Anda di halaman 1dari 11

1/5

serta wadah specimen termasuk antkoagulan untuk specimen darah 3. lokasi. Petugas menyiapkan peralatan dan bahan untuk pengambilan specimen 2. Pengambilan spesiemen disesuaikan dengan jenis pemeriksaan dengan memperhatkan . Klinik Pratama. Tabung Plain / EDTA 5. Langkah-langkah 1.. 3. waktu.. Pot urine 8. No.. tempat praktek mandiri dokter dan tempat praktek mandiri dokter gigi 5. Alkohol swab 6. Pot Dahak 7. Revisi : SOP Tanggal Terbit : Halaman :1/5 UPT PUSKESMAS Retno Sofiant PEDURENAN NIP. -SK/PKM-PED/2017 Tentang : Penunjang Pelayanan Klinis Puskesmas Pedurenan 4. Plester 6. Tujuan Melakukan pengambilan specimen secara benar sehingga diperoleh specimen yang baik dan sesuai untuk pemeriksaan . Referensi 1. Lancet steril 3. Pengambilan Darah Vena 2/5 . Kebijakan KEPUTUSAN KEPALA UPT PUSKESMAS PEDURENAN Nomor : 440/ . volume. jaringan tubuh. Spuit 1ml. Permenkes RI No 43 tahun 2013 tentang Penyelenggaraan laboratorium yang baik 4. penelitan pengembangan dan atau analisis lainnya 2. cara/teknik pengambilan. Permenkes RI No 46 tahun 2015 tentang Akreditasi Puskesmas.. Undang-Undang No 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik 2. Peralatan/bahan 1.. Dokumen : No. Kapas kering 9. Permenkes RI No 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Laboratorium Puskesmas 3. persiapan pasien. cairan tubuh dan secret yang dikumpulkan untuk pemeriksaan sebagai penunjang diagnosis. 3ml 2. Pengertan Spesimen adalah bahan yang berasal dari atau diambil dari tubuh manusia sepert darah.196008291988022001 1. Tourniquette 4.

6. Tarik hisap spuit/ tabung vakum sampai sejumlah darh yang dikehendaki 3.2. Lepaskan atau regangkan tourniquet secara perlahan-lahan. kemudian tusukkan jarum dengan sisi miring menghadap keatas dan membentuk sudut ± 30 3. Bersihkan yang akan ditusuk menggunakan Alkohol Swabs dan biarkan kering 3. kemudian jarum ditarik 3. dalam posisi duduk atau berbaring 3.1. Letakkan lengan pasien pada bantalan dengan telapak tangan menghadap keatas 3. 3. Jarum dimasukkan sepanjang pembuluh darah 1 – cm atau sampai terlihat darah keluar diujung jarum. Pengambilan Darah Kapiler 4. Bersihkan yang akan ditusuk menggunakan Alkohol swabs dan biarkan kering 4.7.3. Tegangkan kulit dengan jari telunjuk dan ibu jari kiri diatas pembuluh darah supaya pembuluh darah tdak bergerak.9.5.3. Plester luka tusukan tepat diatas kapas tersebut. Tentukan lokasi pengambilan darah a. Pasien disuruh mengepal dan membuka tangannya beberapa kali untuk mengisi pembuluh darah 3. 4.8.10.11. ujung telunjuk pemeriksa mencari lokasi pembuluh darah yang akan ditusuk 3. tetapi tdak boleh terlalu kencang sebab dapat merusak pembuluh darah 3.2. Dalam keadaan tangan pasien mengepal. Kemudian lengan diatas siku diikat cukup erat menggunakan tourniquet untuk membendung aliran darah. Kepalan tangan dibuka 3. Pegang bagian yang akan ditusuk supaya tdak bergerak dan tekan sedikit 3/5 .1. Pada bayi/anak dapat dilakukan dibagian tumit atau ibu jari kaki dibagian pinggir 4. Tenangkan pasien.4. Peganglah spuit/holder dengan tangan kanan dan ujung telunjuk pada pangkal jarum 3.12. Pada orang dewasa biasanya pada ujung jari manis atau jari tengah pada lengan kiri b. Taruh kapas kering diujung jarum.

