Anda di halaman 1dari 3

STANDAR 3.

MAHASISWA DAN LULUSAN


3.1 Mahasiswa

3.1.1 Sistem Rekrutmen dan Seleksi Calon Mahasiswa Baru dan Efektivitasnya
Kebijakan sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa (mencakup mutu prestasi
dan reputasi akademik serta bakat pada jenjang pendidikan sebelumnya, equitas
wilayah, kemampuan ekonomi dan jender).
Efektivitas implementasi sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa untuk
menghasilkan calon mahasiswa yang bermutu diukur dari jumlah peminat, proporsi
pendaftar terhadap daya tampung dan proporsi yang diterima dan yang registrasi.

Jelaskan sistem rekrutmen dan seleksi calon mahasiswa baru yang diterapkan pada
Fakultas/Sekolah Tinggi ini, serta efektivitasnya.

UIN Alauddin telah memiliki rekruitmen mahasiswa baru yang dapat dikatakan mapan.
Penanggungjawab masalah ini ada pada panitia penerimaan Mahasiswa Baru. Secara teknik
operasional, Panitia Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) dibantu oleh lembaga tehnis yang
bernama Pustipad (Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data). Institusi ini memberikan
informasi seluas-luasnya kepada masyarakat perihal sistem pendidikan di UIN Alauddin Makassar.
Seleksi penerimaan mahasiswa baru dengan dua tahapan, sistem seleksi administrasi dan ujian
tertulis dirancang sesuai dengan kemampuan dan daya tampung.
1. Seleksi administrasi, dilaksanakan oleh PPMB. Calon mahasiswa yang dapat diterima di
dasarkan pada (a) potensi akademik yang dimiliki dengan melihat hasil evaluasi belajar siswa
dalam menyelesaikan pelajarannya di SMU/SMK/MAN/MAS (Pesantren), (b) calon mahasiswa
yang prestasinya termasuk ranking 10 terbesar SMU/SMK/ MAN/MAS (Pesantren) dinyatakan
diterima sebagai mahasiswa baru UIN Alauddin Makassar melalui jalur undangan, jalur ini
tanpa tes.
2. Seleksi ujian tertulis, dilaksanakan oleh PPMB untuk menyaring calon mahasiswa yang telah
memenuhi kriteria seleksi administrasi. Seleksi ujian tertulis dilaksanakan berdasarkan jadwal
yang telah dirancang sesuai dengan pelaksanaan ujian tertulis perjalur. SNM-PTN (udangan
dan tulis), SBMPTN (undangan dan tulis), SPAN-PTKIN (undangan dan tulis), UMM (tulis)
dan UMK (tulis). Mahasiswa baru menempuh ujian tertulis sesuai dengan fakultas atau program
studi pilihannya.

3. 1.2 Tuliskan data mahasiswa reguler dan mahasiswa transfer untuk masing-masing program
studi S1 pada TS (tahun akademik penuh yang terakhir) di Fakultas/Sekolah Tinggi
sesuai dengan mengikuti format tabel berikut:

Jumlah Mahasiswa pada PS Total


PS- Mahasis
No Hal PS-2 PS-3 PS-4 PS-5 PS-6 PS-7
1 wa pada
SAA IQT ILH SOA IPO HBI
AFI Fakultas
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)
1 Program 1. Mhs.
Reguler Bukan 480 317 295 330 316 583 2815
transfer
2. Mhs.
Baru 0 0 0 0 0 0 0 0
transfer
3. Total
mhs. 531 317 407 320 559 583 98 2815
Regular
(Student
body)
2. Program 1. Mhs.
non- Baru 0 0 0 0 0 0 0 0
reguler bukan
transfer
2. Mhs. 0 0 0 0 0 0 0 0
Baru
transfer
3. Total 0 0 0 0 0 0 0 0
mhs.
Non
regular
(Student
Body)

Catatan:
(1) Mahasiswa program reguler adalah mahasiswa yang mengikuti program pendidikan
secara penuh waktu (baik kelas pagi, siang, sore, malam, dan di seluruh kampus).
(2) Mahasiswa program non-reguler adalah mahasiswa yang mengikuti program
pendidikan secara paruh waktu.
(3) Mahasiswa transfer adalah mahasiswa yang masuk ke program studi dengan
mentransfer mata kuliah yang telah diperolehnya dari PS lain, baik dari dalam PT
maupun luar PT.

