Anda di halaman 1dari 7

More syafalaras@gmail.

com Dashboard Sign Out

Menguak Misteri Semesta Demi Kemuliaan Raja Semesta

Minggu, 22 Mei 2016 Follow by Email

TUGAS MATA KULIAH FISIKA STASTISTIK STATISTIK Email address... Submit

BOSE – EINSTEIN
Cari Blog Ini
TUGAS MATA KULIAH FISIKA STASTISTIK STATISTIK BOSE – EINSTEIN
Telusuri

Halaman

• Beranda

Mengenai Saya

Jagom Salverius

Dalam Perjalanan Hidup Ini,
Pasti Ada Debu, Tapi... Aku
Adalah Aku, Terus Bergerak
Dan Menjadi Yang Terbaik
Lihat profil lengkapku

Arsip Blog

2018 (1)
2016 (6)
Agustus (1)
Mei (4)
OLEH KELOMPOK VII
TUGAS MATA KULIAH FISIKA
STASTISTIK STATISTIK BOSE...
Angela Maro (1201057060)
FISIKA MODEREN: zAT pADAT, CACAT
Marselina Jehomo (1201051025) KRISTAL, PITA TER...
Desy Kumala Sari (1201051013)
Rencana Pembelajaran
Salverius Jagom (1201057029)
Fisika_Penjumlahan Vektor
Frengki U. B. L. Pada (1201052027)
EKSPERIMEN PADA ANAK PAUD
Werensfridus Naifeto (1201057064)
Indrayanti Njurumana (1201055057) April (1)

PROGRAM STUDI PENDIDKAN FISIKA 2015 (2)
JURUSAN PENDIDIKAN MIPA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN Label
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG • Albert Michelson (1)
2015 • Biografi Albert Michelson (1)
• Biografi Fisikawan (1)
• F DASAR (1)
• FISIKA MODEREN (1)
KATA PENGANTAR
• Fisikawan (1)

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkat, rahmat, dan hidayatNya sehingga
penyusunan makalah tugas mata kuliah fisika statistik : STATISTIK BOSE – EINSTEIN dapat Laporkan Penyalahgunaan
diselesaikan. Tidak lupa kami menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah
membantu kami dalam penulisan ini. Kami menyadari atas segala kekurangan dalam penuliasan
materi ini, karena itu sangat diharapkan kritik dan saran dari pembaca sekalian. ME KEPENDIDIKAN

Penulis F DASAR F MODEREN

F PARTIKEL FISIKAWAN
BAB I PENDAHULUAN
TEMUAN TERKINI VIDEO
Latar Belakang

Dalam mekanika klasik, setiap partikel dianggap menempati sebuah titik dalam ruang fasa. Selamat Datang di Blog Jagom Salverius
Sistem yang tersusun oleh partikel – partikel tidak identik dan mematuhi hukum – hukum fisika
klasik dapat di dekati dengan statistik klasik Maxwell – Blotzmann. Sedangkan pada sistem yang
tersusun oleh partikel – partikel identik, hukum – hukum fisika klasik tidak cukup memadai untuk

