Anda di halaman 1dari 7

Saham

Saham merupakan salah satu jenis surat berharga yang diperdagangkan di bursa efek.
Saham diartikan sebagai bukti penyertaan modal di suatu perseroan, atau merupakan bukti
kepemilikan atas suatu perusahaan. Siapa saja yang memiliki saham berarti dia ikut menyertakan
modal atau memiliki perusahaan yang mengeluarkan saham tersebut.
Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas itu adalah
pemilik perusahaan yang me¬nerbitkan kertas tersebut. Jadi sama dengan menabung di bank,
setiap kali kita menabung maka kita akan mendapatkan slip yang menjelaskan bahwa kita
telah menyetor sejumlah uang. Dalam investasi saham, yang kita terima bukan slip
melainkan saham.

Penanaman Modal Dalam Negeri


Modal dalam negeri adalah modal yang dimiliki oleh negara Republik Indonesia,
perseorangan warga negara Indonesia, atau badan usaha yang berbentuk badan hukum
atau tidak berbadan hukum.
Penanaman Modal Asing
Penanam modal asing adalah perseorangan warga negara asing, badan usaha
asing, dan/atau pemerintah asing yang melakukan penanaman modal di wilayah negara
Republik Indonesia. Modal asing adalah modal yang dimiliki oleh negara asing,
perseorangan warga negara asing, badan usaha asing, badan hukum asing, dan/atau badan
hukum Indonesia yang sebagian atau seluruh modalnya dimiliki oleh pihak asing.
Semua bidang usaha atau jenis usaha terbuka bagi kegiatan penanaman modal,
kecuali bidang usaha atau jenis usaha yang dinyatakan tertutup dan terbuka dengan
persyaratan. Bidang usaha yang tertutup bagi penanam modal asing adalah:
 produksi senjata, mesiu, alat peledak, dan peralatan perang; dan
 bidang usaha yang secara eksplisit dinyatakan tertutup berdasarkan undang-undang.
Jenis-Jenis Saham
Suatu perusahaan dapat menerbitkan 2 jenis saham, yaitu saham biasa dan saham
preferen.
Saham Biasa (Common Stock)
Saham biasa merupakan saham yang mempunyai hak suara untuk mengambil keputusan dalam
RUPS mengenai segala hal yang berkaitan dengan pengurusan Perseroan, mempunyai hak untuk
menerima dividen yang dibagikan, dan menerima sisa kekayaan hasil likuidasi
Saham Preferen (Preferred Stock)
Saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa
menghasilkan pendapatan tetap. Saham ini lebih aman dibandingkan dengan saham biasa karena
memiliki hak klaim terhadap kekayaan perusahaan dan pembagian dividen terlebih dahulu.
Saham preferen sulit diperjualbelikan seperti saham biasa karena jumlahnya yang sedikit
Saham Treasury
Saham treasuri (trasury stock) adalah saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan
dan beredar yang kemudian dibeli kembali oleh perusahaan untuk tidak depensiunkan tetapi
disimpan sebagai treasuri.

Penilaian Saham
Salah satu jenis asset finansial yang bisa dipilih investor adalah saham, Agar keputusan
investasinya tepat atau menghasilkan return seperti yang diharapakan maka investor perlu
melakukan penilaian terlebih dahulu terhadap saham-saham yang akan dipilihnya, Penilaian
saham yang akan menghasilkan informasi nilai intrinsik selanjutnya akan dibandingkan
dengan harga pasar saham untuk menentukan posisi jual atau beli terhadap suatu saham
perusahaan.
Nilai Intrinsik dan Nilai Pasar
Dalam penilaian saham dikenal adanya tiga jenis nilai, yaitu nilai buku, nilai pasar, dan
nilai intrinsic saham. Nilai buku merupakan nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan
perusahaan penerbit saham (emiten). Nilai pasar adalah nilai saham di pasar. Sedangkan
nilai intrinsik atau dikenal sebagai nilai teoritis adalah nilai saham yang sebenarnya atau
seharusnya terjadi.
Pendekatan Nilai Sekarang
Penentuan nilai saham dengan menggunakan pendekatan nilai sekarang pada prinsipnya
sama dengan prinsip penilaian nilai sekarang obligasi. Perhitungan nilai saham dilakukan
dengan mendiskontokan semua aliran kas yang diharapakan dimasa datang dengan
tingkat diskonto sebesar tingkat return yang disyaratkan investor. Dalam hal ini, nilai
intrinsic suatu saham nantinya akan sama dengan nilai diskonto semua aliran kas yang
akan diterima investor di masa datang.

