume larutan baku asam oksalat, (ml);
N1 adalah normalitas larutan baku asam oksalat;
V2 adalah volume larutan baku kalium permanganat yang dipergunakan
untuk titrasi (ml);
N2 adalah normalitas larutan baku kalium permanganat yang dicari.
2.6.1.4 Persiapan contoh
a) Kocok contoh uji dan ukur dengan teliti 100 ml secara duplo dan
masukkan ke dalam
labu Erlenmeyer 300 ml;
b) Contoh siap diuji.
2.6.1.5 Cara kerja
a) Ukur dengan teliti 100 ml contoh dan masukkan ke dalam labu
Erlenmeyer 300 ml;
b) Tambahkan larutan baku kalium permanganat beberapa tetes ke dalam
contoh hingga
terjadi warna merah muda;
c) Tambahkan 5 ml asam sulfat 8 N bebas zat organik;
d) Masukkan beberapa butir batu didih;

e) Panaskan diatas pemanas listrik yang telah dipanaskan pada suhu
103°C–105°C hingga
mendidih selama 1 menit;
f) Tambahkan 10 ml larutan baku kalium permanganat 0,01 N;
g) Panaskan hingga mendidih selama 10 menit;
h) Tambahkan 10 ml larutan baku asam oksalat 0,01 N;
i) Titrasi dengan larutan baku kalium permanganat hingga warna merah
muda;
j) Catat ml pemakaian larutan baku kalium permanganat ;
k) Apabila pemakaian larutan baku kalium permanganat lebih dari 7 ml,
ulangi pengujian
dengan cara mengencerkan. contoh;
Apabila perbedaan pemakaian larutan baku kalium permanganat secara
duplo lebih dari
0,1 ml, ulangi pengujian, apabila kurang atau sama dengan 0,1 ml rata-
ratakan hasilnya
untuk perhitungan nilai kalium permanganat
2.6.1.6 Perhitungan
Hitung nilai permanganat dengan rumus sebagai berikut:
Mg/l (KmnO4) =

d
10 a b - 10 c 31,6 1000
SNI 01-3554-2006
7 dari 51
dengan keterangan:
a adalah larutan baku KMnO4 yang digunakan dalam titrasi (ml);
b adalah normalitas larutan baku KMnO4 yang digunakan dalam titrasi;
c adalah normalitas larutan asam oksalat;
d adalah contoh yang digunakan (ml).
2.6.2 Metode spektrofotometri
2.6.2.1 Prinsip
Kandungan kalium permanganat yang berwarna merah, langsung
ditetapkan berdasarkan
pengukuran absorben pada panjang gelombang 525 nm
2.6.2.2 Peralatan
- spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm dengan lebar celah 1
cm atau lebih,
terkalibrasi;
- alat penyaring, millipore atau sejenis yang berpori 0,22 m tidak bereaksi
dengan
KMnO4;
- neraca analitik dengan ketelitian 0,1 mg, terkalibrasi;
- labu ukur 100 ml dan 1000 ml, terkalibrasi.
2.6.2.3 Pereaksi
- Larutan kalsium klorida, CaCl2 1 M;
Larutkan 111 g CaCl2 dengan air bebas KMnO4 dalam labu ukur 1000 ml,
tepatkan

1 g DPD sulfat anhidrat dalam air suling bebas klorin yang mengandung 8 ml H2SO4 1:3 jadikan 100 ml.Larutan natrium tio sulfat. Larutkan 1 g DPD sulfat atau 1. V adalah volume KMnO4 (ml).5H2O 0.5H2O dengan air suling bebas KMnO4 dalam labu ukur 100 ml tepatkan sampai tanda garis.sampai tanda garis. Distilasi kembali air tersebut.1 g standar Na2C2O4 primer dan larutkan dengan 150 ml air suling bebas KMnO4 dalam Erlenmeyer 250 ml. bila berwarna merah menunjukkan bebas KMnO4.471 g Na2S2O3. standar primer.006 M. Larutkan 0.5 g DPD sulfat pentahidrat atau 1.6.5 mg/l. 2. Standardisasi larutan KMnO4 dengan cara: . Na2S2O3. Tambahkan pelan-pelan 20 g H2SO4 pa. . setelah dingin tepatkan volumenya sampai 100 ml. .N.Asam sulfat H2SO4 20 %. Larutkan 1. ke dalam 80 ml air bebas KMnO4. Tambahkan 20 ml H2SO4 20 % dan panaskan sampai 80oC Titrasi larutan oksalat panas tersebut dengan standar KMnO4 sampai berwarna merah jambu (warna stabil selama 60 detik) Konsentrasi standar KMnO4 dapat dihitung dengan rumus: 2.dietil.25 sampai 1. . . uji dengan penunjuk DPD.4 Cara kerja a) Siapkan larutan standar kalibrasi dengan mengencerkan larutan standar KMnO4 dengan konsentrasi 0. Tambahkan sedikit kristal KMnO4 ke dalam 1000 ml air suling. biarkan 1 sampai 2 hari.1197 x V W x 1000 mg KMnO4  SNI 01-3554-2006 8 dari 51 dengan keterangan: W adalah berat Na2C2O4 (mg).019 M. Tampung hasil distilasi. . tepatkan sampai 1000 ml. buang 50 mL hasil distilasi pertama.Standar KMnO4 0.Air suling bebas KMnO4. b) Nolkan spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm dengan air suling bebas .Penunjuk DPD (N.phenilenediamine). .2.Timbang dengan teliti kira-kira 0.000 g KMnO4 dalam air.Natrium oksalat Na2C2O4.

0 l – 1 ml .22 m dan periksa contoh dengan spektofotometer pada panjang gelombang 525 nm (pembacaan A) . 2. e) Kerjakan larutan standar kalibrasi dan blanko seperti cara kerja bagian c.7. CO2 yang dihasilkan diukur secara langsung dengan alat inframerah nondispersi. Tetapkan kandungan analitnya dengan mengikuti seluruh tahapan metode uji Lakukan pengulangan sebaiknya minimal sebanyak 7 kali. blanko dan larutan standar yaitu air yang mengandung TOC lebih kecil dari harga 2 x LDM (limit deteksi metoda).Periksa larutan standar kalibrasi. . b) Hitung konsentrasi kalium permanganat dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi dalam mg KMnO4 /l.5 Perhitungan a) Koreksi Absorben = Absorben contoh – Absorben blanko.penyuntik mikro 0 l – 50 l. 2.1 ml CaCl2 dan 0. direduksi menjadi metana dan diukur dengan detektor nyala ion pembakaran (flame ionization detector).2 Peralatan .alat analisis total organik karbon . d) Ke dalam 100 ml contoh tambahkan 0. 2. . .6.1 ml larutan natrium tio sulfat per 1 mg KMnO4 berdasarkan (pembacaan A) .1 Prinsip Karbon organik dioksidasi menjadi karbon dioksida (CO2) oleh persulfat dengan adanya sinar ultraviolet. c) Jika contoh merupakan air lunak (contoh mengandung kesadahan CaCO3<40 mg/l.3 Pereaksi . Air yang digunakan untuk pereaksi.2. Hitunglah standar deviasinya dari pengulangan pengulangan tersebut. .7. Penetapan LDM sebagai berikut: Tambahkan kandungan analit ke dalam air untuk pereaksi dengan konsentrasi mendekati perkiraan LDM.Air untuk Pereaksi.7.KMnO4 .gelas ukur 100 ml. tambahkan 1 ml CaCl2 untuk 1 l contoh dan jika contoh mengandung suspensi saring contoh dengan kertas saring berpori 0.labu ukur 1000 ml terkalibrasi . 2.neraca analitik terkalibrasi . blanko dan contoh dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 525 nm.7 Total organik karbon 2. . 0 l – 250 l.

. 1.7.00 mg karbon Atau dapat menggunakan senyawa lain yang mempunyai kemurnian dan kestabilan yang cukup serta larut dalam air.4122 g natrium karbonat (Na2CO3) anhidrat dengan air untuk pereaksi dalam labu ukur 1000 ml. c) Penetapan karbon organik terlarut: Saring contoh dan air untuk blanko melalui saringan berpori 0. Homogenkan contoh. Awetkan dengan menambahkan asam fosfat atau asam sulfat sampai pH _ 2.Larutan baku karbon anorganik.Larutan kalium peroksidisulfat 2 %.Gas pembawa.00 mg karbon.45 μm.SNI 01-3554-2006 9 dari 51 . Gas apa saja yang bebas dari CO2 dan hidrokarbon. e) Injeksi contoh.4 Cara kerja a) Siapkan alat sesuai instruksi kerja alat. Contoh siap diuji.0 ml = 1. dan Tambahkan 3. Larutkan 2. b) Penyiapan contoh. . 2. . Asamkan sampai pH < 2 .Larutan baku karbon organik. . .Larutan amonium peroksidisulfat 15 %.497 g natrium bikarbonat (NaHCO3) encerkan sampai tepat tanda tera 1. Larutkan 20 g kalium peroksidisulfat dalam air jadikan volumenya menjadi 1 l.Larutan natrium peroksidisulfat 10 %. . Alirkan gas pencuci ke dalam contoh sesuai dengan instruksi kerja alat. Ukur 15 ml sampai 30 ml contoh ke dalam Erlenmeyer.Asam fosfat (H3PO3) atau asam sulfat (H2SO4). . Oksigen murni atau udara bebas CO2 dan mengandung hidrokarbon (metana) kurang dari 1 ppm . Larutkan 100 g natrium peroksidisulfat dalam air jadikan volumenya menjadi 1 l.0 ml = 1. Larutkan 4. Contoh siap diuji d) Penetapan NPOC (nonpergeable organic carbon).Gas pencuci. Larutkan 150 g amonium peroksidisulfat dalam air jadikan volume menjadi 1 l.1254 g kalium biftalat anhidrat (C8H5KO4) dengan air untuk pereaksi dalam labu ukur 1000 ml sampai tepat tanda tera.

Ambil bagian contoh yang telah disiapkan dengan alat injeksi Pilih ukuran/volume contoh sesuai dengan petunjuk dari manual alat. terkalibrasi.1 Prinsip Penambahan sejumlah larutan asam klorida ke dalam larutan yang mengandung ion nitrat menyebabkan perubahan pada spektrum absorben nitrat yang dapat diukur dengan Spektrofotometer ultraviolet pada panjang gelombang 220 nm dan 275 nm. 2. 1 ml = 100 g . terkalibrasi.8. Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan. terkalibrasi. Siapkan deret standar karbon organik dengan kisaran konsentrasi karbon organik di dalam contoh. g) Periksa larutan contoh.3 Pereaksi . SNI 01-3554-2006 10 dari 51 2. Injeksikan contoh dan standar ke alat analisis sesuai dengan petunjuk alat dan catat respon yang terjadi f) Persiapan kurva standar.8.7. Panaskan serbuk kalium nitrat. .pipet volume 50 ml.7218 g dalam air suling bebas nitrat encerkan hingga 1000 ml.2 nm .5 Perhitungan Koreksi puncak area standar dan contoh dengan mengurangi puncak area blanko air pereaksi.2 nm serta telah dikalibrasi. Plot kurva kalibrasi konsentrasi karbon standar dengan puncak area standar yang telah dikoreksi. .8 Nitrat (metode spektrofotometri) 2. . KNO3 dalam oven pada suhu 105°C selama 24 jam. larutan standar dan blanko dengan alat TOC meter.Air bebas nitrat.8. 2. Larutkan 0. Kocok contoh dengan pengaduk magnet.2 Peralatan . Untuk menetapkan TOC kurangi total karbon dengan karbon anorganik. .spektrofotometer sinar tunggal atau sinar ganda yang mempunyai kisaran panjang gelombang 190 nm-900 nm dan lebar celah 0.Larutan intermediet. Tetapkan karbon dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi. pilih jarum injeksi sesuai dengan ukuran partikel contoh.labu ukur 50 ml. 2.pipet ukur 10 ml.

spektrofotometer sinar tunggal atau sinar ganda yang mempunyai kisaran panjang gelombang 190 nm-900 nm dan lebar celah 0.8.0 sampai pH 5. .1 Prinsip Prinsip pengukuran kadar nitrit adalah berdasarkan pembentukan warna kemerah-merahan yang terjadi bila mereaksikan nitrit dengan asam sulfanilat dan N-(1-naftil etilen diamin dihidroklorida) pada pH 2.25. 20.9 Nitrit (metode spektrofotometri) 2.pipet mikro ukuran 0.2 Peralatan . .9.N03 – N. b) Buatlah kurva kalibrasi konsentrasi dan absorben standar hasil pengurangan.5 Perhitungan a) Kurangi pembacaan absorben standar dan contoh dari panjang gelombang 220 nm dengan panjang gelombang 275 nm. Pengawetan: tambahkan 2 ml CHCl3.8. Impitkan volumenya sampai tanda tera dengan air suling bebas nitrat. 2. d) Periksa contoh dan standar pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 220 nm dan 275 nm.Larutan baku nitrat. . 0. dan 25 ml larutan baku nitrat ke dalam labu ukur 50 ml.50 dan 1. SNI 01-3554-2006 11 dari 51 c) Hitung konsentrasi contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.2 nm . 15. Pengawetan: tambahkan 2ml CHCl3. dan 5 mg NO3-N/l dengan cara pipet masing-masing 5. larutan ini stabil selama 6 bulan. Dari hasil pengurangan absorben pada panjang gelombang 220 nm dan 275 nm. . 2. 2.4 Cara kerja a) Pembuatan kurva kalibrasi Buat larutan standar kalibrasi nitrat dengan kepekatan 1. 1 ml = 10 μg NO3 – N.2 nm serta telah dikalibrasi. Encerkan 100 ml larutan baku nitrat menjadi 1000 ml dengan air suling. . larutan ini stabil selama 6 bulan.9.Larutan HCl 1N. 2. 10. terkalibrasi.00 ml.2. 3. 2.pemanas listrik yang dilengkapi dengan pengatur suhu. c) Tambahkan 1 ml HCl 1 N ke dalam larutan standar dan contoh. b) Pipet contoh 50 ml dan masukkan ke dalam Erlenmeyer 100 ml. 4.