mempresentasikan keadaan sistem dan hanya dapat di terangkan dengan hukum – hukum fisika Terima Kasih Sudah kuantum dan dapat menggunakan pendekatan statistik modern. W = ∏ (N_j+ g_j -1)!/(N_j !(g_(j-1 )!) ) Untuk jumlah populasi pada tiap – tiap tingkat energi adalah: ns = g_s/exp⁡〖(. memiliki probabilitas yang jauh lebih besar daripada konfigurasi – konfigurasi lainnya sehingga hampir seluruh waktu sistem boson membentuk konfigurasi tersebut. Konfigurasi Boson Untuk menentukkan fungsi distribusi Bose – Einstein terlebih dahulu di tentukan konfigurasi dengan probabilitas yang paling besar. Pada suhu yang sangat tinggi. parameter β juga berbentuk β = 1/kT. salah satunya adalah Statistik Mengunjungi Bose – Einstein. Yang oleh Einstein. Pada surat itu. Konfigurasi ini. B. Statistik Bose – Einstein. dan atom helium. mengacu pada karya Bose memperluas ke teori atom. Tinjau suatu tingkat energi yang mempunyai tiga keadaan energi dan diisi oleh tiga partikel tak terbedakan (g1 = 3. Jadi terdapat: (N_j+ g_j -1)!/(N_j !(g_(j-1 )!) ) Pengaturan berbeda yang mungkin dari Nj partikel tak terbedakan di antara gj sel. Akibatnya. dimana seluruh partikelnya berada pada energi paling rendah.βE_(s )-1 ) 〗 Untuk assembli boson. tetapi ini pada permutasi Nj! dengan permutasi Nj¬ partikel di antara mereka dan (gj – 1)! Permutasi dari gj – 1 sel yang tidak mempengaruhi distribusi. sehingga panjang gelombangnya sangat kecil. Sistem boson tidak memenuhi prinsip larangan Pauli sehingga satu tingkat energi dapat di tempati oleh sistem dalam jumlah banyak. merupakan kondisi dimana suatu zat memiliki sifat baru. fonon. Sifat Dasar Boson Partikel Boson. Contoh partikel ini adalah foton. sehingga pertukaran sesama partikel tidak menghasilkan penyusunan yang berbeda. Pada suhu yang sangat tinggi sistem sub atomik dapat berperilaku seperti sistem klasik. hanya berlaku pada fermion. sistem boson tidak dapat dibedakan satu dengan lainnya. Banyaknya cara W agar N buah partikel dapat didistribusikan adalah hasil kali dari banyaknya pengaturan yang berbeda dari partikel diantara keadaan yang memiliki keadaan energi tertentu. merupakan salah satu partikel elementer dengan spin bilangan bulat. fenomena kondensasi Bose – Einstein.α. Banyaknya susunan untuk distribusi partikel ke dalam keadaan – keadaan energi di tingkat itu adalah: Banyaknya pengaturan dari tiga buah partikel tak terbedakan di antara tiga sel dari energi yang sama adalah sepuluh susunan. Prinsip larangan Pauli. Rumusan Masalah Apa yang di maksudkan dengan Statistik Bose – Einstein? Apa manfaat dari Statistik Bose – Einstein? Selamat Datang Tujuan Untuk mengetahui pengertian statistik Bose – Einstein? Untuk mengetahui manfaat dari Statistik Bose – Einstein? BAB II PEMBAHASAN A. atau dengan kata lain sebuah partikel yang memenuhi statistik Bose – Einstein. tumpah tindih gelombang sistem – sistem menjadi hilang dan sistem menjadi terbedakan. Kelahiran Statistik Bose – Einstein. Bose menjelaskan hukum Planck tanpa mengacu pada fisika klasik. Dalam pembagian tingkat energi sistem. N1 = 3). terilhami oleh surat yang di tulis Bose yang di kirimkan ke Einstein pada tahun 1924. Terdapat (Nj + gj – 1 )! Pengaturan permutasi antara benda Nj + gj – 1. sehingga fungsi Bose – Einstein- . kecepatan sistem sangat besar.

