Anda di halaman 1dari 26

STANDAR 5.

KURIKULUM, PEMBELAJARAN, DAN SUASANA AKADEMIK

5.1 Kurikulum
Kurikulum pendidikan tinggi adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai isi,
bahan kajian, maupun bahan pelajaran serta cara penyampaiannya, dan penilaian yang
digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran di perguruan
tinggi.
Kurikulum seharusnya memuat standar kompetensi lulusan yang terstruktur dalam
kompetensi utama, pendukung dan lainnya yang mendukung tercapainya tujuan,
terlaksananya misi, dan terwujudnya visi program studi. Kurikulum memuat mata
kuliah/modul/blok yang mendukung pencapaian kompetensi lulusan dan memberikan
keleluasaan pada mahasiswa untuk memperluas wawasan dan memperdalam keahlian
sesuai dengan minatnya, serta dilengkapi dengan deskripsi mata kuliah/modul/blok,
silabus, rencana pembelajaran dan evaluasi.
Kurikulum harus dirancang berdasarkan relevansinya dengan tujuan, cakupan dan
kedalaman materi, pengorganisasian yang mendorong terbentuknya hard skills dan
keterampilan kepribadian dan perilaku (soft skills) yang dapat diterapkan dalam
berbagai situasi dan kondisi.

5.1.1 Kompetensi
5.1.1.1 Uraikan secara ringkas kompetensi utama lulusan
Kompetensi utama lulusan prodi Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar mengacu
pada profil utama lulusan, yaitu: Menghasilkan analis di bidang hadis dan Ilmu
Hadis yang berakhlak mulia, menguasai teori-teori Hadis dan Ilmu Hadis
sehingga mampu berperan sebagai analis dan menyelesaikan persoalan sosial-
keagamaan berbasis Hadis Nabi saw.
Kompetensi lulusan tertuang dalam bentuk Capaian Pembelajaran Program Studi
Ilmu Hadis, sebagai berikut:

A. Bidang Sikap dan Tata Nilai:


Setiap lulusan studi Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar harus memiliki sikap
sebagai berikut:
1. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan mampu menunjukkan
sikap religious
2. Menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas
berdasarkan agama, moral, dan etika
3. Berkontribusi dalam peningkatan mutu kehidupan bermasyarakat,
berbangsa, bernegara, dan kemajuan peradaban berdasarkan
pancasila
4. Berperan sebagai warga negara yang bangga dan cinta tanah air,
memiliki nasionalisme, serta rasa tanggungjawab pada bangsa dan
Negara.
5. Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan
kepercayaan serta pendapat atau temuan orisinal orang lain
6. Bekerjasama dan memiliki kepekaan social serta kepedulian terhadap
masyarakat dan lingkungan
7. Taaat hukum dan disiplindalam kehidupan bermasyarakat dan
bernegara
8. Menginternalisasi nilai, norma, dan etika akademik
9. Menunjukkan sikap bertanggungjawab atas pekerjaan di bidang
keahliannya secara mandiri
10. Menginternalisasi semangat kemandirian, kejuangan dan
kewirausahaan
11. Menjunjung tinggi nilai-nilai etika aakademik, yang meliputi kejujuran
dan kebebasan akademik dan otonomi akademik;
12. Bertanggung jawab sepenuhnya terhadap nilai-nilai akademik yang
diembannya
13. Menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal
14. Menjunjung tinngi nilai-nilai demikrasi dan moderasi dalam kehidupan
bermasyarakat sesuai sunnah Nabi saw.

B. Bidang Pengetahuan Khusus Program Studi


Lulusan Program Studi Ilmu Hadis wajib memiliki pengetahuan khusus
sebagai berikut:
1. Mampu menguasai pengetahuan dasar yang terkait dengan kemahiran
membaca syarah hadis untuk dapat memahami kandungan hadis Nabi
saw.
2. Mampu menguasai pengetahuan strategis tentang pengembangan
lembaga keagamaan di Indonesia untuk dapat berperan manager
pengelolaan pranata keagamaan
3. Mampu menguasai istilah-istilah dalam Ilmu Hadis (mustalah al-hadis)
untuk dapat berperan sebagai media memahami hadis dari aspek kualitas
dan kuantitas periwayatan serta fiqh al-hadis
4. Mampu menguasai pengetahuan secara teoritis metodologis penelitian
hadis untuk mengidentifikasi kualitas dan kuantitas hadis serta fiqh al-
hadis
5. Mampu menguasai sejarah perkembangan hadis dan ilmu hadis untuk
dapat menjelaskan perubahan-perubahan pada kajian hadis dan Ilmu
Hadis sejak periode klasik dan modern
6. Ilmu Manajemen yang terintegrasi dengan hadis-hadis Nabi saw.
7. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif yang diintegrasikan
dengan hadis-hadis Nabi saw.
8. Ilmu Komunikasi yang diintegrasikan dengan hadis-hadis Nabi saw.
9. Ilmu Kewirausahaan yang diintegrasikan dengan hadis-hadis Nabi saw.
10. Ilmu Sosiologi yang diintegrasikan dengan hadis-hadis Nabi saw.
11. Ilmu Antropologi yang diintegrasikan dengan hadis-hadis Nabi saw.
12. Ilmu Psikologi yang diintegrasikan dengan hadis-hadis Nabi saw.
13. Ilmu Politik yang diintegrasikan dengan hadis-hadis Nabi saw.

(Sumber: Hasil Rumusan Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia


(KKNI) Program Studi Ilmu Hadis)

5.1.1.2 Uraikan secara ringkas kompetensi pendukung lulusan


Kurikulum PS Ilmu Hadis dirumuskan dengan mengacu pada Visi Misi PS.
Berdasarkan hasil workshop kurikulum KKNI, kompetensi pendukung dan
kompetensi lainnya lulusan berdasar pada pada profil tambahan lulusan Prodi
Ilmu Hadis, yaitu: Pemimpin umat yang mampu menghidupkan sunnah dan
mengintegrasikan Hadis dengan sains dan teknologi dalam kehidupan sosial.
Manajer dan wirausahawan yang berbasis Hadis Nabi saw.
Pencapaian kompetensi lulusan diuraikan melalui kompetensi tambahan, sebagai
berikut:

A. Bidang Pengetahuan Umum


Lulusan Program Studi Ilmu Hadis (ILHA) wajib memiliki pengetahuan umum
sebagai berikut:
1. Mampu menguasai pengetahuan tentang filafat pancasila,
kewarganegaraan, dan wawasan kebangsaan (nasionalisme) untuk
dapat berperan sebagai warga Negara yang memiliki jiwa nasionalisme
dalam bingkai NKRI
2. Mampu menguasai pengetahuan terkait dengan cara mengemukakan
gagasan ilmiah secara lisan dan tertulis dengan menggunakan bahasa
Indonesia yang baik dan benar untuk dapat berperan sebagai manusia
Indonesia yang mencintai Bahasa Indonesia dalam kaitannya dengan
perkembangan dunia akademik dan dunia akademik dan dunia kerja
(dunia non akademik);
3. Mampu menguasai pengetahuan terkait dengan pengembangan
kemampuan berkomunikasi baik lisan maupun tulisan dengan
menggunakan bahasa Arab dan Inggris untuk dapat berperan
sebagaiseorang muslim dan masyarakat dunia internasional yang
menguasai sumber-sumber otoritatif Islam sesuai dengan perkembangan
dunia akademik dan dunia kerja (dunia non akademik)
4. Mampu menguasai pengetahuan terkait dengan pengembangan
kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, inovatif dan sistematis serta
memiliki keingintahuan intelektual untuk dapat memecahkan masalah
pada tingkat individual dan kelompok dalam komunitas akademik dan
non akademik;
5. Mampu menguasai pengetahuan dasar Ilmu al-Qur’an, Ilmu Hadis untuk
dapat mengkaji secara praktis ayat al-Qur’an dan matan Hadis yang
terkait dengan perkembangan dunia akademik dan dunia kerja secara
integrative
6. Mampu menguasai pengetahuan terkait dengan integrasi keilmuan dan
keislaman sebagai paradigm keilmuan;
7. Mampu mengidentifikasi ragam upaya wirausaha yang bercirikan inovasi
dan kemandirian yang berlandaskan etika Islam, keilmuan, professional,
local, nasional dan global

