Anda di halaman 1dari 25

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

IKATAN KIMIA-1

Satuan Pendidikan : SMA PLUS SHAFIYYATUL AMALIYYAH

Mata Pelajaran : KIMIA


: X IPA / 1 (Ganjil)
Kelas / Semester
:Struktur lewis, ikatan ion, ikatan kovalen,dan ikatan kovalen
Materi Pokok koordinasi
Alokasi Waktu : 6 x 45 menit (3 x pertemuan)

A. KOMPETENSI INTI

1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

2. Menghayati, mengamalkan perilaku jujur, disiplin,tanggung jawab, peduli (gotong


royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan proaktif dan menunjukkan
sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

3. Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural


berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya,dan
humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban
terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada
bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan
masalah.

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri,dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.
B. KOMPETENSI DASAR (KD) DAN INDIKATOR
1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud kebesaran Tuhan
YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi sebagai hasil pemikiran kreatif
manusia yang kebenarannya bersifat tentatif.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur, objektif, terbuka,
mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti, bertanggung jawab, kritis, kreatif,
inovatif, demokratis, komunikatif) dalam merancang dan melakukan percobaan serta
berdiskusi yang diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
3.5 Membandingkan proses pembentukan ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan kovalen
koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom, ion, molekul) materi
dan hubungannya dengan sifat fisik materi.
Indikator :
3.5.1 Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.
3.5.2 Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan unsur
bukan gas mulia.
3.5.3 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion
3.5.4 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dan rangkap
tiga.
3.5.5 Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi.
4.1 Mengolah dan menganalisis perbandingan proses pembentukan ikatan ion, ikatan
kovalen, ikatan kovalen koordinasi, dan ikatan logam serta interaksi antar partikel (atom,
ion, molekul) materi dan hubungannya dengan sifat fisik materi.
Indikator :
4.1.1 Menganalisis konfigurasi elektron dan struktur lewis dalam proses pembentukan
ikatan kimia.
4.1.2 Menyajikan hasil analisis perbandingan pembentukan ikatan

C. TUJUAN PEMBELAJARAN
Setelah mengikuti pelajaran diharapkan siswa dapat :

· Menjelaskan kecenderungan suatu unsur untuk mencapai kestabilannya.

· Menggambarkan lambang Lewis unsur gas mulia (duplet dan oktet) dan unsur bukan
gas mulia.
· Menjelaskan proses terbentuknya ikatan ion.

· Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen tunggal, rangkap dan rangkap tiga.

· Menjelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi.

D. MATERI AJAR
· Kestabilan atom
· Ikatan ion
· Struktur lewis
· Ikatan kovalen (tunggal, rangkap dan rangkap tiga)
· Ikatan kovalen koordinasi

E. PENDEKATAN STRATEGI DAN METODE PEMBELAJARAN


Pendekatan: Saintifik
Strategi : Diskusi kelompok
Metode : Diskusi informasi, tanya jawab dan penugasan

F. SUMBER BELAJAR
a. Media : Alat tulis, white board, komputer (internet), LCD (projector)
b. Sumber : -Sudarmo, Unggul, 2013, KIMIA UNTUK SMA/MA KELAS X,
Jakarta, Erlangga.
-Sutresna, Nana, 2007, Kimia Untuk SMA Kelas X,
Bandung, Grafindo

G. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pertemuan pertama: (2 jam pelajaran)

· Kestabilan atom

· Ikatan ion

Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
Pendahulua Fase Orientasi : 10 menit
n · Memberikan salam pembuka
· Mempersilahkan salah satu siswa memimpin doa
· Memeriksa kehadiran siswa
· Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan untuk
belajar
· Menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.

