Anda di halaman 1dari 10

SINTESIS DAN KARAKTERISASI PERTUMBUHAN

NANOPARTIKEL ZnO DENGAN METODE SOL-GEL

Rodiah Ulfa Lubis


Dosen Fisika FKIP di Universitas Graha Nusanrtara Padang Sidimpuan

Abstract Abstrak
About problem in this research is its low result study Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pen-
student because learning method that is applied is campuran atau pertumbuhan nanopartikel ZnO de-
direct learning method. To settle that problem, in ngan menggunakan metode sol gel, juga bertujuan
method applies this research praktikum this Resear- untuk mengkarakterisasi nanopartikel ZnO yang
ch intent for (1 ) To know the difference physics disintesis dengan metode sol-gel dengan mengguna-
studying results students with implemented prakti- kan SEM, XRD, PSA, dan XRF. Pengujian mor-
kum method at class X SMA Country 6 Padang- fologi dengan menggunakan SEM diperoleh par-
sidimpuan, (2 ) To know activity step up study stu- tikel ZnO saling menggumpal (aglomerasi). Dari
dent physics via implemented praktikum method at pengujian struktur kristal dengan XRD diketahui
class X SMA Country 6 Padangsidempuan. Obseva- bahwa pada partikel ZnO sistem kristal yang dipe-
tional type that is utilized is observational my exper- roleh adalah heksagonal. Dari hasil pengujian PSA
iment attention (Quasi Experimental Research ). diperoleh ukuran partikelnya adalah 66,49 nm dan
Students observational population class X SMA ukuran partikel ini termasuk ukuran nanopartikel
Country 6 Padangsidimpuan that total 11 classes. As yang sesuai teori. Pengujian XRF dapat diketahui
collector of data that is utilized is essay and observa- bahwa partikel ZnO hanya mengandung unsur Zn
tion. Analisis is data utilizes to test t which is quiz dengan massa 79,23 % dan O dengan massa 20,77*
which is utilized to account equality two averages. %.
Data second class sample most normal distribution,
and homogeneous. Acquired arithmetic result deep Kata Kunci : Nanopartikel, Zinc Oxide, Metode Sol-
observational it is price t computing = 4,32 and t table = Gel
2,012 by dk = 48 and α = 0,05 looked that t computing
> t table . So hypothesis 1 one is proposed get which
is been accepted there is result difference studies st-
udent via implemented praktikum method by me-
thodics direct learning at class X SMA Country 6
Padangsidimpuan School Years 2015 2016. Estima-
tion observation result learning activity class exper-
iment can be seen by averagely 20,12 and per-
centages 80,48% by kualifikasi good points. Mean-
while for class to control with average 18,12 and
percentages 72,48% by kualifikasi assesses enough.
So hypothesis 2 one are proposed get which is been
accepted there is activity step up study student phy-
sics via implemented praktikum method by metho-
dics direct pembelajarn at class X SMA Negei 6
Padangsidempuan School Years 2015 2016.

Key word: praktikum method, kalor, trouble-


shooting ability.

Paidagogeo Vol.2 No.3 – Juni 2017 [ISSN 2527-9696]