B. Bidang Keterampilan Umum


Lulusan Prodi Ilmu Hadis wajib memiliki keterampilan umum, sebagai berikut:
1. Mampu menerapkan pemikiran logis, kritis, sistematis, dan inovatif dalam
konteks pengembangan atau implementasi ilmu pengetahuaan dan
teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai humaniora yang
sesuai dengan bidang keahliannya
2. Mampu menunjukkan kinerja mandiri, bermutu dan terukur
3. Mampu mengkaji implikasi pengembangan atau implementasi ilmu
pengetahuan dan teknologi yang memperhatikan dan menerapkan nilai
humaniora sesuai dengan keahliannya berdasarkan kaidah, tata cara,
dan etika ilmiah dalam rangka menghasilkan solusi, gagasan, desain atau
kritik seni
4. Menyusun deskripsi santifik, hasil kajiannya dalam bentuk skripsi atau
laporan tugas akhir, mengunggahnya dalam laman perguruan tinggi
5. Mampu mengambil keputusan secara tepat, dalam konteks penjelasan
masalah di bidang keahliannya berdasarkan hasil analisis informasi dan
data.
6. Mampu memelihara dan mengembangkan jaringan kerja dengan
pembimbing, kolega dan sejawat baik di dalam maupun di luar
lembaganya
7. Mampu bertanggungjawab atas pencapaian hasil kerja kelompok yang
melakukan supervise dan evaluasi terhadap penyelesaian pekerjaan yang
ditugaskan kepada pekerja yang berada di bawah tanggungjawabnya
8. Mampu melakukan proses evaluasi diri terhadap kelompok kerja yang
berada di bawah tanggungjawabnya dan mampu mengelola
pembelajaran secara mandiri
9. Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengamanahkan, dan
menemukan kembali data untuk menjamin kesahihan mencegah plagiasi
10. Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk
pengembangan keilmuan dan kemampuan kerja;
11. Mampu berkomunikasi baik lisan maupun tulisan dengan menggunakan
bahasa Arab dan atau Inggris dalam perkembangan dunia kademik dan
dunia kerja (dunia non akademik)
12. Mampu membaca al-Qur’an berdasarkan Ilmu tajwid secara baik dan
benar
13. Mampu menghafal al-Qur’an juz 30 dan ibadah dengan baik dan benar.
14. Mampu menghafal 100 hadis yang terkait dengan Aqidah, Ibadah, Akhlak
dan Mu’amalah
Sumber: Hasil Rumusan Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) Program
Studi Ilmu Hadis

Catatan: Pengertian tentang kompetensi utama, pendukung, dan lainnya dapat dilihat pada
Kepmendiknas No. 045/2002.

5.1.2 Struktur Kurikulum

5.1.2.1 Jumlah sks PS (minimum untuk kelulusan) : 144 sks yang tersusun sebagai berikut:
Jenis Mata Kuliah Sks Keterangan
(1) (2) (3)
Matakuliah Wajib
Matakuliah Landasan Kepribadian 20
Matakuliah Keilmuan dan Keterampilan 83
Matakuliah Keahlian Berkarya 25
Matakuliah Sikap dan Perilaku Berkarya 5
Matakuliah Berkehidupan Bermasyarakat 13
Matakuliah Pilihan 8 MK kompetensi pendukung
Jumlah Total 154
5.1.2.2 Tuliskan struktur kurikulum berdasarkan urutan mata kuliah (MK) semester demi semester, dengan mengikuti format tabel berikut:
sks MK dalam Kelengkapan****
Bo-
Kurikulum Bobot Unit/ Jur/ Fak
Smt Kode MK Nama Mata Kuliah* bot
Insti- Tugas*** Deskripsi Silabus SAP Penyelenggara
sks Inti**
tusional
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
I UIN1203 Ilmu Hadis 2 √ √ √ √ √ UINAM
UIN1206 Bahasa Arab 2 √ √ √ √ UINAM
UIN1207 Bahasa Inggris 2 √ √ √ √ √ UINAM
UIN1205 Bahasa Indonesia 2 √ √ √ √ UINAM
UIN1209 Pend. Pancasila dan 2 √ √ √ √
UINAM
Kewarganegaraan
UIN1201 Akidah Akhlak 2 √ √ √ √ √ UINAM
IHD1331 Hadis Ibadah dan 3 √ √ √ √
Muamalah
PS
IHD2252 Tahfizh al-Hadis 1 2 √ √ √ √ √ PS
IHD1344 Ilmu Tajwid 3 √ √ √ √ √ PS
Jumlah 9 20

II UIN1202 Ilmu al-Qur’an 2 √ √ √ √ √ UINAM


UIN1204 Ilmu Fiqh 2 √ √ √ √ UINAM
UIN1208 Sejarah Peradaban Islam 2 √ √ √ √ UINAM
UIN1210 Kewirausahaan 2 √ √ √ √ UINAM
FUF1211 Pengantar Teologi Islam 2 √ √ √ √ FUF
IHD1320 Qawaid al-Tahdis 3 √ √ √ √ √ PS
IHD1333 Hadis Tarbawi dan Akhlak 3 √ √ √ √ √ PS
IHD1249 Tahfizh al-Qur’an-1 2 √ √ √ √ √ PS
IHD1255 Akhlak 2 √ √ √ √ √ PS
Jumlah 9 20

III FUF2214 Sejarah Pemikiran Islam 2 √ √ √ √ FUF


IHD2319 Ilmu Ushul al-Fiqh 3 √ √ √ √ √ PS
IHD2321 Ilmu Rijal al-Hadis 3 √ √ √ √ √ PS
IHD2324 Takhrij al-Hadis dan 3 √ √ √ √ √
Praktikum
PS
IHD2326 Membahas Kitab Hadis 3 √ √ √ √ √ PS
IHD2334 Hadis Dakwah dan 3 √ √ √ √
Komunikasi
PS
IHD2341 Tafsir Aqidah 3 √ √ √ √ √ PS
IHD2264 Antropologi* 2 √ √ √ √ √ PS
IHD2268 Mukhtalaf al-Hadis* 2 √ √ √ √ √ PS
Jumlah 9 24

IV FUF2356 Ilmu Tasawuf 3 √ √ √ √ √ FUF


FUF2215 Studi Kearifan Lokal 2 √ √ √ √ √ FUF
FUF2318 Ilmu tafsir 3 √ √ √ √ FUF
IHD2335 Hadis Hukum dan 3 √ √ √ √
Pemerintahan
PS
IHD2339 Tafsir Ibadah dan 3 √ √ √ √
Muamalah
PS
IHD2347 Kajian Teks Ulumul Hadis 3 √ √ √ √ √ PS
IHD2252 Tahfizh al-Hadis 2 2 √ √ √ √ √ PS
IHD2363 Sosiologi* 3 √ √ √ √ PS
IHD2366 Filologi* 3
Jumlah 9 24

