Anda di halaman 1dari 13

Bab II Deskripsi Proses

II-1

BAB II
DESKRIPSI PROSES

2.1 Deskripsi Proses


Proses pembentukan P-Xylene secara umum dilakukan dengan cara dehidrasi
isobutanol dengan bantukan dehidrasi sehingga membentuk alkena yaitu isobutena yang
akan masuk kedalam reaktor oligomerisasi sehingga membentuk 2,4,4-
trimethylpentena. 2,4,4-trimethylpenetena akan didehydrocyclisasi dengan bantuan
katalis dehydrocyclisasi untuk membentuk p-xylene dalam kemurnian yang tinggi.

2.1.1 Proses Dehidrasi Isobutanol


Proses dehidrasi merupakan proses pembentukan alkena dari alcohol.
Proses pembentukan P-Xylene diawali dengan proses dehidrasi isobutanol
dengan bantuan katalis gamma alumina di dalam reaktor fix bed multitube.
Reaksi Dehidrasi Isobutanol
C4H10O C4H8 + H2O

Cairan Isobutanol murni pada tangki penyimpanan (T-01) yang bersuhu


30 C dan tekanan 1 atm dan aliran recycle isobutanol keluaran dari liquid-liquid
separator (V-02) yang bersuhu 100.01 C akan bertemu di mix point (MP-01)
sehingga keluaran MP-01 berupa cairan isobutanol yang bersuhu 30.07 C di
uapkan hingga suhu 200 C dengan menggunakan vaporizer (Vap-01).Uap
Isobutanol dari Vap-01 akan masuk ke dalam reaktor dehidrasi (R-01) dengan
suhu operasi 325 C dan tekanan operasi 1 atm. Keluaran R-01 berupa gas
isobutena, 1-butena, 2-butena, air dan isobutanol yang tidak bereaksi. Semua gas
keluaran R-01 yang bersuhu 325 digunakan sebgai media pemanas pada heater
(H-02) sehingga suhu akan berkurang menjadi 170.94 C dan dikondensasi pada
titik didih campuran isobutanol dan air yaitu suhu 100.01 C pada condenser (Kd-
01) sehingga isobutanol dan air akan mengembun. Larutan isobutanol dan air
akan dipisahkan dari gas isobutene, 1- butena, 2- Butena di Gas-Liquid
Separator(V-01). Larutan isobutanol dan air yang telah dipisahkan akan

PraRancanganPabrik Kukuh Khinanjar S


114102008
P-Xylene Sudi Raharja
114102012
Bab II Deskripsi Proses
II-2

dipisahkan kembali menggunakan V-02 sehingga isobutanol akan dialirkan ke


MP-01 sedangkan air akan dialirkan ke pengolahan limbah cair.