atau warna benda bergeser kearah biru.nya adalah: ns = g_s/exp⁡〖(. kuning.α +E_s/kT). Panjang gelombang ini selanjutnya diterapkan pada hukum pergeseran Wien guna memprediksi suhu benda. Para astronom memperkirakan suhu bintang-bintang berdasarkan spektrum energy yang dipancarkan oleh bintang-bintang tersebut. foton bias diserap atau diciptakan oleh atom – atom yang berada pada didnding kotak. . Perbedaan Statistik Maxwell – Blotzmann. • Fermi – Dirac : partikel identik tak terbedakan. Untuk sistem seperti ini. Berdasarkan sifat distribusi • Maxwell – Blotzmann : tidak ada batas pada jumlah partikel per keadaan. Energi yang dipancarkan benda diukur pada berbagai panjang gelombang. • Bose – Einstein : tidak ada batas pada jumlah partikel per keadaan. jika atom – atom di dinding memancarkan foton dan bias berkurang jika atom – atom di dinding menyerap foton. Kerapatan keadaan gelombang berdiri dalam kotak tiga dimensi dalam persamaan yaitu 4πdλ / λ4. hijau dan selanjutnya kebiru-biruan. Akibatnya. dan Fermi – Dirac Berdasarkan diterapkan dalam sistem • Maxwell – Blotzmann : partikel identik dapat terbedakan. partikel berjarak cukup berjauhan sehingga gelombang tidak bertumpah. • Maxwell – Blotzmann : klasik. Aplikasi Statistik Bose – Einstein. Fungsi gelombangnya simetrik terhadap pertukaran label partikel. • Fermi – Dirac : spin ½. Makin tinggi suhu benda maka makin pendek gelombang yang dipancarkan benda tersebut. Bose – Einstein. Eksistensi foton direpresentasikan oleh keberadaan gelombang berdiri dalam kotak. • Bose – Einstein : boson. E. tidak memenuhi prinsip Pauli. • Bose – Einstein : spin berupa bilangan bulat. yang diperoleh dengan menggunakan α = 0. • Bose – Einstein : partikel identik tak dapat terbedakan. jumlah foton dalam satu assembli tidak harus tetap. • Hukum Pergeseran Wien Hukum ini menjelaskan hubungan antara suhu benda dengan gelombang dengan intensitas maksimum yang dipancarkan benda tersebut. Berdasarkan sifat partikel • Maxwell – Blotzmann : setiap spin. • Fermi – Dirac : fermion. Benda hitam dapat dianalogikan sebagai kotak yang berisi gas foton. Ada kalanya foton diserap oleh oleh atom-atom yang barada di dinding kotak dan sebaliknya atom-atom di dinding kotak dapat memancarkan foton kedalam ruang kotak karena jumlah foton yang tidak konstanini maka faktor Bose-Einsteinuntuk gas foton adalah 1/(e E/KT -1). pembatasan bahwa jumlah total sistem dalam assembli konstan sebenarnya tidak berlaku. • Radiasi Benda Hitam Teori tentang radiasi benda hitam menandai awal lahirnya mekanika kuantum dan fisika modern. Jumlah foton bias bertambah. Kemudian intensitas tersebuut diplot terhadap panjang gelombang sehingga diperoleh panjang gelombang yang memiliki intensitas terbesar. 3/2. Fungsi gelombang anti simetri terhadap pertukaran label partikel. Ini akibat suhu benda yang semakin tinggi.1 〗 C. Berdasarkan kategori partikel. Parameter α untuk Photon dan Phonon Dalam satu kotak. Benda hitam merupakan penyerap sekaligus pemancar kalor terbaik. 5/2. Karena gelombang elektromagnetik memiliki dua kemungkinan arah osilasi (polarisasi) yang saling bebas. D. Jumlah foton dalam kotak tidak selalu konstan. Ketika pandai besi memanaskan logam maka warna logam berubah secara terus menerus da ri semula merah. • Fermi – Dirac : tidak lebih dari satu partikel per keadaan. memenuhi prinsip Pauli. Foton adalah kuantum gelombang elektromagnetik. …. Hukum Pergeseran Wien telah dipakai untuk memperkirakan suhu benda berdasarkan spektrum elektromagnetik yang dipancarkannya.

