Anda di halaman 1dari 9

Makmur Selomo : Bank Sampah sebagai Salah Satu Solusi Penanganan Sampah di Kota Makassar

BANK SAMPAH SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI PENANGANAN


SAMPAH DI KOTA MAKASSAR

The Waste Bank is One of Good Solusion for Handling Waste in


Makassar City
Makmur Selomo, Agus Bintara Birawida, Anwar Mallongi, Muammar
Bagian Kesehatan Lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas
(mselomo3011@yahoo.com)

ABSTRAK
Bank sampah adalah salah satu strategi penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) dalam pengelolaan sampah
pada sumbernya di tingkat masyarakat dengan pola insentif ekonomi. Bank Sampah Pelita Harapan telah beropera-
si sejak tahun 2011 dan terus berlanjut sampai saat ini di Kota Makassar. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor
yang memengaruhi keikutsertaan masyarakat dalam menabung di Bank Sampah Pelita Harapan di Kelurahan
Ballaparang Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi pe-
nelitian ini adalah seluruh rumah tangga yang berada di RW 04 Kelurahan Ballaparang dan diperoleh besar sampel
200 rumah. Penarikan sampel menggunakan systematic random sampling. Analisis data dilakukan secara univariat
dan bivariat dengan uji chi square dan uji phi. Hasil penelitian diperoleh variabel yang berhubungan dengan ke-
ikutsertaan masyarakat adalah tingkat pengetahuan (p=0.000;φ=0.643). Variabel yang tidak berhubungan dengan
keikutsertaan masyarakat adalah jumlah anggota keluarga (p=0.111) dan penghasilan (p=0.526). Kesimpulan dari
penelitian ini bahwa ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan masyarakat dalam menabung
di Bank Sampah Pelita Harapan di Kelurahan Ballaparang Kota Makassar tahun 2015.
Kata kunci : Partisipasi masyarakat, bank sampah

ABSTRACT
The waste bank is one of strategies to implement 3R (Reuse, Reduce, Recycle) in waste management at
source at the community level with an economic incentive. Pelita Harapan Waste Bank has been operating since
2011 in Makassar City. This research was aimed to determine the factors that influence public participation in col-
lecting waste at Pelita Harapan Waste Bank in RW 04 Kelurahan Ballaparang Makassar City. This research is an
analytical survey with cross sectional design. The population of this research are all households residing in RW 04
Kelurahan Ballaparang and obtained a sample size of 200 households through systematic random sampling. The
data were analyzed using univariate and bivariate with chi square test and phi test. The results show that the level
of knowledge has a relationship with the public participation (p=0.000; φ = 0.643). Household size (p=0,111) and
income (p=0.526) have no relationship with the public paticipation. The conclusion of this reseacrh is that there is
a relationship between the level of knowledge and public participation in collecting waste at Pelita Harapan Waste
Bank in Ballaparang Makassar City in 2015.
Keywords : Public participation, waste bank