V FUF3212 Pengantar Filsafat 2 √ √ √ √ FUF


FUF3216 Studi Agama-Agama 2 √ √ √ √ √ FUF
FUF3217 Metode Penulisan Karya 2 √ √ √ √ √
Ilmiah
FUF
IHD3322 Ilmu Jarh wa al-Ta’dil 3 √ √ √ √ √ PS
IHD3325 Manahij al-Muhadditsin 3 √ √ √ √ √ PS
IHD3229 Pengenalan Digitalisasi 2 √ √ √ √ √
Hadis
PS
IHD3336 Hadis Sosial Politik 3 √ √ √ √ √ PS
IHD3340 Tafsir Tarbawi dan Akhlak 3 √ √ √ √ √ PS
IHD2246 Manajemen Pranata 2 √ √ √ √ √
Keagamaan
PS
Jumlah 9 22
VI IHD3323 Ilmu Ma’anil Hadis 3 √ √ √ √ √ PS
IHD3328 Metode Penelitian Hadis 3 √ √ √ √ √ PS
IHD3337 Hadis Kesehatan dan 3 √ √ √ √ √
Lingkungan Hidup
PS
IHD3245 Tahsin al-Kitabah 2 √ √ √ √ √ PS
IHD3348 Kajian Teks Hadis 3 √ √ √ √ √ PS
IHD3253 Tahfizh al-Hadis-3 2 √ √ √ √ √ PS
IHD3359 Ilmu Dakwah dan 3 √ √ √ √ √
Praktikum
PS
Jumlah 7 19

VII IHD4327 Dhifa ‘an al-Sunnah 3 √ √ √ √ √ PS


IHD4330 Kajian Hadis di Indonesia 3 √ √ √ √ √ PS
IHD4331 Kajian Tafsir di Indonesia 3 √ √ √ √ PS
IHD4338 Hadis Ilmi (IPA dan 3 √ √ √ √
Sejarah)
PS
IHD4250 Tahfizh al-Qur’an-2 2 √ √ √ √ √ PS
IHD4254 Tahfizh al-Hadis 4 2 √ √ √ √ √ PS
IHD4365 Hadis Psikologi* 3 √ √ √ √ √ PS
IHD4367 Hermeneutika Hadis* 3
Jumlah 8 22

VIII IHD4461 Kuliah Kerja Nyata 4 √ √ √ √ PS


IHD4662 Skripsi 6 √ √ √ √ PS
Jumlah 2 10

Jumlah
60 162
keseluruhan

* Tuliskan mata kuliah pilihan sebagai mata kuliah pilihan I, mata kuliah pilihan II, dst. (nama-nama mata kuliah pilihan yang dilaksanakan
dicantumkan dalam tabel 5.1.3.)
** Menurut rujukan peer group / SK Mendiknas 045/2002 (ps. 3 ayat 2e)
*** Beri tanda √ pada mata kuliah yang dalam penentuan nilai akhirnya memberikan bobot pada tugas-tugas (PR atau makalah) ≥ 20%.
****Beri tanda √ pada mata kuliah yang dilengkapi dengan deskripsi, silabus, dan atau SAP. Sediakan dokumen pada saat visitasi.
Grafik Mata Kuliah dan Bobot Tugas

24%
Tugas ≤ 20 %
Tugas ≥ 20 %
76%

Grafik di atas menggambarkan bahwa 76 % MK telah menetapkan ≥ 20% bobot tugas dan 24 %
menetapkan ≤ 20% bobot tugas
Sedangkan seluruh MK telah dilengkapi deskripsi, silabus dan SAP.

5.1.3 Tuliskan mata kuliah pilihan yang dilaksanakan dalam tiga tahun terakhir, pada tabel
berikut:

Bobot Bobot Unit/ Jur/ Fak


Semester Kode MK Nama MK (pilihan)
sks Tugas* Pengelola
(1) (2) (3) (4) (5) (6)
III IHD2264 Antropologi 2 √ PS
III IHD2268 Mukhtalaf al-Hadis 2 √ PS
IV IHD2363 Sosiologi 3 √ PS
IV IHD2366 Filologi 3 √ PS
VII IHD4365 Hadis Psikologi 3 √ PS
VII IHD4367 Hermeneutika Hadis 3 √ PS

Total sks 16
* beri tanda √ pada mata kuliah yang dalam penentuan nilai akhirnya memberikan bobot pada
tugas-tugas (PR atau makalah) ≥ 20%.
Sumber: RPS Matakuliah
Mata kuliah pilihan PS Ilmu Hadis disajikan di tiga semester, yaitu: semester III, IV, dan VII.
Selama tiga tahun terakhir, MK pilihan di semester III adalah Antropogi, di semester IV adalah
Sosiologi, dan di semester VII yaitu Hadis Psikologi.* Bobot Mata Kuliah pilihan yang disediakan
dibanding MK pilihan yang harus diambil adalah 16:8 = 2

*Sumber: sebaran MK
**SOP MK Pilihan

5.1.4 Tuliskan substansi praktikum/praktek yang mandiri ataupun yang merupakan bagian dari
mata kuliah tertentu, dengan mengikuti format di bawah ini:

Isi Praktikum/Praktek
No. Nama Praktikum/Praktek Jam Tempat/Lokasi Praktikum/Praktek
Judul/Modul
Pelaksanaan
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Praktikum Kompetensi Pedoman Semester VI Lokasi Praktikum
Metodologi Penelitian Praktikum
Hadis Kompetensi
2 Praktikum Digitalisasi Praktek Jam Ruang kelas
Hadis menggunakan perkuliahan Lab Ilmu Hadis
software hadis

3 Praktikum Takhrij Hadis Takhrij Manual Jam Perpustakaan Universitas


Takhrij Digital perkuliahan Lab Ilmu Hadis
4 Menginventaris Jam Ruang kelas
Praktikum Ilmu Rijal al- Biografi perkuliahan
Hadis Periwayat
Perempuan
5 Praktikum Tahsin al- Pembuatan Jam Ruang kelas
Kitabah prakarya khath perkuliahan
al-Qur’an dan
Hadis
6 Praktikum Jarh wa al-Ta’dil Melacak Jam
periwayat yang perkuliahan
Ruang kelas
diperdebatkan
statusnya
7 Kajian Hadis di Indonesia Melacak Jam
ulama-ulama perkuliahan Ruang kelas
hadis Indonesia