dengan menganggap bahwa ketiga polarisasi tersebut memberikan sumbangan energi yang sama besar maka kapasitas kalor total menjadi tiga kali. Intensitas gelombang yang dipancarkan mencapai maksimum. tak dapat terbedakan. atom helium. • Kapasitas Kalor Kristal Dalam kristal atom-atom bervibrasi. Fungsi distribusi tersebut persis sama dengan fungsi distribusi untuk foton. • Partikel pada Bose – Einstein adalah partikel identik. Untuk menentukan kembali pada definisi bahwa g adalah jumlah keadaan persatuan frekuensi. Tidak ada stifikasi untuk asumsi ini. dan itu sama dengan jumlah atom N. persamaan Stefan-Boltzmann. Kesimpulan • Statistika Bose – Einstein berlaku bila sejumlah partikel dapat menempati suatu keadaan tertentu. Akibatnya. Untuk kristal 3dimensi . Kuantisasi getaran atom tersebut disebut fonon. tanda sumasi dapat diganti dengan nilai tiga. • Model Debeye Salah satu masalah yang muncul dalam model Einstein adalah asumsi bahwa semua fonon bervibrasi dengan frekuensi yang sama. kapasitas kalor Kristal. Energi fonon dengan bilangan kuantum n adalah . Model Einsten menjelaskan dengan baik kebergantungan kapasitas panas terhadap suhu. Kapasitas kalor kisi yang dihasilkan oleh tiap polarisasi fonon sam besarnya. y. Pada suhu yang menuju nol. dan z). Hanya intensitas gelombang yang dipancarkan berbeda- beda. Spin partikel berupa bilangan bulat. Karena terdapat tiga polarisasi getaran yang mungkin maka penjumlahan terhadap Indeks p menghasilkan tiga kali nilai perpolarisasi. Saran Sangat diharapkan untuk para pembaca menelaah lebih jauh lagi agar dapat menjadi bahan belajar selanjutnya. Ketika panjang gelombang menuju nol intensitas yang dipancarkan menuju nol juga dan ketika panjang gelombang menuju tak terhingga intensitas yang dipancarkan juga menuju tak terhingga. Akan tetapi. Dimana merupakan fungsi delta dirac. Einstein mengusulkan model bahwa semua fonon berosilasi dengan frekuensi karakteristik yang sama . • Aplikasi statistic Bose – Einstein adalah : radiasi benda hitam. Jika diselesaikan dengan mekanika kuantum maka energi vibrasi atom-atom dalam kristal terkuantisasi. Sebelum masuk ke teori dt untuk Debeye terlebih dahulu membahas kerapatan keadaan untuk kisi dalam usaha mencari eksperesi yang tepat untuk g. Karena jumlah fonon tidak konstan maka fungsi didtribusi untuk fonon diperoleh dengan mengambil α = 0. hasil eksperimen memperlihatkan bahwa kapasitas panas berubah sebagai fungsi kubik (pangkat tiga) dari suhu. Oleh karena itu hasil yang lebih tepat diharapkan muncul jika dianggap frekuensi fonon tidak seragam. Sesuai dengan pengamatan eksperimen bahwa pada suhu menuju nol kapasitas panas menuju nol dan pada suhu sangat tinggi kapasitas panas menuju nilai yang diramalkan Dulog-Petit. fonon. . Oleh karena itu perlu penyempurnaan pada model Einstein untuk mendapatkan hasil yang persis sama dengan eksperimen. foton. Asumsi ini digunakan semata-mata karena kemudahan mendapatkan solusi. hukum pergeseran Wien. terdapat tiga arah terpolarisasi fonon yang mungkin (arah sumbu x. • Model Einstein Untuk mencari kapasitas kalor kristal. • Contoh partikel Bose – Einstein adalah boson. B. • Persamaan Stefan-Boltzmann Sebuah benda hitam memancarkan gelombang elektromagnetik pada semua jangkauan frekuensi dari nol sampai tak terhingga. BAB III PENUTUP A. Partikelnya tidak memenuhi prinsip Pauli. masih ada sedikit penyimpangan antara data eksperimen dengan ramalan Einsten. model Debeye. model Einstein.karena frekuensi maksimum fonon adalah maka integral g dari frekuensi 0 sampai memberikan jumlah total keadaan yang dimiliki fonon. dan fungsi gelombangnya simetrik terhadap pertukaran label partikel. Asumsi ini digunakan oleh Debeye untuk membangun teori kapasitas panas yang lebih teliti.