. simpan di dalam botol berwarna gelap dan larutan ini harus diganti setiap bulan atau bila warna larutan menjadi coklat tua. .gelas piala 500 ml..labu erlenmeyer 100 ml. Larutkan 1.labu ukur 100 ml dan 1000 ml.350 g kristal natrium oksalat dengan 100 ml air suling di dalam labu ukur 1000 ml.Larutan asam klorida. .607 g fero amonium sulfat dan 20 ml asam sulfat pekat ke dalam labu ukur 1000 ml yang berisi 100 ml air suling.Tetapkan molaritas KMnO4 dengan cara : SNI 01-3554-2006 12 dari 51 . Larutkan 5. Larutkan 19. . Larutkan 8.Larutan fero amonium sulfat. HCl. Tambahkan 50 ml HCl pekat ke dalam gelas piala 250 ml yang berisi 150 ml air suling.0 g KMnO4 dalam 1 l air suling. . 1 : 3. terkalibrasi.3 Pereaksi . Tambahkan air suling sampai tepat pada tanda garis. Encerkan dengan air suling sehingga volumenya menjadi 500 ml.Larutan natrium oksalat. simpan dalam botol berwarna coklat biarkan selama 7 hari. Tambahkan 1 ml kloroform sebagai pengawet dan tambahkan air suling sampai tepat pada tanda garis.gelas ukur 50 ml. . .Larutan standar kalium permanganat 0. Tambahkan air suling sampai tepat pada tanda garis . terkalibrasi. Larutkan 500 mg N-(1-naftil etilendiamin dihidroklorida) dengan 100 ml air suling di dalam gelas piala 500 ml.buret 50 ml.05 N. 2. dengan air suling 100 ml di dalam labu ukur 1000 ml.05 N.Larutan baku 250 mg NO2 .0 g sulfanilamid dengan campuran 50 mL HCl pekat dan 300 ml air suling di dalam gelas piala 500 ml.pipet ukur 10 ml dan 50 ml. . Larutkan 3. Encerkan dengan air suling sehingga volumenya menjadi 500 ml .9. 0. .NaNO2.Larutan naftil etilendiamin dihidroklorida. Na2C2O4.Larutan asam sulfanilat. terkalibrasi.232 g natrium nitrit. .N/l.

a dan masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 250 ml. Jika perlu panaskan gelas piala selama penitaran. tambahkan 10 ml H2SO4 1 : 1. hilangkan warna KMnO4 dengan penambahan 10 ml larutan natrium oksalat 0. 2. Kerjakan penetapan blanko seperti di atas dengan memakai air suling dan H2SO4 1:1. Lakukan penyulingan dan buang 50 ml air suling yang pertama dan tampung air yang berikutnya.9. Pipet 50 ml larutan baku nitrit. B adalah volume larutan KMnO4 yang digunakan untuk titrasi blanko (ml).80°C. panaskan gelas piala pada suhu 90°C sampai 95°C.Timbang 100 sampai 200 mg Na2C2O„ anhidrat ke dalam gelas piala tambahkan 100 ml air suling aduk sampai larut. Masukkan satu butir kristal kecil kalium permanganat dan barium hidroksida atau kalsium hidroksida ke dalam labu penyuling 1000 ml yang berisi 500 ml air suling. Segera titar dengan KMnO4 yang akan ditetapkan sampai terjadi warna merah jambu terang.05 M. Lakukan hal yang sama terhadap air suling bebas nitrit yaitu langkah seperti cara diatas dengan mengganti larutan baku dengan air suling. Perhitungan: Molaritas KMnO4 = (A B) x 0. Bila pembakuan dilakukan dengan larutan fero- amonium-sulfat menggantikan natrium oksalat.33505 g x Na2C2O4  dengan keterangan: A adalah volume larutan KMnO4 yang digunakan untuk titrasi Na2C2O4(ml). pertahankan suhu pada 85°C.Air suling bebas nitrit.4 Cara kerja a) Penetapan kadar larutan baku nitrit. Kocok dan panaskan di atas pemanas listrik pada suhu 70oC . dan 5 ml H2SO4 p. Pada waktu penitaran. . Titrasi kelebihan natrium oksalat dengan larutan kalium permanganat 0. maka tidak dilakukan pemanasan akan tetapi proses .05 M. 50 ml larutan KMnO 4 0.05 M sampai terbentuk sedikit warna merah muda dan catat pemakaian larutan kalium permanganat yang diperlukan.

2.N/ml dalam larutan induk NaNO2 . Masukkan ke dalam kuvet spektrofotometer dan absorbennya.50 mg/l. dan 0. 2. Tambahkan 1 ml larutan naftil etilendiamin dihidroklorida.2 Peralatan .05. B adalah volume KMnO4 yang digunakan (ml). aduk dan biarkan paling sedikit 10 menit.10 Amonium (metode spektrofotometri) 2. 0. C adalah normalitas larutan KMnO4. E adalah normalitas larutan fero amonium sulfat atau natrium oksalat. Tambahkan air suling bebas nitrit sampai tepat pada tanda tera. Biarkan larutan tersebut bereaksi selama 2-8 menit. tetapi tidak lebih dari 2 jam. NO2-N. 2.5 Perhitungan Hitung kadar NO2-N dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.reaksi antara kalium permanganat dan fero amonium sulfat dibiarkan selama 5 menit sebelum dititrasi dengan kalium permanganat. c) Pipet 50 ml contoh ke dalam labu Erlenmeyer 100 ml.1 Prinsip Fenol alkali dan hipoklorit beraksi dengan amonia membentuk biru indo fenol yang merupakan kandungan konsentrasi amonia. 0. Perhitungan kadar nitrit dalam larutan induk adalah sebagai berikut:  F BCDE A 7  dengan keterangan: A adalah mg NO2 -. F adalah volume larutan baku NaNO7 yang digunakan untuk titrasi(m.10. D adalah volume fero amonium sulfat atau natrium oksalat yang ditambahkan (ml). Warna biru terbentuk secara cepat dengan natrium nitro prusida.10. b) Pembuatan larutan standar baku nitrit.l).9. Pipet larutan induk nitrit yang telah ditetapkan kadarnya ke dalam labu ukur 100 ml untuk memperoleh kadar nitrit sebesar 0.25.10. SNI 01-3554-2006 13 dari 51 d) Ke dalam larutan standar dan contoh tambahkan 1 ml asam sulfanilat.

100 ml.Larutan sitrat alkali. 1.819 g NH4Cl anhidrat (yang telah dikeringkan pada 100°C) dengan air suling dalam labu ukur.oven pada 100°c terkalibrasi. 1 ml larutan . Larutkan 3.Larutan fenol . .10.1 mg terkalibrasi. Campurkan 11. . Tambahkan 0. .Larutan standar amonium.10.pipet mikro 1 ml. 2. 1000 ml terkalibrasi.Larutan natrium hiproklorit . .00 ml = 1. Larutkan 200 g tri natrium sitrat dan 10 g natrium hidroksida dalam air suling.Larutan komersial sekitar 5 %.3 Pereaksi . .5 % b/v.Larutan pengoksidasi. 2. .Air suling bebas ammonia. kemudian lakukan penyulingan kembali.5 g natrium nitroprusida dalam 100 ml air suling. Simpan dalam botol gelas dan tambahkan resin kation asam.neraca analitik dengan ketelitian 0.spektrofotomter dengan lebar celah kuvet 1. 1000 ml dan tepatkan sampai tanda tera. Siapkan larutan kurva kalibrasi dari larutan baku amonia dalam kisaran konsentrasi amonia dalam contoh SNI 01-3554-2006 14 dari 51 2.1 g NaAsO2/l.4 Persiapan contoh Hilangkan residu klorin dari contoh dengan menambahkan 0.22 mg NH3.00 mg N = 1. .. Larutkan 0. .5 Cara kerja a) Pipet 25 ml contoh dan masukan ke dalam Erlenmeyer 50 ml tambahkan sambil langsung dikocok tiap masing-masing penambahan 1 ml larutan fenol.labu ukur 25 ml. jadikan 1000 ml dengan air suling. Campurkan 100 ml larutan sitrat alkali dengan 25 ml larutan natrium hipoklorid. Siapkan secara segar.10.erlenmeyer 50 ml asah bertutup plastik.0 cm pada panjang gelombang 640 nm terkalibrasi. 5 ml dan 10 ml terkalibrasi.1 ml H2SO4 p.a ke dalam 1 l air suling. Peringatan: gunakan sarung tangan dan pelindung mata dan kerjakan di tempat ventilasi yang baik.Larutan baku amonium.1 ml fenol cair ( 89 %) dengan etanol jadikan 100 ml. . . .Larutan natrium nitro prusida 0. . .

CH3COOH (99%) dalam 500 ml air suling dan jadikan 1000 ml dengan air suling.5 ml larutan pengoksidasi. . 2.11 Sulfat (metode spektrofotometri) 2. Larutkan 30 g magnesium klorida MgCl2. 25 dan 50 ml. 2.2. .Larutan bufer B (dipakai bila konsentrasi sulfat SO4 dalam contoh kurang dari 10 mg/l). terkalibrasi.11. 2 g – 3 g.pipet ukur 5. . 1. dan 20 ml asam asetat.sendok kristal.10.2 nm serta telah dikalibrasi. . 1. a) Tutup contoh dengan tutup plastik biarkan warna timbul dalam suhu kamar (22 oC sampai 27 oC) yang terlindung dari cahaya minimal 1 jam.labu erlenmeyer 125 ml.11. 2H2O kristal 20 mesh .spektrofotometer sinar tunggal atau sinar ganda yang mempunyai kisaran panjang gelombang 190 nm-900 nm dan lebar celah 0. 0. .0 μmhos/cm. 10. CH3COONa.1479 g Na2SO4 anhidrat dengan air suling dalam labu ukur 1000 ml dan tepatkan sampai tanda garis.0 g KNO3.Larutan baku sulfat 100 mg/l . 2. Absorben dari suspensi BaSO4 diukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 420 nm.Kristal barium klorida. BaCl2 . SNI 01-3554-2006 15 dari 51 2.11. b) Ukur absorben pada panjang gelombang 640 nm. terkalibrasi.gelas piala 600 ml.111 g natrium sulfat.2 Peralatan .3H2O.2 nm .30 mesh.4 Cara kerja . Larutkan 0.1 Prinsip Ion sulfat akan diendapkan dalam suasana asam dengan barium klorida (BaCl2) membentuk kristal barium sulfat (BaSO4). 2. warna stabil dalam 24 jam.3 Pereaksi .natrium nitro prusida dan 2. .6 Perhitungan Hitung kadar nitrogen-amonia (N-NH3) dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier. Na2SO4 dan 20 ml asam asetat (99%) dalam 500 ml air suling dan jadikan 1000 ml.6H2O.pengaduk magnet yang dilengkapi pengatur kecepatan putar tetap. 5 g CH3COONa.6H2O. .11.labu ukur 200 ml dan 1000 ml. . Larutkan 30 g MgCl2.0 g kaliun nitrat.Air suling yang mempunyai DHL 0. 5 g natrium asetat.3H2O. .5μmhos/cm . 20.Larutan bufer A. . KNO3.

00 ml larutan AgNO3 0. .1 Pinsip Dalam larutan netral atau sedikit alkali.gelas ukur 100 ml. . . Larutkan 50 g kalium kromat (K2CrO4) dalam sedikit air. Tambahkan larutan perak nitrat (AgNO3) sampai terbentuk endapan merah.11.buret.5 Perhitungan Jika dipakai larutan bufer A tetapkan konsentrasi sulfat dalam contoh langsung dari kurva kalibrasi setelah absorben contoh dikurangi absorben contoh sebelum penambahan BaCl2. sambil diaduk tambahkan 1 sendok spatula BaCl2.2 Peralatan . b) Tambah 20 ml larutan bufer. d) Koreksi untuk contoh berwarna dan keruh dengan menyiapkan blanko tanpa penambahan BaCl2. . Perak klorida (AgCl) diendapkan seluruhnya sebelum terbentuk perak kromat (AgCrO4) yang berwarna kuning kemerah-merahan. 2. .labu ukur 50. c) Siapkan kurva standar dengan konsentrasi 0 .0141 N.01 N. kalium kromat (K2CrO4) dapat menunjukkan titik akhir pada penitaran klorida dengan perak nitrat (AgNO3). Biarkan 12 jam kemudian saring dan diencerkan dengan air suling menjadi 1 l.a) Ukur dengan teliti 100 ml contoh atau bagian yang dijadikan 100 ml ke dalam Erlenmeyer 250 ml. 2H2O.pipet 100 ml terkalibrasi.Larutan standar perak nitrat (AgNO3 ) 0.Indikator kalium kromat. Standardisasi terhadap larutan NaCl 0. . 2. Jika dipakai larutan bufer B kurangi konsentrasi sulfat dalam contoh dengan konsentrasi sulfat dalam blanko .40 mg/l dengan jarak standar 5 mg/l.12.395 g peraknitrat (AgNO3) dalam air suling dan encerkan sampai volume 1000 ml.12. K2CrO4 5%.12 Klorida (metode titrasi) 2. 2.erlenmeyer 250 ml.1. Mulai hitung waktu pengadukan selama 60 detik pada kecepatan tetap. 2. 50 ml berwarna coklat terkalibrasi.12.3 Pereaksi . Larutkan 2.0141 N. 1000 ml terkalibrasi. aduk dengan alat pengaduk.

a. Larutkan 824. d) Lakukan titrasi blanko dengan mengukur dengan teliti 100 ml air suling dan selanjutnya kerjakan sama dengan perlakuan contoh. NaCl 0. 1. . Simpan larutan standar AgNO3 dalam botol berwarna coklat.0 mg NaCl yang sudah dikeringkan pada 140°C selama 1 jam.13.4 Cara kerja a) Ukur dengan teliti 100 ml contoh yang mempunyai nilai pH 7-10. V adalah volume contoh (m. apabila contoh tidak berada dalam kisaran pH tersebut.Larutan asam sulfat (H2SO4) 1 N. Larutkan 40 g NaOH dalam air suling dan encerkan sampai 1 l. masukkan ke dalam 100 ml air suling di dalam labu ukur 1000 ml (awas akan timbul panas). .Larutkan natrium hidroksida (NaOH) 1N. . 2.Hidrogen peroksida H202 30%. Ukur 28 ml H2S04 p.500 mg Cl-. e) Lakukan pengerjaan duplo.l) 2.500 mg Cl -. dalam air suling dan encerkan sampai 1000 ml. b) Tambahkan 1 ml indikator K2CrO4 . SNI 01-3554-2006 16 dari 51 .00 ml setara dengan 0.1 Prinsip Metode spektrofotometri SPADNS berdasarkan reaksi fluorida dan penyerapan warna zirkonium. . Fluorida bereaksi dengan penyerapan warna zirkonium membentuk anion . kemudian tambahkan air suling sampai tepat pada tanda garis.setara dengan 0. larutkan dengan alkohol 60% hingga 10 ml.Larutan standar natrium klorida.Indikator fenoftalein 1%. c) Titrasi dengan larutan standar perak nitrat (AgNO3) sampai timbul warna kuning kemerah-merahan. N adalah normalitas AgNO3. Timbang 1 g fenoftalein p.12.0141 N.12. tambahkan H2SO4 N atau NaOH 1 N menjadi pH 7-10.13 Fluorida (metode spektrofotometri) 2. 2. f) Hitung kadar klorida (Cl-) dalam contoh.5 Perhitungan MgCl/l =  V A . B adalah volume AgNO3 yang dipakai penitaran blanko (ml).a.B N 35450 dengan: A adalah volume AgNO3 yang dipakai penitaran contoh (ml).