(BUKTI KEGIATAN)
Foto dan Pedoman/Modul

5.2. Peninjauan silabus/SAP dan buku ajar dalam 5 tahun terakhir


a. Jelaskan mekanisme peninjauan kurikulum dan pihak-pihak yang dilibatkan dalam
proses peninjauan tersebut.
Mekanisme peninjauan kurikulum dilaksanakan dalam bentuk review kurikulum,
dilaksanakan secara berkala, lima tahun sekali, dan peninjauan kurikulum, pelaksaannya
setidaknya sekali dalam setahun.
Review kurikulum didesain dalam bentuk Workshop Review Kurikulum Prodi Ilmu
Hadis Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar.* Kegiatan ini dilaksanakan
pada 09 – 11 Oktober 2015. Kegiatan tersebut melibatkan pimpinan fakultas, dosen tetap PS
Ilmu Hadis, Dosen Luar Biasa, guru Besar dalam bidang Hadis/ Ilmu Hadis, Stakeholders atau
pengguna alumni, perwakilan Lembaga Penjaminan Mutu UIN Alauddin Makassar, perwakilan
mahasiswa dan perwakilan alumni.
Nara sumber dalam kegiatan tersebut adalah Prof. Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag. (Guru
Besar Ilmu Hadis UIN Alauddin Makassar dan assesor BAN PT), Dr. Tasmin Tangngareng,
M.Ag. (Wakil Dekan Bidang Akademik FUF UIN Alauddin Makassar), Zulfahmi Alwi, MA., Ph.D
(Sekretaris LPM UIN Alauddin Makassar), dan Dr. Muhsin Mahfudz, M.Th.I (Ketua Prodi Ilmu
Hadis UIN Aalauddin Makassar.
Workshop tersebut menghasilkan rekomendasi revisi format kurikulum yang
menyesuaikan format kurikulum KKNI, perumusan capaian pembelajaran yang memperhatikan
visi misi prodi, fakultas dan institusi. Selain itu juga merekomendasikan dua MK baru yang
merespon hasil survei pengguna lulusan serta kebutuhan pengguna lulusan.
Peninjauan kurikulum dilaksanakan pada tanggal

Lengkapi Foto Kegiatan?


*Sumber Laporan Kegiatan Workshop Kurikulum Review Prodi Ilmu Hadis 2015

b. Tuliskan hasil peninjauan tersebut, mengikuti format tabel berikut.

MK Perubahan pada Atas


Berlaku
Baru/ Alasan usulan/
No. No. MK Nama MK Silabus Buku mulai
Lama/ Peninjauan masukan
/SAP Ajar Sem./Th.
Hapus dari
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Menyesuai-
kan dengan
FUF Studi Kearifan Dosen dan
1 Baru √ - visi misi UIN 2016
2214 Lokal mahasiswa
Alauddin
Makassar
Merespon
Alumni dan
IHD Pengenalan hasil survei
2 Baru √ - pengguna 2016
3228 Digitalisasi Hadis pengguna
lulusan
lulusan
Banyak
mahasiswa
yang belum Dosen dan
IHD
3 Tahsin al-Kitabah Baru √ - mampu pengguna 2016
3245
menulis lulusan
huruf Arab
dengan baik
Disesuaikan
dengan
spesifikasi
jurusan.
Mata Kuliah
IHD Dosen dan
4 Hadis Psikologi Baru √ - sebelumnya 2017
4365 mahasiswa
, Psikologi,
ruang
lingkupnya
terlalu
umum.

5.3 Pelaksanaan Proses pembelajaran


Sistem pembelajaran dibangun berdasarkan perencanaan yang relevan dengan tujuan,
ranah belajar dan hierarkinya.
Pembelajaran dilaksanakan menggunakan berbagai strategi dan teknik yang menantang,
mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis bereksplorasi, berkreasi dan bereksperimen
dengan memanfaatkan aneka sumber.
Pelaksanaan pembelajaran memiliki mekanisme untuk memonitor, mengkaji, dan
memperbaiki secara periodik kegiatan perkuliahan (kehadiran dosen dan mahasiswa),
penyusunan materi perkuliahan, serta penilaian hasil belajar.

5.3.1 Mekanisme Monitoring Perkuliahan


Jelaskan mekanisme untuk memonitor perkuliahan, antara lain kehadiran dosen dan
mahasiswa, serta materi perkuliahan.

5.3.1.a. Monitoring terhadap proses pembelajaran mencakup:

1. Kehadiran mahasiswa
Kehadiran mahasiswa dimonitor melalui presensi perkuliahan. Presensi ini diisi oleh dosen
Mata kuliah di setiap pertemuan
Mekanisme pelaksanaannya:
1) Program studi menyiapkan presensi perkuliahan mahasiswa yang dicetak bersama
jurnal/monitoring dosen
2) Ketua tingkat mengambil monitoring perkuliahan di bagian operator program studi dan
menyerahkan kepada dosen Mata Kuliah
3) Dosen bertugas memonitor kehadiran mahaiswa di setiap pertemuan perkuliahan
yang dilakukan
4) Setelah proses perkuliahan selesai, ketua tingkat menyetor kembali monitoring
tersebut kepada operator program studi
5) Operator program studi menginput presensi mahasiswa ke dalam sistem informasi
akademik (SIAKA)
6) Rekapitulasi presensi perkuliahan dievaluasi setiap akhir semester dan dilaporkan ke
fakultas
7) Kehadiran mahasiswa yang kurang dari 80% dari kuliah yang dilaksanakan tidak
berhak untuk mengikuti Ujian Akhir Semester
8) Dispensasi ketidakhadiran mahasiswa diberikan apabila mahasiswa memiliki alasan
yang kuat

Tampilan presensi Perkuliahan


Tampilan SIAKA

2. Kehadiran dosen
Kehadiran dosen dalam proses pembelajaran menggunakan jurnal/monitoring perkuliahan
yang mengontrol kehadiran dosen setiap pertemuan mata kuliah. Jurnal ini merekam
waktu dan tempat perkuliahan, materi kuliah yang disajikan, serta paraf/tanda tangan
dosen.
Mekanisme pelaksanaannya:
1) Program studi menyiapkan jurnal/monitoring perkuliahan
2) Setiap pertemuan perkuliahan, Ketua Tingkat mengambil jurnal/monitoring perkuliahan
di bagian operator program studi untuk diisi oleh dosen
3) Setelah sesi kuliah berakhir, ketua tingkat menyetor kembali ke operator program studi
untuk diinput ke dalam sistem informasi akademik (SIAKA)
4) Rekapitulasi presensi perkuliahan dievaluasi setiap akhir semester.

Selain menggunakan jurnal/ monitoring perkuliahan, monitoring proses pembelajaran yang


terkait kehadiran dosen juga dilakukan melalui Course Evaluation Survey (CES), yang
salah satu instrumennya mengenai kedisiplinan dosen:
1) Setiap akhir semester, mahasiswa melakukan penilaian terhadap dosen dengan
mengisi instrumen CES secara online
2) Hasil CES diolah dan dianalisis oleh Tim yang dibentuk universitas
3) Hasil analisis dilaporkan ke prodi masing-masing dosen yang dinilai untuk ditindak
lanjuti

Tampilan Jurnal Perkuliahan


Tampilan SIAKA

3. Materi kuliah
Monitoring materi perkuliahan dilakukan dengan menggunakan jurnal/monitoring
perkuliahan:
1) Program studi menyiapkan jurnal/monitoring perkuliahan
2) Setiap pertemuan perkuliahan, Ketua Tingkat mengambil jurnal/monitoring
perkuliahan di bagian operator program studi untuk diisi oleh dosen. Isiannya
meliputi: kehadiran mahasiswa, tanda tangan dosen, serta materi perkuliahan.
3) Setelah sesi kuliah berakhir, ketua tingkat menyetor kembali ke operator program studi
untuk diinput ke dalam sistem informasi akademik (SIAKA)
4) Rekapitulasi presensi perkuliahan dievaluasi setiap akhir semester untuk
melihat kesesuaian materi yang disajikan dengan RPS yang telah disusun.