232
JURNAL MKMI, Vol. 12 No. 4, Desember 2016

PENDAHULUAN mempunyai nilai jual yang cukup baik, sehingga


Pertambahan penduduk dan perubahan pola pengelolaan sampah yang berwawasan lingku-
konsumsi masyarakat menimbulkan bertambah- ngan menjadi budaya baru Indonesia.4
nya volume, jenis dan karakteristik sampah yang Statistik perkembangan pembangunan bank
semakin beragam. Namun, pengelolaan sampah sampah di Indonesia pada bulan Februari 2012
selama ini belum sesuai dengan metode dan teknik adalah 471 buah jumlah bank sampah yang su-
pengelolaan sampah yang berwawasan lingku- dah berjalan dengan jumlah penabung sebanyak
ngan sehingga menimbulkan dampak negatif 47.125 orang dan jumlah sampah yang terkelola
terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan. adalah 755.600 kg/bulan dengan nilai perputaran
Untuk itu sampah telah menjadi permasalahan na- uang sebesar Rp. 1.648.320.000 per bulan. Ang-
sional sehingga pengelolaannya perlu dilakukan ka statistik ini meningkat menjadi 886 buah bank
secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir sampah berjalan sesuai data bulan Mei 2012, de-
agar memberikan manfaat secara ekonomi, sehat ngan jumlah penabung sebanyak 84.623 orang dan
bagi masyarakat, dan aman bagi lingkungan, serta jumlah sampah yang terkelola sebesar 2.001.788
dapat mengubah perilaku masyarakat.1 kg/bulan serta menghasilkan uang sebesar Rp.
Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 ten- 3.182.281.000 per bulan.4
tang Pengelolaan Sampah menekankan tentang Bank sampah di Kota Makassar mulai
perlunya perubahan pola pengelolaan sampah beroperasi sejak tahun 2011 sebanyak 9 unit bank
konvensional menjadi pengelolaan sampah yang sampah.2 Saat ini, terdapat 104 bank sampah di
bertumpu pada pengurangan dan penanganan Kota Makassar. Selama kurun waktu 5 tahun, se-
sampah. Pengurangan sampah dapat dilakukan cara bertahap Pemerintah Kota Makassar menar-
dengan kegiatan pembatasan timbulan sampah, getkan 1000 bank sampah akan hadir dan tersebar
mendaur ulang dan memanfaatkan kembali di seluruh RW di Kota Makassar.5
sampah atau dikenal dengan 3R (Reduce, Reuse, Bank sampah Pelita Harapan yang terletak
dan Recycle). Penerapan kegiatan 3R pada ma- di RW 04 Kelurahan Ballaparang memulai ke-
syarakat masih terkendala terutama oleh kurang- giatan bank sampah pada bulan Oktober 2011.
nya kesadaran masyarakat untuk memilah Kegiatan pengelolaan bank sampah yang diawali
sampah.2 oleh program MGC dan Kampung Pintar. Kegia-
Bank sampah muncul sebagai inisiatif ma- tan Bank Sampah Pelita Harapan terus berlanjut
syarakat lokal dalam upaya partisipasi mena- sampai saat ini. Hal ini tampak pada pengorga-
ngani permasalahan yang selama ini ada. Dengan nisasian dan pelaksanaan bank sampah.2 Data dari
strategi pengolahan sampah 3R (Reduce, Reuse pengelola Bank Sampah Pelita Harapan memper-
dan Recycle) berbasis masyarakat tersebut mampu lihatkan bahwa jumlah warga RW 04 Kelurahan
mengubah imajinasi sebagian banyak orang ter- Ballaparang yang menabung di Bank Sampah Pe-
hadap sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi. lita Harapan relatif masih tergolong rendah, yakni
Di Indonesia, praktik bank sampah berkembang di sebanyak 178 rumah tangga dari 417 rumah tang-
Kabupaten Bantul di Jogjakarta yang dipelopori ga atau sebesar 42,68%. Jumlah ini tentunya perlu
oleh Bambang Suwerda merupakan cerita sukses ditingkatkan agar lebih banyak masyarakat yang
orang Indonesia memilah sampah.3 ikut berpartisipasi dalam penerapan kegiatan 3R
Bank sampah merupakan kegiatan bersifat (Reduce, Reuse, Recycle) melalui Bank Sampah
social engineering yang mengajarkan masyarakat Pelita Harapan.
untuk memilah sampah serta menumbuhkan ke- Untuk meningkatkan jumlah warga yang
sadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah menabung di Bank Sampah Pelita Harapant, per-
secara bijak dan pada gilirannya akan mengurangi lu dilakukan penelitian faktor yang memengaruhi
sampah yang diangkut ke TPA (Tempat Pembua- keikutsertaan masyarakat dalam menabung di
ngan Akhir). Pembangunan bank sampah merupa- bank sampah tersebut sehingga hasil penelitian
kan momentum awal membina kesadaran kolektif tersebut bisa menjadi acuan bagi pengelola Bank
masyarakat untuk memulai memilah, mendaur Sampah Pelita Harapan, Pemerintah Kota Makas-
ulang, dan memanfaatkan sampah karena sampah sar maupun pihak-pihak terkait dalam melakukan

233
Makmur Selomo : Bank Sampah sebagai Salah Satu Solusi Penanganan Sampah di Kota Makassar

intervensi untuk meningkatkan partisipasi ma- trumen yang digunakan pada penelitian Furnanda
syarakat. Oleh karena itu, maka peneliti terta- yang dimodifikasi.6 Analisis data yang dilakukan
rik untuk melakukan penelitian mengenai faktor adalah univariat dan bivariat dengan uji chi square
yang memengaruhi keikutsertaan masyarakat un- dan uji phi. Penyajian data dalam bentuk tabel dan
tuk menabung di Bank Sampah Pelita Harapan di disertai narasi.
Kelurahan Ballaparang Kota Makassar.
HASIL
BAHAN DAN METODE Secara keseluruhan, terdapat 200 rumah
Jenis penelitian yang digunakan adalah sur- tangga yang diteliti (200 responden) yang terdi-
vei analitik dengan desain cross sectional. Peneli- ri dari 47 laki-laki (23,5%) dan 153 perempuan
tian ini dilaksanakan di RW 04 Kelurahan Ballapa- (76,5%). Pendidikan terakhir responden yang
rang Kota Makassar, tempat Bank Sampah Pelita paling banyak adalah tamat SMA, yaitu 67 orang
Harapan berada, pada bulan Oktober tahun 2015. (33,5%) dan yang paling sedikit adalah tamat per-
Tabel 1. Karakteristik Responden
Keikutsertaan
Jumlah
Karakteristik Ikut serta Tidak ikut serta
n % n % n %
Jenis Kelamin
Laki-laki 13 27.7 34 72.3 47 100
Perempuan 85 55.6 68 44.4 153 100
Pendidikan Terakhir
Tidak Tamat SD 20 62.5 12 37.5 32 100
Tamat SD 23 62.2 14 37.8 37 100
Tamat SMP 22 50.0 22 50.0 44 100
Tamat SMA 25 37.3 42 62.7 67 100
Tamat Perguruan Tinggi 8 40.0 12 60.0 20 100
Jenis Pekerjaan
PNS/Pensiunan/ABRI/POLRI 6 50.0 6 50.0 12 100
Wiraswasta 18 52.9 16 47.1 34 100
Buruh 2 16.7 10 83.3 12 100
IRT 60 55.0 49 45.0 109 100
Karyawan Swasta 0 0.0 3 100.0 3 100
Tidak Bekerja 3 30.0 7 70.0 10 100
Lainnya 9 45.0 11 55.0 20 100
Sumber : Data Primer, 2015