3.1.3 Uraikan alasan/pertimbangan Fakultas/Sekolah Tinggi dalam menerima mahasiswa transfer.


Jelaskan pula alasan mahasiswa melakukan transfer.

3. 2 Lulusan

3.2.1 Tuliskan rata-rata masa studi dan rata-rata IPK lulusan selama tiga tahun terakhir dari
mahasiswa reguler bukan transfer untuk tiap program studi S1 yang dikelola oleh
Fakultas/Sekolah Tinggi dengan mengikuti format tabel berikut:

Rata-rata Masa Rata-rata IPK


No. Program Studi
Studi (tahun) Lulusan
(1) (2) (3) (4)
1. Akidah dan Filsafat Islam 4 Tahun 2 bulan 3,68
2. Ilmu al-Qur’an dan Tafsir 4 Tahun 6 bulan 3,72
3. Studi Agama Agama 4 Tahun 0 bulan 3,82
4. Sosiologi Agama 4 Tahun 3 bulan 3,45
5. Ilmu Politik 4 Tahun 0 bulan 3,54
6. Ilmu Hadis 4 Tahun 8 bulan 3,74
Rata-rata di Fakultas 4 Tahun 3bulan 3,64

3.2.2 Uraikan pandangan Fakultas/Sekolah Tinggi tentang rara-rata masa studi dan rata-rata IPK
lulusan, yang mencakup aspek : kewajaran, upaya pengembangan, dan upaya peningkatan mutu.
Uraikan pula kendala-kendala yang dihadapi.

Dalam hal masa studi, mahasiswa rata-rata menempuh pendidikan selama 4,3 tahun.
Hal tersebut menunjukkan kewajaran masa studi Strata satu. Rata-rata IPK mereka
menunjukkan angka antara 3 sampai 4 (kategori baik sekali).
Upaya pengembangan yang dilakukan fakultas diantaranya dengan maksimalisasi
standar kualitas in put. Yakni PPMB Fakultas Ushuluddin dan Filsafat mengadakan
sosialisasi keberadaan fakultas lengkap dengan program-program studinya ke berbagai
wilayah di pulau Sulawesi, bahkan sampai ke luar Sulawesi. Hal ini dimaksudkan agar
kualitas input (mahasiswa baru) yang diterima di FUF semakin ideal. Selain itu, fakultas
juga berusaha mengembangkan sarana dan prasarana yang ada, seperti melengkapi fasilitas
perpustakaan dan laboratorium.
Upaya peningkatan mutu juga dilakukan fakultas dengan cara mengadakan berbagai
pelatihan. Seperti pelatihan karya tulis ilmiah, pelatihan bahasa, pelatihan takhrij al-hadits,
pelatihan metodologi pembelajaran al-Qur’an, Pelatihan Qira’ah al-Kutubditambah dengan
praktikum kompetensi dan Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Selain itu, fakultas juga berusaha
untuk menyempurnakan sarana dan prasarana pembelajaran, misalnya pengadaan buku-buku
terbaru yang relevan dengan core keilmuan.
Upaya lain guna meningkatkan mutu dilakukan dengan meng-up date kurikulum,
menjalin kerja sama dengan berbagai lembaga tempat mahasiswa bisa melaksanakan
pembelajaran di luar universitas, misalnya tempat praktikum kompetensi, praktikum
perkuliahan atau Kuliah Kerja Lapangan (KKL) dan melengkapi fasilitas laboratorium.
Dengan berbagai upaya itu diharapkan IP Kumulatif mahasiswa semakin meningkat.
Adapun kendala yang dihadapi adalah semakin kuatnya sikap pragmatis-materialistik
dalam masyarakat, yang langsung maupun tidak berpengaruh terhadap iklim belajar
mahasiswa secara nasional, khususnya terhadap ilmu-ilmu humaniora/agama.