· Apersepsi: Pada pelajaran sebelumnya kamu sudah


mengetahui bahwa atom-atom dapat bergabung membentuk
molekul atau ion. Bagaimanakah hal itu terjadi? Mengapa
rumus kimia air adalah H2O? (satu atom O mengiat 2 atom H,
dan rumus kimia garam garam adalah NaCl (satu atom Na
bergabung dengan 1 atom Cl)?
· Motivasi: Setelah mempelajari Bab ini, kamu akan
memahami mengapa dan bagaimana atom-atom membentuk
ikatan. Selain itu kamu juga akan memahami berbagai
macam sifat zat, misalnya, mengapa partikel air berupa
molekul sedangkan partikel garam berupa ion.
· Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran
Inti Fase Eksplorasi-Imajinasi :
70 menit
· Meminta siswa untuk memperhatikan tabel system periodik
unsur
· Mengenalkan unsur-unsur golongan VIII A yaitu gas mulia
yang merupakan gas yang stabil.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi waktu
· Menjelaskan kestabilan atom ditinjau dari konfigurasi
elektron dari gas mulia dengan 2 aturan yaitu duplet dan
oktet.
· Menjelaskan beberapa unsur yang mencapai kestabilan
dengan melepas elektron atau mengikat elektron.
· Menunjuk beberapa siswa mengerjakan beberapa unsur
dengan mengkonfigurasikan elektron untuk mencapai
kestabilan.
· Menjelaskan definisi ikatan ionik.
· Bersama siswa mengembangkan definisi ikatan ionik.
· Menjelaskan mekanisme pembentukan senyawa ionik
(meramalkan suatu senyawa ionik) yaitu NaCl dan CaCl2
· Menunjuk beberapa siswa untuk mengerjakan beberapa soal
untuk meramalkan beberapa senyawa ionik.
· Menanyakan kepada siswa apakah ada materi yang kurang
dimengerti, jika ada guru akan menjelaskan lagi materi yang
kurang dimengerti, jika tidak ada, maka kegiatan dilanjutkan.
· Menjelaskan beberapa sifat sinyawa ionik.
Fase internalisasi:
· Memberi latihan individu kepada siswa untuk
menginterkoneksikan materi kesetabilan atom dan
pembentukan senyawa ionik.(ada 3 pertanyaan dalam waktu
sekitar 15 menit).
Penutup Fase Evaluasi: 10 menit
· Guru melakukan reviu terhadap hasil kerja siswa dan
melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan
perasaan dan pendapatnya.
· Klarifikasi/ kesimpulan siswa dibantu oleh guru
Alokasi
Kegiatan Deskripsi waktu
menyimpulkan materi kesetabilan atom dan ikatan ionik.
· Memberi tugas rumah tentang kesetabilan atom dan ikatan
ionik untuk pertemuan berikutnya
· Mengucapkan salam

Pertemuan kedua: (2 jam pelajaran)

· Struktur lewis

· Ikatan kovalen (tunggal, rangkap dan rangkap tiga)

Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
Pendahulua Fase Orientasi : 10 menit
n · Memberikan salam pembuka
· Mempersilahkan salah satu siswa memimpin doa
· Memeriksa kehadiran siswa
· Memeriksa sepintas PR (apakah PR dikerjakan atau tidak jika
tidak guru mencatat nama siswa yang tidak mengerjakan)
· Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan untuk
belajar
· Menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.

· Apersepsi: Guru menanyakan tentang konfigurasi elektron,


elektron valensi dan kestabilan atom.
· Motivasi: Setelah mempelajari Bab ini, kamu akan
memahami mengapa dan bagaimana atom-atom membentuk
ikatan kimia.
· Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran
Inti Fase Eksplorasi-Imajinasi :
70 menit
· Meminta siswa untuk duduk dikelompoknya masing-masing.
Alokasi
Kegiatan Deskripsi waktu
· Menugaskan masing-masing perwakilan satu kelompok satu
orang untuk mengerjakan konfigurasi beberapa unsur sesuai
dengan kestabilannya melepas elektron atau mengikat
elektron.
· Bersama siswa mengoreksi pekerjaan dari setiap perwakilan
kelompok dan mengingatkan kembali mengenai elektron
valensi.
· Mengenalkan konsep lambang lewis dan menggambarkan
lambang lewis dari beberapa unsur yaitu Oksigen, Nitrogen,
Phospor dan lain sebagainya.
· Meminta beberapa siswa lainnya dari perwakilan kelompok
untuk menggambar beberapa lambang lewis.
· Menjelaskan struktur lewis dan menggambarkan contoh
penerapan lewis pada senyawa ionik.
· Menjelaskan definisi utama ikatan kovalen.
· Mengembangkan definisi ikatan kovalen berdasarkan
karakter atom-atom pembentuknya sebanyak 2 definisi.
· Menjelaskan hubungan penerapan struktur lewis dalam ikatan
kovalen.
· Menggambarkan struktur lewis senyawa kovalen yang baik
dan benar sesuai aturan lewis dengan contoh senyawa H2S
dan SO2.
· Memperhatikan pada slide mengenai mekanisme penulisan
struktur lewis yang benar.
· Menanyakan kepada siswa apakah sudah memahami definisi
dan struktur lewis dari ikatan kovalen.
· Melanjutkan topic yaitu menjelaskan pengklasifikasian ikatan
kovalen berdasarkan 3 faktor yaitu jumlah pasangan elektron
Alokasi