Populasi penelitian ini adalah seluruh rumah tang- guruan tinggi, yaitu 20 orang (10%). Sebagian be-
ga di RW 04 Kelurahan Ballaparang Kota Makas- sar responden bekerja sebagai ibu rumah tangga,
sar pada tahun 2015 yang berjumlah 417 rumah yaitu 109 orang (54,5%) dan responden paling se-
tangga. Sampel penelitian ini adalah sebagian ru- dikit bekerja sebagai karyawan swasta sebanyak 3
mah tangga di RW 04 Kelurahan Ballaparang Kota orang (1,5%) (Tabel 1).
Makassar pada tahun 2015, responden adalah ang- Berdasarkan jenis kelamin, responden pe-
gota rumah tangga yang mengambil keputusan rempuan lebih banyak yang ikut serta dalam
dalam menabung di Bank Sampah Pelita Hara- menabung di Bank Sampah Pelita Harapan, yaitu
pan. Penarikan sampel menggunakan systematic 85 orang (55,6%) dibandingkan dengan responden
random sampling dengan besar sampel sebanyak laki-laki, yaitu 13 orang (27,7%). Berdasarkan
200 rumah tangga. Pengumpulan data dilakukan pendidikan terakhir, responden yang tidak tamat
dengan wawancara menggunakan kuesioner. Ting- SD memiliki persentase terbesar yang ikut serta,
kat pengetahuan diukur dengan menggunakan ins- yaitu 62,5% kemudian disusul oleh responden

234
JURNAL MKMI, Vol. 12 No. 4, Desember 2016

Tabel 2. Faktor Keikutsertan Masyarakat dalam Menabung di Bank Sampah Pelita Harapan
Keikutsertaan
Jumlah p
Variabel Ikut serta Tidak ikut serta
φ
n % n % n %
Jumlah Anggota Keluarga
Kecil 52 44.1 66 55.9 118 100 0.111
Sedang 36 52.9 32 47.1 68 100
Besar 10 71.4 4 28.6 14 100
Penghasilan
Rendah 52 49.1 54 50.9 106 100 0.526
Sedang 32 53.3 28 46.7 60 100
Tinggi 14 41.2 20 58.8 34 100
Tingkat Pengetahuan
Cukup 89 76.1 28 23.9 117 100 0.000
Kurang 9 10.8 74 89.2 83 100 0.643
Sumber : Data Primer, 2015