Hlm 72 – 80
Pendahuluan cara pembuatan nanopartikel ZnO dengan me-
Perkembangan nanoteknologi terus dila- tode sol-gel? (2) Bagaimana morfologi, struk-
kukan oleh para peneliti dari dunia akademik tur, ukuran Kristal, dan komposisi unsur nano-
maupun dari dunia industri. Salah satu bidang partikel ZnO menggunakan SEM, XRD, PSA
yang menarik minat banyak peneliti adalah pe- dan XRF dengan metode sol-gel ?
ngembangan metode sintesis nanopartikel. Na- Dengan adanya rumusan masalah terse-
nopartikel dapat terjadi secara alamiah ataupun but maka diperlukan pembuatan nanopartikel
melalui proses sintesis oleh manusia. Sintesis dengan metode sol-gel sehingga memperoleh
nanopartikel bermakna pembuatan partikel de- hasil ukuran nanopartikel yang sesuai teori de-
ngan ukuran yang kurang dari 100 nm dan se- ngan beberapa pengujian morfologi yaitu
kaligus mengubah sifat atau fungsinya. SEM, XRD,PSA dan XRF.
ZnO adalah material semikonduktor ya-
ng menghasilkan luminisens biru sampai hij- Tinjauan Pustaka
au-kuning yang cukup efisien. Sifat ini menja- Dua hal utama yang membuat nano-
dikan ZnO sebagai material yang sangat poten- partikel berbeda dengan material sejenis dalam
sial bagi pengembangan sumber cahaya putih ukuran besar yaitu: (a) karena ukurannya yang
(white light sources). Sintesis nanopartikel kecil, nanopartikel memiliki nilai perbandi-
ZnO dapat dilakukan melalui sebuah proses ngan antara luas permukaan dan volume yang
yang disebut dengan metode sol-gel yang me- lebih besar jika dibandingkan dengan partikel
rupakan salah satu metode yang paling sukses sejenis dalam ukuran besar. (b) ketika ukuran
dalam mempreparasi material oksida logam partikel menuju orde nanometer, maka hukum
berukuran nano. fisika yang berlaku lebih didominasi oleh
Sol adalah suspense koloid yang fasa ter- hukum-hukum fisika kuantum.
dispersinya berbentuk solid (padat) dan fasa Sintesis nanopartikel dapat dilakukan da-
pendispersinya berbentuk solid (padat) dan fa- lam fasa padat, cair, maupun gas. Proses sinte-
sa pendispersinya berbentuk liquid (cairan). sis dapat berlangsung secara fisika dan kimia.
Gel (gelation) adalah jaringan partikel atau Proses sintesis secara fisika tidak melibatkan
molekul, baik padatan dan cairan, dimana poli- reaksi kimia.Yang terjadi hanya pemecahan
mer yang terjadi di dalam larutan digunakan material besar menjadi material berukuran na-
sebagai tempat pertumbuhan zat anorganik. nometer, atau penggabungan material beru-
ZnO memiliki aplikasi yang banyak di- kuran sangat kecil, seperti kluster, menjadi
gunakan dalam masyarakat sekarang ini baik partikel berukuran nanometer tanpa mengubah
dalam bidang kedokteran, farmasi, kosmetik, sifat bahan. Proses sintesis secara kimia meli-
dan perbaikan gigi. Tetapi banyak hal yang ha- batkan reaksi kimia dari sejumlah material
rus diamati dalam ZnO ini selain memiliki ke- awal (precursor) sehingga dihasilkan material
unggulan, dalam meneliti ZnO ini harus diper- lain yang berukuran nanometer. Contohnya
hatikan juga ZnO lebih mudah bereaksi den- adalah pembentukan nanopartikel garam de-
gan golongan kimia alkali dimana yang paling ngan mereaksikan asam dan basa yang ber-
sering digunakan oleh peneliti sebelumnya sesuaian. (Abdullah, M.dkk. 2008).
yaitu Li, K, dan Na. ZnO ini apabila kontak Secara umum, sintesis nanopartikel akan
kulit dengan ZnO akan mengakibatkan iritasi. masuk dalam dua kelompok besar, yaitu :
Berdasarkan masalah diatas maka dibu- (a) Top-down , metode top-down (pengecilan
atkan rumusan masalah yaitu (1) Bagaimana ukuran) adalah memecah partikel beru-