Komponen lain dalam penentuan nilai saham dengan pendekatan nilai sekarang
adalah aliras kas (cash flow). Aliran kas yang bisa dipakai dalam penilaian saham adalah
earning perusahaan. Dari sudut pandang investor, aliran kas yang akan diterima investor
adalah earning yang dibagikan dalam bentuk dividen. Dengan demikian kita dapat
mengginakan komponen dividen sebagai dasar penilaian saham. Penentuan nilai saham
dengan menggunakan komponen dividen bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai
model berikut ini :
Model Diskonto Dividen
Model diskonto dividen merupakan model untuk menentukan estimasi harga saham
dengan mendiskontokan semua aliran dividen yang akan diterima dimasa datang.
Model Pertumbuhan Nol
Model perhitungan nol ini sebenarnya sama dengan prinsip perhitungan saham
preferen karena dividen yang dibayarkan diasumsikan sama dan tidak akan
mengalami perubahan pertumbuhan sepanjang waktu.
Model Pertumbuhan Konstan
Model pertumbuhan konstan disebut juga sebagai model Gordon. model ini dipakai
untuk menentukan nilai saham, jika dividen yang akan dibayarkan mengalami
pertumbuhan secara konstan selama waktu tak terbatas, dimana 𝑔𝑡+1 .
Model Pertumbuhan Tidak Konstan (Ganda)
Asumsi perusahaan akan membayarkan dividen secara konstan dalam kenyataannya
kadangkala kurang tepat. Adakalanya, perusahaan mengalami pertumbuhan yang
sangat baik jauh di atas pertumbuhan normal dan sangat menjanjikan selama
beberapa tahun, tetapi lambat laun menurun terus
Menentukan Return yang Disyaratkan

Tingkat return yang disyaratkan, k , digunakan sebagai tingkat diskonto dalam model
diskonto dividen. Tingkat return yang disyaratkan merupakan tingkat return minimal
yang diharapkan investor sebagai kompensasi atas risiko untuk bersedia berinvestasi.
Salah satu peluang investasi adalah pada asset bebas risiko. Untuk berinveastasi pada
asset lainnya yang berisiko, maka investor akan mensyaratkan adanya tambahan
return sebagai premi risiko
Menentukan Tingkat Pertumbuhan

Untuk menentukan model pertumbuhan, tingkat pertumbuhan dividen, g , harus


diperkirakan. Tingkat di masa mendatang tidaklah selalu mudah diprediksi. Salah satu
cara untuk mengestimasi tingkat pertumbuhan dividen adalah menggunakan laba
perusahaan.

Pendekatan Price Earning Ratio (PER)


Di samping pendekatan nilai sekarang (model diskonto dividen), dalam metode
penilaian saham berdasar analisis fundamental dikenal juga pendekatan lain yang disebut
pendekatan price earning ratio (PER). Pendekatan ini merupakan pendekatan yang lebih
popular dipakai di kalangan analis saham dan para praktisi. Dalam pendekatan PER atau
disebut juga pendekatan multiplier, investor akan menghitung berapa kali (multiplier)
nilai earning yang tercermin dalam harga suatu saham.

Pendekatan Penilaian Saham Lainnya


Rasio Harga / Nilai Buku

Hubungan antara harga pasar dan nilai buku per lembar saham dapat dipakai untuk
menentukan nilai saham Karena secara teoritis nilai pasar suatu saham harus
mencerminkan nilai bukunya. Rasio harga terhadap nilai buku banyak digunakan
untuk menilai saham-saham sektor perbankan.

Rasio Harga / Aliran Kas


Pendekatan ini mendasarkan diri pada aliran kas perusahaan, bukannya earning
perusahaan. Dalam penilaian saham perusahaan, investor bisa menggunakan
informasi rasio harga/aliran kas ini sebagai pelengkap informasi PER, karena data
aliran kas perusahaan bisa memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi
investor tentang perubahan nilai saham yang akan terjadi.

Economic Value Added (EVA)

EVA digunakan untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam meningkatkan nilai


tambah (value added) bagi perusahaan. Asumsinya adalah bahwa jika kinerja
manajemen baik/efektif (dilihat dari besarnya nilai tambah yang diberikan), maka
akan tercermin pada peningkatan harga saham perusahaan.

Pendekatan Tradisional atau Analisis Fundamental

Analisis fundamental adalah metode analisis yang didasarkan pada fundamental


ekonomi suatu perusahaan.Teknis ini menitik beratkan pada rasio finansial dan kejadian -
kejadian yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi kinerja keuangan
perusahaan.Sebagian pakar berpendapat teknik analisis fundamental lebih cocok untuk
membuat keputusan dalam memilih saham perusahaan mana yang dibeli untuk jangka
panjang. Analisis fundamental dibagi dalam tiga tahapan analisa yaitu analisis ekonomi,
analisis industri, dan analisis rasio keuangan.