yang tamat SD, yaitu 62,2%, sedangkan respon- syarakat dalam menabung di Bank Sampah Pelita
den yang tamat SMA memiliki presentase terbesar Harapan (Tabel 2).
yang tidak ikut serta, yaitu 62,7% kemudian di- Responden yang memiliki pengetahuan
susul oleh responden yang tamat Perguruan Ting- cukup lebih banyak yang ikut serta, yaitu 89
gi, yaitu 60%. Berdasarkan pekerjaan, responden orang (76,1%) dibandingkan dengan yang tidak
yang bekerja sebagai ibu rumah tangga memiliki ikut serta, yaitu 28 orang (23,9%), sedangkan res-
presentase terbesar yang ikut serta, yaitu 55% (Ta- ponden yang memiliki pengetahuan kurang le-
bel 1). bih banyak yang tidak ikut serta, yaitu 74 orang
Responden yang memiliki jumlah anggota (89,2%) dibandingkan dengan yang ikut serta, yai-
kelurga yang kecil, lebih banyak yang tidak ikut tu 9 orang (10,8%). Hasil uji chi square diperoleh
serta, yaitu 66 orang (55,9%) dibandingkan yang p=0,000>0.05. Hal ini berarti ada hubungan antara
ikut serta, yaitu 52 orang (44,1%), sedangkan res- tingkat pengetahuan dengan keikutsertaan ma-
ponden yang memiliki jumlah anggota keluarga syarakat dalam menabung di Bank Sampah Pelita
yang sedang dan besar lebih banyak yang ikut ser- Harapan (Tabel 2).
ta, yaitu 36 orang (52,9%) dan 10 orang (71,4%) Besarnya keeratan hubungan antara tingkat
dibandingkan dengan yang tidak ikut serta, yaitu pengetahuan dengan keikutsertaan masyarakat da-
32 orang (47,1%) dan 4 orang (28,6%). Hasil uji lam menabung di Bank Sampah Pelita Harapan
chi square diperoleh p=0,111>0.05. Hal ini berarti dilihat dari hasil uji statistik dengan koefisien φ
tidak ada hubungan antara jumlah anggota keluar- (phi) dengan nilai φ=0,643 (Tabel 2). Hal ini ber-
ga dengan keikutsertaan masyarakat dalam mena- arti hubungan kuat atau dapat dikatakan bahwa
bung di Bank Sampah Pelita Harapan (Tabel 2). variabel tingkat pengetahuan berkontribusi sebe-
Responden yang memiliki penghasi- sar 64,3% terhadap keikutsertaan masyarakat da-
lan rendah dan tinggi lebih banyak yang tidak lam menabung di Bank Sampah Pelita Harapan.
ikut serta, yaitu 54 orang (50,9%) dan 20 orang
(58,8%) dibandingkan dengan yang ikut serta, yai- PEMBAHASAN
tu 52 orang (49,1%) dan 14 orang (41,2%). Res- Jumlah anggota dapat memengaruhi ke-
ponden yang memiliki penghasilan sedang lebih ikutsertaan masyarakat dalam menabung di bank
banyak yang ikut serta, yaitu 32 orang (53,3%) sampah karena jumlah anggota keluarga memiliki
dibandingkan dengan yang tidak ikut serta, yaitu pengaruh terhadap kuantitas sampah yang dihasil-
28 orang (46,7%). Hasil uji chi square diperoleh kan. Tidak mengherankan jumlah anggota kelu-
p=0,526>0.05. Hal ini berarti tidak ada hubun- arga yang besar ditemukan menghasilkan secara
gan antara penghasilan dengan keikutsertaan ma- total sampah yang lebih banyak daripada keluarga