73
kuran besar menjadi partikel berukuran tu metode yang paling sukses dalam mempre-
nanometer. parasi material oksida logam berukuran nano.
(b) Bottom-up, metode bottom-up (penyusu- Sol adalah suspense koloid yang fasa terdis-
nan atom-atom) adalah memulai dari aom- persinya berbentuk solid (padat) dan fasa pen-
atom atau molekul-molekul atau kulster- dispersinya berbentuk liquid (cairan).Gel (ge-
kluster yang diassembli membentuk par- lation) adalah jaringan partikel atau molekul,
tikel berukuran nanometer yang dikehen- baik padatan dan cairan dimana polimer yang
daki. terjadi di dalam larutan yang digunakan seba-
gai tempat pertumbuhan zat anorganik.
Senyawa ZnO Metode sol-gel memiliki keuntungan an-
tara lain : (a) Untuk partikel halus, (b) Mudah
Zinc merupakan salah satu unsur kimia
dalam kontrol komposisi (kehomogenan kom-
dengan simbol Zn, nomor atom 30, dan me-
posisi kimia baik), (c) Temperatur proses ren-
nempati tempat pertama pada golongan XII
dah, dan (d) Biaya murah.
unsur transisi di dalam tabel periodik unsur.
Metode sol-gel dikenal sebagai salah sa-
Logam Zinc dimanfaatkan sebagai bahan baku
tu metode sintesis nanopartikel yang cukup se-
pembuatan kuningan, sedangakan zinc oksida
derhana dan mudah. Metode ini merupakan sa-
dimanfaatkan dalam bidang pengobatan. Pe-
lah satu “Wet Method” atau metode basah ka-
manfaatan seng sebagai zat anti korosif meru-
rena pada prosesnya melibatkan larutan seba-
pakan salah satu aplikasi yang paling banyak
gai medianya.
dilakukan.
Parameter proses yang terjadi pada me-
Zinc memiliki warna putih kebiruan. Lo-
tode sol-gel adalah
gam ini rapuh pada suhu biasa tetapi mudah
dibentuk pada 100-150 ºC. Seng oksida meru- (a) Tahapan proses larutan kimia, tujuan pro-
pakan senyawa anorganik dengan formula de- ses membentuk gel, parameter proses tipe
ngan formula ZnO. Hal ini biasanya muncul pelarut, kadar air dan pH.
sebagai bubuk putih, hampir tidak larut dalam (b) Tahapan proses Aging, tujuan proses men-
air. Serbuk banyak digunakan sebagai aditif ke diamkan gel untuk mengubah sifat, para-
dalam berbagai bahan dan produk yang ter- meter proses waktu, temperature, kompo-
masuk plastik, keramik, kaca, semen, karet sisi cairan, dan lingkungan aging.
(misalnya ban mobil), dan cat. (c) Tahapan proses pengeringan (Drying), tu-
ZnO nanopartikel adalah material semi- juan proses menghilangkan air dari gel,
konduktor yang menghasilkan luminisens biru parameter proses metoda pengeringan, te-
sampai hijau-kuning yang cukup efisien. Sifat mperature, tekanan dan waktu.
ini menjadikan ZnO sebagai material yang sa- (d) Tahapan proses kalsinasi, tujuan proses
ngat potensial bagi pengembangan sumber ca- mengubah sifat-sifat fisik/kimia padatan,
haya putih (white light sources). Karena struk- sering menghasilkan kristalisasi dan den-
turnya yang kovalen, material oksida biasa sifikasi, parameter proses temperature,
disebut keramik. waktu, dan gas. (Widodo,S.2010).
Metode Sol-Gel Tahapan proses sol-gel yaitu terdiri dari:
Sintesis nanopartikel ZnO dapat dilaku- 1. Hidrolisis
kan melalui sebuah proses yang disebut de- Faktor yang sangat berpengaruh terha-
ngan metode sol-gel yang merupakan salah sa- dap proses hidrolisis adalah rasio air dan jenis
74
katalis hidrolisis yang digunakan. Katalis ya- 1) Setelah alat SEM menyala, memasuk-
ng digunakan pada proses hidrolisis adalah je- kan sampel ke dalam alat tersebut.
nis katalis asam atau katalis basa, namun pro- Banyaknya sampel yang dapat dianali-
ses hidrolisis juga dapat berlangsung tanpa sa maksimum adalah empat sampel.
menggunakan katalis. 2) Menunggu sampai alat menunjukkan
ready.
2. Kondensasi
3) Sambil melihat monitor, mengatur len-
Pada tahapan ini terjadi proses transisi sa sehingga sampel dapat terfokus.
dari sol menjadi gel. Pada tahap ini telah ter- 4) Untuk memperbesar dan meperjelas
bentuk fasa anatase tapi masih dalam keadaan gambar sampel dapat dilakukan dengan
amorf. memutar magnifier dan brightness.
1. Pematangan (Aging) 5) Mencetak gambar sampel yang dihar-
Proses ini lebih dikenal dengan nama apkan dengan bantuan personal compu-
proses aging. Pada proses pematangan ini, ter- ter.
jadi reaksi pembentukan jaringan gel yang le-
bih kaku, kuat dan menyusut di dalam larutan.
2. Pengeringan X-Ray Difraction (XRD)
Tahap terakhir ialah proses penguapan Difraksi sinar-X digunakan untuk meng-
larutan dan cairan yang tidak diinginkan untuk identifikasi struktur kristal suatu padatan de-
mendapatkan struktur sol-gel yang memiliki ngan membandingkan nilai jarak d (bidang
luas permukaan yang tinggi. (Rahman,2008). kristal) dan intensitas puncak difraksi dengan
data standar. Sinar-X merupakan radiasi elek-
Karakterisasi Nanopartikel ZnO tromagnetik dengan panjang gelombang se-
kitar 100 pm yang dihasilkan dari penembakan
Scanning Electron Microscopy (SEM)
logam dengan elektron berenergi tinggi. Prin-
SEM merupakan suatu mikroskop elek- sip dasar dari XRD adalah hamburan elektron
tron yang mampu untuk menghasilkan gambar yang mengenai permukaan kristal. Bila sinar
beresolusi tinggi dari sebuah permukaan sam- dilewatkan ke permukaan kristal, sebagian si-
pel. Hasil gambar dari SEM hanya ditampil- nar tersebut akan terhamburkan dan sebagian
kan dalam warna hitam putih. Tergantung dari lagi akan diteruskan ke lapisan berikutnya.
instrumen, resolusi dapat jatuh di suatu tempat Sinar yang dihamburkan akan berinterferensi
diantara kurang dari 1 nm dan 20 nm. Perbe- secara konstruktif (menguatkan) dan destruktif
saran gambar dari resolusi SEM yang tinggi (melemahkan).
dipengaruhi oleh besarnya energi elektron ya- Hamburan sinar yang berinterferensi ini-
ng diberikan. Semakin kecil panjang gelom- lah yang digunakan untuk analisis. Difraksi si-
bang yang diberikan oleh elektron, energinya nar-X hanya akan terjadi pada sudut tertentu
semakin besar, sehingga resolusinya juga se- sehingga suatu zat akan mempunyai pola di-
makin besar. Prepasi sampel pada SEM harus fraksi tertentu. Pengukuran kristalinitas relati-
dilakukan dengan hati-hati karena memanfa- ve dapat dilakukan dengan membandingkan
atkan kondisi vakum serta menggunakan ele- jumlah tinggi puncak pada sudut-sudut tertentu
ktron berenergi tinggi. (Marlina, 2007). dengan jumlah tinggi puncak pada sampel sta-
Prosedur pelaksanaan menggunakan SEM ndar.
adalah

