Anda di halaman 1dari 40

PEDOMAN PELAYANAN

INSTALASI GAWAT DARURAT ( IGD )


RS EMMA MOJOKERTO
2016

RUMAH SAKIT EMMA


Jl. Raya Ijen No. 67 Wates, Magersari – Mojokerto
Email : rs.emmamojokerto@yahoo.co.id
Telp. (0321) 328737, 396747, Fax (0321) 334021

ii
DAFTAR ISI

Halaman Judul............................................................................................. i
Daftar Isi...................................................................................................... ii
BAB I. Pendahuluan.................................................................................... 1
1.1. Latar Belakang...................................................................................... 1
1.2. Tujuan Pedoman................................................................................... 1
1.3. Ruang Lingkup...................................................................................... 1
1.4. Batasan Operasional.............................................................................. 2
1.5. Landasan Hukum.................................................................................. 3
BAB II. Standar Ketenagaan........................................................................ 4
2.1. Kualifikasi Sumber Daya Manusia....................................................... 4
2.2. Distribusi Ketenagaan........................................................................... 4
2.3. Pengaturan Jaga.................................................................................... 5
BAB III. Standar Fasilitas............................................................................ 7
3.1. Denah Luar............................................................................................ 7
3.2. Denah Ruang......................................................................................... 8
3.3. Standar Fasilitas.................................................................................... 9
BAB IV. Tata Laksana Pelayanan............................................................... 23
4.1. Pelayanan Pendaftaran Pasien............................................................... 23
4.2. Sistem Komunikasi............................................................................... 23
4.3. Pelayanan Triase................................................................................... 24
4.4. Transportasi Pasien............................................................................... 26
4.5. Pelayanan False Emergency................................................................. 27
4.6. Pelayanan Visum Et Repertum.............................................................. 27
4.7. Pelayanan Death On Arrival (DOA)..................................................... 28
4.8. Sistem Informasi Pelayanan Pra Rumah Sakit...................................... 28
4.9. SistemRujukan..................................................................................... 29
BAB V. Logistik.......................................................................................... 30
BAB VI. Keselamatan Pasien...................................................................... 32
6.1. Pengertian............................................................................................. 32
6.2. Tujuan................................................................................................... 32

ii
6.3. Tata Laksana Keselamatan Pasien............................................................ 32
BAB VII. Keselamatan Kerja ........................................................................... 34
7.1. Pengertian .................................................................................................. 34
7.2. Tujuan ....................................................................................................... 34
7.3. Tata Laksana Keselamatan Karyawan ....................................................... 34
BAB VIII. Pengendalian Mutu ......................................................................... 36
BAB IX. Penutup ............................................................................................. 37

iii
BABI
PENDAHULUAN

1.1.LATARBELAKANG.
Keberhasilan penanggulangan penderita gawat darurat antara lain ditentukan
oleh tersedianya sumber daya yang sesuai dengan standar dan terlaksananya system
penangulangan gawat darurat, karena bilamana keadaan tersebut memerlukan waktu
tanggap (respontime) yang sangat terbatas.
Keadaangawat darurat medic merupakan suatu peristiwa yang dapat
menimpa seseorang atau kelompok orang dengan tiba-tiba yang dapat
membahayakan jiwa sehingga memerlukan tindakan yang cepat dan tepat agar dapat
meminimalkan angka kematian dan mencegah terjadinya kecacatan yang tidak
perlu.
Berdasarkan hal tersebut diatas, maka disusunlah buku Pedoman Pelayanan
Instalasi Gawat Darurat RS Baptis Batu. Diharapkan dengan tersusunnya buku ini
dapat meningkatkan pelayanan gawat darurat, baik pra rumah sakit maupun didalam
rumah sakit sesuai dengan standar yang ditentukan.

1.2.TUJUANPEDOMAN.
Tujuan dari disusunnya buku Pedoman Pelayanan Pelayanan Instalasi Gawat
Darurat RS Baptis Batu ini adalah untuk menata Instalasi Gawat Darurat RS Baptis
Batu agar dapat meningkatkan kemampuan dan mutu pelayanan yang sesuai dengan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, perubahan peraturan
perundang-undangan yang diberlakukan, dan harapan masyarakat.

1.3. RUANGLINGKUP.
1. Pelayanan pendaftaran pasien
2. Informasi pelayanan gawat darurat
3. Pengaturan jaga
4. Pelayanan triase
5. Transportasi pasien

1
6. Sistem komunikasi
7. Pelayanan false emergency
8. Sistem rujukan

1.4. BATASAN OPERASIONAL.


- Informasi pelayanan gawat darurat adalah semua keterangan tentang
pelayanan yang tersedia di Instalasi Gawat Darurat.
- Bekerja paruh waktu adalah bahwa yang bersangkutan mempunyai tugas
pokok ditempat lain,di instalasi kerja diluar Instalasi Gawat Darurat.
- Bekerja purna waktu adalah bekerja secara penuh waktu di Instalasi Gawat
Darurat.
- Triase adalah system seleksi terhadap keluhan atau masalah penderita dalam
situasi sehari-hari dan seleksi terhadap penderita yang memerlukan tindakan
pertolongan pertama dalam kondisi kegawatdaruratan.
- Rujukan adalah pengiriman pasien untuk dilakukan pemeriksaan diagnostic
dan / atau terapi maupun pasien yang dikirim untuk alih rawat. Untuk hal-
hal lain dalam keadaan tertentu, pemeriksaan specimen juga dapat termasuk
dalam ketentuan rujukan ini.
- Pasien tidak akut dan gawat adalah pasien yang mengalami sakit lama,
tidak mengancam nyawa (false emergency).
- Visum et repertum adalah laporan tertulis yang dibuat oleh dokter atau
permintaan tertulis dari pihak yang berwajib mengenai apa yang dilihat/
diperiksa berdasarkan keilmuan dans umpah dokter untuk kepentingan
peradilan.
- DOA (Death on arrival) merupakan kejadian kematian pada saat pasien
sampai di IGD.
- Keselamatan pasien (patient safety) merupakan suatu system dimana
rumah sakit membuat asuhan pasien lebih aman.
- Keselamatan kerja merupakan suatu system dimana rumah sakit membuat
kerja /aktifitas karyawan lebih aman.

