Anda di halaman 1dari 12

1/5

No. Dokumen :
No. Revisi :
SOP Tanggal Terbit :
Halaman :1/5

UPT PUSKESMAS Retno Sofiant


PEDURENAN NIP.196008291988022001
1. Pengertan 1. Permintaan pemeriksaan laboratorium adalah permohonan untuk melakukan
pemeriksaan terhadap spesimen pasien yaitu bahan yang berasal dan atau
diambil dari tubuh manusia sepert darah, jaringan tubuh, cairan tubuh dan
secret yang dikumpulkan untuk pemeriksaan sebagai penunjang diagnosis,
penelitan pengembangan dan atau analisis lainnya
2. Penerimaan Spesimen adalah menerima Spesimen dari pasien sepert dahak
dan urine
3. Pengambilan Spesimen adalah Pengambilan bahan yang berasal dari atau
diambil dari tubuh manusia sepert darah, jaringan tubuh, cairan tubuh dan
secret yang dikumpulkan untuk pemeriksaan sebagai penunjang diagnosis,
penelitan pengembangan dan atau analisis lainnya
4. Penyimpanan Spesimen adalah Menyimpan Spesimen yang tdak langsung
diperiksa dengan memperhatkan jenis pemeriksaan yang akan diperiksa
2. Tujuan Menjamin kesesuaian antara spesimen yang diterima atau diambil dengan
formulir permintaan pemeriksaan dan menjamin spesimen dalam keadaan aman
dan baik sebelum dilakukan pemeriksaan .
3. Kebijakan KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS PEDURENAN
Nomor : 440/ ...... -SK/PKM-PED/2017
Tentang : Penunjang Pelayanan Klinis Puskesmas Pedurenan
4. Referensi 1. Permenkes RI No 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium
Puskesmas
2. Permenkes RI No 43 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan laboratorium yang
baik
5. Langkah-langkah A. Permintaan Pemeriksaan
1. Petugas menerima formulir permintaan pemeriksaan laboratorium
2. Petugas memanggil kembali pasien sesuai dengan urutan kedatangan ke
laboratorium
3. Petugas memeriksa ulang identtas pasien /pemilik spesimen ( nama, umur /
tanggal lahir, alamat dan jenis pemeriksaan ) sesuai dengan formulir
permintaan pemeriksaan laboratorium
4. Petugas menulis identtas pasien dalam buku register laboratorium
2/5
B. Penerimaan Spesimen
1. Petugas menerima spesimen dari pasien
2. Petugas memeriksa ulang identtas pasien /pemilik spesimen ( nama, umur /
tanggal lahir, alamat dan jenis pemeriksaan ) sesuai dengan formulir
permintaan pemeriksaan laboratorium
3. Petugas menilai kelayakan spesimen sesuai jenis pemeriksaan yang diminta
4. Spesiemen yang diterima harus segera diperiksa.
C. Pengambilan Spesimen
1. Petugas menyiapkan alat dan bahan untuk pengambilan spesimen
2. Petugas menjelaskan kembali pemeriksaan yang akan diambil spesimennya
3. Pengambilan spesiemen disesuaikan dengan jenis pemeriksaan dengan
memperhatkan ; persiapan pasien, cara/teknik pengambilan, lokasi, waktu,
volume, serta wadah spesimen termasuk antkoagulan untuk spesimen
darah
4. Pengambilan Darah Vena
4.1. Tenangkan pasien, dalam posisi duduk atau berbaring
4.2. Letakkan lengan pasien pada bantalan dengan telapak tangan
menghadap keatas
4.3. Kemudian lengan diatas siku diikat cukup erat menggunakan tourniquet
untuk membendung aliran darah, tetapi tdak boleh terlalu kencang
sebab dapat merusak pembuluh darah
4.4. Pasien disuruh mengepal dan membuka tangannya beberapa kali untuk
mengisi pembuluh darah
4.5. Dalam keadaan tangan pasien mengepal, ujung telunjuk pemeriksa
mencari lokasi pembuluh darah yang akan ditusuk
4.6. Bersihkan yang akan ditusuk menggunakan Alkohol Swabs dan biarkan
kering
4.7. Peganglah spuit/holder dengan tangan kanan dan ujung telunjuk pada
pangkal jarum
4.8. Tegangkan kulit dengan jari telunjuk dan ibu jari kiri diatas pembuluh
darah supaya pembuluh darah tdak bergerak, kemudian tusukkan jarum
dengan sisi miring menghadap keatas dan membentuk sudut ± 30

