Anda di halaman 1dari 2

ANALISA DAMPAK RENOVASI

Penilaian resiko dampak renovasi atau konstruksi yang di kenal sebagai Infection Control risk Assessment
( ICRA). Adalah suatu proses perbaikan,pembongkaran,kontruksi maupun renovasi untuk mengetahui
risiko dan dampak nya terhadap kualitas udara dengan mempertimbangkan potensi pajanan pada
pasien

Ruang lingkup penilaian criteria risiko akibat dampak renovasi atau kontruksi menggunakan metode
ICRA

1. Identifikasi tipe proyek kontruksi


Tahap pertama dalam kegiatan ICRA adalah melakukan identifikasi tipe proyek kontruksi dengan
menggunakan table 10 tipe proyek kontruksi di tentukan berdasarkan banyak nya debu yang di
hasilkan,potensi aerosolisasi air,durasi kegiatan kontruksi,dan system sharing HVAC.

Tabel 10 Tipe Proyek Kontruksi


TIPE A Kegiatan pemeriksaan kontruksi dengan risiko rendah,termasuk namun tidak
terbatas pada:
a. Pemindahan plafon untuk pemeriksaan visual (debu minimal)
b. Pengecatan (bukan pemlesteran)
c. Menerapkan pekerjaan listrik,pemasangan pipa kecil,dan aktivitas lain
yang tidak menimbulkan debu atau mengakses ke langit – langit selain
untuk pemeriksaan visual.
TIPE B Kegiatan non invasive skala kecil,durasi pendek dengan resiko debu minimal
termasuk namun terbatas pada:
a. Instalasi kabel untuk telepon dan computer
b. Mengakses “chase apaces”
c. Pemotong dinding lantai plafon dimana peneyebaran debu dapat di
control.
TIPE C Kegiatan pembongkaran gedung dan perbaikan gedung yang menghasilkan
debu tingkat tinggi dengan risiko sedang sampai tinggi,termasuk namun tidak
terbatas pada :
a. Pemleteran dinding untuk prngrcatan atau melindungi dinding
b. Pemindahan untuk pemasangan lantai dan plafon
c. Kontruksi dinding baru
d. Pekerjaan pipa kecil atau pemasangan listrik di atas plafon.
e. Kegiatan pemasangan kabel besar
f. Kegiatan tipe A,B,C yang tidak dapat di selesaikan dalam satu shif kerja.
TIPE D Kegiatan pembangunan proyek konstruksi dan pembongkaran gedung dengan
skala besar:
a. Kegiatan yang menuntut pembongkaran gedung secara besar besaran
b. Ada nya kegiatan pemasangan/pemindahan system perkabelan
c. Kontruksi baru atau pembangunan gedung baru.
2. Identifikasi Kelompok Pasien Beresiko
Selanjutnya identifikasi kelompok pasien beresiko (TABEL) yang dapat terkena dampak
kontruksi. Bila terdapat lebih dari satu kelompok pasien berisiko.pilih kelompok berisiko yang
paling tinggi. Pada semua kelas kontruksi,pasien harus di pindahkankan saat pekerjaan di
lakukan.