2.1.2 Proses Oligomerisasi Isobutena


Gas Isobutena, 1-butena dan 2-butena keluaran V-01 yang bersuhu
100.01 C dan tekanan 1 atm akan dicampurkan dengan gas isobutana yang
bersuhu 30 c dan tekanan 1 atm yang bersal dari tangki gas (TB-01) pada mix
point (MP-02) kemudian keluaran MP-02 dipanaskan hingga suhu 120 C dari
suhu campuran 65.04 C pada heater (H-01). Keluaran H-01 yang bersuhu 120 C
akan bertemu dengan gas Isobutena,1-butena,2-butena dan iso butena (tidak
bereaksi di reaktor oligomerisasi(R-02)) yang berasal dari Flush Drum (F-01)
yang juga bersuhu 120 C untuk di recycle kembali di Mix point (MP-03).
Keluaran MP-03 yang bersuhu 120 C dan bertekanan 1 atm akan dikompresi
hingga tekanan 33.02 atm dengan bantuan kompresor(K-01) sehingga keluaran
K-01 merupakan umpan masuk R-02 pada suhu operasi 120 C dan tekanan
operasi 33.02 atm serta bantuan katalis amberlyst. R-02 akan membentuk
Isooctena dan dodecena,juga mengeluarkan sisa umpan yang tidak bereaksi (gas
isobutana,isobutene,1-butena,dan 2-butena).Keluaran R-02 akan dilewatkan
pada exvander valve (Ev-01) sehingga tekanan keluaran R-02 menjadi 18
atm,akibatnya gas isooctena dan dodecena akan mengembun,sedangkan yang
lainnya tetap berupa gas.Campuran tersebut akan dipisahkan menggunakan F-01
sehingga gas isobutene,isobutana,1-butena,2-butena akan terpisah dan dialirkan
ke MP-03 untuk dimasukkan kembali ke dalam R-02.Sedangkan cairan
isooctena dan dodecena akan di lewatkan kembali kedalam exvander valve (ev-
02) sehingga tekanan menjadi 1 atm dan berakibat cairan isooctena akan
kembali menguap sedangkan dodecena tetap berupa cairan.Campuran tersebut
dipisahkan menggunakan Flush drum (F-02) sehingga gas isooctena akan
diteruskan ke dalam reaktor dehidrosiklisasi sedangkan cairan dodecena yang
bersuhu 120 C didinginkan hingga suhu 35 C dengan cooler (C01) kemudian
ditempatkan kedalam tangki penyimpanan (T-02).
Reaksi Oligomerisasi Isobutena
2C4H8 C8H16
2.1.3 Proses dehidrosiklisasi Isooctena.
PraRancanganPabrik Kukuh Khinanjar S
114102008
P-Xylene Sudi Raharja
114102012
Bab II Deskripsi Proses
II-3

Cairan isooctena yang bersuhu 120 C akan bertemu dengan campuran


larutan isoctena,P-xylene dan O-xylene hasil top produk Destilasi (D-01) yang
akan direcycle yang bersuhu 101.89 C di mixpoint (MP-04).Keluaran MP-04
akan bersuhu 109.88 C dan dipanaskan hingga suhu 210 C dengan
menggunakan heater(H-02).Keluaran H-02 yang akan menjadi umpan masuk
reaktor Dehidrosiklisisasi dengan suhu operasi 525 C dan tekanan operasi 1 atm
serta bantuan katalis chromium oxide doped alumina.R-03 akan membentuk gas
P-xylene,O-xylene dan hidrogen serta mengeluarkan sisa umpan masuk yang
tidak bereaksi (gas isooctena). Keluaran R-03 digunakan sebagai media pemanas
pada vap-01,H-01, reboiler destilasi RB-01 dan RB-02 sehingga suhu campuran
menjadi 228.17 C dan kemudian dikondenssi pada titik didih campuran p-
xylene,o-xylene dan isooctane yaitu 118.09 C, sehingga gas p-xylene,o-
xylene,dan isooctane akan mengembun sedangkan hydrogen tetap berupa
gas.Campuran tersebut dipisahkan menggunakan gas-liquis separator (V-03)
sehingga gas hydrogen akan terpisah dan didinginkan hingga suhu 35 C dengan
menggunakan cooler (C-02) kemudian ditampung kedalam tangki
penyimpanan.Sedangkan larutan p-xylene,o-xylene dan isooctena didinginkan
juga dengan menggunakan cooler (C-03) hingga suhu 114.34 C dan kemudian
masuk kedalam proses pemisahan.
Reaksi Dehidrosiklisasi Isooctena
C8H16 C8H10 + 3H2

2.1.4 Proses Pemisahan 1


Larutan C-03 yang bersuhu 114.34 C merupakan umpan masuk pada
plate xx pada destilasi 1 (D-01). Pada destilasi 1 ini diharapkan semua isooctane
dan sebagian kecil p-xylene dan o-xylene menjadi hasil atas yang kemudian
akan dialirkan ke MP-04 untuk di recycle kembali.Sedangkan untuk hasil bawah
merupakan sebagian besar p-xylene dan o-xylene.
2.1.5 Proses Pemisahan 2
Hasil bawah pada D-01 akan menjadi umpan masuk pada plate xx
destilasi 2 (D-02).Hasil atas D-02 mengandung 95 % P-xylene dan 5 % o-xylene
yang bersuhu 138.58 C dan didinginkan hingga suhu 35 C dengan menggunakan

PraRancanganPabrik Kukuh Khinanjar S


114102008
P-Xylene Sudi Raharja
114102012
Bab II Deskripsi Proses
II-4

cooler (C-04),yang kemudian di tampung ke dalam tangki penyimpanan (T-03).