4.9. Jarum dimasukkan sepanjang pembuluh darah 1 – cm atau sampai

terlihat darah keluar diujung jarum. Kepalan tangan dibuka


4.10. Lepaskan atau regangkan tourniquet secara perlahan-lahan. Tarik hisap
3/5
spuit/ tabung vakum sampai sejumlah darah yang dikehendaki
4.11. Taruh kapas kering diujung jarum, kemudian jarum ditarik
4.12. Plester luka tusukan tepat diatas kapas tersebut.
5. Pengambilan Darah Kapiler
5.1. Tentukan lokasi pengambilan darah
a. Pada orang dewasa biasanya pada ujung jari manis atau jari tengah
pada lengan kiri
b. Pada bayi/anak dapat dilakukan dibagian tumit atau ibu jari kaki
dibagian pinggir
5.2. Bersihkan yang akan ditusuk menggunakan Alkohol swabs dan biarkan
kering
5.3. Pegang bagian yang akan ditusuk supaya tdak bergerak dan tekan
sedikit supaya rasa nyeri berkurang
5.4. Tusuk ujung jari tegak lurus terhadap sidik jari, lakukan dengan cepat
menggunakan lancet steril
5.5. Buang tetes darah pertama keluar dengan memakai kapas kering. Tetes
darah berikutnya dapat digunakan langsung untuk pemeriksaan atau
ditampung dalam tabung EDTA
5.6. Tutup luka tusukan dengan kapas kering dan plester
6. Pengambilan urine
6.1. Pengambilan spesimen urine dapat dilakukan pada pagi hari, sewaktu
atau ditampung selama 24 jam
6.2. Pada urine pagi atau sewaktu, yang ditampung pada wadah adalah urine
tengah, yaitu urine yang pertama dibuang
6.3. Wadah urine terbuat dari plastk, harus bersih, kering, mudah dibuka
ditutup dan bermulut lebar
7. Pengambilan Faeses/tnja
7.1. Pengambilan spesimen tnja dapat dilakukan setap saat
7.2. Pasien dianjurkan buang air kecil lebih dahulu, tnja tdak boleh
bercampur urine
7.3. Pasien dianjurkan untuk BAB langsung ke dalam wadah ( ± 5 gr)
Wadah harus bersih, kering, mudah ditutup dan bermulut lebar
8. Pengambilan dahak ( BTA)
4/5
8.1. Petugas memberikan label identtas pada spesimen yang akan diambil
8.2. Pengambilan spesimen dahak dilakukan secara SPS
8.3.Dahak hari pertama dikeluarkan saat pasien datang ke laboratorium
(dahak sewaktu=S)
8.4. Dahak hari kedua dikeluarkan saat pagi hari setelah pasien bangun tdur
(dahak pagi = P)
8.5. Dahak selanjutnya dikeluarkan saat pasien datang kembali ke
laboratorium ( dahak sewaktu= S)
8.6. Petugas menilai kelayakan spesimen yang sudah diambil sesuai jenis
pemeriksaan
D. Penyimpanan Spesimen
1. Petugas menyimpan spesimen jika pemeriksaan ditunda atau dikirim ke
laboratorium lain
2. Petugas memperhatkan jenis pemeriksaan yang akan diperiksa
3. Petugas memberi bahan pengawet pada spesimen yang diperlukan misalnya
urin atau feces
4. Petugas melabeli spesimen nama & tanggal penyimpanan
5. Petugas menyimpan spesimen untuk pemeriksaan klinik 1 minggu dalam
refrigerator
6. Petugas menyimpan spesimen untuk pemeriksaan Imunologi 1 minggu
dalam refrigerator
7. Petugas menyimpan spesimen untuk pemeriksaan Hematologi 2 hari pada
suhu kamar
8. Petugas menyimpan formulir permintaan lab ditempat tersendiri
6. Hal - hal yang perlu 1. Kondisi spesimen yang diterima harus sesuai dengan kriteria spesimen yang
diperhatkan baik
2. Apabila penyimpanannya lebih dari sehari maka suhu Tempat penyimpanan
harus dipantau terus
7. Unit Terkait 1. Poli Umum
2. Poli Gigi
3. Poli Paru
4. Poli KIA
5. Poli Anak
6. Poli Sanitasi
7. Poli Gizi