235
Makmur Selomo : Bank Sampah sebagai Salah Satu Solusi Penanganan Sampah di Kota Makassar

kecil.7 Hal ini didukung oleh hasil penelitian Ghor- Bank Sampah Pelita Harapan dapat disebabkan
bani et al. yang menemukan jumlah anggota ke- oleh tidak adanya perbedaan jumlah sampah yang
luarga sebagai determinan penting dalam produksi dapat diperoleh antara masyarakat yang menabung
sampah rumah tangga.8 Penelitian Sivakumar dan di Bank Sampah Pelita Harapan dan masyarakat
Sugirtharan juga menemukan korelasi positif yang yang tidak menabung.
signifikan (r=0,476, p<0,01) antara jumlah anggo- Hubungan antara penghasilan dan pemilah-
ta keluarga dan produksi sampah rumah tangga.9 an sampah di Kota Kampala (Uganda), adalah
Oleh karena itu, semakin banyak jumlah anggo- negatif dan signifikan pada tingkat kepercayaan
ta keluarga maka semakin banyak sampah yang 10%.12 Hal ini menyatakan secara tidak langsung
dihasilkan sehingga daripada dibuang akan lebih bahwa rumah tangga dengan penghasilan tinggi,
bermanfaat jika ditabungkan ke bank sampah. kurang terlibat dalam pemilahan sampah. Hal ini
Jumlah anggota keluarga dalam penelitian kemungkinan disebabkan oleh fakta bahwa rumah
ini dikategorikan berdasarkan kategori BKKBN10, tangga dengan penghasilan tinggi mampu mem-
yaitu ≤4 orang masuk dalam kategori kecil, 5-7 bayar jasa pengangkutan sampah. Oleh karena
orang masuk dalam kategori sedang, >7 orang ma- itu, rumah tangga dengan penghasilan tinggi tidak
suk dalam kategori besar. Untuk mengetahui ada melihat alasan untuk memilah sampah sebelum
tidaknya hubungan jumlah anggota keluarga de- dibuang. Kedua, mayoritas mereka yang memi-
ngan keikutsertaan masyarakat dalam menabung lah sampah melakukannya untuk menjual bahan
di bank sampah, maka dilakukan uji hubungan. daur-ulang dan mendapatkan pemasukan. Aktivi-
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ti- tas ini tidak penting untuk rumah tangga dengan
dak ada hubungan antara jumlah anggota keluarga penghasilan tinggi. Hasil penelitian ini didukung
dengan keikutsertaan masyarakat dalam mena- oleh hasil penelitian Furedy yang menemukan
bung di Bank Sampah Pelita Harapan. Hasil terse- bahwa rumah tangga yang memiliki penghasilan
but pada dasarnya sama artinya dengan tidak ada yang rendah, relatif lebih banyak menjual sampah
perbedaan frekuensi masyarakat yang ikut serta daripada rumah tangga yang memiliki penghasilan
dalam menabung di Bank Sampah Pelita Harapan tinggi.14
akibat perbedaan jumlah anggota keluarga. Sejalan Penghasilan responden dalam penelitian
dengan hasil penelitian ini, Arifiani et al. dengan ini dikategorikan menurut Badan Pusat Statistik
menggunakan uji Mann-Whitney mendapatkan ha- tahun 2008, golongan masyarakat berpenghasi-
sil bahwa tidak terdapat perbedaan jumlah anggota lan rendah adalah pendapatan rata-rata di bawah
keluarga antara kelompok yang menabung di Bank Rp.1.500.000,- per bulan, golongan masyarakat
Sampah Malang dan kelompok yang tidak mena- berpenghasilan sedang adalah pendapatan rata-
bung.11 Hasil serupa didapatkan dalam penelitian rata lebih dari Rp.1.500.000,-s/d 2.500.000,- per
Banga dalam kasus di Kota Kampala, Uganda, bulan dan golongan masyarakat berpenghasi-
bahwa jumlah anggota keluarga tidak memiliki lan tinggi adalah pendapatan rata-rata lebih dari
pengaruh yang signifikan terhadap keputusan ru- Rp.2.500.000,- per bulan. Untuk mengetahui ada
mah tangga untuk memilah sampah atau tidak.12 tidaknya hubungan penghasilan dengan keikutser-
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan taan masyarakat dalam menabung di bank sampah,
hasil penelitian Kartini yang menunjukkan bahwa maka dilakukan uji hubungan.
semakin banyak jumlah anggota keluarga maka Hasil penelitian ini menunjukkan bah-
akan meningkatkan peluang responden untuk wa tidak ada hubungan antara penghasilan
menabung sampah sebesar 6,887 kali.13 Variabel de- ngan keikutsertaan masyarakat dalam
jumlah anggota keluarga merupakan variabel al- menabung di Bank Sampah Pelita Harapan. Ha-
ternatif dari variabel jumlah sampah. Semakin sil tersebut pada dasarnya sama artinya dengan
banyak jumlah anggota keluarga maka diasum- tidak ada perbedaan frekuensi masyarakat yang
sikan jumlah sampah yang dihasilkan dalam satu ikut serta dalam menabung di Bank Sampah Pelita
keluarga akan semakin banyak. Sehingga, tidak Harapan akibat perbedaan penghasilan. Hasil pe-
adanya hubungan antara jumlah anggota keluarga nelitian ini sejalan dengan hasil penelitian Kartini
dan keikutsertaan masyarakat dalam menabung di yang menemukan bahwa tidak adanya pengaruh