kering. harus bersih. yang ditampung pada wadah adalah urine tengah.5.1. Wadah urine terbuat dari plastk. mudah dibuka ditutup dan bermulut lebar 6. supaya rasa nyeri berkurang 4. Tetes darah berikutnya dapat digunakan langsung untuk pemeriksaan atau ditampung dalam tabung EDTA 4.2.1. yaitu urine yang pertama dibuang 5. Pengambilan specimen dahak dilakukan secara SPS 7. Pengambilan Faeses/tnja 6. Pengambilan specimen tnja dapat dilakukan setap saat 6.2. kering. Petugas memberikan label identtas pada specimen yang sudah diambil 4/5 . mudah ditutup dan bermulut lebar 7. Tutup luka tusukan dengan kapas kering dan plester 5.3. tnja tdak boleh bercampur urine 6. Pasien dianjurkan buang air kecil lebih dahulu.6. Pengambilan dahak ( BTA) 7. Pada urine pagi atau sewaktu.1. Pasien dianjurkan untuk BAB langsung ke dalam wadah ( ± 5 gr) Wadah harus bersih. sewaktu atau ditampung selama 24 jam 5. Tusuk ujung jari tegak lurus terhadap sidik jari.3. lakukan dengan cepat menggunakan lancet steril 4. Buang tetes darah pertama keluar dengan memakai kapas kering. Dahak selanjutnya dikeluarkan saat pasien datang kembali ke laboratorium ( dahak sewaktu= S) 8.3. Pengambilan urine 5.Dahak hari pertama dikeluarkan saat pasien datang ke laboratorium (dahak sewaktu=S) 7. Pengambilan specimen urine dapat dilakukan pada pagi hari. Dahak hari kedua dikeluarkan saat pagi hari setelah pasien bangun tdur (dahak pagi = P) 7.2. Petugas menilai kelayakan spesimen yang sudah diambil sesuai jenis pemeriksaan 9.4.4.

maka dapat dilakukan penyimpanan specimen dengan memperhatkan jenis specimen. Form permintaan pemeriksaan Laboaratorium 10. Klinik Gizi 8.hal yang perlu 1. jenis pengawet serta stabilitasnya. 10. Dokumen Terkait 1. SOP Pengambilan darah 3. Hal . Unit Terkait 1. Sampel Beku diperhatkan 2. Klinik KB 9.mulai diberlakukan perubahan 5/5 . Spesimen yang sudah diambil harus segera diperiksa. Jika tdak. BP Umum 2. SOP Pemeriksaan Laboratorium 2. 7. BP Gigi 3. Pasien yang di inpus 8. MTBS 6. jenis pemeriksaan. Klinik Paru 4. Cara Pengambilan darah 3. KIA 5. Rekaman historis No Yang dirubah Isi Perubahan Tgl. Klinik Sanitasi 7.

6/5 .

DAFTAR TILIK PENGAMBILAN SPESIMEN Unit Nama Petugas Tgl Pelaksanaan UPT PUSKESMAS Retno Sofiant PEDURENAN NIP 196808291988022001 NO URAIAN YA TIDAK KETERANGAN 1 Apakah Petugas menyiapkan peralatan dan bahan untuk pengambilan specimen 2 Apakah Pengambilan spesiemen disesuaikan dengan jenis pemeriksaan dengan memperhatkan . serta wadah specimen termasuk antkoagulan untuk specimen darah 3 Pengambilan Darah Vena 3. dalam posisi duduk atau berbaring 3. Kemudian lengan diatas siku diikat cukup erat menggunakan tourniquet untuk membendung aliran darah. volume. lokasi.5.1. Tenangkan pasien. Pasien disuruh mengepal dan membuka tangannya beberapa kali untuk mengisi pembuluh darah 3.4. tetapi tdak boleh terlalu kencang sebab dapat merusak pembuluh darah 3. ujung telunjuk pemeriksa mencari lokasi 7/5 . cara/teknik pengambilan. Letakkan lengan pasien pada bantalan dengan telapak tangan menghadap keatas 3.2.3. waktu. Dalam keadaan tangan pasien mengepal. persiapan pasien.