2
1.5. LANDASAN HUKUM.
Instalasi Gawat Darurat di suatu rumah sakit adalah merupakan bagian
yang harus terselenggara sesuai dengan :
a. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah
Sakit.
b. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2009 tentang
Kesehatan.
c. Peraturan Pemerintah No 32 tahun 1996 tentang Tenaga Kesehatan.
d. Surat Kepmenkes.RINo.1045/Menkes/Per/XI/2006 tentang Pedoman
Organisasi Rumah Sakit di Lingkungan Departemen Kesehatan.
e. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor.340/Menkes/PER/III/2010 Tentang Klasifikasi Rumah Sakit.
f. Keputusan Menteri Kesehatan No.129 Tahun2008 Tentang Standar
Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
g. Keputusan Ketua Badan Pengurus Yayasan Baptis Indonesia
Nomor047/YBI/VII/2011 tentang Struktur Organisasi Rumah Sakit Baptis
Batu.

3
BAB II
STANDAR KETENAGAAN

2.1. KUALIFIKASI SUMBER DAYA MANUSIA.


Tabel2.1. Kualifikasi SDM Bagian Gawat Darurat RSBaptisBatu.

Kualifikasi Pengalaman
Nama Jabatan Pelatihan
Pendidikan Kerja
Kepala Minimal Minimal BLS/PPGD/BTLS/
Instalasi dokte rumum 2 tahun ATLS/ACLS
GawatDarurat
Kepala Perawat Minimal
Instalasi Minimal BLS/PPGD/BTLS
D-3
Gawat Keperawatan 2tahun
Darurat
PerawatPelaksana D-3 - BLS/PPGD/BTLS
Keperawatn
Pekarya
SLTA - BLS
(PembantuPerawat)

Tabel2.2. Pola Ketenagaan Instalasi Gawat Darurat RS Baptis Batu.

No. JenisPendidikan JumlahTenaga


1. Dokter 7
2. S-1 Keperawatan 1
3. D-3 Keperawatan 7
4. Pekarya (Pembantu Perawat ) 3

2.2. DISTRIBUSI KETENAGAAN.


Distribusi ketenagaan
dilakukansesuaidengandaftardinasperawatperbulan.Kebutuhantenagadiperolehberd
asarkanperhitunganstandartenagaperawatRSBaptisBatuyangtelahdibuat.InstalasiGa
watDaruratdapatmengajukanpenambahantenagakepadaWakilDirekturPelayananunt
ukselanjutnyadikoordinasikandenganWakilDirekturUmumdanKeuangansertaBagia
nSumberDayaManusiauntukpengadaanketenagaannya.

4
2.3. PENGATURANJAGA.
1. DokterKonsulen
a. Dokterjagahariankonsulenuntukmasing-
masingspesialisasidiatursesuaijadwalyangditetapkanolehWakilDirektur
Pelayanansetiapbulan
b. Biladokter jagahariankonsulenuntukmasing-
masingspesialisasiolehkarenasatudanlainhaltidakbisamemenuhijadwalj
agayangditetapkanharusmemberitahukanterlebihdahulu
2. DokterJagaIGD
a. Pengaturan jadwaldokterjaga IGD terbagidalam3
shift,yaitusebagaiberikut:
- Shiftpagi : jam07.00 WIB–14.00 WIB
- Shiftsiang : jam14.00 WIB–21.00 WIB
- Shiftmalam: jam21.00WIB–07.00WIB(keesokanharinya)
b. JadwaldokterjagaIGDdisusunsetiapbulanolehKepalaIGDdengansepeng
etahuanWakilDirekturPelayanandandiperbanyakuntukdidistribusikanpa
damingguterakhirsetiapbulankepadasetiapdokterjagaIGD,InstalasiGawa
tDarurat,InstalasiRawatJalan,InstalasiRawatInap,daninstalasi/bagianlai
nyangterkait
c. BiladokterjagaIGDberhalanganmemenuhijadwaljagayangsudahditentuk
an,makaharusberkoordinasimengupayakanmencaripenggantinyadanmel
aporkankepadaKepalaIGD
d. JadwaljagadokterterpasangdipapaninformasiIGD
3. Perawat/Pekarya
a. Pengaturanjadwaljagaperawat/pekaryaIGDterbagidalam3shift,yaituseba
gaiberikut:
- Shiftpagi : jam07.00 WIB–14.00 WIB
- Shiftsiang : jam14.00 WIB–21.00 WIB
- Shiftmalam: jam21.00WIB–07.00WIB(keesokanharinya)
b. Jadwaljagaperawat/pekaryaIGDdisusunsetiapbulanolehKepalaPerawatI
GDdengansepengetahuanWakilDirekturPelayanan

5
c. Bilaperawat/pekaryaIGDberhalanganmemenuhijadwaljagayangsudahdi
tentukan,makaharusberkoordinasimengupayakanmencaripenggantinyad
anmelaporkankepadaKepalaPerawatIGD
d. Jadwaljagaperawat/pekaryaIGDterpasangdipapaninformasiIGD

6
BAB
IIISTANDARFASILITAS

3.1. DENAH LUAR.

JL.RAYATLEKUNG

SATPAM SATPAM

P P
(AMBULANCE)

KANTORI
P NFORMASI

INSTALASI
P GAWATDA
RURAT

INSTALASIRAWATJALAN

7
3.2. DENAHRUANG.
R.Dokter Toilet Toilet
R. Pasien Pasien

Ruang
Bedah
Minor R.ObatLif
eSaving Ruang
Tunggu
R.Ka Pasien

Triase
8

ToiletDokter Pendafta
ranpasie
n
Toilet

Perawat
R.Spool Pekarya RuangR
Hock esusitasi

RuangPert
RuangO Ruang Ruang
RuangT emuanIGD
bservasi Tindakan Tindakan RuangT RuangT
indakan
Non Non indakan indakan
3.3. STANDARFASILITAS.
1. RuangResusitasi
Ruangyangdifungsikanuntukpasienyangmembutuhkanpertolonganti
ndakanresusitasisegeradanmemerlukanpengawasanekstra,misalnya:
 Kasushentinafas
 Kasushentijantung
 Pasienyangdicurigaisakitjantung
 Pasien tak sadar karena berbagai penyebab (misalnya
karenahipoglikemia,stroke,syok,dansebagainya)
 Kasuskejangdemam
 Kasuscederakepalaberat
 Kasustenggelam
Kelengkapanalatyangdiperlukandiruangresusitasi,antaralain:
 Tempattidur
 Tensimeter
 Oksigensentral+selangO2
 Monitorset
 Oksimeter
 Defibrilator
 Suctionset
 EKG
 Syringepumpset
 Nebulizer
 Lampusenter
 Stetoskop
 Papankeras
 Neckcollar
 Catheterset(denganberbagaiukuran)
 Nasogastrictubeset(denganberbagaiukuran)
 Tempatsampah
 Emergencytrolley

