Anda di halaman 1dari 2

1/29/2019 Blogger: Sekarang juga - Edit entri

beehappy

‫ ﻳﺤﺘﺎج إﻟﻰ ﻣﻦ ﻳﻨﻔﻌﻪ‬، ‫اﻟﻴﺘﻴﻢ ﻛﺎﻟﺘﺎﻟﻲ ﻟﺮﻋﺎﻳﺔ ﺣﻘﻮق اﻷﻗﺎرب وذﻟﻚ ﻷﻧﻪ ﻟﺼﻐﺮه ﻻ ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻪ وﻟﻴﺘﻤﻪ وﺧﻠﻮه ﻋﻤﻦ ﻳﻘﻮم ﺑﻪ‬
‫ وإذا ﻛﺎن ﻫﺬا اﻟﺘﻜﻠﻴﻒ ﺷﺎﻗﺎ ً ﻋﻠﻰ اﻟﻨﻔﺲ ﻻ ﺟﺮم ﻛﺎﻧﺖ درﺟﺘﻪ ﻋﻈﻴﻤﺔ ﻓﻲ‬، ‫واﻹﻧﺴﺎن ﻗﻠﻤﺎ ﻳﺮﻏﺐ ﻓﻲ ﺻﺤﺒﺔ ﻣﺜﻞ ﻫﺬا‬
‫ اﻟﺪﻳﻦ‬.
Anak yatim bagaikan orang setelah kerabat dalam kewajiban memenuhi hak-haknya, hal itu disebabkan
masih bocahnya anak yatim tidak mampu memberikan kemanfaatan atas kesendiriannya, ketiadaan
orang yang menanggungnya membutuhkan orang-orang yang peduli atas nasibnya, dan jarang sekali
orang yang peduli atas nasib mereka.Dan ketika menanggung kebutuhan dan menyayangi mereka
merupakan hal yang amat berat maka dipastikan oleh agama bagi penanggungnya berhak akan derajat
yang agung.
Tafsiir ar-Raazy II/201
‫ ﻓﺎﻟﻄﻔﻞ اﻟﺬي ﻣﺎت أﺑﻮه ﻗﺪ‬، ‫وذﻟﻚ ﻷﻧﻬﻢ ﻟﺼﻐﺮﻫﻢ ﻻ ﻳﻘﺪرون ﻋﻠﻰ اﻻﻛﺘﺴﺎب وﻟﻜﻮﻧﻬﻢ ﻳﺘﺎﻣﻰ ﻟﻴﺲ ﻟﻬﻢ أﺣﺪ ﻳﻜﺘﺴﺐ ﻟﻬﻢ‬
‫ﻋﺪم اﻟﻜﺴﺐ واﻟﻜﺎﺳﺐ‬
Alasan kewajiban mengurusi anak yatim adalah karena masih bocahnya mereka tidak mampu untuk
bekerja mencukupi kebutuhannya, maka anak yatim adalah mereka yang tiada ayah yang tidak mampu
bekerja dan tiada yang mencukupinya.
Tafsiir ar-Raazy III/258
‫ وﻻ‬, ‫ ﻋﻤﻦ ﻳﻘﻮم ﺑﻤﺼﻠﺤﺘﻪ إذ ﻻ ﻳﻘﺪر ﻫﻮ أن ﻳﻨﺘﻔﻊ ﺑﻨﻔﺴﻪ‬, ‫ ﻟﺼﻐﺮة وﻳﺘﻤﻪ وﻟﺨﻠﻮه‬: ‫وﺗﺠﺐ رﻋﺎﻳﺔ ﺣﻘﻮق اﻟﻴﺘﻴﻢ ﻟﺜﻼﺛﺔ أﻣﻮر‬
‫ﻳﻘﻮم ﺑﺤﻮاﺋﺠﻪ‬
Dan diwajibakan memenuhi hak-hak anak yatim karena tiga hal :
• Masih bocahnya
• Kesendiriannya
• Ketiadaan orang yang memenuhi kebutuhan hidupnya karena ia tidak dapat memberi manfaat atas
dirinya dan mampu memenuhinya sendiri.
KEUTAMAAN MENYANTUNI ANAK YATIM
Apa Keutamaan Meyantuni Anak Yatim?
Apa keistimewaan anak yatim disisi Allah?
Benarkah ia akan ditempatkan di taman Surga?
Apa balasan bagi yang tidak peduli terhadap anak yatim.
Allah Ta’ala berfirman:
َ
َ ‫ﻓَﺄﻣﺎ اﻟْﻴَﺘِﻴ‬
ْ َ ‫ﻢ ﻓَﻼ ﺗ‬
‫ﻘﻬَ ْﺮ‬
“Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.” (QS. Adh-Dhuha: 9)
Allah Ta’ala berfirman:
َ
‫ﻴﺮا‬
ً ‫ﺳ‬ِ ‫ﻤﺎ وَأ‬
ً ‫ﺴﻜِﻴﻨًﺎ وَﻳَﺘِﻴ‬
ْ ‫ﻣ‬ ُ ‫م ﻋ َﻠَﻰ‬
ِ ِ ‫ﺣﺒﻪ‬ َ ‫ن اﻟﻄﻌَﺎ‬ ُ ِ‫وَﻳُﻄْﻌ‬
َ ‫ﻤﻮ‬
“Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim, dan orang yang
ditawan.” (QS. Al-Insan: 8 )
Dari Sahl bin Sa’ad As-Sa’idi dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:
ْ ْ ْ َ‫أ‬
https://www.blogger.com/u/2/blogger.g?blogID=4748673722557728354#editor/target=post;postID=6679844503381421961;o… 1/2
1/29/2019 Blogger: Sekarang juga - Edit entri