Untuk hasil bawah D-02 mengandung 95 % O-xylene dan 5 % P-xylene yang
bersuhu 144.48 C dan dinginkan hingga suhu 35 C dengan menggunakan cooler
(C-05),yang kemudian di tampung ke dalam tangki penyimpanan (T-04).

PraRancanganPabrik Kukuh Khinanjar S


114102008
P-Xylene Sudi Raharja
114102012
Bab II Deskripsi Proses II-5

Gambar 2.4 Flow Diagram Produksi P-Xylene

PraRancanganPabrik Kukuh Khinanjar S 114102008


P-Xylene Sudi Raharja 114102012
Bab II Deskripsi Proses
II-6

2.3 Tata Letak Alat Proses


Penyusunan letak dari alat-alat proses yang optimum dapat memberikan suatu
operasi yang efisien dan meminimalkan biaya konstruksi. Tata letak alat proses ini
sangat erat hubungannya dengan perencanaan bangunan pabrik dan bertujuan agar:
1. Alur proses produksi berjalan lancar dan efisien.
2. Karyawan dapat bekerja dengan leluasa, aman, selamat dan nyaman.
Ada tiga macam penyusunan tata letak alat proses, yaitu:
1. Tata Letak Produk atau Garis (Product Lay Out/Line Lay Out)
Yaitu susunan mesin atau peralatan berdasarkan urutan proses produksi. Biasanya
digunakan pada pabrik yang memproduksi suatu jenis produk dalam jumlah besar
dan mempunyai tipe proses kontinyu.
2. Tata Letak Proses atauFungsional (Process/Fungsional Lay Out)
Yaitu penyusunan mesin atau peralatan berdasarkan fungsi yang sama pada ruang
tertentu. Biasanya digunakan pada pabrik yang memproduksi lebih dari satu jenis
produk.
3. Tata Letak Kelompok (Group Lay Out)
Yaitukombinasi dari Line Lay Out dan Process Lay Out. Biasanya dipakai oleh
perusahaan besar yang memproduksi lebih dari satu jenis produk.
Pabrik P-Xylene yang akan didirikan ini dalam penyusunan tata letak alat
prosesnya menggunakan Tata Letak Produk atau Garis (Product Lay Out/Line Lay Out).
Kontruksi yang ekonomis dan operasi yang efisien dari suatu unit proses
tergantung kepada bagaimana peralatan proses disusun. Faktor-faktor yang di
pertimbangkan dalam penyusunan tata letak alat proses adalah :
1. Pertimbangan Ekonomis
Biaya konstruksi diminimumkan dengan jalan menempatkan peralatan yang
memberikan system pemipaan sependek mungkin diantara alat-alat proses, sehingga
akan mengurangi daya tekan alat terhadap bahan atau campuran dan akan
mengurangi biaya variabel.
2. Kemudahan Operasi
Letak tiap alat diusahakan agar dapat memberikan keleluasan bergerak pada para
pekerja dalam melaksanakan aktifitas produksi.
3. Kemudahan Pemeliharaan

PraRancanganPabrik Kukuh Khinanjar S 11410200


P-Xylene Sudi Raharja 114102
Bab II Deskripsi Proses
II-7

Kemudahan pemeliharaan alat juga dapat dipertimbangkan dalam penempatan alat-


alat proses. Hal ini disebabkan karena pemeliharaan alat merupakan hal yang penting
untuk menjaga alat beroperasi sebagaimana mestinya dan berumur panjang.
Penempatan alat yang baik akan memberikan ruang gerak yang cukup untuk
memperbaiki maupun untuk membersihkan peralatan.
4. Keamanan
Untuk alat-alat yang bersuhu tinggi diisolasi dengan bahan isolator, sehingga tidak
membahayakan pekerja. Selain itu perlu disediakan pintu keluar cadangan atau
darurat, sehingga memudahkan para pekerja untuk menyelamatkan diri jika terjadi
sesuatu yang tidak diinginkan.