75
Particle Size Analyzer (PSA) X-Ray Fluorescence (XRF)
Sieve analyses (analisis ayakan) dalam XRF merupakan alat yang digunakan
dunia farmasi sering kali digunakan dalam bi- untuk menganalisis komposisi kimia beserta
dang mikromeritik. Yaitu ilmu yang mem- konsentrasi unsur-unsur yang terkandung da-
pelajari tentang ilmu dan teknologi partikel ke- lam suatu sampel dengan menggunakan me-
cil. Metode yang paling umum digunakan ada- tode spektrometri. Metode XRF secara luas di-
lah analisa gambar ( mikrografi). Namun sei- gunakan untuk menentukan komposisi unsur
ring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan suatu material. Karena metode ini cepat dan ti-
yang lebih mengarah ke era nanoteknologi, pa- dak merusak sampel, metode ini dipilih untuk
ra peneliti mulai menggunakan Laser Diffrac- aplikasi di lapangan dan industry untuk kontrol
tion (LAS). Metode ini dinilai lebih akurat un- material.
tuk dibandingkan dengan metode analisa gam- Jenis XRF yang pertama adalah WDX-
bar maupun metode ayakan, terutama untuk RF (Wavelength Dispersive X-Ray Fluores-
sampel-sampel dalam orde nanometer maupun cence ) dimana disperse sinar-X didapat dari
submikron. difraksi dengan menggunakan analyzer yang
Keunggulan penggunaan Particle Size berupa kristal yang berperan sebagai grid. De-
Analyzer (PSA) untuk mengetahui ukuran par- ngan menggunakan WDXRF spectrometer ya-
tikel: itu : (a). Aplikasinya luas dan beragam. (b).
(1) Lebih akurat. Pengukuran partikel dengan Kondisi pengukuran yang optimal dati tiap ele-
menggunakan PSA lebih akurat jika diba- men dapat deprogram. (c). Analisa yang sangat
ndingkan dengan pengukuran partikel de- bagus untuk elemen berat. (d). Sensitivitas ya-
ngan alat lain seperti XRD ataupun SEM. ng sangat tinggi dan limit deteksi yang sangat
Hal ini dikarenakan partikel di-dispersikan rendah.
ke dalam media sehingga uku-ran partikel Keunggulan dari XRF : (1) Mudah digu-
yang terukur adalah ukuran dari single pa- nakan dan sampel dapat berupa padat, bubuk
rticle. (butiran) dan cairan. (2) Tidak merusak samp-
(2) Hasil pengukuran dalam bentuk distribusi, el, sampel utuh dan analisa dapat dilakukan
sehingga dapat menggambarkan keselur- berulang-ulang. (3) Hasil keluar dalam bebe-
uhan kondisi sampel. rapa detik (hingga beberapa menit, tergantung
(3) Rentang pengukuran dari 0,6 nanometer aplikasi). Selain keunggulan, XRF ini juga me-
hingga 7 mikrometer. miliki kelemahan yaitu : Tidak dapat menge-
Hasil pengukuran dalam bentuk distri- tahui senyawa apa yang dibentuk oleh unsur-
busi, sehingga hasil pengukuran dapat diasum- unsur yang terkandung dalam material yang
sikan sudah menggambarkan keseluruhan kon- akan kita teliti.
disi sampel. Beberapa analisa yang dilakukan,
antara lain : (a) Menganalisa ukuran partikel.
Metode
(b). Menganalisa nilai zeta potensial dari suatu Pada proses penelitian dilakukan bulan
larutan sampel. (c). Mengetahui ukuran parti- Juni-Agustus di BATAN dan LIPI (Lembaga
kel tegangan permukaan dari densitas pada Ilmu Pengetahuan Indonesia) Serpong, Tang-
emulsi yang digunakan pada produk-prodik in- erang.
dustri beverage. Alat dan bahan penelitian diperlukan se-
bagai bahan penunjang atau untuk memper-