236
JURNAL MKMI, Vol. 12 No. 4, Desember 2016

yang signifikan pada taraf nyata (α) 10% antara maka sangat menentukan tingkat pengetahuannya
pendapatan responden dengan keputusan dalam terhadap sesuatu.17
menabung di Bank Sampah Gemah Ripah (kasus Pengetahuan masyarakat tentang lingku-
masyarakat Dusun Badegan, Yogyakarta).13 Per- ngan pada umumnya dan pengelolaan sampah
bedaan pendapatan rumah tangga kedua kelompok pada khususnya telah lama diakui sebagai faktor
responden tidak berbeda nyata dari nol sehingga penting yang memengaruhi perilaku daur ulang
berapapun tingkat pendapatan tidak berpengaruh dari rumah tangga.18 Erfinna et al. dalam peneli-
terhadap keputusan untuk menabung di bank tiannya menemukan hubungan yang signifikan
sampah. Sejalan dengan hasil penelitian ini, hasil antara tingkat pengetahuan dengan partisipasi
penelitian Maulina menunjukkan tidak ada ko- masyarakat dalam program daur ulang.19 Oskamp
relasi antara faktor penghasilan responden dengan et al. dalam penelitiannya juga menunjukkan bah-
keputusan masyarakat untuk memilah sampah di wa faktor pengetahuan masyarakat terhadap kon-
Kecamatan Cimahi Utara.15 Scott juga tidak mene- servasi lingkungan lebih berpengaruh terhadap
mukan hubungan yang signifikan antara penghasi- partisipasi masyarakat dalam program daur ulang
lan dan partisipasi dalam daur ulang.16 dibandingkan dengan faktor sosio-demografis.20
Hasil penelitian ini tidak sejalan dengan Beberapa hasil penelitian yang memperli-
hasil penelitian Banga yang telah dipaparkan se- hatkan adanya hubungan pengetahuan khusus ten-
belumnya yang menunjukkan bahwa ada hubu- tang daur ulang dan perilaku daur ulang. Wright
ngan yang negatif dan signifikan antara peng- dalam penelitiannya memperlihatkan hasil bahwa
hasilan dan pemilahan sampah pada tingkat terdapat korelasi yang paling kuat diantara varia-
kepercayaan 10%.12 Hasil penelitian ini juga tidak bel yang lain antara pengetahuan mengenai cara
sejalan dengan Arifiani et al. yang menemukan mendaur ulang dengan baik dan perilaku daur
perbedaan yang signifikan dalam penghasilan an- ulang.21 Hasil penelitian Lokita dengan menggu-
tara kelompok masyarakat yang ikut menabung di nakan korelasi Rank Spearman diperoleh nilai Sig.
Bank Sampah Malang dan kelompok masyarakat sebesar 0,000<0,05, yang artinya semakin tinggi
yang tidak ikut menabung.11 pengetahuan yang dimiliki masyarakat dalam pe-
Variabel penghasilan diajukan sebagai varia- ngelolaan sampah dan mengenai program penge-
bel yang diduga berpengaruh terhadap keikutserta- lolaan sampah maka semakin tinggi tingkat par-
an masyarakat dalam menabung di bank sampah tisipasi masyarakat dalam implementasi program
berdasarkan asumsi bahwa masyarakat yang ber- pengelolaan sampah.22
penghasilan rendah menganggap bahwa aktivitas Tingkat pengetahuan yang spesifik tentang
tersebut penting karena dapat menambah penghas- program daur ulang berkorelasi dengan angka daur
ilan keluarga mereka secara signifikan. Sehingga, ulang, menunjukkan bahwa perilaku daur ulang
tidak adanya hubungan penghasilan dan keikutser- kurang berhubungan dengan pengetahuan dalam
taan masyarakat dalam menabung di Bank Sampah hal umum daripada pengetahuan spesifik tentang
Pelita Harapan dapat dikarenakan penghasilan dari daur ulang.20 Pada umumnya, informasi yang di-
hasil menabung hanya dijadikan sebagai penghasi- miliki individu tentang bahan yang dapat didaur
lan tambahan sehingga seseorang yang memiliki ulang dan tempat mengumpulkan, dapat lebih
penghasilan rendah belum tentu memiliki peluang memungkinkan individu tersebut untuk mendaur
untuk menabung sampah. ulang.23 Perbedaan terbesar antara pedaur-ulang
Pengetahuan merupakan kumpulan pe- dan bukan pedaur-ulang adalah pengetahuan ten-
ngalaman yang diindrai dan direkam oleh nalar. tang barang-barang yang dapat didaur ulang.24 Un-
Menurut Notoadmodjo, pengindraan terjadi tuk meningkatkan daur ulang, maka masyarakat
melalui panca indra manusia, yakni penglihatan, perlu untuk diinformasikan tentang hal tersebut.
pendengaran, penciuman, perasa dan peraba. Ber- Scott dalam penelitiannya menunjukkan bahwa
dasarkan hal tersebut, maka dapat disimpulkan angka daur ulang memiliki korelasi positif dengan
bahwa semakin banyak dan sering manusia meng- kampanye informatif, menegaskan kemungkinan
gunakan alat indranya untuk mencari informasi pengetahuan tentang cara mendaur-ulang berko-
termasuk dalam hal ini mendengar dan melihat, relasi positif dengan perilaku daur ulang.16