9
 Ventilationbagdewasa
 Ventilationbaganak
 Ventilationbagbayi
 Laryngoscope+blade
 Endotrachealtube(denganberbagaiukuran)
 Stilet
 Spuit(denganberbagaiukuran)
 Jelly
 Sarungtangan
 Plester
 Guntingplester
 Oropharyngealtube/guedel(denganberbagaiukuran)
2. InfusTrolley
 Infusionset(microdrip,macrodrip,bloodset)
 Intravenouscatheter(denganberbagaiukuran)
 Tourniquet
 Alcoholswab
 Plester
 Guntingplester
3. Cairaninfus,obat,danalatkesehatan
a. Cairaninfus
 RL
 NaCl0,9%
 D10%(500cc)
 Asering
 Manitol
b. Obat
 Adrenalininjeksi
 Atropinesulfateinjeksi
 Morphineinjeksi
 Pethidineinjeksi

10
 Diazepaminjeksi
 Diazepamsuppository
 Dexamethasoneinjeksi
 Aminophyllineinjeksi
 Dextrose40%
 NaCL0,9%25 ml
 Aquadest25ml
 Natriumbicarbonate
 Lidocaineinjeksi
 ISDN
 Asamasetilsalisilat
 MgSO4 20%
 Dopamininjeksi
 Furosemideinjeksi
BerikutiniadalahtabeldaftarobatyangtersediadiIGDRSBaptisBatuberikut
denganpenjelasanindikasipenggunaandandosisnya:

NO. NAMAOBAT INDIKASI DOSIS


1. Adrenalin Anaphylatic Anak:0,01ml/kg(iv)
1: 1000 shock Dewasa :0,5 – 1 ml
Ampul (im/sc/iv)Diu
(1mg/ml) lang tiap 5–
10menit,bilaperlu
2. Aminophylline Asthmabr Anak:0,1–0,5
Ampul onchiale ml/kg(iv,push)
(250mg/10ml) Dewasa:1ml
(iv,push)
Diulangtiap5
menit,bilaperlu
3. Aspirin(Asp Acute 1–2tabletsublingual.
ilet®)80mg/ myocard
tablet infarct
4. Atropin - Symptomaticb 0,5– 1 mg IV
Ampul radycardia
0,25mg/1ml (>60x/menit)
- Asystole 1 mg ivpush
Diulangtiap3-
5menitsampaitotal0,4
mg/10kgBB.
- Intoksikasi Dosis :1 4mg IV

11
NO. NAMAOBAT INDIKASI DOSIS
insektisida Diulangtiap10–
15menit
sampai
5. Diazepam( Kejang atropinisasi
Anak0,25mg/kg,IVpel
Valium®) an
Ampul Dewasa 10 mg,
10mg/2ml IVpelan
6. Dopamin Shock 2,5–20μg/kg/minIV
Ampul Yangbelumterata drip
200mg/10ml sidenganpemberi Dosisginjal1 – 5
ancukupcairan μg/kg/’drip
Dosisjantung5–10
μg/kg/’drip
Dosis syok
/Vasopreso
r
7. Furosemide EdemParuAkut( 10 20––40 μg/kg/’drip
20mg IV
(Lasix®)A TD > 90 0,5–1mg/kgIV(max
mpul mm/Hg)Hyperte 2mg/kg)
20mg/2ml nsiberat
8. Morphin AMI 3– 5 mg IV
Ampul EdemParuAkut( 5– 10 mg IM
10mg/1ml TD > 90 Dapat diulang
mm/Hg) bilaperlu
9. Glucose40%Via Hypoglycemia 25–50 ml,IVpelan
l10gr/25 ml
10. SodiumBic
Bolus1
arbonate(M
Metabolic meq/kg,IVpelan
eylon®)
acidosis Drip 0,05
Vial25meq/25ml
meq/kg/menit
11. Isosorbidedin AnginaPectoris 1tabletSublingualDiula
itrite(Cedocar ngtiap5
d®) menit,max3tablet
12. Dexamenthasone AsthmaBron 0,05–0,2mg/kg,IV
(Oradexon®)Am chialeAnaph (1mluntuk10–
pul 4 ylacticreactio 25kgBB)
mg/1ml n
13. Digoxin(Lano Flutter/fibralasiat 1tabletperoral,dapatdiu
xin)0,25mg/ta rialCHF lang6jamkemudian.
blet
14. Pethidin Analgetikkuat 1mg/kgBBiv/im
Ampul
(100
15. mg/2ml)20%
MgSO4  VentrikelTaki 5–10mliv,pelan–pelan.
Ampul5 gr/25ml kardi(Torsade
de

12
NO. NAMAOBAT INDIKASI DOSIS
pointes) 10 ml iv, pelan –
 Eklampsia pelan.
16. Lidokain(  Cardiacarit Img/kgBBboluspelan-
Xylocard mia(karena pelan,dapatdiulang
500®) MI) 10menit
Ampul(500m  Takikardi kemudian0,5mg/kglalu
g/5ml) Ventrikel drip2-4mg.
17. Combivent AsmaBron 1 ampuntuk
nebulizer khiale pasiendewasa
18. Diazepam(stesoli Kejang Dewasa:10
d®)Rectalenema mgrectalAnak-anak : 5
10mg/2,5mldan5 mgrectal
mg/2,5ml

c. Spuit(denganberbagaiukuran)
d. Jarumsuntik(denganberbagaiukuran)
e. Glucometerset
4. RuangAdministrasi
Kebutuhanperlengkapanadministrasiyangdiperlukan,antaralain:
a. BukuregisterIGD
b. BukulaporanIGD
c. Formulirpemeriksaanpenunjangmedis
d. Formulirdokumenkeperawatan
e. Telepondalamdanluar
f. Rakbrosur
g. Mejakomputer
h. Komputer
i. Printer
j. Kursi
Adapunkelengkapanalatkesehatanyangdiperlukan,antaralain:
a. Stetoskop
b. Termometer
c. Tensimeter
d. Otoscope
e. Palurefleks