‫ﺳﻄَﻰ‬
ْ ُ‫ﺻﺒَﻌَﻴْﻪِ اﻟﺴﺒﺎﺑَﺔِ وَاﻟْﻮ‬ َ ْ ‫ﻞ اﻟْﻴَﺘِﻴﻢ ِ ﻓِﻲ اﻟ‬
َ ‫ﺠﻨﺔِ ﻫَﻜَﺬ َا وَﻗَﺎ‬
ْ ِ ‫ل ﺑِﺈ‬ ُ ِ‫أﻧَﺎ وَﻛَﺎﻓ‬
“Aku dan orang yang mengurus anak yatim berada di surga seperti ini.” Beliau mengisyaratkan dengan
kedua jarinya yaitu telunjuk dan jari tengah.” (HR. Al-Bukhari no. 6005)
Dari Abu Hurariah radhiallahu anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda:
‫ﺳﻄَﻰ‬ َ َ َ َ ‫ﻞ اﻟْﻴﺘِﻴﻢ ﻟ‬
ْ ُ‫ﻚ ﺑِﺎﻟﺴﺒﺎﺑَﺔِ وَاﻟْﻮ‬
ٌ ِ ‫ﻣﺎﻟ‬ َ ْ ‫ﻦ ﻓِﻲ اﻟ‬
َ َ‫ﺠﻨﺔِ وَأﺷ‬
َ ‫ﺎر‬ ِ ْ ‫ﻪ أوْ ﻟِﻐَﻴْﺮِهِ أﻧَﺎ وَﻫُﻮَ ﻛَﻬَﺎﺗَﻴ‬
ُ ِ َ ُ ِ‫ﻛَﺎﻓ‬
“Orang yang menanggung anak yatim miliknya atau milik orang lain, aku dan dia seperti dua jari ini di
surga.” Malik mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah.” (HR. Muslim no. 2983)
Dari Sahl bin Sa’ad radhiallahu ‘anhu dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
« ً ‫ﺠﻨﺔِ ﻫﻜَﺬ َا « وأﺷﺎر ﺑﺎﻟﺴﺒﺎﺑﺔ واﻟﻮﺳﻄﻰ وﻓﺮج ﺑﻴﻨﻬﻤﺎ ﺷﻴﺌﺎ‬ ُ ِ‫أَﻧَﺎ وَﻛَﺎﻓ‬
َ ْ ‫ﻞ اﻟْﻴَﺘِﻴﻢ ِ ﻓِﻰ اﻟ‬
“Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau
shallallahu ‘alaihi wa sallam mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahu ‘alaihi wa
sallam, serta agak merenggangkan keduanya[1].
Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan dan pahala orang yang meyantuni anak yatim,
sehingga imam Bukhari mencantumkan hadits ini dalam bab: keutamaan orang yang mengasuh anak
yatim.
Beberapa faidah penting yang terkandung dalam hadits ini:
• orang yang menyantuni anak yatim di dunia akan menempati kedudukan yang tinggi di surga dekat
dengan kedudukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam[2].
• Arti “menanggung anak yatim” adalah mengurusi dan memperhatikan semua keperluan hidupnya,
seperti nafkah (makan dan minum), pakaian, mengasuh dan mendidiknya dengan pendidikan Islam yang
benar[3].
• Yang dimaksud dengan anak yatim adalah seorang anak yang ditinggal oleh ayahnya sebelum anak itu
mencapai usia dewasa[4].
• Keutamaan dalam hadits ini belaku bagi orang yang meyantuni anak yatim dari harta orang itu sendiri