5.3.1.b. Mekanisme Penyusunan Materi Perkuliahan

Penyusunan materi perkuliahan dilakukan secara berkelompok, berdasarkan kesamaan bidang


ilmu dan/atau kesamaan MK yang diampu. Penyusunan ini juga memperhatikan masukan dari
dosen lain dan pengguna lulusan. Mekanisme penyusunannya melalui beberapa tahap: 1)
dosen menyusun RPS (untuk MK yang belum memiliki RPS); 2) setiap dosen menyusun materi
berdasarkan RPS yang disepakati; 3) dosen sebidang melakukan rapat untuk membicarakan
materi atau bahan ajar; 4) hasil dari rumusan dosen sebidang dilaporan ke PS; 5) PS
melakukan pertemuan untuk membicarakan materi perkuliahan dengan mengundang dosen
lain dan pengguna lulusan untuk memberikan masukan

Bukti Kegiatan (foto dan hasil kegiatan)

5.3.2 Lampirkan contoh soal ujian dalam 1 tahun terakhir untuk 5 mata kuliah keahlian berikut
silabusnya.
Contoh soal

5.4 Sistem Pembimbingan Akademik

5.4.1 Tuliskan nama dosen pembimbing akademik dan jumlah mahasiswa yang dibimbingnya
dengan mengikuti format tabel berikut:

Jumlah
Rata-rata Banyaknya
No Nama Dosen Pembimbing Akademik Mahasiswa
Pertemuan/mhs/semester
Bimbingan
(1) (2) (3) (4)
1 Dr. Tasmin, M.Ag. 33 mahasiswa
2 Dr. H. Mahmuddin, M.Ag 3 mahasiswa
3 Dr. H.A. Darussalam, M.Ag. 25 mahasiswa
4 Dr. H. Muh. Abduh W, M.Th.I 33 mahasiswa
5 Andi Muhammad Ali Amiruddin, MA 35 mahasiswa
6 Drs. H. Muhammad Ali, M.Ag. 65 mahasiswa
7 Dra. Marhany Malik, M.Hum. 39 mahasiswa
8 Hj. Fadlina Arif Wangsa, Lc. M.Ag. 42 mahasiswa
9 Dr. H. Mukhlis Mukhtar, M.Ag 42 mahasiswa
10 Risna Mosiba, Lc., M.Th.I 34 mahasiswa
11 Sitti Syakirah Abu Nawas 37 mahasiswa
Total
(Sumber: SK Dekan Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik UIN Alauddin Makassar Nomor:
56 C/ FUF/ 2017 Tentang Penasehat Akademik Semester Ganjil/ Genap Tahun
Akademik 2017/ 2018 Pada Fakultas Ushuluddin, Filsafat dan Politik UIN Alauddin
Makaassar)

Dari tabel tersebut dapat disimpulkan bahwa rasio mahasiswa per dosen Pembimbing
Akademik (PA) = (Mahasiswa/Dosen PA) = Mahasiswa
388/11 = 35.27
Jumlah ini tentu belum ideal

5.4.2 Jelaskan proses pembimbingan akademik yang diterapkan pada Program Studi ini dalam
hal-hal berikut:

No Hal Penjelasan
(1) (2) (3)
Tujuan umum:
1 Tujuan pembimbingan*
Memelihara keseimbangan dan keselarasan dengan
komponen-komponen lain dalam rangka menunjang
proses belajar-mengajar mahasiswa.
Tujuan khusus:
1. Bagi Mahasiswa:
a. Mahasiswa dapat melaksanakan tugas-tugas
akademik dan administratif yang diperlukan
dalam proses registrasi akademik dan
administratif
b. Mahasiswa dapat mengikuti kegiatan
akademik seoptimal mungkin
c. Mahasiswa dapat menanggulangi masalah-
masalah yang dapat mengganggu atau
menghambat proses belajarnya
d. Mahasiswa dapat mengembangkan potensi
pribadinya ke arah terbentuknya pribadi
pendidik yang profesional dan bermoral
pancasila
2. Bagi Dosen Pembina Mata Kuliah:
Dosen dapat membantu/ mengupayakan
peningkatan kualitas materi perkuliahan, tidak
ada masalah-masalah belajar yang mungkin
berasal dari mahasiswa
3. Bagi Lembaga Pendidikan:
Selaku pengelola sistem, lembaga dapat
meningkatkan produktivitasnya secara
berdayaguna dan berhasil guna.
Pelaksanaan pembimbingan:
2 Pelaksanaan pembimbingan*
1. Pada setiap awal semester, setiap PA wajib
melaksanakan kepenasihatan dengan ketentuan:
a. Hadir pada hari, jam, dan tempat yang telah
dijadwalkan untuk pelaksanaan
kepenasihatan
b. Membimbing mahasiswa baru dalam
menyusun program studi menyeluruh dan
program studi semesternya, sebagaimana
yang telah ditetapkan oleh ketua jurusan
c. Membimbing mahasiswa lama dalam
menyusun program studi semesternya
d. Menetapkan tingkat keberhasilan belajar
mahasiswa atas dasar KHS semester
sebelumnya
e. Menetapkan jumlah sks beban studi semester
bersangkutan
f. Memberi persetujuan jumlah dan jenis mata
kuliah yang bersangkutan dengan
menandatangani KRS-nya
g. Merekam data kepenasihatan mahasiswa
bimbingannya dalam Format Kepenasihatan
Mahasiswa
h. Memberi pertimbangan, saran-saran, nasihat,
dan dorongan kepada mahasiswa dalam
rangka upaya mengatasi masalah-masalah
belajar yang dihadapi, dan dalam upaya
mengoptimalkan potensi yang dimiliki
mahasiswa
i. Melaporkan/ menyerahkan KRS-KRS yang
telah ditandatangani kepada jurusan

2. Selama masa perkuliahan berlangsung, PA


melakukan
a. Pelayanan konsultasi kepada mahasiswa
yang memerlukannya
b. Pengamatan terhadap mahasiswa yang
memerlukan bantuan dalam menyelesaikan
masalah yang dihadapi
c. Bila dianggap perlu, PA dapat memanggil
mahasiswa bimbingannya untuk suatu
keperluan yang dianggap penting

3. Pada akhir semester, PA melaksanakan tugas:


a. Mendata dan memetakan mahasiswa yang
berhasil menyelesaikan kuliahnya
b. Memberi layanan konsultasi kepada
mahasiswa bimbingannya yang memerlukan,
sehubungan dengan proses dan
kelangsungan perkuliahannya

1. Rencana program belajar secara menyeluruh


3 Masalah yang dibicarakan
2. Pelaksanaan kegiatan belajar
dalam pembimbingan*
3. Masalah belajar yang dihadapi mahasiswa
4. Pengembangan potensi diri yang dimiliki
mahasiswa
1. Kesulitan: penetuan waktu pembimbingan.
Kesulitan dalam pembimbingan
4 Solusi: membuat WA group untuk memudahkan
dan upaya untuk mengatasinya
komunikasi tanpa harus tatap muka
2. Kesulitan: mahasiswa tidak terbuka dalam
masalah yang dihadapi. Solusi: melakukan
pendekatan personal kepada mahasiswa yang
bersangkutan
Manfaat yang diperoleh mahasiswa:
5 Manfaat yang diperoleh
1. Proses registrasi akademik dan administratif
mahasiswa dari pembimbingan*
dapat dilaksanakan dengan baik
2. Kegiatan akademik dapat diikuti secara maksimal
3. Masalah yang dapat mengganggu dan
menghambat proses akademik dapat
diselesaikan
4. Potensi diri yang dimiliki dapat dikembangkan
secara optimal

(*Sumber: Pedoman Penasehat Akademik UIN Alauddin Makassar: Bidang Akademik Dan
Lembaga Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar Tahun 2017)

Pelaksanaan pembimbingan akademik mengacu pada Pedoman Penasehat Akademik yang


disusun oleh Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga Universitas Islam Negeri (UIN)
Alauddin Makassar Tahun 2017. Rata-rata pertemuan pembimbingan per mahasiswa per
semester = 3 kali, yaitu: awal semester, selama masa perkuliahan berlangsung, dan akhir
semester.