Gambar 2.5 Tata Letak Alat Proses

Pra Rancangan Pabrik Kukuh Khinanjar S


114102008
P-Xylene Sudi Raharaja
114102012
Bab II Deskripsi Proses
II-8

Keterangan :
T-01 = Tangki Penyimpan Bahan Baku Isobutanol
T-02 = Tangki Penyimpan Produk Dodecena
T-03 = Tangki Penyimpan Produk P-Xylene
T-04 = Tangki Penyimpan Produk O-Xylene
TB-01 = Tangki Penyimpan Isobutana
TB-02 = Tangki Penyimpan Produk Hidrogen
Vap-01 = Vaporizer-01
Kd-01 = Kondenser-01
Kd-02 = Kondenser-02
H-01 = Heater-01
H-02 = Heater-02
C-01 = Cooler-01
C-02 = Cooler-02
C-03 = Cooler-03
C-04 = Cooler-04
C-05 = Cooler-05
Ev-01 = Expander Valve-01
Ev-02 = Expander Valve-01
K-01 = Kompresor-01
V-01 = Gas-Liquid Separator
V-02 = Liquid-Liquid Separator
V-03 = Gas-Liquid Separator
F-01 = Flush Drum-01
F-02 = Flush Drum-02
MP-01 = Mixed Point-01
MP-02 = Mixed Point-02
MP-03 = Mixed Point-03
MP-04 = Mixed Point-04

Pra Rancangan Pabrik Kukuh Khinanjar S


114102008
P-Xylene Sudi Raharaja
114102012
Bab II Deskripsi Proses
II-9

2.4 Tata Letak Pabrik


Tata letak pabrik merupakan bagian dari perancangan pabrik yang perlu
diperhatikan. Tata letak pabrik mengatur susunan letak bangunan untuk daerah proses,
area perlengkapan, kantor, gudang, utilitas dan fasilitas lainnya guna menjamin
kelancaran proses produksi dengan baik dan efisien, serta menjaga keselamatan kerja
para karyawannya dan menjaga keamanan dari pabrik tersebut. Jalannya aliran proses
dan aktifitas dari para pekerja yang ada, menjadi dasar pertimbangan dalam pengaturan
bangunan-bangunan dalam suatu pabrik sehingga proses dapat berjalan dengan efektif,
aman dan kontinyu.
Beberapa faktor yang diperhatikan dalam menentukan tata letak pabrik (plant
lay out) antara lain :
 Kemudahan dalam operasi dan proses yang disesuaikan dengan
kemudahan dalam memelihara peralatan serta kemudahan mengontrol hasil produksi.
 Distribusi utilitas yang tepat dan ekonomis.
 Keselamatan kerja.
 Memberikan kebebasan bergerak yang cukup leluasa di antara
peralatan proses dan peralatan yang menyimpan bahan-bahan berbahaya.
 Adanya kemungkinan perluasan pabrik.
 Masalah pengolahan limbah pabrik agar tidak mengganggu atau
mencemari lingkungan.
 Penggunaan ruang yang efektif dan ekonomis.