. tepatkan sampai .Larutan baku fluoride. terkalibrasi. Tambahkan 350 ml HCl pekat dan encerkan dengan air suling sampai 500 ml. .1. Larutkan 221.45 m. 2. Timbang 133 mg zirkonil klorida oktahidrat. Pipet 1. saring contoh uji dengan saringan membran berpori 0. Larutan ini digunakan untuk mengenalkan spektrofotometer.0 g NaAsO2 dengan air suling dan encerkan hingga 1000 ml.O2) .0 mg natrium flourida anhidrat NaF dengan air suling di dalam labu ukur 1000 ml dan encerkan dengan tepat tanda tera. SNI 01-3554-2006 17 dari 51 . 100 ml dan 1000 ml.kompleks yang tidak berwarna ZrF6 2.0.0. 2.0.900 nm dan lebar celah 0.Larutan SPADNS (sodium 2-parasulfofenylazo 20-1.13. 3 Pereaksi . 2. 5. . Larutkan 5. terkalibrasi. 3. . .Neraca analitik dengan dengan ketelitian 0.2 nm – 2 nm serta telah dikalibrasi. Siapkan standar fluorida dengan kepekatan 0 .13.Labu ukur 50 ml. . terkalibrasi.Labu Erlenmeyer asah 100 ml. b) Apabila contoh uji mengandung klorin tambahkan satu tetes larutan natrium arsenit.Pipet 5 ml.0.40 mg/l fluorida.13. 4. 2.6- naftalene disulfanat).5 Cara kerja a) Pembuatan kurva kalibrasi.2 Peralatan . a) Apabila contoh uji keruh. Tambahkan 10 ml larutan SPADNS ke dalam 100 ml air suling dan tambahkan 10 ml air suling yang mengandung 7 ml HCl pekat. .1 mg/l klorin. 10 ml dan 50 ml terkalibrasi.Larutan pembanding.4 Persiapan contoh a) Pipet 50 ml contoh uji secara duplo dan masukkan ke dalam labu Erlenmeyer 100 ml.Larutan natrium arsenit (NaAs. 2. ZrOC12.13.1 mg. .8H2O dan larutkan dalam 25 ml air suling.8-dihidroxy-3. c) Contoh siap diuji.Buret 25 ml.Spektrofotometer sinar tunggal atau sinar ganda yang mempunyai kisaran panjang gelombang 190 nm . setiap contoh uji mengandung 0.Larutan asam zirkonil.0 dan 6 ml larutan standar masukkan ke dalam labu 50 ml.

1 mg.pipet 10 ml. Kocok sampai serba sama. .corong pemisah.6 Perhitungan Hitung kadar fluorida di dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.corong gelas.Larutan kloramin-T.pengaduk magnetik.2 Pereaksi . 250 ml.gelas piala.buret mikro 5 ml.pinggan porselin. skala terkecil 0.H2O) dengan air suling dalam labu ukur 1 l dan tepatkan sampai tanda tera. . SNI 01-3554-2006 18 dari 51 . . terkalibrasi.spektrofotometer pada panjang gelombang 570 nm.pH meter terkalibrasi. Simpan dalam lemari pendingin. Larutkan 138 g natrium dihidrogen fosfat monohidrat (NaH2PO4. 2. 1000 ml.tanda tera dengan air suling dan kocok sampai serba sama b) Pipet 50 ml contoh ke dalam Erlenmyer asah 100 ml. 570 nm 2. 500 ml. 100 ml. . tepatkan . dan direaksikan dengan pereaksi asam barbiturat- piridin sehingga menghasilkan warna merah kebiru-biruan. . terkalibrasi.1 Peralatan .1 Prinsip Sianida bebas diubah menjadi sianogen klorida (CNCl) dengan penambahan kloramin T pada pH kurang dari 8. .neraca analitik dengan ketelitian 0. 250 ml. 2. c) Tambahkan 5 ml larutan SPADNS dan 5 ml asam zirkonil klorida atau 10 ml larutan campuran SPADNS dan asam zirkonil klorida. 2. Warna tersebut dibaca pada panjang gelombang.14 Sianida (metode spektrofotometri) 2. 50 ml. d) Baca absorben larutan standar dan contoh pada alat spektrofotometer pada panjang gelombang 570 nm.labu ukur 50 ml. .14.Larutan bufer fosfat 3 N. lebar celah kuvet 10 mm. .01 ml. 100 ml.14.14.penangas air . terkalibrasi.0 g serbuk kloramin T dengan air suling dalam labu ukur 100 ml.13. 25 ml. . terkalibrasi. . . terkalibrasi. 20 ml. Larutkan 1.

volumenya. Larutkan 2. . tepatkan volumenya hingga tanda tera dengan penambahan air suling.B) x 1000 dengan keterangan: A adalah volume AgNO3 untuk titrasi baku sianida.6 g NaOH dengan air ruling dalam labu ukur 1 l. kocok dan simpan dalam lemari pendingin. tepatkan sampai tanda tera.04 M.Larutan NaOH 0.5 g KCN dengan air suling dalam labu 1 l. kemudian kocok.NaCl kristal. K2CrO4 5%. Tambahkan 15 ml HCl pekat dan larutan diencerkan hingga volume 250 ml. catat volume larutan standar AgNO3 yang dipakai. .Penetapan konsentrasi CN mint dari larutan standar.04 M sampai volume ±100 ml. Pipet 10 ml larutan baku sianida (± 1000 mg/l) ke dalam Erlenmeyer (duplo) encerkan dengan larutan pengencer NaOH 0. (ml). . . larutkan dengan air suling dan tambahkan 75 ml piridin.Indikator. Larutkan 1. B adalah volume AgNO3 untuk titrasi blanko. . Titar dengan larutan standar-AgNO3 sampai perubahan warna pertama dari kuning jernih menjadi coklat merah muda kekuning-kuningan. tambahkan larutan indikator rodamina 1 ml. AgNO3. Larutan stabil selama satu minggu. (ml).04 M. Perhitungan Konsentrasi CN dalam larutan baku dapat dihitung dengan rumus: CN mg/l = V x 54 N (A . homogenkan.Larutan kalium khromat. . (ml).Larutan baku sianida. Timbang 15 g asam barbiturat-masukkan dalam labu ukur 250 ml. . Tetapkan kadarnya seminggu sekali. V adalah volume larutan baku sianida yang dititar.Larutan piridin-asam barbiturat. Simpan dalam botol coklat yang tertutup. N adalah normalitas larutan perak nitrat. untuk blanko gunakan larutan NaOH 0. Larutkan 20 mg p-dimethyl aminobenzalrhodamina dalam 100 ml aceton dalam gelas ukur 100 ml .

Pipet 10 ml larutan I ke dalam labu ukur 100 ml. Pipet 10 larutan baku sianida 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml.0141 N). 2.(ml).Larutan standar perak nitrat.5 g K2CrO4 dengan air suling dalam gelas piala 250 ml. tepatkan volumenya sampai 1 l dengan air suling. Perhitungan: Normalitas larutan AgNO3 dapat dihitung dengan rumus: N AgNO3 = V Vb (V x N ) 2 11  dengan keterangan: V1 adalah volume larutan NaCl .(ml). N1 adalah normalitas NaCl . encerkan dengan air suling hingga 100 ml.27 g AgNOl dalam labu ukur 1 l dengan air suling. . masukkan ke dalam labu ukur 1000 ml.(ml). encerkan dengan air suling hingga tanda garis (Larutan I). . tambahkan 2 ml larutan indikator K2CrO4 5%.12 mg/l. selama 2 jam). encerkan dengan air .14.3 Cara kerja a) Pipet 20 ml contoh ke dalam labu ukur 50 ml. V2 adalah volume larutan AgNO3. encerkan dengan air suling hingga tanda garis (Larutan III ekivalen dengan 1 mg CN-/l). b) Larutan deret standar. larutkan.suling hingga tanda garis (larutan II). encerkan sampai tanda garis. saring. Tetapkan normalisasi sesuai dengan cara kerja sebagai berikut : SNI 01-3554-2006 19 dari 51 Timbang 0. Pipet 10 ml larutan II ke dalam labu ukur 100 ml. kecoklat-coklatan. Larutkan 3. catat volume AgNO3. kocok titar dengan larutan AgNO3 sampai terjadi perubahan warna.(ml). Pipet 10 ml larutan di atas ke dalam Erlenmeyer (duplo). Vb adalah volume larutan AgNO3 untuk blanko.Larutkan 12.8240 g NaCl (yang telah dikeringkan pada 140°C. encerkan dan tepatkan volumenya dengan air suling sampai ekuivalen (larutan NaCl ekuivalen dengan 0. Tambahkan larutan AgNO3 sampai terbentuk endapan merah nyata.02 sampai 0. biarkan 12 jam. c) Larutan standar sianida 0.

5 ml. Biarkan selama 8 menit. . 4.labu ukur 50 ml.SSA tungku karbon.saringan membran 0.1.15.04 M.tabung reaksi 20 ml. . 20 adalah volume contoh.15 Besi (Fe) 2. d) Buat larutan blanko menggunakan 35 ml larutan NaOH 0. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi. 5.45 m. 2. .Larutan induk besi 1000 mg/l.04 M sampai volume larutan ± 35 ml. 50 adalah volume akhir. terkalibrasi.Larutan baku besi 10 mg/l. 3.Air suling bebas logam. e) Tambahkan 2 ml larutan kloramin T ke dalam contoh.Pipet 1.gelas piala 150 ml dan 500 ml.14.pipet mikro 0. . Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan. dan 6 ml larutan III ke dalam labu ukur 50 ml. aduk lagi pelan-pelan. .15.2 Peralatan .penangas listrik. . .04 M sampai tanda garis dan kocok. Encerkan dengan NaOH 0. 2. .1.a.4 Perhitungan Hitung kadar sianida dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier CN mint mg/l = 20 A x 50 dengan keterangan: A adalah hasil pembacaan. dan segera tambahkan 5 ml larutan piridin asam barbiturat. 2. 1 ml dan 10 ml.Asam Nitrat HNO3 p.1 Metode Spektrofotometer Serapan Atom (SSA) Tungku karbon 2.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi. .15. 2. encerkan dengan NaOH 0. larutan standar dan blanko kemudian aduk.1 Prinsip Analisis cemaran logam Fe dengan SSA menggunakan lampu katoda Fe berdasarkan penyerapan energi radiasi oleh atom-atom Fe pada tingkat energi dasar dengan atomisasi tungku karbon. . terkalibrasi. ukur dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 570 nm. SNI 01-3554-2006 20 dari 51 2.3 Pereaksi .1. .15.

2.80 ml. . b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p. . 2.a dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml. 20 g/l.gelas piala 150 ml dan 500 ml. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.15.Larutan standar Fe.1.15. e) Contoh siap diuji.labu ukur 50 ml.5 ml.2 Metode Inductively Coupled Plasma (ICP) 2.3 Pereaksi .5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh menggunakan SSA tungku karbon.15.ICP terkalibrasi.saringan membran 0. 0 g/l.a.Pipet 1 ml larutan induk Fe 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. 1 ml dan 10 ml. 0. .4 Persiapan Contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml dengan menggunakan saringan membran 0.1. .2. .5 ml/l) sampai berimpit tanda garis. .Asam nitrat HNO3 p. Larutan baku Fe 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. 0. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.1.5 ml/l) sampai tanda garis.6 Perhitungan Hitung kadar besi dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.15.5 ml /l ) sampai tanda garis. .20 ml.45 m.60 ml.15. 60 g/l dan 80 g/l. .pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi. 0. Pipet masing-masing 0 ml.tabung reaksi 20 ml. .45 m. 0. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. 2. 2. .2. Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan. SNI 01-3554-2006 21 dari 51 2.15.a.40 ml.1 Prinsip Analisa cemaran logam Fe dengan ICP berdasarkan pada ionisasi persentasi yang tinggi dari atom yang dihasilkan oleh plasma yang bersuhu tinggi. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.Air suling bebas logam.15.2. terkalibrasi. 40 g/l. c) Bila terjadi endapan.pipet mikro 0. 2.penangas listrik.2 Peralatan .

5 ml /l) sampai tanda garis.Larutan standar Fe. SNI 01-3554-2006 22 dari 51 2. Pipet masing-masing 0 ml.5 ml. 4.16.1. 3.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi. 6. 0. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.5 ml.saringan membran 0.16.labu ukur 50 ml.2.SSA tungku karbon terkalibrasi. .15.16.15 mg/l.2. Pipet 1 ml larutan induk Fe 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. . 0.5 ml/l) sampai tanda garis e) Contoh siap diuji 2. 1. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.2 Peralatan . c) Bila terjadi endapan.5 ml/l) sampai tanda garis. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi.5 ml. . 2.1. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.1 Metode SSA tungku karbon 2. .tabung reaksi 20 ml.1 Prinsip Analisis cemaran logam Mn dengan SSA menggunakan lampu katoda Mn berdasarkan penyerapan energi radiasi oleh atom-atom Mn pada tingkat energi dasar dengan atomisasi tungku karbon.15. .15.45 mg/l dan 0.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml dengan menggunakan saringan membran 0.a.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh menggunakan ICP. .45 m. .0 ml. 0.6 Perhitungan Hitung kadar besi dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.Larutan induk besi 1000 mg/l. 0 mg. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.2.30 mg/l.pipet mikro 0. dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.00 ml larutan baku Fe 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.16 Mangan 2.gelas piala 150 ml dan 500 ml.Larutan baku besi 10 mg/l. .. 2. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p.a. 2. .6 mg/l.45 m.

a. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.16.a.5 ml. .saringan membran 0. 2.penangas listrik.16. 0. 5.16. .45 m.2.Air suling bebas logam. 0.dan 1.labu ukur 50 ml. 2.25 ml. . .2 Peralatan . e) Contoh siap diuji.50 ml. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi. 0.1.1.1 Prinsip Analisa cemaran logam Mn dengan ICP berdasarkan pada ionisasi persentasi yang tinggi dari atom yang dihasilkan oleh plasma yang bersuhu tinggi. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1. Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan.0 ml larutan baku Mn 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.pipet mikro 0.2 Metode ICP 2.0 g/l.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh menggunakan SSA tungku karbon.2.. . .Larutan baku mangan 10 mgl/l. 2.5 g/l dan 10 g/l.5 ml/l) sampai berimpit tanda garis.5 ml /l ) sampai tanda garis. 2. 7.ICP terkalibrasi. Pipet masing-masing 0 ml.Larutan induk mangan 1000 mg/l.3 Pereaksi . .75 ml. 2. . Pipet 1 ml larutan induk Mn 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.16. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.tabung reaksi 20 ml. c) Bila terjadi endapan.16.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi.1. 0 g/l.45 m.Larutan standar Mn .2.6 Perhitungan Hitung kadar mangan dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.1.16. .5 g/l. .Asam nitrat HNO3 p. SNI 01-3554-2006 23 dari 51 2.5 ml/l) sampai tanda garis.16. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 pekat dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.

c. Contoh siap diuji. 2. Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.2 Peralatan .5 ml.a.a.Larutan standar Mn .penangas listrik.0 cm pada panjang gelombang 515 nm . . Hasil pembacaan = kadar mangan (Mn) SNI 01-3554-2006 24 dari 51 2.Asam nitrat HNO3 p. 100 g/l. Warna yang terjadi dibaca dengan spektrofotometer pada panjang gelombang 515 nm.5 ml/l ) sampai tanda garis. 150 g/l dan 20 0 g/l. Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan.2.75 ml.45 m b.16. . 2.17.1 Prinsip Bila N. 2.50 g/l. 2.2. N-dietil-p-fenilendiamin (DPD) sebagai indikator dibubuhkan pada suatu larutan yang mengandung sisa klor aktif akan membentuk warna merah.6 Perhitungan Hitung kadar mangan dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.16.50 ml. 0 g/l.Air suling bebas logam. e. Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p. Pipet 1 ml larutan induk Mn 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.16.spektrofotometer dengan lebar celah 1.l) sampai tanda garis.Larutan baku mangan 10 mg/l.0 ml larutan baku Mn 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.17. Saring larutan contoh 50 ml -100 ml dengan menggunakan saringan membran 0.a.gelas piala 150 ml dan 500 ml. Bila terjadi endapan. d. . dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml. 1. .5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh menggunakan ICP.5 ml/l) sampai tanda garis. Pipet masing-masing 0 ml.3 Pereaksi . . 2. 3. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p.2.17 Klor bebas (metode spektrofotometri) 2.25 ml.2.4 Persiapan contoh a.Larutan induk mangan 1000 mg/l.. 2.dan 5.16. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.