Kegiatan Deskripsi ikat yang dipakai bersama, asal pasangan elektron ikat waktu
yang dipakai bersama dan keelektronegatifan unsur-unsur
pembentuk ikatan kovalen.
· Menjelaskan proses pembentukan ikatan kovelen tunggal
dengan memberikan contoh ikatan kovalen pada senyawa
H2O
· Menugaskan beberapa siswa menggambarkan proses
pembentukan ikatan kovalen tunggal dari senyawa H2, F2,
NH3
· Menjelaskan proses pembentukan ikatan kovalen rangkap dua
dengan memberikan contoh ikatan kovalen rangkap dua pada
senyawa CO2
· Menugaskan beberapa siswa menggambarkan proses
pembentukan ikatan kovalen rangkap dua pada senyawa O2,
dan NO2
· Menjelaskan proses pembentukan ikatan kovalen rangkap
tiga dengan memberikan contoh ikatan kovalen rangkap tiga
pada senyawa N2, C2H2
· Menugaskan beberapa siswa menggambarkan proses
pembentukan ikatan kovalen rangkap dua pada senyawa HCN
Fase internalisasi:
· Memberi latihan individu kepada siswa untuk
menginterkoneksikan materi struktur lewis dan ikatan
kovalen.(ada 3 pertanyaan dalam waktu sekitar 15 menit).

Penutup Fase Evaluasi: 10 menit


· Guru melakukan reviu terhadap hasil kerja siswa dan

melakukan refleksi dengan meminta siswa mengungkapkan


Alokasi
Kegiatan Deskripsi waktu
perasaan dan pendapatnya.
· Klarifikasi/ kesimpulan siswa dibantu oleh guru
menyimpulkan materi struktur lewis dan ikatan kovalen.
· Memberi tugas rumah tentang untuk pertemuan berikutnya
· Mengucapkan salam

Pertemuan ketiga: (2 jam pelajaran)

· Ikatan kovalen koordinasi.

· Pengecualian dan kegagalan aturan oktet


Alokasi
Kegiatan Deskripsi
waktu
Pendahulua Fase Orientasi : 10 menit
n · Memberikan salam pembuka
· Mempersilahkan salah satu siswa memimpin doa
· Memeriksa kehadiran siswa
· Memeriksa sepintas PR (apakah PR dikerjakan atau tidak jika
tidak guru mencatat nama siswa yang tidak mengerjakan)
· Menanyakan kepada siswa kesiapan dan kenyamanan untuk
belajar
· Menyiapkan media dan alat serta buku yang diperlukan.

· Apersepsi: Guru menanyakan tentang pembentukan ikatan


kovalen.
· Motivasi: Setelah mempelajari Bab ini, kamu akan
memahami mengapa dan bagaimana atom-atom membentuk
ikatan kimia.
· Guru menyampaikan garis besar tujuan pembelajaran
Inti Fase Eksplorasi-Imajinasi :
70 menit
Alokasi
Kegiatan Deskripsi waktu
· Menjelaskan pembentukkan ikatan kovalen koordinasi.

· Menjelaskan contoh senyawa kovalen koordinasi yaitu NH4+


beserta struktur lewisnya.
· Memberikan contoh senyawa kovalen koordinasi yaitu SO3
dan menugaskan pada beberapa siswa untuk menunjukkan
mana yang mengalami ikatan kovalen koordinasi.
· Menanyakan kepada siswa apakah ada materi yang kurang
dimengerti, jika ada guru akan menjelaskan lagi materi yang
kurang dimengerti, jika tidak ada maka guru melanjutkan
topik.
· Menjelaskan pengecualian dan kegagalan oktet.
· Siswa diminta untuk memperhatikan gambar dari struktur
lewis senywa yang mengalami kegagalan akturan oktet yaitu
senyawa PCl5, SF6, dan ClF3.
Fase internalisasi:
· Memberi latihan individu kepada siswa untuk
menginterkoneksikan materi ikatan kovalen koordinasi.
Penutup Fase Evaluasi: 10 menit
· Guru melakukan reviu terhadap hasil kerja siswa dan
melakukan refleksi dengan meminta siswa
mengungkapkan perasaan dan pendapatnya.
· Klarifikasi/ kesimpulan siswa dibantu oleh guru
menyimpulkan materi ikatan kovalen koordinasi dan
kegagalan aturan oktet.
· Memberi tugas rumah untuk pertemuan berikutnya
· Mengucapkan salam