13
f. Lampusenter
5. RuangBedahMinor
Ruangini berfungsiuntukpasien yang
membutuhkantindakanbedahminor,misalnya:
 Jahit luka karena kecelakaanlalu-lintas,kecelakaankerja,
dansebagainya
 Pasienyangakandilakukantindakanincisionanddrainage
 Pasienyangakandilakukantindakanpleuralpuncture(thoracentesis)
Kelengkapanalatyangdiperlukandiruangbedahminor,antaralain:
a. Tempattidur
b. Tensimeter
c. O2set
d. Surgerydesk
 Berbagaimacamcairanantiseptik(savlon,povidoneiodinecair,H2O2,al
kohol70%,NaCl0,9%,aquadest)
 Tromolgauze+gauzesteril
 Jarumkulit+benang(denganberbagaiukuran)
 Jarumdalam+benang(denganberbagaiukuran)
 Plester+guntingplester
 ABD,berbagaitampon
 Sofratulle®
 Gauzegulung(denganberbagaiukuran)
 Elastisbandage(denganberbagaiukuran)
 Pisauaesculap
 Berbagaisalepantibiotik
 Lidocaineinjeksi+chlorethylspray
 Setpemasanganinfus+berbagaicairaninfus
 Setpemasangannasogastrictube
 Setpemasanganfoleycatheter
 Berbagaiukuranspuitdanjarumsuntik
 Spalk/bidai(denganberbagaiukuran)

14
 Operatinglamp
 Tempatsampah
 Sarungtangan
 Korentangdantempatnya
 Scoopstrecher
 Skortplastik(apron)
e. Lemariinstrumenset
 Spreilobang
 Baskomsteril
 Cathkawat
 Alatbukajahit
 Alatjahitwajah
 Alatjahitisi6,7
 Haemostatbengkok
 Haemostatlurus
 Tangkaipisau
 Speculumhidung
 T.Jarumbiasa
 T.Jarumbesar
 Ringforcep
 Slangkaret
 Guntingmetz
 Cathetertray
 Tabungenema
 Baskomirigasi
 Hakbergigi
 Korentangklem
 Alatvenasectie
 Alatthoracentesis
 Alatumbilikel
 AlatTHT

15
 Slangdubur
 Foleycatheter(denganberbagaiukuran)
 Tromolkasa
 Bakinstrumen
 Sarungtangansteril(denganberbagaiukuran)
f. RuangTriase
Triaseadalahsistempenyeleksianproblempasienuntukmemberikanpertol
ongandengantepat,efektif,danefisiensesuaidengantujuanutamaIGD,yait
u:
 Mencegahkematiandancacat
 Menerimarujukanpasiengawatdarurat
 Menanggulangikorbanbencana
 Menanggulangi“falseemergency”sebagaitujuantambahanKelengkap
ansaranadanalatkesehatanyangdiperlukandi ruangtriase,antaralain:
- Tempattidur
- Lembarstatusemergency
- Tensimeter
- Stetoskop
- Termometer
g. RuangPemeriksaan(KasusBedahdanNon-
Bedah)Ruanginidapatdipergunakanuntukpasienyangak
an:
 Dilakukanpengukurantanda-tandavital
 Dilakukanpemeriksaanfisik
 Menungguhasilpemeriksaanpenunjang(laboratorium,radiologi)
 Menunggumasukkeruangrawatinap
 Dilakukantindakankeperawatan(pasanginfus,pasangcatheter,pasang
nasogastrictube,dansebagainya)
 Menungguobat
 Menungguprosespenyelesaianadministrasi
 Observasisetelahdilakukandiruangbedahminor

16
Adapunkelengkapansaranadanalatkesehatanyangdiperlukandiruangpem
eriksaankasusbedahmaupunnon-bedah,antaralain:
a. Tempattidur
b. Tempatsampah
c. O2set(sentral)
d. Tensimeterdinding
e. Tonguespatel
f. Sarungtangan
g. Jelly
h. Masker
6. RuangTindakanObstetriginekologi
Ruang ini berfungsi untuk pasien yang dilakukan
tindakanobstetriginekologi.
Kelengkapansaranadanalatkesehatanyangdiperlukandi
ruangtindakanobstetriginekologi,antaralain:
a. Tempattidur
b. Tempatsampah
c. Tensimeterdinding
d. Tonguespatel
e. Sarungtanganon
f. Jelly
g. Doppler
h. Spekulum
i. Tromolkapasdansavlon
7. RuangSpoolHock
Ruangini berfungsiuntukmencucialat-
alatkeperawatan,sepertipispot,urinal,danbaskommandi.
Kelengkapansaranadanperalatanyangdiperlukandiruangspoolhock,antaral
ain:
a. Bakspool
b. Tempatsampah
c. Urinal,bedpan

17
d. Berbagaicairan(lysol,tepol)
e. Bakrendamalat
f. Bubukdetergent
g. Sikat
h. Sarungtanganonsteril
i. Rak
j. Tempatjarumdanpisaubekas
k. Sapu
l. Alatpel+cairan
m. Tempattenunkotor
n. Cikrak
8. RuangPenyimpananOksigen
Ruanginiberfungsiuntukpenempatanoksigenbesertaperangkatnya.Keleng
kapansaranadanalatkesehatanyangdiperlukandi
ruangpenyimpananoksigen,antaralain:
a. TabungO2besar,pipasalurandankran
b. EtiketO2
9. Gudang
RuanginiberfungsiuntukpenempatanstockobatdanalatdiIGD.Kelengkapan
saranadanperalatanyangdiperlukandigudang,antaralain:
 FormPermintaanLaborat
 Persetujuantindakanmedik
 Formcairankeluarmasuk
 Suratpersetujuanperawatan
 Datapasien
 Peraturanopnamepasien
 Formpemeriksaanfisik
 Catatan/Pesan-pesandokter
 Plastiksampah
 Rinso
 Pipet

18
 Envelopeuk.95x152 mm
 Envelopeuk.110x230mm
 Karetgelang
 Clearpembersihkaca
 Pengharumruangan
 Tissuegulung
 Clips
 Batubateraikecil
 Batubateraisedang
 Batubateraibesar
 Lem
 Bukutulisbiasa/quarto
 Bukufoliokecilpanjang
 FormpermintaanpemeriksaanUSG
 Resep
 Suratrujukan
 Suratketerangandokter
 Memo
 Pemeriksaanradiologi
 Formpenolakantindakanmedis/opname
Kelengkapansarana danalatkesehatanyangdiperlukandi
gudangmedis,antaralain:
 Inf. Cath. 14 grx2’
 Inf. Cath. 16 grx2’
 Inf. Cath. 18 grx1¼’
 Inf. Cath. 20 grx1¼’
 Inf. Cath. 22 grx1¼’
 Inf. Cath. 24 grx¾’
 Spuit1cc
 Spuit3cc
 Spuit5cc
 Spuit10cc