5 g DPD oksalat atau 0.gelas piala 500 ml. . . Tambahkan klorin secukupnya ke dalam air suling yang telah mengalami destilasi sempurna. Larutkan 24 g natrium hidrogen fosfat anhidrat (Na2HPO4) dan 46 gram Kalium dihidrogen fosfat (KH2PO4) dengan air suling lebih kurang 250 ml. 2.Larutan dapar fosfat. Tambahkan 100 ml air suling yang mengandung 800 mg EDTA.75 g DPD sulfat atau 0. Larutkan 500 mg KI dan encerkan sampai 100 ml dengan air suling dingin yang telah dididihkan. . .55 g DPD sulfat anhidrat.air bebas klorin (Clorin Demand freewater). Impitkan sampai 1 l dengan air suling. . Ke dalam labu ukur 500 ml yang berisi 200 ml air suling yang mengandung 4 ml 1:3 H2SO4 dan 100 mg EDTA. .Larutan Natrium Arsenit (NaAsO2). Setelah beberapa jam tambahkan KI ke dalam larutan dan ukur total klorin dengan alat spektrofotometer pada panjang gelombang 515 nm. Untuk menghilangkan klor bebas yang kelebihan maka larutan disimpan dalam wadah yang terkena sinar matahari atau terkena iradiasi sinar lampu ultra violet. Kemudian encerkan sampai 500 ml dengan air suling. larutkan 0.0 g NaAsO2 dengan air suling dan impitkan sampai 1 l. .labu ukur 50 ml.Larutan Kalium Yodida (KI). .3 Pereaksi .botol kaca berwarna coklat.Larutan tio asetamida (CH3CSNH2). 100 ml dan 500 ml terkalibrasi. sehingga memberikan konsentrasi klor bebas 5 mg/l. 2.pipet 50 ml terkalibrasi. Larutkan 250 mg CH3CSNH2 dengan 100 ml air suling.gelas ukur 100 ml. Simpan dalam botol kaca berwarna coklat. . Setelah disimpan selama 2 hari larutan ini sekurang-kurangnya mengandung 2 mg/l klor bebas.17. Larutkan 5.Larutan indikator DPD.17. Bubuhkan 20 mg HgCl2 untuk mencegah tumbuhnya jamur. .4 Cara kerja a) Kalibrasi spektrofotometer dengan larutan klorin pada panjang gelombang 515 nm. .terkalibrasi.Kalium Yodida Kristal. simpan dalam botol kaca yang berwarna coklat.

penangas listrik.3 Pereaksi a) Air suling bebas logam.a.4 Persiapan contoh a. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi. SNI 01-3554-2006 25 dari 51 f) Baca absorben pada 515 nm .tabung reaksi 20 ml.1. . Larutkan baku Cr 10 mg/l.0 mg/l. 0. Pipet 1 ml larutan induk Cr 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 p.b) Siapkan larutan klorin standar yang mempunyai konsentrasi 0.a. .3ml. HNO3 p.18 Kromium (Cr) 2.4 ml larutan baku Cr 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.1.saringan membran 0. terkalibrasi. c) Gunakan sejumlah contoh yang akan ditetapkan sesuai dengan kepekaan alat spektrofotometer.45 m. dan 0.20 ml. 2. d) Larutan standar Cr 0 g. Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p. Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0. 30 g dan 40 . 2. 0.a.5 ml/l) sampai tanda garis.labu ukur 50 ml.pipet mikro 0. b) Asam nitrat.18. . 10 g. b.gelas piala 150 ml dan 500 ml. .45 m.5 ml larutan dapar fosfat dan beberapa tetes indikator DPD ke dalam tabung kuvet.05 mg/l - 4.1 Prinsip Analisis cemaran logam Cr dengan SSA menggunakan lampu katoda Cr berdasarkan penyerapan energi radiasi oleh atom-atom Cr pada tingkat energi dasar dengan atomisasi tungku karbon.18. 0.2 Peralatan . terkalibrasi.18.SSA tungku karbon. e) Tambahkan 10 ml contoh dan kocok. Pipet masing-masing 0 ml.18. . 20 g. 2. g) Pembacaan ini akan menunjukkan jumlah klorin bebas. c) Larutan induk Cr 1000 mg/l.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi.1 ml. . .18. .5 ml. 2. 1 ml dan 10 ml.1. (1.1.1 Metode SSA tungku karbon 2. d) Tempatkan 0.5 ml/l) sampai tanda garis. Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan.

2.2 Peralatan .2. Bila terjadi endapan. Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan. Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.5 ml.18.60 mg/l. Larutkan baku Cr 10 mg/l.Asam nitrat.gelas piala 150 ml dan 500 ml.3 Pereaksi . dan 10 ml terkalibrasi. . 2. d.6 Perhitungan Hitung kadar Cr dalam contoh dengan menggunakan kurva standar atau persamaan garis regresi linier. dan 6.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh menggunakan SSA tungku karbon.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi.2. 4. Pipet masingmasing 0 ml. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150ml tambahkan 5 ml HNO3 p.18.2.Larutan induk Cr 1000 mg/l.2 Metode ICP 2. . Contoh siap diuji. HNO3 p.30 mg/l.a. Kadar Kromium (Cr) = Hasil Pembacaan. .5 ml.18.45 ml. 1. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1. .1.18.Air suling bebas logam.5 ml.0 ml.18. .ICP terkalibrasi.Larutan standar Cr 0 mg/l. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi. 2.a.5ml.tabung reaksi 20 ml. ( 1. dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.18. 1 ml. 0.4 Persiapan contoh . . Pipet 1 ml larutan induk Cr 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 p.labu ukur 50 ml. SNI 01-3554-2006 26 dari 51 2.2.c.penangas air.18.a.5 ml /l) sampai tanda garis. 2.45 dan 0.0 ml larutan baku Cr 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 p. e.1.a.saringan membran 0.1 Prinsip Analisa cemaran logam Cr dengan ICP berdasarkan pada ionisasi presentasi yang tertinggi dari atom yang dihasilkan oleh plasma yang bersuhu tinggi.pipet mikro 0.l) sampai tanda garis 2. . 0. (1.5 ml/l) sampai berimpit tanda garis. . .15 mg/l. 3. . 0.

1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.18. .45 m.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi.19. 1 ml dan 10 ml.5 ml. . d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0.0 ml. Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan. Kadar Kromium (Cr) = Hasil Pembacaan. .5 ml/l) sampai tanda garis.1 Metode SSA tungku karbon 2.pipet mikro 0. 150 g/l. terkalibrasi. 200 g/l. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p. . .SSA tungku karbon.18. dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.19. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.5 ml/l) sampai .6 Perhitungan Hitung kadar Cr dalam contoh dengan menggunakan kurva standar atau persamaan garis regresi linier.2. 2.1. 10 mg/l. c) Bila terjadi endapan.5 ml.labu ukur 50 ml.a.a. .45 m.a.gelas piala 150 ml dan 500 ml.saringan membran 0.5 ml/l) sampai tanda garis.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan ICP. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.3 Pereaksi . . pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. 0. 50 g/l. . Pipet masing-masing 0 ml. . .Larutan standar Ba 0 g /l. HNO3 p.19 Barium (Ba) 2. Pipet larutan induk Ba.Ba 1000 mg/l.Larutan Induk .1.2 Peralatan . Larutan baku Ba 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. SNI 01-3554-2006 27 dari 51 2.1 Prinsip Analisis cemaran logam Ba dengan SSA berdasarkan penyerapan energi radiasi oleh atomatom Ba pada tingkat energi dasar dengan atomisasi tungku karbon. 2. 2.Air suling bebas logam.Asam nitrat.Larutan baku Ba.19. terkalibrasi. .1. 100 g/l.19.penangas listrik.2.5 ml. 1. 2. 1. e) Contoh siap diuji.tabung reaksi 20 ml.

1 ml dan 10 ml. Pipet larutan induk Ba.2.tanda garis. .19.1.5 ml/l) sampai tanda garis. . . 2. d. 50 g/l. 2. SNI 01-3554-2006 28 dari 51 2.Larutan standar Ba 0 g/l.19. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.labu ukur 50 ml.2.1. . Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan.2 Peralatan .6 Perhitungan Hitung kadar barium dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier. Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p. Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.gelas piala 150 ml dan 500 ml. b. dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml. 2.a.19.1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. Contoh siap diuji. Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0.Air suling bebas logam. 200 g/l.Larutan Induk Ba 1000 mg/l. 100 g/l. . . .saringan membran 0.3 Pereaksi .1. HNO3 p.19.Larutan baku Ba 10 mg/l.a. . c.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan SSA tungku karbon.2.45 m. e.2 Metode ICP 2. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. 2.5 ml /l ) sampai tanda garis.19.ICP terkalibrasi. 150 g/l.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi. Hasil pembacaan = kadar barium (Ba). .a.19.tabung reaksi 20 ml.pipet mikro 0. 2. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi. .1 Prinsip Analisa cemaran logam Ba dengan ICP berdasarkan pada ionisasi presentasi yang tertinggi dari atom yang dihasilkan oleh plasma yang bersuhu tinggi.Asam nitrat. Bila terjadi endapan.5 ml.penangas listrik. .19. terkalibrasi. .45 m.4 Persiapan contoh a.

2.gelas piala 250 ml dan 500 ml. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengndung HNO3 (1.20.1.2.20. . Hasil pembacaan = Kadar Barium (Ba) 2.5 ml.1 mg terkalibrasi.spektrofotometer dengan lebar celah 1.2.20.penangas air. .20 Boron (B) 2. 2.45 m. .pipet mikro 1 ml sampai 10 ml terkalibrasi.saringan membran 0.Pipet masing-masing 0 ml.oven terkalibrasi. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.6 Perhitungan Hitung kadar barium dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier. .tabung reaksi 30 ml.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml dengan menggunakan saringan membran 0.2. . Larutan baku Ba 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.20. c) Contoh siap diuji. 1.a a) Bila terjadi endapan.5 ml/l) sampai tanda garis. 1.1 Metode Spektrofotometri 2. 2.5 ml/l) sampai tanda garis. . pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150ml tambahkan 5 ml HNO3 p. b) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.Airsuling bebas logam.1.labu ukur 50 ml dan 1000 ml terkalibrasi. .dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.45 m.19.0 cm pada panjang gelombang 515 nm terkalibrasi.19. . SNI 01-3554-2006 29 dari 51 2.1. . 0.5 ml.0 ml.neraca analitik dengan ketelitian 0.3 Pereaksi .a.19.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan ICP.1 Prinsip Keberadaan Boron dalam larutan karmin atau karminik dalam asam sulfat pekat akan mengubah warna dari merah terang ke merah kebiru-biruan atau biru tergantung pada jumlah boron. 2.2 Peralatan .

dalam 500 ml air suling bebas logam dan diencerkan tepat 1000 ml dengan air suling bebas logam (1. . d) Contoh siap diuji. 2. 5 g/ml. dan 10 ml larutan induk B ke dalam labu ukur 100 ml kemudian encerkan dengan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 p.00 ml = 100 g B). dan 10 g/ml. . Pipet masing-masing 0 ml. HCl p. secara hati-hati ke dalam setiap larutan standar dan contoh. 10 ml H2SO4 p.6 mg asam borat anhidrat. SNI 01-3554-2006 30 dari 51 2.. kocok.20. terkalibrasi.20.20. dan biarkan 45 menit sampai 60 menit.Larutan standar boron 0 g/ml. 7. .5 g/ml.Larutan induk boron.ICP terkalibrasi. Larutkan 571. 2. .a.pipet mikro 0. H2SO4 p.Larutan karmin.1. 2.saringan membran 0. .45 m.2.5 ml.1 Prinsip Analisis cemaran logam boron (B) dengan ICP berdasarkan pada ionisasi persentasi yang tinggi dari atom yang dihasilkan oleh plasma yang bersuhu tinggi.20.a. .a. masing-masing dikocok dan biarkan mencapai suhu ruang.a. 2.Asam sulfat. 1 ml.5 ml. b) Tambahkan 2 tetes HCl p. 2. c) Tambahkan 10 ml pereaksi karmin pada setiap perlakuan. .1.a. .2 Peralatan . 2.Asam klorida.1.5 g/ml.20. 1 ml dan 10 ml.Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan.a.6 Perhitungan Hitung kadar boron (B) dalam contoh dengan menggunakan kurva standar atau persamaan garis regresi linier.2 Metode ICP 2.4 Persiapan contoh a) Pipet 2 ml setiap larutan standar dan contoh ke dalam masing-masing tabung reaksi 30 ml.5 ml/l) sampai tanda garis. . 7.2. (1.20.F. H3BO3. 1 g/ml.40 atau asam karminik dalam 1000 ml H 2SO4 p. 5 ml.5 Cara kerja Periksa absorben larutan standar dan contoh dengan menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 585 nm.Larutkan 920 mg karmin N.5 ml.

1. 20g/l. 2. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml. pipet 100 ml contoh yang telah diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. Pipet 1 ml larutan induk boron 1000 mg/l ke dalam labu ukur 1000 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.2.Air suling belas logam.20. . dan 80g/l.Asam Nitrat HN03 p. 2.80 ml larutan baku Boron 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.20. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan ICP.labu ukur 50 ml.2.3 Pereaksi . . e) Contoh siap diuji. 60g/l.Larutan standar boron: 0g/l.5 ml/l) sampai tanda garis.20. . Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan.Larutan induk Boron 1000 mg/l. .40 ml.2.1 Metode SSA tungku karbon 2. 40g/l.0. . .20 ml. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi.5 ml/l) sampai tanda garis.21.tabung reaksi 20 ml.45 m. 2.5 ml /l) sampai tanda garis.1 Prinsip Analisis cemaran logam Se dengan SSA menggunakan lampu katoda Se berdasarkan penyerapan energi radiasi oleh atom-atom Se pada tingkat energi dasar dengan atomisasi tungku karbon. . .. 2. .penangas listrik.21. SNI 01-3554-2006 31 dari 51 2. 0. c) Bila terjadi endapan.a. 0.2. Pipet masing-masing 0 ml. dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.21 Selenium (Se) 2.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0.gelas piala 150 ml dan 500 ml.60 ml dan 0.6 Perhitungan Hitung kadar boron dalam contoh dengan menggunakan kurva standar atau persamaan garis regresi linier.a.20. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.Larutan baku boron 10 mg/l.a.

2.saringan membran 0. Kadar Silenium (Se) = Hasil Pembacaan.21.Larutan baku Se 10 mg/l.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan SSA tungku karbon.21.1. .SSA tungku karbon terkalibrasi. .1 Prinsip . 75 μg/l. e) Contoh siap diuji.45 m.5 ml.1.3 Pereaksi . . Pipet masing-masing 0 ml.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml -100 ml dengan menggunakan saringan membran 0. 2. SNI 01-3554-2006 32 dari 51 2. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.50 mll. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengndung HNO3 (1.labu ukur 50 ml .pipet ukur 10 dan 100 ml terkalibrasi. 0.45 m.penangas listrik.75 ml. c) Bila terjadi endapan.1.tabung reaksi 20 ml.a. Pipet 1 ml larutan baku Se 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.2 Peralatan .1.2. 2. .a.6 Perhitungan Hitung kadar Se dalam contoh dengan menggunakan kurva standar atau persamaan garis regresi linier.pipet mikro 0.2.5 ml/l) sampai tanda garis. . pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. 25 μg/l. Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan.00 ml larutan baku Se 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. 50 μg/l. . 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.Larutan induk Se 1000 mg/l.Larutan Standar Se: 0 μg/l. dan 1. . . 1 ml dan 10 ml terkalibrasi.21.21.21. .gelas piapa 150 ml dan 500 ml.25 ml.Air suling bebas logam.21.5 ml/l) sampai tanda garis.Asam nitrat HNO3 p. . 2. . dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.2 Metode SSA natrium borohidrid 2. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml. dan 100 μg/l.a. 0.5 ml /l ) sampai tanda garis.21. 0.1.