5/5
8. Poli KB
8. Dokumen Terkait 1. SOP Pemeriksaan Laboratorium
2. Form permintaan Laboratorium
3. Dokumen Pencatatan Suhu
9. Rekaman historis
No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl.mulai diberlakukan
perubahan

6/5
DAFTAR TILIK
PERMINTAAN PEMERIKSAAN, PENERIMAAN
SPESIMEN, PENGAMBILAN DAN
PENYIMPANAN SPESIMEN
Unit
Nama Petugas
Tgl Pelaksanaan
UPT PUSKESMAS Retno Sofiant
PEDURENAN NIP 196808291988022001

NO URAIAN YA TIDAK KETERANGAN


A. Permintaan Pemeriksaan

1 Petugas menerima formulir permintaan


pemeriksaan laboratorium
2 Petugas memanggil kembali pasien sesuai
dengan urutan kedatangan ke laboratorium
3 Petugas memeriksa ulang identtas pasien
/pemilik spesimen ( nama, umur / tanggal
lahir, alamat dan jenis pemeriksaan ) sesuai
dengan formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium
4 Petugas menulis identtas pasien dalam buku
register laboratorium
B. Penerimaan Spesimen

5 Petugas menerima spesimen dari pasien

6 Petugas memeriksa ulang identtas pasien


/pemilik spesimen ( nama, umur / tanggal
lahir, alamat dan jenis pemeriksaan ) sesuai
dengan formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium
7 Petugas menilai kelayakan spesimen sesuai
jenis pemeriksaan yang diminta
8 Spesiemen yang diterima harus segera
diperiksa.
C. Pengambilan Spesimen

7/5
9 Petugas menyiapkan alat dan bahan untuk
pengambilan spesimen
10 Petugas menjelaskan kembali pemeriksaan
yang akan diambil spesimennya
11 Pengambilan spesiemen disesuaikan dengan
jenis pemeriksaan dengan memperhatkan ;
persiapan pasien, cara/teknik pengambilan,
lokasi, waktu, volume, serta wadah spesimen
termasuk antkoagulan untuk spesimen darah
D. Pengambilan Darah Vena

12 Pasien ditenangkan, dalam posisi duduk atau


berbaring
13 Lengan pasien diletakkan pada bantalan
dengan telapak tangan menghadap keatas
14 Kemudian lengan diatas siku diikat cukup erat
menggunakan tourniquet untuk
membendung aliran darah, tetapi tdak boleh
terlalu kencang sebab dapat merusak
pembuluh darah
15 Pasien disuruh mengepal dan membuka
tangannya beberapa kali untuk mengisi
pembuluh darah
16 Dalam keadaan tangan pasien mengepal,
ujung telunjuk pemeriksa mencari lokasi
pembuluh darah yang akan ditusuk
17 dibersihkan yang akan ditusuk menggunakan
Alkohol Swabs dan biarkan kering
18 diPegang spuit/holder dengan tangan kanan
dan ujung telunjuk pada pangkal jarum
19 ditegangkan kulit dengan jari telunjuk dan ibu
jari kiri diatas pembuluh darah supaya
pembuluh darah tdak bergerak, kemudian
tusukkan jarum dengan sisi miring
menghadap keatas dan membentuk sudut ±
30