H. PENILAIAN HASIL BELAJAR


Tes :
· Tertulis uraian 5 soal dan pilihan berganda 5 soal (terlampir)
Non-Tes :
· Lembar pengamatan kegiatan diskusi (terlampir)
· Angket sikap siswa (terlampir)

Medan, Oktober 2013


Mengetahui,
Kepala Sekolah Guru mapel Kimia

(Rudi Sumarto, S.Si) (Tri Suci Handayani , S. Pd )


Kestabilan Unsur
Kecenderungan suatu unsur membentuk senyawa senyawa penyebabnya
masing-masing unsur ingin seperti seperti unsur gas mulia (golongan VIIIA).
Keistimewaan dari unsur-unsur gas mulia adalah mempunyai konfigurasi elektron
pada kulit terluar (elektron valensi) yang stabil (masing-masing elektron valensinya
sudah berpasangan). Contoh:
2He : 2
10 Ne : 2 8
18 Ar : 2 8 8
Dari konfigurasi elektron gas mulia di atas dapat dilihat bahwa keisrimewaan
unsure gas mulia adalah mempunyai 8 elektron valensi (oktet), kecuali He
mempunyai 2 elektron valensi (duplet).
Menurut Lewis dan Kossel, jika unsur-unsur membentuk senyawa
(membentuk ikatan kimia), unsur itu mengalami perubahan konfigurasi elektron
sehingga sama seperti gas mulia yang stabil. Dapat disimpulkan dari Albrect Kossel
dan Lewis mengenai kestabilan unsur yaitu:
1) Untuk mencapai keadaan stabil atom-atom cenderung menjadikan elektron
valensinya seperti gas mulia, yakni berjumlah 8 (Oktet) atau 2 (Duplet).
2) Untuk dapat menjadikan jumlah elektron valensinya 8 atau 2 maka atom-atom
melakukan serah terima elektron atau menggunakan bersama pasangan elektron.

Untuk membentuk konfigurasi seperti gas mulia dapat dilakukan dengan cara:
1. Membentuk Ion
Dalam membentuk ion, suatu atom akan melepas atau mengikat elektron. Atom-
atom yang mempunyai energi ionisasi rendah, misalnya unsur-unsur golongan IA
dan IIA dalam SPU akan mempunyai kecenderungan melepaskan elektronnya,
sedangkan atom-atom yang mempunyai affinitas elektron yang besar, misalnya
unsur-unsur golongan VIA dan VIIA dalam SPU akan cenderung mengikat
elektron.
2. Menggunakan Pasangan Elektron Bersama
Atom-atom yang mempunyai energi ionisasi tinggi akan sukar melepaskan
elektronnya, sehingga dalam mencapai kestabilan akan sukar membentuk ion
positif. Demikian pula atom-atom yang mempunyai affinitas elektron yang
rendah, dalam mencapai kestabilan tidak membentuk ion negatif. Akan tetapi
atom-atom dengan dua kondisi ini cenderung membentuk pasangan elektron yang
dipakai bersama. Pasangan elektron yang dibentuk oleh atom-atom yang
berikatan dapat berasal dari kedua atom yang bergabung atau dapat pula berasal
dari salah satu atom yang bergabung.
Ikatan Ion
Ikatan ion merupakan ikatan yang terjadi antara ion positif dan ion negatif
Contoh : ikatan yang terjadi antara Na (unsur golongan IA) dengan Cl (unsur golongan VII
A) membentuk senyawa NaCl.