3 Pereaksi . .SSA dan generator uap hidrid terkalibrasi.21. .45 m.a.21. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p.2. .gelas piapa 150 ml dan 500 ml.2. Pipet masing-masing 0 ml.5 ml/l) sampai tanda garis.pipet mikro 0.a. 25 μg/l. .5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh menggunakan spektrofotometer serapan atom. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p. . SNI 01-3554-2006 33 dari 51 2. . .a.Larutan Standar Se: 0 μg/l. 0.5 ml /l) sampai tanda garis.2 Peralatan .tabung reaksi 20 ml.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml . e) Contoh siap diuji. Generator uap hidrid.pipet ukur 10 dan 100 ml terkalibrasi.2. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml. 2. dan 100 μg/l.00 ml larutan baku Se 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.25 ml. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.45 m.75 ml.Larutan baku Se 10 mg/l.5 ml.21. Pipet 1 ml larutan baku Se 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan. 2. 0. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi. dan 1.Analisis cemaran logam Se dengan SSA menggunakan lampu katoda Se berdasarkan penyerapan energi radiasi oleh atom-atom Se pada tingkat energi dasar dengan atomisasi uap hidrid. . .saringan membran 0.Larutan induk Se 1000 mg/l. 0.Air suling bebas logam.Asam nitrat HNO3 p. . dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.50 ml. 50 μg/l. 2. 75 μg/l. .2. c) Bila terjadi endapan.5 ml/l) sampai tanda garis.21.labu ukur 50 ml. . dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.100 ml dengan menggunakan saringan membran 0.penangas listrik.

0 _g/l.10 ml.gelas piala 150 ml dan 500 ml.3 Pereaksi .1 Prinsip Analisis cemaran logam Pb dengan SSA menggunakan lampu katoda Pb berdasarkan pada penyerapan energi radiasi oleh atom-atom Pb pada tingkat energi dasar dengan atomisasi tungku karbon. terkalibrasi.20 ml.saringan membran 0.tabung reaksi 20 ml.22.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml dengan menggunakan saringan membran 0. 0.1. . . 40 _g/l dan 80_g/l. 0.22.1 Timbal (Pb) menggunakan Metode SAA tungku karbon 2.22.1.40 ml dan 0.pipet ukur 10 ml dan 100 ml. Pipet 1 ml larutan baku Pb 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. .a. .6 Perhitungan Hitung kadar Se dalam contoh dengan menggunakan kurva standar atau persamaan garis regresi linier.22 Cemaran logam 2.1. .pipet mikro 0.Asamkan nitrat. dinginkan dan tambahkan air bebas logam .2.2 Peralatan . Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan.21.45 _m. b) Asamkan contoh sampai pH< 2 dengan HNO3 p. 0.Air suling bebas logam. 2. 1 ml dan 10 ml. 10 _g/l .22. terkalibrasi.80 ml larutan baku Pb 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.a. 2.5 ml/l) sampai tanda garis.penangas listrik. . 2. 100 ml dan 1000 ml.22.dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.SSA tungku karbon.45 _m. . terkalibrasi. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.2.1.Larutan Standar Pb.5 ml. . terkalibrasi. .Larutan induk Pb 1000 mg /l. Pipet masing-masing 0 ml. 2. .Larutan baku Pb 10 mg/l. HNO3 p.labu ukur 50 ml. .5 ml/l) sampai tanda garis.a c) Bila terjadi endapan.

. . 2.5 ml.yang mengandung HNO3 (1. .1 Metode SAA tungku karbon 2.45 _m. Pipet masing-masing 0 ml. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.5 ml dan 2 ml larutan baku Cu 1 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.3 Pereaksi .Air suling bebas logam. . .2. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150ml .2 Peralatan .4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0.SAA tungku karbon terkalibrasi. 1.1.1.gelas piala 150 ml dan 500 ml.5 ml.1. . . . SNI 01-3554-2006 34 dari 51 e) Contoh siap diuji.1.0 ml.Asam nitrat. Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan.1.100 ml. Pipet 1 ml larutan standar Cu 1000 ml/l ke dalam labu ukur 1000 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. 2. c) Bila terjadi endapan.1 Prinsip Analisis cemaran logam Cu dengan SSA menggunakan lampu katoda Cu berdasarkan pada penyerapan energi radiasi oleh atom-atom Cu pada tingkat energi dasar dengan atomisasi tungku karbon. HNO3 p.2.Larutan induk Cu 1000 mg/l.22. 5 _g/l.pipet mikro 0. 1 ml.penangas listrik.a.saringan membran 0.a.45 μm. 1.2. 2.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi. 10 _g/l . .1. dan 10 ml terkalibrasi.22.Larutan standar Cu.Larutan baku Cu 1 mg/l.tabung reaksi 20 ml.labu ukur 50 ml. . 1000 ml terkalibrasi.22.22.6 Perhitungan Hitung kadar Pb dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.2.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan SSA tungku karbon.2 Tembaga (Cu) 2.22.5 ml/l) sampai tanda garis. 2. 0. . 0 _g/1.5 ml/l) sampai tanda garis.22. 2. 15 _g/l dan 20 _g/l. 2.22.5 ml/l) sampai tanda garis.2.22.

tabung reaksi 20 ml. SNI 01-3554-2006 35 dari 51 e) Contoh siap diuji.1.Larutan baku Cu 1 mg/l.Larutan standar Cu.2 Metode ICP 2. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p. Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan SSA tungku karbon. .a.tambahkan 5 ml HNO3 p. .45 _m.2.2.5 ml/l) sampai tanda garis.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi. 2.22. . .ICP terkalibrasi. . 1000 ml terkalibrasi. 100 _g/l . HNO3 p.dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml . d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.1.22. Pipet 1 ml larutan standar Cu 1000 ml/l ke dalam labu ukur 1000 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.22.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0. . Pipet masing-masing 0 ml. dan 10 ml yang terkalibrasi. . 15 ml dan 20 ml larutan baku Cu 1 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. .2.3 Pereaksi .100 ml. 2.22. Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan. 0 _g/50 _g/l.penangas listrik.Larutan induk Cu 1000 mg/l. 2.20 ml.1 Prinsip Analisis cemaran logam Cu dengan ICP berdasarkan pada ionisasi persentasi yang tinggi dari atom yang dihasilkan oleh plasma bersuhu tinggi.6 Perhitungan Hitung kadar tembaga dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.Air suling bebas logam.2.22. 1 ml. 2. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengndung HNO3 (1. 2. .saringan membran 0.5 ml/l) sampai tanda garis.5 Cara kerja.2.a.5 ml.a.45 μm.gelas piala 150 ml dan 500 ml.22.2.labu ukur 50 ml.2.pipet mikro 0.22.2. . 5 ml.2.5 ml/l ) sampai tanda garis. .2. 150 _ g/l dan 200 _g/l . . 2.Asamkan nitrat. 10 ml.2.2 Peralatan .

22.2.3.Larutan standar Cd.2. .saringan membran 0. e) Contoh siap diuji SNI 01-3554-2006 36 dari 51 2.3.3 Kadmium (Cd) dengan menggunakan Metode SSA tungku karbon 2.5 ml/l) sampai tanda garis.penangas listrik. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.2.5 _g/l dan 10_g/l. Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan.25ml. . 2. 2.3. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengndung HNO3 (1. .22.5 _g/l .3. 2. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150ml tambahkan 5 ml HNO3 p.2 Peralatan .75 ml dan 1 ml larutan baku Cd 1 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.5 ml/l) sampai tanda garis. . . . 2.22. . Pipet masing-masing 0 ml. 2.6 Perhitungan Hitung kadar tembaga (Cu) dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.2.5 ml/l) sampai tanda garis. .pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi.SSA tungku karbon terkalibrasi.Asam nitrat. .3 Pereaksi .Air suling bebas logam.labu ukur 50 ml. . .5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan ICP.5 ml.22. Pipet 1 ml larutan baku Cd 1000 ml/l kedalam labu ukur 1000 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. 2.tabung reaksi 20 ml. 0 _g/l.5 ml. HNO3 p.gelas piala 150 ml dam 500 ml. 0.Larutan baku Cd 1 mg/l. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi. 7.1 Prinsip Analisis cemaran logam kadmium (Cd) dengan SSA menggunakan lampu katoda Cd berdasarkan pada penyerapan energi radiasi oleh atom-atom yang berbeda-beda pada tingkat tenaga dasar.a dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml.4 Persiapan contoh .Larutan induk Cd 1000 mg /l.22.c) Bila terjadi endapan.a.pipet mikro 0. 0. 0.22.45_m.22. 5 _ g/l.

2. . d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml. . 2. . dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml. 5%.2 Peralatan .3.4. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengndung HNO3 (1. 2.5 ml/l) sampai tanda garis.45 _m. . . .saringan membran 0. . . e) Contoh siap uji.Asam nitrat HNO3 p.erlenmeyer.gelas piala 150 ml dan 500 ml. SNI 01-3554-2006 37 dari 51 2. c) Bila terjadi endapan.22.Larutan kalium persulfat.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh menggunakan SSA tungku karbon.Larutan kalium permanganat.45 _m.1 Prinsip Analisis logam Hg dengan SSA secara uap dingin menggunakan lampu katoda Hg berdasarkan pada penyerapan energi radiasi oleh asam-asam yang berbeda-beda pada tingkat dasar. . Larutkan 50 g KMnO4 dalam labu ukur 1 l dengan air suling.a.a.SSA dan generator hidrid terkalibrasi. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.a.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi. KMnO4.5 ml. .tabung reaksi 20 ml.3 Pereaksi .Air suling bebas logam. K2S208. encerkan dan impitkan sampai tanda garis. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi. .labu ukur 50 ml.penangas air . 5 %.4. Air suling yang telah mengalami dua kali penyulingan.pipet mikro 0. .22.22.22.22. . 2.3. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p.4 Raksa (Hg) dengan menggunakan metode SSA secara uap dingin 2.22. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.a.a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml dengan menggunakan saringan membran 0.6 Perhitungan Hitung kadar Cd dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.Asam sulfat H2SO4 p.4.

Larutan Natrium klorida hidroksil-amin sulfat.0 μg/l.2 Peralatan . 2.4. biarkan paling sedikit 15 menit.Larutkan 50 g K2S208 dalam labu ukur 1 l dengan air suling.5 ml larutan baku Hg 1 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. Larutkan 8 g NaBH4 dengan 200 ml NaOH 0. dan 0.4 ml.5 ml/l) sampai tanda garis. d) Tambah 8 ml larutan K2S2O8 dan panaskan selama 2 jam dalam penangas air pada suhu 95°C. sampai tanda garis. Larutan standar harus selalu segar. 2.2 ml. 2 μg/l.1 Prinsip Analisis cemaran logam Ag dengan SSA tungku karbon menggunakan lampu katoda Ag berdasarkan penyerapan energi radiasi oleh atom-atom Ag pada tingkat energi dasar dengan atomisasi tungku karbon. .Larutan induk Hg 1000 mg/l. ke dalam contoh larutan standar dan blanko.H2SO4. . encerkan sampai tanda garis. 0.5. 0.4.3 ml. 1μg/l. 5 Perak (Ag) 2.4 Cara kerja a) Ukur dengan teliti 100 ml contoh dan air suling bebas logam sebagai blanko ke dalam labu Erlenmeyer 250 ml.22.5.22. 4 μg/l dan 5 μg/l .H2SO4 dalam labu ukur 1 l dengan air suling. e) Dinginkan pada suhu ruang dan tambah 6 ml larutan (NH2OH)2.5 Perhitungan Hitung kadar raksa dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier. larutan ini harus segar. . Pipet masing-masing 0 ml.1 ml.5 ml/l) sampai tanda garis. Larutkan 120 g NaCl dan 120 g (NH2OH)2. encerkan dan impitkan .22.22. 2. .5. . b) Tambahkan 5 ml H2SO4 pa.5 ml HNO3 dan 15 ml larutan KMnO4. (NH2OH)2.Larutan Natrium borohidrida NaBH4.1 Metode SSA tungku karbon 2.1 N. 3 μg/l. SNI 01-3554-2006 38 dari 51 2.22.H2SO4 untuk mengurangi kelebihan permanganat. f) Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan SSA.1. Pipet 1 ml larutan induk Hg 1000 mg/l ke dalam labu ukur 1000 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 ( 1. 0.Larutan baku Hg 1 mg/l.1.Larutan standar Hg. 0.22. 2.

pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p.tabung reaksi 20 ml.labu ukur 50 ml.5. 0.SAA tungku karbon terkalibrasi.. Pipet 1 ml larutan baku perak 100 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.50 ml.pemanas listrik.a.5 ml/l) sampai tanda garis. Pipet masing-masing 0 ml.a.a.gelas piala 150 ml dan 500 ml.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan SSA tungku karbon.25 ml.1.5.Larutan standar Ag. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1. .1.6 Perhitungan Hitung kadar logam Ag dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan .22.neraca analitik dengan ketelitian 0.3 Pereaksi . e) Contoh siap diuji.Air suling bebas logam.45 m.00 ml larutan baku Ag 1 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. .1 mg terkalibrasi.5.45 m. .5 ml/l ) sampai tanda garis. 0. . HNO3 p. . dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml. . Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan . 2.22. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.75 ml.pipet ukur 10 ml. 0 g. 2. .pipet mikro 0. .5.5 ml.22. 7. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p. .5 g.saringan membran 0.Larutan baku perak 1 mg/l .22. . . dan 1. 5. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi. 2.Asam nitrat.1575 g perak nitrat AgNO3 dalam 100 ml air suling bebas logam tambah 10 ml HNO3 pa dan jadikan 1000 ml dengan air suling bebas logam.1. 0. .1 4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0.5 g dan 10 g. c) Bila terjadi endapan.5 ml/l) sampai tanda garis.Larutan induk perak 100 mg/l. Larutkan 0.0 g. SNI 01-3554-2006 39 dari 51 2. 2.

Asam nitrat. Pipet masing-masing 0 ml.Air suling bebas logam.pipet mikro 0.0 ml. . .a. . .a. .Larutkan 0. Pipet 1 ml larutan induk perak 100 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan .Larutan induk perak 100 mg/l. 2. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.5. c) Bila terjadi endapan.neraca analitik dengan ketelitian 0. 50 g. . .5 ml.1 Prinsip Analisa cemaran logam Ag dengan ICP berdasarkan pada ionisasi persentasi yang tinggi dari atom yang dihasilkan oleh plasma yang bersuhu tinggi.a. . 0. 150 g dan 200 g.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0.5 ml.45 m.labu ukur 50 ml. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.gelas piala 150 ml dan 500 ml .5. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi.5 ml/l) sampai tanda garis.5 ml/l) sampai tanda garis.22.tabung reaksi 20 ml.5.2 Metode ICP 2.2.Larutan baku perak 1 mg/l .5.22.Larutan standar Ag.22. 2.22. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p. . dan 2 ml larutan baku Ag 1 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.pemanas listrik.100 g. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. HNO3 p.1575 g perak nitrat AgNO3 dalam 100 ml air suling bebas logam tambah 10 ml HNO3 p.ICP terkalibrasi. dan jadikan 1000 ml dengan air suling bebas logam .a.2 Peralatan . . 1.2.2. .pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi. .5 ml. 0 g.saringan membran 0.45 m. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.garis regresi linier.2. dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml. 1. SNI 01-3554-2006 40 dari 51 2. . 2.22.1 mg terkalibrasi.5 ml/l) sampai tanda garis.5. .3 Pereaksi .