19
 Spuit20cc
 Spuit50cc
 Infussetpediatrik
 Infussetdewasa
 Infussetdarah
 Jarumsuntik18
 Jarumsuntik20
 Jarumsuntik23
 Jarumsuntik25
 RL500cc
 NaCl3%500cc
 NaCl500cc
 NaCl1000cc
 D5500cc
 Asering
 Kaen3B
 D10%500cc
 FolleycathNo.8
 FolleycathNo.14
 FolleycathNo.16
 FolleycathNo.18
 FolleycathNo.20
 SlanglambungNo.4
 SlanglambungNo.16
 SlanglambungNo.18
 Jelly
 Sofratul
 Electroda
 Hansaplast
 Leukopon2.5cmx9.2m
 Leukocrefe7.5cmx4.5m
 Leukocrefe10cmx4.5m

20
 Leukocrefe15cmx5m
 Verbandgulung5cm
 Verbandgulung10cm
 Kondomcath
 Urinebag
 Endotrachealtubeno.6
 Endotrachealtubeno.7
 Endotrachealtubeno.7.5
 Endotrachealtubeno.8
 Meylon84 25 cc
 Dextrose40%25cc
 Spateltongue
 Cathetertip
 Spinalneedleno.23
 Sarungtangan 6½
 Sarungtangan7
 Sarungtangan 7½
 Alkohol
 Savlon
 Kapus
 H2O2
 Bethadinecair
 EKGrol
 Formalin10%
10. Toilet
Kelengkapansaranayangdiperlukanditoilet,antaralain:
a. Kloset
b. Pegangan
c. Tissuegulung
d. Tempatsampat
e. Ember
f. Gayung

21
11. RuangIstirahatDokterJaga
Kelengkapansarana yangdiperlukandi ruang
istirahatdokterjaga,antaralain:
a. Tempattidur
b. Telepondalam
c. Televisi
d. Kursi
12. RuangGantiPerawat
Kelengkapansaranayangtersediadiruanggantiperawat,antaralain:
a. Pipapenggantungbaju
b. Hanger
13. RuangTungguPasien
Ruanginiberfungsiuntukpasienyangsedang:
 Menunggupemeriksaanfisik/ukurtanda-tandavital
 Menungguhasil(laboratoriumdanX–Ray)
 Menunggupenyelesaianprosesadministrasi
 MenungguprosesmasukkeInstalasiRawatInap
Kelengkapansaranayangtersediadiruangtunggupasien,antaralain:
a. Kursi
b. Tempatsampah
c. Rakbrosur

22
BAB IV
TATALAKSANAPELAYANAN

4.1.PELAYANANPENDAFTARANPASIEN.
Pasiendatangketempatpenerimaangawatdarurat.Tempatpendaftaranpasiense
belumjam07.00-14.00diloket1Poliklinik,sedangkanjam14.00-
07.00pendaftaranpasiendiIGD.Pasienditolongterlebihdulu,barukemudiandilakukan
penyelesaianadministrasinya.
Setelahmendapatpelayananyangcukup,adabeberapakemungkinandarisetiap
pasien:
 Pasienbolehlangsungpulang
 Pasiendirujuk/dikirmkerumahsakitlain
 Pasienharusdirawat
1. Pasienyangsudahdiseleksidanmembawasuratpengantaruntukdirawatdapat
langsungdibawakeruanganperawatansambilmenunggutempattidurkosong
dariruangperawatan.
2. Jikapasiensudahsadardandapatdiwawancarai,Petugaspendaftaranmendata
ngipasien/keluargauntukmendapatkanidentitasselengkapnya.
3. Bagianpendaftaranmengecekdataidentitaskebagianrekammedisuntukmen
getahuiapakahpasienpernahdirawat/berobatkerumahsakit.
4. Bagipasienyangpernahberobat/dirawatmakarekammedisnyasegeradikirim
keruangperawatanyangbersangkutandantetapmemakainomoryangdimilik
inya.
5. Bagipasienyang
pernahdirawat/berobatkerumahsakitmakadiberikannomorrekammedis.
6. Petugaspendaftaranharusselalumemberitahukanruangperawatansementar
amengenaisituasitempattidurdiruangperawatan.

4.2.SISTEMKOMUNIKASI.
Komunikasisangatberperanpentingdalampenaggulanganpenderitagawatdar
urat”timesavingislifelimbsaving”.Selainitukondisikegawat

23
daruratanyangmungkinterjadisehari– hari atau bencana
tertentudapatmenimbulkankorbanindividuataukorbanmassal.
Komunikasisebagaisubsitempenunjangpenaggulanganpenderitagawatdarur
atperluuntukmenjaminkelancarandankecepatan.KomunikasiInstalasiGawatDarurat
RS.BaptisBatusiap24jammenggunakansaranakomunikasiinterndanextern.
 Interndenganext.301
 Externdenganhotline(0341)5044505,594161ext301.

4.3.PELAYANANTRIASE.
Triaseadalahsistemseleksipasienuntukpengelompokkankorbandalammenen
tukantingkatkegawatansertaprioritasdankecepatanpenanganansertapemindahan.Pas
iendiseleksiberdasarkantingkatkegawatdaruratannyadengankategori:
1. Pasiengawatdarurat
Pasienyangtiba–
tibaberadadalamkeadaangawatatauakanmenjadigawatdanterancamnyawa
nyasertaanggotabadannya(akanmenjadicacat)bilatidakmendapatpertolong
ansecepatnya.
2. Pasiengawattidakdarurat
Pasienberadadalamkeadaangawattetapitidakmemerlukantindakandarurat,
misalnyapenyakitkankerstadiumlanjut.
3. Pasiendarurattidakgawat
Pasienakibatmusibahyangdatangtiba–
tiba,tetapitidakmengancamnyawadananggotabadannya,misalnyalukasaya
tdangkal.
4. Pasientidakgawattidakdarurat
Misalnyapasiendenganulcustropium,TBCkulit,dll.
5. Kecelakaan
Suatukejadiandimanaterjadiinteraksiberbagaifaktoryangdatangnyamenda
dak,tidakdikehendakisehinggamenimbulknacidera(fisik,mental,sosial)
6. Cidera
Masalahkesehatanyangdidapat/dialamisebagaiakibatkecelakaan.