8/5
20 Jarum dimasukkan sepanjang pembuluh

darah 1 – cm atau sampai terlihat darah

keluar diujung jarum. Kepalan tangan dibuka


21 Lepaskan atau regangkan tourniquet secara
perlahan-lahan. Tarik hisap spuit/ tabung
vakum sampai sejumlah darah yang
dikehendaki
22 ditaruh kapas kering diujung jarum, kemudian
jarum ditarik
23 diplester luka tusukan tepat diatas kapas
tersebut.
E. Pengambilan Darah Kapiler

24 ditentukan lokasi pengambilan darah : Pada


orang dewasa biasanya pada ujung jari manis
atau jari tengah pada lengan kiri, Pada
bayi/anak dapat dilakukan dibagian tumit
atau ibu jari kaki dibagian pinggir
25 dibersihkan yang akan ditusuk menggunakan
Alkohol swabs dan biarkan kering
26 dipegang bagian yang akan ditusuk supaya
tdak bergerak dan tekan sedikit supaya rasa
nyeri berkurang
27 ditusuk ujung jari tegak lurus terhadap sidik
jari, lakukan dengan cepat menggunakan
lancet steril
28 dibuang tetes darah pertama keluar dengan
memakai kapas kering. Tetes darah
berikutnya dapat digunakan langsung untuk
pemeriksaan atau ditampung dalam tabung
EDTA
29 ditutup luka tusukan dengan kapas kering
dan plester
F. Pengambilan urine

30 Pengambilan spesimen urine dapat dilakukan

9/5
pada pagi hari, sewaktu atau ditampung
selama 24 jam
31 Pada urine pagi atau sewaktu, yang
ditampung pada wadah adalah urine tengah,
yaitu urine yang pertama dibuang
32 wadah urine terbuat dari plastk, harus
bersih, kering, mudah dibuka ditutup dan
bermulut lebar
G. Pengambilan Faeses/tinja

33 Pengambilan spesimen tnja dapat dilakukan


setap saat
34 Pasien dianjurkan buang air kecil lebih
dahulu, tnja tdak boleh bercampur urine
35 Pasien dianjurkan untuk BAB langsung ke
dalam wadah ( ± 5 gr)
36 Wadah harus bersih, kering, mudah ditutup
dan bermulut lebar

H. Pengambilan dahak ( BTA)

37 Petugas memberikan label identtas pada


spesimen yang akan diambil
38 Pengambilan spesimen dahak dilakukan
secara SPS
39 Dahak hari pertama dikeluarkan saat pasien
datang ke laboratorium (dahak sewaktu=S)
40 Dahak hari kedua dikeluarkan saat pagi hari
setelah pasien bangun tdur (dahak pagi = P)
42 Dahak selanjutnya dikeluarkan saat pasien
datang kembali ke laboratorium ( dahak
sewaktu= S)
43 petugas menilai kelayakan spesimen yang
sudah diambil sesuai jenis pemeriksaan
I. Penyimpanan Spesimen

44 Petugas menyimpan spesimen jika


pemeriksaan ditunda atau dikirim ke
laboratorium lain
10/5
45 Petugas memperhatkan jenis pemeriksaan
yang akan diperiksa
46 Petugas memberi bahan pengawet pada
spesimen yang diperlukan misalnya urin atau
feces
47 Petugas melabeli spesimen nama & tanggal
penyimpanan
48 Petugas menyimpan spesimen untuk
pemeriksaan klinik 1 minggu dalam
refrigerator
49 Petugas menyimpan spesimen untuk
pemeriksaan Imunologi 1 minggu dalam
refrigerator
50 Petugas menyimpan spesimen untuk
pemeriksaan Hematologi 2 hari pada suhu
kamar
51 Petugas menyimpan formulir permintaan lab
ditempat tersendiri

Compliance rate (CR) : ..............% Tangerang, ....................................................

Pelaksana / Auditor

……………………………...............
NIP. …………………………………..

11/5
12/5