Pendekatan Modern atau Analisis Teknikal

Analisis teknikal adalah metode untuk memprediksi pergerakan harga dan tren
pasar atau sekuritas di masa depan dengan mempelajari grafik dari aksi pasar di masa lalu
dengan mempertimbangkan harga pasar instrumen dan minat atas instrumen tersebut.
Analisis teknikal merupakan salah satu analisis atau metode pendekatan yang
mengevaluasi pergerakan suatu harga saham, kontrak berjangka (future contract), indeks
dan beberapa instrumen keuangan lainnya.Secara singkat, analisis teknikal dapat
dikatakan sebagai analisis sekuritas dengan menggunakan grafik harga dan volume
historis.
Analisis Ekonomik / Pasar

Kondisi Ekonomi dan Pasar Modal

Analisis ekonomi adalah salah satu dari tiga analisis yang perlu dilakukan investor dalam
penentuan keputusan investasinya. Analisis ekonomi perlu dilakukan karena
kecenderungan adanya hubungan yang kuat antara apa yang terjadi pada lingkungan
ekonomi makro dan kinerja suatu pasar modal. Pasar modal mencerminkan apa yang
terjadi pada perekonomian makro karena nilai investasi ditentukan oleh aliran kas yang
diharapkan serta tingkat return yang disyaratkan atas investasi tersebut, dan kedua faktor
tersebut sangat dipengaruhi oleh perubahan lingkungan ekonomi makro. Dengan
demikian, jika kita ingin mengestimasi aliran kas, bunga, ataupun premi risiko dari suatu
sekutitas, maka kita harus mempertimbangkan analisis ekonomi makro.
Variabel Makro Ekonomi
Lingkungan ekonomi makro adalah lingkungan yang memengaruhi operasi perusahaan
sehari-hari. Kemampuan investor dalam memahami dan meramalkan kondisi ekonomi
makro di masa datang, akan sangat berguna dalam pembuatan keputusan investasi yang
menguntungkan sehingga investor harus memperhatikan beberapa indikator ekonomi
makro yang bisa membantu mereka dalam memahami dan meramalkan kondisi ekonomi
makro.

Analisis Industri

Analisis merupakan tahap penting yang perlu dilakukan investor, karena analisis tersebut
dipercaya bisa membantu investor untuk mengidentifikasi peluang-peluang investasi
dalam industri yang mempunyai karakteristik risiko dan return yang menguntungkan bagi
investor.
Estimasi Tingkat Keuntungan Industri
Untuk menilai suatu industri, ada dua langkah yang perlu dilakukan, yaitu pertama,
mengestimasi earning per share (EPS) yang diharapkan dari suatu industri, dan kedua
mengestimasi Price Earning Ratio (P/E) yang diharapkan atau disebut juga sebagai
expected earning multiplier indutri. Selanjutnya, jika hasil kedua estimasi tersebut
dikalikan maka akan kita peroleh nilai akhir yang diharapkan dari suatu industri
(expected ending value of industry).
Persaingan dan Return Industri yang Diharapkan
Intensitas persaingan merupakan gambaran dari lima faktor utama persaingan, dan
pengaruh masing-masing faktor tersebut untuk masing-masing industri akan berbeda.
Lima kekuatan persaingan akan menentukan profitabilitas industri karena lima faktor
tersebut mempunyai pengaruh terhadap komponen return on investment (ROI) dalam
suatu industri. Kekuatan masing-masing faktor tersebut merupakan fungsi dari struktur
industr

Analisis Perusahaan
EPS dan Informasi Laporan Keuangan
Bagi para investor yang melakukan analisis perusahaan, informasi laporan keuangan
yang diterbitkan perusahaan merupakan salah satu jenis informasi yang paling mudah dan
paling murah didapatkan disbanding alternatif informasi lainnya. Karena laporan
keuangan ini merupakan informasi akuntansi yang menggambarkan seberapa besar
kekayaan perusahaan, seberapa besar penghasilan yang diperoleh perusahaan serta
transaksi-transaksi ekonomi apa saja yang telah dilakukan perusahaan yang bisa
memengaruhi kekayaan dan penghasilan perusahaan.
Analisis Rasio Profitabilitas Perusahaan
Untuk melakukan analisis perusahaan, disamping dilakukan dengan melihat laporan
keuangan perusahaan, juga bisa dilakukan dengan menggunakan analisis rasio keuangan.
Dari sudut pandang investor, salah satu indikator penting untuk menilai prospek
perusahaan di masa datang adalah dengan melihat sejauh mana pertumbuhan
profitabilitas perusahaan. Indikator ini sangat penting diperhatikan untuk mengetahui
sejauh mana investasi yang akan dilakukan investor di suatu perusahaan mampu
memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang disyaratkan investor