Bukti Pembimbingan
Gambar Buku Pedoman Penasehat Akademik

5.5 Pembimbingan Tugas Akhir / Skripsi

5.5.1 Jelaskan pelaksanaan pembimbingan Tugas Akhir atau Skripsi yang diterapkan pada PS
ini.

5.5.1.a Ketersediaan panduan pembimbingan tugas akhir (Beri tanda  pada pilihan yang
sesuai):
 Ya
 Tidak

Jika Ya, jelaskan cara sosialisasi dan pelaksanaannya.

Panduan pembimbingan tugas akhir mengacu pada Pedoman Edukasi UIN Alauddin
Makassar dan Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah UIN Alauddin.
Pedoman Edukasi UIN Alauddin Makassar menjelaskan tentang pembimbing skripsi, tugas
pembimbing skripsi, seminar proposal skripsi, ujian kualifikasi hasil skripsi, ujian skripsi
(munaqasyah), serta penguji skripsi.
Sedangkan Pedoman Penulisan Karya Tulis Ilmiah UIN Alauddin Makassar berisi
penjelasan tentang tata cara penulisan karya ilmiah selingkung UIN Alauddin Makassar.
Cara sosialisasi Panduan Pembimbingan Tugas Akhir:
1. Sosialisasi awal dilakukan ke pada program studi dengan membagikan buku
panduan terbaru ke setiap PS. Selanjutnya program studi mensosialisasikan
panduan tersebut melalui rapat PS.
2. Sosialisasi kepada mahasiswa dilakukan dengan membuat SOP terkait
mekanisme tugas akhir mahasiswa, mulai dari pengajuan judul sampai ujian
skripsi yang kemudian manual prosedurnya ditempel di papan pengumuman.
3. Sosialisasi lainnya juga dilakukan pada pertemuan antara Kaprodi dengan
mahasiswa baru saat acara Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK).
4. Selain itu dosen MK Metodologi Penelitian menjadikan panduan tersebut sebagai
bahan materi perkuliahan.
Konsistensi pelaksanaan panduan tersebut dapat dilihat dalam:
1. Proses Pembimbingan
2. Seminar proposal
3. Ujian kualifikasi hasil skripsi
4. Ujian Skripsi (Munaqasyah)

Bukti Sosialisasi
Gambar buku dan pelaksanaan sosialisasi
Bukti pembimbingan, catatan seminar TA, dan Ujian Munaqasyah

5.5.1.b Rata-rata banyaknya mahasiswa per dosen pembimbing tugas akhir (TA) 13.4
mahasiswa/dosen TA selama tiga tahun terakhir
 Tuliskan nama-nama dosen yang menjadi pembimbing tugas akhir atau skripsi, dan
jumlah mahasiswa yang bimbingan dengan mengikuti format tabel berikut:

No Nama Dosen Pembimbing Jumlah Mahasiswa


(1) (2) (3)
1 Prof.Dr. H. Arifuddin Ahmad, M.Ag 7 orang
2 Prof. Dr. Hj. Rosmaniah Hamid, M.Ag 4 orang
3 Prof. Dr. H.M. Galib M, MA 2 orang
4 Dr. Tasmin, M.Ag. 10 orang
5 Dr. H. A. Darussalam, M.Ag 10 orang
6 Dr. Hj. Rahmi Damis, M.Ag 6 orang
7 Dr. H. Mahmuddin, M.Ag. 7 orang
8 Dr. H. Muh. Shadiq Shabry, M.Ag 8 orang
9 Dr. H. Aan Parhani, Lc. M.Ag 6 orang
10 Dr. Muhsin Mahfudz, M.Th.I 5 orang
11 Dr. H. M. Abduh W, M.Th.I 10 orang
12 Andi Muhammad Ali Amiruddin, MA 10 orang
13 Dr. Hasyim Haddade, M.Ag 6 orang
14 Hj. Aisyah Arsyad, MA 2 orang
15 Drs. H. Muhammad Ali, M.Ag 9 orang
16 Dra. Marhany Malik, M. Hum 9 orang
17 Sitti Syakirah Abu Nawas, M.Th.I 3 orang
Sumber: Rekapitulasi Dosen Pembimbing Skripsi PS Ilmu Hadis FUF UIN Alauddin Makassar
2015 – 2017

Dari tahun 2015 -2017 tercatat 57 orang mahasiswa yang mengikuti proses pembimbingan TA.
Setiap mahasiswa dibimbing oleh dua dosen pembimbing.* Jadi untuk menghitung rerata
jumlah mahasiswa per dosen pembimbing adalah: (Mahasiswa TA/Dosen TA) x 2
(114:17) x 2 = 13.4. Jadi setiap tahun, setidaknya satu orang dosen membimbing 4 orang
mahasiswa.
*Sumber: Pedoman Edukasi UIN Alauddin Makassar

5.5.1.c Rata-rata jumlah pertemuan dosen-mahasiswa untuk menyelesaikan tugas akhir : 8 kali
mulai dari saat mengambil TA hingga menyelesaikan TA.*

Proses pembimbingan mahasiswa dimulai sejak keluarnya SK Pembimbing TA sampai


Ujian Munaqasyah.
Mengacu pada Buku Pedoman Edukasi, tugas Pembimbing TA:
1. Memeriksa draft dan naskah skripsi
2. Memberi petunjuk-petunjuk perbaikan mengenai materi, metode, bahasa, dan kemampuan
menguasai masalah
3. Memberikan catatan dan petunjuk terhadap skripsi yang dituliskan dalam buku konsultasi
karya ilmiah
4. Menghadiri seminar proposal, ujian kualifikasi hasil, dan sidang munaqasyah.

*Sumber: Rekap Lembar Konsultasi Mahasiswa


Contoh Lembar Konsultasi Mahasiswa

5. 5.1.d Kualifkasi Akademik dosen pembimbing


Dosen pembimbing tugas akhir, seluruhnya telah bergelar magister. Bahkan 12 orang dari 17
orang pembimbing TA selama 2015 – 2017 telah bergelar Doktor. Persyaratan untuk
pembimbing, sebagaimana tertuang dalam Buku Pedoman Edukasi, bagi yang magister telah
memiliki jabatan akademik Lektor dan asisten ahli bagi yang bergelar Doktor.

Grafik Kualifikasi Akademik Pembimbing TA*

29%
Doktor
Magister
71%

*Sumber: Rekapitulasi Dosen Pembimbing Skripsi PS Ilmu Hadis FUF UIN Alauddin Makassar
2015 – 2017

Dalam Pedoman Edukasi dijelaskan bahwa Pembimbing adalah:


1. Dosen tetap fakultas yang bersangkutan
2. Dosen tetap pada fakultas di lingkungan UIN Alauddin Makassar
3. Dosen tidak tetap
Atas dasar tersebut, pembimbing TA tidak otomatis dari PS Ilmu Hadis, 6 di antaranya adalah
dosen Ilmu al-Qur’an Tafsir (utamanya TA yang menggunakan pendekatan yang diadopsi dari
pendekatan Ilmu Tafsir), 1 dosen Aqidah dan Filsafat Islam (judul yang membutuhkan analisis
filosofis). 2 orang Dosen tetap PS yang bidang keahliannya bukan dalam Hadis/ Ilmu Hadis;
yaitu dosen Bahasa Inggris dan Dosen Sejarah Pemikiran Islam.
Selain itu, yang pertimbangan lain adalah efektivitas dalam proses pembimbingan, jumlah
mahasiswa dibandingkan jumlah dosen program studi, yang tidak memungkinkan dosen
pembimbing tugas akhir hanya dari program studi Ilmu Hadis

Grafik Dosen TA dan Bidang Keahlian

6%
6% 6%
Ilmu Hadis
IQT
47%
AFI
BI
35%
SP

5.5.2 Rata-rata lama penyelesaian tugas akhir/skripsi pada tiga tahun terakhir : 6 bulan.
(Menurut kurikulum tugas akhir direncanakan 1 semester).