11 Na Na+ + 1e
(2,8,1) (2,8)
17Cl + 1e Cl-
(2,8,7) (2,8,8) +
Na+ + Cl- NaCl

Ikatan Kovalen
Ikatan Kovalen adalah ikatan antar atom berdasarkan penggunaan elektron bersama.
Umumnya terjadi antara atom-atom non logam dan non logam.
Ikatan kovalen dapat pula terbentuk oleh penggunaan bersama lebih dari satu pasang
elektron, sehingga ada ikatan kovalen tunggal, ikatan kovalen rangkap dua dan ikatan
kovalen rangkap tiga.
Contoh ikatan kovalen tunggal : pembentukan HBr
** **
H● + * Br ** H ●* Br ** atau H – Br
** **
Contoh ikatan kovalen rangkap dua : pembentukan molekul O2
●● ●● ●● ●●
●● O + ●● O O :: O atau O=O
●● ●● ●● ●●

Contoh ikatan kovalen rangkap tiga : pembentukan molekul N2


● ●
●● N● + ● N ●● N ≡N atau N ≡N
● ●

Ikatan Kovalen Polar dan Kovalen Non Polar


Senyawa kovalen polar contohnya : H2O, HCl, HBr, HF
Senyawa kovalen non polar contohnya : Cl2, N2, O2, H2
Pada molekul polar elektron-elektron terkumpul di salah satu unsur pembentuknya.
Pada molekul non polar elektron-elektron tersebar merata sehingga molekul itu tidak
bermuatan.
Kepolaran suatu molekul dapat diketahui dari momen dipolnya. Momen dipol adalah hasil
kali muatan dan jarak antara kedua muatan tersebut yang dirumuskan sebagai berikut :

µ =q.d

µ = momen dipol dalam satuan D (Debye)


q = muatan dalam satuan s.e.s (satuan elektrostatis)

d = jarak dalam satuan A0 (Angstrom)

Ikatan Kovalen Koordinat (Ikatan Dativ)


Ikatan kovalen koordinat (ikatan dativ) adalah ikatan yang terbentuk dari penggunaan
bersama pasangan elektron bebas yang berasal dari salah satu atom yang berikatan. Contoh :

ion H3O+ dan NH4+


Mari Diskusi

Berapa elektron yang dapat dilepaskan atau diterima unsur-unsur


berikut untuk mencapai kestabilan? 8O, 13Al
Gambarkan rumus lewis dari unsur-unsur dibawah ini :
a. 9F b. 15P
Dengan mengacu pada aturan oktet ,ramalkan rumus kimia senyawa
yang dibentuk oleh pasangan unsur berikut dan tentukan ikatan yang
terbentuk:?
I. Na dengan O
II. p dengan Cl
(Ar Na =11 O= 16 P = 15 Cl = 17)
Jelaskan proses terbentuknya ikatan kovalen koordinasi dalam ion NH4+

Jelaskan dengan kata-kata sendiri bagaimana proses


terbentuknya ikatan ion!
A. Evaluasi hasil
Tes penguasaan konsep
Soal Uraian
NO BUTIR SOAL BOBO SKO KUNCI JAWABAN
SOAL T R
1 Berapa elektron yang Mudah 5 K L M elektron
dapat dilepaskan atau valensi :
diterima unsur-unsur 8O=2 6 6
berikut untuk mencapai maka menerima 2 elektron
kestabilan? 8O, 13Al untuk stabil
13 Al =2 8 3 3
maka melepaskan 3 elektron
2 Gambarkan rumus Mudah 5 untuk stabil
lewis dari unsur-unsur Rumus lewis dari:
dibawah ini : a. 9F : 2.7 °°
a. 9F b. 15P ° F °°
°°
3. Sukar 15 b. 15P : 2.8.5 °°

°° P °
Dengan mengacu pada
Proses pembentukan
aturan oktet ,ramalkan
rumus kimia senyawa ikatannya;
yang dibentuk oleh I Na dengan O
pasangan unsur berikut Konfigurasi elektron sebagai
dan tentukan ikatan berikut : K L M
yang terbentuk:? 11 Na 2 8 1 melepaskan
I Na dengan O 1 elektron
II p dengan Cl 16 O 2 8 6 Menerima
(Ar Na =11 O= 16 P = 2 elektron
15 Cl = 17) sehingga ikatannya menjadi:
Na ® Na + + e (x 2)

O + 2e ® O 2- (x 1)
Untuk menyamakan jumlah
elektron atom oksigen harus
dikalikan dua.jadi rumus kimia
senyawa adalah : Na2O
Jenis ikatan yang terbentuk
adalah ikatan ion