Berdasarkan faktor tersebut diatas, maka pengaturan tata letak pabrik isopropil
palmitat untuk penempatan bangunan dalam kawasan pabrik tersebut direncanakan
sebagai berikut :
1. Area proses
Area proses merupakan tempat berlangsungnya proses produksi isopropil palmitat,
daerah ini diletakan pada lokasi yang memudahkan suplai bahan baku dari tempat
Pra Rancangan Pabrik Kukuh Khinanjar S
114102008
P-Xylene Sudi Raharaja
114102012
Bab II Deskripsi Proses
I I - 10

penyimpanan dan pengiriman produk ke area penyimpanan produk serta


mempermudah pengawasan dan perbaikan alat-alat.
2. Area penyimpanan
Area penyimpanan merupakan tempat penyimpanan bahan baku dan produk yang
dihasilkan. Penyimpanan bahan baku dan produk diletakan di daerah yang mudah
dijangkau oleh peralatan pengangkutan.
3. Area Pemeliharaan dan Perawatan Pabrik
Area ini merupakan perbengkelan untuk melakukan kegiatan perawatan dan
perbaikan peralatan sesuai dengan kebutuhan pabrik.
4. Area Utilitas atau Sarana Penunjang
Area ini merupakan lokasi dari alat-alat penunjang produksi. Berupa tempat
penyediaan air, tenaga listrik, pemanas dan sarana pengolahan limbah.
5. Area Administrasi dan Perkantoran
Area administrasi dan perkantoran merupakan daerah pusat kegiatan administrasi
pabrik untuk urusan-urusan dengan pihak-pihak luar maupun dalam.
6. Area laboratorium
Area ini merupakan tempat untuk pengecekan kualitas Quality Control (QC)
terhadap produk atau pun bahan baku, serta tempat untuk penelitian dan
pengembangan Research and Development (R&D).
7. Fasilitas Umum
Fasilitas umum terdiri dari kantin, klinik pengobatan, lapangan parker serta masjid
sebagai tempat peribadatan. Fasilitas umum ini diletakan sedemikian rupa sehingga
seluruh karyawan dapat memanfaatkannya.
8. Area Perluasan
Area ini dimaksudkan untuk persiapan perluasan pabrik dimasa yang akan datang.
Perluasan pabrik dilakukan karena peningkatan kapasitas produksi akibat adanya
peningkatan produk.

Pra Rancangan Pabrik Kukuh Khinanjar S


114102008
P-Xylene Sudi Raharaja
114102012
Bab II Deskripsi Proses
I I - 11

Gambar 2.5. Tata Letak Pabrik (tampak dari atas)

Pra Rancangan Pabrik Kukuh Khinanjar S


114102008
P-Xylene Sudi Raharaja
114102012
Bab II Deskripsi Proses
I I - 12

Keterangan Gambar:
Kantor ialah tempat Manajemen dan Administrasi Pabrik, Direktur,
Kepala Bagian Keuangan, Kepala Bagian Pemasaran, Kepala
Bagian Personalia dan Umum, beserta kepala seksi dan staf
bekerja.
Kantin ialah tempat makan untuk karyawan yang bekerja di area
kantor
Area Proses ialah tempat proses produksi., terdiri dari area proses dan area
perluasan apabila akan menambah kapasitas. Di dalam area
proses terdapat ruang control proses, Laboratorium dan kantin
untuk karyawan yang bekerja di area proses.
Utilitas ialah tempat penyedia steam untuk proses, air bersih, air untuk
proses, pengolahan limbah dll. Di dalam area utilitas terdapat
ruang kontrol utilitas, dan kantin untuk karyawan yang bekerja
diarea utilitas
Bahan Baku ialah tempat penyimpanan bahan baku selama beberapa
minggu
Area produk ialah tempat penyimpanan produk selama beberapa minggu
Lapangan ialah tempat upacara,lapangan olah raga sepak bola, dan
tempat evakuasi jika terjadi kecelakaan.

Pra Rancangan Pabrik Kukuh Khinanjar S


114102008
P-Xylene Sudi Raharaja
114102012
Bab II Deskripsi Proses
I I - 13

Pra Rancangan Pabrik Kukuh Khinanjar S


114102008
P-Xylene Sudi Raharaja
114102012