5.6 Upaya Perbaikan Pembelajaran


Uraikan upaya perbaikan pembelajaran serta hasil yang telah dilakukan dan dicapai dalam
tiga tahun terakhir dan hasilnya.
Upaya Perbaikan
Butir
Tindakan Hasil
(1) (2) (3)
Materi 1. Membuat buku ajar 1. Materi
perkuliahan lebih
terarah dan
sesuai dengan
kurikulum
2. Menggunakan jurnal 2. Dosen dan
penelitian sebagai mahasiswa lebih
bahan untuk membuat update terhadap
materi ajar informasi
Metode Pembelajaran Dosen mengikuti PEKERTI Dosen dapat
merancang desain
pembelajaran
dengan lebih baik
termasuk metode
pembelajaran yang
digunakan
Penggunaan Teknologi Pembelajaran 1. Mempraktikkan e- 1. Memudahkan
learning dengan akses materi
menggunakan Google perkuliahan dan
Classroom sistem evaluasi
yang lebih
2. Mengimplementasikan terbuka.
metode Student 2. Mahasiswa dan
Teacher Integrated dosen sama-
Learning System sama aktif dalam
(STILes) pembelajaran
Cara-cara evaluasi Evaluasi dilaksanakan Mahasiswa lebih
disetiap awal dan akhir fokus dalam
setiap sesi kuliah mengikuti
perkuliahan, lebih
termotivasi untuk
menghadiri setiap
sesi kuliah dan
meningkatkan
semangat belajar

5.7 Upaya Peningkatan Suasana Akademik


Berikan gambaran yang jelas mengenai upaya dan kegiatan untuk menciptakan suasana
akademik yang kondusif di lingkungan PS, khususnya mengenai hal-hal berikut:

5.7.1 Kebijakan tentang suasana akademik (otonomi keilmuan, kebebasan


akademik, kebebasan mimbar akademik).

Kebijakan tentang suasana akademik diatur dalam Pedoman Edukasi Universitas Islam
Negeri Alauddin Makassar, berdasarkan SK Rektor UIN Alauddin Makassar Nomor: 200
Tahun 2016 Tanggal 31 Agustus 2016 Tentang Pedoman Edukasi Universitas Negeri
Alauddin Makassar yang memuat hal-hal yang terkait dukungan lembaga terhadap
peningkatan kualitas penyelenggaraan dan pelayanan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Di dalam pedoman tersebut, dirumuskan tentang Kebebasan Akademik, Kebebasan
Mimbar Akademik, dan Otonomi Keilmuan:
Kebebasan Akademik:
1. Kebebasan akademik merupakan kebebasan sivitas akademika dalam pendidikan tinggi
untuk mendalami dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi secara
bertanggungjawab
2. Kebebasan mimbar akademik merupakan wewenang professor dan/ atau dosen yang
memiliki otoritas dan wibawa ilmiah untuk menyatakan secara terbuka dan bertanggung
jawab mengenai suatu yang berkenaan dengan rumpun ilmu dan cabang ilmunya
3. Otonomi keilmuan merupakan otonomi sivitas akademika pada suatu cabang ilmu
pengetahuan dan/ atau teknologi dalam menemukan, mengembangkan,
mengungkapkan, dan/ atau mempertahankan kebenaran ilmiah menurut kaidah, metode
keilmuan dan budaya akademik.
4. Budaya akademik merupakan seluruh system nilai, gagasan, norma tindakan, dan karya
yang bersumber dari ilmu pengetahuan dan teknologi sesuai azas pendidikan tinggi

Kebebasan Mimbar Akademik:


1. Setiap anggota sivitas akademika dalam melaksanakan kebebasan mimbar akademik
hendaknya:
a. Berupaya agar kegiatan dan hasilnya dapat meningkatkan mutu akademik
perguruan tinggi yang bersangkutan;
b. Bertanggung jawab secara pribadi atas pelaksanaan dan hasilnya serta akibat pada
diri sendiri atau orang lain;
c. Melakukannya dengan cara tidak bertentangan dengan nilai agama, nilai etika, dan
kaidah akademik.
2. Kebebasan akademik dilaksanakan dalam upaya mendalami, menerapkan, dan
mengembangkan IPTEK melalui kegiatan tridharma perguruan tinggi secara berkualitas
dan bertanggung jawab;
3. Kebebasan mimbar akademik meruapakan kebebasan setiap sivitas akademika dalam
menyebarluaskan hasil penelitian dan menyampaikan pandangan akademik melalui
kegiatan perkuliahan, ujian, sidang, seminar, diskusi, symposium, ceramah, publikasi
ilmiah, dan pertemuan ilmiah lainnya yang sesuai dengan kaidah keilmuan.
4. Pelaksanaan kebebasan mimbar akademik adalah:
a. Tenggung jawab setiap anggota sivitas akademika yang terlibat
b. Menjadi tanggung jawab perguruan tinggi atau unit organisasi di dalam perguruan
tinggi apabila perguruan tinggi apabila perguruan tinggi atau unit organisasi tersebut
secara resmi terlibat dalam pelaksanaannya
5. Kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik dimanfaatkan oleh perguruan
tinggi untuk:
a. Melindungi dan mempertahankan hak kekayaan intelektual;
b. Melindungi dan mempertahankan kekayaan dan keragaman alami, hayati, sosial dan
budaya bangsa dan negara Indonesia;
c. Menambah dan/ atau meningkatkan mutu kekayaan mutu intelektual bangsa dan
Negara Indonesia
d. Memperkuat daya saing bangsa dan Negara Indonesia
6. Kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik dilaksanaksanakan sesuai
otonomi perguruan tinggi

Otonomi Keilmuan:
1. Pimpinan perguruan tinggi wajib mengupayakan dan menjamin agar setiap anggota
sivitas akademika melaksanakan otonomi keilmuan secara bertanggung jawab dilandasi,
etika, dan kaidah keilmuan.
2. Otonomi keilmuan merupakan kemandirian dan kebebasan sivitas akademika dalam
suatu cabang ilmu pengetahuan dan teknologi yang melekat pada kekhususan/
keunikan cabang ilmu pengetahuan dan teknologi yang bersangkutan untuk
menemukan, mengembangkan, mengungkapkan, dan/ atau mempertahankan
kebenaran menurut kaidah keilmuannya untuk menjamin keberlanjutan perkembangan
Iptek
Konsistensi pelaksanaannya dapat dilihat dalam berbagai kegiatan Tridharma PT. Dalam
proses Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan ilmu, serta Pengabdian
Kepada Masyarakat senantiasa memperhatikan prinsip otonomi keilmuan, kebebasan
akademik, serta menjadikan mahasiswa sebagai mitra dalam pelaksanaannya.
Kebebasan akademik dan kebebasan mimbar akademik:

a. Memberikan ruang kepada dosen program studi Ilmu Hadis untuk melakukan penelitian
Daftar Penelitian Dosen Prodi Selama 2015 – 2017

b. Dosen program studi Ilmu Hadis melakukan presentasi dan publikasi ilmiah berskala
nasional maupun internasional
Daftar Presentasi dan publikasi ilmiah dosen Selama 2015 – 2017

c. Mahasiswa menghasilkan karya tulis berupa buku, jurnal, dll.