0 g.50 ml. .22. . dan batu didih kemudian uapkan diatas penangas listrik .Larutan induk kobal 1000 mg/l.saringan membran 0. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi.1 Metode SAA tungku karbon 2.1.2. 0. .6.pipet mikro 0.75 ml.Larutan standar kobal. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p.Air suling bebas logam.6.SSA tungku karbon terkalibrasi. .1.a. 2. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi.5 ml/l) sampai tanda garis.2.22. 0.3 Pereaksi .50 g. . HNO3 p. c) Bila terjadi endapan.5.labu ukur 50 ml.e) Contoh siap diuji. .1 Prinsip Analisis cemaran logam Co dengan SAA menggunakan lampu katoda Co berdasarkan penyerapan energi radiasi oleh atom-atom Co pada tingkat energi dasar dengan atomisasi tungku karbon.Asam nitrat.00 ml larutan baku kobal 10 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.6.a. .45 m.45 m.22.22.22. 0.Pipet masing .1.5.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0. .22. . 2.25 ml.22.5 ml.tabung reaksi 20 ml. 2.Larutan baku kobal 10 mg/l . Pipet 1 ml larutan baku kobal 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.masing 0 ml. dan 1.1. 25 g. Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan.a.gelas piala 150 ml dan 500 ml. SNI 01-3554-2006 41 dari 51 2.6. 2.6.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan ICP. 75 g dan 100 g.22.pemanas listrik. . 2. .2 Peralatan .6 Kobal (Co) 2.5 ml/l) sampai tanda garis. 6 Perhitungan Hitung kadar logam Ag dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier. .

2.Larutan induk kobal 1000 ppm.00 ml larutan baku Kobal 10 mg/l kedalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.6. 0.2 Peralatan .100 g. 50 g.4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml dengan menggunakan saringan membran 0.5 ml.pemanas listrik.5 ml.gelas piala 150 ml dan 500 ml.1.22.5 ml/l) sampai tanda garis.45 m. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml. 2.22. Pipet 1ml baku kobal 1000 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml tambah air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.5 ml/l) sampai tanda garis.2.22.22.Larutan standar Kobal. . . .6.a.2 Metode ICP 2. HNO3 p.6.Asam nitrat.6.1 Prinsip Analisa cemaran logam Co dengan ICP berdasarkan pada ionisasi persentasi yang tinggi dari atom yang dihasilkan oleh plasma yang bersuhu tinggi.ICP terkalibrasi. 1. 0 g. .5 ml.l) sampai tanda garis.6. SNI 01-3554-2006 42 dari 51 2.sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira10 ml sampai 20 ml.2.saringan membran 0. 2.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan SSA tungku karbon. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.labu ukur 50 ml. .6. Air suling yang telah mengalami 2 kali penyulingan.pipet mikro 0.Air suling bebas logam. dan 2.22. . 1. 150 g dan 200 g.tabung reaksi 20 ml. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi.a.0 ml. .1. Pipet masing-masing 0 ml. 2. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi. e) Contoh siap diuji.22. 2. .2.6 Perhitungan Hitung kadar logam Co dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.22. 2.45 m. b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.pipet ukur 10 ml dan 100 ml.6. .5 ml. . .3 Pereaksi . .Larutan baku kobal 10 mg/l.

1.6 Perhitungan Hitung kadar logam Co dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.22. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1.23.1.5 μg/l . . .23.23. 0.22.c) Bila terjadi endapan.Larutan baku arsen 1 mg/l. Air yang telah mengalami 2 kali penyulingan.5 ml/l) sampai tanda garis. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150ml tambahkan 5 ml HNO3 p.Air suling bebas logam. 2.Larutan induk arsen 1000 mg/l. . 2.45 m.pemanas listrik. .saringan membran 0.5 ml/l) sampai tanda garis. .6.a.1. . . 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.pipet mikro 0.tabung reaksi 20 ml.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi. 0. 2. .5 μg/l.2. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi.gelas piala 150 ml dan 500 ml. HNO3 p. Pipet masing-masing 0 ml. e) Contoh siap diuji.23 Cemaran arsen (As) 2.2 Peralatan . dan 10 μg/l. 5 ml encerkan dengan air suling bebas logam sampai tanda garis.6.75 ml dan 1.labu ukur 50 ml.Larutan standar arsen 2.50 ml. . 5 μg/l. dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml .25 ml. Pipet 1 ml larutan baku arsen 1000 mg/l ke dalam labu ukur 1000 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. 2.1 Metode SAA tungku karbon 2. 0.23.SSA tungku karbon terkalibrasi.5 ml. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml. .00 ml larutan baku arsen 1 mg/l kedalam labu ukur 100 ml tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1.20 ml. 7.1 Prinsip Analisis cemaran As dengan SAA menggunakan lampu katoda As berdasarkan pada penyerapan energi radiasi oleh asam-asam yang berbeda-beda pada tingkat dasar.a. . 2.a. SNI 01-3554-2006 43 dari 51 .3 Pereaksi .Asam nitrat.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan ICP.2.

Pipet 1 ml larutan baku arsen 1000 mg/l ke dalam labu ukur 1000 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. 2.5 μg/l.Larutan natrium borohidrida.a. HNO3 p. . NaBH4.23. e) Contoh siap diuji 2.1 Prinsip Analisis cemaran As dengan SSA menggunakan lampu katoda As berdasarkan pada penyerapan energi radiasi oleh atom-atom yang berbeda-beda pada tingkat dasar.gelas piala 150 ml dan 500 ml. . encerkan dengan air suling bebas logam sampai tanda garis.pipet mikro 0.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan SSA tungku karbon. .5 μg/l . . .6 Perhitungan Hitung kadar cemaran As dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.23.a.Larutan baku arsen 1 mg/l.a. c) Bila terjadi endapan.5 ml/l) sampai tanda garis. dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml sampai 20 ml. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150 ml tambahkan 5 ml HNO3 p. d) Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml.tabung reaksi 20 ml. . . b) Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.Larutan induk arsen 1000 mg/l.2. Air yang telah mengalami 2 kali penyulingan. 2.Asam nitrat.2.23.1.Larutan standar arsen 2.45 m. larutkan 8 g NaBH4 dengan 200 ml NaOH 0. 100 ml dan 1000 ml terkalibrasi.SSA dan generator uap hidrid terkalibrasi.2.pemanas listrik. 7. dan 10 μg/l.23.1.1 N.Air suling bebas logam .45 m.1.2. 2.2 Metode SSA secara Natrium Borohidrid 2. . 2.labu ukur 50 ml. .23. larutan ini harus segar.saringan membran 0.a. 1 ml dan 10 ml terkalibrasi. . dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1. 5 μg/l.23. . .2 Peralatan . .4 Persiapan contoh a) Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml menggunakan saringan membran 0.pipet ukur 10 ml dan 100 ml terkalibrasi.3 Pereaksi .23.5 ml.

0. d. 0. .45 μm .20 ml.24.otoklaf terkalibrasi .00 ml larutan baku arsen 1 mg/l ke dalam labu ukur 100 ml.Pipet masing-masing 0 ml. dinginkan dan tambahkan air bebas logam yang mengandung HNO3 (1. pipet 100 ml contoh yang diasamkan ke dalam gelas piala 150ml tambahkan 5 ml HNO3 p. Pindahkan contoh ke dalam labu ukur 100 ml. .5 ml/l) sampai tanda garis.4 Cara kerja a) Pasang peralatan penyaring membran yang terdiri dari corong..1. dan batu didih kemudian uapkan di atas penangas listrik sampai larutan jernih dan volumenya kira-kira 10 ml .50 ml.1.a. .gelas ukur 100 ml . c. .25 ml.2. Contoh siap diuji.4 Persiapan contoh a. SNI 01-3554-2006 44 dari 51 2.23. .5 ml/l) sampai tanda garis.24 Cemaran mikroba 2.3 Pembenihan Plate Count Agar (PCA).24.24. membran penyaring dan . Asamkan contoh sampai pH < 2 dengan HNO3 p.cawan petri dari gelas / plastik berdiameter 50 mm -60 mm . . .6 Perhitungan Hitung kadar cemaran As dalam contoh dengan menggunakan kurva kalibrasi atau persamaan garis regresi linier.24.45 m b. 2.2.1. 2.oven terkalibrasi .1. tambahkan air suling bebas logam yang mengandung HNO3 (1. 0. 2.inkubator terkalibrasi .2. . Saring larutan contoh 50 ml sampai 100 ml dengan menggunakan saringan membran 0.saringan membran 0.1 Angka lempeng total (metode penyaringan membran) 2.24.1 Prinsip Pertumbuhan bakteri mesofil aerob setelah contoh diinkubasikan dalam pembenihan yang sesuai selama 24 jam-48 jam pada suhu (35 ± 1)°C. e. Bila terjadi endapan.2 Peralatan .penangas air (45 ± 1)°C .75 ml dan 1. 2.23. 2.23.alat penghitung koloni . 2.pipet ukur 10 ml terkalibrasi .a.5 Cara kerja Periksa larutan standar dan contoh dengan menggunakan SSA generator uap hidrid.

.1 Prinsip Pertumbuhan bakteri bentuk koli setelah contoh diinkubasikan dalam pembenihan yang cocok selama 24 jam sampai 48 jam pada suhu (36 ± _1) C. 2.45 μm. . . 2.2.24.24.2 Peralatan . .4 Cara kerja a) Pasang peralatan penyaring membran yang terdiri dari corong. dan saring cairan pembilas.3 Pembenihan Violet red bile agar. .otoklaf terkalibrasi. membran penyaring danpenampung yang telah disterilkan lebih dahulu. . b) Masukkan 100 ml contoh atau sejumlah yang diperlukan ke dalam corong dari alat penyaring dengan menggunakan pipet atau gelas ukur steril. dan hubungkan dengan sistem .penampung yang telah disterilkan lebih dahulu dan hubungkan dengan vakum sistem.gelas ukur 100 ml. SNI 01-3554-2006 45 dari 51 d) Bilas seluruh permukaan dalam corong penyaring dengan air suling steril yang jumlahnya sama dengan jumlah contoh yang disaring. 2.saringan membran 0.penangas air (45 ± 1) °C . . h) Inkubasikan cawan petri dengan posisi terbalik dalam inkubator pada suhu (36 ± 1) oC selama 48 jam.oven terkalibrasi.24.2 Bakteri bentuk koli (metode penyaringan membran) 2.24.2.24.inkubator terkalibrasi .2.2. . i) Hitung jumlah koloni yang terbentuk pada filter yang menyatakan jumlah angka lempeng total) dalam 100 ml contoh.alat penghitung koloni. 2. f) Buka kembali peralatan penyaring dengan pinset yang steril angkat membran penyaring dari alat penyaring.cawan petri dari gelas / plastik berdiameter 50 mm -60 mm . e) Sesudah pembilasan selesai hentikan vakum.pipet ukur 10 ml terkalibrasi . c) Gunakan vakum untuk menyaring contoh melalui membran dan saring contoh seluruhnya. g) Letakkan membran penyaring di atas perbenihan plate count agar dalam cawan petri (usahakan jangan ada gelembung udara di bawah membran).

.penangas air. b) Masukkan 100 ml contoh atau sejumlah yang diperlukan ke dalam corong dari alat penyaring dengan menggunakan pipet atau gelas ukur steril.5 mm atau lebih pada membran yang menyatakan jumlah bakteri bentuk koli dalam 100 ml contoh. . .botol pengencer 500 ml. .gelas sediaan.gelas ukur 1ml dan 10 ml.Bismuth sulpit agar (BSA). . SNI 01-3554-2006 46 dari 51 2. g) Letakkan membran penyaring di atas perbenihan violet red bile agar dalam cawan petri (usahakan jangan ada gelembung udara di bawah membran).sengkelit (ose).Briliant green agar (BGA). . . hentikan vakum.24.24. 2.pengaduk gelas. d) Bilas seluruh permukaan dalam corong penyaring dengan air pengencer atau air suling steril yang jumlahnya sama dengan jumlah cuplikan yang disaring dan saring cairan pembilas e) Sesudah pembilasan selesai. .inkubator 37oC .3 Salmonela 2.3. .1 Prinsip Pertumbuhan salmonela pada pembenihan selektif yang dilanjutkan dengan uji biokimia dan uji serologi.oven.tabung reaksi .cawan petri 90 mm – 100 mm dan 140 mm – 150 mm. .vakum. c) Gunakan vakum untuk menyaring contoh melalui membran dan saring contoh seluruhnya.membran filter.3 Perbenihan dan pereaksi .3. . h) Inkubasikan cawan dengan posisi terbalik pada suhu (36C 1) C selama 24-48 jam. . f) Buka kembali peralatan penyaring dengan pinset yang steril angkat membran penyaring dari alat penyaring.24.Buffered peptone water (BPW).24.1 Peralatan . 42oC dan 43oC. i) Hitung koloni yang berwarna merah gelap yang berukuran 0. .3. 2.

Salmonella polyvalent H (antisera spicer edwards). b) Pra-pengkayaan (pre-enrichment) . .Salmonella polyvalent O. - 2. . Inkubasikan pada suhu 37oC selama 24 jam. . . 1.. SS Agar. Pada . 3. Pipet 10 ml biakan pra-pengkayaan ke dalam 100 ml tetrathionate Brilliant Green Broth (BGA).4 Cara kerja a) Penyiapan dan homogenisasi contoh.Urea agar atau urea broth.Tetrathionate briliant green broth.Nutrient agar. Pindahkan contoh yang telah dihomogenisasi secara aseptik ke dalam botol 500 ml steril. 3.HE agar (hekoen enteric agar). . .Pereaksi galakoksidase. 1. Kemudian Inkubasikan pada suhu (36 oC ± 1) oC selama 16 jam . Amati tersangka koloni salmonella pada media dengan ciri-ciri sebagai berikut : BGA : Koloni yang berwarna merah muda hingga merah atau bening hingga buram dengan lingkaran merah muda sampai merah. c) Pengkayaan (enrichment).MR-VP medium. jika masa inkubasi bertambah.Saline solution. Inkubasikan pada suhu 35 oC – 37oC selama 24 jam. Inkubasikan pada suhu 43oC selama 24 jam.SSA (salmonella shigella agar). . 2. Pindahkan biakan pengkayaan dengan menggoreskan masing-masing biakan dengan sengkelit ke dalam cawan petri yang berisi BGA dan BSA atau perbenihan selektif lainnya (XLD. 2.Pereaksi indol dan pembenihan indol. .3. 1. . Pipet 10 ml biakan pra-pengkayaan ke dalam 100 ml selenit cystine broth dan .Selenite cystine Broth. abu-abu sampai hitam dan kadang-kadang kilap logam. . BSA : Koloni berwarna coklat. . . SNI 01-3554-2006 47 dari 51 4.XLD (xylose lysine desoxycholate agar). Warna media disekitar koloni mula-mula coklat dan kemudian menjadi hitam. .Semi solid nutrient agar.Lysine decarboxylation medium (LDC).Triple sugar iron agar (TSI agar). HE agar. 2. . d) Penanaman pada pembenihan pilihan / selektif. .24.20 jam.