76
mudah proses penelitian sesuai dengan ma- nganalisis komposisi kimia beserta kon-
salah dan tujuan penelitian. sentrasinya.
Alat-alat yang digunakan dalam pembuatan
sampel uji antara lain : Adapun yang menjadi teknik pengum-
pulan data dalam penelitian ini adalah:
No Nama Alat Spesifikasi Jumlah 1. Analisa data yang akan disajikan dalam
1 Beaker Gelas 250 ml 3 buah
bentuk deksriptif diamana merupakan
2 Beaker Gelas 10 ml 3 buah
3 Gelas Ukur 100 ml 2 buah proses demi proses pertumbuhan nano-
4 Magnetik Stirer - 1 set partikel ZnO.
5 Kaca Arloji - 1 buah 2. Membandingkan antara ZnO murni de-
6 Statif - 1 set
7 Cawan Petridis - 1 buah ngan ukuran kristal yang standart.
8 Alat Destilasi 250 ml 1 set 3. Metode yang digunakan untuk meng-an-
9 Sudip - 1 buah alisis hasil penelitian adalah metode eks-
10 Sentrifuse - 1 buah
11 Batang Pengaduk - 2 buah perimen, yaitu sintesis nanopartikel ZnO
12 Labu Leher 3 - 1 buah dengan metode sol-gel.
13 Corong - 1 buah 4. Dalam penelitian ini menggunakan alat
14 Neraca - 1 buah
sebagai karakterisasi untuk nanopartikel
ZnO yaitu SEM (Scanning Electron Mic-
Adapun Bahan-bahan yang digunakan
dalam penelitian ini antara lain: roscopy) yang dilakukan di LIPI yang
dianalisis adalah morfologi permukaan-
No Nama Bahan Jumlah nya dengan beberapa kali perbesaran.
XRD (X-Ray Difraction) untuk meng-
1 Zn(CH3COO)2.2H2O 100 ml
analisis struktur kristal dari sampel ZnO,
2 LiOH.H2O 50 ml
dari data XRD yang diperoleh dilaku-
3 Etanol 50 ml kan identifikasi puncak-puncak grafik
4 Aquades Secukupnya dengan cara mencocokan puncak yang
ada pada grafik tersebut dengan data ba-
Prosedur-Prosedur yang dilakukan pada se ICDD. PSA (Particle Size Analyzer)
penelitian ini adalah dilakukan dengan metode basah. Metode
1. Pembuatan nanopartikel ZnO menggun- ini dinilai lebih akurat jika dibanding-
akan bahan kimia Zn(CH3COO)2.2H2O kan dengan metode kering ataupun peng-
dicampurkan dengan LiOH.H2O meng- ukuran partikel dengan metode ayakan
gunakan metode sol-gel. dan analisa gambar. XRF ( X-Ray Fluo-
2. Karakterisasi yang digunakan adalah rescence) dilakukan untuk menganalisa
SEM (Scanning Electron Microscopy) unsur dalam mineral atau batuan, secara
untuk morfologi dari permukaan sam- luas digunakan untuk menentukan kom-
pel, XRD (X-Ray Difraction) untuk men- posisi unsur suatu material. Karena me-
gidentifikasi ada atau tidaknya struktur tode ini cepat dan tidak merusak sam-
kristal/kristalinitas dari sampel, PSA pel.
(Particle Size Analyzer) untuk mengeta-
hui ukuran partikel dan yang terakhir Untuk lebih mudah memahami cara pe-
XRF ( X-Ray Fluorescence). Untuk me- mbuatan nanopartikel ZnO dengan metode sol-
gel ini akan dijelaskan dalam diagram alir.