237
Makmur Selomo : Bank Sampah sebagai Salah Satu Solusi Penanganan Sampah di Kota Makassar

Bank sampah pada dasarnya adalah pro- dan kelompok yang tidak menabung.11
gram daur ulang. Bank sampah adalah salah satu Hasil penelitian Pradabphetrat menunjuk-
strategi penerapan 3R (Reuse, Reduce, Recycle) kan bahwa tingkat pengetahuan dan pemahaman
dalam pengelolaan sampah pada sumbernya di tentang sampah dan pengelolaan sampah tidak
tingkat masyarakat dengan pola insentif ekonomi. berpengaruh terhadap partisipasi dalam kegia-
Berpartisipasi dalam program bank sampah berarti tan bank sampah di Sub-Sin Pattana, Bang Khun
telah memiliki perilaku daur ulang. Thien, Bangkok.26 Hasil penelitian ini menguatkan
Pengetahuan masyarakat tentang bank hasil penelitian Oskamp et al. yang menunjukkan
sampah dalam penelitian ini menggunakan kue- bahwa tingkat pengetahuan yang spesifik tentang
sioner yang digunakan dalam penelitian Furnanda program daur ulang berkorelasi dengan angka
yang telah dimodifikasi.6 Terdapat 12 pertanyaan daur ulang, menunjukkan bahwa perilaku daur
tentang bank sampah yang terdiri dari penger- ulang kurang berhubungan dengan pengetahuan
tian, pola mekanisme, jenis sampah yang bisa dit- dalam hal umum daripada pengetahuan spesifik
abung, manfaat, keuntungan ekonomi, keuntungan tentang daur ulang.20
lingkungan dan tujuan pengelolaan. Selain itu, ter-
dapat pertanyaan tentang cara pengelolaan sampah KESIMPULAN DAN SARAN
yang baik, jenis-jenis sampah, dan dampak bagi Tidak ada hubungan antara jumlah anggo-
lingkungan apabila pengelolaan sampah kurang ta keluarga dan penghasilan dengan keikutserta-
baik. Untuk mengetahui ada tidaknya hubungan an masyarakat dalam menabung di Bank Sampah
tingkat pengetahuan tentang bank sampah de- Pelita Harapan. Ada hubungan antara tingkat pe-
ngan keikutsertaan masyarakat dalam menabung ngetahuan dengan keikutsertaan masyarakat da-
di bank sampah, maka dilakukan uji hubungan. lam menabung di Bank Sampah Pelita Harapan.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Disarankan kepada Pemerintah Kota Makassar,
ada hubungan antara tingkat pengetahuan de- Pengelola Bank Sampah Pelita Harapan dan pi-
ngan keikutsertaan masyarakat dalam menabung hak yang terkait agar meningkatkan pengetahuan
di Bank Sampah Pelita Harapan. Hasil tersebut masyarakat RW 04 Kelurahan Ballaparang Kota
pada dasarnya sama artinya dengan terdapat per- Makassar tentang bank sampah untuk mening-
bedaan frekuensi masyarakat yang ikut serta da- katkan partisipasi masyarakat dalam menabung
lam menabung di Bank Sampah Pelita Harapan di Bank Sampah Pelita Harapan berupa sosial-
akibat perbedaan pengetahuan. Besarnya keeratan isasi dan edukasi dalam bentuk pelatihan ataupun
hubungan antara pengetahuan dengan keikutserta- penyebaran informasi melalui berbagai media.
an masyarakat dalam menabung di Bank Sampah
Pelita Harapan dilihat dari hasil uji statistik de- DAFTAR PUSTAKA
ngan koefisien φ (phi) dengan nilai φ=0,643. Hal 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor
ini berarti hubungan kuat atau dapat dikatakan 18 Tahun 2008. Tentang pengelolaan sampah.
bahwa variabel pengetahuan berkontribusi sebesar Jakarta : Presiden Republik Indonesia.
64,3% terhadap keikutsertaan masyarakat dalam 2. Wulandari, F. Evaluasi Prospek Keberlanjut-
menabung di Bank Sampah Pelita Harapan. an Pengelolaan Sampah di Bank Sampah Stu-
Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil pe- di Kasus Bank Sampah di Kota Makassar [Te-
nelitian Ahmad yang menunjukkan adanya hubu- sis]. Yogyakarta : Universitas Gadjah Mada;
ngan positif yang signifikan antara pengetahuan 2014
tentang manfaat sampah dengan perilaku kepala 3. Kementrian Lingkungan Hidup Republik In-
keluarga terhadap bank sampah (studi kasus pada donesia. Diskusi Bulanan KLH dan SIEJ da-
bank sampah Kelurahan Cibinong Bandung).25 lam Rangka Hari Peduli Sampah. 2011. [On-
Serupa dengan penelitian tersebut, hasil peneli- line]. [diakses 29 Januari 2015]. http://www.
tian Arifiani et al. memperlihatkan bahwa terdapat menlh.go.id/diskusi-bulanan-klh-dan-siej-da-
perbedaan yang signifikan dalam informasi ten- lam-rangkahari-peduli-sampah/
tang Bank Sampah Malang antara kelompok ma- 4. Kementrian Lingkungan Hidup Republik
syarakat yang menabung di Bank Sampah Malang Indonesia. Buku: Profil Bank Sampah In-

238
JURNAL MKMI, Vol. 12 No. 4, Desember 2016

donesia 2013. 2013. [Online]. [diakses 16 and Urbanisation 1992; 4(2):42-54.