Goreskan tersangka koloni salmonella pada permukaan Urea agar miring . Inkubasikan pada suhu 37 oC selama 24 jam. C. Dari koloni yang diisolasi pada nutrien agar dipindahkan ke dalam media sebagai berikut . D. Lysine Decarboxylation Medium 1 Inokulasikan tersangka koloni salmonella pada perbenihan cair (lysine decaboxylase broth). 1. Pada bagian tegaknya salmonella akan: mempermentasikan glukosa. 2 Inkubasikan pada suhu 37oC selama 48 jam. Beta Galaktosidae Reagent 1.25 larutan saline dalam tabung reaksi. XLD : Koloni berwarna merah muda dengan bintik hitam di tengah. Amati terjadinya perubahan – perubahan sebagai berikut. . HE : Koloni berwarna biru-hijau dengan atau tanpa bintik hitam ditengah. Tersangka koloni salmonela dipindahkan keperbenihan miring TSA dengan cara menggores bagian miringnya dan menusuk bagian tegaknya 2. warna media berubah dari ungu menjadi kuning Tidak mempermentasikan sakarosa media tetap ungu Dapat membentuk gas H2S. Timbulnya warna merah muda menunjukkan reaksi positip dan warna tidak berubah reaksi negatip. warna media tetap merah atau tidak berubah B. Pilih 2 – 5 koloni tersangka dan goreskan pada permukaan nutrien agar dalam cawan petri yang sudah disiapkan terlebih dahulu dan inkubasikan pada suhu 37o C selama 20 jam– 24 jam 2. Timbulnya warna ungu menunjukan reaksi positip.48 jam 3. Urea agar 1. A. Suspensikan tersangka koloni salmonella dalam 0. warna media berubah dari ungu menjadi hitam Pada bagian miringnya salmonella akan: Dapat mempermentasikan laktosa atau sakarosa warna media menjadi kuning Tidak dapat mempermentasikan laktosa atau sakarosa.beberapa “strain” koloni berwarna hijau dengan daerah disekelilingnya berwarna lebih gelap. e) Konfirmasi atau penegasan (uji biokimia). TSI Agar 1. bening sampai buram. 2. Inkubasikan pada suhu 37 oC selama 24 jam . SSA : Koloni tak berwarna sampai merah muda.

VP Medium SNI 01-3554-2006 48 dari 51 1. Kemudian pada tiap tabung tambahkan 2 tetes larutan creatine. Dengan menggunakan segkelit . Uji vogel-proskuer : warna tidak berubah (reaksi negatif) f. 3 tetes larutan.2. Indol Medium 1. Terbentuknya warna merah jambu sampai merah tua menunjukan reaksi positip dan bila tidak berubah reaksi negatip. Terbentuknya warna kuning menunjukan reaksi positip dan bila tidak berubah reaksi negatip. 2. 2. masukan masing–masing 1 sengkelit tersangka koloni salmonella ke dalam 2 tabung reaksi yang masing-masing berisi 0. Uji indol : warna kuning kecoklatan (reaksi negatif) Uji serologi Lakukan uji serologi bila reaksi biokimia menunjukkan ada salmonella.2 ml perbenihan VP. Beta-galactosidase : warna tidak berubah (reaksi negatif) e. 3. 5. Tambahkan 1 tetes toluena. TSI agar Bagian tegaknya : warna kuning dengan atau tanpa warna hitam (H2S) Bagian miringnya : warna merah atau tidak berubah b Urea agar : warna merah atau tidak berubah (reaksi negatif) c. 4. Reksi biokimia dari salmonella a. E. Inkubasikan pada suhu 37oC selama 24 jam lalu tambahkan 1 ml pereaksi indol. Masukan 1 sengkelit tersangka koloni salmonella ke dalam media indol tabung. Tambahkan 0. Kemudian teteskan sedikit antisera di samping biakan. alphanafol dan 2 tetes pereaksi KOH lakukan pengocokan tiap kali menambahkan pereaksi. Inkubasikan tabung ke 1 pada suhu kamar dan tabung ke 2 pada suhu 37oC selama 48 jam. 3. Terbentuknya warna gelang merah menunjukkan reaksi positif dan bila tidak berubah atau warna kuning kecoklatan reaksi negatif. Simpan lagi dalam penangas air pada suhu 37 oC selama 24 jam. F. Amati dalam waktu 15 menit.25 ml pereaksi Betagalactosidae dan kocok. Masukan ke dalam penangas air pada suhu 37 oC selama beberapa menit. 3. 4. Ambil 1 sengkelit biakan dari TSI agar dan oleskan pada gelas sediaan. Lysine decarboxylase : warna ungu (reaksi positif) d.

5 mg.25 g 6. Sesudah semua anti biotik tercampur.1oC ± 2)oC .5 g 5. .gelas ukur 100 ml.08 g 8. Na2S2O3 6.pinet steril. Sukrosa 1.4 Pseudomonas aeruginosa dengan metode penyaringan membran 2. tuang sebanyak 3 ml perbenihan ke dalam cawan petri berukuran 50 mm x 12 . kanamisin 8.4. maka salmonella dinyatakan positif. Merah Fenol 0.5 ± 0. Tambahkan anti biotik kering sulfapiridin 176 mg. atur pH (6. Atur pH kembali menjadi (7.24.4.3 Perbenihan a). . L-Lisin HCL 0.24. Feri ammonium sitrat 0.45 _m. .cawan petri 50 mm x 12 mm.24.saringan membran 0. aeruginosa pada penyaringan membran dengan penampakan rata dengan pinggiran luar terang/cerah dari bintik coklat sampai hijau hitam di tengah setelah diinkubasikan pada suhu (41.8 g 10.inkubator (41. Jika reaksi biokimia menunjukkan adanya salmonella dan uji serologi positif. Ekstrak ragi 2. . Natrium tio sulfat.5)0C. Penggumpalan yang terjadi menunjukkan uji positif. 2.5 g 3.5oC ± 1)oC. Laktosa 1.0 g 4. .24. .1 Prinsip Pertumbuhan P.2 Peralatan .5 g 2.4.5 ± 0. Air suling 1 l Larutkan semua bahan-bahan dalam air suling.campur tetesan antisera dengan kultur hingga homogen. Agar 15. Natrium klorida NaCl 0.5)oC selama 72 jam dalam pembenihan yang cocok.pipet 100 ml terkalibrasi.8 g 9. sterilkan menggunakan autoklaf pada suhu 121oC selama 15 menit.0 g 11.25 g 7. nalidixic acid 37.0 mg. dan dikloheksamida 150 mg untuk 1 l perbenihan tersebut.unit alat penyaringan . Ksilosa 2. M-PA agar SNI 01-3554-2006 49 dari 51 agar ini dapat disiapkan dari bahan dasar sebagai berikut : 1. setelah steril dinginkan sampai suhu 55oC – 60oC. 2. 2.

b). Simpan cawan yang berisi perbenihan tersebut pada suhu 2oC – 10oC.mm. Lalu tuangkan lebih kurang 200 ml perbenihan ke dalam cawan petri berukuran 100 mm X 15 mm 2.0 g Air suling 500 ml Sterilisasi bagian A dan B secara terpisah.4. Gunakan vakum untuk penyaring contoh melalui membran dan saring contoh seluruhnya.4 Cara kerja a) Uji Pendugaan Pasang peralatan penyaring membran yang terdiri dari corong. SNI 01-3554-2006 50 dari 51 . setelah steril cepat dinginkan sampai 550C. Secara aseptik campurkan bagian A dan B. membran penyaring dan penampung yang telah disterilkan lebih dahulu dan hubungkan dengan vakum sistem Masukan 200 ml contoh ke dalam corong dari alat penyaring dengan menggunakan gelas ukur steril. NaCl 2. kanamisin dan nalidixic aicd) c) Agar susu (milk agar) Bagian A Susu Instan tidak berlemak atau sejenisnya 100 g Air suling 500 ml Bagian B Nutrient broth 12. Bilas seluruh permukaan dalam corong penyaring dengan air suling steril yang jumlahnya sama dengan jumlah contoh yang disaring.5 g Natrium klorida. sulfat. Modifikasi MPA agar (M-PA-C agar yang masih tersedia secara komersial sudah mengandung magnesium. Buka kembali peralatan penyaring dan dengan pinset yang steril angkat membran penyaring dari alat penyaring.24. Letakkan membran penyaring diatas perbenihan M-PA (usahakan jangan ada gelembung udara dibawah membran).5 g Agar 15. Buang perbenihan yang tidak terpakai sesudah satu bulan penyimpanan. Saring cairan pembilas kemudian hentikan vakum setelah pembilasan selesai.

2. APHA. penampakan rata dengan pinggiran luar terang dan bintik coklat sampai hijau hitam di tengah. 4500’ KMnO4. C. Potasium Permanganate. Visual Comparison Method. B. aeruginosa menghidrolisis kasein dan menghasilkan diffusible pigmen yang menyebar berwarna kuning sampai hijau. SNI 01-3554-2006 51 dari 51 Bibliograf Standard Methods For The Examination of Water and Wastewater.5)oC selama 72 jam. NO3 -. Electrothermal Atomic Absorption (3113B) and ICP Method (3120 . Fe. Hitung koloni yang diduga dari membran penyaring yang mengandung 20 koloni – 80 koloni.aeruginosa / 100 ml. H+. 4500. 3500. E. B. CN-. Inkubasikan cawan tersebut dengan posisi terbalik pada suhu (36oC ± 1oC) selama 24 jam. Washington DC. 2540. Phenate method.20th Ed. Iron.Cl-. 2130. Colorimetric Method. B. Argentometric Method. SO4 2. Spectrophotometri Method.24. F.Sulfate. N02 . NH 3 . 3500. Turbidimetric Method. P. Cyanide. Turbidity.B. aeruginosa dengan ciri-ciri sebagai berikut: koloni dengan diameter 0.Nitrogen (Nitrite). 4500. Nitrogen (Nitrate). Color. B. E.2 mm. 4500. Electrothermal Atomic Absorption (3113B) and ICP Method (3120). B Nephelo Metric Mehtod. pH Value. American Public Health Association. b) Uji penegasan Gores koloni yang duduga di atas permukaan perbenihan agar susu sepanjang 2 cm – 4 cm. Colorimetric Method 4500. 5310. American Water Works Association: Water Environment Federation. Total Solid Dried. Electrometric Method. 4500. Ultraviolet Persulfate Spectrophotometric Screening Method.5 ± 0.8 mm – 2. B.5 Perhitungan Hitung dan catat jumlah koloni P. Chloride. Amati koloni yang diduga P. B. Total Organic Carbon (TOC).Nirogen (Amonia). Mn. 4500. 4500. Persulfate Spectrophotometric Screening Method. 1998 yaitu: 2120. Manganese.Inkubasikan cawan dengan posisi terbalik pada suhu (41.4.

Detection of Pathogenic Bacteria. 3500. Chlorine (Residual). Boron. As. 4500. Pb. Chromium. ICP Method (3120). dan tertier. Lead. Electrothermal Atomic Absorption (3113B) and ICP Method (3120). 3500 Ba. 3500. 3500. Mercury. Se.1 Air merupakan salah satu dari sekian banyak zat yang ada di alam yang penting bagi kehidupan manusia. Hal ini juga dipengaruhi oleh peningkatan jumlah penduduk yang meningkat sangat cepat serta kuantitas dan kualitas air tanah yang mengalami penurunan yang cukup tajam yang dapat disebabkan adanya kerusakan alam dan resiko pencemaran yang semakin tinggi. Electrothermal Atomic Absorption (3113B) and ICP Method (3120). Spectrophotometer Atomic Absorption. Selain itu kebutuhan manusia juga dapat dibagi menjadi kebutuhan jasmani dan rohani. B. Barium. Co. Hydride Generation Atomic Absorption Method (3114B and C).Recreational Waters. G. Kebutuhan manusia sangat beraneka ragam dan dapat dibedakan atas berbagai macam kebutuhan. Copper. 3500. Sendi-Sendi Ilmu Hukum dan Tata . Heterotrophic. Cu. Cadmium Electrothermal Atomic Absorption (3113B) and ICP Method (3120). 9222. Membrane Filter Method. Jika dilihat dari tingkatannya.and 3125). Membrane Filter Technique Members of The Coliform Group. maka kebutuhan konsumen dapat terbagi menjadi tiga yaitu kebutuhan primer. Electrothermal Atomic Absorption (3113B). General Qualitative Isolation and Identification Procedure for Salmonella. 3500. Electrothermal Atomic Absorption (3113B) and ICP Method (3120). 3500. The hydride generationatomic absorption (3114B). Selenium. Kebutuhan masyarakat akan air minum layak dan aman untuk dikonsumsi semakin meningkat setiap hari sedangkan ketersediaan air layak minum yang berkualitas dan terjamin dari segi kesehatan semakin sulit diperoleh. Electrothermal Atomic Absorption (3113 B) and ICP method (3120). Arsenic. 3500. Hg. Dengan adanya bermacam-macam dan berbagai jenis kebutuhan tersebut maka setiap manusia akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. sekunder. Ag. E. Membrane Filter Technique for Pseudomonas aeruginosa. Electrothermal Atomic Absorption (3113B) and ICP Method (3120). Plate Count. 3500. Electrothermal Atomic Absorption (3113B) and ICP Method (3120). 1 Purnadi Purbacaraka dan Soerjono Soekanto. B. Cr.Electrothermal Atomic Absorption (3113B). 3500. DPD Colorimetric Method. 9213. Air adalah kebutuhan dasar (primer) yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia yang menduduki urutan kedua setelah udara. 9260. Curcumin Method (B). Silver. Cd. Cl. 9215. Cobalt. D. Setiap manusia pada dasarnya membutuhkan barang dan/atau jasa untuk memenuhi kebutuhannya. ICP Method (3120). 3500.