77
Persiapan bahan

Zn(CH3COO)2.2H2O LiOH.H2O 1M
1M, 100 ml
50 ml

Pencampuran dengan Gambar 4.1. Morfologi dari SEM ZnO


etanol 50 ml
dengan perbesaran 1000 kali
menggunakan magnetic
stirrer

Pemanasan gel ZnO


dengan menggunakan
oven 80ºC selama 2 jam

Sampel dikarakterisasi Gambar 4.2. Morfologi dari SEM ZnO


dengan SEM, XRD,PSA dengan perbesaran 5000 kali
dan XRF

Pengolahan data

Selesai

Gambar 4.3. Morfologi dari SEM ZnO


HASIL DAN PEMBAHASAN
dengan perbesaran 10.000 kali
Hasil Pengujian SEM (Scanning Electron
Microscope )
Pada Gambar 4.1; 4.2; dan 4.3 partikel
Analisa morfologi permukaan dilakukan
ZnO analisa struktur mikro menunjukkan bah-
dengan menggunakan alat scanning electron
wa permukaan terlihat sangat homogen dan
microscope (SEM) dari sampel ZnO standar
menggumpal (aglomerasi) dan berbentuk spe-
yang telah difoto dengan perbesaran 1000 kali,
rikal. Aglomerasi atau penggumpalan partikel
5000 kali, dan 10000 kali berturut-turut diper-
kemungkinan besar disebabkan karena partikel
lihatkan pada Gambar 4.1, Gambar 4.2 dan
yang diperoleh tidak benar-benar kering. Se-
Gambar 4.3 sebagai berikut :
lain itu, juga tidak dilakukan proses penya-
ringan terlebih dahulu.
78
Hasil Pengujian XRD (X-Ray Difraction) Pengujian ukuran partikel dengan meng-
Hasil difraksi sinar X menunjukkan bah- gunakan PSA ukuran partikel yang diperoleh
wa material ZnO memiliki struktur kristal hek- sesuai hasil distribusi sampel nanopartikel
sagonal dimana α = β = 90º dan γ = 120º de- ZnO menurut statistic pada Tabel 4.1.
ngan parameter kisi-kisinya a=3.24982 Å, Tabel 4.1. Hasil distribusi sampel nano-
b=3.24982 Å,c=5.20661 Å. Pola difraksi sinar- partikel ZnO menurut statistic
X dari bahan ZnO dengan menggunakan tem- Peak Diameter (nm)
perature 80ºC selama 2 jam. 1 42,5
Intensity
2 45,8