24
7. Bencana
Peristiwa/rangkaianperistiwayangdisebabkanolehalamdanataumanusiaya
ngmengakibatkankorbandanpenderitaanmanusia,kerugian,hartabenda,ker
usakanlingkungan,kerusakansaranadanprasaranaumum,sertamenimbulka
ngangguanterhadaptatakehidupandanpenghidupanmasyarakatsertapemba
ngunannasionalyangmemerlukanpertolongandanbantuan.
DalampelaksanaanpelayanandiIGDdiberlakukankategorikasusemergency
danfalseemergency.Dalamhaliniyangtermasukpasienemergencyadalah:ka
susPrioritas1(P1)yaitupasiengawatdarurat,prioritas2(P20yaitupasiengawa
ttidakdaruratdan/ataupasiendarurattidakgawat.Sedangkanyangtermasukp
asienfalseemergencyadalahkasusPrioritas3(P3)yaitupasientidakgawattida
kdaruratdankasusprioritas0(P0)yaitupasienyangdatangdalamkeadaansuda
hmeninggaldunia(deathonarrival)
Kartukodewarnatriasedapatdigunakansebagaicarapengklasifikasiandalamtriases
etelahdiperolehinformasiakurattentangkeadaanpasien.
Kartuwarnayangdigunakanadalah:
1. MERAH : Korbanyangmembutuhkanstabilisasi,misalnya:
 Syokolehberbagaikausa
 Gangguanpernafasan
 Traumakepaladenganpupilanisokor
 Perdarahaneksternalmasif
 Gangguanjantungyangmengacam
 Lukabakar>50%ataulukabakardidaerahterbakarSem
uapasientersebutdiatasdisalurkankeruangresusitasi.
2. KUNING : Korban yang memerlukan pengawasan ketat
tetapiperawatandapatditundasementara,misalnya
:
 Korbandenganrisikosyok(korbandengangangguanjantu
ng,traumaabdomenberat)
 Frakturmultiple
 Frakturfemur/pelvis

25
 Lukabakarluas
 Gangguankesadaran/traumakepala
 Korbandenganstatustidakjelas
Semuapasientersebutdiatasdisalurkankeruangtindakanbedah.
3. HIJAU : Kelompokkorban yangtidak
memerlukanpengobatanataupemberianpengobatandapatdit
unda,misalnya:
 Frakturminor
 Lukaminor,lukabakarminor,atautanpalukaPasi
endengankecelakaandisalurkankeruangtindakanbedah.
4. HITAM :
KorbanyangtelahmeninggalduniaPasienyangmeninggaldun
iadisalurkankekamarjenazah.

4.4.TRANSPORTASIPASIEN.
Transportasimerupakansalahsatubagianpentingdalampelayanangawatdarura
t.Melaluitransportasikitadapatmembantupenangananpenderitagawatdarurat.Dalam
memberikanpelayanantranspotasikepadapenderitagawatdarurat,perludiperhatikanb
eberapapetujukdibawahini:
1. Persiapanalat
a. Ambulans
b. Kursiroda.
c. Brankard.
d. Alat–alatpenunjanghidupyangdiperlukan.
2. Carakerja
a. Ketempatpemeriksaanx–ray,diantarminimal1orangperawat.
b. Keruangperawatan,diantarminimaloleh1orangperawat.
c. KeICU/KamarBedah.BilaadamasalahABC(gangguanjalannafasdansi
rkulasi),pasiendiantarminimal2orangpetugastermasukdokterdanventil
asiharustetapdiperthankandalamperjalanan.
d. KeRumahSakitlain:
 BilatidakadamasalahABC,pasienbolehtidakdiantarpetugasdanme
mbawasuratrujukan.
26
 BilaadamasalahABC,pasienharusdiantar1orangperawatdenganme
mbawasuratrujukandanmemakaiambulans.

4.5.PELAYANANFALSEEMERGENCY.
Pasientidakakutdangawatadalahpasienyangmengalamisakitlama,tidakmeng
ancamnyawa(falseemergency).Langkah–
langkahdalammemberikanpelayananfalseemergencyadalahsebagaiberikut:
1. Pelayanandiberikanterlebihdahulukepadapasienyang
mengalamipenyakitakutdangawat”TrueEmergency”bukanberdasarkanuru
tankedatanganpasien.
2. Kasus-
kasusyangtidaktergolongakutdangawat”FalseEmergency”akanmendapat
kanpelayanansetelahkasusgawatdaruratterlayani.
3. Padajamkerja(07.00-14.00)setiaphariSenin–Jumat,kasus-kasus
falseemergencyakandialihkankepoliklinik,atau
4. Dokterpoliklinikdimintakanbantuannyauntukmelayanipasienfalseemerge
ncydiIGDbilaDokterIGDsedangmenanganipasientrueemergency.

4.6.PELAYANANVISUMETREPERTUM.
VisumEtRepertumadalahlaporantertulisyangdibuatolehdokterataupermintaa
ntertulisdari pihakyangberwajibmengenaiapa
yangdilihat/diperiksaberdasarkankeilmuandansumpahdokteruntukkepentinganpera
dilan.
Langkah– langkah dalammemberikanpelayananvisumet repertum
adalahsebagaiberikut:
1. Penyidik(Polisi)membawaSuratPermintaantertulisdaripihakyangberwajib
(Kepolisian)untukpembuatanVisumEtRepertum.
2. Identifikasiidentitaspasien,apakahsesuaidengansubyekpadapermintaanVi
sumEtRepertum.
3. DoktermembuatVisumEtRepertumsecaraobjektifberdasarkanpemeriksaan
saatiniataudaricatatanpadaRekamMedikjikakejadiaannyasudahlampau.

27
4. VisumEtRepertumdiserahkankepadapenyidik(Polisi)yangmemintanya.Pa
sienataukeluargapasientidakberhakmemintaataumelihatnya.

4.7. PelayananDOA(Deathonarrival)
DOA(Deathonarrival)merupakankejadiankematianpadasaatpasiensampaidi
IGD.PasienyangdatangdalamkeadaanDOAlangsungdisalurkan/ditempatkandikama
rjenazah.
Syaratpengambilanjenazah:
1. Pengambiljenazahmenyerahkanfotocopybuktidiriyangsyahkepadapetuga
s.
2. PengambiljenazahmenyerahkanSuratPengambilanJenazahkepadapetugas.
Jika jenazahberadadi kamar jenazahmaksimal 4 jam, lebihdari
itujenazahlangsungdikirimkeRSUDSaifulAnwarMalang.