Adanya peningkatan konsumsi air terutama air minum oleh masyarakat ini tidak diimbangi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) sebagai perusahaan air minum yang belum dapat menyediakan air bersih bagi masyarakat. dikutip dari <http://sosbud. air berwarna kecoklat-coklatan atau keruh.3 Rendahnya kualitas dan kuantitas air yang berasal dari PDAM khususnya di kota Medan diakibatkan karena air yang selama ini dipenuhi dengan sumber air sumur atau sumber air dalam tanah semakin menipis. Kebutuhan masyarakat akan air yang layak dan aman untuk dikonsumsi itupun setiap hari semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kendala-kendala inilah yang kemudian menjadi cikal bakal meningkatnya prospek usaha air minum dalam kemasan (AMDK) yang memasukkan produk air minum sehingga menjadi alternatif bagi masyarakat terutama dalam memenuhi kebutuhan akan air bersih yang layak dan aman untuk dikonsumsi setiap hari.2 Oleh karena itu. Untuk saat ini. Pemerintah mewajibkan label SNI produk AMDK tersebut dan telah tertuang 3 “Tak Mampu Sediakan Air Bersih”. Padahal air bersih merupakan salah satu kebutuhan yang sangat vital bagi manusia sehingga air bersih menjadi syarat utama untuk bisa hidup sehat.co. dikutip dari <http://bataviase. “Menyoal Masyarakat Konsumen Air”. mencuci dan memasak bahkan untuk minum. AMDK ini dikenal berbagai macam jenis kemasan.1989). 600 (enam ratus) ml.kompasiana.43. Pada saat itu. produk AMDK terjaga kebersihan dan keamanannya yang ditunjukkan dengan label Standar Nasional Indonesia (SNI) yang terdapat dalam kemasan.id/detailberita- . Universitas Sumatera Utara Semakin lama kesadaran masyarakat semakin tinggi tentang pentingnya air minum yang sehat sebagai salah satu kebutuhan yang esensial untuk beraktivitas dalam kehidupan sehari-hari. (Bandung : Citra Aditya Bakti. PDAM dinilai tidak memiliki kapasitas untuk bisa menyediakan air bersih yang cukup bagi masyarakat. seakan-akan kehidupan manusia tidak lepas dari AMDK. pada tanggal 2 September 2010. Ditambah lagi dengan banyaknya keluhan masyarakat mengenai air yang berasal dari PDAM mulai dari soal kualitas dan kuantitas seperti halnya air yang mengandung timbal atau kasinogenik. Hal ini dianggap sangat wajar karena selain praktis dan efisien. Air yang berasal dari PDAM tidak setiap hari mengalir dan terkadang tidak bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi. menurut data yang berasal dari Koalisi Rakyat Untuk Hak Atas Air menyebutkan dari 2 Amstrong Sembiring. kerusakan alam dan percemaran serta kepercayaan masyarakat terhadap jumlah dan kualitas air yang baik yang berasal dari PDAM. 1 (satu) liter hingga galonan. air berbau larutan zat kimia atau berasa aneh hingga debit air yang kerap kali tidak mengalir sama sekali atau sangat kecil keluarnya.Hukum. Universitas Sumatera Utara 353 (tiga ratus lima puluh tiga) jumlah PDAM di seluruh Indonesia. Mulai dari kemasan 240 (dua ratus empat puluh) ml. sebagian besar masyarakat Indonesia sudah tidak asing lagi dengan AMDK dan mengkonsumsinya untuk kebutuhan sehari-hari sebagai air minum. hanya 275 (dua ratus tujuh puluh lima) PDAM yang beroperasi dan hanya bisa melayani sekitar 38% (tiga puluh delapa persen) penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan. Berkaitan dengan ketidakmampuan PDAM menyediakan air bersih yang berkualitas.com/2010/01/24/menyoal-masyarakat-konsumen-air/>. hal.

167.000 29.” Universitas Sumatera Utara 4 1999 3.000 18. 16.04 1999 3. Tabel 1 Perkembangan Produksi AMDK (1997-2002) 5 No Tahun Produksi (Liter Pertahun) Pertumbuhan (%) 1 2002 6. keselamatan konsumen dan melestarikan fungsi lingkungan hidup. dikutip dari <http://klmmicro.068.000 12. hal.142.393.845 15. Menurut data dari Indonesian Bottled Drinking Water Association.963 20. pada tanggal 2 September 2010. perkembangan produksi AMDK dalam kurun waktu tahun 1994 hingga tahun 2002 mencapai pertumbuhan sebesar 24% (dua puluh empat persen) pertahun (lihat tabel 1) diringi juga dengan perkembangan konsumsinya yang semakin meningkat (lihat tabel 2).200.000 37.000 - Rata-Rata 4.39 3 2000 4.097.000 48.47 2001 5. Adapun untuk produk AMDK yakni SNI No.200.31 .417.435.693.86 2002 6. Tabel 2 Perkembangan Konsumsi AMDK di Indonesia Tahun 1997-2004 6 Tahun Konsumsi (Kilo Ltr/tahun) Konsumsi Perkapita (Liter) 2004 10.64 1998 2.28% (tiga puluh enam koma dua puluh delapan persen).71 1997 2.474.629.705 31.66 2003 8.671.96 5 1998 2. pada tanggal 2 September 2010.html>. Sedangkan mulai pada tahun 2000 hingga tahun 2002 mengalami dinamika kenaikan dan penurunan rata-rata 15% (lima belas persen) setiap tahunnya.555 27.4 Oleh karena itu AMDK merupakan produk yang aman untuk dikonsumsi dan telah sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Konsumen.68 6 1997 2.000* 38.10537162.854.173. “AMDK Wajib SNI.36 4 Faizal.91 2 2001 5.600.356. 01.833 Sumber : Deperindag (2003) Dari tabel di atas. Skripsi. 5 Erwanto. Universitas Sumatera Utara dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 69 tahun 2009 tertanggal 3 Juli 2009 tentang Pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) AMDK secara wajib yang berlaku sejak 6 bulan ditetapkan.342 12.024.3553.435.124.16 2000 4. Institut Pertanian Bogor. “Analisis Sensitivitas Harga dan Loyalitas Konsumen Terhadap Air Minum Dalam Kemasan (AMDK).126.000* 47.2006. dapat dilihat perkembangan produksi AMDK dari tahun 1998 hingga tahun 1999 mengalami peningkatan yang signifikan yaitu sebesar 36.907 10. Tujuannya adalah melindungi masyarakat dan juga untuk mendorong peningkatan persaingan usaha yang sehat. com/blog/air%20minum/amdk-wajib-sni-melanggar-kena-sanksi>.062. Program Sarjana Ekstensi Manajemen Agribisnis Fakultas Pertanian. Melanggar Kena Sanksi”.

6% (satu koma enam persen).8 (dua belas koma delapan) miliar liter. Penurunan konsumsi terdapat pada tahun 1997 ke tahun 1998 dimana terjadi penurunan sebesar 1. Peranan air minum isi ulang semakin besar. Peluang usaha tersebut adalah munculnya usaha air minum depot (AMD) isi ulang yang mulai booming mulai tahun 2000-an yang hingga kini terus tumbuh dan berkembang pesat di berbagai daerah. dapat dilihat bahwa selalu terjadi kenaikan tingkat konsumsi setiap tahunnya yang mencapai angka rata-rata 5% (lima persen) per tahun.03% (tujuh koma nol tiga persen) dibandingkan dengan produksi pada 2009 sebesar 12.Sumber : Riset Frontier dalam Irawan (2005) 6 Ibid. Seiring dengan semakin populer dan menjamurnya usaha AMD isi ulang ini.03%”. Angka penurunan ini tidak terlalu besar dibandingkan kenaikan di tahun-tahun berikutnya ditambah lagi dengan faktor krisis moneter yang terjadi pada saat itu. “Bisnis AMDK”. Produksi AMDK untuk sepanjang tahun ini diperkirakan mencapai 13. hal ini terlihat dengan semakin bertambahnya jumlah air minum isi ulang dimana-mana.7 (tiga belas koma tujuh) miliar liter atau tumbuh 7. dikutip dari <http://fujiro. Atau dengan kata lain. Menurut Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (Aspadin). Hal ini juga berkaitan dengan biaya produksinya yang semakin tinggi terutama untuk produksi kemasan sehingga AMDK mulai tidak dapat terjangkau oleh sebagian konsumen.8 7 “Produksi AMDK Tahun 2010 diperkirakan tumbuh 7. Hal ini dapat terlihat dari grafik perkembangan volume penjualan AMDK mulai dari tahun 1999 hingga tahun 2005 yang menurun sampai pada angka 11% (sebelas persen). dikutip dari <http://www. peluang usaha air kemasan ini pun terus tumbuh setiap tahun. Universitas Sumatera Utara Dari tabel perkembangan konsumsi AMDK diatas.airminumisiulang. pada tanggal 3 September 2010.com/news/63/Produksi-AMDK-tahun-2010-diperkirakan-tumbuh- 7-03> pada tanggal 3 September 2010. timbul beberapa permasalahan terutama mengenai kualitas AMD isi ulang. Universitas Sumatera Utara Gambar 1 Sumber : Riset Frontier dalam Irawan (2005) Tingginya kebutuhan air minum bersih dan sehat serta cukup mahalnya harga produk AMDK memunculkan inovasi-inovasi baru. Masyarakat diberi kesempatan untuk memenuhi kebutuhannya untuk memilih dan menggunakan AMD isi ulang karena sesuai dengan keinginan dan kemampuan sebagian konsumen. 8 Fujiro Red. 7 Perubahan perekonomian bangsa dan meningkatnya harga kebutuhan pokok karena krisis moneter yang berkepanjangan berimbas pada naiknya harga AMDK. hal ini mendatangkan peluang usaha baru di masa krisis yang belum menampakkan adanya perbaikan. Para pelaku usaha kemudian melihat peluang ini sebagai peluang baru yang menjanjikan untuk membangun bisnis baru Universitas Sumatera Utara yaitu Air Minum Depot (AMD) isi ulang yang pertumbuhannya semakin menjamur karena dapat dijangkau dengan harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan AMDK. Kualitas dari AMD isi ulang ini yang menjadi tolak ukur apakah air . Hal inilah yang kemudian menjadikan AMD isi ulang lebih populer dan berkembang lebih pesat daripada AMDK.com/bisnis-amdk/>.

12 13 Shidarta.Grasindo. 2004). Selain itu juga banyak pelanggaran-pelanggaran yang terjadi atau yang dilakukan oleh depot-depot air minum isi ulang khususnya di kota Medan. Khusus mengenai larangan dengan mobil terbuka dengan rasionalisasi bahwa jika terkena matahari dalam waktu lama maka akan terjadi pemanasan zat kimia yang 9 “Masih Banyak Pengusaha Depot Air Isi Ulang di Deli Serdang Belum Taat Uji Kelayakan”. 12 Hal tersebut menyebabkan hukum perlindungan konsumen dianggap penting keberadaannya. . pemasangan label SNI pada kemasan padahal kenyataannya belum mendapatkan SNI. Harian Antara Sumbar 7 Agustus 2009.html>.minum yang berasal dari AMD isi ulang layak dikonsumsi atau tidak. Hukum Perlindungan Konsumen Indonesia. Harian SIB Medan 17 Juli 2009. 11 Permasalahan mengenai AMD isi ulang ini terkait dengan perlindungan konsumen karena masyarakat sebagai konsumen merupakan elemen yang paling erat dengan konsumsi AMD isi ulang yang harus diperhatikan oleh para pihak yang terkait baik oleh pelaku usaha maupun pemerintah. Kedudukan konsumen dan pelaku usaha tidak seimbang dimana konsumen menjadi objek aktivitas bisnis untuk meraup keuntungan yang sebesar-besarnya oleh pelaku usaha melalui kiat promosi. Universitas Sumatera Utara terkandung oleh galon (yang terbuat dari plastik) sehingga menyebabkan air minum tercemar. Pelanggaran tersebut sebagian besar mengenai perizinan serta pelaporan secara berkala (enam bulan sekali) mengenai kualitas terkait higienitas serta sanitasi lingkungan depot air isi ulang yang akan dijual ke masyarakat.13. cara penjualan.net/kesehatan/banyak-depot-air-minum-yang-tidak-memenuhistandar- sanitasi. 10 YogyaOnline. Hukum perjanjian yang seharusnya dapat diasumsikan berlaku 11 “Dinkes Solok Selatan Tetapkan Regulasi Air Minum Isi Ulang”. Upaya perlindungan konsumen yang dapat dilakukan adalah dengan memperhatikan dan menjamin keselamatan dan keamanan dalam mengkonsumsi AMD isi ulang tersebut. “Banyak Depot Air Minum yang Tidak Memenuhi Standar Sanitasi”. (Jakarta : PT. Masalah perlindungan konsumen semakin gencar dibicarakan. dikutip dari <http://yogyaonline. (Jakarta : Gramedia Pustaka Utama. Permasalahan ini tidak akan pernah habis dan akan selalu menjadi bahan perbincangan di masyarakat. serta penerapan perjanjian standar yang merugikan konsumen. 10 serta penjualan keliling air minum isi ulang dengan mobil terbuka karena rentan terhadap pencemaran kimia. Universitas Sumatera Utara seimbang dalam kenyataannya terkadang sulit untuk disamakan karena posisi tawar konsumen biasanya selalu lebih rendah daripada pelaku usaha. Hukum Tentang Perlindungan Konsumen. tidak memenuhi standar sanitasi yang baik dalam proses produksinya. 9 Permasalahan-permasalahan lain yang muncul pada umumnya berkaitan dengan pemberian label merk serta segel pada kemasan produksi air minum isi ulang. Selama masih banyak konsumen yang dirugikan. 13 Sudah menjadi hal yang umum pada saat sekarang hak-hak konsumen sering kali terabaikan. 2003). bila dibandingkan dengan pelaku usaha. Konsumen dalam berbagai kondisi seringkali ditempatkan pada posisi yang lemah. pada tanggal 2 September 2010. Banyak orang yang tidak menyadari bagaimana pelanggaran hak-hak konsumen yang dilakukan oleh pelaku usaha dan konsumen cenderung mengambil sikap “diam”. 12 Gunawan Widjaja dan Ahmad Yani. hal. hal.

14 Janus Sidabalok. penulisan skripsi ini diberi judul “Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen dalam Mengkonsumsi Air Minum Depot (AMD) Isi Ulang di Kota Medan Ditinjau dari Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat-Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum”. 2000). hal. masalah perlindungan konsumen perlu diperhatikan. 907/MENKES/SK/VII/2002 tentang Syarat dan Pengawasan Kualitas Air Minum serta peranan pemerintah dalam rangka pengawasan untuk melindungi konsumen dan pembinaan terhadap depot-depot air minum isi ulang yang dinyatakan melakukan pelanggaranpelanggaran terhadap ketentuan-ketentuan tersebut khususnya depot-depot air minum isi ulang yang ada di Kota Medan. kewajiban pelaku usaha serta jalinan transaksi antara konsumen dan pelaku usaha akan dikaji lebih mendalam terutama kaitannya dengan perlindungan konsumen terhadap usaha AMD isi ulang. 17. Tulisan ini akan menyajikan pembahasan tentang bagaimana sebenarnya perlindungan hukum terhadap konsumen yang mengkonsumsi air minum isi ulang di depot-depot yang ada di Kota Medan ditinjau dari aturanaturan yang telah berlaku dan berkaitan dengan air minum isi ulang. Selain itu. Oleh karena itu dibutuhkan suatu landasan hukum untuk melindungi konsumen sehingga hakhaknya dapat dilindungi dan tidak diabaikan oleh pelaku usaha. Universitas Sumatera Utara . (Bandung : Citra Aditya Bakti. Oleh karena itu. Universitas Sumatera Utara Sebagai konsumen. Permasalahan mengenai perlindungan konsumen mengenai hak-hak konsumen. masyarakat juga harus mengerti benar bagaimana AMD isi ulang yang dikonsumsinya. Hukum Perlindungan Konsumen di Indonesia. permasalahan-permasalahan tersebut dapat juga disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai hak-haknya sebagai konsumen.masalah tidak akan pernah tuntas. Oleh karena itu.14 Minimnya pengetahuan konsumen sering dimanfaatkan oleh pelaku usaha sebagai celah untuk mengelabui konsumen. apakah depot air minum isi ulang tersebut telah menggunakan sanitasi yang baik. Dengan demikian dapat diketahui bagaimana Undang-Undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen (UUPK) dan peraturan lain yang terkait berpengaruh dalam rangka melindungi masyarakat yang mengkonsumsi AMD isi ulang. UUPK merupakan landasan hukum bagi penyelenggaraan perlindungan konsumen di Indonesia. apakah air tersebut telah memenuhi syarat dan kualitas air sesuai dengan peraturan yang berkaitan yaitu Keputusan Menteri Kesehatan RI No.