3 49,4

4 53,3

5 57,4

6 61,9

7 66,8

8 72,0
Gambar 4.4. Profil difraksi sinar-X sampel 9 77,6
ZnO
10 83,7
Pada Gambar 4.4 tampak sampel ZnO
standar telah mengkristalkan dengan baik. Dan 11 90,2
puncak-puncak difraksi sinar-X tersebut ter- 12 97,3
lihat sangat melebar. Hal ini menunjukkan
Average 66,49
bahwa sampel tersebut memiliki partikel yang
relative kecil. Dalam gambar pola XRD par-
tikel ZnO standard dengan ZnAc sebagai pem- Diameter partikel ZnO pada distribusi
banding. Pada pola difraksi ZnO etanol (ZnO diameter menurut statistik adalah 66,49 nm.
yang disintesis dalam pelarut etanol) seperti Hal ini diperoleh dari berbagai banyak partikel
tertera pada gambar terlihat adanya puncak- yang diameternya berbeda-beda yaitu berkisar
puncak yang mengindikasikan puncak-puncak antara 42,5-97,3 nm berdasarkan Tabel 4.1.
dari ZnAc dan ZnO. Hal tersebut menun- Kumulatif frekuensi yaitu 80,31 %. Dari hasil
jukkan bahwa dekomposisi ZnAc menjadi tersebut partikel yang diperoleh menurut per-
ZnO hanya terjadi sebagian. Pada pola difraksi hitungan statistik sebesar 66,49 nm, dimana
partikel ZnO yang disintesis dalam pelarut n- hal ini sempurna menjadi partikel nano, karena
propanol tidak terlihat adanya puncak-puncak ukuran partikelnya dibawah 100 nm.
ZnAc maupun ZnO. Hal tersebut diperkirakan
karena dekomposisi ZnAc sudah terjadi, akan Hasil Pengujian XRF (X-Ray Fluoresence )
tetapi bukan menjadi ZnO melainkan menjadi Hasil pengujian dengan menggunakan
Zn(OH)2. X-Ray Fluoresence (XRF) hasil analisa ele-
menter tersebut menunjukkan bahwa kandu-
Hasil Pengujian PSA (Particle Size Analyz- ngan Zinc dan Oksigen dapat ditentukan secara
er) kuantitatif.

79
yang diperoleh adalah heksagonal dengan
a=3.24982 Å,b=3.24982 Å,c=5.20661 Å.
Dari hasil pengujian PSA diperoleh uku-
ran partikelnya adalah 66,49 nm dan uku-
ran partikel ini termasuk ukuran nano-
partikel yang sesuai dengan teori. Dengan
pengujian XRF dapat diketahui bahwa pa-
da partikel ZnO hanya mengandung unsur
Zn dengan massa 79,23 % dan O dengan
massa 20,77 %.
Gambar 4.5. Hasil Pengujian elementer sam- Saran
pel ZnO dengan metode Sol-Gel
Adapun saran dalam penelitian ini ada-
Dari Gambar 4.5 adalah hasil pengujian lah :
dengan menggunakan X-Ray Fluoresence 1. Memilih bahan kimia yang mudah bereaksi
(XRF). Hasil analisa elementer tersebut me- satu sama lain, agar tidak terjadi pensin-
nunjukkan bahwa kandungan Zinc dan Oksi- tesisan berulang-ulang.
gen dapat ditentukan secara kuantitatif. Unsur- 2. Pengkarakterisasian seharusnya dilihat se-
unsur yang terkandung di dalam sampel adalah cara langsung oleh peneliti.
Zn dan O. Berdasarkan hasil analisis elementer
tersebut, Gambar 4.5 menunjukkan bahwa Daftar Pustaka
sampel ZnO yang diuji tersebut mengandung
Zinc (Zn) sebesar 79,23 % dan oksigen (O) Abdullah,M, Yudistira, Nirmin dan Khairur-
sebesar 20,77 %. Hal ini menandakan bahwa rijal. (2008). Sintesis Nanomaterial
pada nanopartikel Zinc Oksida (ZnO) lebih Jurnal Nanosains & Nanoteknologi, 1:
banyak mengandung unsur Zinc (Zn) daripada 33-57
unsur oksigen (O). Marlina, L. 2007. Sintesis Nanopartikel Zinc
Oxide (ZnO) Untuk Aplikasi Sebagai
Kesimpulan dan Saran Tinta Pengaman, Skripsi, FMIPA, ITB,
Kesimpulan Bandung
Berdasarkan hasil pengujian dan pemba- Rahman, R, (2008). Pengaruh Proses Penge-
hasan diperoleh kesimpulan sebagai berikut : ringan, Anil, Dan Hidrotermal Ter-
1. Zinc Oksida (ZnO) telah berhasil dibuat hadap Kristalinitas Nanopartikel TiO2
dengan perlakuan waktu pengadukan yaitu Hasil Proses Solgel, Skripsi, FT, UI,
selama 24 jam dengan menambahkan Li- Depok
OH.H2O dan etanol pada Zn (CH3O Widodo, S. 2010.Teknologi Sol-Gel pada
O2).2H2O dengan lama pemanasan 2 jam Pembuatan Nano Kristalin Metal
pada suhu 80ºC. Oksida untuk Aplikasi Sensor Gas,
2. Pengujian morfologi dengan mengguna- ISSN: 1411-4216
kan SEM diperoleh partikel ZnO saling
menggumpal (aglomerasi). Dari penguji-
an struktur kristal dengan XRD diketahui
bahwa pada partikel ZnO sistem kristal
80
81