g_j ln⁡〖g_j] 〗 〗 〗〗 = ∑_j▒〖[ N_j ln((N_j+ g_j)/N_(j ) ) 〗+ g_j ln⁡((N_j+ g_j)/g_j ) ] Kemudian dengan gj >> Nj akan diperoleh (N_j+ g_j)/N_(j ) ≅ g_j/N_j Dan (N_j+ g_j)/g_j = 1 + N_j/g_j Dari syarat klasik Nj /g_j << 1 sehingga ln (1+ N_j/g_j ) ≅ N_j/g_j dengan demikian peluang termodinamika suatu keadaaan makro statistik BE dengan limit klasik menjadi ln WBE ≅ ∑_j▒〖[N_(j ) ln⁡( 〗 g_j/N_j )+ g_j ( N_j/g_j ) ]=∑_j▒〖[N_(j ) ln⁡( 〗 g_j/N_j )+ N_j ] .Pada tingkatan energi ke – i terdapat 3 keadaan (g_i=3) dan 2 partikel (Nj = 2).1 ) ! )/(N_(j ) !( g_j. tak dapat terbedakan. Bagaimana keadaan sistem.1)! ) dimana dalam limit klasik (gj >> Nj >> 1) suku – suku dalam persamaan diatas akan menjadi g_j + Nj – 1 ≅ g_j + Nj g_j– 1 ≅ g_j Sehingga WBE = ∏_j▒(( N_j+ g_j ) ! )/(N_(j ) !g_j ! ) Kemudian ln WBE = ln ∏_(j )▒(( N_j+ g_j ) ! )/(N_(j ) !g_j ! ) = ∑_j▒〖[(N_(j )+ g_j)ln⁡〖(N_j+ g_j ). sehingga entropinya akan menjadi S ≈k ∑_j▒[N_j ln⁡〖(g_j/N_j 〗)+ N_j ] 2. maka banyaknya cara/ kemungkinan distribusi partikel ? Jawab: ω_i = (g_i -1+ N_j )!/((g_i -1)!N_j !) = (3-1+2)!/(3-1)!2! = (4)!/2!2! = 6.SOAL DAN PEMBAHASAN 1. 4.N_(j ) ln⁡〖N_j. Partikelnya tidak memenuhi prinsip Pauli. maka peluang termodinamika pada keadaan makro ke – k yang terdapat Np = 2 dan Nq = 1 adalah? Jawab: WBE = Wk = ∏_i▒〖 (g_i -1+ N_j )!/((g_i -1)!N_j !) 〗 Wk = ( 3-1+2 )!/( 3-1)!2! (2-1+1)!/(2-1)!1! Wk = 4!/2!2! 2!/1!1! = 12. Pada tingkat energi p dan q dengan degenarasi pada tingkat energi p (g_p) = 3 dan banyaknya partikel (Np) = 2. serta degenerasi pada tingkat energi q (g_q) = 2 dan banyaknya partikel (Nq) = 1. Spin . dan distribusi partikel pada statistik B – E ? Jawab: Pada statistika Bose – Einstein berlaku bila sejumlah partikel dapat menempati suatu keadaan tertentu. partikel identik. 3. sifat. Tunjukan bahwa rumusan entropi statistik Bose – Einstein dalam batasan klasik (gj >> Nj >> 1) akan tereduksi menjadi S ≈k ∑_j▒[N_j ln⁡〖(g_j/N_j 〗)+ N_j ] Gunakan aporikmasi Striling! Jawab: Statistik Bose – Einstein (BE) memiliki peluang termodinamika untuk suatu keadaan makro k WBE = ∏ (( N_j+ g_j.

partikel berupa bilangan bulat. Provinsi Posen. http://%20statistik/statistik%20bose/rizqi%20diaz%20%20STATISTIK%20BOSE-EINSTEIN. Bahan Ajar FISIKA STATISTIK. Nilai a adalah – 1. . Kupang : UNDANA http://fisika%20statistik/statistik%20bose/STATISTIK%20BOSE-EINSTEIN. DAFTAR PUSTAKA Supu. http://fisika%20statistik/statistik%20bose/Kondensat%20BoseEinstein%20%20Fisikawan%20Me nciptakan%20%27SuperFoton%27%20sebagai%20Sumber%20Cahaya%20Baru%20_%20Berit a%20dan%20Fakta%20Ilmiah%20Harian.blogspot.com _%20%5B====T%5D. 2016 Tidak ada komentar: Posting Komentar Masukkan komentar Anda. Fungsi distribusi untuk partikel tak terbedakan dapat di representasikan oleh persamaan: N_j/g_j = 1/exp⁡〖((ɛ_(j ).. dan fungsi gelombangnya simetrik terhadap pertukaran label partikel.. http://%20V/fisika%20statistik/statistik%20bose/Catatan%20Si%20Mpril%20%20Aplikasi%20Fisi ka%20Statistika. Beri komentar sebagai: Laras Ati (Google)  Logout Publikasikan Pratinjau Beri tahu saya Posting Lebih Baru Beranda Posting Lama Langganan: Posting Komentar (Atom) Biografi: ALBERT ABRAHAM MICHELSON ALBERT ABRAHAM MICHELSON A lbert Abraham Michelson lahir pada 19 Desember 1852 di Strelno. K. di Mei 22.μ)/(k T))+ a〗 Jelaskan: Apa arti μ? Apakah nilai dari a untuk statistika B – E ? Jawab: μ adalah potensial kimia setiap partikel. 2010. 5. http://fisika%20statistik/statistik%20bose/%5BT====%5D%20http%20_rintopangrib. Amiruddin...

TUGAS MATA KULIAH FISIKA STASTISTIK STATISTIK BOSE – EINSTEIN TUGAS MATA KULIAH FISIKA STASTISTIK STATISTIK BOSE – EINSTEIN OLEH KELOMPOK VII Angela Maro (1201057060) Marselin.. Diberdayakan oleh Blogger.. FISIKA MODEREN: zAT pADAT. Tema Sederhana. PITA TERLARANG BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Berkembangnya ilmu pengetahuan di era modern yang sangat pesat ini.. dengan perkembangan zaman yang se. CACAT KRISTAL. ..