4.8. SistemInformasiPelayananPraRumahSakit
IGDRS.BaptisBatudiklasifikasikansebagaiInstalasiPelayananGawatDarurat
kelasII,karenatelahmemilikidokterspesialisempatbesaryangsiapdipanggil(on–
call),dokterumumyangsiagaditempat(on–
site)24jamyangmemilikikualifikasipelayananGELS(GeneralEmergencyLifeSuppor
t)danmampumemberikanresusitasidanstabilisasiABCsertamemilikialattransportasiu
ntukrujukandankomunikasiyangsiap24jam.
SaranaPenunjangpelayanan:
1. Penunjangmedis :PelayananRadiologi,laboratorium,farmasi
2. Penunjangnonmedis:Telepondanambulans.
Ada4halyangwajibdiinformasikanketikapetugasIGDmelayanipasiengawatd
aruratviatelepon:
1. Namapasien
2. Alamatpasien
3. Kondisisaatitu
4. Nomortelepon

28
SebelumpetugasIGDmenjemputpasienyangmemintaambulans,petugasIGD
wajibmemberitahukankeadaanpasiensaatitu.Adapuninformasipelayananprarumahs
akitdiberikanadalahdengantatalaksanasebagaiberikut:
1. Jikakeadaanpasienbaik,petugasyangberadadimobilambulanstidakmenginf
ormasikanapapunkepadapetugasIGDdirumahsakit.
2. Jikakeadaanpasiendarurat,petugasyangberadadimobilambulansmenginfor
masikankeadaanpasiensaatitukepadapetugasIGDdirumahsakitdenganmen
ggunakansaranatelekomunikasihandphone.

4.9. SistemRujukan.
RujukanpasiendariRSBaptisBatuhanyadapatdilakukanolehdokterspesialisya
ngkompetenatausetidaknyaataspersetujuansalahsatudokterspesialis4besar(bedah,pe
nyakitdalam,anak,dankebidanan).DokterjagaIGDsebelummelakukanrujukanpasien
harusmengkorfirmasikanpasientsbkepadadokter spesialis yangsesuai
denganpenyakit pasien.Adapunbentuk rujukanyaitu
:
1. AlihRawat
Alihrawatdapatdilakukanpadakeadaan:
- Tidakadadokterspesialisyangkompeten
- Traumakapitisdengankemungkinanperdarahanintrakapitis
- Permintaanpasien
- DugaankasusSARS,fluburung,flubabi
2. PemeriksaanDiagnostik
a. CTscan
b. Pemeriksaan
penunjanglainyangdianggapperlu,yangtidakdapatdilakukandiRSBa
ptisBatu
3. Spesimen
a. Darah
b. Urin
c. Jaringan
d. Mukus/ sekret

29
BABVLOG
ISTIK

Pengelolaanobatdanalatkesehatan/alkesmeliputipemesanan,pengambilan,pe
nyimpanandanpencatatanobat/alkesuntukpasien–pasienIGD.

MekanismepengadaanobatdanalatmedisdiIGDadalahsebagaiberikut:
1. Persiapanalat
a. Lembaranstockobat
b. Bukukeluar/masukalat
c. Bukuinventarisalat
d. Blankopemesananobatdanalkes
e. Bukulaporanharianpemakaianobat
2. Setiapharipetugas/pekaryapagimengantaralkesyangterpakaiuntukdisterilkandan
mengambilkembalisetelahdisterilkanuntukdisimpanpadatempatnya.
3. Pemesananalatkesehatandilakukanolehperawatpenanggungjawabdinaspagisetia
phariSabtudenganmengisiblankopemesananalkesyangditandatanganiKepalaper
awat / KepalaIGD dengan jumlah
yangsesuaipengeluaran/kebutuhan,kecualibilajatuhpadaharilibur,pemesanandil
akukanseharisebelumnya.
4. Pengadaanalatumum:
a. PetugasIGDmembuatpermintaankebagianGudang,denganmengisiFormulir
PengambilanBarangyangditandatanganiolehKa.Bag.GawatDaruratatauKa.I
GD.
b. FormulirdiserahkankeBagianGudang.
5. Pengadaanalat–alatkesehatan:
a. BagianGawatDaruratmengajukanpermintaanbarangdenganmengisiformulir
permintaanbarang.FormulirtersebutterlebihdahuludiajukankepadaKepalaD
epartemenPelayananuntukdiketahui,dipertimbangkan

30
dandisetujuisertaditandatanganiolehKepalaBagianGawatDarurat/Ka.IGDda
nKepalaDepartemenPelayanan.
b. PermintaanbarangyangtelahdisetujuiolehKepalaDepartemenPelayanan,sela
njutnyadiajukankepadaTimPengadaan,untukdipertimbangkandanpengesah
an.
c. Timpengadaanmelakukannegoisasipenawaranhargauntukmendapatkesepak
atanhargadenganpemasok.
d. Timpengadaanmemberiperintahkepadabagian/petugaspembelian,untukme
mbelibarang–
barangsesuaikebutuhanbagianyangmeminta.Dalamhalkebutuhanbarang–
barangrutinyangtelahdilakukanperjanjiankerjasama,makapembeliandapatla
ngsungdilakukankepemasoknya,setelahadapengesahandariTimPengadaan.
e. Bagian/petugaspembelianmelakukantransaksiataspembelianbarang–
barangsesuaipermintaanbaikuntukbarang–barangrutinataubarang–
barangyangnonstock.
f. PemasokmengantarbarangkeR.S.BaptisBatusesuaipesanandanbarangterseb
utditerimaolehbagian,PetugasGudangmemeriksaapakahbarang– barang
tersebut sesuaidengan pesanan baik jenis maupunjumlahpesanan.
g. KemudianbagiangudangmendistribusikanbarangkepadabagianGawatDarur
at.
h. Untukpengambilanbarangdigudangyangsudahdiajukan,PetugasIGDmelaku
kanprosedurpadapermintaanalat–alatumumdiatas.

31
BABVIKESELAMATAN
PASIEN

6.1. PENGERTIAN.
Keselamatanpasien(patientsafety)merupakansuatusistemdimanarumahsakit
membuatasuhanpasienlebihaman.Sistemtersebutmeliputi:assessmenrisiko,identifik
asidanpengelolaanhalyangberhubungandenganrisikopasien,pelaporandananalisisin
siden,kemampuanbelajardariinsidendantindaklanjutnyasertaimplementasisolusiunt
ukmeminimalkantimbulnyarisiko.Sistemtersebutdiharapkandapatmencegahterjadin
yacederayangdisebabkanolehkesalahanakibatmelaksanakansuatutindakanatauidak
melakukantindakanyangseharusnyadilakukan.

6.2. TUJUAN.
1. Terciptanyabudayakeselamatanpasiendirumahsakit.
2. Meningkatkan akuntabilitas rumah sakit terhadap pasien
danmasyarakat.
3. Menurunnyakejadiantidakdiharapkan(KTD)dirumahsakit.
4. Terlaksananyaprogram–
programpencegahansehinggatidakterjadipengulangankejadiantidakdihara
pkan.