Daftar karya tulis mahasisa Selama 2015 – 2017

a. Mahasiswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan akademik


Daftar Prestasi akademik mahasiswa Selama 2015 – 2017

d. Memberikan kesempatan kepada dosen dan atau mahasiswa melakukan pengabdian


kepada masyarakat sesuai dengan kompetensi keilmuannya
Daftar Pengabdian Selama 2015 – 2017

Otonomi Keilmuan:
b. Pelaksanaan seminar regional, nasional maupun internasional
Daftar Presentasi dan publikasi ilmiah dosen Selama 2015 – 2017

c.
(BUKTI)

(Sumber: Pedoman Edukasi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar Berlaku Tanggal 1
September 2016 Sesuai SK Rektor UIN Aalauddin Nomor 200 Tahun 2016)

5.7.2 Ketersediaan dan jenis prasarana, sarana dan dana yang memungkinkan
terciptanya interaksi akademik antara sivitas akademika.

Sarana dan prasarana yang mendukung terciptanya suasana akademik yang kondusif:
1. Ruang kuliah
Ruang kuliah yang digunakan Ilmu Hadis, diatur oleh fakultas berdasarkan jadwal
perkuliahan. Ruang kuliah yang digunakan dilengkapi pendingin ruangan, baik kipas Commented [SA1]: Bukti Jadwal perkuliahan
angin maupun AC.

2. Ruang dosen terpadu


Penggunaan ruang dosen terpadu dikhususkan untuk dosen biasa (DS) atau dosen
tanpa Tugas Tambahan. Penggunaannya dikoordinir oleh Sub Bagian Umum. Ruang
dosen terpadu dilengkapi fasilitas pendingin ruangan, wifi, dan ruang pertemuan.

3. Perpustakaan
Mahasiswa dan Dosen Ilmu Hadis memanfaatkan fasilitas perpustakaan dengan
menjadi anggota perpustakaan, baik perpustakaan universitas maupun
perpustakaan fakultas. Perpustakaan universitas dan fakultas dilengkapi literature-
literatur hadis/ Ilmu Hadis klasik maupun kontemporer. Commented [SA2]: Contoh kartu perpustakaan dan literatur
hadis Ilmu hadis

4. Ruang Lecture Theatre


Penggunaan Ruang Lecture Theatre (LT) digunakan dibawah koordinasi sub bagian
umum. Commented [SA3]: Lengkapi SOP
5. Gedung Ma’had Aly (MA)
Gedung MA digunakan sebagai asrama mahasiswa program khusus Ilmu Hadis dan
Ilmu al-Qur’an dan Tafsir. Selain itu juga lima ruangan di gedung ini digunakan untuk
ruang belajar Ilmu Hadis dan Ilmu al-Qur’an dan Tafsir

6. Sarana olahraga
Digunakan

7. Mushallah
Mushallah fakultas digunakan bersama semua jurusan untuk shalat berjamaah dan
kajian keagamaan.

8. Ruang Multimedia
Ruang multimedia digunakan untuk praktikum Takhrij al-Hadis.

9. Ruang Munaqasyah
Digunakan untuk seminar kualifikasi hasil, dan munaqasyah.

10. LCD 19 unit

5.7.3 Program dan kegiatan di dalam dan di luar proses pembelajaran, yang
dilaksanakan baik di dalam maupun di luar kelas, untuk menciptakan
suasana akademik yang kondusif (misalnya seminar, simposium, lokakarya,
bedah buku, penelitian bersama, pengenalan kehidupan kampus, dan temu
dosen-mahasiswa-alumni).

Program/ kegiatan akademik yang mendukung terciptanya suasana akademik yang kondusif:
1. Kegiatan Kajian Jum’at yang dilaksanakan secara berkala, Jum’at pertama setiap Commented [SA4]: Lengkapi jadwal
bulan. Kajian ini melibatkan seluruh dosen PS dan mahasiswa. (jadwal, daftar hadir,
gambar)
2. Pelatihan Aplikasi Hadis yang dilaksanakan setiap bulan sekali. Melibatkan dosen Commented [SA5]: Foto kegiatan
yang menguasai aplikasi hadis dan mahasiswa
3. Kajian Turats (Kajian Kitab Kuning), dilaksanakan sekali dalam dua minggu, setelah Commented [SA6]: Jadwal dan foto kegiatan
shalat magrib, di Mesjid Kampus UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini dikhususkan
untuk mahasiswa Ma’had Ali (Ilmu al-Qur’an dan Tafsir khusus dan Ilmu Hadis
Khusus)
4. Seminar yang mendatangkan pakar hadis/ Ilmu Hadis serta dari bidang ilmu Commented [SA7]: Data seminar yang dilaksanakn 2015 -
2017
pendukung
5. Kultum setelah shalat berjamaah dzuhur Commented [SA8]: jadwal
6. Shalat berjamaah dzuhur dan ashar di mushallah fakultas Commented [SA9]: absen

(Bukti)
5.7.4 Interaksi akademik antara dosen-mahasiswa, antar mahasiswa, serta antar
dosen.

Bentuk kegiatan interaksi akademik antara dosen dan mahasiswa:


1. Perkuliahan
2. Kajian rutin yang dilaksanakan oleh PS
3. Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa
4. Bimbingan akademik
5. Bimbingan Tugas Akhir
6. Seminar
7. Bedah buku
8. Shalat berjamaah

Bentuk kegiatan interaksi akademik antara dosen dengan dosen


1. Pembahasan materi kuliah
2. Penelitian kolaboratif antar dosen
3. Pengabdian kolaboratif antar dosen
4. Kajian rutin
5. Seminar
6. Bedah buku
7. Shalat berjamaah

Bentuk kegiatan interaksi mahasiswa dengan mahasiswa:


1. Kajian rutin HMJ
2. Tugas kelompok
3. Organisasi kemahasiswaan
4. Kegiatan kemahasiswaan
5. Seminar
6. Bedah buku
7. Shalat berjamaah

(Bukti)

5.7.5 Pengembangan perilaku kecendekiawanan.

Bentuk kegiatan terkait pengembangan perilaku kecendikiawanan antara lain:


1. Kegiatan penanggulangan kemiskinan
Kegiatan Santunan dan bakti sosial di beberapa panti asuhan
(bukti kegiatan)

2. Pelestarian lingkungan
Di akhir sesi Mata Kuliah Hadis Kesehatan dan Lingkungan, mahasiswa ditugaskan
untuk membawa bibit tanaman untuk ditanam bersama di sekitar kampus.
Kegiatan Jum’at Bersih
(foto kegiatan)
(SK/ edaran Dekan Tentang Jum’at Bersih)

3. Peningkatan kesejahteraan masyarakat


Terlibat dalam kegiatan Supporting Islamic Leadership (SILE) in Indonesia dan
KOMPAK
(link: SILE dan KOMPAK)

4. Kegiatan penanggulangan masalah disintegrasi bangsa


Terlibat dalam kegiatan yang dilaksanakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama
(FKUB)
(foto)

5. Kegiatan penanggulangan masalah sosial


Keterlibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan berbagai organisasi sosial
kemasyarakatan; diantaranya: BKPRMI, Aisyiah, NU, IMMIM
(foto)