Februari 2015]. http://www.menlh.go.id/pro- 15. Maulina, A. S. Identifikasi Partisipasi Ma-
fil-bank-sampah-indonesia-2013/ syarakat dalam Pemilahan Sampah di Keca-
5. Rsol. Ini Hal Baru, Sampah Ditukar matan Cimahi Utara serta Faktor yang Mem-
Sabun. 2015. [Online]. [diakses 20 Febru- pengaruhinya. Jurnal Perencanaan Wilayah
ari 2015]. http://fajar.co.id/fajaronline-sul- dan Kota. 2012;23(3):177-196.
sel/2015/01/29/ini-hal-baru-sampah ditu- 16. Scott D. Equal Opportunity, Unequal Re-
kar-sabun.html sults: Determinants of Household Recycling
6. Furnanda, R. Partisipasi Ibu Rumah Tangga Intensity. Environment and Behavior. 1999;
dalam Mewujudkan Program Medan Green 31(2):267-290.
and Clean (MdGC) melalui Pengelolaan Bank 17. Notoadmodjo, S. Promosi Kesehatan dan Ilmu
Sampah di Lingkungan II Kelurahan Tanjung Perilaku. Jakarta : Rineka Press; 2007.
Gusta Kecamatan Medan Helvetia Kota Med- 18. Nixon, H., dan Saphores, J. M., 2009. Infor-
an [Skripsi]. Medan : Universitas Sumatera mation and the Decision to Recycle: Results
Utara; 2012. from a Survey of US Households. J. Environ.
7. Afroz, R., Hanaki K., Kurisu K. H. Factors Af- Plann. Manage. 2009; 52: 257-277.
fecting Waste Generation and Willingness to 19. Erfinna T. F., Chahaya, I., Dharma, S.
Recycle: a Study in a Waste Management Pro- Hubungan Karakteristik dengan Partisipasi
gram in Dhaka City, Bangladesh. FEB Work- Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah di
ing Paper Series [Online] 2008; No. 0803. Lingkungan III dan V Kelurahan Bagan Deli
8. Ghorbani, M., Liaghati, H., Mahmoudi H. Kecamatan Medan Belawan Tahun 2012.
Household Waste Management in Mashad: 2012.[Online].
Characteristics and Factors Influencing on 20. Oskamp, S., Harrington, M., Edwards, T.,
Demand for Collecting Services. Pakistan Sherwood, P. L. Factors Influencing House-
Journal of Biological Sciences. 2007;10:3952- hold Recycling Behavior. Environmental and
3955. Behavior. 1991;23:494-519.
9. Sivakumar, K., Sugirtharan, M. Impact of 21. Wright, Y. L. Relating Recycling : Demo-
Family Income and Size on Per Capita Solid graphics, Attitudes, Knowledge and Recy-
Waste Generation: a Case Study in Manmunai cling Behavior among UC Berkeley Students.
North Divisional Secretariat Division of Batti- 2011. [Online]. [diakses 15 Februari 2015].
caloa. J.Sci.Univ.Kelaniya. 2010;5:13-23. nature.berkeley.edu/classes/es196/projects/.../
10. BKKBN. Buku Pegangan untuk Petugas WrightY_2011.pdf
Lapangan Mengenai Reproduksi Sehat. Jakar- 22. Lokita, D. A. Partisipasi Masyarakat dalam
ta: BKKBN; 1998. Program Pengelolaan Sampah (Kasus Imple-
11. Arifiani, N. F., Maryati, S., Dote, Y., Sekito, mentasi Corporate Social Responsibility PT
T. Household Behavior and Attitudes towards Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. di Desa
Waste Bank in Malang. 2013. [Online]. [diak- Gunung Sari, Kecamatan Citeurep, Kabupa-
ses 15 Februari 2014]. ten Bogor) [Skripsi]. Bogor : Institut Pertanian
12. Banga, M. Household Knowledge, Attitudes Bogor; 2011.
and Practices in Solid Waste Segregation and 23. Schultz, P. W., Oskamp, S., & Mainieri, T.
Recycling: the Case of Urban Kampala. Zam- Who Recycles and When? a Review of Per-
bia Social Science Journal. 2011;2(1). sonal and Situational Factors. Journal of Envi-
13. Kartini. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi ronmental Psychology. 1995;15:105-121.
Keputusan Masyarakat Menabung Sampah 24. Vining J. dan Ebreo A. What Makes a Recy-
serta Dampak Keberadaan Bank Sampah Ge- cler: A Comparison of Recyclers and Nonre-
mah Ripah [Skripsi]. Bogor : Institut Pertani- cyclers. Environment and Behavior January.
an Bogor; 2009. 1990; 22:55-73.
14. Furedy, C. Garbage: Exploring Non-conven- 25. Ahmad, F. Partisipasi Masyarakat dalam Pe-
tional Options in Asian Cities. Environment ngelolaan Sampah Berbasis Komunitas Lo-

239
Makmur Selomo : Bank Sampah sebagai Salah Satu Solusi Penanganan Sampah di Kota Makassar

kal (Studi Deskriptif Bank Sampah “Poklili”, Waste Bank Project in Reduction of Commu-
Kota Depok) [Skripsi]. Depok : Universitas nity Waste: a Case of Sub-Sin Pattana Com-
Indonesia; 2012. munity, Bang Khun, Bangkok. [Tesis]. Bang-
26. Pradabphetrat, P. The Potential of Recycle kok : Mahidol University; 2010.

240