atau harta anak yatim tersebut jika orang itu benar-benar yang mendapat kepercayaan untuk itu[5].
• Demikian pula, keutamaan ini berlaku bagi orang yang meyantuni anak yatim yang punya hubungan
keluarga dengannya atau anak yatim yang sama sekali tidak punya hubungan keluarga dengannya[6].
• Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sehubungan dengan mengasuh anak yatim, yang ini sering
terjadi dalam kasus “anak angkat”, karena ketidakpahaman sebagian dari kaum muslimin terhadap
hukum-hukum dalam syariat Islam, di antaranya:
1. Larangan menisbatkan anak angkat/anak asuh kepada selain ayah kandungnya, berdasarkan firman
Allah Subhanahu wa Ta’ala:
َ َ
{‫ﻢ‬ْ ُ ‫ﻣﻮَاﻟِﻴﻜ‬
َ َ‫ﻳﻦ و‬ ْ ُ ‫ﻢ ﻓَﺈِﺧْﻮَاﻧُﻜ‬
ِ ‫ﻢ ﻓِﻲ اﻟﺪ‬ ُ َ ‫ﻢ ﺗَﻌْﻠ‬
ْ ُ‫ﻤﻮا آﺑَﺎءَﻫ‬ ْ َ‫ن ﻟ‬
ْ ِ ‫ﻋﻨْﺪ َ اﻟﻠﻪِ ﻓَﺈ‬ ُ ‫ﺴ‬
ِ ‫ﻂ‬ ْ ِ‫ﻢ ِﻵَﺑَﺎﺋِﻬ‬
َ ْ‫ﻢ ﻫُﻮَ أﻗ‬ ْ ُ‫}ادْﻋ ُﻮﻫ‬
“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak (kandung) mereka;
itulah yang lebih adil di sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah
mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu” (QS al-Ahzaab: 5).
2. Anak angkat/anak asuh tidak berhak mendapatkan warisan dari orang tua yang mengasuhnya,
berbeda dengan kebiasaan di zaman Jahiliyah yang menganggap anak angkat seperti anak kandung
yang berhak mendapatkan warisan ketika orang tua angkatnya meninggal dunia[7].
3. Anak angkat/anak asuh bukanlah mahram[8], sehingga wajib bagi orang tua yang mengasuhnya
maupun anak-anak kandung mereka untuk memakai hijab yang menutupi aurat di depan anak tersebut,
sebagaimana ketika mereka di depan orang lain yang bukan mahram, berbeda dengan kebiasaan di
masa Jahiliyah.
‫ وآﺧﺮ دﻋﻮاﻧﺎ أن اﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ رب اﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ‬،‫وﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ وﺳﻠﻢ وﺑﺎرك ﻋﻠﻰ ﻧﺒﻴﻨﺎ ﻣﺤﻤﺪ وآﻟﻪ وﺻﺤﺒﻪ أﺟﻤﻌﻴﻦ‬

https://www.blogger.com/u/2/blogger.g?blogID=4748673722557728354#editor/target=post;postID=6679844503381421961;o… 2/2