11. Tentukan lokasi pengambilan darah a. Jarum dimasukkan sepanjang pembuluh darah 1 – cm atau sampai terlihat darah keluar diujung jarum. Bersihkan yang akan ditusuk menggunakan kapas swap dan biarkan kering 3.1. Kepalan tangan dibuka 3.7. Plester luka tusukan tepat diatas kapas tersebut 4 Pengambilan Darah Kapiler 4. Tegangkan kulit dengan jari telunjuk dan ibu jari kiri diatas pembuluh darah supaya pembuluh darah tdak bergerak. Tarik hisap spuit/ tabung vakum sampai sejumlah darh yang dikehendaki 3.8.9. pembuluh darah yang akan ditusuk 3. Taruh kapas kering diujung jarum. Pada bayi/anak dapat dilakukan 8/5 . kemudian jarum ditarik 3.10.12. Lepaskan atau regangkan tourniquet secara perlahan-lahan. Pada orang dewasa biasanya pada ujung jari manis atau jari tengah pada lengan kiri b.6. Peganglah spuit/holder dengan tangan kanan dan ujung telunjuk pada pangkal jarum 3. kemudian tusukkan jarum dengan sisi miring menghadap keatas dan membentuk sudut ± 30 3.

Tutup luka tusukan dengan kapas kering dan plester 5 Pemeriksaan urine 5. Bersihkan yang akan ditusuk menggunakan kapas swap dan biarkan kering 4. yaitu urine yang pertama dibuang 5.6.1. Tetes darah berikutnya dapat digunakan langsunguntuk pemeriksaan atau ditampung dalam tabung EDTA 4. Wadah urine terbuat dari plastk.2. Pengambilan specimen urine dapat dilakukan pada pagi hari. Pasien dianjurkan buang air kecil lebih 9/5 .1. Pada urine pagi atau sewaktu.3. Buang tetes darah pertama keluar dengan memakai kapas kering. Pegang bagian yang akan ditusuk supaya tdak bergerak dan tekan sedikit supaya rasa nyeri berkurang 4. sewaktu atau ditampung selama 24 jam 5. lakukan dengan cepat menggunakan lancet steril 4.2.3.4.2. harus bersih. dibagian tumit atau ibu jari kaki dibagian pinggir 4. Tusuk ujung jari tegak lurus terhadap sidik jari. kering.5. Pengambilan specimen tnja dapat dilakukan setap saat 6. yang ditampung pada wadah adalah urine tengah. mudah dibuka ditutup dan bermulut lebar 6 Pengambilan Faeses/tnja 6.

.2..... Dahak hari kedua dikeluarkan saat pagi hari setelah pasien bangun tdur (dahak pagi = P) 7. maka dapat dilakukan penyimpanan specimen dengan memperhatkan jenis specimen. Pelaksana / Auditor ……………………………..... 10/5 . jenis pemeriksaan.. tnja tdak boleh bercampur urine 6........... mudah ditutup dan bermulut lebar 7 Pengambilan dahak ( BTA) 7... dahulu..% Tangerang......1.............Dahak hari pertama dikeluarkan saat pasien datang ke laboratorium (dahak sewaktu=S) 7. jenis pengawet serta stabilitasnya Compliance rate (CR) : .. kering.......... Jika tdak... Dahak selanjutnya dikeluarkan saat pasien datang kembali ke laboratorium ( dahak sewaktu= S) 8 Apakah Petugas menilai kelayakan specimen yang sudah diambil sesuai jenis pemeriksaan 9 Apakah Petugas memberikan label identtas pada specimen yang sudah diambil 10 Apakah Spesimen yang sudah diambil harus segera diperiksa..3...... Pengambilan specimen dahak dilakukan secara SPS selama 2 hari berturut-turut 7.4.3................ Pasien dianjurkan untuk BAB langsung ke dalam wadah ( ± 5 gr) Wadah harus bersih.. .....

11/5 . NIP. …………………………………..