II p dengan Cl
Konfigurasi elektron sebagai
berikut : K L M
15 P 2 8 5 menerima
3 elektron
17 Cl 2 8 7 Menerima 1
elektron
atom Cl memasangkan 1
elektron, sedangkan atom P
memasangkan 3 elektron
untuk menyamakan jumlah
elektron ,atom Cl harus
dikalikan 1 sehingga rumus
4. Sukar 15 molekul senyawa adalah PCl3
jenis ikatan yang terbentuk
Jelaskan proses adalah ikatan kovalen
terbentuknya ikatan
kovalen koordinasi
dalam ion NH4+ NH4 +
terbentuk dari reaksi
antara NH3 dengan ion
H+.Atom N dalam NH3
mempunyai sepasang elektron
bebas sementara ion H+ sudah
Jelaskan dengan kata- tidak mempunyai elektron.
Elektron bebas dari atom N
kata sendiri bagaimana
kemudian digunakan bersama
proses terbentuknya
ikatan ion! dengan ion H+

H H
5. Sedang 10 H N + H+ ® [H N H

]+
H
Atau H
[ H ¾ N ® H ]+

H
Pembentukan ikatan ion

melalui proses pembentukan


ion positif dan ion negative
antara atom-atom yang
berikatan karena terjadinya
serah terima elektron dimana
atom logam atau ion yang
bermuatan posifitif cenderung
memliki energy ionisasi yang
kecil dibanding atom non
logam atau ion negative
cenderung memiliki energy
ionisasi besar.

Soal pilihan berganda


Kunci Skor
Tingkat
Soal Jawaba
Kognitif
n
1) Tabel susunan elektron unsur-unsur dalam 10
satu periode adalah sebagai berikut:

C2 C
Unsur Konfigurasi Elektron
P 281
Q 282
R 2 8 18 8 1
S 2882
T 2883

Unsur-unsur yang paling mudah melepas


elektron adalah…
A. P D. S
B. Q E. T
C. R 10
2) Unsur K dengan nomor atom 19 akan stabil
dengan kecenderungan...
C3 A
A. Melepaskan sebuah
elektron dan membentuk ion K+
B. Mengikat sebuah
+
elektron dan membentuk ion K
C. Melepaskan sebuah
-
elektron dan membentuk ion K
D. Mengikat sebuah
-
elektron dan membentuk ion K
E. Membentuk pasangan
elektron bersama
10

3) Tuliskan susunan electron valensi dari unsur


Kr yang memiliki nomor atom 36! C1 B
A. 2 8 8 88 2
B. 2 8 18 8
C. 2 8 18 6 2
D. 2 8 8 18

E. 2 8 6 18 2

10
4) Suatu unsur mempunyai konfigurasi elektron
Penilaian =

Rubrik kegiatan Diskusi


AspekPengam atan
N Nama Meng- Mengharga Jumla Nila
Kerja komunika Tolera Keakti h Ket.
i pendapat
o. Siswa sama sikan pen- nsi fan Skor i
teman
dapat

Angket Sikap

ANGKET SIKAP SISWA DALAM BELAJAR DAN MENYELESAIKAN TUGAS

INISIAL NAMA :

KELAS :
PETUNJUK:

Mohon dijawab sesuai dengan situasi yang sebenarnya, dengan memberi tanda (√)
pada kolom jawaban yang telah tersedia.

Keterangan:

PS=Paling Setuju, S=Setuju, KS=Kurang Setuju, dan TS=Tidak Setuju,STS: Sangat Tidak
Stuju

Pernyataan PS S KS TS
Saya harus membaca suatu bagian bahan

STS

pelajaran berulang kali untuk mengerti isinya Saya


mengerjakan tugas pribadi dari guru secara
jujur hasil buah pikiran saya
Saya lebih banyak mencatat dari pada
mendengarkan waktu guru menerangkan
Saya mengalami kesukaran dalam memusatkan
perhatian pada bahan yang sedang saya pelajari
Saya sering tidak menyelesaikan tugas-tugas pada
waktunya.
Saya selalu teliti dalam mengerjakan tugas- tugas
Saya berusaha menjawab setiap soal sebaik-
baiknya sebelum meneruskan ke soal berikutnya
Saya berusaha membuat ringkasan tentang hal
yang saya pelajari
Saya merasa terlalu lelah,mengantuk dan kurang
bersemangat untuk belajar dengan baik
Saya tidak senang pada mata pelajaran atau guru
tertentu,hal ini mengganggu hasil belajar saya
Saya akan konsisten dengan jawaban saya
sebelum guru memeriksa meskipun berbeda
dengan teman