6.3. TATALAKSANAKESELAMATANPASIEN.
1. KeselamatanpasienmerupakanhalyangterutamadalampelayananIGD.
2. TerdapatpetugasIGDyangmemahamimengenaikeselamatanpasien.
3. Terdapatsistempelayananyangkomprehensif,baikmedismaupunkeperawat
ansehinggameminimalkanterjadinyakasusyangtidakdiharapkan(KTD).
4. Setiappasienyang masukmelaluiIGDharus
mendapatpenilaianlangsungolehdokterjaga,untukmenyatakankondisikeda
ruratannya.
5. Pasienyangmengalamikondisi yang
darurat,yaitumengancamkeselamatanpasien,
harusditatalaksanadenganlengkapdi IGD.

32
KonsultasispesialistikdilakukandiIGD,kecualibilapenyakitpasiendiangga
ptidakmembahayakan.
6. Identifikasipasienharusdilakukansecaralengkap,baikberupastatusmaupun
gelangidentitas.
7. Segalabentukpemindahanpasien,baikkeruangperawatanataukamaroperasi
harussudahteridentifikasidenganbaik,dandiketahuiolehkepalaperawatjaga
saatitu.
8. Saranadan prasarana harus mengindahkankeselamatanpasien
:sterilitasalat,tabungoksigen,tempattidurdorong,privacy,dll.
9. Terdapatevaluasiberkalakelengkapansaranadanprasarana.
10. Terdapatpelaporankasusyangtidakdiharapkan,yaitu:
- Insidenskesalahanidentifikasikedaruratanpasien.
- Insidenspasienjatuh.
- Insidenskejadianinfusblong.
- Insidenskesalahanpemberianobat.
- Insidenskesalahancarapemberianobat.
- Insidenskesalahanpersiapanoperasi.
- Insidenskesalahanpersiapanpemeriksaanpenunjang.
11. Membangunkesadaranataubudayaakannilaikeselamatanpasien

33
BABVIIKESELAMATA
NKERJA

7.1. PENGERTIAN.
Keselamatankerjamerupakansuatusistemdimanarumahsakitmembuatkerja/a
ktifitaskaryawan lebih aman.Sistemtersebutdiharapkan dapat
mencegahterjadinyacederayangdisebabkanolehkesalahanpribadiataupunrumahsakit
.

7.2. TUJUAN.
1. TerciptanyabudayakeselamatankerjadiRS.BaptisBatu.
2. Mencegahdanmengurangikecelakaan
3. Memperolehkeserasianantaratenagakerja,alatkerja,lingkungan,caradanpr
oseskerjanya.
4. Menyesuaikandanmenyempurnakanpengamananpadapekerjaanyangbaha
yakecelakaannyamenjadibertambahtinggi.

7.3. TATALAKSANAKESELAMATANKARYAWAN.
a. Setiap petugas medis maupun non medis menjalankan
prinsippencegahaninfeksi,yaitu:
- Menganggapbahwapasienmaupundirinyasendiridapatmenularkaninfe
ksi.
- Menggunakanalatpelindung(sarungtangan,kacamata,sepatuboot/alask
akitertutup,celemek,maskerdll)terutamabilaterdapatkontakdenganspe
simenpasienyaitu:urin,darah,muntah,sekret,dll.
- Melakukanperasatyangamanbagipetugasmaupunpasien,sesuaiprosed
uryangada,mis:memasangkateter,menyuntik,menjahitluka,memasang
infus,dll
- Mencucitangandengansabunantiseptiksebelumdansesudahmenangani
pasien.
b. Terdapattempatsampahinfeksiusdannoninfeksius

34
c. Mengelolaalatdenganmengindahkanprinsipsterilitasyaitu:
- Dekontaminasidenganlarutanklorin
- Pencuciandengansabun
- Pengeringan
d. Menggunakanbajukerjayangbersih
e. Melakukanupaya-upayamedisyangtepatdalammenanganikasus:
- HIV/AIDS(sesuaiprinsippencegahaninfeksi)
- Flu burung
Kewaspadaanstandarkaryawan/petugasIGDdalammenghadapipenderi
tadengandugaanfluburungadalah:
 Cucitangan
Cucitangandilakukandibawahairmengalirdenganmenggunakansik
atselama±5menit,yaitudenganmenyikatselruhtelapaktanganmaup
unpunggungtangan.
 Halinidilakukansebelumdansesudahmemeriksapenderita.
 MemakaimaskerN95atauminimalmaskerbadan
 Menggunakanpelindungwajah/ kaca matagoggle (biladiperlukan)
 Menggunakanapron/gaunpelindung
 Menggunakansarungtangan
 Menggunakanpelindungkaki(sepatuboot)
- HepatitisB/C(sesuaiprinsippencegahaninfeksi)

35
BABVIIIPENGENDALIAN
MUTU

Beberapaindikatormutudalampelayanangawatdaruratsebagaiberikut:
1. AngkaKeterlambatanPelayananPertamaGawatDarurat(KPPGD)
PelayananPertamaGawatDaruratdikatakanterlambatapabilapelayananterhadapp
enderitagawatdanataudaruratyangdilayanidengantindakanLifeSavingolehpetug
asgawatdaruratlebihdari5menit.
PetugasgawatdaruratadalahpetugasyangbekerjadiRuangGawatDarurat,yangtela
hdilatihPPGD.
TindakanDaruratatauLifeSavingadalahtindakanyangditujukanuntukmenyelama
tkanjiwamanusiayangsedangterancamkarenapenyakitatauluka-
lukayangdideritanya.
Rumus:
Banyaknyapenderitagawatdaruratyang
KPPGD = dilayanidalam5menitperbulan
X100%
Totalpenderitagawatdaruratpadabulantsb

Analisisharusdilakukansecaraberkala3(tiga)bulansekalisecaraterusmenerus.Ya
ngharusdisimpulkandarianalisisiniadalahkecenderungan(trend)dariKeterlambat
anPelayananPertamaGawatDarurat.
2. AngkaKematian(AK)diIGD
Rumus:
Jumlahkematian
AK = X100%
JumlahPasienIGD

Angkakematianiniharusdikumpulkandandilaporkansetiap3bulansekali.Yangper
ludiperhatikanadalahkecenderunganangkakematianinidariwaktukewaktu.Tidak
dimasukkandidalamangkakematianiniDeathOnArrival(DOA).

36
BAB
IXPENUT
UP

DemikianlahbukuPedomanPelayananGawatDaruratinidisusun.Kamimengaj
aksemua pihak yangbekerjadi RS BaptisBatu untukdapat bersama-
samamembinadanmengembangkansistempelayanandiIGD.Semuapetugasbaiktenag
amedis,paramedis,maupunnonmedisyangberkaitandenganpenyelenggaraanpelayan
angawatdarurathendaknyaselalumenaatiketentuanyangtelahdigariskandidalambuku
pedomanini.

37